Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

BUDAYA POLITIK
(SOSIOLOGI POLITIK)
DOSEN: DR.SYAHRUDDIN, SE.,MSi

Disusun oleh:
Kelompok 14
Pirma Toding 2017 61 201 133
Heni Koro 2016 61 201 118
Moch Rizky Ardi Nurhidayat 2017 61 201 017

JURUSAN MANEJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUSAMUS
MERAUKE
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang senantiasa memberi kemudahan saya
dalam pengerjaan makalah yang berjudul Budaya Politik dapat rangkum. Kehidupan manusia
didalam masyarakat memiliki peran penting dalam system politik suatu Negara. Setiap warga
Negara dalam kehidupan keseharianya hamper bersentuhan dengan aspek – aspek politik.
Kehidupan politik yang merupakandalam interaksi antara wrga Negara dengan
pemerintahan, dan institutsi-institusi diluar pemerintahan (non- formal), telah menghasilkan dan
membentuk veriasipendapat, pandangan, dan pengetahuan tentang praktik-praktik politik dalam
semua system politik.
Kami sadar makalah ini jauh dari kata sempurna baik dari penyusunan baik penyajiannya
oleah karena itu kami sangat membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca
utamanya dari Dosen Pengampuh. Semoga makalah ini dapat dijadikan pembelajaran tentang
budaya politik di Indonesia dan dapat bermanfaat pula bagi semua pembaca.

Kelompok 14
DAFTAR ISI

COVER

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan

BAB II. PEMBAHASAN

A. Definisi Budaya Politik


B. Hakikat Budaya Politik
C. Tipologi dan Objek Budaya Politik
D. Transformasi Budaya Politik
E. Budaya Politik di Indonesia

BAB III. PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama
olehmasyarakat. Namun, setiap unsur masyarakat berbeda pula budaya politiknya, sepertiantara
masyarakat umum dengan para elitenya. Seperti juga di Indonesia, menurutBenedict R. OG
Anderson, kebudayaan Indonesia cenderung membagi secara tajamantara kelompok elite
dengankelompok massa.Negara Indonesia sebagai negara demokratis membutuhkan warga
negara yangberbudaya politik partisipan dan berorientasi setia atau mendukung sistem
politiknasional. Warga negara yang berciri demikian inilah yang memang didutuhkan bagi
sistempolitik demokrasi di Indonesia.Kehidupan manusia di dalam masyarakat, memiliki
peranan penting dalam sistem politiksuatu negara. Manusia dalam kedudukannya sebagai
makhluk sosial, senantiasa akanberinteraksi dengan manusia lain dalam upaya mewujudkan
kebutuhan hidupnya.Kebutuhan hidup manusia tidak cukup yang bersifat dasar, seperti makan,
minum,biologis, pakaian dan papan (rumah). Lebih dari itu, juga mencakup kebutuhan
akanpengakuan eksistensi diri dan penghargaan dari orang lain dalam bentuk pujian,pemberian
upah kerja, status sebagai anggota masyarakat, anggota suatu partai politiktertentu dan
sebagainya.Setiap warga negara, dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek-
aspek politik praktis baik yang bersimbol maupun tidak. Dalam proses pelaksanaannyadapat
terjadi secara langsung atau tidak langsung dengan praktik-praktik politik.

B.Rumusan Masalah:
A. Ap aitu Definisi Budaya Politik?
B. Hakikat Budaya Politik?
C. Tipologi dan Objek Budaya Politik?
D. Transformasi Budaya Politik?
E. Bagaimana budaya Politik di Indonesia?

