Anda di halaman 1dari 4

Definisi Current Rasio (Rasio Lancar) dan Contoh

Cara Menghitungnya
02 April 2020 - Marina

https://www.pexels.com/photo/black-samsung-tablet-computer-106344/

Sesuai yang telah kita ketahui mungkin saja kita sudah banyak mempelajari rasio
likuiditas, rasio profitabilitas, maupun rasio solvabilitas. Pada saat ini kita akan
membahas tentang apa itu current ratio (rasio lancar). Dalam penjelasan rasio
likuiditas, yang membicarakan tentang Current rasio atau yang disebut rasio
lancar, biasanya dalam berinvestasi para investor akan memeriksa laporan
keuangan perusahaan seberapa besar perusahaan mempunyai aktiva dan
kesanggupan dalam membayar kewajibannya. Semakin besar aktiva lancar yang
dimiliki, semakin besar perusahaan menyanggupi tagihan hutang lancarnya.
Dengan begitu, adanya rasio lancar akan membantu Anda dalam melihat
kemampuan perusahaan menggunakan aktiva lancar dan kesanggupan perusahaan
membayar semua hutang lancarnya. Setiap perusahaan harus memahami terlebih
dahulu tentang apa rasio likuiditas, bagaimana rasio likuiditas terdiri dari beberapa
jenis rasio yaitu rasio lancar atau current ratio, rasio cepat atau quick ratio, dan
rasio kas atau cash ratio. Untuk memahami lebih jelasnya apa itu rasio lancar adad
beberapa langkah yang harus kita ketahui berikut ini.

“Semakin besar rasio aktiva lancar dan hutang lancar, maka semakin tinggi
kemampuan perusahaan dalam menyanggupi tagihan kewajiban lancarnya.”  -
quotes twitter

Pengertian Rasio Lancar (Current Ratio)


Rasio lancar (current ratio), adalah yang terdiri dari perhitungan rasio likuiditas
yang cara perhitungannya paling sederhana dengan perhitungan lainnya.
Perhitungan rasio lancar ini dapat diartikan untuk mengetahui tingkat kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya dengan aktiva lancar, yang
dimana jenis aktiva ini dapat ditukar dengan kas dalam periode satu tahun. Untuk
mengetahui perhitungan yang lebih jelas, berikut beberapa cara perhitungan
mengenai rasio likuiditas yang teridiri dari 3 jenis rasio dengan beberapa langkah
berikut.

Perhitungan dan Rumus Rasio Lancar


Berikut ini yang perlu kita ketahu perhitungan rasio lancar dan beserta contohnya
sebagai pengukur perusahaan dalam menilai aktiva lancar dan hutang lancarnya
sebagai berikut.
Rasio Lancar (Current Ratio)
Berikut ini yang sudah kita ketahui secara singkat pengertian rasio lancar yang
sudah dijelaskan diatas, untuk mengetahui bahwa perusahaan mempunyai
kemampuan yang baik dalam melunasi hutang lancarnya. Maka, rasio lancarnya
dalam sebuah perusahaan harus memiliki nilai diatas 1,0 kali. Namun, jika
perusahaan memiliki nilai dibawah 1,0 kali maka perusahaan tersebut dalam
menyanggupi hutangnya masih dipertanyakan. Berikut rumus dan contoh
perhitungannya :
 Rumus :
Rasio Lancar = Aktiva lancar (Current Assets)
Hutang lancar (Current Liabilities)
 Contoh perhitungannya :
Suatu perusahaan memiliki aktiva lancar sebesar Rp20.000.000 dan
kewajiban lancar sebesar Rp8.000.000, Sehingga rasio lancar perusahaan
sebagai berikut :
Rasio lancar = Rp.20.000.000 ÷ Rp.8.000.000 = 2,5

Kamu bisa Membaca Artikel lainnya : Penjelasan Lengkap Return On Investment


(ROI) dan Perhitungannya

Syarat Menilai Keadaan Rasio Lancar


Dalam perhitungan rasio lancar diatas, bisa saja terdapat nilai perhitungan hasil
yang berbeda dari beberapa perusahaan. Untuk melihat syarat kondisi tersebut ada
3 hasil posisi nilai seperti 0.5, 2 dan 3 yang terdiri masing-masing memiliki arti
tersendiri. Cara mengetahuinya berikut penjelasan tersebut :
1. Posisi Nilai Ideal
Dalam keadaan ini semakin tinggi rasio lancarnya, akan semakin besar
likuid perusahaanya. Akan tetapi, perusahaan mengganggap hasil dari rasio
lancar sebesar 2 kali dikatakan lebih ideal. Sehingga, bisa diperkirakan
memiliki posisi keuangan yang aman dan mampu membayar piutang atau
tagihannya dalam membayarkan hutang lancarnya.

2. Posisi Nilai Rendah


Nilai rasio lancar yang rendah dengan nilai dibawah satu kali, pada kondisi
ini nilai rasio lancar yang rendah menunjukkan bahwa kemungkinan
perusahaan berada dalam kesulitan posisi keuangan untuk memenuhi hutang
lancarnya. Akan tetapi, investor maupun kreditor tetap memperhatikan arus
kas yang digunakan untuk operasional. Sehingga bertujuan untuk memahami
tingkat likuiditas perusahaan.

Kamu bisa Membaca Artikel lainnya : Pengertian Return On Equity dan Cara
Menghitungnya

3. Posisi Nilai Terlalu Tinggi


Untuk nilai rasio lancar jika terlalu tinggi akan memiliki nilai diatas 2 kali,
sebab rasio lancar terlalu tinggi akan terjadi kemungkinan perusahaan
kurang mempergunakan aktiva lancarnya ataupun hutang lancarnya dengan
efesien. Sehingga menyebabkan adanya suatu masalah dalam mengelola
modal kerja. Namun dari sudut pandang kreditur rasio lancar dengan nilai
yang tinggi, perusahaan akan lebih bisa memenuhi hutang lancarnya yang
akan jatuh tempo paling lambat 12 bulan atau satu periode.

Jenis akun yang sering dipakai dalam perhitungan nilai rasio likuiditas untuk
mengukur kemampuan perusahaan yaitu aktiva lancar, hutang lancar, piutang atau
persediaan, kas maupun surat berharga. Akan tetapi, perusahaan pasti sangat
membutuhkan laporan keuangan yang sangat baik, jelas dan tepat. Itulah
pengertian dan penjelasan cara perhitungan rasio lancar yang membantu
menanganani permasalahan Anda dalam mengukur tingkat kemampuan
perusahaan. Jika Anda merasa sulit dan khawatir bagaimana cara cepat untuk
melakukan pencatatan dan penghitungan secara baik, jelas dan akurat. Harmony
Accounting Software adalah alasan tepat bagi kebutuhan Anda.

Jangan bingung, dimanapun dan kapanpun Anda dapat mudah menggunakan


Harmony yang membantu merapihkan pembukuan usaha Anda. Tidak perlu
khawatir, yuk kita saksikan bagaimana Harmony membantu ribuan pebisnis dalam
rangka acara di Fintax Fair. Harmony akan membantu Anda walaupun tidak
memiliki background akuntansi dengan konsultasi dengan kami di live chat
Harmony. Tunggu apalagi? Segera daftarkan akun Anda dan dapatkan
software GRATIS 30 Hari disini.

Sumber refrensi :
https://jojonomic.com/blog/current-ratio/
https://www.jurnal.id/id/blog/menghitung-rasio-likuiditas/