Anda di halaman 1dari 71

DERMATOVENEREOLOGI

MEDICOENTHUSIAST
SIAP LULUS!
EFLORESENSI KULIT
Lesi kulit yang tampak jelas untuk mata dan memungkinkan untuk
dipalpasi saat pemeriksaan.
LESI PRIMER LESI SEKUNDER
Makula Erosi
Lesi saat awal Lesi sesuai
penyakit
Papul Ekskoriasi progresi lesi
disebakan Vesikel Ulkus primer , atau
langsung oleh berubah akibat
proses patologis Bulla Fisura pengaruh
tersebut eksternal
Pustul Skuama
Nodul Krusta
Urtika Kista
Abses
Likenifikasi
SUSUNAN LESI UKURAN LESI DISTRIBUSI
Linear Milier Regional
Anular Lentikuler Soliter
Arsiner Gutata Diskret
Polisiklik Numular Universalis
Konfluens Plakat Generalisata
Korimbiformis Serpiginosa
INFEKSI BAKTERIAL
KULIT
IMPETIGO
- Infeksi kulit superfisial umumnya akibat Streptococcus (impetigo krustosa)
atau Staphylococcus (impetigo bulosa).

- Terdapat dua jenis :


 Krustosa = tampak krusta tebal seperti madu
 Bulosa = tampak bula, hipopion yang dapat memecah

- Terapi = antibiotik topikal (mupirosin, basitrasin, kloramfenikol)


FOLIKULITIS
- Radang folikel rambut dengan papul / pustul yang di tengahnya terdapat
rambut.
- Infeksi oleh S.aureus
- Antibiotik topikal = salep / krim asam fusidat 2%, mupirocin 2%, atau
neomisin + basitrasin
FURUNKEL DAN KARBUNKEL
• Furunkel = diawali dengan radang folikel rambut, membesar menjadi nodul
eritematosa (bisul)
• Karbunkel = furunkel yang berkonfluens (berkumpul menjadi satu)
• Furunkulosis = kondisi banyak furunkel, tersebar diskret
ERISIPELAS DAN SELULITIS
• Erisipelas = infeksi jaringan subkutis superfisial, eritema lebih terang (merah menyala)
dengan batas tegas.
• Selulitis = eritema, memiliki batas tidak tegas, lebih dalam dibandingkan erisipelas.
• Tatalaksana
 Non Farmakologis : hidrasi, kompres dingin, elevasi dan istirahatkan, bila terdapat
abses (insisi drainase)
 Farmakologis : simptomatik, antibiotik = 1st line (golongan penisilin) bila alergi penisilin
(golongan makrolid terutama eritromisin)
EKTIMA
• Ulkus superfisial dengan krusta. Disebabkan oleh infeksi streptococcus.
Umumnya mengenai tungkai bawah karena banyak mendapat trauma.
• Kompres terbuka, antibiotik topikal atau antibiotik sistemik (amoksisilin).
INFEKSI JAMUR
KULIT
TINEA
• Jamur dermatofita seperti Microsporum, Epidermophyton
• Kapitis (kepala), pedis (telapak kaki, jari – jari kaki ), unguium (lempeng
kuku), kruris (selangkangan), korporis (lokasi badan selain yang
disebutkan)
• Lesi berupa plakat bulat, polimorf, dengan bagian tepi lesi lebih aktif
dibandingkan bagian tengahnya.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Kulit tidak berambut : kerokan/swab kulit dari bagian tepi sampai sedikit
bagian luar kelainan sisik kulit.
• Kulit berambut : rambut dicabut pada kulit yang mengalami kelainan,
kulit di daerah tersebut dikerok
• Kuku : dari kuku yang sakit dan dipotong sampai mengenai seluruh tebal
kuku
• Bahan : KOH 10% (rambut)
KOH 20% (kuku dan kulit )
Zat warna tambahan = tinta Parker
• Tampakan :
TATALAKSANA TINEA (UMUM)
TOPIKAL
• Pilihan : krim terbinafin 1% 1x/hari selama 1-2 pekan
• Alternatif : krim mikonazol, ketokonazol, klotrimazol 2% diberikan hingga lesi hilang dan
dilanjutkan 1-2 minggu kemudian.

