Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH DENTAL ASISTEN

DOSEN PENGAMPU : RITA HERLINA, S.Si.T, M.Kes

DISUSUN OLEH :

LENY ANGGRIANI

NIM : 20183121035

POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

DIII KEPERAWATAN GIGI

TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kemudahan sehingga
makalah ini terselesaikan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya penulisan
makalah ini tidak dapat terlaksana dengan baik. Shalawat serta salam semoga
selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan
syafa’atnya di akhirat nanti.

Rasa syukur saya ucapkan kepada Allah SWT atas limpahan nikmat-Nya,
berupa sehat fisik dan akal pikiran, sehingga saya mampu menyelesaikan
pembuatan makalah sebagai tugas mata kuliah Dental Asisten.

Didalam makalah ini tentu banyak kekurangan yang saya sadari dan untuk
itu saya meminta maaf atas kekurangan yang ada dan saya sangat menerima
adanya saran serta kritikan untuk membuat makalah ini menjadi lebih baik.

Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak khususnya
kepada Dosen Mata Kuliah Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulu yang telah memberi
tugas dan membimbing hingga makalah ini terselesaikan. Demikian, semoga
makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Pontianak, 14 April 2020

Leny Anggriani

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................i
DAFTAR ISI...................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................1
A. Latar Belakang.....................................................................................1
B. Rumusan Masalah................................................................................2
C. Tujuan..................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................3
A. Devinisi Profesi....................................................................................3
B. Sejarah Dental Asisten.........................................................................5
C. Devinisi Dental Asisten.......................................................................8
D. Tujuan Dental Asisten..........................................................................8
E. Ruang Lingkup Dental Asisten............................................................9
F. Kompetensi Dasar Dental Asisten......................................................10
G. Tugas dan Peranan Dental Asisten.....................................................12
H. Posisi Kerja Dental Asisten................................................................23
BAB III PENUTUP........................................................................................26
A. Kesimpulan.........................................................................................26
B. Saran...................................................................................................27
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................28

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut Be, (1987), kebersihan gigi dan mulut adalah keadaan
yang menunjukkan bahwa di dalam rongga mulut seseorang bebas dari
kotoran, seperti plak dan calculus (1). Didalam kondisi gigi dan mulut
yang sehat terdapat bagian-bagian yang sehat meliputi gigi, gingiva, lidah,
langit-langit, rongga mulut, dan jaringan penyangga gigi lainnya.
Sebagian besar masyarakat tidak memiliki pengetahuan untuk
memelihara kesehatan gigi dan mulut bahkan sebagian dari mereka tidak
memperdulikan kondisi kesehatan gigi dan mulutnya. Hasil riset kesehatan
dasar (riskesdas) menunjukan kondisi kesehatan gigi masyarakat Indonesia
cenderung tidak baik. Dari hasil survei kesehatan beberapa tahun yang lalu
yang melibatkan 2.132 dokter gigi itu didapat, 57,6% penduduk Indonesia
mengakui mengalami masalah gigi dan mulut dan hanya 10,2% yang
mendapat penanganan medis gigi.
Kesehatan gigi dan mulut menjadi tanggung jawab individu
tersebut dan profesi tenaga kesehatan yang terkait. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi
pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan dan sebagainya) tertentu.
Profesional adalah bersangkutan dengan profesi, memerlukan kepandaian
khusus untuk menjalankannya, dan mengharuskan adanya pembayaran
untuk melakukannya. Profesionalisasi adalah proses membuat suatu badan
organisasi agar menjadi professional. (Depdiknas, 2005: 897) (2).
Profesi yang terkait dengan kesehatan gigi dan mulut meliputi
dokter gigi, dokter gigi spesialis, perawat gigi, dan asisten dokter ataupun
perawat gigi (dental asisten). Dental asisten merupakan tangan kanan dari
operator yang tugasnya membantu, mempermudah, dan mempercepat
kerja dari operator.

1
Menjadi dental asisten haruslah memahami tugas dan kompetensi
dasar serta harus menempuh pendidikan khusus terlebih dulu. Dental
asisten juga harus memiliki kemampuan beromunikasi yang baik pada
operator dan pasien/klien juga kemampuan untuk bekerja tim dengan
operator. Dental Assistant adalah seseorang yang bekerja di klinik gigi di
bawah pengawasan dokter gigi dan bertanggung jawab pada ruang lingkup
yang luas di dalam klinik gigi, administrasi dan fungsi laboratoris.

Dalam melakkukan perawatan di klinik gigi, seorang operator akan


lebih mudah bekerja jika dibantu oleh seorang dental asisten yang akan
meneruskan alat dan bahan yang ia butuhkan dan membantu pekerjaanya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa devinisi profesi?
2. Bagaimana sejarah dental asisten?
3. Apa devinisi dental asisten?
4. Apa tujuan dental asisten?
5. Apa saja yang menjadi ruang lingkup dental asisen?
6. Apa dasar kompetensi dental asisten?
7. Apa aja tugas dan peranan seorang dental asisten?
8. Bagaimana posisi kerja yang baik bagi dental asisten dan operator?

C. Tujuan
1. Mengetahui devinisi profesi.
2. Mengetahui sejarah dental asisten.
3. Mengetahui devinisi dental asisten.
4. Mengetahui ruang lingkup dental asisen.
5. Mengetahui dasar kompetensi dental asisten.
6. Mengetahui dasar kompetensi dental asisten.
7. Mengetahui tugas dan peranan seorang dental asisten.
8. Mengetahui posisi kerja yang baik bagi dental asisten dan operator.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Devinisi Profesi
Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut
keahlian (expertise) dari para anggotanya. Artinya, tidak bisa dilakukan
oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara
khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Misalnya untuk mengoperasi
seseorang yang mempunyai penyakit kanker, dibutuhkan seorang dokter
spesialis bedah yang memiliki kemampuan yang diperoleh dari pendidikan
khusus untuk itu (3).
Pendidikan profesi perlu didukung oleh body of
ilmu(epistemology), dan pemanfaatan ilmu(axiology). Pendidikan profesi
diperoleh melalui pendidikan terarah, terencana, terus menerus dan
berjenjang. Di samping itu pekerjaan profesi diatur melalui kode etik
profesi, sementara itu dalam kode etik profesi ada pula pasal-pasal yang
mengatur kehidupan profesi. Untuk mengatur kehidupan profesi dan hal-
hal yang berhubungan dengan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan
profesi maka setiap profesi memiliki wadah profesi (4).
Ciri profesi :
1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan yang tinggi,
2. Memiliki kode etik,
3. Memiliki tanggung jawab profesi serta integritas yang
tinggi,
4. Memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat,
5. Memiliki kemampuan yang baik dalam perencanaan
program kerja, dan
6. Menjadi anggota organisasi profesinya.

