Anda di halaman 1dari 8

Dzikri Khasnudin

ketik katakunci

Beranda › Kuliah

Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Peran Pekerjaan Sosial Koreksional

Senin, 01 Oktober 2018 1 Komentar

Pengertian Pekerjaan Sosial Koreksional

Pengertian Pekerjaan Sosial yang paling dasar dan sering digunakan dikemukakan

oleh Charles Zastrow (1982) “Pekerjaan Sosial merupakan kegiatan profesional untuk

membantu individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat guna meningkatkan

atau memperbaiki kemampuan mereka dalam berfungsi Sosial serta menciptakan kondisi

masyarakat yang memungkinkan mereka mencapai tujuan.”

Definisi tersebut menunjukkan bahwa Pekerjaan Sosial merupakan profesi pertolongan yang ditujukan
kepada individu, kelompok dan masyarakat agar mereka memiliki kemampuan dalam berfungsi Sosial
serta menciptakan kondisi yang memungkinkan mereka mencapai tujuan yang diinginkan.

pekerjaan sosial koreksional

Menurut Allan Pincus dan Anne Minahan (1973:5) “Pekerja sosial lebih memperhatikan permasalahan
interaksi antara orang dengan lingkungan sosialnya, sehingga mereka mampu melaksanakan tugas-tugas
kehidupan, mengurangi keteganggan, mewujudkan aspirasi dan nilai-nilai mereka”.

Sedangkan Rex A. Skidmore (1991:224) dalam buku Introduction to social work yang menyebutkan:
“Correctional of helping person who have violated the law be rehabilitated” . Definisi tersebut
menjelaskan bahwa pekerja sosial koreksional adalah proses pertolongan secara keseluruhan terhadap
orang-orang yang telah melanggar hukum untuk direhabilitasi.
Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa proses pertolongan dalam pekerjaan sosial koreksional
memfokuskan pekerjaannya pada orang dan tingkah laku serta lingkungan sosialnya, serta
mempengaruhi tingkah laku dari anggota masyarakatnya.

Pekerja sosial koreksional adalah pelayanan profesional pada setting koreksional

(Lapas, Rutan, Bapas Narkoba) dan setting lain dalam sistem peradilan kriminal. Dapat

disimpulkan bahwa Koreksional adalah proses pertolongan secara keseluruhan terhadap

orang-orang yang telah melanggar hukum untuk pekerjaan sosial memainkan peranan

penting dalam proses ini. Tujuannya untuk mengelola hukuman dengan cara pelanggar

hukum dapat memperbaiki tingkah lakunya.

Dengan demikian permasalahan sosial tersebut merupakan tugas bagi pekerja sosial

koreksional untuk dapat melakukan perubahan sikap dan tingkah lakunya hingga dapat

menjalankan keberfungsiannya.

Pengertian Pekerjaan Sosial di setting Koreksional menurut Dorang Luhpuri dan

Satriawan, (2010) merupakan sub sistem pada sistem peradilan pidana. Pekerjaan Sosial

Koreksional adalah pelayanan profesional pada seting Koreksional yang meliputi

Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, bapas narkoba dan setting lain dalam sistem

peradilan yang bertujuan untuk membantu pemecahan masalah klien serta dapat
meningkatkan keberfungsian Sosialnya.

Pekerjaan Sosial Koreksional merupakan bagian profesi Pekerjaan Sosial yang

bersinergi antara penegakan hukum, pengadilan dan lembaga pemasyarakatan.

Narapidana yang mempunyai permasalahan didalam atau diluar Lembaga

Pemasyarakatan merupakan tanggung jawab dari Pekerjaan Sosial Koreksional.

Tujuan Pekerjaan Sosial Koreksional

Tujuan pekerjaan Sosial dibidang Koreksional adalah membantu Narapidana untuk meningkatkan
kemampuannya dalam mengatasi masalah yang dialami oleh Narapidana selama menjalani proses
hukuman. Adapun tujuan Pekerjaan Sosial bidang Koreksional yang lebih spesifik mengarah pada
tindakan yaitu:

Membantu Narapidana agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan Lembaga Pemasyarakatan.

Membantu klien memahami diri mereka sendiri (Narapidana), relasi dengan orang lain, dan apakah
harapan mereka sebagai anggota masyarakat dalam kehidupan mereka.