C.Tujuan
A. Supaya mengert definisi Budaya Politik
B. Supaya mengerti Hakikat Budaya Politik
C. Supaya mengert Tipologi dan Objek Budaya Politik
D. Supaya mengert Transformasi Budaya Politik
E. Supaya mengert budaya Politik di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN

A.DEFENISI BUDAYA POLITIK


Untuk memahami tentang budaya politik, terlebih dahulu harus dipahami tentang
pengertian budaya dan politik. Budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu budhayah, bentuk
jamak dari budhi yang artinya akal. Dengan demikian, budaya diartikan sebagai hal-hal yang
berhubungan dengan akal atau budi. Budaya adalah segala yang dihasilkan oleh manusia
berdasarkan kemampuan akalnya. Budaya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) dapat dipelajari,
2) dapat diwariskan dan diteruskan,
3) hidup dalam masyarakat,
4) dikembangkan dan berubah,
5) terintegrasi.
Adapun politik berasal dari bahasa Yunani polis dan teta. Polis berarti kota atau Negara
kota, teta berarti urusan. Dengan demikian, politik berarti urusan negara (pemerintahan). Selain
dari arti kata, banyak para ahli yang mengemukakan pendapat tentang politik. Beberapa
pengertian tentang politik yaitu:
a. Mirriam Budiardjo
Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang
menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari suatu sistem dan melaksanakan tujuan tujuan
tersebut.
b. Dr. Wirjono Projodikoro, S.H.
Politik adalah penggunaan kekuasaan (macht) oleh suatu golongan anggota masyarakat
terhadap golongan lain.
c. Joyce Mitchell
Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuat kebijakan umum untuk
masyarakat seluruhnya.
Beberapa Pakar/Ahli mengusulkan definisi mengenai kultur politik sebagai berikut:
1.Alam R. Ball (1963) mengartikan political culture sebagai susunan sikap, keyakinan, emosi,
dan nilai. Nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik.
2.Gabriel Almond dan Sidney Verba (1966) mengatakan bahwa political culture adalah sikap
orientasi warga negara terhadap sistem politik serta keragamannya dan kesadaran terhadap
peranannya dalam sistem politik tersebut.
3.Kay lawson (1988) mendeskripsikan political culture sebagai seperangkat nilai-nilai politik
yang dianut suatu bangsa secara menyeluruh.
4.Austin Ranney (1996) mendefinisikan political culture sebagai seperangkat pandangan
tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama, sebuah orientasi terhadap
objek-objek politik.
5.Mochtar Masoed dan Collin Mac Andrews (2000) mengartikan political culture sebagai
sikap dan orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintahan dagara beserta
perpolitikannya.
6.Larry Diamond (2003) mendefinisikan political culture sebagai seperangkat keyakinan, sikap,
nilai, ide-ide, sentiment dan evaluasi suatu masyarakat tentang sistem politik negeri mereka dan
peran masing-masing individu dalam sistem itu.
Ada Tiga Jenis Atau Tipe Budaya Politik:
 Budaya politik parokial
 Budaya politik subjek
 Budaya politik partisipatif.
Di bawah ini akan di jelaskan mengenai jenis beserta ciri-ciri dari budaya politik tersebut:
Budaya politik parokial
Jenis kultur politik ini terbatas pada sistem politik dalam lingkup geografis yang relatif kecil.
Skalanya boleh dikatakan lokal atau lebih sempit dari itu. Warga masyarakat dalam budaya
politik parokial cenderung tidak peduli pada objek atau isu-isu politik yang luas. Ciri-ciri tipe
kultur politik ini sebagai berikut:
 Kultur politik ini hidup pada masyarakat yang masih tradisional dengan pola hidup
komunal.
 Kegiatan politik bercampur dengan kegiatan lain, misalnya ekonomi atau agama.
 Kesadaran masyarakat terhadap perpolitikan pusat atau daerah cenderung rendah.
 Masyarakat lebih berminat membahas tentang politik dalam batas tempat dimana mereka
tinggal.
 Warga tidak berharap banyak pada pemimpin politik pusat atau daerah untuk mengubah
nasibnya.
Budaya politik subjek

Kultur politik tipe ini dapat digambarkan dengan sikap pasif warganya terhadap pemerintahan
yang berkuasa. Warga boleh dikatakan patuh namun tidak melibatkan diri secara aktif untuk
berpartisipasi dalam membangun. Ciri-ciri tipe kultur politik ini sebagai berikut:

 Warga menyadari sepenuhnya akan wewenang pemerintah.


