Anda di halaman 1dari 27

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Geologi sebagai ilmu sains terapan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan
lapangan. Praktik lapangan merupakan salah satu media pembelajaran bagi
mahasiswa agar dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dalam
ruang perkuliahan, praktikum laboratorium, dan literatur-literatur yang
relevan.
Geologi Kelautan merupakan salah satu bidang ilmu geologi yang
memepelajari tentang aspek-aspek Geologi yang ada di lautan termasuk
morfologi, struktur geologi, litologi, stratigrafi serta proses pembentukannya.
Salah satu yang diamati ada gelombang.
Gelombang adalah peristiwa naik turunnya permukan air laut yang
terlihat sebagai perubahan ketinggian permukaan air laut, yaitu dari elevasi
maksimum (puncak) ke elevasi minimum (lembah).

1.2. Tujuan Praktikum

Tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah untuk mengetahui jenis


gelombang yang terjadi pada daerah penelitian dan faktor yang
mempengaruhinya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Gelombang

Gelombang adalah peristiwa naik turunnya permukan air laut yang


terlihat sebagai perubahan ketinggian permukaan air laut, yaitu dari elevasi
maksimum (puncak) ke elevasi minimum (lembah). Gelombang dipengaruhi
oleh kondisi topografi dasar laut dan keadaan angin. Penyebab utama
terjadinya gelombang adalah angin. Gelombang dipengaruhi oleh kecepatan
angin, lamanya angin bertiup, dan jarak tanpa rintangan saat angin bertiup
(fetch).
Gelombang terdiri dari panjang gelombang, tinggi gelombang, periode
gelombang, kemiringan gelombang dan frekuensi gelombang. Panjang
gelombang adalah jarak berturut-turut antara dua puncak atau dua buah
lembah. Tinggi gelombang adalah jarak vertikal antara puncak dan lembah
gelombang. Periode gelombang adalah waktu yang dibutuhkan gelombang
untuk kembali pada titik semula. Kemiringan gelombang adalah
perbandingan antra tinggi dan panjang gelombang. Frekuensi gelombang
adalah jumlah gelombang yang terjadi dalam satu satuan waktu (Jatilaksono,
2007).

Gambar 2.1 Bentuk gelombang ideal dan bagian-bagianya. (Weihaupt,1979)

Pengaruh gelombang terhadap dasar laut sangat sedikit. Bila gelombang


bergerak ke continental shelf dan memasuki wilayah pantai dangka
gelombang mulai terpengaruh oleh dasar laut. Dasar laut dangkal akan
mengakibatkan kecepatan, bentuk dan gerakan gelombang menjadi berubah.
Setiap gelombang akan mempunyai puncak dan lembah, sehingga ciri-ciri
yang dipunyai gelombang adalah tinggi gelombang, jarak gelombang dan
periode gelombang.
Puncak gelombang adalah ujung yang paling tinggi dari gelombang.
Puncak gelombang adalah jarak keatas dari lembah sampai puncak
gelombang, sedangkan jarak gelombang adalah jarak horizontal antara kedua
puncak lembah gelombang adalah titik dasar gelombang. Serangkaian jalanya
gelombang dari arah yang sama disebut deretan gelombang.
Tipe gelombang berdasarkan atas periodenya dapat dibagi menjadi 6,
yaitu:
1. Ripples (riak gelombang), memiliki periode 1 detik
2. Fully developed seas, memiliki periode 5-12 detik
3. Swell (gelombang besar), memiliki periode 6-16 detik
4. Surf, memiliki periode 1-3 menit
5. Tsunami, memiliki periode 10-20 menit
6. Tides (pasang surut), memiliki periode 12-24 jam.
Pada umumnya sebagian besar daerah pantai dihantam gelombang
pasang setiap hari selama pasang. Gelombang pasang ini terbentuk akibat
pengaruh gaya gravitasi bumi yaitu adanya tarik menarik antara bulan dan
matahari terhadap air laut, waktu terjadinya kira-kira 12 atau 21 jam
tergantung pada letak lintang suatu daerah. Gelombang tsunami merupakan
gelombang yang salah satunya dihasilkan oleh gempa bumi.
Gelombang mempunyai ketidaksamaan pada kedalaman dan
kedangkalan airnya, sehingga sering dipisahkan sebagai gelombang air dalam
dan gelombang air dangkal. Suatu gelombang yang dapat dianggap sebagai:
a. Gelombang air dalam jika rasio dari kedalaman dengan panjang gelombang
lebih dari 1:2
b. Gelombang air dangkal jika rasio dari kedalamandengan panjang gelombang
kurang dari 1:25
c. Gelombang intermediet jika rasio dari kedalaman dan panjang gelombang
antara 1:2 dan 1:25
Pengklasifikasian ini tergantung kedalaman air juga panjang gelombang.
Dalam kedalaman air yang sama maka panjang satu gelombang mungkin
dapat digolongkan sebagai gelombang dalam walaupun dengan panjang yang
lain, gelombang yang sangat panjang mungkin diklasifikasikan sebagai
gelombang air dangkal. Sebagai contoh gelombang dengan tinggi 3 meter dari
permukaan air rata-rata dan panjangnya kurang dari 1 meter dianggap sebagai
gelombang air dalam, pada kedalaman yang sama tsunami dengan panjang
gelombang 75 km akan termasuk dalam gelombang air dangkal.

