Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR AKK

(Analisis Biaya Satuan dengan Metode Step Down, Double Distribution, dan
Metode Activity Based Costing)

IKRAWATI SUMI

J1A1 18 003

Penanggung Jwab Praktikum: Ambo Sakka, S.K.M, M.A.R.S

Asisten Praktikum :Nadila Puspita Ningsih

KESMAS A2018

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2020
KATA PENGATAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang
telah memberikan hidayah-Nya, limpahlan rezeki, kesehatan dan kesempatan
sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan laporan ini sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan.

Pada hakikatnya, laporan ini memuat tentang Analisis Biaya Satuan dengan
Metode Step Down, Mteode Double Distribution, dan Metode Activity Based
Costing. Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan laporan ini banyak
hambatan dan tantangan yang saya dapatkan, namun atas bantuan dan
bimbinganeserta motivasi yang tiada henti-hentinya disetai harapan yang optimis dan
kuat sehingga saya dapat mengatasi semua hambatan tersebut.

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya dengan segala kerendahan hati
menyampaikan penghargaan, rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada Ambo Sakka, S.K.M, M.A.R.S selaku penanggung jawab Praktikum Dasar
AKK dan juga terima kasih kepada Nadila Puspita Ningsih sebagai Asisten
praktikum yang telah meluangkan waktu dan pemikirannya dalam mengarahkan kami
menyusun laporan ini.

Sebagai manusia biasa, saya menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, saya menharapkan kritikdan saran yang dapat
membangun sehingga kiranya dapat dijadikan sebagai patokan pada penulisan
laporan berikutnya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Kendari,05 juni2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGATAR.......................................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................1
A. Latar Belakang....................................................................................................1
B. Tujuan.................................................................................................................2
C. Manfaat...............................................................................................................3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................................4
A. Biaya Satuan (Unit Cost)....................................................................................4
B. Tinjauan Teori Analisis Biaya dengan Metode Step Down..............................6
C. Tinjauan Teori Analisis biaya satuan dengan metode Double Distribution.......6
D. Tinjauan Teori Analisis biaya satuan dengan Metode Analisis Based Coast.....7
BAB III METODOLOGI..............................................................................................9
A. Metode Daring....................................................................................................9
B. Bimbingan Virtual..............................................................................................9
C. Praktikum simulasi.............................................................................................9
D. Latihan Perhitungan..........................................................................................10
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.....................................................................11
A. Hasil Analisis Unit Cost...................................................................................11
B. Pembahasan......................................................................................................15
BAB V PENUTUP......................................................................................................16
A. Kesimpulan.......................................................................................................16
B. Saran.................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................17
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Biaya satuan(unit cost) merupakan dasar penentuan kebijakan tariff pada
beberapa rumah sakit (RS). Dengan mengetahui besarnya biaya satuan, dapat
diketahui apakah tarif yang berlaku saat ini sesungguhnya merugi atau
menguntungkan.Biaya satuan juga berguna sebagai dasar pertimbangan dalam
negosiasi dengan pihak-pihak yang akan mengadakan kontrak dengan menggunakan
jasa RS (pricing), perencanaan anggaran perencanaan alokasi anggaran yang akan
dating (budgeting), mengendalikan biaya kegiatan operasional rumah sakit
(controlling), evaluasi (evaluation) efektivitas biaya dan pertanggung jawaban
keuangan serta dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu RS(Utami and
Sulistiadi 2019)

Pada kenyataannya, tidak semua RS menggunakan biaya satuan sebagai dasar


perhitungan tarif, sebagian RS masih menggunakan tarif RS sekitar (competitor) dan
daya beli masyarakat sebagai acuan penentuan tarif. Salah satu cara menghitung
biayasatuan yang sering digunakan saat ini adalah dengan menggunakan metode
ABC (Activity Based Cost System), namun metode ini membutuhkan lebih banyak
data dibandingkan dengan metodet radisional. Bagi RS yang memiliki data yang
lengkap metode ini dapat digunakan dengan mudah, namun bagi RS dengan
pencatatan kurang baik akan sulit mengumpulkan semua data yang dibutuhkan.

