Anda di halaman 1dari 2

4.

Penegakan Diagnosis dan Diagnosis Banding Hipertiroid


a. Penegakan Diagnosis
1) Anamnesis
Gambaran klinik hipertiroidi dapat ringan dengan keluhan-keluhan
yang sulit dibedakan dari reaksi kecemasan, tetapi dapat berat sampai
mengancam jiwa penderita karena timbulnya hiperpireksia, gangguan
sirkulasi dan kolaps.3 Keluhan utama biasanya berupa salah satu dari
meningkatnya nervositas, berdebar-debar atau kelelahan. Dari penelitian
pada sekelompok penderita didapatkan 10 geiala yang menonjol yaitu : (1)
 Nervositas
 Kelelahan atau kelemahan otot-otot
 Penurunan berat badan sedang nafsu makan baik
 Diare atau sering buang air besar
 Intoleransi terhadap udara panas
 Keringat berlebihan
 Perubahan pola menstruasi
 Tremor
 Berdebar-debar
 Penonjolan mata dan leher
Gejala-gejala hipertiroidi ini dapat berlangsung dari beberapa hari
sampai beberapa tahun sebelum penderita berobat ke dokter, bahkan
sering seorang penderita tidak menyadari penyakitnya. (1)

2) Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik didapatkan gambaran yang khas yaitu : seorang
penderita tegang disertai cara bicara dan tingkah laku yang cepat, tanda-
tanda pada mata, telapak tangan basah dan hangat, tremor, onchōlisis,
vitiligo, pembesaran leher, nadi yang cepat, aritmia, tekanan nadi yang
tinggi dan pemendekan waktu refleks Achilles. (1)

3) Pemeriksaan Penunjang
Untuk daerah di mana pemeriksaan laboratorik yang spesifik untuk
hormon tiroid tak dapat dilakukan, penggunaan indeks Wayne dan New
Castle sangat membantu menegakkan diagnosis hipertiroid. Pengukuran
metabolisme basal (BMR), bila basil BMR > ± 30, sangat mungkin bahwa
seseorang menderita hipertiroid. (1)
Untuk konfirmasi diagnosis perlu dilakukan pemeriksaan hormon
tiroid (thyroid function test), seperti kadar T4 dan T3, kadar T4 bebas atau
free thyroxine index (FT41). Pada hipertiroid didapatkan hasil berupa
peningkatan hormone T3 dan T4 tanpa adanya peningkatan hormone TSH.
Adapun pemeriksaan lain yang dapat membantu menegakkan diagnosis
antara lain: pemeriksaan antibodi tiroid yang meliputi anti tiroglobulin dan
antimikrosom, test penampungan yodium radioaktif (radioactive iodine
uptake) dan pemeriksaan sidikan tiroid (thyroid scanning). (1)

b. Diagnosis Banding
1) Hipertiroidsme primer: penyakit Graves, struma multinodosa toksik,
adenoma toksik, metastasis karsinoma tiroid fungsional, struma oavarii,
mutasi reseptor TSH, obat : kelebihan iodium (fenomena Jod Basedow).(2)
2) Tiroroksikosis tanpa hipertiroidsme : tiroiditis subakut, tiroiditis silent,
destruksi tiroid (karena amiodarone, radiasi, infark adenoma), asupan
hormon tiroid berlebihan (tirotoksikosis factitia). (2)
3) Hipertiroidsime sekunder : adenoma hipofisis yang mensekresi TSH,
sindrom reisistensi hormon tiroid, tumor yang mensekresi HCG,
tirotoksigosis gestasional. (2)

1. Hermawan, G.A. Pengelolaan dan Pengobatan Hipertiroidi. Surakarta: FK UNS.


2010.
2. Rani, A. Panduan Pelayanan Medik. Jakarta: Pusat Penerbit Ilmu Penyakit Dalam.
2009.