Anda di halaman 1dari 36

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PELAYANAN

1. Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Tindakan Injeksi Intra Artikulair


2. Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Tindakan Traksi
3. Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Tindakan TENS
4. Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Tindakan SWD
5. Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Tindakan Elektro Stimulasi
6. Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Tindakan USD
7. Standar Prosedur Operasional MLDV
8. Standart Prosedur Operasional Terapi Manipulasi
9. Standar Prosedur Operasional Tapping
10. Standar Prosedur Operasional William Flexion Exercise
11. Standar Prosedur Operasional Exercise Pada Frozen Shoulder
12. Standar Prosedur Operasional Penatalaksanaan Mc. Kenzie Exercise
13. Standar Prosedur Operasional Exercise Pada Osteo Arthritis
14. Standar Prosedur Operasional Terapi Wicara Pada Gangguan Oral Motor
15. Standar Prosedur Operasional Terapi Wicara Pada Gangguan Bahasa
16. Standar Prosedur Operasional Terapi Wicara Pada Gangguan Artikulasi (Disartria)
17. Standar Prosedur Operasional Terapi Wicara Pada Gangguan Menelan
18. Standar Prosedur Operasional Terapi Wicara Pada Gangguan Pendengaran
19. Standar Prosedur Operasional Terapi Wicara Pada Gangguan Irama Kelancaran
20. Standar Prosedur Operasional Terapi Sensori Integrasi
21. Standar Prosedur Operasional Terapi Bermain
22. Standar Prosedur Operasional Terapi Aktifitas Kehidupan Sehari-Hari
23. Standar Prosedur Operasional Gangguan Persepsi dan Kognisi
24. Standar Prosedur Operasional Rehabilitasi Prevokasional dan Okupasi
25. Standar Prosedur Operasional Terapi Edukasi
PELAKSANAAN TINDAKAN INJEKSI INTRA ARTIKULER
Rumah Sakit Umum daerah
Kabupaten Sumenep
No.Dokumen No.Revisi Halaman
1/2

Ditetapkan,
DIREKTUR
TanggalTerbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Injeksi intra artikuler adalah tindakan memasukan bahan obat
PENGERTIAN menggunakan alat suntik disposible secara artikuler atau paraartikuler.
Bahan obat yang disuntikan bersifat sebagai analgetik atau anti inflamasi.
Mengurangi nyeri dan mengurangi inflamasi pada radang sendi atau sekitar
TUJUAN
sendi.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN …………………. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi
Medik.
Persiapan alat :
Siapkan spuit disposible jarum, kapas alkohol, sarung tangan steril, bahan
obat yang akan digunakan, betadine, kasa steril, plester.
Persiapan pasien :
1. Minta pasien untuk menandatangani informed consent.
2. Tentukan area yang akan di injeksi.
3. Pakaian dilepas pada bagian yang diobati.
4. Posisikan pasien pada posisi yang tepat (meletakkan pasien tergantung
pada area yang diterapi). Posisi disangga dengan nyaman.
5. Desinfeksikan kedua tangan dokter kemudian menggunakan sarung
tangan steril.
6. Desinfeksikan lokasi dan area yang akan diberi suntikan kemudian
diberi duk steril.
Pelaksanaan pengobatan :
1. Cuci tangan
PROSEDUR 2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan
tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan
“perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
Ambil bahan obat yang akan disuntikkan sebanyak 0,3 – 1 cc untuk
setiap area, kemudian suntikkan di area paling nyeri dan sekitarnya
secara intra artikuler atau para artikuler.
5. Cabutlah jarum dan luka didesinfeksikan dengan kapas alkohol.
6. Setelah semua bahan obat dimasukkan, Berikan informasi adanya nyeri
ringan di daerah suntikan dan sekitarnya umumnya terjadi dan
berkurang ± 30 menit setelah penyuntikan.
8. Bila muncul bercak kemerahan atau bengkak kemerahan setelah
penyuntikan kemungkinan alergi terhadap obat yang disuntikkan.
PELAKSANAAN TINDAKAN INJEKSI INTRA ARTIKULER
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumenep
No.Dokumen No.Revisi Halaman
2/2

9. Tindakan baringkan penderita dan periksa vital sign kemudian diberi


suntikan Difenhidramindabdexamethason masing-masing 1 ampulse
cara intramuskular.
10. Syokanafilaktik dengan keluhan pusing, berkunang-kunang yang terjadi,
bila ada gejala ini harus segera lakukan tindakan penderita dibaringkan,
diukur tekanan darahnya, bila sistolik kurang dari 90 mmHg segera
berikan suntikan Epineprin 1 ampul secara intracutan dan lanjutkan
dengan pemberian suntikan Difenhidramin 1 ampul dan dexamethason 1
ampul secara intramuskular.
11.Berikan informasi ke penderita bahwa suntikan dilakukan sekali dan
dapat di ulang tiap 4 – 6 bulan sekali.
12.Rapikan alat
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”.
UNIT TERKAIT Instalasi Farmasi
PELAKSANAAN TINDAKAN TRAKSI SERVIKAL
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/2
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Tata cara pengobatan dengan teknik tarikan atau penguluran pada susunan
PENGERTIAN
tulang belakang dengan alat yang menggunakan listrik.
TUJUAN Penguluran jaringan lunak pada daerah vertebrata servikal.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
……… tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
1. Lepas kacamata, gigi palsu, wigs, anting-anting atau subang.
2. Posisikan pasien tidur terlentang dan pasang strap, mandibular dan
occiput harus dialasi dengan tisue supaya bersih.
3. Berikan penjelasan kepada pasien tentang :
 Pastikan bahwa halten harus pas tetapi tidak ketat .
 Jelaskan rasa tarikannya, berapa lama traksi on dan off dari tiap
siklusnya dan berapa lama jumlah waktu pengobatan.
 Jelaskan bahwa tarikan harus lebih dirasakan di daerah oksipital
tidak di dagu.
Persiapan alat :
1. Pastikan alat /mesin harus terhubungkan dengan tanah (arde).
2. Lakukan pemanasan mesin.
3. Atur semua tombol pada posisi nol.
4. Tentukan berat tarikan sesuai rumus dan klinis pasien.
5. Pastikan bahwa lead halter, strap, tali dan pengencang halter utuh dan
baik.
PROSEDUR
6. Periksa ulang sudut tarikan (30̊) jangan sampai nol dan kepala tidak
sampai ekstensi.
Pelaksanaaan tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan
tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan
“perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa terlalu
panas/ tidak nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera
berbicara pada petugas/ memanggil petugas.
6. Nyalakan mesin, atur menu sesuai kondisi pasien.
7. Minta pasien untuk mengatakan rasa sakit yang bertambah atau
menyebar pada saat traksi atau dengan kode/ tombol alarm.
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumenep PELAKSANAAN TINDAKAN TRAKSI SERVIKAL

