Anda di halaman 1dari 29

“AUDIT ATAS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN”

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur

Mata Kuliah Pemeriksaan Akuntansi II

Dosen Pengampu: Enung Nurhayati, S.E., M.Si., Ak., CA.

Disusun Oleh :

Kelompok 9

1. Adinda Putri Permata(20170610095)


2. Aprida Nur Apriyanti(20170610137)
3. Ela Amelia (20170610138)
4. Windy Alvara Chantika (20170610143)

Kelas : Akuntansi 3C

PRODI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KUNINGAN

Jl. Tjut Nyak Dhien No. 36A Cijoho Kuningan


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas


berkat dan rahmat-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan
judul “Audit atas penggajian dan kepegawaian”. Makalah ini diajukan untuk
memenuhi tugas terstruktur mata kuliah “Pemeriksaan Akuntansi II”.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah


membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Para
penulis sadar makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu, kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya
makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi pembuat makalah dan


pembaca untuk pembangunan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi
kita semua.

Kuningan, 30Mei 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................ii

BAB I.......................................................................................................................1

PENDAHULUAN...................................................................................................1

1.1 Latar Belakang..........................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................1

BAB II......................................................................................................................2

LANDASAN TEORI...............................................................................................2

2.1 Audit Siklus Penggajian dan Personalia....................................................2

2.2 Tujuan Audit terhadap Siklus Gaji dan Personalia...................................6

2.3 Fungsi Bisnis Dalam Siklus Penggajian dan Personalia Serta Dokumen
dan Catatan Terkait..............................................................................................6

2.4 Metodologi Untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian


Substantif Atas Transaksi.....................................................................................9

2.5 Metodologi Untuk Merancang Pengujian Atas Rincian Saldo...............19

BAB III..................................................................................................................25

PENUTUP..............................................................................................................25

3.1 Kesimpulan..............................................................................................25

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................26

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Siklus penggajian dan personalia (payroll and personnel cycle) melibatkan
pekerjaan dan pembayaran kepada semua karyawan. Tenaga kerja adalah
pertimbangan yang penting dalam penilaian persediaan perusahaan manufaktur,
perusahaan konstruksi, dan industry lainnya. Penilaian dan pengalokasian tenaga
kerja yang tidak tepat dapat menimbulkan salah saji laba bersih yang material.
Penggajian juga merupakan bidang dimana sumber daya perusahaan dapat terbuang
akibat ketidak efisienan atau pencurian melalui kecurangan.
Seperti dalam siklus penjualan dan penagihan, audit atas siklus penggajian dan
personalia juga mencakup pemahaman tentang pengendalian internal, penilaian
risiko pengendalian,  pengujianpengendalian dan pengujian substantive atas
transaksi, prosedur analisis, serta pengujian atas rincian saldo.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana audit siklus penggajian?
2. Apa tujuan audit siklus penggajian?
3. Apa saja fungsi bisnis dalam siklus penggajian?
4. Bagaimana metodologi untuk merancang pengujian substantive atas transaksi?
5. Bagaimana metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mampu untuk memahami audit siklus penggajian.


2. Mampu untuk memahami tujuan audit siklus penggajian.
3. Mampu untuk memahami fungsi bisnis dalam siklus penggajian.
4. Mampu untuk memahami metodologi untuk merancang pengujian substantive
atas transaksi.
5. Mampu untuk memahami metodologi untuk meracang pengujian atas rincian
saldo.

1
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Audit Siklus Penggajian dan Personalia


Siklus penggajian dan personalia (payroll and personnel cycle) melibatkan
pekerjaan dan pembayaran kepada semua karyawan. Tenaga kerja adalah
pertimbangan yang penting dalam penilaian persediaan perusahaan manufaktur,
perusahaan konstruksi, dan industry lainnya. Penilaian dan pengalokasian tenaga
kerja yang tidak tepat dapat menimbulkan salah saji laba bersih yang material.
Penggajian juga merupakan bidang dimana sumber daya perusahaan dapat terbuang
akibat ketidak efisienan atau pencurian melalui kecurangan.

Seperti dalam siklus penjualan dan penagihan, audit atas siklus penggajian dan
personalia juga mencakup pemahaman tentang pengendalian internal, penilaian
risiko pengendalian,  pengujianpengendalian dan pengujian substantive atas
transaksi, prosedur analisis, serta pengujian atas rincian saldo. Dalam audit yang
umum, perbedaan utama antara siklus penggajian dan personalia serta siklus
lainnya meliputi :

 Hanya ada satu siklus transaksi untuk penggajian. Sebagian besar siklus
lainnya memasukkan setidaknya dua kelas transaksi. Sebagai contoh siklus
penjualan dan penagihan memasukkan baik transaksi penjualan maupun
penerimaan kas, dan sering kali melibatkan retur penjualan serta penghapusan
piutangtak tertagih. Penggajian hanya memiliki satu kelas karena penerimaan
jasa dari karyawan dan pembayaran jasa tersebut melalui penggajian biasanya
terjadi dalam periode waktu yang singkat.
 Transaksi pada umumnya jauh lebih signifikan ketimbang akun neraca terkait.
Akun akun yang terkait dalam penggajian seperti misalnya penggajian
akrualdan potongan pajak biasanya bernilai kecil dibandingkan dengan total
transaksi selama tahun bersangkutan.

2
 Pengendalian internal terhadap penggajian sudah efektif bagi hamper semua
perusahaa, bahkan perusahaan kecil sekalipun. Penalty yang tinggi yang
dikenakan pemerintah Negara bagian federal telah mendorong efektifnya
pengendalian atas pemotongan dan pembayaran pajak penggajian. Selain itu,
masalah moral karyawan juga dapat mengemuka jika karyawan tidak diberi
gaji atau diberi gaji yang kecil.

Siklus ini penting, karena :

1. Gaji, upah dan pajak penghasilan pegawai, dan beban pegawai lainnya
merupakan komponen utama pada kebanyakan perusahaaan.
2. Beban tenaga kerja (labor) merupakan pertimbangan penting dalam penilaian
persediaan dalam perusahaan manufaktur dan konstruksi, yang bahwa klasifikasi
dan alokasi beban upah yang tidak pantas dapat menyebabkan salah saji laba
bersih secara material.
3. Penggajian merupakan bidang yang menyebabkan pemborosan sejumlah sumber
daya perusahaan karena in-efisiensi atau pencurian melalui fraud.