*tinea capitis, tinea barbae, tinea unguium : pilihan oral utama


SISTEMIK (bila lesi kronik , luas)
TINEA KAPITIS
GREY PATCH RINGWORM KERION BLACK DOT RINGWORM
• Penyebab tersering : • Etiologi tersering : M.Canis, • Etilogi tersering : T.
Microsporum sp. (M. M.gypseum, dan T.Verrucosum Tonsurans dan T.
Audouinii, M. Canis, • Folikulitis -> kerion Violaceum
Microsporum ferrugineum) • Kerion = benjolan lunak, pus • Rambut rapuh dan
• Papul eritem sekitar batang (+). Basah patah -> tepat pada
rambut = melebar dan • Gatal (+) sakit (+) alopecia (+) muara folikel ->
bersisik • Demam dan limfadenopati (+) gambaran bintik hitam
• Rambut abu-abu dan mudah ―black dot‖
patah
• Alopecia (+) gatal (+)
• Lampu wood (+) warna hijau
TATALAKSANA TINEA KAPITIS
CANDIDIASIS KUTIS (C.albicans)
• Predisposisi : area lembab, pakaian terlalu ketat, lipatan kulit,
higienitas buruk, bayi jarang ganti popok, pasien imun rendah.
Penggunaan antibiotik jangka lama, obesitas, DM.
• UKK Khas : bercak eritem, membasah (maserasi), dikelilingi lesi
satelit (papul, vesikel, pustul)
• Candida termasuk flora normal di tubuh. Pada kondisi tertentu,
misal kelembaban tinggi -> tubuh berlebih -> patologis.
• Penunjang
1. KOH 20% atau gram atau methylen blue : pseudohifa,
blastospora, budding yeast cell
2. Kultur agar saboraud : koloni putih , tumbuh 2-5hari

• Terapi : antifungi topikal (nistatin, golongan azol)


Bila luas -> sistemik
1. Ketokonazol 1x200mg 14 hari
2. Fluconazole (100mg PO qd for 1-2 wk)
3. Traconazole (100mg PO qd for 1-2wk)
TINEA VERSIKOLOR
• Bukan tergolong dermatofita, melainkan
disebabkan oleh Malassezia furfur.
• Makula hipopigmentasi (dapat hiperpigmentasi)
dengan skuama halus.
• KOH : hifa pendek, spora bergerombol
(gambaran ―spaghetti and meatball
appearance‖)
• Topikal : shampoo (selenium sulfida), - azol
atau jika lesi sangat luas berikan – azol oral
INFEKSI VIRUS
KULIT
VARICELLA ZOSTER (VZV)
• Varicella (cacar air) – ruam multiform (dalam satu waktu terdapat banyak jenis lesi, seperti
vesikel, papul) disertai dengan gejala konstitusi (demam).
• Tes Tzanck positif.
• Tatalaksana : Acyclovir 5x800 mg PO , bedak salisil atau losio kalamin untuk mengurangi
gatal dan kemungkinan vesikel memecah
• Herpes zoster – reaktivasi dari virus varicella zoster yang dorman. Sebelumnya pernah
terkena varicella.
Lesi bersifat dermatomal (mengenai dermatom tertentu), vesikulopapular,
Reaktivasi disebabkan oleh pemicu seperti imunitas tubuh yang menurun.
• Tatalaksana : acyclovir 5x800 mg PO selama 7 hari, dapat mengurangi
insidens neuralgia post-herpetik
HERPES SIMPLEKS (HSV)
• Infeksi HSV tipe 1 (di perioral) dan HSV tipe 2 (genital)
• Gejala prodromal ( demam) lalu timbul vesikel cepat pecah, disertai rasa
terbakar. Dapat rekuren akibat stressor seperti trauma.
• Tatalaksana : asiklovir oral 5x200mg PO selama 7 hari
VERUKA VULGARIS
• Kutil biasa disebabkan oleh infeksi HPV
(tipe 1-4). Predileksi di permukaan
ekstensor ekstremitas.
• Bedah kaustik, beku (nitrogen), skalpel atau
zat keratolitik (Salisilat konsentrasi tinggi),
tinctura podofilin.
MOLUSKUM KONTAGIOSUM