1.1. Sifat-sifat gelombang

Jika gelombang bertemu dengan benda-benda yang tak bergerak, aliran air
yang curam, jurang vertikal, atau pemecah gelombang, gelombang mungkin
akan dipantulkan, dibiaskan atau dibelokkan. Jika deretan gelombang
dipantulkan, bentuk energi ang pindah didorong juga olehnya sampai
tambahan puncak dengan lembah bertemu, sehingga contoh jika gelombnag
bertabrakan dengan pembelah ombak akan dipantulkan kembali.
a. Reflection yaitu gelombang akan dipantulkan apabila menemui bentuk
pantai yang memiliki topografi cliff ataupun suatu barier/penghalang,
karena memiliki bidang pantul yang relatif tegak lurus terhadap arah
gelombang datang. Gelombang yang datang akan dipantulkan kembali
menuju ke arah dimana gelombang itu tadi berasal, hanya pada saat
puncak geombang menyentuh dinding pantai cliff, maka pantulan yang
terjadi dimulai dalam bentuk lembah gelombang.
b. Refraction yaitu gelombang akan dibelokkan menuju suatu pusat sehingga
tampak gelombang yang datang akan menuju pada suatu titik. Terjadi pada
pantai yang memiliki suatu tanjung ataupun headlands tersebut, karena
arah gelombang akan mengikuti garis contour yang bentuknya mirip
dengan kenampakan topografi pantai tersebut.
Gambar 2.2 Refraksi gelombang

c. Diffraction yaitu gelombang akan dibelokkan menuju kesegala arah


sehingga tampak gelombang akan menyebar pada seluruh garis pantai. Hal
ini biasanya terjadi apabila gelombang air memasuki pantai yang memiliki
teluk (masa lautan masuk ke arah dartan) sehingga gelombang akan
didistribusikan secara merata dan menyebar ke segala garis pantai.

Gambar 2.3 Difraksi gelombang

1.2. Faktor-faktor pembentuk


a. Gelombang yang disebabkan oleh angin

Gambar 2.4 Pengaruh angin terhadap gelombang

Angin yang bertiup di atas permukaan laut merupakan pembangkit


utama gelombang. Bentuk gelombang yang dihasilkan cenderung tidak
menentu dan bergantung pada beberapa sifat gelombang periode dan
tinggi dimana gelombang dibentuk. Gelombang seperti ini disebut Sea.
Bentuk gelombang lain yang disebabkan oleh angin adalah gelombang
yang bergerak dengan jarak yang sangat jauh sehingga semakin jauh
meninggalkan daerah pembangkitnya gelombang ini tidak lagi dipengaruhi
oleh angin. Gelombang ini akan lebih teratur dan jarak yang ditempuh
selama pergerakannya dapat mencapai ribuan mil. Jenis gelombang ini
disebut Swell.