Program Audit
1. Pengujian pengendalian
a. Pengujian pengendalian biaya gaji dan upah
 Minta register gaji dan upah, pilih sampel karyawan dan periksa
kebenarannya.
 Himpun arsip personalia, periksa kelengkapan arsip karyawan dan
lakukan perbandingan informasi pengurangan gaji/ upah dengan catatan
personalia.
b. Pengujian pengendalian pendistribusian cek dan gaji
 Pilih dan minta sampel gaji yang sudah di cancelled
 Bandingkan tanda-tangan cek penerima dengan tanda tangan dalam
catatan.
 Mengamati pendistribusian cek secara langsung
2. Pengujian Substantif
a. Program audit awal

3
 Buat top schedue
 Minta rincian biaya gaji, upah dan rekening terkait
 Lakukan tes matematis
 Cocokkan
b. Prosedur analitis
 Bandingkan saldo gaji, upah dan rekening terkait dengan saldo tahun
sebelumnya
 Bandingkan saldo dan anggaran
 Hitung rasio
c. Detail transaksi
 Telusuri nama dan tarif gaji dan upah untuk dasar pencatatannya
 Telusuri waktu yang tampak pada kartu hadir dan pulang serta laporan
yang ditandatangani mandor
 Tentukan dasar pengurangan dan penggajian dan bandingkan dengan
catatan pengurangan yang telah diotorisasi
 Bandingkan total gaji dan upah dan rekening terkait dari data yang
dibuat
 Adakan observasi pengadaan mesin absensi dan kartu absensi yang
tidak digunakan
d. Detail Sado
 Buat ringkasan daftar kompensasi staff atau pimpinan dan telusuri ke
kontrolnya
 Periksa daftar gaji untuk satu atau beberapa bulan dan tes perhitungan
PPh apakah sesuai Undang-undang
 Bandingkan total biaya gaji, upah dan rekening terkait dalam laporan
Laba Rugi dan SPT
 Bandingkan data yang ada dalam daftar gaji dan upah dengan catatan
personal.
 Lakukan observasi pada saat pembayaran gaji dan upah.
e. Penyajian dan Pengungkapan

4
Periksa penyajian dan pengungkapan dalam neraca dan Laporan laba Rugi
apakah sudah tepat.

Akun dan Transaksi dalam Siklus Penggajian dan Personalia


Tujuan keseluruhan dari audit siklus penggajian dan personalia adalah untuk
mengevaluasi apakah saldo akun yang terpengaruh oleh siklus tersebut telah
dinyatakan secara wajar sesuai denganprinsip prinsip akuntansi yang diterima
umum.
Akun terkait siklus penggajian dan personalia antara lain akun kas penggajian,
semua akun beban gaji, semua akun pemotongan pajak gaji dan semua akun gaji
akrual. Untuk akun gaji dan upah akrual hanya akan digunakan pada akhir periode
akuntansi.

Tenaga Kerja
Saldo Awal,
Pembayaran langsung
Upah yg
diperoleh,
gaji,dsb
Kas di Bank
Saldo akhir
Pembayaran
gaji

Pembayaran
pajak gaji
Pemotongan pajak penghasilan dan
pengurangan lainnya

Saldo Awal,
Pembayaran Upah yg
diperoleh,
gaji,dsb

Saldo akhir

Beban pajak gaji akrual

Saldo Awal, Beban gaji


pajak
Pembayaran Upah yg
diperoleh,
gaji,dsb 5

Saldo akhir
Gambar 1.1 siklus penggajihan dan personalia

2.2 Tujuan Audit terhadap Siklus Gaji dan Personalia


1. Asersi Keberadaan / Keterjadian
Apakah saldo biaya gaji dan upah dan ekening yang terkait benar-benar eksis
pada tanggal neraca
Apakah seluruh transaksi gaji dan upah benar-benar terjadi dan tidak ada
transaksi fiktif
2. Asersi Kelengkapan
Apakah seluruh transaksi dan saldo yang semestinya tercantum dalam Laporan
Keuangan sudah dicatat atau disajikan
Apakah ada transaksi pembayaran gaji yang beum dicatat
3. Asersi Hak dan Kewajiban
Apakah perusahaan mempunyai kewajiban legal atas biaya gaji dan upah dan
rekening terkait pada tanggal neraca.
4. Asersi penilaian dan pengalokasian
Apakah saldo biaya gaji, upah dan rekening terkait telah disajiakn pada jumlah
yang tepat.
5. Asersi Pelaporan dan pengungkapan
Apakah transaksi dan saldo yang tercatat telah tepat diklasifikasikan, dijelaskan
dan diungkapkan dalam neraca.

2.3 Fungsi Bisnis Dalam Siklus Penggajian dan Personalia Serta Dokumen dan
Catatan Terkait
Siklus penggajian dan kepegawaian dimulai dengan merekrut pegawai dan
berakhir dengan pembayaran kepada pegawai atas jasa yang diberikan dan kepada
pemerintah dan lembaga lainnya untuk pajak penghasilan dan kenikmatan pegawai
yang terutang.

1. Fungsi Bisnis Personalia dan Kesempatan Kerja

6
Departemen sumber daya manusia menyediakan sumber yang independen
untuk mewawancarai dan merekrut personil yang memenuhi kualifikasi.
Departemen tersebut juga merupakan sumber catatan yang independen nagi
verifikasi internal atas informasi upah. Termasuk penambahan dan penghapusan
gaji serta perubahan upah dan pengurangan.
 Catatan personalia
Meliputi data seperti tanggal mulai bekerja, investigasi personil,
tingkatpembayaran, pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, evaluasi
kinerja, dan tanggal berhenti bekerja.
 Formulir otorisasi pengurangan
Formulir ini digunakan untuk mengotorisasi pengurangan gaji, termasuk
jumlah pembebasan untuk pemotongan pajak penghasilan dan program
tabungan lainnya, obligasi tabungan, serta iuran serikat pekerja.
 Formulir otorisasi tingkat pembayaran
Digunakan untuk mengotorisasi tingkat pembayaran. Sumbernya adalah
kontrak tenaga kerja, otorisasi oleh manajemen, atau otorisasi dari dewan
direksi.