• Infeksi Poxvirus
• Papul multipel dengan
morfologi terdapat ―delle‖
(lekukan) di tengah papul, jika
dipijat dapat mengeluarkan
massa putih seperti nasi.
• Enukleasi isi, alternatif dengan
kauter dan bedah beku
INFEKSI PARASIT
KULIT
SCABIES
• Sinonim : gudik, budukan, gatal agogo
• Etiologi : sarcoptes scabiei
• Gejala klinis = 2 dari 4 tanda kardinal :
 Pruritus nocturna
 Menyerang sekelompok orang
 Ditemukan terowongan / kunikuli
 Ditemukan tungau
• Pemeriksaan penunjang :
 Congkel papul di ujung terowongan -> taruh di kaca
objek ->lihat dengan mikroskop
 Menyikat kulit -> tamping di kertas putih -> lihat
dengan kaca pembesar
 Biopsi irisan -> lihat dengan mikroskop
 Biopsi eksisional -> periksa dengan pewarnaan HE
 Burrow ink test -> melihat kanalikuli
Tatalaksana
1. Permetrin 5 % (dapat membunuh seluruh stadium tungau)
-Dioleskan : 8 jam -> dicuci bersih
-Bila belum sembuh, diulang 1 minggu kemudian
-Kontraindikasi : anak kurang dr 2 bulan
2. Sulfur presipitatum 5-10%
-Dioleskan 3x24jam
-Tidak efektif untuk stadium telur sehingga harus digunakan >3hari (3malam berturut-turut)
3. emulsi benzil benzoas 10-20%
-Efektif untuk semua stadium
-Diberikan malam hari selama 3 hari selama 24 jam penuh
-Sulit ditemukan
4. gameksan (lindane)1%
-Efektif untuk semua stadium
-Kontraindikasi : anak <6tahun dan wanita hamil, efek neurotoksik dan teratogenik
-Oles selama 8 jam, cukup sekali pemakaian, dapat diulang 1 pekan setelahnya jika belum
sembuh.
5. Krim krotamiton 10% dioleskan selama 8 jam pada hari 1,2,3 dan 8
DERMATITIS KONTAK IRITAN
- Salah satu bentuk dermatitis kontak

- Terjadi karena kulit rusak akibat friksi, faktor lingkungan (suhu


dingin), paparan berlebihan terhadap air, ataupun bahan kimia
seperti cairan asam, alkali, detergen, maupun pelarut

- Tingkat keparahan dermatitis bergantung pada :