Gambar 2.5 Bentuk gelombang yang tidak teratur dibangkitkan oleh angin

Tinggi gelombang rata-rata yang dihasilkan oleh angin merupakan


fungsi dari kecepatan angin, waktu dimana angin bertiup, dan jarak
dimana angin bertiup tanpa rintangan.Umumnya semakin kencang angin
bertiup semakin besar gelombang yang terbentuk  dan pergerakan
gelombang mempunyai kecepatan yang tinggi sesuai dengan panjang
gelombang yang besar. Gelombang yang terbentuk dengan cara ini
umumnya mempunyai puncak yang kurang curam jika dibandingkan
dengan tipe gelombang yang dibangkitkan dengan angin yang berkecepan
kecil atau lemah. Saat angin mulai bertiup, tinggi gelombang, kecepatan,
panjang gelombang seluruhnya cenderung berkembang dan meningkat
sesuai dengan meningkatnya waktu peniupan berlangsung (Hutabarat dan
Evans, 1984).
Jarak tanpa rintangan dimana angin bertiup merupakan fetch yang
sangat penting untuk digambarkan dengan membandingkan gelombang
yang terbentuk pada kolom air yang relatif lebih kecil seperti danau (di
darat) dengan yang terbentuk di lautan bebas, (Pond and Picard, 1978).
Gelombang yang terbentuk di danau dengan fetch yang relatif 
kecil dengan hanya mempunyai beberapa centimeter sedangkan yang
terbentuk di laut bebas dimana dengan fetch yang lebih sering mempunyai
panjang gelombang sampai ratusan meter. Kompleksnya gelombang-
gelombang ini sangat sulit untuk dijelaskan tanpa membuat pengukuran-
pengukuran yang lebih akurat dan kurang berguna bagi nelayan atau
pelaut. Sebagai gantinya mereka membuat suatu cara yang lebih sederhana
untuk mengetahui gelombang yaitu dengan menggunakan suatu daftar
skala gelombang yang dikenal dengan  Skala Beaufort untuk  memberikan
keterangan tentang kondisi gelombang yang terjadi di laut dalam
hubungannya dengan kecepatan angin yang sementara berhembus
(Hutabarat dan Evans, 1984).
b. Gelombang yang disebabkan oleh pasang surut
Gelombang pasang surut yang terjadi di suatu perairan yang
diamati adalah merupakan penjumlahan dari komponen-komponen pasang
yang disebabkan oleh gravitasi bulan, matahari, dan benda-benda angkasa
lainnya yang mempunyai periode sendiri. Tipe pasang berbeda-beda dan
sangat tergantung dari tempat dimana pasang itu terjadi (Cappenberg,
1992).
Tipe pasang surut yang terjadi di Indonesia terbagi atas dua bagian
yaitu tipe diurnal dimana terjadi satu kali pasang dan satu kali surut setiap
hari misalnya yang terjadi di Kalimantan dan Jawa Barat. Tipe pasang
surut yang kedua yaitu semi diurnal, dimana pada jenis yang kedua ini
terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dalam satu hari, misalnya yang
terjadi di wilayah Indonesia Timur (Ceppenberg,1992).
Pasang surut atau pasang naik mempunyai bentuk yang sangat
kompleks sebab dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti hubungan
pergerakan bulan dengan katulistiwa bumi, pergantian tempat antara bulan
dan matahari dalam kedudukannya terhadap bumi, distribusi air yang tidak
merata pada permukaan bumi dan ketidak teraturan konfigurasi kolom
samudera.
c. Gelombang yang disebabkan oleh badai atau puting beliung
Bentuk gelombang yang dihasilkan oleh badai yang terjadi di laut
merupakan hasil dari cuaca yang tiba-tiba berubah menjadi buruk terhadap
kondisi perairan. Kecepatan gelombang tinggi dengan puncak gelombang
dapat mencapai 7 – 10 meter. Bentuk gelombang ini dapat menghancurkan
pantai dengan vegetasinya maupun wilayah pantai secara keseluruhan
(Pond and Picard, 1978).
d. Gelombang yang disebabkan oleh tsunami
Gelombang tsunami merupakan bentuk gelombang yang
dibangkitkan dari dalam laut yang disebabkan oleh adanya aktivitas
vulkanis seperti letusan gunung api bawah laut, maupun adanya peristiwa
patahan atau pergeseran lempengan samudera (aktivitas tektonik). 
Panjang gelombang tipe ini dapat mencapai 160 Km dengan kecepatan
600-700 Km/jam.  Pada laut terbuka dapat mencapai 10-12 meter dan saat
menjelang atau mendekati pantai tingginya dapat  bertambah bahkan dapat
mencapai 20 meter serta dapat menghancurkan wilayah pantai dan
membahayakan kehidupan manusia, seperti yang terjadi di Kupang tahun
1993 dan di Biak tahun 1995 yang menewaskan banyak orang serta
menghancurkan ekosistem laut (Dahuri,1996)