Syarat profesi :

3
1. Memiliki cakupan ranah kawasan pekerjaan atau pelayanan
khas, definitifdan sangat penting dan dibutuhkan masyarakat,
2. Para pengemban tugas pekerjaan atau pelayanan tersebut telah
memiliki wawasan, pemahaman dan penguasaan pengetahuan
serta perangkat teoritis yang relevan secara luas dan mendalam,
3. Memiliki sistem pendidikan yang mantap dan mapan
berdasarkan ketentuan persyaratan standarnya bagi penyiapan
(preservice) maupun pengembangan (inservice, continuing,
development),
4. Memiliki perangkat kode etik profesional yang telah disepakati,
5. Memiliki organisasi profesi yang menghimpun, membina, dan
mengembangkan kemampuan profesionalan selalu dipatuhi
serta dipedomani,
6. Memiliki jurnal dan sarana publikasi profesional lainnya yang
menyajikan berbagai karya penelitian dan kegiatan ilmiah, dan
7. Memperoleh pengakuan dan penghargaan yang selayaknya
baik secara sosial (dari masyarakat) dan secara legal (dari
pemerintah yang bersangkutan atas keberadaan dan
kemanfaatan profesi termaksud) (5).

B. Sejarah Dental Asisten


a. Sejarah Dental Asisten Internasional
Tahun 1885 dikenal pertama kalinya dental assistant. Saat itu,
dokter gigi dari New Orleans, Dr. C Edmund Kells seorang pelopor
dalam profesi kedokteran gigi khususnya dalam penggunaan X-ray dan
pengobatan abses gigi, memasukan istrinya bernama Malvina Cueria
dalam praktiknya  untuk mencampur bahan gigi dan membersihkan
setelah prosedurnya. Malvina Cueria menjadi dental assistant pertama
pada jaman modern tersebut. Tahun 1978 di akuinya dental assistant.
Sejarah keperawatan gigi telah dimulai sejak awal abad 19an di
Amerika. Salah satu peristiwa yang tercatat adalah pada tahun 1885,

4
ketika seorang dokter gigi Dr. C. Edmund Kells dari New Orleans
memutuskan untuk melaksanakan beberapa pengobatan perintis
menggunakan x-ray untuk mengobati abses gigi. Dr. C. Edmund Kells
tidak bisa melakukannya sendirian. Ia membutuhkan bantuan ekstra,
semacam asisten.Dr. C. Edmund Kells meminta bantuan Malvina
Cuera. Disinilah berawalnya munculnya peran seorang perawat gigi.
Dikemudian hari antara tahun 1953 dan 1957 Malvina bekerja di
American Association of Dental Assistants, sebelum meninggal pada
tahun 1991. Disini berawalnya seorang dokter gigi membutuhkan
bantuan seseorang dalam pekerjaannya sebagai dokter gigi.
Sejarah perawat gigi telah muncul pada awal tahun 1900-an
dengan berdirinya sebuah organisasi asisten dokter gigi dengan cabang
di seluruh Amerika. Organisasi ini dibentuk oleh kelompok Ladies.
Salah satu dari wanita-wanita ini adalah Juliette Southard, yang
membentuk sebuah masyarakat di New York. Bersama dengan
pemimpin Chicago dan Cook County Dental Association Assistant,
Jessie Elsworth, mereka mengajukan permohonan untuk menghadiri
konferensi American Dental Association (ADA) tahun 1926.Tahun
berikutnya, American Dental Assistant Association (ADAA) lahir,
menyatukan semua kelompok lokal, dengan Juliette Southard sebagai
ketua. Pada tahun 1943, asosiasi mengadakan pelatihan perawat gigi
untuk pertama kalinya, yang bertujuan melatih para perawat gigi agar
lebih terampil dan berkualitas dalammelakukan pekerjaannya. Pada
pelatihan tersebut perawat gigi bernama Winter Bunty menjadi
perawat gigi yang terbaik. Delapan belas tahun kemudian, setelah
terjadi beberapa perubahan dan berkembangan, asosiasi memiliki
hampir 1.000 anggota, dengan kepengurusan Sue Adam sebagai
sekretaris, dan dua staf paruh waktu. Mereka mulai bekerja untuk
asosiasi pada tahun 1992, dimulai dengan membuat kartu keanggotaan
yang diketik secara individual pada mesin tik manual. Selanjutnya
asosiasi perawat gigi di Amerika semakin berkembang hingga saat ini.

5
Organisasi perawat gigi di Inggris dimulai hanya dengan 4 orang staf
sebagai pengurus.
Asosiasi Perawat Gigi mulai perkembangan dengan pesat di tahun
2004. Perkembangan tersebut berkat teknologi seperti sistem telepon
internal, jaringan komputer, database keanggotaan yang membantu
asosiasi menghimpun para perawat gigi di Inggris dalam wadah
asosiasi perawat gigi (6).