Jumlah dan kekuatan zat iritan
Durasi (seberapa lama) dan frekuensi (seberapa sering)
paparan terhadap iritan
Kerentanan kulit masing-masing individual -> dipengaruhi
oleh tebal/tipisnya kulit di suatu lokasi, produksi minyak
pelembab dan adanya kecenderungan atopi
Faktor lingkungan : suhu dan kelembaban
Klasifikasi :
DKI AKUT
- Terpapar dengan iritan kuat (cairan asam atau basa kuat) biasanya
tidak sengaja / kecelakaan -> bengkak, lepuhm nyeri, merah
DKI Kronis Kumulatif
- Terpapar iritan lemah seperti air, sabun atau detergen dalam waktu
cukup lama (beberapa minggu) -> kering, gatal dan kulit retak
- Disintegrasi kulit -> luka dengan fisura,erosi, krusta dan keropeng
DERMATITIS KONTAK ALERGI
• Gatal kulit akibat reaksi alergi terhadap suatu substansi yang
berkontak dengan kulit.
• Reaksi kulit dapat terjadi beberapa jam, hari , hingga tahun
setelah kontak pertama.
• Beratnya reaksi kulit tidak berbanding lurus dengan jumlah
alergen yang terpapar
• Karakteristik umum lesi DKA:
Sebagian besar : lesi hanya mencakup area kulit tempat kontak
dengan allergen terjadi
• Dapat merah, bengkak dan melepuh atau kering dan kasar
PATCH TEST (Uji Tempel)
- Indikasi
Pasien dengan diagnosis kerja dermatitis kontak, terutama pada
kelompok pasien dengan penyakit kulit dasar berupa dermatitis
atopi, seboroik, stasis, numularis, psoriasis, dishidrosis
Dermatitis kronis tanpa penyebab yang jelas
Dermatitis kontak akibat pekerjaan

- DKA : crescendo -> setelah patch dilepas, kemerahan akan


semakin bertambah

- DKI : decrescendo -> setelah patch dilepas, kemerahan akan


semakin hilang
Tatalaksana :
- Simptomatik : antihistamin oral untuk menurunkan gatal/
Hidroksizin 2x25mg/hari maksimal 2 minggu
Loratadin 1x10mg/hari selama maksimal 2 minggu
- Prinsip umum :
Hindari faktor risiko
Pakai pelindung
Krim pelembab ( krim urea 10%)
Steroid topikal (potensi sedang) untuk menurunkan inflamasi :
krim desonid 0,05% atau fluosinolom asetnoid 0,025%
Dengan liken : krim betametason valerat 0,1% atau
mometason furoat 0,1%
- Antibiotik apabila ada infeksi sekunder
- Berat : prednison 20mg/hari dalam 3 hari
DERMATITIS ATOPI
- Penyakit kulit kronik residif, terutama onset pada anak
- Kulit kering , disertai kerentantan faktor internal dan
eksternal, terkait interaksi IgE yang berekasi terhadap
alergen lingkungan (makanan, inhalan)
- Topikal : kortikosteroid potensi ringan – sedang
(hidrokortison, mometason), pelembab (gliserin,
propilen, urea), sistemik seperti anti histamin sedatif
(atau non sedatif pada dewasa)

Terdapat tiga fase:


