Anda di halaman 1dari 19

MAKSIMALISASI LABA

Oleh:
Ma’mun Nawawi

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)


SULTAN MAULANA HASANUDDIN
1 BANTEN
MAKSIMALISASI LABA

Perusahaan
Tujuan perusahaan
Laba ekonomis
Makimisasi laba
Pemilihan ukuran pabrik

2
PERUSAHAAN

Perusahaan merupakan suatu organisasi yang berorientasi pada


laba (profit oriented) yang membeli input dan jasa-jasa
input serta menjual output berupa barang dan jasa.

3
tujuan Perusahaan

Berikut ini beberapa tujuan dari perusahaan:


Perusahaan diasumsikan akan selalu berusaha
memaksimumkan labanya (profit oriented)
Keputusan-keputusan perusahaan yang berkaitan dengan
harga, output, input dan faktor-faktor lainya mencerminkan
usaha untuk mencapai laba yang paling tinggi

4
alasan maksimalisai laba

Alasan harus meraih maksimalisai laba adalah


sebagai berikut:
a. Prinsip keselamatan (George stigler) menyatakan
bahwa perusahaan yang selamat sepanjang masa
adalah yang mencari laba tertinggi. Unit usaha yang
tidak berorientasi laba akan tergilas oleh perusahaan
yang efisien.
b. Laba yang rendah mengundang pengambilalihan
perusahaan. Harga saham akan rendah (jatuh) jika
manajemen gagal menjalankan usahanya dengan
efisien (mendapatkan laba yang tinggi).
5
laba ekonomis

 Laba merupakan kompensasi atas risiko yang ditanggung


oleh perusahaan, besar kecilnya laba tergantung besar
kecilnya risiko yg dihadapi perusahaan.

 Laba akan dihasilkan dari selisih antara total penerimaan


(total revenue/TR) dengan total biaya (total cost/TC) atau
� = TR – TC

 Dimana TR= P x Q dengan TC = FC + VC

6
kaidah laba maksimum

 Kaidah jangka pendek


a. Perusahaan akan berproduksi sampai saat MC
meningkat dan sama dengan MR (MR = MC)

b. Perusahaan akan berproduksi jika harga dari outputnya


sama atau lebih besar dari biaya variabel per unitnya.
(P >= VC)

7
pendekatan
laba maksimum

Bagaimana menghitung nilai laba


maksimum?

1. Pendekatan total (total approach)


2. Pendekatan rata-rata (average approach)
3. Pendekatan marjinal (marginal approach)

8
pendekatan totalitas

Menggunakan rumus berikut ini:


� = TR – TC
� = (P*Q) – (FC + VC)
� = (P*Q) – (FC+vQ)

Biasanya strategi yang ditempuh adalah


penjualan maksimum setelah melewati titik
impas (break event point/BEP)
Jumlah penjualan BEP (Q*) = FC/(P-v)
9
pendekatan totalitas

Kelebihan dan kelemahan pendekatan total


sebagai berikut:

 Kelebihannya adalah perhitungannya


mudah dilakukan
 Kelemahannya :
a) Dalam praktek agak sulit memisahkan biaya
tetap dan biaya variabel
b) Mengabaikan gejala hukum penambahan
hasil yang semakin berkurang
10
PENDEKATAN RATA - RATA

• Menghitung laba maksimum dapat dilakukan dengan


menggunakan pendekatan rata seperti berikut ini:
• Laba per unit ditemukan dengan membandingkan antara
harga (P) atau rata-rata pendapatan (R) dengan biaya per
unit (AC)
• � per unit = P – AC
• � total = (P-AC) * Q
• � total = (AR-AC) * Q
• Untuk mendapatkan laba, P atau AR harus lebih tinggi
dari AC. Agar laba lebih besar perlu ditempuh strategi
maximum selling.

11
PENDEKATAN marginal

 Perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan


biaya marjinal (MC) dengan penerimaan marjinal
(MR)

 Laba maksimum (atau kerugian minimal) dicapai


apabila MR = MC

12
titik gulung tikar

 Dalam jangka pendek sebuah perusahaan harus


menutup usahanya apabila harga jualnya berada
dibawah biaya variabel per unit (P < AVC), jika
output diperbanyak kerugian semakin besar
 Dalam jangka panjang perusahaan harus menutup
usahanya jika laba ekonomisnya dibawah nol
(mengalami kerugian)

13
laba ekonomis dan
keseimbangan pasar

• Syarat keseimbangan pasar adalah jika laba


ekonomis sama dengan nol
• Berarti bahwa penerimaan yang diperoleh dari
penggunaan input sekarang sama banyaknya
dengan penerimaan yang didapat dari penggunaan
terbaiknya (opportunity cost)
• Perusahaan baru tidak tertarik memasuki industri
ini jika industri sudah mencapai laba ekonomis nol

14
fungsi permintaan

• Sebuah perusahaan mempunyai fungsi


permintaan Q = 100 – 2P. Biaya marjinal
dan biaya rata-rata adalah konstan Rp
10/unit.
• Ditanyakan:
a. Temukan fungsi MR
b. Temukan laba maksimum dengan
pendekatan total dan pendekatan marjinal
15
jawaban…

• MR merupakan turunan pertama TR


• TR = P.Q
Q = 100 – 2P maka P = 50 – 1/2Q
TR = (50 - 1/2Q)Q
TR = 50Q – 1/2Q2
MR = dTR/dQ = 50 - Q

16
Jawaban…. (tabulasi data)

Q P MR TR=P*Q TC=AC*Q � = TR-TC Keterangan

0 0 0 0 0 0 BEP1
10 45 40 450 100 350

20 40 30 800 200 600

4 30 10 1200 400 800 Laba


0 maksimum

50 25 0 1250 500 750 TR maksimum

60 20 -10 1200 600 600

80 10 -30 800 800 0 BEP2


17
Jawaban…. OK!!!

• Syarat Laba maksimum  MR = MC,


maka MR = 50 – Q = 10 atau Q = 40 unit
• Jika Q = 40, pada saat itu harga setinggi Rp
30/unit (sebab Q = 100 –2P)
• Laba maksimum = Q (P – AC) = 40 (30-10)
= 800

18
Bersambung ke Pasar
19 Persaingan Sempurna .....