 Mayoritas warga bersikap pasif, tidak memberi saran atau tuntutan pada pemerintah
karena merasa cukup puas.
 Warga bersikap nrimo keputusan politik yang dibuat oleh pemerintah, baik pusat maupun
daerah.
 Banyak warga menganggap tidak patut menentang titah pemimpin politik.
 Warga tidak mau atau tidak mampu untuk ikut serta dalam kehidupan politik.
 Warga cenderung lebih tertarik pada hasil kebijakan politik yang bisa dirasakan langsung
ketimbang ikut serta merumuskan kebijakan tersebut.

Budaya politik partisipan


Kultur politik jenis ini menunjukkan peran aktif dan partisipatif warga masyarakat terhadap
perpolitikan negerinya secara menyeluruh. Kesadaran masyarakat terhadap keputusan politik
tertinggi yang memengaruhi rumah tangganya begitu tinggi. Oleh karena itu, masyarakat dengan
kultur politik partisipan banyak terlibat baik memberi masukan atau komplain kepada
pemerintah. Ciri-ciri kultur politik ini sebagai berikut:

 Warga menyadari hak dan kewajiban politiknya sebagai warga negara.


 Warga tidak menerima begitu saja kondisi yang dialaminya karena dirinya merupakan
objek dari kebijakan politik.
 Warga berpartisipasi aktif dalam memilih pemimpinnya sampai skala nasional.
 Warga senantiasa mengawal apa yang dilakukan oleh pemimpin politiknya.
 Warga secara sadar memberikan dukungan atau tuntutan atas kebijakan politik yang
dibuat pemerintah.

B. HAKIKAT BUDAYA POLITIK

Hakikat Budaya Politik. ... Budaya politik hanyalah dipandang sebagai kondisi-kondisi


yang mewarnai corak kehidupan masyarakat tanpa memiliki hubungan dengan sistem politik dan
struktur politik. Dalam pandangan tersebut, budaya politik memengaruhi dalam proses-
proses politik.
Budaya politik merupakan bagian dari kehidupan politik. Budaya politik
hanyalahdipandang sebagai kondisi-kondisi yang mewarnai corak kehidupan
masyarakattanpa memiliki hubungan dengan sistem politik dan struktur politik.
Dalampandangan tersebut, budaya politik memengaruhi dalam proses-proses politik.Dalam
kehidupan sehari-hari, kita dapat mengetahui berbagai macam peristiwapolitik. Bahkan,
beberapa di antaranya menjadi bahan perbicangan hangat danmenarik. Salah satunya adalah
penyelesaian masalah Bank Century. Hampir setiaphari, kita dapat menyaksikan melalui layar
televisi rapat Pansus Century di Gedung DPR. Penyelesian kasus Bank Century melalui jalur
politik menjadi topik yang hangatdan menarik untuk diikuti. Kita dapat mengetahui kinerja para
wakil rakyat dalammenyelesaikan kasus yang cukup menghebohkan tersebut.Dari peristiwa
politik yang tersaji melalui media massa, masyarakat dapatmemberikan pendapat,
memperoleh tambahan pemahaman dan pengetahuan carakerja anggota dewan, dapat
menilai kesungguhan para wakil rakyatnya, sertamenunjukkan sikap dan perasaan tertentu.
Pendapat, pemahaman, pengetahuan,sikap dan perasaan tersebut merupakan cerminan budaya
politik masyarakat
Konsep Budaya Politik
Konsep budaya politik berpusat pada imajinasi (pikiran dan perasaan) yang
membentuk aspirasi, harapan, preferensi, dan prioritas tertentu dalam menghadapi
tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan sosial politik. Masyarakat Indonesia
secara sosiokultural mempunyai pola budaya politik dengan elemen yang pada
prinsipnya bersifat dualistis, yang berkaitan dengan tiga hal, yaitu:
a) Dualisme kebudayaan

