Anda di halaman 1dari 15

JURUSAN FARMASI FAKULTAS MIPA

UNIVERSITAS PANCASAKTI MAKASSAR

FITOMEDISIN

TANAMAN HERBAL UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI

OLEH :

NAMA : RESKI AMALIA

NIM : 515.18.011.541

KELAS : 2017/B

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PANCASAKTI

MAKASSAR

2019

Tanaman herbal untuk penyakit hipertensi :


1. Daun selendri
a. Khasiat
Seledri memiliki efek yang baik untuk menurunkan tekanan darah
pada penderita tekanan darah tinggi (hipertensi). Dalam ilmu botani, daun
seledri dikatakan memiliki kandungan Apigenin yang dapat mencegah
penyempitan pembuluh darah dan Phthalides yang dapat mengendurkan
otot-otot arteri atau merelaksasi pembuluh darah. Zat tersebut yang
mengatur aliran darah sehingga memungkinkan pembuluh darah
membesar dan mengurangi tekanan darah.
b. Efek farmakologi
Apigenin dalam daun seledri berfungsi sebagai beta blocker yang
dapat memperlambat detak jantung dan menurunkan kekuatan kontraksi
jantung sehingga aliran darah yang terpompa lebih sedikit dan tekanan
darah menjadi berkurang. Manitol dan apiin, bersifat diuretik yaitu
membantu ginjal mengeluarkan kelebihan cairan dan garam dari dalam
tubuh, sehingga berkurangnya cairan dalam darah akan menurunkan
tekanan darah. Potasium (kalium) yang terkandung dalam seledri akan
bermanfaat meningkatkan cairan intraseluler dengan menarik cairan
ekstraseluler, sehingga terjadi perubahan keseimbangan pompa natrium–
kalium yang akan menyebabkan penurunan tekanan darah. Salah satu
strategi dalam penanganan hipertensi adalah mengubah keseimbangan
Na+. Perubahan keseimbangan Na+ biasanya dilakukan dengan pemberian
diuretik secara oral.
Mekanisme penurunan tekanan darah oleh diuretik adalah mula-
mula obat diuretik menurunkan volume ekstrasel dan curah jantung
kemudian akan mengurangi resistensi vascular. Magnesium dan zat besi
yang terkandung dalam seledri bermanfaat memberi gizi pada sel darah,
membersihkan dan membuang simpanan lemak yang berlebih, dan
membuang sisa metabolisme yang menumpuk, sehingga mencegah
terjadinya aterosklerosis yang dapat menyebabkan kekakuan pada
pembuluh darah yang akan mempengaruhi resistensi vaskuler. Salah satu
senyawa flavonoid yang turut berperan sebagai kandungan aktif
antihipertensi adalah apigenin, suatu flavon dengan gugus hidroksi bebas
pada atom karbon nomor 5,7 dan 4,8. Apigenin yang terkandung dalam
seledri bersifat vasorelaksator atau vasodilator (melebarkan pembuluh
darah) dengan mekanisme penghambatan kontraksi yang disebabkan oleh
pelepasan kalsium (mekanisme kerja seperti kalsium antagonis).
Antagonis kalsium bekerja dengan menurunkan tekanan darah dengan
memblokade masuknya kalsium ke dalam darah. Jika kalsium memasuki
sel otot, maka akan berkontraksi. Dengan menghambat kontraksi otot yang
melingkari pembuluh darah, pembuluh darah akan melebar sehingga darah
mengalir dengan lancar dan tekanan darah akan menurun.
c. Dosis
Penelitian yang telah dilakukan bahwa setelah makan seperempat
pon seledri setiap hari selama 1 minggu,mengamati bahwa tekanan
darahnya telah turun dari 158/96 mmHg ke 118/82 mmHg.
d. Jurnal
2. Biji mahoni
a. Khasiat
Manfaat dari tumbuhan biji mahoni ini cukup banyak, salah satu
nya untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. biji
mahoni mengandung senyawaSaponin dan flavonoid. Dimana Saponin
memiliki khasiat sebagai mengobati diabetes melitus, bisa juga
mengurangi lemak dibadan, membantu meningkatkan system kekebalan,
mencegah pembekuan darah,serta menguatkan fungsi hati dan
memperlambat proses pembekuan darah sedangkan flavonoid sendiri
dikenal untuk melancarkan peredaran darah, mengurangi kolesterol,
penimbunan lemak pada saluran darah, mengurangi rasa sakit, pendarahan
dan lebam, serta bertindak sebagai antioksidan untuk menyingkirkan
radikal bebas.
b. Efek farmakologi
Kandungan flavonoid dalam biji mahoni mampu memberikan efek
penurunan tekanan darah.Flavonoid adalah senyawa polifenol yang
banyak terdapat dialam.Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan
alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan.
Flavonoid berfungsi melancarkan peredaran darah dengan meningkatkan
kadar nitrat oksida melalui sekresi endotel nitrat oksidasi sintase (eNOS).
Endotel nitrat oksidasi sintase merupakan suatu enzim yang berfungsi
untuk pengaturan vasodilatasi pembuluh darah.Nitrit oksida dalam
hubungannya dengan aliran darah dapat menyebabkan relaksasi otot polos
sehingga berfungsi sebagai regulator aliran dan tekanan darah, mencegah
agregasi dan adhesi platelet. Nitrit oksida juga membantu transport
oksigen dengan melebarkan dinding pembuluh darah sehingga
mempermudah perpindahan gas dari darah ke jaringan dan sebaliknya.
c. Dosis
Tekanan darah sistolik sebelum diberikan ekstrak biji mahoni yaitu
151.75 mmHg dengan standar deviasi 5.447.namun setelah diberikan
ekstrak biji mahoni selama 7 hari didapatkan rata-rata tekanan darah
sistolik 129.50 mmHg dengan standar deviasi 6.048.
d. Jurnal

