Anda di halaman 1dari 7

TUGAS ERGONOMI

AQUATIC TRAINING
Disusun Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Ergonomi Kepelatihan

Disusun Oleh :
Kukuh Aprilianto (18602241061)

Dosen Pengampu :
Devi Tirtawirya M.Or

PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2020
AQUATIC TRAINING
A. Aquatic Training
Kebanyakan orang mengetahui bahwa kolam renang hanya dapat digunakan untuk
berenang. Namun, tidak bisa dipungkiri Kolam renang dapat digunakan untuk berbagai
aktivitas fisik. Salah satunya aquatic training.
Aquatic training adalah suatu bentuk latihan yang dilakukan di kolam renang atau
tangki perendaman dengan memanfaatkan media air sebagai hambatan utamanya. Ada tiga
aspek utama pada aktivitas fisik yang dilakukan di dalam air. Tomihiro & Shimizu (2004)
membagi aktivitas di air menjadi tiga kelompok yaitu : Aquatic sport, aquatic training,
Aquatic theraphy. Aquatic Sport berkaitan dengan olahraga-olahraga yang dilakukan di
dalam air. Aquatic training yaitu bentuk latihan fisik yang dilakukan di air dengan tujuan
meningkatkan kebugaran dan sebagai program latihan fisik yang diberikan pada atlet,
Aquatic theraphy adalah program terapi yang dilakukan di air yang menggunakan air sebagai
media penyembuhan atau rehabilitasi seperti rehabilitasi cedera pada ankle, lutut, dan
sebagainya.
Penelitian akuatik yang disusun oleh Juni M. Chewning menunjukkan bahwa pada
tahun 1980-an dan awal 1990-an orang berpikir bahwa ketika berlatih di air dapat membantu
untuk membangun daya tahan otot. penelitian telah menunjukkan bahwa dengan peralatan,
program, dan kecepatan yang tepat, kekuatan yang signifikan dapat dibangun menggunakan
aquatiq training.
Tidak perlu menggunakan dumbbell atau burbell yang berat untuk melatih kekuatan
yang sering kita lakukan didarat. Akan tetapi dengan aquatic training kita dapat melatih
kekuatan dan biomotor lain yang tentunya akan efektif dan efesien jika dimasukkan ke dalam
program latihan atlet.
Kita hanya perlu mencoba berjalan atau berlari di air untuk merasakan betapa jauh
lebih sulitnya daripada berjalan / berlari di darat. Karena air memberikan hambatan di semua
bidang gerak dan semua arah, melakukan gerakan seperti mendorong / menarik, atau dorong
ke bawah sangat efisien karena Anda menggerakkan otot di kedua arah gerakan, di mana di
darat Anda akan memerlukan untuk melakukan beberapa bentuk latihan untuk mendapatkan
manfaat yang sama. Dapat juga menambahkan peralatan untuk berlatih dan tantangannya
menjadi lebih besar.
Otot harus bekerja melawan hambatan air untuk menjadi berkembang dan kencang.
Latihan di air memberikan lebih banyak resistan daripada latihan di darat, karena air lebih
kental dari udara yg berada di darat, membuat setiap gerakan di kolam lebih terasa berat
dalam pergerakan otot-otot. Juga, otot biasanya bekerja berpasangan; yaitu bisep & trisep
atau paha depan & paha belakang. Maka ketika latihan di air akan melatih otot agonis dan
antagonis secara bersamaan.
Di dalam air, tubuh akan terasa ringan dan meminimalisir terjadinya tumpuan berat
beban pada anggota gerak bawah. Aqua training juga dianggap sebagai salah satu latihan
lintas-pelatihan yang paling efektif karena secara signifikan mengurangi dampak pada sendi
Anda karena sifat apung air. Berat tubuh akan berkurang di dalam air karena berkurangnya
gaya gravitasi. Dan hal tersebut tergantung pada ketinggian air.
 ketinggian air hingga stinggi leher menanggung sekitar 10% dari berat tubuhnya.
 ketinggian air hingga stinggi dada memiliki sekitar 25-35% dari berat tubuhnya.
 ketinggian air hingga stinggi pinggang menanggung sekitar 50% dari berat tubuhnya.
Berdasarkan sebuah penelitian yang membandingkan pengeluaran (kalori yang
terbakar) untuk latihan tubuh bagian atas dan bawah dilakukan di dalam air dan di darat
(Cassedy 1992), bahwa menggabungkan gerakan tubuh bagian atas dan bawah dalam sebuah
gerakan latihan di kolam akan menghabiskan antara 400-500 kalori dalam satu jam. Ini
sebanding dengan berlari atau berjalan dengan kecepatan 10-11 menit per mil.