STANDART PROSEDUR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 2/2
8. Tunggui pasien selama pengobatan atau paling tidak sampai tarikan
traksi cukup nyaman dan dapat ditolerir pasien.
Pada akhir pengobatan, alat ini akan mati atau selesai secara otomatis
dengan aturan tertentu selanjutnya putar semua tombol pada posisi nol.
9. Lepas semua alat, serahkan kembali kacamata dan sebagainya kepada
pasien.
10. Rapikan alat
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Inap
- Rawat Jalan
PELAKSANAAN TINDAKAN TRAKSI LUMBAL
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/2
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Tata cara pengobatan dengan teknik tarikan atau penguluran pada susunan
PENGERTIAN
tulang belakang dengan alat yang menggunakan listrik.
TUJUAN Penguluran jaringan lunak pada daerah vertebrata lumbal.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
………..tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
1. Berikan penjelasan kepada pasien mengapa pengobatan ini diberikan
dan menjelaskan bahwa strap harus dipasang pas untuk mencegah lepas
atau meleset.
2. Beritahu rasa tarikan dan harus dirasakan di sekitar krista iliaka.
3. Minta pasien untuk mengatakan jika ada rasa sakit yang tajam atau
mendadak, sakit yang menyebar turun ke satu atau dua tungkai serta
mati rasa selama pengobatan.
Persiapan alat :
1. Pastikan mesin harus dihubungkan dengan tanah (arde).
2. Lakukan pemanasan mesin
3. Atur semua tombol pada posisi nol.
4. Tentukan berat tarikan.
5. Periksa pelvic belt, resistant harness dan sebagainya untuk keselamatan.
Pelaksanaan tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
PROSEDUR
3. Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan
tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan
“perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa terlalu
panas/ tidak nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera
berbicara pada petugas/ memanggil petugas.
6. Posisikan pasien tidur terlentang, belt dan harness dipasang, kaki
disangga di atas stool agar posisi panggul dan lutut dalam keadaan flexi.
7. Periksa semua alat pengencang agar pemasangan dirasakan pas dan
enak serta tidak boleh ada deviasi ke lateral.
8. Hidupkan mesin, atur menu sasuai kondisi pasien dan tunggu pasien
sampai petugas yakin pasien bisa mentolerir pengobatan dengan baik
tanpa keluhan atau problem.
9. Pastikan bahwa pengobatan berjalan baik dengan memeriksa ulang.
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumenep PELAKSANAAN TINDAKAN TRAKSI LUMBAL

STANDART PROSEDUR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 2/2
10. Minta pasien untuk mengatakan rasa sakit yang bertambah atau
menyebar pada saat traksi.
Setelah mesin mati, putar semua tombol ke posisi nol.
11. Lepas pelvic belt dan resistant strap setelah mengevaluasi penderita
apakah ada gejala-gejala yang tidak diinginkan.
12. Catat pada kartu kontrol pasien : berat tarikan yang digunakan, total
waktu pengobatan.
13. Rapikan alat.
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Inap
- Rawat Jalan
PELAKSANAAN TINDAKAN TENS
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/1

Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Suatu pengobatan dengan menggunakan alat elektroterapi yang
PENGERTIAN
dikembangkan dari dasar-dasar arus galvanik dan farodik.
Menghilangkan rasa nyeri baik acut (trauma inflamasi) maupun nyeri kronis
TUJUAN
(segala kondisi).
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
……. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
1. Bersihkan kulit atau area yang akan diobati.
2. Atur posisi pasien senyaman mungkin
3. Lakukan tes tajam tumpul pada daerah yang akan diterapi
Persiapan alat :
1. Pastikan semua tombol pada posisi nol dan mesin harus dihubungkan
dengan tanah (arde).
2. Basahi sponge elektroda merata pada seluruh permukaan.
Pelaksanaan tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan
tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan dilakukan
5. “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
PROSEDUR dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
6. Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa terlalu
panas/ tidak nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera
berbicara pada petugas/ memanggil petugas.
7. Hidupkan mesin , pilih menu yang akan digunakan sesuai kondisi pasien.
8. Atur waktu sesuai dengan pengobatan yang diinginkan.
9. Tempatkan elektroda pada daerah yang distimulasi dan menjaga supaya
tidak berubah posisi.
10. Putar intensitas secara perlahan-lahan searah jarum jam hingga timbul
sensasi pada permukaan kulit sesuai stadium yang diinginkan.
Alat ini dapat mati/selesai secara otomatis timernya dan berbunyi
11. Lepas elektroda
12. Rapikan alat
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
- Rawat Inap
UNIT TERKAIT
- Rawat Jalan
Rumah Sakit Umum Daerah PELAKSANAAN TINDAKAN SWD
Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/1
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Pengobatan dengan menggunakan gelombang pendek, frekuensi ultra tinggi
PENGERTIAN
yang memproduksi panas dengan penetrasi dalam (1-2 cm).
1. Memperbaiki sirkulasi darah.
TUJUAN 2. Mengurangi nyeri.
3. Mengurangi spasme otot.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
………..tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
1. Buka pakaian di daerah yang diobati dan pastikan dalam keadaan kering.
2. Posisikan penderita senyaman mungkin dan bagian yang diobati harus
disangga dengan baik.
3. Berikan tes sensasi kulit sebelum pengobatan yang pertama.
4. Bebaskan area yang akan diterapi dari logam, alat bantu pendengaran, alat
pacu jantung.
Persiapan alat :
1. Pilih elektrode kondensor yang sesuai dengan kondisi yang akan diobati.
2. Pastikan panjang kabel memenuhi pengobatan dan kedua kabel harus
sejajar dan minimal berjarak sama dengan jarak kedua stecker pada
mesin, serta jauh dari benda konduktor.
Pelaksanaan tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan tanggal
lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
PROSEDUR 4. Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan dilakukan
5. “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
6. Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa terlalu
panas/ tidak nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera
berbicara pada petugas/ memanggil petugas.
7. Atur dan pasang elektrode dan kabel pada area yang akan diterapi.
8. Hidupkan mesin, pilih menu yang akan dipakai.
9. Naikkan intensitas sedikit demi sedikit dan cari tuningnya sampai batas
dosis yang diinginkan .
10. Amati sepanjang pengobatan dan turunkan intensitas secepatnya apabila
panas berlebihan.
11. Lepas elektroda, kembalikan semua kontrol ke nol dan matikan arus bila
alarm berbunyi dan timer telah selesai. Periksa kulit di bawah elektrode.
12. Rapikan alat
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Inap
- Rawat Jalan

Rumah Sakit Umum Daerah


Kabupaten Sumenep PELAKSANAAN TINDAKAN ELEKTRO STIMULASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/1
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
PENGERTIAN Adalah tata cara pengobatan dengan menggunakan stimulasi listrik.
1. Fasilitasi kontraksi otot.
2. Mendidik kembali kerja otot dan fungsi otot yang baru.
3. Melatih otot-otot paralysis.
TUJUAN 4. Pengetatan dan hyperthrophy otot.
5. Menambah jumlah aliran darah.
6. Memperbaiki aliran darah vena dan lympha.
7. Mencegah dan melepaskan perlengketan jaringan.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
………… tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
1. Bersihkan kulit atau area yang akan diobati.
2. Atur posisi pasien senyaman mungkin.
3. Hindarkan seluruh logam pada bagian yang akan distimulasi, logam yang
tidak dapat dihilangkan harus diisolasi.
Persiapan alat :
1. Periksa alat untuk memastikan semua tombol pada posisi nol dan mesin
harus dihubungkan dengan tanah (arde).
2. Pilih arus yang akan dipakai (galvanic atau faradic).
3. Basahi sponge elektroda pada seluruh permukaan.
Pelaksanaan tindakan :
1. Cuci tangan.
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”.
3. Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan
tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
PROSEDUR 4. Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa terlalu
panas/ tidak nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera
berbicara pada petugas/ memanggil petugas.
6. Hidupkan mesin
7. Atur waktu sesuai dengan pengobatan yang diinginkan.
8. Pilih frekuensi yang tepat untuk pengobatan.
9. Letakkan elektrode di area yang akan distimulasi ikat dengan tali
10. Putar intensitas pelan-pelan searah jarum jam hingga timbul kontraksi
yang diinginkan.
Unit ini dapat mati atau selesai secara otomatis timernya.
11. Rapikan alat
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Inap
- Rawat Jalan

