Anda di halaman 1dari 5

A.      Definisi dan platelet.

Sel-sel dari sistem kekebalan tubuh juga terdapat di


Urtikaria adalah lesi sementara yang terdiri dari bentol tempat lain.
sentral yang dikelilingi oleh haloeritematosa. Lesi tersendiri ·      Timus
adalah bulat, lonjong, atau berfigurata, dan seringkali Dalam kelenjar timus sel-sel limfoid mengalami proses
menimbulkan rasa gatal. (Harrison, 2005) pematangan sebelum lepas ke dalam sirkulasi. Proses ini
Urtikaria, yang dikenal dengan hives, terdiri atas plak memungkinkan sel T untuk mengembangkan atribut penting
edematosa (wheal) yang terkait dengan gatal yang hebat yang dikenal sebagai toleransi diri.
(pruritus). Urtikaria terjadi akibat pelepasan histamine selama ·      Getah bening
respons peradangan terhadap alegi sehingga individu menjadi Kelenjar getah bening berbentuk kacang kecil terbaring di
tersensitisasi. Urtikaria kronis dapat menyertai penyakit sistemik sepanjang perjalanan limfatik. Terkumpul dalam situs tertentu
seperti hepatitis, kanker atau gangguan tiroid. (Elizabeth, 2007) seperti leher, axillae, selangkangan dan para-aorta daerah.
Pengetahuan tentang situs kelenjar getah bening yang penting
Urtikaria merupakan istilah klinis untuk suatu kelompok
dalam pemeriksaan fisik pasien.
kelainan yang ditandai dengan adanya pembentukan “bilur-
·     Mukosa jaringan limfoid terkait (MALT)
bilur” – pembekakan kulit yang dapat hilang tanpa
Di samping jaringan limfoid berkonsentrasi dalam kelenjar
meninggalkan bekas yang terlihat. Pada umumnya kita semua
getah bening dan limpa, jaringan limfoid juga ditemukan di
pernah merasakan salah satu bentuk urtikaria akibat jath (atau
tempat lain, terutama saluran pencernaan, saluran pernafasan
didorong) hingga gatal-gatal. Gambaran patologis yang utama
dan saluran urogenital.
adalah didapatkannya edema dermal akibat terjadinya dilatasi
vascular, seringkali sebagai respons terhadap histamine (dan
C.       Mekanisme Pertahanan
mungkin juga mediator-mediator yang lain) yang dilepas oleh
Mekanisme pertahanan pada system imun atau yang sering
sel mast.(Tony, 2005)
dikenal dengan nama respon imunitas, terbagi menjadi 2 yaitu
Anatomi Fisiologi Sistem Imun respon non spesifik dan respon spesifik. Respon non spesifik
A. Pengertian sistem imun tidak ditujukan terhadap sel/bakteri/virus tertentu. Contoh
Sistem Imun (bahasa Inggris: immune system) adalah respon non spesifik adalah inflamasi, interferon, natural killer
sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan terhadap dan komplemen. Sedangkan respon spesifik lebih ditujukan
infeksi dari makromolekul asing atau serangan organisme, terhadap sel/ bakteri/ virus tertentu. Contoh dari aktivitas respon
termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem kekebalan spesifik adalah limfosit B yang memberikan respon antibodi/
juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan immunoglobulin (Ab/Ig) dan limfosit T.
molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan   1.      Respon Imunitas Non Spesifik:
melawan sel yang teraberasi menjadi tumor. (Wikipedia.com) ·         Inflamasi
Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem       Inflamsi sering disebut juga peradangan (radang). Inflamasi
perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan biasanya disebabkan oleh infeksi mikrobial dan agen fisik
organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan seperti trauma, luka bakar, dan jaringan nekrosis. Inflamasi
bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh bertujuan menghancurkan agen asing dan mempersiapkan
terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel proses penyembuhan atau perbaikan.
kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan      Efek dari respon inflamasi berupa rubor (merah) karena
melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, vasodilatsi vascular, panas (kalor) karena peningkatan
sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang vaskularisasi, bengkak (tumor) karena akumulasi cairan
menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. (edema), dan nyeri (fungsio laesa) karena peningkatan tekanan
Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel dan berkurangnya oksigenisasi.
tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan      Inflamasi terdiri dari beberapa rangkaian mekanisme. Bila
meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker. jaringan diinvasi oleh bakteri atau mengalami kerusakan, maka
mast cell dari jaringan tersebut akan melepas histamine dan
B.     Fungsi dari Sistem Imun kemotaksin. Histamine dan kemotaksin memacu vasodilatasi
·      Sumsum arteri dan meningkatkan permeabilitas kapiler. Akibatnya, sel
Semua sel sistem kekebalan tubuh berasal dari sel-sel induk darah dan cairan akan terakumulasi di jaringan. Akumulasi ini
dalam sumsum tulang. Sumsum tulang adalah tempat asal sel bertujuan untuk mefasilitasi fagositosis zat asing dan memacu
darah merah, sel darah putih (termasuk limfosit dan makrofag) pembekuan darah. Kondisi ini menyebabkan area inflamsi
dilokalisasi.