Unit cost (biaya satuan) dapat ditentukan dengan menggunakan sistem yang
terdapat pada akuntasi biaya yaitu dengan cara pengukuran dan pengalokasian
dan/atau distribusi biaya secara tepat. Perhitungan unit cost (biaya satuan) merupakan
salah satu informasi yang dibutukan dan penting bagi suatua organisasi atau entitas
bisinis saat ini. Dengan melakukan perhitungan unit cost (biaya satuan), organisasi
dapat melakukan efesiensi biaya dan meningkatkan kinerja organisasi jika dikontrol
dengan baik. Fungsi atau manfaat lain yang didapatkan dari perhitungan unit cost
yaitu menghasilkan informasi biaya per unit sehingga akan membantu manajemen
perusahaan untuk membuat rancangan anggaran, kebijakan yang strategis dan
kebijakan penting laiinya(Hilfi et al. 2013).

Perhitungan unit cost memiliki peran penting, diantaranya digunakan untuk


penetapan tarif, informasi tentang unit cost digunakan untuk perencanaan anggaran,
pengendalian biaya, subsidi, dan sebagai informasi dalam membuat keputusan
Perhitungan unit cost memiliki tujuan supaya efisiensi dan kinerja setiap instalasi,
poli klinik maupun komponen dalam proses pelayanan di instansi yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dapat dimonitor dengan baik sehingga
perhitungan unit cost bermanfaat untuk memperkuat pertahanan rumah sakit dalam
persaingan bisnis yang ketat (Sumiarti, 2017)
Secara umum terdapat 2 metode perhitungan unit cost, yaitu metode konvensional
yang terdiri dari metode Simple Distribution (satulangkah), Step Down (dualangkah),
Double Distribution (dua langkah) dan metode terkini yaitu Activity- Based Costing
(ABC). Penelitian ini membatasi analisa terhadap jurnal yang melaporkan hasil
penelitian perhitungan unit cost yang menggunakan metode atau sistem ABC(Utami
2019).

B. Tujuan
1. Untukmnegetahui analisis unit cost dengan metode step down
2. Untukmengetahui analisis biaya satuan meteode double distribution
3. Untukmengetahui analisis unit cost metode Activity Based Costing
C. Manfaat
1. Memahami dan dapat melaksanakan analisis unit cost dengan metode step
down
2. Memahami dan dapat melaksanakan analisis biaya satuan meteode double
distribution
3. Memahami dan dapat melaksanakan analisis unit cost metode Activity Based
Costing
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Biaya Satuan (Unit Cost)


Biaya satuan (unit cost) merupakan dasar penentuan kebijakan tarif pada
beberapa rumah sakit (RS). Dengan mengetahui besarnya biaya satuan, dapat
diketahui apakah tarif yang berlaku saat ini sesungguhnya merugi atau
menguntungkan. Biaya satuan juga berguna sebagai dasar pertimbangan dalam
negosiasi dengan pihak-pihak yang akan mengadakan kontrak dengan menggunakan
jasa RS (pricing), perencanaan anggaran perencanaan alokasi anggaran yang akan
dating (budgeting), mengendalikan biaya kegiatan operasional rumah sakit
(controlling), evaluasi (evaluation) efektivitas biaya dan pertanggung jawaban
keuangan serta dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu RS(Utami and
Sulistiadi 2019).

Pelayanan kesehatan di rumah sakit sudah sejak lama dilihat sebagai komoditi
sosial. Oleh sebab itu penentuan tarif yang dibebankan kepada pasien
harus  dilakukan secara berhati-hati dan pada umumnya diikuti dengan
pertimbangan  kemanusian yang bertujuan agar semua orang yang membutuhkan
pelayanan  kesehatan mampu menjangkau secara finansial (Gani, 1994). Tuntutan
masyarakat  terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat sehingga
pelayanan kesehatan di rumah sakit perluditingkatkan agar menjadi efisien dan
efektif. Dengan  semakin meningkatnya pelayanan kesehatan di rumah sakit
mengakibatkanterjadinya kenaikan biaya yang digunakan dalam pelayanan kesehatan
di rumah sakit.