Rumah Sakit Umum Daerah PELAKSANAAN TINDAKAN ULTRA SOUND DIATHERMY


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/1
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Konvensi energi secara frekuensi tinggi yang dapat memproduksi panas
PENGERTIAN
dengan penetrasi dalam (3-5 cm).
1. Mengobati berbagai macam trauma dan peradangan, dimana ultra sound
diathermy dapat mempercepat penyerapan dan mengurangi terbentuknya
TUJUAN perlengketan serta mengurangi nyeri.
2. Menambah elastisitas scar tissue baik yang letaknya superfial maupun
dalam.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
………… tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
1. Lepas pakaian pada bagian yang diobati.
2. Tes sensasi kulit apabila pasien baru pertama mendapat pengobatan ini.
3. Posisikan area tersangga yang nyaman.
Persiapan alat :
Tes dengan meneteskan air secukupnya di atas membran tranducer yang
dipegang menghadap ke atas kemudian mesin dihidupkan, apabila mesin
dalam keadaan baik, air tadi akan mengeluarkan gelembung.
Pelaksanaan tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan
tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
PROSEDUR dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa terlalu
panas/ tidak nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera
berbicara pada petugas/ memanggil petugas.
6. Atur menu ( duty cycle, frequency, intensity dan durasi).
7. Olesi bagian yang diobati dengan aquasonic secukupnya.
8. Sentuhkan tranducer pada kulit yang telah dioles jelly .
9. Gerakkan tranducer di bagian yang diobati, hindari bagian yang menonjol
dan usahakan tranducer selalu kontak dengan sempurna dan pegang
sedemikian rupa sehingga arah gelombang tegak lurus permukaan tubuh.
10. Akhir pengobatan semua kontrol kembalikan ke posisi nol dan tranducer
diangkat. Bersihkan sisa aquasonic pada tranducer dan di kulit pasien
dengan tissue.
11. Rapikan alat
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Jalan
- Rawat Inap

PENGOPERASIAN SINAR INFRA MERAH


Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/2
STANDAR PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan,
OPERASIONAL DIREKTUR
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Adalah pancaran gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang
PENGERTIAN
7,700- 4 juta A.
1. Menghilangkan sisa-sisa hasil metabolisme
2. Mengurangi/ menghilangkan rasa sakit
TUJUAN
3. Relaksasi otot
4. Meningkatkan suplai darah
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
………tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan Pasien :
1. Atur posisi pasien senyaman mungkin dan disesuaikan dengan area
yang akan diobati
2. Lepas pakaian pada area yang akan diobati
3. Lakukan tes sensai kulit terhadap panas-dingin
4. Kulit yang akan diobati harus bersih dan kering
Persiapan Alat :
1. Pilih reflektor (lampu sesuai kebutuhan dan luas area yang akan diobati)
2. Cek kabel dan lampu.
Pelaksanaan Tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan
tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan
PROSEDUR dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa terlalu
panas/ tidak nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera
berbicara pada petugas/ memanggil petugas.
6. Atur jarak lampu dengan permukaan kulit daerah yang akan diterapi
±40-50 cm.
7. Posisikan sinar tegak lurus pada area yang akan diterapi
8. Tekan tombol On
9. Putar timer 15 menit
10. Bila timer sudah berbunyi tekan tombol Off
12. Rapikan alat
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya
UNIT TERKAIT - Rawat Jalan
- Rawat Inap

PELAKSANAAN TINDAKAN COLD PACK


Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
½
STANDAR PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan,
OPERASIONAL DIREKTUR
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Adalah suatu bentuk tindakan terapi dengan memanfaatkan temperatur
PENGERTIAN
dingin.
1. Mengurangi reaksi radang
TUJUAN
2. Menekan nyeri dan spasme otot
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
…………….tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan Pasien :
1. Atur posisi pasien senyaman mungkin dan disesuaikan dengan area
yang akan diobati.
2. Lepas pakaian pada area yang akan diobati.
3. Lakukan tes sensai kulit terhadap panas-dingin.
4. Kulit yang akan diobati harus bersih dan kering.
Persiapan Alat :
1. Keluarkan cold pack dari freezer pada suhu ± 13̊ c - 18̊c.
2. Masukkan cold pack pada kantong cold pack.
Pelaksanaan Tindakan :
1. Cuci tangan.
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”.
3. Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan
tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
PROSEDUR 4. Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan.
5. “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
6. Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa tidak
nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera berbicara pada
petugas/ memanggil petugas.
7. Letakkan cold pack pada area yang akan diterapi.
8. Bungkus dengan handuk.
9. Atur timer selama 15 menit.
10. Lepas kantong cold pack, kembalikan cold pack pada freezer bila selesai
pemberian tindakan.
11. Rapikan alat.
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”.
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya.
UNIT TERKAIT - Rawat Jalan
- Rawat Inap

Rumah Sakit Umum Daerah MLDV


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
STANDAR PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan,
OPERASIONAL DIREKTUR
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Sebuah metode baru pemijatan yang bekerja untuk saluran lympha,
PENGERTIAN glandula, interstitial fluid dan vena, untuk meningkatkan kecepatan
pengairan cairan tubuh.
Meningkatkan regenerasi cell pada semua tingkatan (local maupun general)
TUJUAN
dengan mempengaruhi kwalitas dan kwantitas cairan di sekelilingnya.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
………….. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Pelaksanaan Tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan
tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa terlalu
panas/ tidak nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera
berbicara pada petugas/ memanggil petugas.
6. Gerakan tangan berbentuk spiral dan ritmis dengan tekanan sangat ringan
untuk mencegah kompresi pembuluh.
Mulai dari proximal ( dimulai pada fossa jugularis) dan kemudian ke
distal ( kelenjar dan pembuluh limfe proximal harus dikosongkan terlebih
dahulu untuk mempersiapkan tempat bagi cairan yang akan datang dari
distal ).
PROSEDUR
7. Berikan tekanan pada permukaan kulit dengan kekuatan tertentu,
disesuaikan dengan jaringan, tekanan darah dan tekanan osmotic colloidal
dari darah dan jaringan. Setiap gerakan spiral menuntut kekuatan tekanan
yang berubah–ubah untuk mendapatkan gerakan pompa dalam jaringan.
8. Arahkan tekanan sesuai anatomi pembuluh limfe dan tetap selalu ke
proximal.
9. Lakukan pemompaan yang selalu diulang secara ritmis, lima sampai tujuh
kali, untuk menambah automatis memyogendanly, fangion.
10. Berikan gerakan stasioner pada ganglia (lymph nodes) sebab disitu
tahanan aliran cairan limfe meninggi.
11. Berikan pengobatan sesuai ritme systole diastole.
12. Pastikan kulit tidak me merah selama dalam pengobatan dan tidak sakit.
14. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”.
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”.
- Rawat Inap
UNIT TERKAIT
- Rawat Jalan