Ilmu penyakit kulit dan kelamin-Urtikaria


·       Interferon disekresi dari pencerap limfosit-B yang telah teraktivasi menjadi
     interferon adalah protein yang menghambat replikasi virus sel plasma, sebagai respon dari antigen tertentu dan reaktif
agar tidak menyebar ke sel-sel sehat yang belum terinfeksi. Saat terhadap antigen tersebut. Pembagian Immunglobulin
virus masuk ke suatu sel, sel yang terinfeksi melepas interferon. Antibodi A (bahasa Inggris: Immunoglobulin A, IgA)
Interferon menyebar ke reseptor sel yang sehat. Sel sehat akan adalah antibodi yang memainkan peran penting dalam imunitas
memproduksi enzim pemecah mRNAvirus. Bila virus menyebar mukosis (en:mucosal immune). IgA banyak ditemukan pada
ke sel yang sehat yang telah ditempeli interferon, maka virus bagian sekresi tubuh (liur, mukus, air mata, kolostrum dan susu)
tersebut akan diblokade enzim sehingga virus gagal sebagai sIgA (en:secretoryIgA) dalam perlindungan permukaan
bereproduksi. organ tubuh yang terpapar dengan mencegah penempelan
·       Naturall Cell Killer bakteri dan virus ke membran mukosa. Kontribusi fragmen
     Sel pembunuh alami termasuk dalam kelompok sel limfosit. konstan sIgA dengan ikatan komponen mukus memungkinkan
Sel ini membunuh sel virus dan sel maligna (ganas) dengan cara pengikatan mikroba.
me’lisis (melumatkan) membran sel target. Sel-sel ini aktif pada Antibodi D (bahasa Inggris: Immunoglobulin D, IgD)
infeksi atau malignansi yang baru. Akan tetapi, sel ini berbeda adalah sebuah monomer dengan fragmen yang dapat mengikat 2
dengan sel limfosit yang lain karena tidak memiliki kemampuan epitop. IgD ditemukan pada permukaan pencerap sel B bersama
memori. dengan IgM atau sIga, tempat IgD dapat mengendalikan aktivasi
·           Sistem Komplemen dan supresi sel B. IgD berperan dalam mengendalikan produksi
      System komplemen adalah kelompok protein yang autoantibodi sel B. Rasio serum IgD hanya sekitar 0,2%.
diaktifkan oleh organisme asing dan distimulasi oleh antibody Antibodi E (bahasa Inggris: antibody E, immunoglobulin
(Ab). Protein komplemen terdiri dari 11 macam (C1-C11) E, IgE) adalah jenis antibodi yang hanya dapat ditemukan pada
dengan karakter yang berbeda-beda. Secara umum, system mamalia. IgE memiliki peran yang besar pada alergi terutama
komplemen berperan menunjang aktivitas Ab pada hipersensitivitas tipe 1. IgE juga tersirat dalam sistem
(komplemen=penunjang). kekebalan yang merespon cacing parasit (helminth) seperti
   Schistosoma mansoni, Trichinella spiralis, dan Fasciola