b. Sejarah Dental Asisten/ Perawat Gigi di Indonesia


Di masa perang kemerdekaan dan setelahnya, jasa perawat selalu
menjadi pendukung untuk menangani para korban perang, baik
masyarakat umum maupun para pejuang. Demikian pula halnya
dengan perawat gigi. Sejarah perawat gigi sendiri, di Indonesia dimulai
dari terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
melalui Surat Keputusan Menteri tertanggal 30 Desember 1950 Nomor
27998/Kab. yang memutuskan mendirikan Pendidikan Perawat Gigi
(Dental Nurse).Keputusan tersebut berlaku mulai 1 Agustus 1951,
dengan berdirinya Sekolah Perawat Gigi di Jakarta.
Pada tahun 1953 Sekolah Perawat Gigi Jakarta meluluskan perawat
gigi yang pertama. Namun pada tahun 1957 Sekolah Perawat Gigi
berubah nama menjadi Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG). Dari
sinilah lahir perawat gigi – perawat gigi yang kemudian tersebar di
seluruh wilayah Indonesia. Seiring dengan berdirinya sekolah pengatur
rawat gigi, juga berdiri Sekolah Pengatur.
Teknik Gigi (SPTG) yang pada tahun 1960 meluluskan siswa
angkatan I di Jakarta. Kedua lulusan sekolah ini bergabung
membentuk suatu organisasi IPTGI yaitu Ikatan Perawat Gigi dan
Tekniker Gigi Indonesia yang berdiri pada tahun 1967. IPTGI
berlangsung sampai dengan tahun 1986 tanpa kegiatan atau vakum.
Meskipun vakum, di tahun itu pula dilaksanakan kongres I IPTGI di
Ciloto berlanjut tahun 1991 kongres II di Jakarta.

6
Pada tahun 1989 disusun konsep Jabatan Fungsional Dokter Gigi,
Perawat Gigi dan Teknisi Gigi. Dalam Konsep Jabatan Fungsional
Paramedis Gigi tersebut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
menolak konsep tersebut karena latar belakang pendidikan Perawat
Gigi dan Teknisi Gigi berbeda, sehingga jabatan fungsional antara
kedua tenaga tersebut perlu dipisah.
Perubahan profesi perawat gigi juga terjadi dengan adanya
Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan bahwa
tenaga kesehatan harus mempunyai keahlian profesional yang
ditunjang pendidikannya. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 16 tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional yang menyatakan
bahwa Jabatan Fungsional mempersyaratkan adanya profesi yang jelas,
etika profesi dan tugas mandiri dari tenaga kesehatan tersebut. Jabatan
Fungsional juga harus diorganisasikan dalam suatu organisasi profesi.
Pada tanggal 13 September 1996 terbentuklah wadah profesi
Perawat Gigi yang dinamakan PERSATUAN PERAWAT GIGI
INDONESIA/ organisasi profesi PPGI, dalam kongres di BLKM
Ciloto Jawa Barat. Organisasi ini didukung oleh Direktorat Kesehatan
Gigi, Biro Organisasi Departemen Kesehatan RI, dan PUSDIKNAKES
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pembentukan organisasi
ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah No.32 tahun 1996 tentang
Tenaga Kesehatan. Dalam peraturan tersebut disebutkan dengan jelas
definisi tenaga kesehatan sebagai berikut “tenaga kesehatan adalah
setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta
memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di
bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan
untuk melakukan upaya kesehatan”. PPGI yang baru terbentuk tersebut
berinisiatif untuk mengadakan MUNAS I (10-11 Desember 1996)
yang sekaligus mengesahkan organisasi ini dan membahas anggaran
dasar, anggaran rumah tangga, kode etik perawat gigi, usulan draf
jabatan fungsional, dan program kerja.

7
Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1996 tersebut menyebutkan
perawat gigi bukan merupakan kategori perawat. Belum ada body of
knowledge yang diakui sebagai ilmu perawat gigi di Indonesia karena
masih didominasi oleh ilmu kedokteran gigi (dentistry). Dengan
berbagai upaya dari PPGI, maka keluarlah Keputusan Menteri
Kesehatan Nomor 1035/Menkes/SK/IX/1998 tentang Perawat Gigi di
mana diputuskan bahwa perawat gigi merupakan salah satu jenis
Tenaga Kesehatan kelompok Keperawatan (6).

C. Devinisi Dental Asisten


Dental assistants (dental nurses) adalah pekerjaan/profesi yang
bertugas membantu para dokter gigi dalam melaksanakan tugasnya.
kewenangan dental assistants (7).
Dental Assistant adalah seseorang yang bekerja di klinik gigi di
bawah pengawasan dokter gigi dan bertanggung jawab pada ruang lingkup
yang luas di dalam bidang administrasi dan fungsi laboratoris. Fungsi
dental asisstant fleksibel dan bervariasi dari satu klinik gigi ke klinik gigi
lain. Sebagai dental assistant dibutuhkan kemampuan klinikal,
administrasi, interpersonal dan teknologikal. Bila suatu saat Anda harus
bertugas sebagai dental assistant, maka ada berbagai fungsi yang harus
Anda lakukan. Dental assistant bertugas sebagai asisten yang dapat
bertugas untuk mengisi Rekam Medis, melakukan tindakan Preventive
Dentistry seperti membersihkan karang gigi, serta membantu dokter gigi
mengambil alat, menyiapkan bahan, mengontrol saliva dan membersihkan
mulut (6).

D. Tujuan Dental Asisten


Tujuan dilakukannya pendampingan atau diadakannya dental
asisten yaitu sebagai berikut :
1. Mempermudah kerja dari operator.
2. Mempercepat kerja dari operator.

8
3. Mempersiapkan agar pasien berada dalam kondisi yang
memungkinkan untuk dilakukan tindakan.
4. Memperlancar proses tindakan.
5. Memberikan rasa nyaman kepada pasien saat proses perawatan
tindakan berlangsung.
6. Terorganisirnya persiapan dan pemakaian alat, bahan dan
perelengkapan yang diperlukan (8).