- Bayi / infantil : lesi simetris pipi,
kepala, ekstensor ekstremitas
- Anak : simetris di fleksura
ekstremitas, fosa kubiti, fosa
poplitea
- Remaja / dewasa : simetris di
leher, badan, ekstensor tungkai
bawah
DERMATITIS SEBOROIK
- Kelainan kulit dengan faktor konstitusi di ―area
seboroik‖ / kelenjar sebasea
- Kelainan konstitusi :
 Pertumbuhan berlebihan Pityrosporum
ovale, bisa juga karena Malessezia atau
P.acne yang mempunyai lipase (TG -> free
fatty acid)
 Aktivasi glandula sebasea meningkat
- Manifestasi klinis
 Eritema dan skuama berminyak, agak
kekuningan, batasnya agak kurang tegas.
 Yang ringan : pada kulit kepala = pitiriasis
sika
 Yang berat : skuama tebal, berminyak, dan
luas : seluruh kulit kepala, dahi, glabella,
telinga, leher, berbau -> cradle crap
 Pada area pipi, hidung, dahi : papul multipel
(+)
TATALAKSANA
TOPIKAL
- Bayi :
Asam salisilat 3% 1x/hari
Krim hidrokortison 1% selama beberapa hari
- Dewasa :
Shampo selenium sulfida 1,8% atau shampo ketokonazole 2% atau Zink pitirion
(shampo anti ketombe) atau Liquor carbonis detergent (ter) 2-5% atau asam
salisilat 2-3% 2-3x seminggu selama 5-15 menit.
Di badan : desonid krim 0,05% atau fluosinolon asetonid krim 0,025% selama maks
2 minggu atau betametason valerat krim 0,1% bila inflamasi berat
Jika dicurigai infeksi jamur / P. ovale : ketokonazol krim 2%
SISTEMIK (severe/refrakter)
Antihistamin sedatif : CTM 3x4 mg atau cetirizine 1x10mg maks 2 minggu
Antihistamin nonsedatif : loratadine 1x10 mg maks 2 minggu
Kortikosteroid : prednisone 20-30 mg/hari pada kasus berat
Isotretinoin 0,1-0,3 mg/kg/hari pada kasus rekalsitran
Fototerapi UVB
MILIARIA
- Kristalina : vesikel kecil, tidak ada keluhan
- Rubra : papul eritematosa, gatal dan relatif pedih
- Profunda : jarang, papul keras tanpa tanda radang
- Edukasi agar kulit tetap kering, suportif : antihistamin sedatif (CTM), lotio
calamine
URTIKARIA
 Definisi : papul / plak eritematosa yang gatal.
 Bisa terjadi di kulit mana saja
 Berkaitan dengan reaksi alergi ( hipersensitivitas tipe 1)
 Onset cepat, umumnya remisi dalam 24 jam tanpa terapi
khusus, tanpa bekas kecuali bekas garukan (eksoriasi)
 Akut dan kronik
1.Akut = <6 minggu
2.Kronik = > 6 minggu
 Angioedema -> lebih berat daripada urtikaria , edema
kulit dan mukosa (traktus respiratorius, gastrointestinalis)
Urtikaria.....
• KHAS : timbulnya wheals dan atau angioedema secara cepat.
• Wheal terdiri dari 3 gambaran klinis
1. Edema di bagian sentral dengan ukuran variasi
2. Gatau atau sensasi terbakar
3. Berakhir cepat, kembali ke kondisi normal dalam 1-24 jam
• Bentuk polimorfik, bisa membesar dan koalesens
• Berupa edema/plak, batas tegas, permukaan serupa dengan kulit atau eritema, sangat
gatal, dermografisme (+), blanching (+). Ice cube test (+) -> pada cold urticaria.
TATALAKSANA URTIKARIA
- Bila berat -> berlanjut angioedema & syok anafilaktik -> epinefrin 1:1000 IM
atau subkutan 0,3-0,5mL
- Ringan : antihistamin H1 ; kortikosteroid ; antileukotrien ; trisiklik antidepresan
- Antihistamin generasi 1 = sangat lipofilik sehingga mudah menembus barier
orak (BBB) menyebabkan efek SSP berupa sedasi, drowsiness. Generasi
pertama juga mempunyai waktu paruh pendek sehingga perlu diberikan
berulang dalam sehari.
LIKEN SIMPLEKS KRONIK (=LIKEN VIDAL) /
NEURODERMATITIS SIRKUMSKRIPTA
 Peradangan kulit kronik, berbatas tegas (sirkumskripta), gatal dengan
likenifikasi (kulit tebal + garis kulit tampak jelas)
 Sering pada dewasa 30-50 tahun
 Berhubungan dengan stress, ansietas dan gangguan obsesif kompulsif
 Lesi terjadi akibat garukan dan gesekan repetitif.