Analisis biaya pelayanan kesehatan di rumah sakit harus diketahui


pimpinan  rumah sakit dalam rangka mendapatkan informasi tentang total biaya
rumah sakit,  sumber pembiayaan serta komponennya, mendapatkan informasi
tentang biaya satuan  layanan kesehatan rumah sakit. Dengan pengetahuan tentang
analisis biaya, pimpinan  rumah sakit dapat mengetahui pusat-pusat biaya yang ada di
rumah sakit, sehingga  pimpinan rumah sakit dapat mengidentifikasi pusat biaya yang
mengalami defisit sehingga dapat dilakukan tindakan preventif  atau
tindakan intervensi. Analisis biaya  juga dapat dipergunakan pimpinan rumah sakit
sebagai dasar pengukuran kinerja,  penyusunan anggaran dan subsidi. Analisis biaya
dapat pula dijadikan sebagai dasar  dalam mengusulkan tarif pelayanan rumah sakit
yang baru dan terjangkau bagi  masyarakat. Selain itu juga dengan analisis biaya
masyarakat pun dapat diinformasikan tentang besar biaya yang diperlukan untuk
pelayanan rumah sakit  yang mereka terima(Sumiarti. 2017).

Analisis biaya dalam menetapkan tarif berguna untuk menganalisa tingkat


efesiensi suatu unit pelayanan, yaitu: Cost Recovery, Subsidi Silang dan Menciptakan
Surplus Prinsip analisis biaya di rumah sakit adalah menghitung biaya yang telah
dikeluarkan selama satu tahun di setiap unit-unit fungsional yang ada di rumah sakit
bersangkutan, meliputi semua biaya investasi, biaya operasional dan biaya
pemeliharaan. Jumlah biaya-biaya di setiap unit akan mengambarkan biaya total di
rumah sakit bersangkutan. Hasil analisis semacam ini akan menghasilkan peta biaya
di setiap unit dan di seluruh rumah sakit. Dengan menggunakan analisis biaya yang
bertujuan menghitung biaya satuan, maka diperlukan langkah mendistribusikan
semua biaya yang dikeluarkan di unit  penunjang ke unit-unit produksi.Penentuan unit
cost dalam analisis biaya diperlukan untuk mengetahui besarnya biaya yang benar-
benar dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk baik berupa barang  ataupun jasa
ataupun untuk menilai efisiensi dalam anggaran.

B. Tinjauan Teori Analisis Biaya dengan Metode Step Down


Untuk mengatasi kelemahan simple distribution method tersebut,
dikembangkan metode distribusi anak tangga. Dalam metode ini, dilakukan distribusi
biaya unit penunjang kepada unit penunjang lain dan unit produksi. Caranya,
distribusi biaya dilakukan secara berturut-turut, dimulai dengan unit penunjang yang
biasanya terbesar. Biaya unit penunjang tersebut didistribusikan ke unit-unit lain
(penunjang dan produksi yang relevan). Setelah selesai dilanjutkan dengan distribusi
biaya dari unit penunjang lain yang biayanya nomor dua terbesar. Proses ini terus
dilakukan sampai semua biaya dari unit penunjang habis didistribusikan ke unit
produksi. Perlu dicatat dalam metode ini biaya yang didistribusikan dari unit
penunjang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya mengandung dua elemen biaya
yaitu asli unit penunjang yang bersangkutan ditambah biaya yang ia terima dari unit
penunjang lain(Hilfi et al. 2015)

Kelebihan metode ini adalah sudah dilakukannya distribusi dari unit


penunjang ke unit penunjang lain. Namun distribusi ini sebetulnya belum sempurna,
karena distribusi tersebut hanya terjadi satu arah, seakan-akan fungsi tunjang
menunjang antara sesama unit penunjang hanya terjadi sepihak.Padahal dalam
kenyataan, bisa saja hubungan tersebut timbal balik.Misalnya bagian umum
melakukan pemeliharaan alat-alat dapur dan sebaliknya dapur memberi makanan staff
bagian umum(No Title,2019).