3. Daun Alpukat
a. Khasiat
Beberapa senyawa fenol yang terkandung dalam tumbuhan Persea
gratissima, yaitu flavonoid, alkaloid, dan saponin. Fungsi dalam tubuh
dari flavonoid menunjukan adanya aktivitas anti bakteri, anti
peradangan, anti alergi, anti mutagenik, anti viral, anti neoplasma, anti
trombus dan vasodilatasi. Potensi aktivitas antioksidan dari flavonoid
adalah kemampuannya dalam mengumpulkan radikal bebas seperti
hidroksil, anion superoksida dan radikal peroksidasi lemak yang mungkin
merupakan fungsi terpenting dari flavonoid. Flavonoid merupakan unsur
mikro yang terkandung dalam hampir semua varietas tanaman.
b. Efek famakologi
Daun alpukat juga mengandung saponin, alkaloida,flavonoidadan
tanin. Campuran flavonoid dapat meningkatkan urinasi dan pengeluaran
elektrolit pada tikus normotensi. Kecepatan filtrasi glomerolus (GFR)
memperlihatkan peningkatan yang signifikan setelah pemberian flavonoid.
Menurut Guyton dan Hall dalam Adha (2009: 17), sedikit perubahan pada
filtrasi glomerolus atau reabsorbsi tubulus, maka secara potensial dapat
menyebabkan perubahan yang relatif besar pada ekskresi urin.
GFR yang tinggi membuat ginjal mampu menyingkirkan produk
buangan dari tubuh dengan cepat, selain itu dapat menyebabkan semua
cairan tubuh dapat difiltrasi dan diproses oleh ginjal sepanjang waktu
setiap hari serta mampu mengatur volume dan komposisi cairan tubuh
secara tepat dan cepat. Daun alpukat selain memiliki kandungan
flavonoid yang mempengaruhi pengeluaran urin juga memiliki
kandungan kalium Kalium berfungsi sebagai diuretik sehingga
pengeluaran natrium cairan meningkat, jumlah natrium rendah, tekanan
darah turun.
c. Dosis
Adanya pembuktian secara empiris tanaman yang telah digunakan
untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi adalah infusa daun
alpukat (Persea americana Mill). Indikasi Penggunaan Daun Alpukat
infusa (infusum) adalah sediaan cair yang dibuat dengan cara
mengekstraksi simplisia dengan air pada suhu 90ºC selama 15 menit.
Cara ini adalah cara yang paling sederhana untuk pembuatan
sediaan herbal dari bagian tanaman yang lunak seperti daun dan bunga.
Dosis optimum dari ekstrak daun alpukat dalam meningkatkan
pengeluaran urin adalah dosis 100 mg/kg bb.
d. Jurnal