Gambar 2.6 Gelombang Tsunami

e. Gambar gelombang tsunami


Jika gelombang tsunami, gelombannya berbentuk turbulensi
(bergulung-gulung) seperti mau mencengkram sedangkan gelombang yang
disebabkan oleh angin itu lebih horizontal (datar) dan pelimpasannya tidak
terlalu merusak seperti gelombang tsunami.

Gambar 2.7 Perbedaan gelombang angin dengan gelombang tsunami

f. Gelombang yang disebabkan oleh seiche


Gelombang seiche merupakan standing wave yang sering juga
disebut sebagai gelombang diam atau lebih dikenal dengan jenis
gelombang stasioner. Gelombang ini merupakan standing wave dari
periode yang relatif panjang dan umumnya dapat terjadi di kanal, danau
dan sepanjang pantai laut terbuka. Seiche merupakan hasil perubahan
secara mendadak atau seri periode yang berlangsung secara berkala dalam
tekanan atmosfir dan kecepatan angin (Pond and Picard, 1978).Bhatt,
(1978) mengemukakan bahwa ada 4 jenis gelombang, antara lain :
1. Gelombang Katastrofik
Gelombang ini adalah gelombang laut yang besar dan muncul
secara tiba-tiba yang disebabkan oleh aktivitas gempa bumi, gunung
api, dan sebagainya. Gelombang katastrofik ini di namakan
berdasarkan  akibat yang di timbulkannya yaitu mampu
menghancurkan apa saja yang di temui. Gelombang ini juga sering
disebut sebagai gelombang laut Seismik atau Tsunami.
2. Gelombang Badai (strom Wave)
Gelombang ini adalah gelombang pasang laut tinggi yang
ditimbulkan dari adanya hembusan angin kencang atau badai. Sering
juga disebut sebagai Strom Suger. Gelombang badai ini dapat
menyebabkan kerusakan yang besar untuk daerah pesisir.

Gambar 2.8 Gelombang badai

3. Gelombang Internal (Internal Wave)


Gelombang ini adalah gelombang yang terbentuk pada perbatasan
antara 2 lapisan air yang berbeda densitas. Gelombang internal ini
dapat ditemukan di bawah permukaan laut. Walaupun gelombang ini
serupa dengan gelombang permukaan laut yang dibangkitkan oleh
angin, namun keduanya mempunyai perbedaan dalam beberapa hal.
Sebagai contoh, gelombang internal bergerak sangat lambat dan tidak
dapat terdeteksi dengan mata, dan umumnya terjadi hanya dimana
adanya variasi densitas. Gelombang ini mempunyai tinggi lebih besar
dari pada gelombang permukaan.

Gambar 2.9 Gelombang internal

4. Gelombang Stasioner Standing Wave


Gelombang ini adalah bentuk gelombang laut yang di cirikan
dengan tidak adanya gerakan gelombang yang merambat, yaitu
permukaan air hanya bergerak naik turun saja. Umumnya ditemukan
diperairan yang tertutup, misalnya pada danau, teluk atau kanal.
Gelombang ini sering disebut juga gelombang diam atau seiche.
Gelombang ini dihasilkan oleh badai yang digabungkan dengan
kondisi atmosfir yang drastis. Gelombang stasioner dapat
menghancurkan masa hidup suatu organisme dan dapat pula
menyebabkan kerusakan daratan

Gambar 2.10 Gelombang laut stasioner

2. Karakteristik Gelombang
Gelombang merupakan fenomena alam penaikan dan penurunan air secara
periodik  dan dapat dijumpai di semua tempat di seluruh dunia. Gross (1993)
mendefenisikan gelombang sebagai gangguan yang terjadi di permukaan air.
Sedangkan Sverdrup at al, (1946) mendefenisikan gelombang sebagai sesuatu
yang terjadi secara periodik terutama gelombang yang disebabkan oleh adanya
peristiwa pasang surut.