E. Ruang Lingkup Dental Asisten


Tugas seorang dental assistant merupakan tugas yang
komprehensif dan bervariasi di klinik gigi. Dental assistant melakukan
banyak tugas yang membutuhkan keterampilan yang baik, baik
keterampilan yang bersifat interpersonal dan maupun keterampilan teknis.
Berikut ini Anda dapat mempelajari ruang lingkup kerja seorang dental
assistant, yaitu :
1. Menyiapkan berbagai hal untuk perawatan pasien, antara lain:
a. Membuat pasien merasa senyaman mungkin di kursi pemeriksaan
gigi
b. Menyiapkan segala sesuatu untuk perawatan
c. Menyiapkan rekam medis
d. Menyiapkan dan memberikan hand instrument dan bahan-bahan
gigi kepada dokter gigi
e. Menjaga mulut pasien tetap kering misalnya menggunakan
penghisap air liur
f. Mensterilkan alat perawatan
g. Memberikan instruksi kepada pasien setelah perawatan
h. Menyiapkan dan mengaduk bahan tambalan i.
i. Layanan dan pemrosesan X-Ray
j. Mengambil/membuka benang jahitan dari jaringan
k. Mengoleskan anastesi ke gusi atau gigi
l. Memasang rubber dam pada gigi dan lain-lain

9
2. Melakukan tugas-tugas kantor, antara lain:
a. Membuat jadwal dan konfirmasi perjanjian dengan pasien
b. Menerima pasien
c. Mendokumentasikan rekam medis pasien
d. Memesan persediaan bahan-bahan dan material kedokteran gigi
3. Melakukan tugas laboratorium, antara lain:
a. Membuat cetakan gips gigi dan mulut dari alat cetak
b. Membersihkan dan memoles alat-alat gigi lepasan
4. Tugas interpersonal, antara lain:
a. Mencatat dental record pasien dan melaporkan ke dokter gigi
Mencatat Manajemen pasien sebelum, selama dan sesudah perawatan (9).

F. Komptensi Dasar Dental Asisten


Dasar kompetensi dental assistant meliputi:
1. Prosedur sebelum perawatan
a. Sebelum penerimaan pasien
Seorang dental assistant perlu mempersiapkan ruangan serta
peralatan yang akan digunakan untuk perawatan sebelum pasien
datang. Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah :
- Menyalakan lampu ruangan dan kompresor
- Menyalakan semua tombol pada dental unit
- Membersihkan perlengkapan dengan lap basah dan dilanjutkan
dengan lap kering
- Dekontaminasi permukaan meja, kursi, peralatan di dental unit
- Mengaktifkan dan memfungsikan air pada water syringe,
handpiece dan saliva ejector.
- Membersihkan dan meminyaki handpiece
- Melakukan cek lampu dental unit
- Melakukan cek fungsi kursi operator, pasien dan asisten
- Dekontaminasi ruangan.
b. Pengelolaan Pasien

10
Dalam mengelola pasien, Anda sebagai dental assistant harus
mampu menempatkan diri selain sebagai asisten juga sebagai
resepsionis yang mumpuni. Untuk itu, perhatikan teknik-teknik
yang harus Anda kuasai, meliputi kemampuan untuk:
i. Berkomunikasi yang efektif pada waktu menerima dan
menangani pasien
ii. Mencatat data pasien secara baik
iii. Pengaturan sistem perjanjian dan penjadwalan pasien
iv. Memelihara hubungan baik dengan pasien / klien.
b. Mendudukkan Pasien
Untuk mempersilahkan dan mendudukkan pasien di dental chair,
langkah- langkah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
i. Menyiapkan dental chair dalam posisi 60⁰ dan kedudukan
terendah.
ii. Menaikkan tangan dental chair
iii. Mempersilahkan pasien duduk
iv. Mengembalikan tangan dental chair ke posisi semula
v. Meletakkan napkin pada dada pasien
vi. Menaikkan dental chair ke posisi kerja
vii. Mengkondisikan pasien dalam posisi rendah dan rongga mulut
setinggi siku operator. kepala pasien pada posisi jam 12.00 dan
sejajar lantai
viii. Mempersilakan operator untuk bekerja.
1. Prosedur selama perawatan
Selama proses perawatan, yang perlu diperhatikan seorang dental
assistant adalah cara memegang alat (pen grasp, inverted pen grasp,
palm grasp, dan palm –thumb grasp) serta ketika dilakukan transfer
alat. Ada beberapa teknik saat melakukan transfer alat, yaitu:
a. Teknik transfer parallel
Teknik ini biasanya digunakan ketika melakukan transfer alat-alat
penambalan dan hand instrument lainnya.

11
b. Teknik transfer palm grasp
Teknik ini biasanya digunakan ketika melakukan transfer untuk
alat-alat yang lebih besar seperti tang, spuit, citojet.
c. Teknik transfer pensgrasp
d. Teknik transfer palm and thumb grasp
e. Teknik transfer one handed
f. Teknik transfer two handed
2. Prosedur Sesudah Perawatan
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang asisten sesudah
perawatan/tindakan adalah:
a. Mengembalikan pasien ke posisi duduk
b. Membersihkan daerah mulut pasien
c. Membebaskan jalan ke luar pasien dengan cara mengangkat dental
chair, memindahkan bak instrumen, melepaskan napkin/celemek
dan mempersilahkan pasien kiri dental chair.

G. Tugas dan Peranan Dental Asisten


Peran Dental Asisten di Klinik Gigi
Berikut ini adalah peranan perawat gigi sebagai dental assistant di
klinik gigi. Peran dental asisten terdiri dari peran dalam bidang
manajemen dan administrasi, pengawasan penularan penyakit,
pemeliharaan dan penggunaan peralatan.
1. Manajemen. Peran sebagai dental assistant dalam bidang
manajemen terdiri dari:
a. Administrasi dan Manajemen
Kemampuan ini terkait dengan mengelola tugas-
tugas administrasi dan manajemen di klinik/Puskesmas.
Kemampuan yang perlu miliki antara lain adalah:
- Kemampuan merencanakan, pengelolaan rencana
kerja harian, bulanan dan tahunan serta pencatatan
kegiatan dan keluarannya.

12
- Kemampuan melaksanakan pekerjaan perkantoran,
administrasi dan tugas- tugas akuntansi yang
diharapkan secara teliti dan efisien dengan
menggunakan komputer atau peralatan lainnya.
- Kemampuan membuat dokumen secara teliti dan
memelihara kerahasiaannya
- Kemampuan mengontrol persediaan peralatan dan
bahan-bahan dan mencatat persediaan obat.
- Kemampuan memelihara kebersihan dan pengaturan
klinik.
- Tanggung jawab dalam pelayanan asuhan kesehatan
gigi dan mulut.
- Kemampuan mengelola pelayanan asuhan kesehatan
gigi dan mulut.
b. Komunikasi
- Kemampuan menunjukkan komunikasi dan
hubungan antar manusia yang efektif dengan pasien
dan tim kesehatan gigi baik secara perorangan
maupun dalam tim.
- Kemampuan melaksanakan komunikasi yang efektif
dan proses pendidikan kesehatan gigi dan mulut
termasuk saran pre/post operation (chair side talk).
- Kemampuan menilai kebersihan mulut dan
memotivasi pasien untuk berperilaku yang
menunjang kesehatan gigi dan mulut.
- Kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan
saluran-saluran komunikasi formal maupun
informal.
- Kemampuan berkomunikasi dalam taraf
international.