 Predileksi : di tempat yang mudah dijangkau/digaruk
Bagian belakang leher/kulit kepala
Alat kelamin
Pergelangan tangan dan lengan bawah
Tungkai bawah
 Plak biasanya soliter, berbatas tegas, seringkali berbentuk linear atau
oval
 Lesi awal : eritema, edema, atau papul eritematosa berkonfluensi.
 Sangat gatal -> bekas garukan (+)
 Garis kulit tampak sangat jelas, kulit menebal -> leathery induration
 Permukaan kulit kering dan bersisik
TATALAKSANA
Tujuan : menghambat siklus gatal garuk
Topikal :
1. Emolien dapat diberikan sebagai kombinasi dengan kortikosteroid topika ->
melembabkan kulit -> menurunkan gatal
2. Kortikosteroid topikal : dapat diberikan kortikosteroid potensi kuat seperti salep
klobetasol propionat 0,05% (1-2x/hari), betametason dipropionat salep/krim 0,05% 1-
3x/hari, mometason furoat salep/krim 0,1% 1x/hari (4-6 minggu) + kombinasi tar (efek
antiinflamasi)
3. Calcineurin inhibitor topikal seperti salep takrolimus 0,1% atau krim pimekrolimus 0,1%
dua kali sehari selama 12 minggu
4. Preparat antipruritus nonsteroid yaitu mentol , pramoxine, 5 dan doxepin
SISTEMIK
1. Antihistamin sedatif
Hidroksisin 10-50 mg/4jam
Difenhidramin 25-50/4-6 jam (maks 300 mg/hari)
CTM 4mg/5-6 jam (maksimal 24 mg/hari)
2. Antidepresan TCA pada malam hari
Injeksi kortikosteroid intralesi (Triamcinolone acetonide) setiap 4-6minggu
MORBUS HANSEN
- Disebabkan Mycobacterium Leprae (tidak dapat menyebar ke SSP)
- Tanda Kardinal :
1. Bercak kulit hipopigmen atau eritem, plak atau makula, yang mati rasa
2. Penebalan saraf tepi
3. Ditemukan BTA dari kulit cuping telinga kanan kiri dan lesi aktif (slit skin smear)
- Diagnosis ditegakkan bila ada 1 tanda kardinal
- Penunjang : pemeriksaan Ziehl Neelsen
Tatalaksana MB
KARSINOMA SEL SKUAMOSA
- Kanker kulit non melanoma berasal dari keratosit
epidermis suprabasal
- Lesi prekursor : keratosis aktinik, ulkus Bowen
- UKK Khas : ulserasi scaly berwarna putih
kecoklatan dengan batas tidak tegas, elevasi dan
rapuh
- PA : pearl horn (mutiara tanduk) appereance,
keratinisasi, intercecullar bridging
KARSINOMA SEL SKUAMOSA
Tampakan PA lainnya : hilangnya struktur
epidermal dan diferensiasi yang teratur.
Polimorfisme keratinosit, peningkatan
mitosis, sel multinuclear.
SCC menyebabkan destruksi jaringan
lokal dan berpotensi metastasis
Metastasis ke regional node lymph dan
muncul 1—3 tahun setelah diagnosus
MELANOMA MALIGNA
- Paling jarang ditemui daripada KSS Etiologi dan faktor risiko :
maupun KSB namun penyebab - Pajanan sinar UV terutama sinar UVB
kematian 75% dari seluruh kasus kanker karena dapat menyebabkan kerusakan
kulit. langsung DNA kulit.
- Berasal dari keganasan sel melanosit, - Melanocytic nevi/tahi lalat : berisiko
sehingga umumnya kanker MM tinggi MM bila jumlahnya banyak dan
berwarna kecoklatan/kehitaman, tapi bentuk ireguler atau ukuran besar.
bisa juga berwarna lebih pucat. - Kulit putih, freckles, ras berambut
- Bisa di tubuh bagian mana saja, lebih pirang/merah
seringi dialami orang ras kulit putih - Riwayat keluarga dengan MM.
- Risiko metastasi lebih besar - Pernah menderita MM sebelumnya
dibandingkan KSB dan KSS. - Imunosupresi
- Mutasi genetik
Stage, secara umum :
- In situ -> tumor terbatas di
epidermis
- Invasif -> sudah menyebar ke
dermis
- Metastatik -> sudah
menyebar ke jaringan lain
Faktor risiko :
- Usia tua
- Riwayat KSS atau KSB
sebelumnya
- Memiliki banyak nevus
melanositik
- >5 nevus atipikal
- Riwayat keluarga
INFEKSI MENULAR
SEKSUAL
URETRITIS GONORE (GO)
- Anamnesis -> gonta ganti pasangan seksual
- PF -> keluar nanah dari OUE

