Anda di halaman 1dari 5

RANCANGAN RENCANA KEGIATAN (PRE PLANNING)

PROYEK PEMBERDAYAAN KELOMPOK LANJUT USIA


TERAPI KOLASE BIJI-BIJIAN DAN BIMBINGAN SPIRITUAL (ASMAUL HUSNA)
PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA DEWANATA
KABUPATEN CILACAP

OLEH:

Kelompok 1
Ranti Ayodya Garini I4B019010
Hesti Renita I4B019023
Novi Ratnasari I4B019018
Silvia Salwa I4B019047
Yunita Elvani Chusni I4B019007
Ida Marfu’ah I4B019017
Mega Anggraeni I4B019040
Hanifa Humanisa I4B019020
Anji Muda Permana I4B019052
Herdika Listya Kurniati I4B019055

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS
PURWOKERTO
2020
A. Latar Belakang
Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan
akhir dari fase kehidupannya. Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60
tahun ke atas. Kelompok yang dikategorikan lansia ini akan terjadi suatu proses yang
disebut Aging Process atau proses penuaan (Zulsita 2010). Menua bukanlah suatu
penyakit, tetapi merupakan proses yang berangsur-angsur mengakibatkan perubahan
kumulatif serta proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari
dalam dan luar tubuh.
Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak hanya dimulai dari suatu
waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan. Jumlah lansia di Indonesia
tahun 2014 mencapai 18 juta jiwa dan diperkirakan akan meningkat menjadi 41 juta jiwa
di tahun 2035 serta lebih dari 80 juta jiwa di tahun 2050. Tahun 2050, satu dari empat
penduduk Indonesia adalah penduduk lansia dan lebih mudah menemukan penduduk
lansia dibandingkan bayi atau balita. Lanjut usia seringkali mengalami masalah
kesehatan. Masalah kesehatan yang sering dialami lanjut usia adalah malnutrisi,
gangguan keseimbangan, kebingungan mendadak, dan lain-lain. Selain itu, beberapa
penyakit yang sering terjadi pada lanjut usia antara lain hipertensi, gangguan
pendengaran dan penglihatan, demensia, osteoporosis, dan sebagainya. Masalah tersebut
berawal dari kemunduran sel-sel tubuh, sehingga fungsi dan daya tahan tubuh menurun
serta faktor resiko terhadap penyakit pun meningkat (Kholifah 2016).
Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Panti Dewanata Cilacap didapatkan
bahwa kegiatan atau program untuk lansia sudah berjalan dengan baik. Akan tetapi, yang
menjadi sedikit kendala diantaranya karena adanya penurunan sistem kerja motorik
seperti orientasi dan lainnya. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk melatih
motorik halus yaitu dengan menggunakan terapi okupasi kolase biji-bijian. Kolase
merupakan suatu teknik menempel berbagai macam materi selain cat, seperti kaca,
logam, biji-bijian dan lain sebagaianya (Syakir 2013). Pembuatan kolase ini juga dapat
meningkatkan fungsi kognisi sehingga dapat mengoptimalkan kegiatan sehari-hari lansia.
Selain kegiatan untuk meningkatkan motorik dan kognisi, dibutuhkan pula
pendekatan secara spiritual. Menurut Ummah (2016) pendekatan spiritual bagi lansia
memiliki tujuan untuk memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam berhubungan
dengan Tuhan. Aspek spiritual pada lansia ini selayaknya menjadi bagian dari dimensi
manusia yang matang, sehingga berbagai permasalahan yang dihadapi oleh lansia secara
tidak langsung dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan dengan kehidupan
spiritualitas yang kuat. Salah satu cara dalam pendekatan secara spiritual bagi agama
Islam yaitu dengan cara terapi mendengarkan Asmaul Husna. Menurut Widyastuti
(2019), terapi ini dapat menumbuhkan optimisme bahwa setiap permasalahan dapat
diselesaikan serta dapat mengurangi kecemasan sehingga menimbulkan perasaan tenang
dan nyaman bagi lansia.
Akhir-akhir ini juga di Indonesia sedang digemparkan oleh salah satu wabah
yaitu Covid-19. Corona virus disease (Covid-19) merupakan keluarga besar virus yang
menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit
yang serius seperti MERS dan SARS (Kemenkes RI 2020). Penularan penyakit ini
melalui droplet bisa saat batuk, berbicara, bersin atau yang lainnya. Gejala yang timbul
apabila seseorang terkena covid-19 adalah demam >38ºC, batuk dan sesak napas yang
membutuhkan perawatan di Rumah Sakit. Gejala ini diperberat jika penderita adalah usia
lanjut dan mempunyai penyakit penyerta yang lainnya seperti penyakit paru obstruksi
menahun atau penyakit jantung. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan panduan aktivitas
sehari-hari bagi lansia selama pandemi ini berlangsung supaya tidak tertular covid-19.