2. Fungsi Bisnis Pencatatan Waktu dan Persiapan Penggajian


Pencatatan waktu dan persiapan penggajian mempengaruhi secara langsung
beban penggajian setiap periode. Untuk mencegah salah saji dalam empat
aktivitas berikut, diperlukan penggajian yang memadai :
 Penyiapan kartu waktu oleh karyawan
  Pengikhtisaran dan penghitungan pembayaran kotor, pengurangan, dan
pembayaran bersih
 Penyiapan cek gaji
 Penyiapan catatan gaji
 Kartu waktu
Dokumen yang mengindikasikan waktu per jam karyawan mulai dan berhenti
bekerja setiap hari serta jumlah jam kerja karyawan.
 Tiket waktu pekerjaan

7
Formulir yang menunjukkan pekerjaan mana yang dikerjakan karyawan
selama periode waktu tertentu.
 File transaksi penggajian
File ini mencantumkan semua transaksi penggajian yang diproses oleh sistem
akuntansi selama suatu periode.

 Jurnal atau daftar penggajian


Laporan ini dibuat dari file transaksi penggajian dan umumnya
mencantumkan nama karyawan, tanggal, jumlah penggajian kotor dan bersih,
jumlah pemotongan, serta klasifikasi akun atau klasifikasi setiap transaksi.
 File induk penggajian
File komputer yang digunakan untuk mencatat transaksi penggajian bagi
setiap karyawan dan mempertahankan total upah karyawan yang dibayar
selaa tahun tersebut hingga tanggal saat ini.

3. Fungsi Bisnis Pembayaran Gaji


 Cek gaji
Cek gaji ditulis dan kemudian diserahkan kepada karyawan sebagai
pertukaran atas jasa yang dilaksanakannya. Jumlah dalam cek tersebut
merupakan pembayaran kotor dikurangi pajak dan pemotongan lainnya.
 Rekonsiliasi rekening bank penggajian
Rekonsiliasi bank independen merupakan hal yang penting bagi semua akun
kas termasuk penggajian, untuk menemukan kesalahan dan kecurangan.
Akun penggajian imprest adalah akun penggajian terpisah di mana saldo
bernilai kecil dipertahankan. Akun imprest membatasi exposure klien
terhadap kecurangan penggajian, serta menyederhanakan rekonsiliasi
rekening bank penggajian.

4. Fungsi Bisnis Penyiapan SPT Pajak Penggajian dan Pembayaran Pajak


 Formulir W2

8
Formulir yang dikirim ke setiap karyawan yang mengikhtisarkan
penghasilan karyawan selama tahun kalender, termasuk pembayaran kotor,
pemotongan pajak penghasilan, dan pemotongan jaminan sosial.
 SPT pajak penghasilan
Formulir yang diserahkan ke unit pemerintah lokal, negara bagian, dan
federal untuk menunjukkan pembayaran pajak yang dipotong dan pajak
perusahaan.

2.4 Metodologi Untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian


Substantif Atas Transaksi
Pengendalian internal untuk penggajian biasanya sangat terstruktur dan
terkendali dengan baik untuk mengelola pengeluaran kas, meminimalkan keluhan
dan ketidakpuasan para karyawan, serta meminimalkan kecurangan penggajian.
Cek gaji dan semua jurnal yang terkait serta catatan penggajian biasanya diproses
oleh komputer. Karena perihal pembayaran gaji relatif umum dari perusahaan ke
perusahaan, maka harus tersedia sistem komputer yang berkualitas tinggi. Karena
memroses penggajian serupa pada sebagian besar organisasi, dan program harus
dimodifikasi setiap tahun terhadap perubahan skedul pemotongan pajak, umumnya
perusahaan menggunakan jasa penggajian dari luar untuk memroses penggajian.
Biasanya tidaklah sulit bagi perusahaan untuk menetapkan pengendalian yang baik
dalam siklus penggajian dan personalia, besarnya transaksi relatif homogen dan
berjumlah kecil. Sebagai akibatnya auditor jarang menemukan pengecualian ketika
menguji transaksi penggajian. Kadang-kadang, terjadi deviasi pengujian
pengendalian, tetapi sebagian besar salah saji moneter dikoreksi oleh pengendalian
verifikasi internal atau ketika merespons keluhan karyawan. Meskipun ada salah
saji, salah saji tersebut jarang bersifat material.

Prosedur pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi


merupakan alat yang sangat penting untuk memverifikasi saldo akun dalam siklus
penggajian dan personalia. Pengujian-pengujian tersebut ditekankan karena tidak
adanya bukti pihak ketiga yang independen, seperti konfirmasi, untuk
memverifikasi upah akrual, pajak penghasilan yang dipotong, pajak penggajian

9
akrual, dan akun neraca lainnya. Walaupun pengujian pengendalian dan pengujian
substantif atas transaksi merupakan alat yang sangat penting dalam menguji
penggajian, pengujian dalam bidang ini biasanya tidak bersifat ekstensif.

Banyak audit menghadapi risiko salah saji yang material yang rendah atau
minimal walaupun penggajian sering kali menjadi bagian yang signifikan dari total
beban, disebabkan karena tiga alasan berikut:

1. Karyawan kemungkinan besar akan mengajukan keluhan kepada manajemen


jika mereka dibayar terlalu rendah.
2. Semua transaksi penggajian secara tipikal seragam dan tidak rumit.
3. Transaksi penggajian merupakan subjek audit pemerintah negara bagian dan
federal menyangkut pemotongan pajak penghasilan, Jaminan Sosial, dan pajak
pengangguran.