Gambar 2.10 Karakteristik gelombang

Massa air permukaan selalu dalam keadaan bergerak, gerakan ini


terutama ditimbulkan oleh kekuatan angin yang bertiup melintasi
permukaan air dan menghasilkan energi gelombang dan arus. Bentuk
gelombang yang dihasilkan cenderung tidak menentu dan tergantung pada
beberapa sifat gelombang, periode dan tinggi dimana gelombang dibentuk,
gelombang jenis ini disebut “Sea”. Gelombang yang terbentuk akan
bergerak ke luar menjauhi pusat asal gelombang dan merambat ke segala
arah, serta melepaskan energinya ke pantai dalam bentuk empasan
gelombang. Rambatan gelombang ini dapat menempuh jarak ribuan
kilometer sebelum mencapai suatu pantai, jenis gelombang ini disebut
“Swell”.
Gelombang mempunyai ukuran yang bervariasi mulai dari riak
dengan ketinggian beberapa centimeter sampai pada gelombang badai
yang dapat mencapai ketinggian 30 m. Selain oleh angin, gelombang dapat
juga ditimbulkan oleh adanya gempa bumi, letusan gunung berapi, dan
longsor bawah air yang menimbulkan gelombang yang bersifat merusak
(Tsunami) serta oleh daya tarik bulan dan bumi yang menghasilkan
gelombang tetap yang dikenal sebagai gelombang  pasang surut.

Gambar 2.11 Bagian-bagian gelombang

Sebuah gelombang terdiri dari beberapa bagian antara lain:


a. Puncak gelombang (Crest) adalah titik tertinggi dari sebuah gelombang.
b. Lembah gelombang (Trough) adalah titik terendah gelombang, diantara
dua puncak gelombang.
c. Panjang gelombang (Wave length) adalah jarak mendatar antara dua
puncak gelombang atau antara dua lembah gelombang.
d. Tinggi gelombang (Wave height) adalah jarak tegak antara puncak dan
lembah gelombang.
e. Periode gelombang (Wave period) adalah waktu yang diperlukan oleh dua
puncak gelombang yang berurutan untuk melalui satu titik.
Menurut Nontji (1987) antara panjang dan tinggi gelombang tidak ada satu
hubungan yang pasti akan tetapi gelombang mempunyai jarak antar dua
puncak gelombang yang makin jauh akan mempunyai kemungkinan mencapai
gelombang yang semakin tinggi. Pond and Pickard (1983) mengklasifikasikan
gelombang berdasarkan periodenya, seperti yang disajikan pada Tabel 1.
berikut ini.
Tabel 1.  Klasifikasi gelombang berdasarkan periode
Periode Panjang Gelombang Jenis Gelombang
0 – 0,2 Detik Beberapa centimeter Riak (Riplles)
0,2 – 0,9 Detik Mencapai 130 meter Gelombang angin
0,9 -15 Detik Beberapa ratus meter Gelombang besar (Swell)
15 – 30 Detik Ribuan meter Long Swell
0,5 menit – 1 jam Ribuan kilometer Gelombang dengan periode
yang panjang (termasuk
Tsunami)
5, 12, 25 jam Beberapa kilometer Pasang surut
Bhat (1978), Garisson (1993), dan Gross (1993) mengemukakan
bahwa ada 4 bentuk besaran yang berkaitan dengan gelombang. Yakni :
a. Amplitudo gelombang (A) adalah jarak antara puncak gelombang
dengan permukaan rata-rata air.
b. Frekuensi gelombang ( f ) adalah sejumlah besar gelombang yang
melintasi suatu titik dalam suatu waktu tertentu (biasanya
didefenisikan dalam satuan detik).
c. Kecepatan gelombang (C) adalah jarak yang ditempuh gelombang
dalam satu satuan waktu tertentu.
d. Kemiringan gelombang (H/L) adalah perbandingan antara tinggi
gelombang dengan panjang gelombang.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