13
- Kemampuan melakukan information concern
dengan pasien.
- Kemampuan melakukan komunikasi terapeutik
dengan pasien.
Tahap komunikasi(Komunikasi Terapeutik atau
KOMTER adalah komunikasi yang direncanakan secara
sadar, bertujuan ndan kegiatannya dipusatkan untuk
kesembuhan pasien). Komunikasi sangat sesuai dalam
praktek keperawatan dikarenakan dapat dijadikan alat untuk
membina hubungan yang terapeutik, dalam komunikasi
terapeutik juga terjadi penyampaian informasi, pertukaran
perasaan dan pikiran sehingga pada akhirnya hasil yang
diharapkan adalah terjadinya perubahan perilaku menjadi
lebih baik(10).
1. Tahap Persiapan/ Pra-interaksi
Dalam tahapan ini perawat menggali perasaan dan memiliki
dirinya dengan cara mengidentifikasi kelebihan dan
kekurangannya.

2. Tahap Perkenalan/ Orientasi

Tahap perkenalan dilaksanakan setiap kali pertemuan


dengan klien dilakukan. Tujuan dalam tahap ini adalah
memvalidasi keakuratan data dan rencana yang telah dibuat
sesuai dengan keadaan klien saat ini, serta mengevaluasi
hasil tindakan yang telah lalu (Stuart.G.W, 1998).

3. Tahap Kerja

Tahap kerja merupakan inti dari keseluruhan proses


komunikasi terapeutik (Stuart,G.W,1998). Tahap kerja
merupakan tahap yang terpanjang dalam komunikasi
terapeutik karena didalamnya perawat dituntut untuk
membantu dan mendukung klien untuk menyampaikan
perasaan dan pikirannya dan kemudian menganalisa respons
atau pun pesan komunikasi verbal dan non verbal yang
disampaikan oleh klien. Dalam tahap ini pula perawat
mendengarkan secara aktif dan dengan penuh perhatian
sehingga mampu membantu klien untuk mendefinisikan

14
masalah yang sedang dihadapi oleh klien, mencari
penyelesaian masalah dan mengevaluasinya.

Dibagian akhir tahap ini, perawat diharapkan mampu


menyimpulkan percakapannya dengan klien.Teknik
menyimpulkan ini merupakan usaha untuk memadukan dan
menegaskan hal-hal penting dalam percakapan, dan
membantu perawat dan klien memiliki pikiran dan ide yang
sama (Murray,B. & Judith,P,1997 dalam Suryani,2005).
Dengan dilakukannya penarikan kesimpulan oleh perawat
maka klien dapat merasakan bahwa keseluruhan pesan atau
perasaan yang telah disampaikannya diterima dengan baik
dan benar-benar dipahami oleh perawat.

4. Tahap Terminasi

Terminasi merupakan akhir dari pertemuan perawat dan


klien. Tahap terminasi dibagi dua yaitu terminasi sementara
dan terminasi akhir (Stuart,G.W,1998). Terminasi sementara
adalah akhir dari tiap pertemuan perawat dan klien, setelah
hal ini dilakukan perawat dan klien masih akan bertemu
kembali pada waktu yang berbeda sesuai dengan kontrak
waktu yang telah disepakati bersama. Sedangkan terminasi
akhir dilakukan oleh perawat setelah menyelesaikan seluruh
proses keperawatan.

c. Kerja sama Tim


- Kemampuan pengembangan proses
kepemimpinannya yang diperlukan untuk
menciptakan kerja sama yang baik dalam tim.
- Kemampuan berkerja sama dalam tim kesehatan
lainnya dalam membuat keputusan individu maupun
tim.
- Kemampuan menjalin dan memelihara hubungan
kerja sama dengan para sejawat anggota tim
kesehatan lain.
- Kemampuan dalam melayani pelayanan kesehatan.

2. Pengawasan Penularan Penyakit (Cross Infection Control)

15
Sebagai dental assistant, perawat gigi juga memiliki
tanggung jawab dalam pengawasan penularan infeksi baik bagi
tim kesehatan gigi dan mulut juga terhadap klien/pasien. Untuk
itu, perhatikan kemampuan-kemampuan yang harus kuasai
dalam merawat pasien. Kemampuan tersebut antara lain adalah:
a. Kemampuan untuk setiap saat meningkatkan keamanan
perorangan dan kelompok.
b. Kemampuan menggunakan peralatan sterilisasi (autoclave,
dry heat, dsb) secara hati-hati dan efisien.
c. Kemampuan menggunakan desinfektan dan dekontaminasi
secara tepat, hati-hati dan efektif.
d. Kemampuan membersihkan, mensterilkan dan memelihara
fasilitas dan instrumen kesehatan gigi yang steril.
e. Kemampuan menerapkan sterilisasi secara aman dan
prosedural, pengawasan penularan penyakit dalam klinik
dalam perawatan rutin pasien.
f. Kemampuan untuk melindungi diri dari penularan
penyakit.
g. Kemampuan membuang sampah termasuk benda-benda
tajam dan berbahaya dengan cara aman.
3. Pemeliharaan dan Penggunaan Peralatan
Dalam melakukan perawatan terhadap pasien, tim kesehatan gigi
menggunakan berbagai peralatan. Kemampuan yang harus kuasai
untuk peran sebagai dental assistant dalam bidang pemeliharaan dan
penggunaan peralatan antara lain adalah:
a. Kemampuan mengawasi persediaan peralatan dan inventaris.
b. Kemampuan memelihara dan merawat berbagai macam peralatan
dan kemampuan mengasah berbagai instrumen secara benar dan
menerapkan secara efisien cara -cara pengasahan

16
c. Kemampuan menyiapkan dan menggunakan alat-alat kedokteran
elektrik, alat berputar (hand piece, contra angle) secara hati-hati
dan efektif.