4. Daun Salam
a. Khasiat
Daun salam mempunyai kandungan kimia seperti minyak atsiri,
sitrat, euganol, tannin serta flavanoid yang dipercaya mampu untuk
menurunkan tekanan darah, mekanisme kerja dari daun salam ini yaitu
merangsang sekresi cairan empedu sehingga lemak akan keluar bersamaan
dengan usus yang kemudian mengurangi gumpalan lemak yang
mengendap dalam pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lancar
dan tekanan darah akan normal
b. Efek famakologi
Daun salam ini terbukti dapat menurunkan tekanan darah hal ini
dikarenakan kandungan flavanoid yang terdapat pada daun salam, dimana
mekanisme kerja dari kandungan kimia tersebut yaitu dengan cara
merangsang sekresi cairan empedu sehinga kolesterol akan keluar
bersamaan dengan cairan emped munuju usus serta merangsang sirkulasi
darah sehingga mengurangi terjadinya pengendapan lemak pada pembuluh
darah, maka dari itu air rebusan daun alam dapat menurunkan tekanan
darah tingi pada lansia.
c. Dosis
Daun salam (syzygiumpolyanthum) merupakan salah satu dari
jenis terapi herbal yang digunakan untuk berbagai penyakit salah satunya
yaitu untuk menangani penyakit hipertensi,untuk menurunkan hipertensi
dibutuhkan 10 lembar daun salam dan 300 ml air lalu direbus hingga
mendidih dan menyusut menjadi 200 ml dan dikonsumsi sebanyak 2 kali
sehari pada pagi dan sore hari, masing-masing 100 ml.
d. Jurnal
5. Daun Sambung jawa
a. Khasiat
Tanaman sambung nyawa memang memiliki khasiat yang baik
untuk menurukan hipertensi, karena menurut penelitian tanaman sambung
nyawa tersebut memiliki kandungan antara lain flavonoid (glikosida
kuersetin), tannin, saponin, steroid, triterpenoid, asam klorogenat, asam
kafeat, asam para kumarin, dan asam para hidroki benzoat.
b. Efek famakologi
Menurut penelitian, tanaman sambung nyawa memiliki aktivitas
hipotensif, yang mampu menghambat efek tiramin dan efedrin, sehingga
diduga bisa menghambat kerja obat simpatomimetik yang bisa menaikkan
tekanan darah pada manusia. Dan aktivitas hipotensif inilah yang juga
menghambat aktivitas enzim pengonversi angiostenin.
c. Dosis
3 gelas sehari untuk 7 helai daun, 2 gelas sehari untuk 5 helai daun,
1 gelas sehari untuk 3 helai daun dan 1 gelas sehari untuk 1 daun. Hasil
eksperimen membuktikan bahwa rebusan daun sambung nyawa dapat
menurunkan penyakit hipertensi. Kondisi optimum ekstrak tercapai pada 7
gelas selama 4 hari
d. Jurnal
6. Kunyit
a. Khasiat
Kunyit memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh seperti zat
kuning kurkumin, minyak astiri, mineral tinggi seperti kalium, kalsium,
zat besi dan magnesium. Kalium merupakan suatu komponen penting dari
sel dan cairan tubuh yang membantu untuk mengontrol detak jantung dan
tekanan darah. Kurkumin yang dimiliki oleh kunyit merupakan zat anti
oksidan karena kunyit tidak mengandung kolesterol dan kaya akan serat,
kandungan tersebut yang akan mengendalikan low density lipoprotein
(LDL) dalam darah. Kunyit banyak digunakan untuk meningkatkan nafsu
makan, memperbaiki fungsi pencernaan, menurunkan lemak darah
(kolesterol), sebagai antioksidan dan membantu menghambat penggumpal
darah
b. Efek famakologi
Kunyit mengandung sejumlah zat kimia alami seperti monoterpen
dan sesquiterpen (zingiberen, alfa dan beta turmerone) dan kandungan
yang dapat menurunkan tekanan darah diantaranya, kurkumin, minyak
astiri, anti oksidan, mineral, fosfor dan kalium yang tinggi, dan
mengandung banyak vitamin C. Kandungan kurkumin dan kalium didalam
kunyit yang membantu penderita hipertensi dalam menurunkan tekanan
darah. Antioksidan dan serat pada kurkumin yang membantu untuk
mengendalikan low density lipoprotein (LDL) dalam darah.
c. Dosis
Perlakuan dilakukan dengan memberikan seduhan kunyit pada pagi
hari selama 6 hari.
d. Jurnal
7. Mengkudu
a. Khasiat
Morinda citrifolia ditemukan memiliki berbagai efek terapeutik
seperti antiviral, antibakteri, antijamur, antitumor, anthelmintik, analgesik,
hipotensi, antiinflamasi, efek peningkatan kekebalan tubuh, mencegah
penurunan kolesterol dalam tubuh, zat antihipetensi yaitu zat scopoletin
berfungsi mencegah pembentukan plak (aterosklerosis) serta dapat
menurunkan tekanan darah.
b. Efek famakologi
Kandungan buah mengkudu yang dapat menurunkan tekanan darah
adalah Scopoletin. Zat Scopoletin dalam buah mengkudu ditemukan pada
tahun 1993 oleh para peneliti di Universitas Hawaii. Scopoletin berfungsi
memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan serta
melancarkan peredaran darah. Kandungan scopoletin buah mengkudu
dalam 1 gram adalah sebesar 290,02 ppm. Scopoletin dapat menurunkan
tekanan darah dengan cara menurunkan tahanan atau resistensi perifer.
Besarnya tahanan perifer bergantung pada kontraktilitas otot polos
pembuluh darah. Kontraktilitas otot polos pembuluh darah dipengaruhi
oleh fungsi endotel pembuluh darah, karena pada endotel disintesis dan
disekresi berbagai bahan vasokonstriktor dan vasodilator. Kandungan
bahan aktif scopoletin dalam mengkudu memiliki fungsi dalam
menormalkan tekanan darah dengan adanya efek spasmolitik yaitu efek
yang mempunyai kemampuan serupa dengan cara kerja obat
antihipertensi.
c. Dosis
Intervensi teh buah mengkudu diberikan sebanyak 5 gram selama
30 hari dengan frekuensi pemberian 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.
d. Jurnal