Membantu Narapidana melakukan perubahan sikap dan tingkah laku agar sesuai dengan nilai dan
norma masyarakat.

Membantu Narapidana melakukan penyesuaian diri yang baik dalam masyarakat.

Membantu Narapidana memperbaiki relasi sosial dengan orang lain (keluarga, isteri/suami, tetangga,
dan lingkungan sosial).

Fungsi Pekerjaan Sosial Koreksional

Berikut fungsi Pekerjaan Sosial Koreksional menurut Dorang Luhpuri dan Satriawan, (2010) dalam modul
diklat Pekerjaan Sosial Koreksional antara lain:

Membantu Narapidana memperkuat motivasinya.

Memberikan kesempatan kepada Narapidana untuk menyalurkan perasaan-perasaannya.

Membantu pelanggar hukum untuk membuat keputusan-keputusan.


Membantu Napidana merumuskan situasi yang dialaminya.

Memberikan bantuan dalam hal merubah/memodifikasi lingkungan keluarga dan lingkungan dekat.

Membantu pelanggar hukum mengorganisasi kembali pola-pola perilakunya

Peran Pekerjaan Sosial Koreksional

Peranan Pekerja Sosial yang utama adalah membantu narapidana, tidak membalas

dendam atau menghukum, Pekerja Sosial mendayagunakan pengetahuan dan

keterampilan dalam kegiatan koreksi rehabilitasi individu.

Membantu klien agar dapat kembali dan menjadi bahagian masyarakat serta membimbing mereka agar
percaya dengan dengan diri mereka sendiri dan rekan-rekannya.

Pekerja Sosial koreksional bekerja sebagai bagian dari team, termasuk diantaranya

petugas probasi dan parol, psikolog, psikiatris, konselor vokasional pendidik dan pihak

BACA JUGA:

Pembagian Ruangan (Zoning) Dalam Rumah

Kegunaan Evaluasi Pendidikan Menurut Thorndike dan Hagen

Jenis-jenis Tes Objektif Dalam Evaluasi Pembelajaran

lain dalam memberi pelayanan dan membantu Narapidana mengubah perulakunya.

Peran Pekerja Sosial dalam membantu narapidana mengubah pola tingkah laku agar

konstruktif (menyesuaikan) dengan orang lain dan lingkungan sosialnya. Adapun peranan

Pekerjaan Sosial Koreksional menurut Dorang Luhpuri dan Satriawan, (2010) dalam
modul diklat Pekerjaan Sosial Koreksional adalah antara lain:

Bekerja dengan individu untuk membantu mereka berubah melalui pemahaman yang baik mengenai
diri, kekuatan dan sumber-sumber dalam diri sendiri.

Modifikasi lingkungan menjadi iklim Sosial yang sehat, dimana ia akan tinggal.

Maksud dari pernyataan tersebut adalah pekerjaan sosial bidang koreksional bekerjasama dengan
keluarga narapidana dan sumber-sumber eksternal yang berkaitan dengan narapidana khususnya
narapidana.

Pekerja Sosial dapat berperan mulai pada saat narapidana tertangkap sampai masa terminasi, kemudian
pekerja sosial melakukan intervensi. Intervensi yang dapat dilakukan oleh pekerja sosial adalah
intervensi secara tidak langsung kepada narapidana dan masyarakat sedangkan intervensi secara
langsung kepada pimpinan lembaga koreksional khususnya pembina narapidana dan lingkungan
terdekatnya.

Didalam bekerja dengan individu dan lingkungan, pekerja sosial selalu menjaga

kedekatan dengan unit keluarga peran pekerja sosial pada sistem pemasyarakatan antara

lain sebagai berikut :

Konselor. Membantu narapidana menyadari kesalahan yang diperbuat, menghilangkan perasaan-


perasnaan yang menekan kehidupan narapidana serta memberikan keyakinan dan bimbingan bagi
penyesuaian diri narapidana dan memberikan alternatif pemecahan masalah bagi klien.

Motivator. Memberikan dukungan dan menumbuhkan semangat narapidana dalam rangka


memecahkan masalah dan hambatan yang dihadapi dalam mengikuti kegiatan pembinaan yang
diselenggarakan.

Ekspert. Memberikan informasi dan masukan-masukan yang dibutuhkan oleh narapidana serta langkah-
langkah yang harus ditempuh dalam memecahkan masalah.