Tugas Dental Asisten di Klinik Gigi


Dental asisten memiliki berbagai tugas dalam proses perawatan di
klinik gigi. Berikut adalah beberapa tugas dental asisten di klinik gigi :
a. Penerimaan Pasien Baru
Tugas dental asisten adalah sebagai berikut :
- Menerima pasien, pemanggilan, menduduk kan
- Mempersilahkan pasien masuk
- Menyiapkan :
 Karu status pasien
 Alat diagnose (sonde, kaca mulut, pincet, chlor
ethyl. Cotton pellet, ssaliva injection)
- Mentransfer alat & bahan yang digunkan operator
b. Pemeriksaan Rongga Mulut
Tugas dental asisten adalah sebagai berikut :
- Persiapan alat dan bahan termasuk kartu status.
- Diawali dengan pemanggilan, mendudukkan dan mengatur
posisi pasien dan lampu, memasang slaberce, dan
menginstruksikan pasien untuk kumur larutan antiseptik.
- Mempersiapkan daerah yang akan diperiksa dengan cara
dikeringkan dengan memakai semprotan udara,
- Pengisian kartu status sesuai instruksi operator.
- Memberikan kaca mulut, sonde, ekskavator atau pinset
sesuai permintaan operator.
- Menuliskana pada kartu/ formulir (status) hasil peme
riksaan sesuai ketentuan klinik.

17
- Melakukan persiapan alat dan bahan untuk tindakan
Rontgen,
- Mempersiapan pasien yang meliputi pengaturan posisi di
dental chair, pemasangan apron, dan mengatur film di
dalam rongga mulut pasien.
- Melakukan penembakan sinar-X sesuai ketentu an yang
diikuti dengan pemrosesan film menggu nakan developer
dan fixer, serta dikeringkan dan dilampirkan dalam kartu
status (bila klinik punya dental X-ray)
- Menyiapkan formulir informed concent, dan membantu
penandatanganan
c. Konservasi
Tugas dental asisten adalah sebagai berikut :
- Preparasi kavita :
 Menyiapkan anestesi lokal jika diperlukan,
 Menyerahkan sonde dan kaca mulut kepada operator
 Menyiapkan contra angle handpiece yang sudah
dipasangi mata bur sesuai urutan yang diperlukan
 Pergantian mata bur dilakukan dengan cepat dan teliti
sesuai dengan instruksi operator
 Menyiapkan suction/saliva ejector saat operator
melakukan preparasi kavita
 Menyerahkan three way syringe untuk membersihkan
kavita dari sisa pengeburan, sambil melakukan
pengeringan rongga mulut menggunakan saliva ejector
setelah preparasi selesai
 Menyerahkan cotton pellet untuk mengeringkan kavita.
- Peletakan semen dasar
 Menyiapkan rubber dam atau Tongue Holder serta
cotton roll untuk membendung saliva pada area kerja

18
 Menyerahkan cotton pellet yang sudah dibasahi aqua
dest untuk sterilisasi kavita yang diikuti dengan pe-
nyerahan air syringe,
 Mengaduk powder dan liquid Zinc Phospat ce -ment
yang sudah disiapkan sebelumnya. Banyaknya Cement
yang diaduk diseuaikan dengan besar kecil- nya
kavitas. Konsistensi cement yang digunakan sebagai
basis adalah seperti dempul.
 Menyerahkan cement yang sudah diaduk
denganmenggunakan cement stopper, untuk diletakkan
ke- dasar kavita
- Glass Ionomere Cement (GIC)
 Pembuatan informed conscent
 Membantu tindakan preparasi (sesuai poin A)
 Membantu tindakan isolasi area kerja (sesuai di -atas)
 Membantu tindakan sterilisasi kavita
 Aplikasi GIC bisa didahului dengan pemberian semen
dasar (jika karies cukup dalam)
 Menyerahkan dentin conditioner yang di teteskan pada
cotton pellet yang dijepit pinset kepada operator
 Menyerahkan cotton pellet yang sudah dibasahi
aquadest untuk mencuci sisa dentin conditioner sampai
bersih
 Kemudian menyerahkan cotton pellet kering/air syringe
kepada operator utk pengeringan kavita
 Mengaduk GIC sesuai dengan kebutuhan, menyerahkan
menggunakan plastis instrument diserahkan ke operator
 Menyerahkan articulating paper guna pengecekan
peninggian gigit,

19
 Menyiapkan stone bur pada contra angle handpiece
untuk mengurangi peninggian gigitan, kelebihan
tumpatan GIC
 Menyerahkan varnish yang diteteskan di cotton pellet
yang dijepit pinset untuk dioleskan ke permu kaan GIC
 Penerapan Hygiene Diri pada tindakan melepaskan
isolasi area kerja
 Melakukan komunikasi terapeutik berupa pembe- rian
instruksi pasca perawatan kepada pasien.
- Tumpatan Resin Komposit dengan Light Curing
 Pembuatan informed conscent
 Menyerahkan shade guide, selanjutnya digunakan
untuk mencocokkan warna gigi pasien yang akan
ditumpat
 Membantu tindakan preparasi
 Membantu tindakan isolasi area kerja untuk perawatan
penumpatan dengan Resin Komposit
 Membantu tindakan sterilisasi kavita untuk perawatan
penumpatan dengan Resin Komposit ( lihat terdahulu )
 Penyiapan semen dasar jika kavita cukup dalam
 Menyerahkan etsa asam dengan menggunakan kuas,
utk dioleskan pada email, ditunggu selama 1 menit
 Menyerahkan water syringe dan air syringe kepada
operator, utk mencuci etsa asam dengan menggunakan
water syringe kemudian mengeringkan dengan air
syringe
 Menyerahkan bonding dengan menggunakan kuas, utk
dioleskan pada permukaan dentin dan email.