Rumah Sakit Umum Daerah TERAPI MANIPULASI


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
STANDAR PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan,
OPERASIONAL DIREKTUR
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Terapi Manipulasi adalah suatu gerakan pasif yang dilakukan dengan cepat ,
PENGERTIAN dengan kekuatan sedikit dan pasien tidak dapat mengontrol gerakan yang
terjadi
1. Memperbaiki posisi patologis
2. Memperbaiki kekakuan sendi
3. Mengurangi nyeri
TUJUAN
4. Mengurangi spasme otot
5. Menambah luas gerak sendi
6. Meregangkan pengerutan pada kapsul sendi .
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
…………. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Pelaksanaan tindakan :
 Cuci tangan.
 Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”.
 Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan
tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
 Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan dilakukan
 “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
 Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa terlalu
panas/ tidak nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera
berbicara pada petugas/ memanggil petugas.
 Posisikan pasien dengan nyaman agar struktur persendian yang akan
dimanipulasi benar-benar rilex.
PROSEDUR
 Atur posisi fisioterapis yang paling mudah untuk pemberian terapi (agar
dalam pemberian terapi tidak canggung dan ergonomis).
 Berikan pegangan yang mantap dan selalu kontak dengan kulit regio yang
diterapi manipulasi.
 Berikan fixasi yang benar-benar stabil.
 Gunakan tekanan dengan mengandalkan berat badan fisioterapis , hal ini
dimaksudkan agar fisioterapis tidak cepat lelah serta tidak terjadi keluhan/
gangguan/ penyakit oleh karena pekerjaan/ profesi.
 Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”.
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya.
- Rawat Inap
UNIT TERKAIT
- Rawat Jalan

Rumah Sakit Umum Daerah TAPPING DAN STRAPPING


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
STANDAR PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan,
OPERASIONAL DIREKTUR
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Tapping dan strapping merupakan dasar terapi dengan menggunakan
pendekatan proses penyembuhan secara alami dengan bantuan pemberian
PENGERTIAN
elastis tapping yang dikembangkan oleh DR.KENZO KASE dengan istilah
kinesio taping.
1.Hypotonic muscle stimulation
2.Hypertonic muscle inhibition
3.Protect muscle against over cederading
4.Protecting joints
5.Pain mute
TUJUAN 6.Reduce inflamation
7.Reduce edema
8.Reduce hematoma
9.Influence range of motion
10.Improve sensory (proprioception)
11.Correct posture
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep
KEBIJAKAN
No……….. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
 Posisikan pasien dengan nyaman
 Bebaskan area yang akan di beri tindakan dari pakaian
Persiapan Alat :
 Siapkan plaster dan gunting
Pelaksanaan tindakan :
 Cuci tangan
 Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
 Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan
tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
 Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
PROSEDUR dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
 Posisikan otot yang akan ditapping
 Bersihkan dengan tissue basah dan keringkan
 Pasang jangkar/ anchor
 Ulur otot yang akan ditapping
 Pasang tapping dengan tarikan sesuai kasus dan tujuannya
 Kembalikan otot pada posisi rileks
 Pasang jangkar terakhir
 Usap sampai hangat untuk merekatkan tapping
Pasca pelaksanaan :
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Jalan

Rumah Sakit Umum Daerah


Kabupaten Sumenep WILLIAM FLEXION EXERCISE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/2
Tanggal terbit Ditetapkan,
Direktur
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
PENGERTIAN Suatu bentuk tindakan fisioterapi berupa latihan dengan cara peregangan otot-
otot paralumbal.
1. Mengurangi nyeri yang timbul.
TUJUAN 2. Meningkatkan LGS.
3. Meningkatkan kemampuan fungsional.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
………….. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
 Posisikan pasien berbaing rileks menggunakan bantal
Pelaksanaan tindakan :
 Cuci tangan
 Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
 Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan tanggal
lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
 Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan dilakukan
 “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
 Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa tidak
nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera berbicara pada
petugas/ memanggil petugas.
Pelvic Tilting Exercise
 Posisi 1 : crook lying, kepala disangga bantal. Kontraksikan otot
abdominal hingga lumbal menyentuh lantai.
 Pertahankan punggung tetap melekat pada dasar matras/ lantai. Angkat
pelvis dengan kekuatan gluteus maximus secara perlahan (hindari
PROSEDUR
hiperekstensi lumbal).
 Posisi 2 : terlentang tungkai lurus.
Latihan penguatan otot abdominal
 Posisikan kedua tangan di atas dada, angkat kepala, kedua shoulder dan
punggung hingga dagu menyentuh dada, tahan selama 5 detik, relaks,
ulangi 10 kali, dan ditingkatkan sampai 25 kali.
Stretching lower back muscle
 Posisikan berbaring, kedua tangan dijalin, satu lutut tarik ke arah dinding
perut sejauh mungkin dan bersamaan angkat kepala-bahu seolah mencium
lutut, fleksi panggul secara penuh, tahan selama 5 detik, kemudian relaks.
 Ulangi latihan 10 kali (gantian tungkai kiri dan kanan).
Latihan ini bertujuan untuk mengulur otot erector spine unilateral, otot
trapezius dan otot latissimus dorsi.
 Posisikan berbaring, tetapi kedua tungkai bersamaan ditarik ke arah perut.
Kedua lutut ditarik mendekati kedua shoulder berulang kali sampai
akhirnya tercapai fleksi penuh.
Latihan penguluran otot hamstring dan achiles
 Posisi awal seperti pelari cepat pada titik start : satu tungkai fleksi lutut dan
paha maksimal, tungkai lain dalam keadaan lurus kebelakang. Kemudian

Rumah Sakit Umum Daerah


Kabupaten Sumenep WILLIAM FLEXION EXERCISE

STANDAR PROSEDUR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 2/ 2
pada posisi tersebut tekanlah badan ke depan dan ke bawah. Telapak kaki
depan menumpu penuh (flat foot).
Latihan penguluran otot hamstring dan achiles
 Posisikan seperti pelari cepat pada titik start : satu tungkai fleksi lutut dan
paha maksimal, tungkai lain dalam keadaan lurus kebelakang. Kemudian
pada posisi tersebut tekanlah badan ke depan dan ke bawah. Telapak kaki
depan menumpu penuh (flat foot).
 Ulangi 10 kali bergantian antara kedua tungkai pada posisi yang
berlawanan.
Latihan ini untuk menarik fleksor hip, ligamen illiofemoral dan fascia
latae.
Errect “Flat Back” Exercise
 Untuk menguatkan otot-otot quadriceps, mengajarkan posisi yang benar
saat berdiri (konsep pelvic tilting exercise), dan mengurangi lordosis
lumbalis. Posisikan berdiri tegak dengan punggung menekan dinding dan
tumit pada jarak 10-15 cm dari dinding sampai benar-benar rata dan coba
berjalan beberapa meter ke depan dengan mempertahankan posisi
punggung.
 Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya
1.SMF Penyakit Dalam.
UNIT TERKAIT 2.SMF Penyakit Saraf
3.SMF Ortopaedi