yang mengutamakan keharmonisan dengan kebudayaan yang mengutamakan


kedinamisan (konfl iktual). Dualisme ini bisa dilihat dalam interaksi kebudayaan yang
dipengaruhi oleh nilai-nilai Jawa dengan kebudayaan yang dipengaruhi oleh kebudayaan
luar Jawa, terutama Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Sulawesi.
b) Dualisme antara budaya dan tradisi

yang mengutamakan keleluasaan dengan yang mengutamakan keterbatasan. Hal ini


merupakan pengaruh kemanunggalan militer-sipil dalam proses sosial politik semenjak
Proklamasi sampai dengan Orde Baru.
c) Dualisme implikasi masuknya nilai-nilai Barat ke dalam masyarakat Indonesia

C.TIPOLOGI DAN OBJEK BUDAYA POLITIK


Dalam pandangan Almond, budaya politik adalah sikap warga suatu negara terhadapat
praktik dan kehidupan pemerintahan dan politiknya. Almond menguraikan bahwa terdapat tiga
tipologi dalam budaya politik, yakni budaya politik parokial, budaya politik subjek, dan budaya
politik partisipan.
Budaya politik parokial adalah budaya politik masa bodo, acuh tak acuh atau bahkan
apatis. Masyarakat yang menganut budaya politik parokial bercirikan tidak menyadari atau
mengabaikan adanya pemerintahan dan politik. Mereka mungkin buta huruf, tinggal di desa
terpencil, atau mungkin karena desakan faktor sosio-ekonomi yang membuat orientasi mereka
hanya pada bagaimana mencari makan. Tingkat pendidikan pada akhirnya menjadi penentu juga
untuk mengukur tingkat partisipasi politik masyarakat; semakin rendah pengetahuan atau tingkat
pendidikannya, maka akan semakin sedikit keterlibatannya dan politik.
Budaya politik subjek merupakan budaya politik pasif. Tingkatannya sudah lebih tinggi
dari budaya politik parokial. Pada budaya politik subjek, masyarakat patuh pada undang-undang
dan pemerintahan, namun belum melibatkan diri dalam politik atau belum secara sadar
memberikan suara dalam pemilihan
Budaya politik partisipan merupakan tingkat budaya politik tertinggi dimana masyarakat
sudah melibatkan diri dalam berbagai kegiatan politik, minimal dalam kegiatan pemberian suara
dan memperoleh informasi yang cukup banyak mengenai kehidupan politik dan pemerintahan.