20
 Menyerahkan cure light ke operator utk dilakukan
penyinaran pada email & dentin yg telah diolesi
bonding selama 20-30 detik
 Menerima cure light sambil menyerahkan bahan
tumpatan dengan menggunakan plastis instrument, utk
diletakkan ke dalam kavita
 Menyerahkan cure light yang sudah di set untuk
penyinaran selama 1 menit. Jika kavitas besar/dalam
ma- ka penumpatan + penyinaran bisa dilakukan
berkali-kali sesuai kebutuhan
 Tindakan melepaskan isolasi area kerja
 Melakukan komunikasi terapeutik berupa pemberian
instruksi pasca perawatan kepada pasien.
- Penumpatan Amalgam meliputi kegiatan sebagai berikut:
 Pembuatan informed conscent
 Membantu tindakan preparasi
 Membantu tindakan isolasi area kerja
 Membantu tindakan sterilisasi kavita
 Penumpatan bisa didahului oleh pemberian semen dasar
jika karies cukup dalam
 Menyiapkan amalgam dengan menggunakan
amalgamator ataupun secara manual menggunakan
mortal and pestle.
 Menyerahkan amalgam menggunakan amalgam stopper
ke operator, dan selanjutnya menyiapkan amalgam
pada stopper lainnya, sampai kavita terisi penuh
Amalgam
 Untuk aplikasi Rahang Atas, maka assistant
menyerahkan amalgam dengan menggunakan amalgam

21
pistol, utk kondensasi tetap dengan menggunakan
amalgam stopper
 Menyerahkan burnisher untuk menghaluskan
 Melepaskan isolasi area kerja
 Melakukan komunikasi terapeutik berupa pemberian
instruksi pasca perawatan kepada pasien.
- Tindakan pembuatan restorasi Inlay sebagai berikut:
 Kujungan ke-1 :
 Pembuatan informed conscent
 Tindakan preparasi untuk pembuatan restorasi Inlay
 Memanaskan inlay wax dan segera menyerahkan-
nya ke operator untuk mengecek/ mencetak hasil
preparasi kavita
 Bila hasil cetakan inlay wax baik, selanjutnya dima
sukkan ke dalam container tertutup berisi air untuk
dikirim ke tekniker
 Mengaduk bahan cetak alginate, lalu memasuk -kan
nya ke dalam sendok cetak yang sesuai, menye-
rahkan nya ke operator utk dilakukan pencetakan
area kerja
 Menerima sendok cetak dari operator bila setting
time tercapai.
 Mempersilahkan pasien untuk berkumur, dan
membersihkan sisa-sisa bahan cetak yang
menempel di wajah pasien.
 Melakukan isolasi area kerja
 Melakukan tindakan sterilisasi kavita
 Menyerahkan tumpatan sementara menggunakan
plastis instrumen
 Melepaskan isolasi area kerja

22
 Melakukan komunikasi terapeutik berupa
pemberian instruksi pasca perawatan dan
mengingatkan pasien untuk datang kembali
 Kunjungan ke-2 :
 Tindakan isolasi area kerja
 Menyerahkan excavator/ bur dan contra angle
handpiece kepada operator untuk membongkar
tumpatan sementara
 Tindakan sterilisasi kavita
 Menyerahkan inlay yang sudah jadi kepada operator
untuk dicobakan kedalam kavita
 Mengaduk luting semen dengan konsistensi sesuai
kebutuhan dan menyerahkan ke operator
menggunakan plastis instrumen yang kemudian
meletakkannya ke dalam kavita.
 Mengoleskan hasil adukan semen pada permukaan
dalam inlay, dan segera menyerahkannya kepada
operator untuk kemudian di pasangkan ke dalam
kavita.
 Menyerahkan excavator/plastis instrument kepada
operator untuk membersihkan sisa-sisa bahan semen
dari tepi restorasi
 Tindakan melepaskan isolasi area kerja
 Melakukan komunikasi terapeutik berupa
pemberian instruksi pasca perawatan kepada
pasien(11).

H. Posisi Kerja Dental Asisten


Dalam klinik Kedokteran Gigi ada 2 (dua) macam posisi bekerja yaitu :

23
1. Standing Dentistry, dimana operator dan assisten bekerja sambil berdiri
bersebelahan, meja instrument melekat (fixed) pada dental unit dan
pasien duduk di dental chair.
2. Sit Down Dentistry, operator dan assisten bekerja sambil duduk di
stoolm saling berhadapan, instrument dan bahan terletak pada mobile
table serta pasien berada di dental chair dengan posisi supine
(berbaring).
Untuk memudahkan dalam melakukan pekerjaan maka posisi dari
operator, assisten, pasien, serta meja instrument diatur sedemikian rupa
menyerupai arah jarum jam. Dalam pokok bahasan ini yang tercantum
adalah posisi kerja Sit Down Dentistry.
Posisi kerja berdasarkan arah jarum jam adalah posisi dimana
posisi opertor, assisten dan pasien dilandasi sesuai dengan jarum jam.
Posisi operator disebelah kanan pasien, sedangkan posisi asisten dan
meja instrument di sebelah kiri pasien. Untuk operator yang bekerja
dengan tangan kanan maka kenyamanan bekerja akan tercapai jika bekerja
sesuai dengan jarum jam pukul 8, 9, 10, 11 atau 12 atau dari sisi kanan
pasien. Untuk operator yang bekerja akan tercapai jika bekerja dengan
tangan kidal (Left handed) maka bekerja di sebelah kiri pasien dan otomatis
assisten harus menyesuaikan.
Ada 4 zone pada posisi kerja berdasarkan arah jarum jam :
1. Zone operator yaitu pada jam 8-12
2. Zone assisten yaitu pada 2-4
3. Zone assisten statis (untuk instrument dan bahan) yaitu pada jam 12-
2
4. Zone transfer yaitu pada jam 4-8

Dibawah ini ada beberapa gambaran mengenai posisi kerja bisa juga
berubah tergantung dari lingkungan klinik, perawatan yang dilakukan
(misal:pencabutan, penambalan, scalling dll) serta kenyamanan dari
masing-masing individu.