Rumah Sakit Umum Daerah


Kabupaten Sumenep EXERCISE PADA FROZEN SHOULDER
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/ 1
Tanggal terbit Ditetapkan,
Direktur
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Suatu bentuk tindakan fisioterapi berupa latihan dengan cara menggerakkan
PENGERTIAN
otot- otot penggerak shoulder
1. Mengurangi nyeri yang timbul.
TUJUAN 2. Menurunkan tingkat kekambuhan .
3. Meningkatkan kemampuan fungsional.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
…………….. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
 Lakukan assesment untuk mengetahui problema yang dikeluhkan pasien
serta memastikan tidak ada kontra indikasi terhadap exercise yang akan
diberikan.
Pelaksanaan tindakan :
 Cuci tangan
 Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
 Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan tanggal
lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
 Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan dilakukan
 “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
PROSEDUR  Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa tidak
nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera berbicara pada
petugas/ memanggil petugas.
 Lakukan palpasi pada otot-otot penggerak bahu.
 Lakukan release pada otot-otot yang mengalami spasme/ tightness.
 Lakukan latihan untuk menambah Luas Gerak Sendi bahu yang
mengalami keterbatasan gerak.
 Berikan latihan untuk bisa dilakukan di rumah dan anjurkan melakukan
aktifitas sehari –sehari dengan gerakan yang benar.
 Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya
1.SMF Penyakit Dalam.
UNIT TERKAIT
2.SMF Penyakit Saraf
3.SMF Ortopaedi

Rumah Sakit Umum Daerah


Kabupaten Sumenep MC. KENZIE EXERCISE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/ 2
Tanggal terbit Ditetapkan,
Direktur
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Suatu bentuk tindakan fisioterapi berupa latihan untuk relaksasi otot lumbal
PENGERTIAN
atau mempertahankan lumbal sehingga bisa mengurangi rasa nyeri.
1. Mengurangi nyeri yang timbul.
2. Meningkatkan LGS.
TUJUAN
3. Mengurangi spasme otot
4. Meningkatkan kemampuan fungsional
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
…………… tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
Lakukan assesment untuk mengetahui problema yang dikeluhkan pasien serta
memastikan tidak ada kontra indikasi terhadap exercise yang akan diberikan.
Pelaksanaan tindakan :
 Cuci tangan
 Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
 Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan tanggal
lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
 Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan dilakukan
 “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
 Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa tidak
nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera berbicara pada
petugas/ memanggil petugas
Latihan pertama
 Posisikan tidur tengkurap, kedua tangan sejajar badan. Pertahankan posisi
ini kira-kira 5 menit, hingga tercapai relaksasi sempurna.
Latihan kedua
PROSEDUR  Posisikan tidur tengkurap bertumpu kepada kedua siku, pandangan lurus ke
depan, kontraksikan otot perut bagian bawah. Pertahankan posisi ini kira-
kira 5 menit, hingga dirasakan dari bagian bawah benar-benar rileks.
Setiap kali latihan kedua ini harus diikuti latihan pertama.
Latihan ketiga
 Posisikan tidur tengkurap, kedua tangan diletakkan pada posisi seperti
push-up, kontraksikan otot perut, kemudian tangan menekan lantai hingga
siku lurus, badan terangkat ke atas sampai pinggang terasa batas rasa sakit,
pertahankan selama 1-2 detik dan diusahakan pelvis serta kedua tungkai
tetap menempel lantai. Ulangi sampai 10 kali gerakan dilakukan 4-6 kali
sehari.
Latihan keempat
 Posisikan berdiri tegak dengan kedua tangan diletakkan pada bagian
pinggang, kemudian badan digerakkan ekstensi, dengan kedua tangan
sebagai fiksator, diusahakan kedua lutut dalam posisi ekstensi. Selanjutnya
posisi kembali tegak, tahan 1-2 detik.
Latihan kelima
 Posisikan duduk di pinggiran kursi, kepala fleksi, kedua tangan diletakkan
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumenep
MC. KENZIE EXERCISE
STANDART PROSEDUR No. Dokumen No. Revisi Halaman
OPERASIONAL 2/ 2
di atas lutut dengan lengan lurus, kemudian secara perlahan-lahan pinggan
dibuat dalam posisi lordosis yang ekstrim beberapa saat, kemudian kembali
ke posisi awal.
 Kedua telapak kaki menumpu lantai, pandangan lurus ke depan, gerakkan
badan ke depan dan kedua tangan menyentuh lantai. Kembali lagi
perlahan-lahan pada posisi semula
 Gerakkan kepala mendekati lantai dan kedua tangan jauh dibelakang kedua
kaki. Lebih efektif bila kedua tangan memegang pergelangan kaki. Ulangi
setiap sesi 5-6 kali dan 3-4 kali setiap hari.
Latihan keenam
 Posisikan tidur terlentang dengan fleksi sendi paha dan lutut. Kemudian
kedua lengan dan kedua tungkai ditarik ke arah dada, kepala tidak perlu
diangkat, kemudian kembali keposisi semula. Ulangi 6-8 kali gerakan,
lakukan 2-4 kali sehari. Setiap kali latihan keenam ini harus selalu diikuti
dengan latihan ketiga.
 Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya
1.SMF Penyakit Dalam.
UNIT TERKAIT 2.SMF Penyakit Saraf
3.SMF Ortopaedi

Rumah Sakit Umum Daerah


Kabupaten Sumenep EXERCISE PADA OSTEOARTHRITIS KNEE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/2
Tanggal terbit Ditetapkan,
Direktur
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Suatu bentuk tindakan pada kasus osteoarthritis knee dengan cara
PENGERTIAN
menggerakkan sendi lutut sesuai dengan prosedur terapi.
1. Mengurangi nyeri yang timbul.
2. Meningkatkan LGS.
TUJUAN
3. Mengurangi spasme otot.
3. Meningkatkan kemampuan fungsional
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
…….. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
 Posisikan pasien senyaman mungkin.
Pelaksanaan tindakan :
 Cuci tangan
 Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
 Tanyakan kepada pasien secara singkat identitas pasien (nama dan tanggal
lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
 Jelaskan kepada pasien tentang materi dan tindakan yang akan dilakukan
 “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
 Sampaikan bila selama proses pemberian tindakan muncul rasa tidak
nyaman/ pusing/ nyeri bertambah, dimohon untuk segera berbicara pada
petugas/ memanggil petugas.
Statik kontraksi Quadricep
 Posisi pasien terlentang, lutut diganjal dengan bantal sehingga lutut fleksi ±
30̊.
 Lakukan pada tungkai sehat terlebih dahulu untuk memberi contoh.
 Pasien diminta untuk menekankan lutut ke bawah dengan lama penahanan
PROSEDUR 6”, rileks 3”, kontraksi 10x/sesi, 3 sesi/latihan, istirahat antar sesi 60”.
Release tendon hamstring dan gastrocnimeus
 Posisikan pasien tidur terlentang, lutut semiflexi.
 Lakukan release pada tendon hamstring dan tendon gastrocnimeus sisi
yang sakit dengan arah tranversal, 8x gerakan dengan 3x pengulangan.
Latihan gerak aktif
 Posisi pasien duduk di tepi bed.
 Lakukan pada tungkai sehat terlebih dahulu untuk memberi contoh.
 Satu tangan terapis menyangga tungkai atas, kemudian pasien diminta
meluruskan dan menekuk lututnya sejauh mungkin.
 Dosis : gerakan 10x/sesi, 3 sesi/latihan, istirahat antar sesi 60”
Hold relax (PNF)
 Posisikan pasien tidur terlentang
 Pilih pola gerak tungkai, misalnya fleksi-abduksi-endo dengan lutut fleksi,
kemudian lakukan :
 Gerakan tungkai secara pasif atau aktif ke arah fleksi-abduksi-
endorotasi dengan lutut fleksi hingga batas keterbatasan gerak atau
hingga LGS dimana nyeri mulai timbul.
 Terapis memberi tahanan meningkat secara perlahan pada pola
anatagonisnya (ekstensi-adduksi-eksorotasi tungkai), pasien diminta.
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumenep
EXERCISE PADA OSTEOARTHRITIS KNEE