2.      Mekanisme Pertahanan Spesifik hepatica,  serta terhadap parasit protozoa tertentu
      Respon imun spesifik hanya bekerja menyerang agen sepertiPlasmodium  falciparum, dan artropoda.
patogen tertentu. Respon imun ini terdiri dari 2 tipe yaitu tipe Antibodi G (bahasa Inggris: Immunoglobulin G, IgG)
imunitas humoral dan imunitas mediasi sel. Imunitas humoral adalah antibodi monomeris yang terbentuk dari dua rantai berat
adalah imunitas yang dimediasi oleh antibodi yang diproduksi dan rantai ringan , yang saling mengikat dengan ikatan
oleh limfosit B. imunitas humoral efektif untuk bakteri, toksin, disulfida, dan mempunyai dua fragmen antigen-binding.
dan beberepa virus. Sedangkan imunitas mediasi sel diaktivasi Populasi IgG paling tinggi dalam tubuh dan terdistribusi cukup
oleh limfosit T. Imunitas ini efektif untuk sel yang bermasalah merata di dalam darah dan cairan tubuh dengan rasio serum
seperti sel yang terinfeksi atau sel kanker. sekitar 75% pada manusia dan waktu paruh 7 hingga 23 hari
·      Imunitas Humoral (mediasi Ab) bergantung pada sub-tipe.
Sel limfosit B terdiri  dari sel plasma dan sel memori. sel plasma Antibodi M (bahasa Inggris: Immunoglobulin M,
banyak mengandung retikulum endoplasma  kasar. Reticulum IgM,  macroglobulin)  adalah antibodi dasar yang berada pada
endoplasma ini berperan menghasilkan antibody. Sel memori plasma B. Dengan rasio serum 13%, IgM merupakan antibodi
berperan mengenali Ag asing yang berperan memapar tubuh dengan ukuran paling besar, berbentuk pentameris 10 area
sebelumnya. epitop pengikat, dan teredar segera setelah tubuh terpapar
·      Imunitas mediasi sel antigen sebagai respon imunitas awal (en:primary immune
Imunitas ini berespon pada sel-sel yang bermasalah. Imunitas ini response)  pada rentang waktu paruh sekitar 5 hari. Bentuk
bertujuan untuk melindungi tubuh terhadap agen aptogen yang monomeris dari IgM dapat ditemukan pada permukaan limfosit-
bersembunyi di dalam sel dan tidak dapat dicapai oleh antibody B dan reseptor sel-B.
maupun komplemen. Contoh imunitas mediasi sel ini adalah sel IgM adalah antibodi pertama yang tercetus pada 20
sitotoksik T, sel helper T, sel suppressor T (sitokin). Imunitas ini minggu pertama masa janin kehidupan seorang manusia dan
bekerja dengan cara mengeliminasi sel-sel yang bermasalah. berkembang secara fitogenetik (en:phylogenetic). Fragmen
konstan IgM adalah bagian yang menggerakkan lintasan
D.   Antibodi (Immunoglobulin) komplemen klasik. 
Antibodi (bahasa Inggris:antibody,  gamma
globulin) adalah glikoprotein dengan struktur tertentu yang