2.1. Waktu dan Tempat


Praktikum Lapangan Geologi Kelautan dilaksanakan pada hari jumat-
minggu tanggal 12-14 April 2019 bertempat di Desa Pantoloan, Kecamatan
Tavaili, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

2.2. Alat-Alat dan Prosedur Pengambilan Data


2.2.1. Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai
berikut :
a. Pal Meter
b. Stopwatch
c. Clipboard
d. Tabel Pengukuran
e. Alat Tulis

2.2.2. Prosedur Pengambilan Data


1. Pal Meter gelombang dipasang pada pada daerah yang tidak
mengalami surut air laut
2. Pasang pal meter gelombang dengan benar
3. GPS disiapkan untuk mengerahui koordinat dari lokasi pengamatan
gelombang.
4. Alat tulis dan stop watch / jam tangan disiapkan untuk melakukan
pengukuran.
5. Pengukuran gelombang dilakukan berulang 3 kali mulai dari puncak
lalu lembah.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Data dan Perhitungan


PENGUKURAN PERTAMA
L1. Gelombang
Tabel 1.2 Hasil Pengamatan Data 1 Pengulangan 1
Tanggal : 13 April 2019
Pukul : 12.03 WITA
Durasi : 2 : 13.63
Data ke :1
Pengulangan : 1
No Gelombang
. Puncak Lembah H (cm) H. urut (cm)
1 92 90 2 3
2 90 90 0 3
3 91 89 2 2
4 90 90 0 2
5 91 90 1 2
6 91 90 1 2
7 91 89 2 2
8 91 90 1 2
9 91 90 1 2
10 91 89 2 2
11 90 89 1 2
12 92 90 2 2
13 91 89 2 2
14 90 90 0 2
15 91 89 2 2
16 91 90 1 2
17 91 89 2 2
18 91 90 1 2
19 91 89 2 2
20 90 90 0 1
21 91 90 1 1
22 90 89 1 1
23 91 89 2 1
24 91 88 3 1
25 91 90 1 1
26 91 89 2 1
27 90 89 1 1
28 92 89 3 1
29 90 89 1 1
30 91 90 1 1
31 91 90 1 1
32 92 89 3 1
33 91 90 1 1
34 90 89 1 1
35 91 89 2 1
36 91 90 1 1
37 90 89 1 1
38 91 89 2 1
39 90 89 1 1
40 91 89 2 1
41 90 88 2 1
42 91 90 1 1
43 90 89 1 1
44 90 90 0 1
45 91 89 2 0
46 91 89 2 0
47 90 90 0 0
48 90 89 1 0
49 90 89 1 0
50 91 90 1 0

L.2 Periode dan Frekuensi


waktu (t)
T= = 2,6726
jumlah (n)

1
f= = 0,37
T

 Panjang Gelombang
Panjang Gelombang Rata-Rata
LO = 1,56 X T2
LO = 1,56 X 7,1427=11,142 M

L.1 Gelombang
Tabel 1.3Hasil Pengamatan Data 1 Pengulangan 2
Tanggal : 13 April 2019
Pukul : 12.03 WITA
Durasi : 2 : 10.84
Data ke :1
Pengulangan : 2
No Gelombang
. Puncak Lembah H (cm) H. urut (cm)
1 88 86 2 4
2 87 85 2 3
3 88 86 2 3
4 88 86 2 3
5 87 85 2 3
6 89 86 3 3
7 87 85 2 3
8 89 85 4 2
9 87 86 1 2
10 88 85 3 2
11 89 86 3 2
12 87 85 2 2
13 87 85 2 2
14 88 86 2 2
15 87 85 2 2
16 88 87 1 2
17 87 86 1 2
18 86 86 0 2
19 88 87 1 2
20 87 86 1 2
21 86 85 1 2
22 87 86 1 2
23 88 86 2 2
24 87 86 1 1.5
25 88 85 3 1
26 86 86 0 1
27 87 85 2 1
28 87.5 86 1.5 1
29 88 86 2 1
30 86 85 1 1
31 87 87 0 1
32 88 85 3 1
33 87 86 1 1
34 86 86 0 1
35 88 85 3 1
36 87 86 1 1
37 86 85 1 1
38 87 85 2 1
39 86 85 1 1
40 87 86 1 1
41 87 86 1 1
42 86 85 1 1
43 86 85 1 1
44 87 86 1 1
45 86 85 1 1
46 87 86 1 0
47 86 86 0 0
48 87 85 2 0
49 86 85 1 0
50 87 85 2 0