STANDAR PROSEDUR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 2/ 2
melawan tahanan tersebut tanpa disertai adanya gerakan. (dengan aba-
aba “pertahankan disini!”).
 Kontraksikan sekitar 6 detik.
 Ikuti dengan rileksasi dan tunggu hingga benar-benar rileks.
 Gerakkan secara aktif atau pasif ke arah pola agonis (fleksi-abduksi-
endo dengan lutut fleksi) untuk menambah LGS fleksi.
 Ulangi prosedur tersebut di atas 10 kali.
Selama fase rileksasi, manual kontak tetap dipertahankan untuk
mendeteksi bahwa pasien mampu benar-benar rileks.
Contract – Relax (PNF)
 Posisi pasien tidur terlentang
 Pilih pola gerak tungkai, misalnya fleksi-abduksi-endo dengan lutut fleksi,
kemudian lakukan :
 Gerakkan tungkai secara pasif atau aktif pada pola gerak agonis hingga
batas keterbatasan gerak atau hingga LGS dimana nyeri mulai timbul.
 Gerakkan tungkai ke arah ekstensi-adduksi-eksorotasi dengan kontraksi
isotonik (dengan aba-aba “dorong tangan saya!).
Biarkan terjadi gerakkan ke 3 arah gerak dengan LGS sedikit (dekat
dengan batas gerak/pada middle range).
 Diikuti rileksasi dan tunggu hingga benar-benar rileks.
 Gerakkan secara aktif atau pasif ke arah fleksi-abduksi-endorotasi untuk
menambah LGS.
 Ulangi prosedur tersebut di atas sebanyak 1- kali.
Strengthening Quadriceps
 Posisikan pasien duduk di quadriceps band.
 Luruskan kaki perlahan-lahan dengan diberi beban dengan berat meningkat
secara bertahap dilakukan 10 kali.
Latihan duduk ke berdiri
 Posisi pasien duduk ongkang-ongkang.
Sebelumnya beri penjelasan dan contoh cara turun dari bed.
 Pasien merosot dengan tungkai yang sehat kemudian diikuti dengan
tungkai yang sakit.
 Pertahankan posisi berdiri dengan basis yang lebar semampu pasien,
apabila tidak mampu kembali duduk ongkang-ongkang.
Latihan jalan
 Sesuaikan dengan temuan pada skala Jette.
Edukasi pasien/keluarga
 Berikan penjelasan kepada pasien/keluarga perihal terjadinya
keluhan/problematic OA Knee.
 Berikan penjelasan kepada pasien/keluarga perihal akibat yang terjadi
bilamana modalitas fisioterapi untuk mengatasi keluhan/problematic OA
Knee tersebut tidak diberikan/dilaksanakan.
 Berikan penjelasan kepada pasien/keluarga perihal gerakan/aktifitas yang
belum boleh dilakukansebelum diijinkan oleh dokter/fisioterapi.
 Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya
1.SMF Penyakit Dalam.
UNIT TERKAIT 2.SMF Penyakit Saraf
3.SMF Ortopaedi

Rumah Sakit Umum Daerah TERAPI WICARA PADA GANGGUAN ORAL MOTOR
Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
STANDAR PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan,
DIREKTUR

OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Melatih kemampuan untuk diskriminasi sensori didalam dan sekitar struktur
oral mekanisme untuk dapat mengontrol motorik, menguatkan otot pada oral
PENGERTIAN
mekanisme, meningkatkan sensitifitas sensori terhadap tekstur atau
penciuman dan membantu untuk mengucapkan dan berbicara.
Melatih pasien agar dapat menggerakkan struktur oral mekanisme dengan
TUJUAN
benar.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
……..tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
 Tempatkan pasien di ruang terapi wicara yang kedap suara atau jauh
dari kebisingan.
 Posisikan pasien duduk atau tidur senyaman mungkin.
 Siapkan tong spatle dan tissue untuk alat latihan serta cermin.
Pelaksanaan Tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/ keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Latih stabilisasi rahang.
 Gerakkan rahang dengan membuka dan menutup rahang.
PROSEDUR
 Gerakkan rahang dengan cara memutar seperti mengunyah.
 Minta pasien untuk mengucapkan “ah” tanpa menggerakkan kepala.
5. Latih pengatupan pada bibir.
6. Latih meniup dengan beberapa alat tiup.
7. Latih mengunyah makanan dengan mulut tertutup.
8. Latih membulatkan bibir.
9. Latih menggerakkan lidah
 Minta pasien untuk menggerakkan lidah kekanan dan kekiri.
 Minta pasien mendoorong pipi kanan dan kiri dari dalam mulut
menggunakan lidah.
 Minta pasien untuk menggerakkan lidah keatas
6. Massage untuk menguatkan organ mulut dan sekitarnya
7. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
- Rawat Inap
UNIT TERKAIT
- Rawat Jalan

TERAPI WICARA PADA GANGGUAN BAHASA


Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
STANDAR PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan,
OPERASIONAL DIREKTUR
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Ketidakmampuan menggunakan symbol-symbol linguistic untuk
PENGERTIAN
berkomunikasi baik secara reseptif maupun ekspresif.
Memberikan kemampuan untuk mengembangkan potensi komunikasi yang
TUJUAN
ada sehingga mencapai kemampuan yang maksimal.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
………… tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
 Tempatkan anak di ruangan terapi wicara yang kedap suara atau jauh
dari kebisingan.
Kunjungan 1-2 anak masih harus didampingi orang tua atau pengantar.
 Siapkan sarana pendukung untuk memulai latihan, missal; puzzle,
gambar, dsb.
Pelaksanaan tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/ keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan
PROSEDUR “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
6. Kembangkan kosa kata pasien, dimulai dari kata benda dan kata kerja
sehari hari.
7. Latih mengulang suku kata dan menggabungkan suku kata menjadi kata.
8. Kembangkan bahasa dengan awalan dan akhiran.
9. Latih membedakan pertanyaan.
10. Latih merangkai kata menjadi frase.
11. Latih merangkai frase menjadi kalimat dan cerita.
12. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”.
- Rawat Inap
UNIT TERKAIT
- Rawat Jalan

Rumah Sakit Umum Daerah TERAPI WICARA PADA GANGGUAN ARTIKULASI


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
STANDAR PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan,
OPERASIONAL DIREKTUR

dr. Fitril Akbar, M.kes


NIP. 196103181989011005
Gangguan komunikasi yang dilakukan oleh adanya ketidak tepatan dalam
PENGERTIAN
memproduksi bunyi ujaran baik vocal maupun konsonan.
TUJUAN Melatih pasien agar mampu mengucapkan bunyi-bunyi bahasa dengan benar.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
…………tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan Pasien :
1. Tempatkan Pasien di ruang terapi wicara yang kedap suara atau jauh dari
kebisingan.
2. Posisikan pasien duduk atau tidur senyaman mungkin.
3. Siapkan sarana pendukung untuk latihan, misal : gambar, kartu konsonan,
dsb.
Pelaksanaan Tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/ keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
PROSEDUR dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
6. Latih pengucapan konsonan itu sendiri tanpa huruf hidupnya atau
konsonan tunggal (isolasi). Dengan cara mengulang konsonan tersebut.
7. Latih pengucapan konsonan untuk tingkat suku kata (cv combination).
8. Latih konsonan untuk tingkat kata.
9. Latih menggunakan konsonan yang mengalami kesulitan dalam kalimat
atau bacaan jika pasien sudah bisa membaca.
10. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”.
- Rawat Inap
UNIT TERKAIT
- Rawat Jalan