B. Perumusan Masalah
1. Kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan dengan melakukan terapi okupasi
kolase biji-bijian dan bimbingan spiritual.

C. Tujuan Instruksional
1. Tujuan umum
Setelah dilakukan terapi okupasi kolase biji-bijian dan bimbingan spiritual
diharapkan derajat kesehatan lansia dapat meningkat.
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan intervensi, diharapkan:
a. Lansia mampu melakukan kegiatan terapi okupasi dengan biji-bijian sesuai
ketentuan.
b. Lansia mampu mendengarkan bimbingan spiritual melalui speaker yang berisi
tentang lantunan Asmaul Husna.

D. Rencana kegiatan
No Nama Kegiatan Sasaran Tujuan Jangka Waktu PJ
. Pendek
1 Terapi okupasi Lansia Panti Menghasilkan karya Rabu, 22/04/ Ranti, Hesti,
kolase biji-bijian Dewanata kolase biji-bijian serta 2020 Novi, Silvia,
meningkatkan motorik 09.30 WIB Yunita, Ida
halus dan kognisi lansia
2 Bimbingan spiritual Lansia Panti Memberikan Selasa, Mega,
(pemutaran Asmaul Dewanata ketenangan dan 21/04/2020 Hanifah,
Husna) kepuasan batin dalam 10.00 WIB & Anji, Herdika
berhubungan dengan Jum’at,
Tuhan 24/04/2020
10.00 WIB

E. Evaluasi
a. Terapi okupasi kolase biji-bijian
1) Evaluasi struktur:
a) Komitmen terhadap kontrak waktu, tempat dan peserta.
b) Ketersediaan dan kesesuaian fungsi alat dan media sesuai dengan yang
dibutuhkan.
2) Evaluasi proses:
a) Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan.
b) Lansia tidak meninggalkan tempat saat kegiatan berlangsung.
c) Lansia mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.
d) Lansia berperan aktif selama jalannya kegiatan.
3) Evaluasi hasil:
a) Lansia mampu menjawab pertanyaan evaluasi dari mahasiswa.
b) Lansia mengikuti proses pembuatan kolase biji-bijian dari awal hingga akhir.
c) Lansia mampu meningkatkan motorik halus berupa hasil karya kolase biji-
bijian.
b. Bimbingan spiritual (pemutaran Asmaul Husna)
1) Evaluasi struktur:
a) Komitmen terhadap kontrak waktu, tempat dan peserta.
b) Ketersediaan dan kesesuaian fungsi alat dan media sesuai dengan yang
dibutuhkan.
2) Evaluasi proses:
a) Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan.
b) Lansia tidak meninggalkan tempat saat kegiatan berlangsung.
c) Lansia mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.
3) Evaluasi hasil:
a) Lansia mampu mendengarkan dan mencermati lantunan Asmaul Husna
dengan baik.
b) Lansia mampu meningkatkan spiritualitas dirinya

DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes RI., 2020, Profil Kesehatan Indonesia, Kementrian Kesehaan Republik Indonesia,
Jakarta.

Kholifah, S.N. 2016, Modul Bahan Ajar Cetak Keperawatan Gerontik, Kemenkes RI Pusdik
SDM Kesehatan, Jakarta.

Herdman, T. H. & Kamitsuru, S. 2018, Nanda international nursing diagnosis: definitions


and classification 2018-2020, EGC, Jakarta.

Syakir, M. 2013, Kreasi kolase, montase, mozaik, Esensi, Erlangga.

Widyastuti, T. 2019, Terapi zikir sebagai intervensi untuk menurunkan kecemasan pada
lansia, E-Journal GAMAJPP, vol. 2, no.2, pp.147-157.

Zulsita, A, 2010, Gambaran kognitif pada lansia di RSUP H.Adam Malik Medan dan
Puskermas Petisah Medan (Skripsi, Universitas Sumatera Utara). Diakses pada 14
Oktober 2017 pukul 21.01 dari http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/21571.

Yg.