Ilmu penyakit kulit dan kelamin-Urtikaria


B.       Klasifikasi 2.    Jenis makanan yang dapat menyebabakan alergi misalnya:
Jenis urtikaria : (Mark,1996) telur, ikan, kerang, coklat, jenis kacang tertentu, tomat, tepung,
terigu, daging sapi, udang, dll.
1. Idiopatik adalah kelompok terbesar, merupakan
3.    Inhalan bisa dari serbuk sari, spora, debu rumah.
sepertiga dari kasus urtikaria akut dan dua pertiga dari urtikaria
4.    Infeksi  Sepsis fokal (misalnya infeksi saluran kemih,
kronik.
infeksi saluran pernafasan atas, hepatitis,Candida  spp, protozoa,
2. Fisik. Sekitar 15% kasus. Biasanya dapat ditemukan
cacing)
penyebab yang dikenali. Terdapat beberapa jenis ;
5.    Sistemik   : SLE, retikulosis, dan karsinoma
a. Dermatografisme : reaksi terhadap 6.    Faktor fisik seperti cahaya (urtikaria solar), dingin (urtikaria
goresan keras pada kulit yang timbul dalam 1 sampai 3 menit dingin), gesekan atau tekanan (dermografisme), panas (urtikaria
dan berlangsung 5 sampai 10 menit. panas), dan getaran (vibrasi) dapat langsung menginduksi
b. Urtikaria kolinergik. Olahraga atau degranulasi sel mast.
berkeringat merupakan agen pencetusnya, menyebabkan 7.    Genetik, terjadi difesiensi alfa-2 glikoprotein yang
timbulnya 10% reaksi, mengenai orang muda, dan dapat mengakibatkan pelepasan mediator alergi.
berlangsung selama 6 sampai 8 tahun. Lesi timbul sebagai wheal
berukuran 1 sampai 2 mm pada dasar eritematosa yang menyaru D.    Patofisiologi
serta ditemukan pada batang badan dan lengan tanpa mengenai Patofisiologi urtikaria :
telapak tangan, telapak kaki, dan aksila. Urtikaria sering terjadi dan merupakan akibat dari

c. Urtikaria dingin. Reaksi terhadap pajanan degranulasi sel mast (reaksi imunolpgis tipe 1) sebagai respons

dingin atau penghangatan kembali setelah terpajan dingin terhadap antigen, dengan pelepasan histamin dan mediator
vasoaktif lainnya, yang menyebabkan timbulnya eritema dan
d. Urtikaria sinar matahari. Reaksi yang
edema. Pasien-pasien dengan kondisi ini, 70% diantaranya
jarang terjadi, disebabkan oleh pajanan sinar matahari. Penyakit
mengalami urtikaria idiopatik (dimana antigennya tidak
ini timbul sebagai pruritus dan eritema, yang diikuti oleh
diketahui), sisanya mengalami bentuk urtikaria lain. Urtikaria,
urtikaria. Awitan mendadak dan timbul pada setiap kelompok
jika berat juga dapat mengenai jaringan subkutan dan
usia.
mengakibatkan terjadinya angioedema (pembengkakan pada
e. Urtikaria tekanan lambat. Reaksi yang
tangan, bibir, sekitar mata, dan walaupun jarang tetapi penting
jarang terjadi, disebabkan oleh tekanan terus-menerus.
untuk diperhatikan yaitu pada lidah atau laring). (Davey, 2005)
f. Urtikaria akuagenik. Reaksi yang jarang Proses urtikaria akut dimulai dari ikatan antigen pada
terjadi, disebabkan oleh kontak dengan air. Urtikaria panas reseptor IgE yang saling berhubungan dan kemudian menempel
setempat. Reaksi yang jarang terjadi, disebabkan oleh air panas. pada sel mast atau basofil. Selanjutnya, aktivasi dari sel mast
C.      Etiologi dan basofil akan memperantarai keluarnya berbagai mediator
peradangan. Sel mast menghasilkan histamine, triptase, kimase,
Etiologi Urtikaria. (Harrison, 2005) :
dan sitokin. Bahan-bahan ini meningkatkan kemampuan
1.    Gangguan kulit primer
degranulasi sel mast dan merangsang peningkatan aktivitas
Urtikaria fisikal, yang terdiri dari:
ELAM dan VCAM, yang memicu migrasi limfosit dan
     1.    Dermatografisme
granulosit menuju tempat terjadinya lesi urtikaria (Anonimous,
     2.    Urtikaria solaris
2007).
     3.    Urtikaria dingin 
Peristiwa ini memicu peningkatan permeabilitas
     4.   Penyakit sistemik
vascular dan menyebabkan terjadinya edema lokal yang dikenal
sebagai bintul (wheal). Pasien merasa gatal dan bengkak pada
2.    Urtikaria kolinergik
lapisan dermal kulit. Urtikaria akut bisa terjadi secara sistemik
Penyebab terjadinya urtikari bisa karena: (Davey, 2005)
jika allergen diserap kulit lebih dalam dan mencapai sirkulasi.
1.    Obat-obatan sistemik dapat menimbulkan urtikaria secara
Kondisi ini terjadi pada urtikaria kontak, misalnya urtikaria yang
imunologik yang mampu menginduksi degranasi sel mast, bahan
terjadi karena pemakaian sarung tangan latex, dimana latex
kolinergik misalnya asetilkolin, dilepaskan oleh saraf kolinergik
diserap kulit dan masuk ke aliran darah, sehingga menyebabkan
kulit yang mekanismenya belum diketahui langsung dapat
urtikaria sistemik.
mempengaruhi sel mast untuk melepaskan mediator. Obat-
Urtikaria akut juga bisa terjadi pada stimulasi sel mast
obatan seperti : Aspirin, kodein, morfin, OAINS
tanpa adanya ikatan IgE dengan allergen. Misalnya, pada
eksposure pada media radiocontrast, dimana pada saat proses