Rumah Sakit Umum Daerah TERAPI WICARA PADA GANGGUAN MENELAN


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/2
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Ketidakmampuan dalam melakukan gerakan menelan. Kesulitan menghisap
PENGERTIAN
juga merupakan salah satu gangguan menelan.
TUJUAN Melatih pasien agar mampu menelan dengan baik.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
…………. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan Pasien :
1. Posisikan pasien duduk atau tidur senyaman mungkin.
2. Pertemuan 1 dan 2 didampingi keluarga.
3. Siapkan sarana pendukung untuk latihan, misalnya: tong spatel, hand
scoon, makanan atau minuman untuk melatih menelan
Pelaksanaan tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Perubahan pada posisi tubuh pasien.
6. Posisikan duduk tegak bila pasien sudah mampu duduk.
PROSEDUR 7. Miringkan dagu kebawah.
8. Putar kepala kekiri dan kekanan.
9. Putar kepala kekiri dan kekanan dengan melipat dagu.
10. Miringkan kepala kekiri dan kekanan.
11. Latih gerakan bibir ; penarikan bibir (gerakan senyum) selama 5 detik,
memonyongkan bibir 5 detik, memonyongkan bibir dan menarik bibir
dengan dilulang-ulang.
12. Penutupan bibir.
13. Latih kekuatan gerakan rahang ; membuka mulut lebar, gerakan rahang
kesamping, gerakan sirkular selama 3 – 5 detik, untuk memperkuat
gerakan mengunyah.
14. Gerakan lidah; menjulurkan lidah, gerakan keatas, dan kesamping,
penahan lidah dengan menggunakan spatel tongue.
15. Masage untuk menguatkan otot-otot gerakan menelan.
16. Brushing untuk merangsang gerakan menelan.
17. Latih menggigit makanan padat.
18. Latih mengunyah.

Rumah Sakit Umum Daerah


Kabupaten Sumenep TERAPI WICARA PADA GANGGUAN MENELAN

STANDART PROSEDUR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 1 2/ 2
19. Latih menelan.
 Pegang laring bagian depan dengan jari telunjuk dan ibu jari.
 Pegang laring sesuai dngan gerakan laryngeal selama menelan, dan
posisi pegangan tetap dilanjutkan untuk beberapa detik selama dan
setelah menelan.
20. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”.
UNIT TERKAIT - Rawat Inap
- Rawat Jalan
Rumah Sakit Umum Daerah TERAPI WICARA PADA GANGGUAN PENDENGARAN
Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Gangguan komunikasi yang diakibatkan karena adanya masalah feedback
PENGERTIAN
auditori.
TUJUAN Agar pasien dapat berbicara dan berkomunikasi.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
…….. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
1. Tempatkan pasien diruang terapi yang kedap suara atau jauh dari
kebisingan
2. Posisikan duduk senyaman mungkin.
3. Latih didepan kaca untuk pasien yang tidak menggunakan alat bantu
dengar, supaya pasien dapat menirukan gerakan bibir dengan benar.
Pelaksanaan tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/ keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
PROSEDUR dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Latih pengenalan vocal, jika pasien menggunakan alat bantu dengar bisa
dirangsang dari samping. Dan bila pasien tidak menggunakan alat bantu
dengar dengan latihan membaca bibir.
6. Latih pengembangan bahasa.
7. Latih artikulasi dan pengucapan.
8. Latih penggunaan bahasa dalam bersosialisasi.
9. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”.
- Rawat Inap
UNIT TERKAIT
- Rawat Jalan

Rumah Sakit Umum Daerah TERAPI WICARA PADA GANGGUAN IRAMA KELANCARAN
Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDART PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Gangguan yang disebabkan karena adanya perpanjangan, pengulangan dalam
PENGERTIAN
memproduksi bunyi.
TUJUAN Agar pasien dapat berbicara dan berkomunikasi dengan lancar.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
KEBIJAKAN
………….. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
1. Tempatkan Pasien di ruang terapi wicara yang kedap suara atau jauh dari
kebisingan.
2. Posisikan pasien duduk senyaman mungkin.
3. Siapkan sarana pendukung untuk latihan, misal : gambar, kartu konsonan,
dsb.
Pelaksanaan tindakan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
PROSEDUR dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
1. Latih pernafasan
2. Latih relaksasi
3. Latih mendengung dimulai dari vocal (a, i, u, e, o)
5. Latih pengucapan suku kata.
6. Latih mengatur irama bicara dengan menggunakan ketukan meja/ tangan
pada saat berbicara.
7. Latih bicara lebih lambat.
8. Latih membaca secara bergantian antara terapis dengan pasien.
9. Latih membaca sambil menulis salinan teks bacaan tersebut.
10. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana
perasaan bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”.
- Rawat Inap
UNIT TERKAIT
- Rawat Jalan

Rumah Sakit Umum Daerah TERAPI SENSORI INTEGRASI


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Adalah suatu pendekatan terapi dengan menggunakan satu atau lebih organ
PENGERTIAN sensorik yang dimanipulasi sedemikianrupa sehingga terjadi perbaikan
sensori-persepsi yang pada gilirannya akan meningkatkan kapasitas belajar
hal-hal yang lebih kompleks.
TUJUAN 1.Meningkatkan kesiagaan tubuh (body awareness)
2. mengurangi tingkah laku yang bertentangan dengan kondisi normal
3. meningkatkan kewaspadaan dan interaksi terhadap perubahan lingkungan
4. meningkatkan koordinasi mata-tangan
5. memperbaiki ketrampilan dengan lingkungan sosial
6. menstimulasi perkembangan bicara dan bahasa
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
………… 2014 tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
 Tempatkan pasien di ruang Sensori Integrasi yang kedap suara atau jauh
dari kebisingan.
 Posisikan pasien senyaman mungkin.
 Siapkan alat yang dibutuhkan untuk latihan
Pelaksanaan Pengobatan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/ keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan
PROSEDUR “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Siapkan pasien untuk memulai program latihan, posisikan pasien sesuai
kebutuhan program terapi.
6. Lakukan program latihan, dimulai dari adjunctive method, enabling
activity, purposeful activity maupun occupational activity.
7. Perhatikan durasi dan frekuensi latihan.
8. Perhatikan respon pasien terhadap aktivitas yang diberikan. ( lelah, nyeri,
dan sebagainya.)
9. Berikan program latihan di rumah ( home programe) pada pasien.
10. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Jalan
- Rawat Inap