D.TRANSFORMASI BUDAYA POLITIK


Semenjak peristiwa tahun 1998 sebetulnya kita rakyat Indonesia menginginkan suatu
perubahan, walaupun perubahan tersebut belum bisa kita raba wujudnya karena apa yang kita
inginkan ketika itu adalah penolakan terhadap pemerintahan yang telah berkuasa selama lebih
dari 30 tahun sebagai bentuk akumulasi kemarahan rakyat.
Namun setelah sejauh ini kita lalui, maka kita sudah dapat menemukan sosok yang
sebenarnya yang kita inginkan, bahwa kita ingin selalu berada dalam suasana demokrasi, namun
demokrasi yang bermartabat dimana didalamnya ada hukum sebagai panglima dan rakyat
sebagai tuan di negeri yang besar ini dan Pemerintahan adalah pelayannya.
Namun dalam masa transisi yang cukup panjang ini kita belum juga berada pada titik
yang sesungguhnya, oleh karena ternyata transformasi budaya itu belum terjadi diberbagai
bidang, terutama di kalangan para eksekutif kita, para legislatif kita dan para yudikatif kita. Jadi
perubahan yang ada sekarang ini bukanlah perubahan yang substantif, karena subtansi perubahan
yang kita tuntut pada tahun 1998 tersebut sebenarnya adalah transformasi budaya menyeluruh di
jajaran kepemimpinan. Kita bisa lihat mental seperti apa yang ada pada sebagian kalangan
eksekutif birokrasi kita, kalangan legislatif kita dan kalangan yudikatif kita.
Transformasi budaya adalah kata kunci perubahan sesungguhnya. Dan sebelum
transformasi budaya itu terjadi, maka sesungguhnya kita belum mencapai perubahan dan kita
belum bisa menjadi negara maju. Sebab hanya dengan transformasi budaya tersebut negara kita
berubah dan bisa maju di segala bidang. Kita bisa lihat dan bandingkan dengan negara lain yang
sudah lebih maju dari negara kita, mereka sudah berhasil mentransformasikan rakyatnya menjadi
masyarakat dengan budaya yang lebih maju. Hal ini tentunya tidak lepas dari karena
pemerintahannya sendiri sudah bertransformasi kedalam budaya pemerintahan yang sehat
sehingga rakyatnya ikut berubah dan akhirnya negara tersebut mendapat kemajuan di segala
bidang. Banyak contoh negara lain yang sudah berhasil bertransformasi seperti itu, padahal
dahulunya keadaan latar belakangnya pastilah sama saja dengan keadaan bangsa kita bahkan
mungkin lebih parah lagi misalkan masyarakat yang barbar. Oleh karena itu trasformasi budaya
ini menjadi perhatian besar kita.
Sesungguhnya bagi bangsa kita untuk dapat merubah hal ini sepertinya tidak begitu sulit
karena kita bukanlah termasuk seperti bangsa yang barbar tersebut, sejarah bangsa kita tidak ada
yang serupa itu, karena bangsa kita sejak dulu terkenal elok, santun dan ramah, dan
sesungguhnya bisa diajak untuk berubah asalkan yang mengajaknya tersebut betul-betul
konsisten. Oleh karena itu tidak diperlukan sikap otoritarian atau dengan menggunakan tangan
besi untuk dapat merubahnya. Untuk merubah bangsa kita cukup dengan dimanusiakan, maka
rakyat akan balas lebih baik lagi memanusiakannya, mungkin ini yang dimaksud dengan
keteladanan. Akan tetapi menggunakan istilah ‘keteladanan’ tersebut pengertiannya kurang
memaksa, karena hal itu hanya seperti mengharapkan kesadaran orang yang kemungkinannya
bisa ya dan tidak. Yang kita butuhkan adalah sesuatu yang memaksa orang untuk bisa tertib, taat
aturan dan ada konsekwensinya jika tidak dindahkan, namun semuanya itu dalam batas
kemanusiaan dan dilakukan secara manusiawi.
Oleh karena itu yang diperlukan saat ini adalah ketegasan para pemimpin dan yang
utamanya lagi adalah kemauan kuat para pemimpin. Kemauan dan ketegasan para pemimpin kita
pasti akan bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik. Sehingga dengan demikian transformasi
itu tidak akan terlalu lama untuk terjadi di Indonesia dan kita beralih menjadi negara maju
meninggalkan budaya dan sejarah yang akan menjadi catatan penting sejarah yang nantinya akan
dikaji oleh generasi berikutnya sebagai bahan bacaan sejarah bangsa. Karena bagaimanapun kita
berada dalam lintasan sejarah dimana sejarah itu kita sendiri yang membuatnya terutama oleh
para pemimpinnya.