8. Daun Sirih
a. Khasiat
Kandungan senyawa yang terdapat pada daun sirih yaitu flavonoid,
polifenolat, tanin, alkaloid, saponin dan minyak atsiri. Senyawa fitokimia
lain yang terkandung dalam tanaman ini meliputi hidroksikavicol, kavicol,
kevibetol, allylprokatekol, karvakrol, eugenol,pcymene, cineole,
caryofelen, kadimen estragol, terpenena, dan fenilpropada. Oleh karena
kandungan senyawa kimia yang dimiliki tanaman ini sangat banyak, maka
daun sirih juga mempunyai manfaat yang luas sebagai bahan obat.
b. Efek farmakologi
Terkait kandungan daun sirih terhadap penurunan tekanan darah
adalah bahwa daun sirih dapat memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh
manusia seperti dapat memberikan anti kanker alami, antioksidan, sebagai
tumbuhan anti-inflantasi anti septic, dan antidiabetik. Daun sirih dapat
memberikan manfaat banyak dan besar karenakan tumbuhan sirih
mengandung Zat (Flavonoid polivenol). Untuk pengobatan hipertensi
dengan daun sirih dianjurkan untuk merebus 6 gram (5 lembar) daun sirih
dengan dua gelas air. Daun sirih sering digunakan sebagai obat pada klinik
herbal sebagai bahan terapi terhadap suatu penyakit, salah satunya
hipertensi. Hal ini dimungkinkan relatif aman pada penderita penyakit
yang tidak bisa disembuhkan dengan obat kimia atau memang sengaja
dilarang menggunakan obat kimia. Sejak zaman dahulu, sirih merah sudah
dipercaya sebagai tanaman yang memiliki khasiat yang tinggi, bahkan
sampai ada yang mempercayai bahwa tanaman ini mempunyai nilai
spiritual sehingga harus disediakan pada upacara adat. Selain banyaknya
kandungan yang baik untuk kesehatan, daun sirih juga memiliki banyak
manfaat untuk menyembuhkan beberapa penyakit
c. Dosis
Dengan bahan 6 gram (5 lembar daun sirih) dan gelas air ukuran
250 cc direbus dari 2 gelas menjadi satu gelas.
d. Jurnal