Ilmu penyakit kulit dan kelamin-Urtikaria


radiologi berlangsung, akan terjadi perubahan osmolalitas pada 3.    Bibir kering
lingkungan yang mengakibatkan sel mast berdegranulasi
(Anonimous, 2007). G.      Pemeriksaan diagnostik
Faktor imunologik maupun nonimunologik mampu Pemeriksaan Diagnostis Urtikaria  :
merangsang sel mast atau basofil untuk melepaskan mediator
1. a. Urtikaria akut. Uji laboratorium pada umumnya tidak
tersebut. Pada yang nonimunologik mungkin sekali siklik AMP
diperlukan.
(adenosin mono phosphate) memegang peranan penting pada
pelepasan mediator. Beberapa bahan kimia seperti golongan            b. Urtikaria kronik. Jika penyebab agen fisik telah disingkirkan,

amin dan derivate amidin, obat-obatan seperti morfin, kodein, maka penggunaan pemeriksaan laboratorium, radiografik, dan

polimiksin, dan beberapa antibiotic berperan pada keadaan ini. patologik berikut ini dapat memberikan petunjuk untuk

Bahan kolinergik misalnya asetilkolin, dilepaskan oleh diagnosis penyakit sistemik yang samar.

saraf kolinergik kulit yang mekanismenya belum diketahui 2. Uji rutin


langsung dapat mempengaruhi sel mast untuk melepaskan
     a.    Laboratorium. Hitung darah lengkap dengan diferensial,
mediator. Faktor fisik misalnya panas, dingin, trauma tumpul,
profil kimia, laju endap darah (LED), T 4, pengukuran TSH,
sinar X, dan pemijatan dapat langsung merangsang sel mast.
urinalisis dan biakan urine, antibody antinuclear
Beberapa keadaan misalnya demam, panas, emosi, dan alcohol
dapat merangsang langsung pada pembuluh darah kapiler      b.    Radiografik. Radiograf dada, foto sinus, foto gigi, atau

sehingga terjadi vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas panorex

(Djuanda, 2008).      c.    Uji selektif. Krioglobulin, analisis serologic hepatitis dan