Pengendalian kunci bagi siklus penggajian dan personalia untuk menilai risiko
pengendalian:
1. Pemisahan tugas yang memadai
Pemisahan tugas merupakan hal yang penting dalam siklus penggajian
dan personalia, terutama untuk mencegah pembayaran berlebih dan
pembayaran kepada karyawan yang tidak ada atau fiktif. Fungsi penggajian
harus tetap independen dari departemen sumber daya manusia, yang
mengendalikan aktivitas penggajian kunci, seperti menghapus ayau
menambahkan karyawan. Pemrosesan penggajian harus terpisah dari
penyimpanan cek gaji yang telah ditandatangani.
2. Otorisasi yang tepat
Hanya departemen sumber daya manusia yang boleh mengotorisasi
untuk menambah dan menghapus karyawan dari daftar penggajian atau
mengubah tingkat upah serta potongan. Jumlah jam kerja setiap karyawan,
terutama lembur, harus diotorisasi oleh bagian personalia. Persetujuan dapat
dibubuhkan pada semua kartu waktu atau dilakukan atas dasar pengecualian
hanya untuk jam lembur saja.
3. Dokumen dan Catatan yang memadai

10
Dokumen dan catatan yang memadai tergantung pada sifat sistem
penggajian. Kartu waktu dan catatan diperlukan untuk karyawan per jam atau
paruh-waktu. Untuk karyawan yang dibayar berdasarkan tingkat potongan atau
sistem intensif lainnya, diperlukan catatan yang berbeda. Bagi banyak
perusahaan, catatan waktu harus memadai untuk mengakumulasi biaya
penggajian menurut pekerjaan atau penugasan.
4. Pengendalian Fisik Terhadap Aktiva dan Catatan
Akses ke cek gaji yang belum ditandatangani harus dibatasi. Cek harus
ditandatangani oleh karyawan yang bertanggung jawab, dan penggajian harus
didistribusikan oleh seseorang yang independen dari fungsi penggajian dan
pencatatan waktu. Setiap cek yang tidak diklaim atau dicairkan harus
dikembalikan untuk disetor ulang. Jika cek ditandatangani oleh mesin tanda
tangan, akses ke mesin tersebut harus dibatasi.
5. Pengecekan yang Independen atas Kinerja
Perhitungan penggajian harus diverifikasi secara independen, termasuk
perbandingan total batch dengan laporan ikhtisar.  Anggota manajemen atau
karyawan lain yang bertanggung jawab harus meriview output penggajian untuk
melihat setiap salah saji atau jumlah yang tidak biasa.
6. Penyiapan Formulir Pajak Penggajian
Sebagai bagian dari pemahaman atas pengendalian internal, auditor harus
meriview pengisian dari setidaknya salah satu jenis formulir pajak penggajian
yang merupakan tanggung jawab klien. Potensi kewajiban berupa pajak yang
belum dibayar, denda, dan bunga akan muncul jika klien lalai menyiapkan
formulir pajak secara benar.
7. Pengujian atas Karyawan yang Tidak Ada
Mengeluarkan cek gaji kepada individu yang tidak bekerja lagi untuk
perusahaan (karyawan yang tidak ada) sering kali diakibatkan oleh masih
dibayarnya cek karyawan padahal dia sudah berhenti bekerja. Contoh orang
yang melakukan jenis penggelapan ini adalah mandor atau rekan karyawan.
Untuk mendeteksi penggelapan, auditor dapat membandingkan nama pada cek
yang dibatalkan dengan kartu waktu dan catatan lainnya untuk mengetahui
tanda tangan yang diotorisasi. Untuk menguji karyawan yang tidak ada, auditor

11
dapat menelusuri transaksi yang dicatat dalam jurnal penggajian ke departemen
sumber daya manusia untuk menentukan apakah karyawan telah benar-benar
bekerja selama periode penggajian.

8. Pengujian atas Kecurangan Waktu


Kecurangan waktu terjadi apabila seorang karyawan melaporkan waktu
yang lebih banyak dari yang sebenarnya dikerjakan. Karena kurangnya bukti
yang tersedia, biasanya sulit bagi auditor untuk mengungkapkan kecurangan
waktu. Salah satu prosedurnya adalah merekonsiliasi total jam yang dibayar
menurut catatan penggajian  dengan catatan jam kerja yang independen. Akan
tetapi biasanya jauh lebih mudah bagi klien untuk mencegah jenis penipuan ini
dengan pengendalian yang memadai ketimbang bagi auditor untuk
mendeteksinya.

Tujuan dari banyak pengendalian internal dan sifat pengujian pengendalian serta
pengujian substantif atas transaksi bagi sebagian besar pengujian terpampang dari
deskripsinya pada tabel berikut:

Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Transaksi, Pengendalian Kunci,


Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi untuk
Penggajian

Tujuan Audit Pengendalian Pengujian Pengujian


yang Berkaitan Internal Kunci Pengendalian Substantif atas
dengan Umum Transaksi Umum
Transaksi

Pembayaran  Kartu waktu  Memeriksa kartu  Meriview jurnal


penggajian yang disetujui oleh untuk indikasi penggajian, buku
tercatat adalah personalia. persetujuan. besar umum, dan
untuk pekerjaan  Jam waktu  Memeriksa  catatan gaji yang
yang digunakan untuk kartu waktu diperoleh
dilaksanakan mencatat waktu.  Mereview menyangkut
oleh karyawan  Mempertahankan kebijakan jumlah yang besar

12
yang benar-benar file personil yang personalia. atau tidak biasa.
ada (keterjadian). memadai.  Memeriksa file  Membandingkan
 Perekrutan tenaga personalia. cek yang
kerja diotorisasi.  Mereview bagan dibatalkan dengan
 Ada pemisahan organisasi, jurnal penggajian
tugas di antara membahasnya menyangkut
personalia, dengan nama, jumlah, dan
pencatat waktu, karyawan, dan tanggal.
dan pengeluaran mengamati tugas  Memeriksa cek
gaji. yang sedang yang dibatalkan
 Hanya karyawan dilaksanakan. dengan catatan
yang ada dalam  Memeriksa personalia.
file data printout transaksi  Merekonsiliasi
Transaksi komputer yang yang ditolak oleh pengeluaran
penggajian yang diterima ketika komputer karena dalam jumlah
adal telah dicatat mereka memiliki nomor penggajian dengan
(kelengkapan) dimasukkan. karyawan yang pengeluaran pada
 Cek diotorisasi tidak ada. rekening bank
sebelum  Memeriksa penggajian.
dikeluarkan. catatan  Membuktikan
 Cek gaji telah penggajian rekonsiliasi bank.
dipranomori dan menyangkut
diperhitungkan. indikasi
 Akun bank telah persetujuan.
direkonsiliasi  Memperhitungka
secara n urutan cek gaji.
independen.  Membahas
dengan
karyawan dan
mengamati
rekonsiliasi.