9. Buah Srikaya
a. Khasiat
Tanaman srikaya memiliki banyak kegunaan. Mulai dari buah,
daun, kulit pohon, sampai biji bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
Buah ini selain mudah ditanam juga memiliki kandungan vitamin dan
mineral yang memberikan berbagai manfaat kesehatan yang salah satu
mineralnya yaitu unsur kalium yang dikenal bisa mengendalikan tingkat
tekanan darah dengan mengontrol efek sodium dalam tubuh, sehingga
buah ini dapat dijadikan sebagai obat antihipertensi
b. Efek farmakologi
Beberapa penelitian yang menunjukkan peran kalium terhadap
hipertensi yaitu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Solanki
(2011)yang menyatakan beberapa mekanisme bagaimana kalium dapat
menurunkan tekanan darah sebagai berikut: kalium dapat menurunkan
tekanan darah dengan menimbulkan efek vasodilatasi sehingga
menyebabkan penurunan retensi perifer total meningkatkan output
jantung. Konsumsi kalium yang banyak akan meningkatkan
konsentrasinya di dalam cairan intraseluler sehingga cenderung menarik
cairan dari bagian ekstraseluler dan menurunkan tekanan darah
c. Dosis
Buah srikaya dikeringkan dengan menggunakan oven dengan suhu
650C. Setelah itu diambil 50 gram buah srikaya dan diblender, kemudian
dimaserasi dengan menggunakan aquades sebanyak 500 mL selama 48
jam. Kemudian disaring menggunakan kertas saring. Penyaringan
dilakukan dua kali. Filtrate dipekatkan dengan menggunakan hot plate
pada suhu 1000C sehingga diperoleh ekstrak yang berbentuk padatan
d. Jurnal
10. Temulawak
a. Khasiat
Khasiat temulawak dapat membantu menghambat penggumpalan
darah, dapat menurunkan kadar kolesterol yang dapat berpengaruh tehadap
tekanan darah dan temulawak juga memiliki efek farmakologi zat aktif
salah satunya germakron yang memiliki efek antiinflamasi dan
penghambat edema (pembengkakan)
b. Efek farmakologi
Rimpang temulawak mengandung zat kuning kurkumin, minyak
atsiri, pati, protein, lemak (fixed oil), selulosa, dan mineral. Rimpang
temulawak banyak digunakan untuk meningkatkan nafsu makan,
memperbaiki fungsi pencernaan, memelihara kesehatan fungsi hati, pereda
nyeri sendi dan tulang, menurunkan lemak darah (kolesterol), sebagai
antioksidan dan membantu menghambat penggumpalan darah. Temulawak
juga memiliki efek farmakologi zat aktif salah satunya yaitu germakron
yang memiliki efek anti-inflamasi (antiperadangan) dan penghambat
edema atau pembengkakan. Selain itu temulawak juga memiliki khasiat
sebagai diuretik.
c. Dosis
Dosis temulawak kering untuk menurunkan kadar kolesterol adalah
25 gram dididihkan dalam 200 ml air hingga diperoleh air rebusan 100 ml.
Lama perebusan temulawak selama 2-5 menit, temulawak diberikan satu
kali sehari selama satu minggu.
d. Jurnal