Therapist. Pekerja sosial mampu memberikan langkah-langkah terapi bagi perubahan kepribadian dan
perilaku narapidana selama berada dilingkungan lembaga pemasyarakatan.
Broker. Pekerja sosial koreksional berusaha mengkaitkan permasalahan yang dihadapi narapidana
dengan sistem sumber yang dibutuhkan. Dalam hal ini bertugas menghubungkan klien dengan lembaga
atau pihak lain yang diperlukan klien, guna mengatasi masalah serta mencapai keberfungsian sosial.

Guru. Peran utama berkaitan dengan upaya memperkuat kemampuan klien untuk melakukan
perubahan dalam situasi masalah.

Advokat. Peranan advokasi bagi klien yang masih bermasalah dengan hukum dan peradilan
(Pembelaan).

Mediator. Menjadi perantara (mediasi) dengan berbagai unit didalam Lembaga Pemasyarakatan.

Daftar Pustaka

Allan Pincus, Anne Minahan. 1973. Social Work Practice: Model and Methods. F.E. Peacock: Michigan
University

Dorang Luhpuri, Satriawan. 2010. Modul Diklat Pekerjaan Sosial Koreksional. Departemen Sosial RI-
BBPPKS: Bandung.

Rex A. Skidmore. 1991. Introduction to Social Work. Prentice Hall International Paperback: United
Kingdom.

Zastrow, Charles. 1982. Indtroduction to Social Welfare Institutions: Social Problems, Services and
Current Issues, Chicago: The Dersey Press.

BAGIKAN ARTIKEL INI

ARTIKEL TERKAIT

8 Hal Pemeriksaan Kehamilan Yang Perlu Diperhatikan

8 Hal Pemeriksaan Kehamilan Yang Perlu Diperhatikan

Konsep Dasar Pelayanan Anak dan Lansia

Konsep Dasar Pelayanan Anak dan Lansia

Cara Memilih Bahan Makanan Sesuai Menu 4 Sehat 5 Sempurna

Cara Memilih Bahan Makanan Sesuai Menu 4 Sehat 5 Sempurna

Analisis Hubungan Wanita dan Iklan


Analisis Hubungan Wanita dan Iklan

Pembagian Ruangan (Zoning) Dalam Rumah

Pembagian Ruangan (Zoning) Dalam Rumah

Jenis-jenis Tes Objektif Dalam Evaluasi Pembelajaran

Jenis-jenis Tes Objektif Dalam Evaluasi Pembelajaran

Kegunaan Evaluasi Pendidikan Menurut Thorndike dan Hagen

Kegunaan Evaluasi Pendidikan Menurut Thorndike dan Hagen

Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Peran Pekerjaan Sosial Koreksional

Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Peran Pekerjaan Sosial Koreksional

1 KOMENTAR UNTUK "PENGERTIAN, TUJUAN, FUNGSI, DAN PERAN PEKERJAAN SOSIAL KOREKSIONAL"

nafas mesin9 Oktober 2018 22.20

bagus tulisannya vroh

salam

https://nafasmesin.blogspot.com/

Balas

Posting Lebih BaruPosting Lama

ARTIKEL TERBARU

Status dan Peranan Sosial

Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Kebudayaan

Alat Permainan Edukatif (APE): Pengertian, Tujuan dan Manfaat Penggunaannya

Cara Menghapus Virus Shortcut Pada Flashdisk Melalui CMD


Konsep Dasar Dinamika Masyarakat dan Budaya

LABEL

AnakAntropologiBahan AjarBloggingIklanInspirasi
KataIntermezzoKehamilanKeluargaKuliahLansiaOpiniOrangtuaPendidikanSosiologiStratifikasi
SosialTutorial

POSTINGAN POPULER

Review Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Review Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Alat Permainan Edukatif (APE): Pengertian, Tujuan dan Manfaat Penggunaannya

Alat Permainan Edukatif (APE): Pengertian, Tujuan dan Manfaat Penggunaannya

Self Reminder: Kata-kata Inspirasi Kehidupan

Self Reminder: Kata-kata Inspirasi Kehidupan

Jenis-jenis Tes Objektif Dalam Evaluasi Pembelajaran

Jenis-jenis Tes Objektif Dalam Evaluasi Pembelajaran

Home About Me Contact Us Sitemap Privacy Policy Disclaimer

Copyright 2020 Dzikri Khasnudin