13
Transaksi  Perhitungan dan  Memeriksa  Menghitung ulang
penggajian yang jumlah telah indikasi jam yang
dicatat adalah diverifikasi verifikasi digunakan dari
untuk jumlah secara internal. internal. kartu waktu.
waktu yang  Total batch  Memeriksa file  Membandingkan
benar-benar dibandingkan total batch untuk tingkat upah
dikerjakan dan dengan laporan melihat tanda dengan kontrak
pada tingkat upah ikhtisar tangan klerk serikat pekerja,
yang sesuai; komputer. pengendali data; persetujuan oleh
pemotongan  Tingkat upah, membandingkan dewan direksi,
pajak telah gaji, atau tingkat totalnya dengan atau sumber
dihitung dengan komisi diotorisasi laporan ikhtisar. lainnya.
benar secara layak.  Memeriksa  Menghitung ulang
(keakuratan).  Pemotongan, catatan pembayaran kotor.
termasuk jumlah penggajian  Mengecek
untuk asuransi menyangkut pemotongan
dan tabungan indikasi dengan mengacu
penggajian, telah otorisasi. pada tabel pajak
diotorisasi secara  Memeriksa dan formulir
layak. otorisasi dalam otorisasi dalam
file personalia. file personalia.
 Menghitung ulang
pembayaran
bersih.
 Membandingkan
cek yang
dibatalkan dengan
jurnal penggajian
menyangkut
jumlahnya.
Transaksi  Isi file induk  Memeriksa  Menguji
penggajian telah penggajian telah indikasi verifikasi keakuratan

14
dimasukkan diverifikasi internal. klerikal dengan
dengan benar secara internal.  Memeriksa menfooting jurnal
dalam file induk  Total file induk laporan total penggajian dan
penggajian dan penggajian telah ikhtisar awal menelusuri
diikhtisarkan di bandingkan yang posting ke buku
dengan benar dengan total buku menunjukkan besar umum serta
(posting dan besar umum. bahwa file induk
pengikhtisaran). perbandingan penggajian.
telah dilakukan.

Transaksi  Bagan akun yang  Mereview  Membandingkan


penggajian telah memadai telah bagian akun. klasifikasi dengan
diklasifikasikan digunakan.  Memeriksa bagian akun atau
dengan benar  Klasifikasi akun indikasi prosedur manual.
(klasifikasi). telah diverifikasi verifikasi  Mereview kartu
secara internal. internal. waktu karyawan
departemen dan
tiket pekerjaan
untuk penugasan
pekerjaan serta
menelusuri ke
distribusi tenaga
kerja.

Transaksi  Prosedur  Memeriksa   Membandingkan


penggajian telah memerlukan prosedur tanggal cek yang
dicatat pada pencatatan manual dan tercatat dalam
tanggal yang transaksi sesegera mengamati jurnal penggajian
benar (penetapan mungkin setelah kapan dengan tanggal
waktu). penggajian pencatatan pada cek yang
dibayarkan. dilakukan. dibatalkan dan
 Tanggal telah  Memeriksa kartu waktu.
diverifikasi secara indikasi  Membandingkan

15
internal. verifikasi tanggal pada cek
internal. dengan tanggal
cek tersebut
dicairkan bank.

Memahami Pengendalian Internal-Siklus Penggajian dan Personalia

Harus mengenali hal-hal berikut:

 Pengendalian internal bervariasi dari perusahaan ke perusahaan, karena itu


auditor harus mengidentifikas pengendalian, defisiensi yang signifikan, dan
kelemahan yang material untuk setiap organisasi.
 Pengendalian yang akan digunakan oleh auditor untuk mengurangi penilaian
risiko pengendalian harus diuji dengan pengujian pengendalian.
 Jika auditor melaporkan tentang keefektifan pengendalian internal terhadap
pelaporan keuangan
 Pengujian substantif atas transaksi bervariasi tergantung pada risiko
pengendalian yang dinilai dan petimbangan audit lainnya
 Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi akan
digabungkan jika memungkinkan dan dilaksanakan dengan cara senyaman
mungkin, dengan menggunakan program audit format kerja.

1. Pengendalian Kunci

Pengendalian kunci untuk siklus penggajian dan personalia dalah sebagai


berikut:

 Pemisahan tugas yang memadai. 


Pemisahan tugas diterapkan terutama untuk mencegah pembayaran berlebih
dan  pembayaran kepada karyawan yang tidak ada atau fiktif. Fungsi
penggajian harus independen dari bagian SDM yang mengendalikan
aktifitas penggajian kunci (seperti  penambahan karyawan atau menghapus