C. Tinjauan Teori Analisis biaya satuan dengan metode Double Distribution


Dalam metode ini, pada tahap pertama dilakukan distribusi biaya yang
dikeluarkan di unit penunjang lain dan unit produksi. Hasilnya sebagian unit
penunjang sudah didistribusikan ke unit produksi, akan tetapi sebagian masih berada
di unit penunjang. Artinya, ada biaya yang tertinggal di unit penunjang, yaitu biaya
yang diterimanya dari unit penunjang lain. Biaya yang masih berada di unit
penunjang ini dalam tahap selanjutnya didistribusikan ke unit produksi, sehingga
tidak ada lagi biaya yang tersisa di unit penunjang.Karena metode ini dilakukan dua
kali distribusi biaya, maka metode ini dinamakan metode distribusi Kelebihan meode
ini sudah dilakukan distribusi dari unit penunjang ke unit penunjang lain, dan sudah
terjadi hubungan timbal balik antara unit penunjang dengan unit penunjang lain
secara fungsional. Metode ini merupakan metode yang terpilih unuk analisis biaya
puskesmas maupun rumah sakit di Indonesia(Hilfi et al. 2013).
D. Tinjauan Teori Analisis biaya satuan dengan Metode Analisis Based Coast
Activity Based Costing (ABC) adalah metode costing yang dirancang untuk
menyediakan informasi bagi manajer untuk keputusan stratejik dan keputusan lainnya
yang mungkin akan mempengaruhi kapasitas dan juga biaya tetap. ABC juga
digunakan sebagai elemen activity-based management, yaitu pendekatan manajemen
yang fokus pada aktivitas. Activity Based Costing dapat diartikan juga sebagai
penentuan harga pokok produk berdasarkan kegiatan atau aktivitas(Hilfi et al. 2015).
Dalam sistem akuntansi biaya tradisional, tujuannya adalah untuk menilai
secara tepat persediaan dan harga pokok penjualan untuk pelaporan keuangan
eksternal.Tujuan dari ABC adalah memahami overhead dan profitabilitas produk dan
konsumen.Sebagai konsekuensi perbedaan tujuan ini, praktek ABC memiliki
perbedaan dengan sistem akuntansi biaya tradisional.
Menurut Mulyadi (2007) pengertian activity based costing adalah sistem
informasi biaya yang berorientasi pada penyediaan informasi lengkap tentang
aktivitas untuk memungkinkan personel perusahaan melakukan pengeolaan terhadap
aktivitas. Sistem ini menggunakan aktivitas sebagai dasar serta pengurangan biaya
dan penentuan secara akurat.Metode ABC menyediakan informasi perihal aktivitas-
aktivitas dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas
tersebut. Activity based costing dapat disimpulkan sebagai pendekatan penentuan
biaya produk atau jasa berdasarkan konsumsi sumber daya yang disebabkan oleh
aktivitas Fokus utama activity based costing adalah aktivitas. Mengidentifikasi biaya
aktivitas dan kemudian ke produk merupakan langkah dalam menyusun activity
based costing system (Yulianti, 2011).
BAB III
METODOLOGI

A. Metode Daring
Komunikasi yang kita lakukan melalui internet dikenal dengan sebutan
komunikasi daring atau  komunikasi online. Beberapa literatur menyebutkan bahwa
komunikasi daring atau komunikasi online merujuk pada computer-mediated
communication atau CMC. Komunikasi daring atau komunikasi online tidak hanya
berupa surat elektronik saja namun berbagai bentuk lainnya. Adapun meteode daring
praktikum yang dilakukan dalam penyampaian materi analisis biaya satuan oleh
penanggung jawab praktikum AKK dengan proses daring menggunakan aplikasi
google meet. Penanggung jawab melakukan pemberian materi melalui google meet
dengan menampilkan layar screen materi dan pemberian penjelasan terhadap materi
tersebut.