E.BUDAYA POLITIK DI INDONESIA


 Hierarki yang Tegar/Ketat
Masyarakat Jawa, dan sebagian besar masyarakat lain di Indonesia, pada dasarnya bersifat
hirarkis. Stratifikasi sosial yang hirarkis ini tampak dari adanya pemilahan tegas antara penguasa
(wong gedhe) dengan rakyat kebanyakan (wong cilik). Masing-masing terpisah melalui tatanan
hirarkis yang sangat ketat. Alam pikiran dan tatacara sopan santun diekspresikan sedemikian
rupa sesuai dengan asal usul kelas masing-masing. Penguasa dapat menggunakan bahasa 'kasar'
kepada rakyat kebanyakan. Sebaliknya, rakyat harus mengekspresikan diri kepada penguasa
dalam bahasa 'halus'. Dalam kehidupan politik, pengaruh stratifikasi sosial semacam itu antara
lain tercemin pada cara penguasa memandang diri dan rakyatnya.
 Kecendrungan Patronage
Pola hubungan Patronage merupakan salah satu budaya politik yang menonjol di Indonesia.Pola
hubungan ini bersifat individual. Dalam kehidupan politik, tumbuhnya budaya politik semacam
ini tampak misalnya di kalangan pelaku politik. Mereka lebih memilih mencari dukungan dari
atas daripada menggali dukungn dari basisnya.
 Kecendrungan Neo-patrimonisalistik
Salah satu kecendrungan dalam kehidupan politik di Indonesia adalah adanya kecendrungan
munculnya budaya politik yang bersifat neo-patrimonisalistik; artinya meskipun memiliki atribut
yang bersifat modern dan rasionalistik zeperti birokrasi, perilaku negara masih memperlihatkan
tradisi dan budaya politik yang berkarakter patrimonial.
Ciri-ciri birokrasi modern:
 Adanya suatu struktur hirarkis yang melibatkan pendelegasian wewenang dari atas ke
bawah dalam organisasi
 Adanya posisi-posisi atau jabatan-jabatan yang masing-masing mempunyai tugas dan
tanggung jawab yang tegas
 Adanya aturan-aturan, regulasi-regulasi, dan standar-standar formalyang mengatur
bekerjanya organisasi dan tingkah laku anggotanya
 Adanya personel yang secara teknis memenuhi syarat, yang dipekerjakan atas dasar
karier, dengan promosi yang didasarkan pada kualifikasi dan penampilan
BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Budaya politik merupakan perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara,
peneyelenggaraan administrasi negara.
Tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia ada 3 macam, yaitu
budaya politik parokial, budaya politik kaulka, dan budaya politik partisipan.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa budaya politik sangat penting bagi
masyarakat karea budaya politik merupakan system nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama
oleh masyarakat. Dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek-aspek politik.
Praktis baik yang bersimbol maupun tidak. Dalam pelaksanaannya bisa terjadi secara langsung
atau tidak langsung dengan praktik- praktik politik. Jika secara tidak langsung hanya sekedar
mendengar informasi, atau berita-berita tentang peristiwa-peristiwa litik yag terjadi. Dan jika
secara langsung berarti orang tersebut terlibat langsung dalam peristiwa politik tertentu.
Transformasi budaya adalah kata kunci perubahan sesungguhnya. Dan sebelum
transformasi budaya itu terjadi, maka sesungguhnya kita belum mencapai perubahan dan kita
belum bisa menjadi negara maju. Sebab hanya dengan transformasi budaya tersebut negara kita
berubah dan bisa maju di segala bidang. Kita bisa lihat dan bandingkan dengan negara lain yang
sudah lebih maju dari negara kita, mereka sudah berhasil mentransformasikan rakyatnya menjadi
masyarakat dengan budaya yang lebih maju.
B.SARAN
Saran sederhana dari kami untuk para pemimpin adalah kemauan kuat para pemimpin.
Kemauan dan ketegasan para pemimpin kita pasti akan bisa membawa bangsa ini menjadi lebih
baik. Sehingga dengan demikian transformasi itu tidak akan terlalu lama untuk terjadi di
Indonesia dan kita beralih menjadi negara maju meninggalkan budaya dan sejarah yang akan
menjadi catatan penting sejarah yang nantinya akan dikaji oleh generasi berikutnya sebagai
bahan bacaan sejarah bangsa. Karena bagaimanapun kita berada dalam lintasan sejarah dimana
sejarah itu kita sendiri yang membuatnya terutama oleh para pemimpinnya.
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_politik#:~:text=Budaya
https://marioandi.blogspot.com/2017/10/hakikat-budaya-politik.html
https://www.kompasiana.com/elwindo/54f6a39aa33311114c8b457b/transformasi-
budaya-tema-sentral-perubaha
Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/11119068#readmore
http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/M_K_D_U/ASTIM_RIYANTO/2._KARYA_TULIS