16
karyawan), dan terpisah dari penyimpanan cek gaji yang telah
ditandatangani.
 Otorisasi yang tepat. 
Hanya bagian SDM yang boleh mengotorisasi untuk menambah atau
menghapus karyawan dari daftar penggajian atau mengubah tingkat upah
serta potongan. Penyelia karyawan berwenang untuk menentukan jumlah
jam kerja, terutama lembur harus diotorisasi oleh penyelia
kamar.Persetujuan dapat dibubuhkan dalam timecard atau dikecualikan
untuk jam lembur saja.
 Dokumen dan catatan yang memadai. 
Dokumen dan catatan yang memadai tergantung pada sifat dan sistem
penggajian. Kartu waktu atau catatan cocok digunakan untuk karyawan
paruh waktu atau yang dibayar per jam, namun tidak untuk karyawan tetap.
Untuk karyawan yang dibayar menurut tingkat potongan atau sistem intensif
lainnya, diperlukan catatan bentuk lainnya. Karena tujuan kelengkapan tidak
terlalu diperhatikan, dokumen yang telah dipranomori tidak terlalu
diperlukan untuk sistem penggajian.
 Pengendalian fisik terhadap aktiva dan catatan. 
Akses ke cek gaji yang belum ditandatangani harus dibatasi. Cek harus
ditandatangani oleh karyawan yang bertanggungjawab, dan penggajian
harus didistribusikan oleh seseorang yang independen dari fungsi
penggajian dan pencatatan waktu. Setiap cek yang tidak dicairkan harus
langsung disetor kembali. Jika cek ditandatangani oleh mesin, maka akses
ke mesin tersebut harus dibatasi.
 Pengecekan yang independen terhadap kinerja.
Verifikasi terhadap penghitungan penggajian harus independen. Seorang
dari manajer atau karyawan lain harus mereview output penggajian untuk
melihat salah saji atau  jumlah yang tidak biasa. Jika tenaga kerja
manufaktur mempengaruhi persediaan, atau  jika akumulasi biaya dihitung
berdasarkan pekerjaan, maka dibutuhkan pengendalian memadai untuk
menghitung memferifikasi pembebanan yang tepat.

17
2. Formulir dan Pembayar Pajak Penggajian
Dalam hal pajak, perlu diperhatikan pajak penggajian dan pemotongan
pajak lainnya. Jumlahnya seringkali material maupun karena kewajiban
potensial akibat lalai menyerahkan formulir pajak (SPT) tepat waktu akan
menyebabkan kewajiban yang berat.

 Penyiapan formulir pajak penggajian.


Sebagai pemahaman atas pengendalian internal, auditor harus mereview
setidaknya satu jenis formulir pajak penggajian. Jika klien lalai menyiapkan
laporan dengan benar, akan muncul kewajiban berupa pajak yang belum
dibayar, denda, atau bunga. Formulir  pajak yang dimaksud adalah pajak
penghasilan (PPh). Jika auditor yakin bahwa SPT disiapkan secara tidak
benar, auditor butuh rekonsiliasi terinci atas informasi yang ada di SPT dan
butuh catatan penggajian. Indikasi penyajian tidak benar tersebut
mencakup  pembayaran bunga dan denda masa lalu akibat pembayaran yang
tidak tepat, personil yang menyiapkan dokumen tersebut adalah orang baru,
tidak ada verifikasi internal, dan masalah arus kas yang dikadapi klien.
 Pembayaran potongan pajak penggajian dan pemotongan lainnya
secara tepat waktu.
Auditor harus menguji apakah bagian penggajian telah menyetorkan
potongan pajak atas karyawan, walaupun biasanya dilakukan dari
pengeluaran kas umum. Pengujian tersebut termasuk potongan pajak, iuran
pensiun, JHT, JKK, Potongan asuransi, dan tabungan penggajian. Pertama
tama, auditor harus tau aturan pajak nya berdasarkan undang undang dan
aturan turunannya, termasuk kontran kerja karyawan. Setelah itu, auditor
dapat dengan mudah untuk menentukan apakah klien telah
melakukan  pepembayaran dengan jumlah benar dan tepat waktu dengan
membandingkannya dengan catatan penggajian.

3. Persediaan dan Pertimbangan Kecurangan Penggajian

18
Auditor seringkali memperluas prosedur audit penggajian jika
penggajian mempengaruhi secara signifikan penilaian persediaan, atau jika
auditor menduga kemungkinan adanya transaksi yang curang secara material,
seperti karyawan fiktif atau  penipuan jam kerja.

 Hubungan Antara Penggajian dan Penilaian Persediaan


Jika tenaga kerja merupakan bagian yang material dari penilaian persediaan,
auditor harus menekankan pada pengujian pengendalian internal terhadap
klasifikasi transaksi penggajian yang tepat. Jika karyawab harus
memperhitungkan semua waktunya maka pengujian yang bermanfaat adalah
menelusuri cataan jam bebeapa karyawan ke catatan biaya pekerjaan dan
menelusuri dari catatan biaya pekerjaan ke kartu waktu.
 Pengujian atas Karyawan yang Tidak Ada
Mengeluarkan cek gaji kepada individu yang tidak bekerja lagi untuk
perusaahan (karyawan yang tidak ada) sering kali diakibatkan oleh masih
dibayarnya cek karyawan padahal dia sudah berhenti bekerja . Biasanya
orang yang melakukan jenis penggelapan ini adalah klerk penggajian ,
mandor , rekan karyawan atau mungkin mantan karyawan itu sendiri .
Untuk menguji karyawan yang tidak ada , auditor dapat menelusuri
transaksi yang dicatat dalam jurnal penggajian ke departemen sumber daya
manusia untuk menentukan apakah karyawan telah benar-benar bekerja
selama periode penggajian.
 Pengujian atas Kecurangan Waktu
Kecurangan waktu terjadi apabila seorang karyawan melaporkan waktu
yang lebih banyak dari yang sebenarnya dikerjakan . Karena kurangnya
bukti yang tersedia , biasanya sulit bagi auditor untuk mengungkapkan
kecurangan waktu . Salah satu prosedurnya adalah merekonsiliasi total jam
yang dibayar menurut catatan penggajian dengan catatan jam kerja yang
independen , seperti sering kali diselenggarakan oleh pengendalian produksi
. Akan tetapi biasanya jauh lebih mudah bagi klien untuk mencegah jenis
penipuan ini dengan pengendalian yang memadai ketimbang bagi auditor
untuk mendeteksinya.

19
2.5 Metodologi Untuk Merancang Pengujian Atas Rincian Saldo
Selama kedua tahap audit yang pertama , auditor menilai resiko pengendalian dan
melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian substantif atas transaksi .
Setelah menyelesaikan pengujian tersebut dan menilai kemungkinan salah saji akun
laporan keuangan dalam siklus penggajian dan personalia , auditor akan mengikuti
metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo . 