B. Bimbingan Virtual
Pembimbingan praktikum dilakukan dengan metode virtual, dimana
sebelumnya mahasiswa telah mengikuti kelas daring yang dipimpin oleh penanggung
jawab AKK, selanjutnya mahasiswa yang melakukan praktikum melakukan
bimbingan virtual. Bimbingan ini dilakukan oleh asisten praktikum AKK dimana
asisten mengadakan kelas tambahan di google meet dengan memberikan penjelasan
tambahaan yang belum dimengerti sebelumnya mengenai penjelasan materi tentang
tugas yang akan dikerjakan nanti
C. Praktikum simulasi
Setelah menerima materi yang telah disampaikan pada pertemuan kelas daring
yang dilakukan oleh penaggung jawab AKK dan Asisten maka selanjutnya
mahasiswa melakukan simulasi dan melakukan praktek yaitu menhitung
unitcost.mahasiswa harus mampu menhitung unit cost dengan menggunakan tiga
yaitu metode step down, metode double distribution, dan metode activity based
costing yang telah dijelaskan pada pertemuan kelas daring dan pada bimbingan
virtual.

D. Latihan Perhitungan
Proses perhitungan unit cost dilakukan dengan tiga metode yaitu step down,
double distribution, Activity Based Costing(ABC). Dalam proses perhitungan
mahasiswa yang melakukan praktikum harus menyelesaikan perhitungan unit cost
dengan menggunakan tiga metode. Proses perhitungan ini di bombing oleh asisten
praktikum, dimana bila mahasiswa terdapat kendala bisa langsung di konsultasikan
langsung kepada asisten.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Analisis Unit Cost


NO Metode Analisis Unit Cost Tarif Pelayanan
1. Step Down Method
a. Poli umum Rp. 35.871 Rp. 41.252
b. Poli anak Rp. 37.756 Rp. 43.422
2. Double Distribution
a. Poli umum Rp. 35.918 Rp. 41.306
b. Poli anak Rp. 37.697 Rp. 43.351
3. Activity Based Costing
a. Jahit luka kecil Rp. 85.146 Rp. 216.272
b. Jahit luka sedang Rp. 89.951 Rp. 103.444
c. Jahit luka besar Rp. 135.076 Rp. 155.338
d. DC shock Rp. 46.962 Rp. 54.006
e. Pembersihan luka sederhana Rp. 35.909 Rp. 41.296
f. Pembersihan luka kotor Rp. 36.726 Rp. 42.234
g. Pembersihan luka sangat kotor Rp. 41.071 Rp. 47.231
h. Resusitasi Rp. 57.662 Rp. 66.311
i. Pemeriksaan EKG Rp. 6.362 Rp. 7.316
j. Suction jalan nafas Rp. 45.313 Rp. 52.109
k. Intubasi jalan nafas Rp. 48.022 Rp. 55.225