 Posisi jam pada perawatan rahang atas kanan

24
Posisi operator yang nyaman pada jam 10, assistan pada jam 3,
sedangkan meja instrumen pada jam 2. kepala pasien menoleh ke
kiri, jari telunjuk tangan kanan fixasi pada permukaan bukal molar
satu rahang atas, kaca mulut posisi di dekat 11 atau 12 rahang
bawah. Bisa juga melakukan penambalan dengan posisi operator jam
11/12 dengan cara merangkul pasien/dibelakang pasien. Posisi dental
assisten dan meja instrument menyesuaikan.
 Posisi jam pada perawatan rahang atas kiri
Posisi operator berada di jam 9 atau 10, kepala pasien
menghadap operator, kaca mulut agak jauh dari bagian oklusal gigi
rahang atas kiri, dekat dengan bibir bawah. Daerah proksimal dan
gingival akan mudah terlihat. Fixasi jari pada gigi molar satu, juga
berfungsi untuk membuka mukosa pipi dan bibir
 Posisi jam pada perawatan rahang bawah kiri
Posisi operator di jam 9, kepala pasien menghadap ke arah
operator. Kaca mulut dekat dengan molar . Tangan operator
menyilang, tangan kiri yang memegang kaca mulut terletak dibawah
tangan kanan yang memegang instrumen lain. Assisten duduk di jam
3 dan meja instrumen di jam 2. sinar lampu direfleksikan lewat kaca
mulut.
 Posisi jam pada perawatan rahang bawah kanan
Posisi operator yang nyaman adalah di jam 9. sebaiknya pasien
tidak dalam posisi “supine” tetapi membentuk sudut 45 0, kepala
pasien menghadap ke arah operator, rahang pasien sejajar siku
operator. Fixasi dilakukan pada permukaan bukal gigi molar dengan
bantuan mirror atau kaca mulut.
 Posisi jam pada perawatan gigi anterior rahang bawah dan rahang
atas .
Biasanya posisi operator di jam 8. Bekerja dengan bantuan
dental asisten terutama pada bagian lingual dan palatinal. Tetapi
untuk perawatan pada sebelah labial, pandangan langsung dengan
mata, kaca mulut digunakan untuk membuka mukosa labial (12).

25
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian
(expertise) dari para anggotanya.
2. Tahun 1885 dikenal pertama kalinya dental assistant. Saat itu, dokter
gigi dari New Orleans, Dr. C Edmund Kells seorang pelopor dalam
profesi kedokteran gigi khususnya dalam penggunaan X-ray dan
pengobatan abses gigi, memasukan istrinya bernama Malvina Cueria
dalam praktiknya  untuk mencampur bahan gigi dan membersihkan
setelah prosedurnya. Malvina Cueria menjadi dental assistant
pertama pada jaman modern tersebut. Tahun 1978 di akuinya dental
assistant.
3. Dental assistants (dental nurses) adalah pekerjaan/profesi yang
bertugas membantu para dokter gigi dalam melaksanakan tugasnya.
kewenangan dental assistants.
4. Tujuan dental asisten mempermudah kerja dari operator,
mempercepat kerja dari operator, mempersiapkan agar pasien berada
dalam kondisi yang memungkinkan untuk dilakukan tindakan,
memperlancar proses tindakan, memberikan rasa nyaman kepada
pasien saat proses perawatan tindakan berlangsung, dan
terorganisirnya persiapan dan pemakaian alat, bahan dan
perelengkapan yang diperlukan.
5. Ruang lingkup dental asisten dimulai dari mempersiapkan segala hal
untuk perawatan pasien, mengerjakan tugas kantor, laboratorium,
dan tugas interpersonal.
6. Komptensi dasar dental asisten harus menguasai hal yang dilakukan
sebelum, sesaat, dan sesudah pasien datang. Contohnya menyiapkan
alat dan bahan untuk perawatan, memastikan alat dalam keadaan
steril dan siap pakai, melakukan komunikasi dengan pasien dan

26
operator, bekerja sama dengan tim dan saling membantu, transfer
alat, dan melakukan sterilisasi alat.
7. Posisi kerja dental asisten
Standing Dentistry, dimana operator dan assisten bekerja sambil
berdiri bersebelahan, meja instrument melekat (fixed) pada dental
unit dan pasien duduk di dental chair.
Sit Down Dentistry, operator dan assisten bekerja sambil duduk di
stoolm saling berhadapan, instrument dan bahan terletak pada
mobile table serta pasien berada di dental chair dengan posisi supine
(berbaring).

B. Saran
Diharapkan agar setiap dental asisten memahami arti dan fungsi dari
keberadaanya di klinik gigi dan bekerja semaksimal mungkin.

27
DAFTAR PUSTAKA
1. Hendrika IGAP. Gambaran Tingkat Kebersihan Gigi Dan Mulut Serta
Karies Gigi Pada Siswa Kelas Iv Dan V Sd Negeri 2 Tajen Kabupaten
Tabanan Tahun 2018. Politek Kesehat Kemenkes Denpasar. 2018;
(1987):6–23.
2. uinsby digilib. Konsep dasar profesi.
3. Djam H. Profesi Keguruan dalam Mengembangkan Siswa. :1–47.
4. Pengantar K. Profesi kesehatan.
5. Hernawan AH, Dewi L. Pengertian, karakteristik, dan syarat-syarat profesi.
Available from: file:///E:/FIK UI/SEMESTER 2/PDK/Bahan LTM
Karakteristik profesi 1.pdf
6. drg. Erni Gultom M, drg. RR. Ratnasari Dyah P. MP. bahan ajar
keperawatan gigi. 2017;
7. Nuri YJI. 248498858-Sejarah-Perawat-Gigi-Internasional.
8. Kencana IGS. peran keperawatan gigi dalam millenium development goals.
2013.
9. Sulistiadi W. Program Pelayanan Kesehatan Gigi Pro AKtif Dalam
Mengantisipasi Globalisasi. 1997.
10. Pasien P. No Title. 11(2):58–64.
11. (1) (DOC) AKTIVITAS OPERATOR DAN ASSISTANT (SEBAGAI
FOUR HANDED DENTISTRY TEAM _ Deva Permata - Academia.
12. BAB IV POSISI KERJA BERDASARKAN ARAH JARUM JAM.

28