 Mengidentifikasi Risiko Bisnis Klien yang Mempengaruhi Penggajian


(Tahap 1)

Risiko bsinis klien yang signifikan yang mempengaruhi penggajian tidak


mungkin terjadi pada sebagian besar perusahaan . Akan tetapi , risiko bisnis
klien itu mungkin saja terjadi pada kesepakatan kompensasi yang kompleks ,
yang mencakup bonus dan rencana opsi saham serta kesepakatan kompensasi
yang ditangguhkan lainnya . Seabagai contoh , banyak perusahaan teknologi dan
lainnya menyediakan opsi saham yang ekstensif sebagai bagian dari paket
kompensasinya untuk karyawan kunci yang secara signifikan mempengaruhi
beban kompensasi dan ekuitas pemegang saham . 
 Menetapkan Materialitas Kinerja dan Menilai Risiko Inheren
(Tahap 1)
Kebanyakan perusahaan memiliki sejumlah besar transaksi yang melibatkan
penggajian , sering kali dengan total nilai yang besar . Akan tetapi , akun-akun
neraca biasanya tidak berjumlah signifikan , kecuali tenaga kerja yang
dibebankan ke persediaan. Selain potensi kecurangan , risiko inheren umumnya
juga rendah bagi semua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo . Jika sebagian
besar transaksi melibatkan kas , ada risiko inheren berupa kecurangan
penggajian . Karena itu , auditor sering kali mempertimbangkan pentingnya
tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi keterjadian.Selain potensial
kecurangan, risiko inheren umumnya juga rendah bagi semua tujuan audit yang
berkaitan dengan saldo. Jika sebagian besar transasksi melibatkan kas, ada risiko
inheren berupa kecurangan penggajian. Auditor dapat mengidentifkasi masalah
yang berhubungan dengan penggajian yang kompleks, seperti rencana

20
kompensasi berdasarkan saham, yang dapat meningkatkan risiko inheren yang
berhubungan dengan akuntansi dan pengungkapan kesepakatan tersebut.
Menilai Risiko Pengendalian dan Melaksanakan Pengujian yang Terkait
(Tahap I dan II)
Menggunakan penilaian risiko pengendalian dan pengujian pengendalian serta
pengujian substantif atas transaksi yang berhubungan.

Melaksanakan Prosedur Analitis (Tahap III)

Prosedur Analitis Salah Saji yang


Mungkin
Membandingkan saldo akun beban penggajian dengan Salah saji akun
tahun-tahun sebelumnya(disesuaikan dengan kenaikan beban penggajian
tingkat upah dan kenaikan volume)
Membandingkan tenaga kerja langsung sebagai Salah saji tenaga
persentase dari pennjualan dengan tahun-tahun kerja langsung dan
sebelumnya. persediaan
Membandingkan beban komisi sebagai persentase dari Salah saji beban
penjualan dengan tahun-tahun sebelumnya. komisi dan
kewajiban komisi
Membandingkan beban pajak penggajian sebagai Salah saji beban
persentase dari gaji dan upah dengan tahun-tahun pajak
sebelumnya (disesuaikan dengan perubahan tarif penggajian  dan
pajak). kewajiban pajak
penggajian
Membandingkan akun pajak penggajian akrual dengan Salah saji pajak
tahun-tahun sebelumnya. penggajian akrual
dan beban pajak
penggajian

 Merancang dan Melaksanakan Pengujian atas Rincian Saldo untuk Akun


Kewajiban dan Beban (Tahap III)

21
            Verifikasi akun kewajiban yang berkaitan dengan penggajian yaitu beban
penggajian akrual (accrued payroll expense), biasanya bersifat langsung jika
pengendalian internal telah beroperasi secara efektif. Dua tujua audit yang
berkaitan dengan saldo yang utama dalam menguji kewajiban penggajian adalah:

1. Akrual dalam neraca saldo telah dinyatakan pada jumlah yang benar
(keakuratan)
2. Transaksi dalam siklus penggajian dan personalia telah dicatat pada periode
yang benar (pisah batas).

Akun kewajiban yang utama dalam siklus penggajian dan personalia:

1. Jumlah Potongan dari Gaji Karyawan


Pajak penggajian yang dipotong tetapi belum diayar kepada
pemerintah dapat diuji dengan membandingkan saldonya dengan jurnal
penggajian, formulir pajak penggajian yang dibuat pada periode
selanjutnya, dan pengeluaran kas periode selanjutnya. Pos-pos yang
dipotong lainnya seperti tabungan pension, iuran sertifikat pekerja,
obligasi tabungan, dan asuransi dapat diverifikasi dengan cara yang sama.

2. Gaji dan Upah Akrual


Gaji dan upah akrual terjadi setiap kali karyawan belum menerima upah
yang telah menjadi haknya selama beberapa hari atau jam terakhir hingga
periode selanjutnya. Pisah batas dan keakuratan yang benar untuk gaji
serta upah akrual tergantung pada kebijakan perusahaan. Beberapa
perusahaan menghitung jam kerja yang benar-benar dihasilkan selama
periode berjalan dan dibayarkan pada periode selanjutnya. Setelah auditor
menentukan kebijakan perusahaan untuk mengakrualkan upah dan
mengetahui bahwa hal tersebut konsisten dengan tahun sebelumnya,
prosedur audit yang tepat untuk menguji pisah batas dan keakuratan adalah
menghitung ulang akrual klien. Salah saji yang paling mungkin dari setiap
signifikansi saldo adalah kelalaian untuk memasukkan jumlah hari yang
tepat yang telah dihasilkan tetapi belum dibayar.

3. Komisi akrual

22
Dalam memverifikasi komisi akrual, hal pertama yang perlu dilakukan
adalah menentukan sifat perjanjian komisi dan kemudian menguji
perhitungannya berdasarkan perjanjian tersebut. Auditor harus
membandingkan metode untuk mengakrualkan komisi dengan tahun-tahun
sebelumnya demi tujuan  konsistensi.

Menurut Flamholtz (1997); HRA means accounting for people as an


organizational resources (ASDM berarti akuntansi untuk manusia sebagai
suatu sumber dari organisasi). Demikian pula Cashin dan Polimeni
(Tunggal, 1994: 3), mendefinisikan ASDM sebagai The recording,
management, and reporting of personnel cost.