Faktor imunologik lebih berperan pada urtikaria yang sifilis, factor rheumatoid, komplemen serum, IgM, IgE serum
akut daripada yang kronik, biasanya IgE terikat pada permukaan
     d.   Biopsi kulit. Jika laju endap darah meningkat, lakukan biopsy
sel mast dan atau sel basofil karena adanya reseptor Fc bila ada
nyingkirkakulit untuk men kemungkinan vaskulitis urtikaria.
antigen yang sesuai berikatan dengan IgE maka terjadi
degranulasi sel, sehingga mampu melepaskan mediator.
Keadaan ini jelas tampak pada reaksi tipe I (anafilaksis), H.      Penatalaksanaan Medis
misalnya alergi obat dan makanan.
Pengobatan (Arvin, 1996)
Komplemen juga ikut berperan, aktivasi komplemen
Pada kebanyakan keadaan, urtikaria merupakan
secara klasik maupun secara alternative menyebabkan pelepasan
penyakit yang sembuh sendiri yang memerlukan sedikit
anafilatoksin (C3a, C5a) yang mampu merangsang sel mast dan
pengobatan lainnya, selain dari antihistamin. Hidroksizin
basofil, misalnya tampak akibat venom atau toksin bakteri.
(Atarax) 0,5 ml/kg, merupakan salah satu antihistamin yang
Ikatan dengan komplemen juga terjadi pada urtikaria akibat
paling efektif untuk mengendalikan urtikaria, tetapi
reaksi sitotoksik dan kompleks imun pada keadaan ini juga
difenhidramin (Benadryl), 1,25 mg/kg, dan antihistamin lainnya
dilepaskan zat anafilatoksin. Urtikaria akibat kontak terjadi
juga efektif. Jika perlu, dosis ini dapat diulangi pada interval 4-6
pemakaian bahan serangga, bahan kosmetik, dan sefalosporin.
jam.
Epinefrin 1 : 1000, 0,01 ml/kg, maksimal 0,3 ml,
E.       Manifestasi Klinis
biasanya menghasilkan penyembuhan yang cepat atas urtikaria
Bentuk klinis Urtikaria fisik : (Tony, 2005)
akut yang berat. Hidroksizin (0,5 ml/kg setiap 4-6 jam)
1. Dermografisme : bilur-bilur tampak sesudah adanya bekas-
merupakan obat pilihan untuk urtikaria kolinergik dan urtikaria
bekas garukan. Hal ini bisa timbul tersendiri atau bersama
kronis. Penggunaan bersama antihistamin tipe H1 dan H2
dengan bentuk-bentuk urtikaria yang lain.
kadang-kadang membantu mengendalikan urtikaria kronis.
2. Penekanan (timbulnya belakangan) : bilur-bilur timbul dalam
Antihistamin h2 saja dapat menyebabkan eksaserbasi urtikaria.
waktu sampai 24 jam sesudah terjadinya penekanan.
Siproheptadin (Periactin) (2-4 mg setiap 8-12 jam) terutama
3. Urtikaria kolinergik : yang diserang adalah laki-laki muda ;
bermanfaat sebagai agen profilaksis untuk urtikaria dingin.
kulit yang berkeringat disertai oleh adanya bilur-bilur kecil
Siproheptadin dapat menyebabkan rangsangan nafsu
berwarna putih dengan lingkaran berwarna merah pada badan
makan dan penambahan berat pada beberapa penderita. Tabir
bagian atas.
surya merupakan satu-satunya pengobatan yang efektif untuk
urtikaria sinar matahari. Kortikosteroid mempunyai pengaruh
F.       Komplikasi
yang bervariasi pada urtikaria kronis ; dosis yang diperlukan
1.    Purpura dan excoriasi
untuk mengendalikan urtikaria sering begitu besar sehingga
2.    Infeksi sekunder

Ilmu penyakit kulit dan kelamin-Urtikaria


obat-obat tersebut menimbulkan efek samping yang serius.
Urtikaria kronis sering tidak berespons dengan baik pada
manipulasi diet. Sayang sekali, urtikaria kronis dapat menetap
selama bertahun-tahun

Ilmu penyakit kulit dan kelamin-Urtikaria