Penunjang
- Urinalisis : pyuria, bakteriuria, nitrit (+). Pemeriksaan penunjang
Leukosit esterase (+) -> pengambilan dengan yang paling disarankan untuk
urin pancar tengah. menunjang diagnosis infeksi
- Urinalisis penting pada wanita hamil untuk Gonore adalah pewarnaan
mencari bakteriuria asimptomatik gram
- Pada kasus uretritis -> pewarnaan gram (untuk
membedakan uretritis NGO vs uretritis GO)
Pengobatan Duh Tubuh Uretra
KEPUTIHAN / FLUOR ALBUS
BAKTERIAL VAGINOSIS
• Penyebab tersering : lactobacillus sp
• Tanda dan gejala :
 Hanya pada wanita
 Sekret berupa putih keabuan dan bau amis
 Rasa tidak nyaman
• Faktor risiko :
Sering menggunakan celana ketat, sering
douching, penggunaan IUD
• Pemeriksaan penunjang :
Pemeriksaan gram : clue cell + (epitel lebih
banyak daripada bakteri )
Pemeriksaan ph >4,5 (basa)
Pemeriksaan KOH (amin) : berbau amis
TRIKOMONIASIS
• Penyebab : Trichomonas Vaginalis
• Tanda dan gejala :
Duh tubuh hijau / kuning berbuih dan bau
busuk
Servisitis -> strawberry spot (jaringan
granulasi merah pada serviks)
Dispareunia
• Faktor risiko : menular via pakaian, air kolam
berenang
• Pemeriksaan Penunjang :
Pemeriksaan wet mount/sediaan basah/
NaCL : protozoa dengan gerakan + dan
PMN (Laki-laki >5/LP) (Wanita >30/LP)
Pemeriksaan gram giemsa :
T. Vaginalis ditemukan
KANDIDIASIS VULVOVAGINAL
• Penyebab : candida albicans
• Tanda dan gejala :
Duh tubuh putih kental
Rasa gatal pada vulva
Dispareunia
Nyeri pada daerah perianal
*biasanya gejala muncul berkala dan terkait
periode menstruasi
• Faktor risiko : perubahan hormonal, kehamilan,
serng melakukan douching
• Pemeriksaan penunjang :
Pemeriksaan KOH 10% -> pseudohifa +
Pemeriksaan Ph : <4,5 (asam)
Modern Portfolio
Presentation
SIFILIS
- Definisi : penyakit menular seksual oleh Treponema Pallidum
- Merupakan spiroseta gram negatif
- Transmisi : seksual (rute utama) termasuk didalamnya oral, vaginal,
dan anal sex
- Trasnplasenta : ibu ke janin
- Perjalanan alamiah : 30-60% individu yang terekspos sifilis primer
akan berkembang menjadi sifilis sekunder
- Manifestasi primer :
Rata ― inkubasi 21 hari
Muncul ulkus durum (ulkus yang tak nyeri dasar bersih)
Bertahan 3-6minggu tanpa terapi dan dapat sembuh
- Manifestasi sekunder
6 minggu – 6 bulan setelah paparan
―copper penny rash‖ pada tangan dan telapak kaki
Condyloma lata ―moist wart‖ pada daerah perineum
Dapat sembuh tanpa terapi
Tatalaksana
Sifilis vs ulkus mole
Thank You
Semoga kita semua selalu beruntung 