             Merancang dan Melaksanakan Pengujian atas Rincian Saldo untuk Akun
Kewajiban dan Beban (Tahap III) (Lanjutan)

a) Bonus Akrual. Pada banyak perusahaan, bonus akhir tahun yang belum
dibayar kepada para pejabat dan karyawan merupakan pos yang sangat besar
sehingga kelalaian untuk mencatatnya dapat menimbulkan salah saji
material.
b) Pembayaran Cuti Liburan, Cuti Sakit, atau Tunjangan Akrual
Lainnya. Akrual dari kewajiban-kewajiban yang relatif konsisten dengan
tahun sebelumnya merupakan pertimbangan yang paling penting saat
mengevaluasi kewajaran jumlahnya. Kebijakan perusahaan harus sesuai
dengan standar akuntansi mengenai absen yang diberi kompensasi.
c) Pajak Penghasilan Akrual. Pajak penggajian seperti FICA dan pajak
pengangguran negara bagian serta federal, bisa diverifikasi dengan cara
memeriksa formulir pajak yang disiapkan pada periode selanjutnya untuk
menentukan jumlah yang sudah harus dicatat sebagai kewajiban pada
tanggal neraca.
d) Pengujian atas Rincian Saldo untuk Akun Beban. Beberapa akun pada
laporan laba rugi dipengaruhi oleh transaksi penggajian. Pada pos ini yang
paling penting yaitu gaji dan bonus pejabat, gaji kantor, gaji komisis
penjualan, serta tenaga kerja manufaktur langsung. Biaya dapat
dikelompokan lebih lanjut menurut divisi, produk, atau cabang. Tunjangan

23
atau manfaat seperti asuransi kesehatan dapat dimasukkan ke dalam
kelompok beban.
e) Kompensasi Pejabat. Auditor harus memferivikasi apakah total
kompensasi pejabat merupakan jumlah yang diotorisasi oleh dewan direksi,
karena gaji dan bonusnya harus dimasukkan dalam form 10-K SEC dan SPT
pajak penghasilan federal.
f) Komisi. Beban komisi total dapat diverifikasi dengan mengalikan tingkat
komisi pada setiap jenis penjualan dengan jumlah penjualan dalam kategori
tersebut. Jika informasi yang diinginkan tidak tersedia, mungkin diperlukan
pengujian pembayaran komisi tahunan atau bulanan untuk tenaga penjualan
tertentu dan menelusuri total pembayaran komisi.
g) Beban Pajak Penggajian. Beban pajak penggajian untuk tahun berjalan
dapat diuji dengan merekonsiliasi total penggajian disetiap formulir pajak
penggajian dengan total penggajian untuk seluruh tahun. Lalu Total pajak
penggajian dapat dihitung ulang dengan mengalikan tingkat yang sesuai
dengan penggajian kena pajak.
h) Total Penggajian. Pengujian yang sangat berhubungan dengan pengujian
pajak penggajian yaitu rekonsiliasi total beban penggajian dalam buku besar
umum dengan SPT pajak penggajian dan formulir W2. Tujuan dari
pengujian ini adalah untuk menentukan apakah transaksi penggajian
dibebankan kedalam akun non penggajian atau sama sekali tidak dicatat
dijurnal penggajian.
i) Tenaga Kerja Kontrak. Untuk mengurangi biaya penggajian, banyak
organisasi yang melakukan kontrak dengan organisasi luar untuk
menyediakan staf. Individu yang menyediakan jasa dipekerjakan oleh
organisasi luar.
j) Tujuan Penyajian dan Pengungkapan. Pengungkapan yang diperlukan
untuk transaksi siklus penggajian dan personalia tidaklah mendalam. Akan
tetapi, beberapa transaksi yang kompleks, seperti opsi saham dan rencana
kompensasi pejabat eksekutif lainnya mungkin memerlukan pengungkapan
catatan kaki. Auditor dapat menggabungkan prosedur audit yang

24
berhubungan dengan keempat tujuan penyajian dan pengungkapan dengan
pengujian atas rincian saldo akun kewajiban dan beban.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bab ini menggambarkan audit tentang siklus penggajian dan personalia. Dalam
siklus penggajian dan personalia serta jenis pengujian audit yang digunakan untuk
mengaudit akun tersebut. Audit siklus peggajian ini penting, karena :

1. Gaji, upah dan pajak penghasilan pegawai, dan beban pegawai lainnya
merupakan komponen utama pada kebanyakan perusahaaan.
2. Beban tenaga kerja (labor) merupakan pertimbangan penting dalam penilaian
persediaan dalam perusahaan manufaktur dan konstruksi, yang bahwa
klasifikasi dan alokasi beban upah yang tidak pantas dapat menyebabkan salah
saji laba bersih secara material.
3. Penggajian merupakan bidang yang menyebabkan pemborosan sejumlah
sumber daya perusahaan karena in-efisiensi atau pencurian melalui fraud.

Prosedur pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan


alat yang sangat penting untuk memverifikasi saldo akun dalam siklus penggajian
dan personalia. Pengujian-pengujian tersebut ditekankan karena tidak adanya bukti
pihak ketiga yang independen, seperti konfirmasi, untuk memverifikasi upah
akrual, pajak penghasilan yang dipotong, pajak penggajian akrual, dan akun neraca
lainnya. Walaupun pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi
merupakan alat yang sangat penting dalam menguji penggajian, pengujian dalam
bidang ini biasanya tidak bersifat ekstensif.

25
DAFTAR PUSTAKA

Arens, A.Alvin, Elder, J.Randal, Beasley S.Mark. 2008, Auditing and Assurance
Service an Integrated Approach. Edisi 12 Jilid 2. Erlangga. Jakarta.

https://www.academia.edu/23375590/Audit_Siklus_Penggajian_dan_Personalia
_Alvin_A._Arens_dkk_

https://soohendra.blogspot.com/2011/02/audit-atas-siklus-penggajian-dan.html?
m1

https://www.google.com/amp/s/mikoedoankz.wordpress.com/2013/03/21/audit-
gaji-dan-personalia/amp/

26