Anda di halaman 1dari 5

Nama : iliyin wahina

Npm :018.01.3543

Dosen pengampuh : Ns. Endah sulistyani M. Kep. Sp,.Kep. An

TUGAS

1. kapan dilakukan pemeriksaan apgar score?

2. bagaimana caranya?

3. bagaimana pemeriksaan kepala pada bayi baru lahir?

4. bagaimana pemeriksaan perut pada anak?

5. bagaimana pemeriksaan paru pada anak?

Jawaban :

1. Tes Apgar score atau penilaian Apgar merupakan salah satu pemeriksaan fisik bayi yang dilakukan
pada menit pertama dan kelima setelah bayi lahir.

2.Appearance (warna kulit)


Menilai kulit bayi . Nilai 2 jika warna kulit seluruh tubuh bayi kemerahan , nilai 1 jika kulit
bayi pucat pada bagian ekstremitas , dan nilai 0 jika kulit bayi pucat pada seluruh badan (Biru
atau putih semua).
Pulse (denyut jantung)
Untuk mengetahui denyut jantung bayi , dapat dilakukan dengan meraba bagian atas dada
bayi di bagian apeks dengan dua jari atau dengan meletakkan stetoskop pada dada bayi .
Denyut jantung dihitung dalam satu menit , caranya dihitung 15 detik , lalu hasilnya
dikalikan 4 , sehingga didapat hasil total dalam 60 detik . Jantung yang sehat akan berdenyut
di atas 100 kali per menit dan diberi nilai 2 . Nilai 1 diberikan pada bayi yang frekuensi
denyut jantungnya di bawah 100 kali per menit . Sementara bila denyut jantung tak terdeteksi
sama sekali maka nilainya 0.
Grimace (respon reflek)
Ketika selang suction dimasukkan ke dalam lubang hidung bayi untuk membersihkan jalan
nafasnya , akan terlihat bagaimana reaksi bayi . Jika ia menarik , batuk , ataupun bersin saat
di stimulasi , itu pertanda responnya terhadap rangsangan bagus dan mendapat nilai 2 . Tapi
jika bayi hanya meringis ketika di stimulasi , itu berarti hanya mendapat nilai 1. Dan jika bayi
tidak ada respon terhadap stimulasi maka diberi nilai 0.
Actifity ( tonus otot)
Hal ini di nilai dari gerakan bayi. Bila bayi mengerakan kedua kakinya secara aktif dan
spontan artinya tonus ototnya bagus dan di beri nilai 2. Tapi jika bayi di rngsang
ekstermitasnya di tekuk nilainya hanya 1. Bayi yang lahir dalam keadaaan lunglai terkulai di
beri nilai 0.
Respiration ( pernafasan )
Kemampuan bayi bernafas di nilai dengan mendengarkan tangis bayi. Jika ia menangis
dengan kuat begitu lahir, itu tandanya paru-paru bayi telah mantang dan mampu beradap tasi
dengan baik.berarti nilai 2. Sedangkan bayi yang hanya merintih- rintih, nilainya 1. Nilai 0 di
berikan pada bayi yang terlair tanpa tangis. (diam ).
Dan kriteria keberhasilannya adadalah sebagai berikut :

Hasil skor 7-10 pada menit pertama menunjukan bahwa bayi berada dalam kondisi baik atau di
nyatakan bayi normal.
Hasil skort 4-6 dinyatakan bayi asfiksia ringan sedang, memerlukan bersihan jalan nafas dengan
resusitasi,dan pemberian oksigen tambahan sampai bayi dapat bernafas normal.
Hasil skort 0-3 dinyatakan bayi asfiksia berat, memerlukan resusitasi segara secara aktif dan
pemberian oksigen secara terkendali

3. Melakukan pemeriksaan kepala

- Raba sepanjang garis sutura dan fontanel, apakah ukuran dan tampilannya normal

- Fontanel anterior harus diraba, fontanel yang besar dapat terjadi akibat prematuritas atau
hidrosefalus, sedangkan yang terlalu kecil terjadi pada mikrosefali

- Periksa adanya tauma kelahiran misalnya; caput suksedaneum, cephal hematoma, perdarahan
subaponeurotik/fraktur tulang tengkorak

- Perhatikan adanya kelainan kongenital seperti: anensefali, mikrosefali

4. Inspeksi

Perhatikan dengan cara pengamatan tanpa menyentuh :


1. Bentuk : cekung/cembung

2. Pernafasan : pernafasan abdominal normal pada bayi dan anak kecil

3. Umbilikus : hernia/tidak

4. Gambaran vena : spider navy

5. Gambaran peristaltik

Auskultasi

Perhatikan suara peristaltik, normal akan terdengar tiap 10 – 30 detik.

Perkusi

Normal akan terdengar suara timpani dilakukan untuk menentukan udara dalam usus, atau adanya
cairan bebas/ascites.

Palpasi

Palpasi dilakukan dengan cara : anak disuruh bernafas dalam, kaki

dibengkokkan di sendi lutut, palpasi dilakukan dari kiri bawah ke

atas, kemudian dari kanan atas ke bawah. Apabila ditemukan bagian

yang nyeri, dipalpasi paling akhir Perhatikan : adanya nyeri tekan , dan tentukan lokasinya. Nilai

perabaan terhadap hati, limpa, dan ginjal.

5. Inspeksi

Pada anak < 2 tahun : lingkar dada  lingkar kepala

Pada anak > 2 tahun : lingkar dada  lingkar kepala

Perhatikan

a. Bentuk thorax : funnel chest, pigeon chest, barell chest, dll

b. Pengembangan dada kanan dan kiri : simetri/tidak, ada retraksi.tidak

c. Pernafasan : cheyne stokes, kusmaul, biot

d. Ictus cordis
Palpasi

Perhatikan :

1. Pengembangan dada : simetri/tidak

2. Fremitus raba : dada kanan sama dengan kiri/tidak

3. Sela iga : retraksi/tidak

4. Perabaan iktus cordis

Perkusi

Dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan satu jari/tanpa bantalan jari lain, atau secara
tidak langsung dengan menggunakan 2 jari/bantalan jari lain. Jangan mengetok terlalu keras karena
dinding thorax anak lebih tipis dan ototnya lebih kecil.

Tentukan :

1. Batas paru-jantung

2. Batas paru-hati : iga VI depan

3. Batas diafragma : iga VIII – X belakang.

Bedakan antara suara sonor dan redup.

Auskultasi

Tentukan suara dasar dan suara tambahan : Suara dasar : vesikuler, bronkhial, amforik, cog-wheel
breath sound, metamorphosing breath sound.

Suara tambahan : ronki, krepitasi, friksi pleura, wheezing

Suara jantung normal, bising, gallop


Refrensi :

Behrman.1999. NELSON : Ilmu Kesehatan Anak.EGC.Jakarta.

Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak.1998. Penerbit FK UI

Bobak. Keperawatan Maternitas. Penerbit Buku Kedukteran EGC. Jakarta. 2005. hal 384-403

Johnson, Ruth. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2005. hal. 263-273

Henderson, Christine. Buku Ajar Konsep Kebidanan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2006. hal
385-390

Saifuddin, Abdul Bari.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.

SOP apgar score. Puskesmas karang mulya