L.2 Periode dan Frekuensi


waktu (t)
T= = 2,6168
jumlah (n)

1
f= = 0,38
T

 Panjang Gelombang
Panjang Gelombang Rata-Rata
LO = 1,56 X T2
LO = 1,56 X 6,8476 =10,682 M

L.1 Gelombang
Tabel 1.4Hasil Pengamatan Data 1 Pengulangan 3
Tanggal : 13 April 2019
Pukul : 12.03 WITA
Durasi : 2 : 16
Data ke :1
Pengulangan :3
No Gelombang
. Puncak Lembah H (cm) H. urut (cm)
1 83 82 1 4
2 84 80 4 4
3 83 81 2 4
4 84 82 2 4
5 84 81 3 4
6 83 81 2 4
7 84 82 2 4
8 84 83 1 3
9 83 82 1 3
10 85 81 4 3
11 83 82 1 3
12 84 82 2 3
13 83 80 3 3
14 85 82 3 3
15 84 81 3 3
16 83 81 2 3
17 84 82 2 3
18 83 81 2 3
19 84 81 3 3
20 83 81 2 3
21 84 82 2 3
22 83 81 2 3
23 84 82 2 2
24 83 81 2 2
25 83 81 2 2
26 82 81 1 2
27 83 82 1 2
28 83 79 4 2
29 84 80 4 2
30 85 81 4 2
31 83 82 1 2
32 84 81 3 2
33 83 81 2 2
34 83 80 3 2
35 84 81 3 2
36 84 80 4 2
37 83 82 1 2
38 84 81 3 2
39 83 81 2 2
40 84 80 4 2
41 83 81 2 2
42 83 81 2 1
43 83 80 3 1
44 84 81 3 1
45 83 80 3 1
46 84 81 3 1
47 83 80 3 1
48 82 81 1 1
49 84 82 2 1
50 83 80 3 1

L.2 Periode dan Frekuensi


waktu (t)
T= = 2,72
jumlah (n)

1
f= = 0,37
T

 Panjang Gelombang
Panjang Gelombang Rata-Rata
LO = 1,56 X T2
LO = 1,56 X 7,3984=11,541 M

PENGUKURAN KEDUA
L.1 Gelombang
Tabel 1.5Hasil Pengamatan Data 2 Pengulangan 1
Tanggal : 13 April 2019
Pukul : 17.11 WITA
Durasi : 1 : 36.83
Data ke :2
Pengulangan : 1
No Gelombang
. Puncak Lembah H (cm) H. urut (cm)
1 38 37 1 4
2 37 36 1 3
3 37 36 1 3
4 38 36 2 3
5 39 35 4 3
6 37 36 1 2
7 38 36 2 2
8 37 35 2 2
9 38 36 2 2
10 37 35 2 2
11 37 35 2 2
12 38 36 2 2
13 38 36 2 2
14 37 36 1 2
15 37 37 0 2
16 38 36 2 2
17 38 35 3 2
18 38 36 2 2
19 37 36 1 2
20 36 37 -1 2
21 37 36 1 2
22 38 35 3 2
23 37 36 1 2
24 37 35 2 2
25 38 35 3 2
26 38 36 2 2
27 37 36 1 2
28 36 35 1 1
29 37 36 1 1
30 37 36 1 1
31 37 35 2 1
32 36 36 0 1
33 38 37 1 1
34 37 36 1 1
35 37 35 2 1
36 37 36 1 1
37 37 36 1 1
38 38 36 2 1
39 37 36 1 1
40 38 36 2 1
41 37 35 2 1
42 37 36 1 1
43 38 36 2 1
44 38 37 1 1
45 37 35 2 1
46 38 35 3 1
47 38 36 2 1
48 37 35 2 0
49 37 36 1 0
50 38 36 2 -1

L.2 Periode dan Frekuensi


waktu (t)
T= jumlah = 1,9366
(n)