B. Manfaat Aquatic Training


Ada beberapa manfaat seperti meningkatkan kebugaran fisik atlet dan mempercepat
pemulihan pasca-pertandingan atau pasca-pelatihan yang diperoleh selama aquatic training.
air juga bermanfaat bagi atlet yang sedang dalam masa rehabilitasi cedera dan juga bagi atlet
lain yang mengalami gangguan akibat proses latihan dan kompetisi.
Manfaat Aquatic Training :
a. peningkatan stabilitas dan keseimbangan core;
b. berkurangnya nyeri otot;
c. mobilitas sendi yang lebih baik di pinggul, tulang belakang, dan bahu;
d. meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot;
e. dan peningkatan massa tubuh tanpa lemak,
Para pelatih dapat menambahkan program Aquatic Training dua hingga tiga sesi
dalam seminggu bagi atlet. Dan perlu juga untuk melihat kebutuhan apa saja yang ingin
dicapai jika menambahkan program Aquatic Training ke dalam sesi latihan, agar dapat terjadi
peningkatan dalam program yang diberikan untuk atlet.
Pada saat yang sama, daya apung air memberikan dukungan ekstra untuk otot dan
persendian. Berlari di darat bisa menggelegar pada persendian karena kekuatan penuh dari
setiap langkah beresonansi melalui tubuh. Berlari di air, di sisi lain, mengurangi dampak dari
setiap serangan kaki, meminimalkan keausan pada otot dan sendi. Ini membantu mencegah
cedera - dan memungkinkan mereka yang sudah terluka untuk terus berolahraga dan
membangun kekuatan saat mereka sembuh.
Latihan di dalam kolam dapat juga sebagai program latihan yang diberikan kepada
atlet selama latihan intensif. Sebagai contoh dasar yaitu berlari dalam kolam dengan
ketinggian air kira kira setinggi perut-dada. Dengan adanya perbedaan ketika berlari didarat
dan di air, maka peserta akan mengerahkan tenaga yang penuh untuk mendorong pinggul
kedepan agar postur dapat bertahan dengan baik ketika berlari. Latihan ini juga dapat sebagai
program untuk mencegah cedera, mendorong pemulihan dari latihan sebelumnya, dan
memberika latihan tambahan untuk kardiovaskular.
C. Macam-macam metode Aquatic Training
Metode yang paling umum digunakan adalah deep water running, shallow water
running, cross-country skiing, aquatic treadmill running, dan latihan upper and lower body
dengan peralatn beban, latihan a-plyometrik, dan jenis latihan lainnya di dalam air.
a. Deep water running (DWR)
Deep water running (DWR) adalah salah satu bentuk latihan dengan berjalan hingga
berlari di air dan dengan tanpa adanya kontak antara kaki dengan dasar lantai kolam, dengan
kata lain dilakukan dengan mengapung menggunakan bantuan bantalan apung yang dipakai
dipinggang. Disarankan ketinggian kolam lebih dari 2 meter agar tubuh dapat mengapung
dengan baik dan menyisakan kepala tetap berada di udara.
Ada dua mode Deep water running (DWR), antara lain :
a. Clasic running
Mode ini dilakukan dengan gerakan berjalan atau berlari seperti biasa yg kita lakukan
didarat tetapi kali ini kita lakukan dengan mengapung di dalam air dan tidak ada kontak
antara kaki dengan lantai. Mode ini dapat mengevaluasi badan kita bagaimana gerakan berlari
yang benar dan dapat diterapkan ketika berlari didarat.

b. Cross-country skiing style (CC)


Mode ini dilakukan seperti berjalan biasa dalam apungan air. Yang membedakan ialah
gerakan kaki mengusahakan untuk melangkah kedepan sejauh mungkin dan mengayunkan
kaki kebelakang sejauh mungkin pula.

2. Shallow water running (SWR)


Aqua Water Running merupakan sebuah bentuk mode latihan dengan simulasi
berjalan atau berlari di kolam dengan ketinggian air hingga pinggang ataupun dada. Jika deep
water running posisi badan mengapung dan kaki tidak bersentuhan dengan lantai kolam,
maka pada shallow water running kaki harus menapak (menyentuh) lantai kolam.
Mode ini mempunyai manfaat, yaitu pada saat atlet menanggung massa tubuhnya.
Tentunya massa tubuh seseorang akan lebih ringan jika berada di air karena tekanan gravitasi
yang relative rendah disbanding di darat.

