Anda di halaman 1dari 2

PERUSAHAAN START UP HAPPYFRESH

HappyFresh merupakan salah satu startup company groceries shopping online yang
pertama kali diluncurkan di Kuala Lumpur (Malaysia) pada 10 oktober 2014. Startup ini
bergerak di bidang grosir yang memudahkan penggunanya untuk berbelanja grocery (bahan
makanan) dan kebutuhan sehari-hari langsung dari supermarket secara online seperti sayur
mayur, buah-buahan, snack, daging, bahkan sampai peralatan mandi hanya dengan menggunakan
smartphone atau tablet. Selain itu, HappyFresh merupakan aplikasi delivery online yang siap
mengantar langsung bahan makanan (grocery) atau pesanan lain yang telah dipesan. Barang-
barang yang dibeli pun dapat diantarkan dalam waktu satu jam, atau beberapa hari ke depan
sesuai permintaan. Setiap pesanan diantarkan para petugas Happy Fresh dengan motor yang
dilengkapi kotak penyimpanan khusus.
Aplikasi ini mulai beroperasi di Indonesia, di Jakarta sejak 23 Maret 2015 (sumber :
id.techinasia.com). Aplikasi ini ditujukan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu
untuk berbelanja. Dengan menghadirkan puluhan ribu produk dan bekerja sama dengan beberapa
supermarket yang terkenal di wilayanhnya, HappyFresh memberikan jasa online grocery shop
dengan kualitas barang yang terjamin. Karena memiliki banyak pegawai yang juga merangkap
sebagai personal shopper, yang terlatih dalam memilih barang-barang pesanan customer yang
berkualitas.
HappyFresh didirikan tujuh orang berlatar belakang teknologi dan bisnis, yaitu Markus
Bihler (CEO), Fajar Budiprasetyo (CTO), Benjamin Koellmann (COO), Konstantin Lange
(CFO), Kai Kux (CCO), Tim Marbach (Executive Chaieman and Investor), dan Stefan Jung
(Advisor).
Dalam perkembanganya, sampai saat ini Layanan delivery grocery HappyFresh telah
memperoleh investasi sebesar $12 juta (sekitar Rp171 miliar) yang dipimpin oleh anak
perusahaan Temasek Holdings Vertex dan VC milik Sinar Mas Group Sinar Mas Digital
Ventures (SMDV). Investor lain yang ikut berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini adalah
Asia Venture Group, BEENEXT, Ardent Capital, 500 Startups, dan Cherry Ventures.

Saat ini HappyFresh telah bermitra dengan 150+ supermarket dan toko khusus! Kamu dapat
memesan belanjaanmu dari Lotte Mart, Ranch Market, Farmers Market, Transmart Carrefour, The
FoodHall, Grand Lucky, Tip Top, Super Indo, AEON, Papaya Fresh Gallery, Hokky Surabaya, and Prima
Freshmart.

Mekanisme kerjanya sangatlah mudah. Pelanggan cukup memesan melalui aplikasi, setelah itu,
semuanya akan diurus oleh para pekerja. Kini, HappyFresh telah hadir di berbagai negara di Asia
Tenggara, seperti Kuala Lumpur, Bangkok, dan rencananya akan dibuka di Taipei.

SEGMEN KONSUMEN

Untuk target konsumennya HappyFresh mengambil segmen menengah ke atas, namun


HappyFresh sendiri tidak membatasi konsumen berdasarkan usia. Selain itu, HappyFresh juga tidak
membeda-bedakan pelanggan dari segi apapun. Sebagai bukti, di HappyFresh sendiri terdapat kategori
makanan non-halal, yang didalamnya terdapat beberapa jenis makanan yang tidak halal. Tentu saja bukan
bermaksud menjual barang haram atau sebagainya. Namun lebih untuk mewujudkan tujuan utama
HappyFresh sendiri yaitu kepuasan pelanggan.

Tercatat pada tahun 2019, HappyFresh mengumumkan pembaruan merek perusahaannya,


mengusung visi pemilihan secara langsung dan lebih ramah lingkungan. Hal ini disebut selaras dengan
target konsumen utamanya, yaitu kaum millennial. HappyFresh mengungkap bahwa kaum milenial saat
ini juga mulai memperhatikan menyoal keramahan lingkungan.

Untuk wilayah marketing saat ini HappyFresh mulai merambah pasar Asia dan Indonesia.
Di Asia sendiri wilayah marketing HappyFresh meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, dan
Taiwan. Sedangkan di Indonesia sendiri wilayah marketnya meliputi kota-kota besar meliput
Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Langkah yang diambil HappyFresh tahun ini adalah dengan
menggaet sejumlah supermarket ternama untuk menjadi mitra. Tentunya, fokus utama tahun ini
adalah lebih pada perluasan pasar dan memperbanyak partnership.