1
f= = 0,52
T

 Panjang Gelombang
Panjang Gelombang Rata-Rata
LO = 1,56 X T2
LO = 1,56 X 3,7504=5,8506 M

L.1 Gelombang
Tabel 1.6 Hasil Pengamatan Data 2 Pengulangan 2
Tanggal : 13 April 2019
Pukul : 17.11 WITA
Durasi : 1 : 54.47
Data ke :2
Pengulangan : 2
Gelombang
No.
Puncak Lembah H (cm) H. urut (cm)
1 37 35 2 3
2 36 36 0 3
3 37 35 2 2
4 36 36 0 2
5 37 35 2 2
6 36 36 0 2
7 37 36 1 2
8 36 36 0 2
9 36 35 1 2
10 37 36 1 2
11 36 36 0 2
12 37 35 2 2
13 37 36 1 2
14 37 35 2 2
15 37 36 1 2
16 37 35 2 2
17 36 36 0 2
18 36 35 1 2
19 37 35 2 2
20 37 36 1 2
21 37 35 2 2
22 37 36 1 1
23 36 35 1 1
24 37 36 1 1
25 36 35 1 1
26 37 36 1 1
27 37 35 2 1
28 36 36 0 1
29 37 35 2 1
30 36 36 0 1
31 36 36 0 1
32 37 35 2 1
33 37 36 1 1
34 36 36 0 1
35 37 35 2 1
36 36 35 1 1
37 36 36 0 1
38 37 35 2 1
39 36 34 2 0
40 37 36 1 0
41 37 35 2 0
42 36 34 2 0
43 37 35 2 0
44 36 36 0 0
45 37 35 2 0
46 37 34 3 0
47 38 35 3 0
48 37 36 1 0
49 36 35 1 0
50 37 35 2 0

L.2 Periode dan Frekuensi


waktu (t)
T= jumlah = 2,2894
(n)

1
f= = 0,44
T

 Panjang Gelombang
Panjang Gelombang Rata-Rata
LO = 1,56 X T2
LO = 1,56 X 5,2413=8,1764 M

L.1 Gelombang
Tabel 1.7Hasil Pengamatan Data 2 Pengulangan 3
Tanggal : 13 April 2019
Pukul : 17.11 WITA
Durasi : 2 : 35
Data ke :2
Pengulangan : 3
No Gelombang
. Puncak Lembah H (cm) H. urut (cm)
1 37 33 4 4
2 36 34 2 2
3 37 36 1 2
4 36 36 0 2
5 36 34 2 2
6 37 35 2 2
7 36 35 1 2
8 36 35 1 2
9 37 36 1 2
10 37 35 2 2
11 36.5 36 0.5 2
12 37 35 2 2
13 37 35 2 2
14 36 35 1 2
15 37 35 2 2
16 37 35 2 2
17 37 35 2 2
18 37 36 1 2
19 37 36 1 1
20 36 36 0 1
21 36 36 0 1
22 37 36 1 1
23 36 36 0 1
24 36 36 0 1
25 36 36 0 1
26 37 35 2 1
27 36 35 1 1
28 38 36 2 1
29 37 35 2 1
30 36 35 1 1
31 37 36 1 1
32 36 36 0 1
33 37 36 1 1
34 37 36 1 1
35 36 34 2 1
36 37 35 2 1
37 36 36 0 1
38 37 36 1 1
39 36 36 0 0
40 37 36 1 0
41 37 36 1 0
42 36 35 1 0
43 36 36 0 0
44 37 36 1 0
45 36 36 0 0
46 37 35 2 0
47 37 36 1 0
48 37 36 1 0
49 37 35 2 0
50 38 36 2 0

L.2 Periode dan Frekuensi


waktu (t)
T= jumlah = 3,1
(n)

1
f= = 0,32
T

 Panjang Gelombang
Panjang Gelombang Rata-Rata
LO = 1,56 X T2
LO = 1,56 X 9,61=14,9916 M
4.2. Pembahasan
Gelombang adalah peristiwa naik turunnya permukan air laut yang
terlihat sebagai perubahan ketinggian permukaan air laut, yaitu dari elevasi
maksimum (puncak) ke elevasi minimum (lembah).
Dari penelitian yang dilakukan, diambil data sebanyak 3 kali secara
berturut-turut. C