3. Aquatic
Plyometric
Training
Plyometric Training (PT) adalah teknik dan metode yang digunakan oleh banyak atlet
untuk meningkatkan teknik lompat dan kekuatan otot tungkai, terutama ketinggian lompatan
vertikal. Jika biasanya atlet melakukan latihan plyometric didarat, kali ini plyometric dapat
dilatihkan dengan media air untuk mengurangi kekuatan reaksi tanah dan untuk mengurangi
risiko cedera lower body tetapi tanpa mengurangi efek pelatihan plyometrik.
Latihan plyometrik dapat dibagi dalam beberapa kelompok: a) jumps; b) hops; c)
bounds and d) shock drills yang dapat dibagi dalam lompatan kotak dan lompatan mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan plyometrik berbasis air dapat efektif dalam
meningkatkan kekuatan, torsi dan kecepatan pada wanita yang aktif secara fisik dengan nyeri
otot yang dilaporkan lebih sedikit.
Dengan demikian diusulkan bahwa APT dapat memberikan manfaat yang sama
seperti plyometrics berbasis darat dengan risiko nyeri otot yang lebih. Disimpulkan bahwa
APT menghasilkan efek pelatihan yang sama seperti yang diperoleh dengan pelatihan
plyometrik darat tetapi dengan manfaat kemungkinan pengurangan stres atau nyeri pada kaki
akibat kontak dengan tanah. Singkatnya, pelatihan plyometrik berbasis air dapat memberikan
stimulus yang baik untuk peningkatan kinerja, yang sedikit berbeda dari program plyometrik
berbasis darat. Di dalam air, para atlet menghadapi perlawanan yang lebih besar selama
gerakan konsentris karena viskositas air dan beban eksentrik yang lebih kecil karena daya
apung air.
Ini bisa menjadi waktu istirahat yang baik dari latihan-latihan monoton di darat; ini
memberikan lebih sedikit tekanan pada sistem muskuloskeletal dan mungkin menjadi
pengantar yang baik untuk program pelatihan plyometric yang berat dan serius.
4. Aquatic Resistance Training
Air memberikan resistance di banyak bidang pergerakan sehingga atlet dapat
membebani hampir semua fase gerakan.Bahkan tanpa menggunakan peralatan air khusus
seperti ankle cuffs, kickboards, water dumbbells, paddles, dan lain-lain, kerapatan air
menambah lebih banyak resistensi dengan manfaat meningkatnya kecepatan gerakan.
Daya apung adalah salah satu sifat fisik dari air yang dapat digunakan sebagai bantuan
saat melakukan gerakan ke atas; resistensi saat melakukan gerakan ke bawah; dan sebagai
pendukung saat flotasi. Menggunakan gaya seret meningkatkan intensitas latihan resistensi.
Ini dipengaruhi oleh luas permukaan, kecepatan dan bentuk objek. Studi yang dipublikasikan
terutama melaporkan peningkatan kekuatan otot setelah head-out water exercises program.
Peningkatan yang signifikan ini mungkin disebabkan oleh tingkat kebugaran subjek yang
rendah karena tidak ada penelitian yang menyelidiki efek dari program resistensi pada atlet
elit.
Para atlet ini terutama menggunakan lingkungan akuatik sebagai tempat pelatihan

alternatif untuk merehabilitasi cedera khusus dan mengembalikan pola pergerakan


fungsional.

c. Aquatic Flexibility and Balance Training


Melakukan latihan peregangan dalam air jarang digunakan untuk meningkatkan
fleksibilitas pada atlet. Hanya satu studi yang meneliti efek dari program pelatihan akuatik
pada fleksibilitas yang menunjukkan bahwa mungkin ada peningkatan fleksibilitas tetapi
tergantung pada suhu air.
Masih tidak ada perbedaan antara efek program pelatihan berbasis air dan darat untuk
meningkatkan fleksibilitas.Studi lain mengamati efek dari program latihan air yang berbeda
pada fleksibilitas dengan peningkatan yang signifikan dan tidak signifikan pada individu
yang tidak terlatih seperti wanita perguruan tinggi atau orang tua. Sifat thermoneutral dan air
hangat dapat menginduksi peningkatan fleksibilitas sendi dan juga mengurangi kelenturan
otot yang dapat meningkatkan rentang gerak dan karenanya dapat digunakan sebagai salah
satu metode untuk meningkatkan fleksibilitas.
Studi-studi tersebut menyimpulkan bahwa pelatihan keseimbangan air dan darat
mungkin efisien karena tidak ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya.
DAFTAR PUSTAKA

Cityofenumclaw. Benefit of Aquatic Exercise. Diakses pada 9 mei 2020, dari


https://www.cityofenumclaw.net/DocumentCenter/View/397/What-is-Aquatic-Fitness-PDF?
bidId=
Kaenz. Aquatic training: An alternative or a complement to the land-based training.
Diakses pada 9 mei 2020. Dari https://www.kaenz.com/aquatic-training/