Rumah Sakit Umum Daerah TERAPI BERMAIN


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
- Suatu fenomena perkembangan suatu jenis aktivitas dan cara anak
berinteraksi dengan lingkungannya
PENGERTIAN - Cara seorang anak belaja rmengenal dunianya melalui eksplorasi,
eksperimentasi dan repetisi
- Aktivitas spontan, termotivasi intrerinsik, menghibur, menyita perhatian
dan dilakukan atas keinginan sendiri
TUJUAN 1. meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus
2. meningkatkan fungsi psikososial
3. meningkatkan perkembangan emosional
4. meningkatkan perkembangan kognitif
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
………… tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
 Tempatkan pasien di ruang terapi okupasi yang kedap suara atau jauh dari
kebisingan.
 Posisikan pasien senyaman mungkin.
 Siapkan alat yang dibutuhkan untuk latihan
Pelaksanaan Pengobatan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/ keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
PROSEDUR dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Siapkan pasien untuk memulai program latihan, posisikan pasien sesuai
kebutuhan program terapi.
6. Lakukan program latihan, dimulai dari adjunctive method, enabling
activity, purposeful activity maupun occupational activity.
7. Perhatikan durasi dan frekuensi latihan.
8. Perhatikan respon pasien terhadap aktivitas yang diberikan. ( lelah, nyeri,
dan sebagainya.)
9. Berikan program latihan di rumah ( home programe) pada pasien.
10. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Jalan
- Rawat Inap

Rumah Sakit Umum Daerah AKTIFITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI ( ADL)


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/1
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
PENGERTIAN - ADL adalah keterampilan dasar dan tugas okupasional yang harus dimiliki
seseorang untuk merawat dirinya secara mandiri
- ADL dikerjakan seseorang sehari-harinya dengan tujuan untuk memenuhi /
berhubungan dengan perannya sebagai pribadi dalam keluarga dan
masyarakat
- ADL mencakup perawatan diri ( seperti berpakaian, makan dan minum,
toileting, mandi, berhias, juga menyiapkan makanan, memakai telpon,
menulis, mengelola uang dan sebagainya ) dan mobilitas ( seperti berguling
di tempat tidur, bangun dan duduk, transfer / bergeser dari tempat tidur ke
kursi atau dari satu tempat ke tempat lain )
TUJUAN Mengembalikan fungsi/ kemampuan pasien dalam merawat dirinya sendiri,
serta perannya sebagai pribadi dalam keluarga dan masyarakat.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
…………….tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
 Tempatkan pasien di ruang terapi okupasi yang kedap suara atau jauh dari
kebisingan.
 Pasien diposisikan senyaman mungkin.
 Siapkan alat yang dibutuhkan untuk latihan
Pelaksanaan Pengobatan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/ keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
PROSEDUR dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Siapkan pasien untuk memulai program latihan, posisikan pasien sesuai
kebutuhan program terapi.
6. Lakukan program latihan, dimulai dari adjunctive method, enabling
activity, purposeful activity maupun occupational activity.
7. Perhatikan durasi dan frekuensi latihan.
8. Perhatikan respon pasien terhadap aktivitas yang diberikan. ( lelah, nyeri,
dan sebagainya.)
9. Berikan program latihan di rumah ( home programe) pada pasien.
10. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Jalan
- Rawat Inap

Rumah Sakit Umum Daerah TERAPI GANGGUAN PERSEPSI DAN KOGNISI


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
- Persepsi adalah kemampuan mengintegrasikan pemahaman sensori menjadi
PENGERTIAN informasi bermakna
- Kognisi adalah kemampuan otak untuk memproses, menyimpan,
mengingat dan memanipulasi informasi
TUJUAN Meningkatkan stimulasi sensoris dan task specific skills
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
……….. tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
 Tempatkan pasien di ruang terapi okupasi yang kedap suara atau jauh dari
kebisingan.
 Posisikan pasien senyaman mungkin.
 Siapkan alat yang dibutuhkan untuk latihan
Pelaksanaan Pengobatan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/ keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan
PROSEDUR “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Siapkan pasien untuk memulai program latihan, posisikan pasien sesuai
kebutuhan program terapi.
6. Lakukan program latihan, dimulai dari adjunctive method, enabling
activity, purposeful activity maupun occupational activity.
7. Perhatikan durasi dan frekuensi latihan.
8. Perhatikan respon pasien terhadap aktivitas yang diberikan. ( lelah, nyeri,
dan sebagainya.)
9. Berikan program latihan di rumah ( home programe) pada pasien.
10. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Jalan
- Rawat Inap

Rumah Sakit Umum daerah REHABILITASI PRE-VOKASIONAL DAN OKUPASI


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
Rehabilitasi pre-vokasional adalah program evaluasi pada pasien yang
PENGERTIAN mengalami disabilitas sebelum kembali ke pekerjaan dan program terapi yang
menolong pasien untuk mendapatkan kembali tingkat kemampuan perawatan
diri atau kemampuan bekerja
TUJUAN Meningkatkan task specifis skills
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
…………… tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
Persiapan pasien :
 Tempatkan pasien di ruang terapi okupasi yang kedap suara atau jauh dari
kebisingan.
 Pasien diposisikan senyaman mungkin.
 Siapkan alat yang dibutuhkan untuk latihan
Pelaksanaan Pengobatan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/ keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan
PROSEDUR “Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Siapkan pasien untuk memulai program latihan, posisikan pasien sesuai
kebutuhan program terapi.
6. Lakukan program latihan, dimulai dari adjunctive method, enabling
activity, purposeful activity maupun occupational activity.
7. Perhatikan durasi dan frekuensi latihan.
8. Perhatikan respon pasien terhadap aktivitas yang diberikan. ( lelah, nyeri,
dan sebagainya.)
9. Berikan program latihan di rumah ( home programe) pada pasien.
10. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Jalan
- Rawat Inap

Rumah Sakit Umum Daerah TERAPI EDUKASI


Kabupaten Sumenep
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 1/1
Ditetapkan,
DIREKTUR
Tanggal Terbit
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Fitril Akbar, M.kes
NIP. 196103181989011005
PENGERTIAN Pemberian materi-materi dan penerangan atau pemberitahuan kepada pasien
dan atau keluarga berkaitan dengan kondisi kesehatannya
TUJUAN Memberikan informasi dan edukasi tentang hal-hal yang harus diperhatikan
pasien dan atau keluarga berhubungan dengan kondisi kesehatan pasien
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumenep No
…………… tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik.
PROSEDUR Persiapan pasien :
 Tempatkan pasien di ruang terapi okupasi yang kedap suara atau jauh dari
kebisingan.
 Posisikan pasien senyaman mungkin.
 Siapkan alat yang dibutuhkan untuk latihan
Pelaksanaan Pengobatan :
1. Cuci tangan
2. Ucapkan salam “Selamat Pagi/ Selamat Siang”
3. Tanyakan kepada pasien/ keluarga secara singkat identitas pasien (nama
dan tanggal lahir), keluhan utama, riwayat penyakit.
4. Jelaskan kepada pasien/ keluarga tentang materi dan tindakan yang akan
dilakukan
“Perkenalkan nama saya....., saya akan melakukan tindakan....., tujuan
dari pemberian tindakan ini adalah untuk....., (jelaskan secara singkat).”
5. Siapkan pasien untuk memulai program latihan, posisikan pasien sesuai
kebutuhan program terapi.
6. Lakukan program latihan, dimulai dari adjunctive method, enabling
activity, purposeful activity maupun occupational activity.
7. Perhatikan durasi dan frekuensi latihan.
8. Perhatikan respon pasien terhadap aktivitas yang diberikan. ( lelah, nyeri,
dan sebagainya.)
9. Berikan program latihan di rumah ( home programe) pada pasien.
10. Setelah pemberian tindakan
“Pak/ bu pemberian tindakan... sudah saya lakukan, bagaimana perasaan
bapak/ ibu?”
“Terima kasih bapak/ ibu kerjasamanya”
UNIT TERKAIT - Rawat Jalan
- Rawat Inap