B. Pembahasan
Berdasarkan hasil perhitungan biaya satuan unit cost diatas diperoleh nilai
sebagai berikut: untuk bagian metode analisis step down untuk poli umum diperoleh
nilai unit cost sebesar (Rp. 35.871) dan untuk tarif pelayanan (Rp. 41.252).poli anak
diperoleh nilai unit cost sebesar Rp. 37.756 dan untuk tariff pelayanan Rp.
43.422.selanjutnya pada metode analisis double distribution untuk poli umum (Rp.
35.918) dan tariff pelayanan (Rp.41.306). poli anak diperoleh nilai unit cost sebesar
(Rp. 37.697) dan tariff pelayanan (Rp. 43.351). pada metode activity based costing
pada jahit luka diperoleh nilai cost sebesar (Rp. 85.146) dan tarif pelayanan (Rp.
216.272). untuk jahit luka sedang diperoleh nilai unit cost sebesar (Rp. 89.951) dan
tariff pelayanan (Rp. 103.444). untuk jahit luka besar diperoleh nilai unit cost sebesar
(Rp. 135.076) dan tarif pelayanan (Rp. 155.338). untuk DC.shock diperoleh nilai unit
cost sebesar (Rp. 46.962) dan tarif pelayanan (Rp. 54.006). untuk pemebersihan luka
sederhana diperoleh nilai unit cost sebesar (Rp. 35.909) dan tarif pelayanan (Rp.
41.296). untuk pemebersihan luka kotor diperoleh nilai unit cost (Rp. 36.726). dan
tariff pelayanan (Rp. 42.234). untuk pembersihan luka sangat kotor diperoleh nilai
unit cost sebesar (Rp. 41.071) dan tariff pelayanan (Rp. 47.231). untuk resusitasi
diperoleh nilai unit cost sebesar (Rp. 57.662) dan tariff pelayanan (Rp. 66.311).untuk
pemeriksaan EKG diperoleh nilai unit cost sebesar (Rp. 6.362) dan tariff pelayanan
(Rp. 7.316). untuk suction jalan nafas diperoleh nilai unit cost sebesar (Rp. 45.313)
dan tariff pelayanan (Rp. 52.109). untuk intubasi jalan nafas diperoleh nilai unit cost
sebesar (Rp. 48.022) dan tariff (55.225).
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Dalam metode step down, dilakukan distribusi biaya unit penunjang kepada
unit penunjang lain dan unit produksi. Caranya, distribusi biaya dilakukan
secara berturut-turut, dimulai dengan unit penunjang yang biasanya terbesar.
Biaya unit penunjang tersebut didistribusikan ke unit-unit lain (penunjang dan
produksi yang relevan).
2. Dalam metode Double Distribution, pada tahap pertama dilakukan distribusi
biaya yang dikeluarkan di unit penunjang lain dan unit produksi. Hasilnya
sebagian unit penunjang sudah didistribusikan ke unit produksi, akan tetapi
sebagian masih berada di unit penunjang
3. Activity Based Costing (ABC) adalah metode costing yang dirancang untuk
menyediakan informasi bagi manajer untuk keputusan stratejik dan keputusan
lainnya yang mungkin akan mempengaruhi kapasitas dan juga biaya tetap.
ABC juga digunakan sebagai elemen activity-based management, yaitu
pendekatan manajemen yang fokus pada aktivitas.

B. Saran
Sebaiknya dalam proses penyampaian materi dalam menggunakan
google meet harus dipersiapkan hal yang dibutuhkan sebelum masuk pada
kelas daring agar tidak menyita waktu banyak. Dan penggunaan google meet
dalam pemberian kelas daring masih banyak terjadi kendala yaitu salah
satunya suara yang putus-putus atau tidak kedengaran yang menyebakan
mahasiswa kurang mendengar penejelasan yang disampaikan.
DAFTAR PUSTAKA

Hilfi, L., H. Djuhaeni, Setiawati Ep, K. Ratna, and Paramita Sa. 2015. “Perbedaan
Perhitungan Unit Costdengan Menggunakan Metode Activity Based
Costing(ABC) San Metode Double Distribution (DD) Untuk Pasien TB Paru
Kategori 2 Di Istalansi Rawat Jalan Dan Rawat Inap Rumah Sakit Paru.”
04(03):109–16.
Hilfi, Lukman, Elsa Pudji Setiawati, Henni Djuhaeni, Sekar Ayu Paramita, and Ratna
Komara. 2013. “Perbedaan Perhitungan Unit Cost Dengan Menggunakan
Metode Activity Based Costing ( ABC ) Dan Metode Doubel Distribution
( DD ) Untuk Pasien Tb Paru Kategori 2 Di Instalasi Rawat Jalan Dan Rawat
Inap Rumah Sakit Paru Method And Double Distribution ( DD ) Method For
Category 2 of Pulmonary TB Patients in Outpatient and Inpatient Of Lung
Hospital.” 1(38):63–70.
Sumiarti, Witcahyo Eri, and Ramani Andrei. 2017. “Analisis Biaya Satuan ( Unit
Cost ) Dengan Metode Activity Based Costing ( ABC ) Di Poliklinik Jantung
RSU Dr . H . Koesnadi Bondowoso.” 1–9.
Utami, Sintha and Wahyu Sulistiadi. 2019. “Analisa Perbandingan Biaya Satuan
Menggunakan Sistem Activity Based Cost ( ABC ) Dengan Tarif Rawat Inap
Rumah Sakit Di Indonesia Mahasiswa Program Studi Administrasi Rumah Sakit
, Fakultas Pasca Sarjana , Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat , Universitas
Indonesia Comparative Analysis of Unit Cost Using Activity Based Cost System
with Hospital Inpatient Rates in Indonesia.” 11(3):277–86.