Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH PERENCANAAN PROGRAM GIZI

PERENCANAAN INTERVENSI GIZI

DISUSUN OLEH

NAMA : INDAH LESTARI PRATIWI

NIM : PO71.31.1.17.013

DOSEN PEMBIMBING : YULIANTO . YP ,SKM.M.KES

PODOJOYO, SKM, M.KES

SARTONO SKM. M.KES .

POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG

KEMENTRIAN KESEHATAN RI

TAHUN 2020

I
KATA PENGHANTAR

Puji syukur alhamdulillah saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini bisa selesai
pada waktunya.

Terima kasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan
memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik dan rapi.

Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun
terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga
kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya
makalah selanjutnya yang lebih baik lagi

Palembang ,29 April 2020

Penulis ,

II
DAFTAR ISI

Cover ...............................................................................................................................................I
KATA PENGHANTAR.................................................................................................................II
DAFTAR ISI.................................................................................................................................III
BAB I...............................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...........................................................................................................................1
A. Latar belakang......................................................................................................................1
B. Tujuan...................................................................................................................................2
C. Rumusan masalah.................................................................................................................2
BAB II.............................................................................................................................................3
ISI....................................................................................................................................................3
A. Pengertian.............................................................................................................................3
B. Langkah –langkah dalam perencanaan................................................................................3
C. Amang batas masalah gizi....................................................................................................5
D. Contoh soal perencanaan intervensi gizi..............................................................................5
BAB III..........................................................................................................................................11
PENUTUPAN................................................................................................................................11
Kesimpulan................................................................................................................................11
Daftar pusstaka..............................................................................................................................12

III
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan 2005-2025
menjelaskan bahwa gizi merupakan salah satu indikator penilaian keberhasilan
sebuah negara membangun kesehatan dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang berkualitas (Depkes RI, 2009).oleh karena itu mengatasi masalah gizi
itui penting keberhasilan membangun kesehatan diindonesia
Status gizi masyarakat yang baik akan menciptakan masyarakat dengan kualitas
yang baik pula. Berbagai cara untuk meningkatkan status gizi masyarakat telah
dilakukan.karena pentingnya mengatasi maslah gizi maka diperlukan sebuah cara
untuk mengatasi maslah gizi yang terbaik .
Karena pentingnya mengatasi masalah gizi,jadi perlu diatas dengan melakukan
intervensi gizi dengan sasaran yag harus tempat dan cara ,alat yang diguakan harus
tepat guna agar masalah gizi dapat cepat teratasi , namun sampai saat ini upaya
tersebut masih belum membuahkan hasil yang signifikan. Hal ini terjadi karena
sebelumnya masalah gizi masih dianggap sebatas sebuah komponen kesehatan,
sehingga segi “urgenitasnya” masih belum terasa. Padahal masalah gizi dapat
berkenaan dengan pembangunan bangsa.
Program perbaikan gizi dapat dilkukan dengan tujuan mengetahui bentuk-bentuk
kegiatan ,tenaga pelaksanaanya, jenis-jenis untuk pelaksanaan .

1
B. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari perencanaan dan inervensi
2. Mengetahui langkah perencanaan intervensi
3. Mengetahui Ambang batas masalah gizi masyarakat

C. Rumusan masalah
1. Apa pengertian perencanaan dan intervensi?
2. Apa langkah perencanaan intervensi?
3. Apa ambang batas masalah gizi masyaralat?.

2
BAB II

ISI
A. Pengertian

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perencanaan berasal dari kata dasar
rencana yang artinya konsep, rancangan, atau program, dan perencanaan berarti proses,
perbuatan, cara merencanakan. Menurut H. Newman adalah planning is desiding in
advance what is to be done (perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan
dikerjakan) menurut Louis A. Allen adalah Planning is the determination of a course of
action to achieve a desired result (perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan
untuk mencapai hasil yang diinginkan).Jadi perencanaan adalah suatu proses atau
kumpulan kegiatan yang dimaksudkan untuk mengendalikan jalannya kejadian ke dalam
beberapa petunjuk yang diinginkan.

Intervensi adalah tidakan yang didalamnya mencangkup perencanaandan


implementasi masalah gizi yang sudah diidentifikasi . Intervensi menurut KBBI adalah
campur tangan antara kedua pihak yang sedang beselisih baik orang , organisasi dan
sebagainya

B. Langkah –langkah dalam perencanaan


1. Analisis Situasi.

Dari analisis situasi akan didapatkan 3 hal :

4. Memberikan data / informasi tentang ukuran ( bobot ) masalah.


5. Memberikan gambaran faktor yang mempengaruhi.
6. Diketahui sumber daya apa yg potensial yg dapat didayagunakan
Langakh dalam menganalisis situasi
a. Menguraikan faktor-faktor yg berkaitan secara langsung dan tak langsung
dengan masalah serta dampak masalah.
b. Menguraikan faktos sosial buidaya dan politik.
c. Menguraikan aspek-aspek ekonomi.

3
d. Menguraikan aspek manajemen
e. Hal-hal lain yg dianggap relevan.
2. Pengumpulan data
Dalam melakukan pengumpulan data hal yang harus diperhatikan
a. Petugas menyadari pentingnya pengenalan situasi masalah setempat dalam
perencanaan program
b. Petugas mengenal dan mempunyai kesamaanpengertian tentang masalah yang
dihadapi oleh masyarakat.
c. Petugas menyadari bahwa perilaku merupakan faktor penting dalam
timbulnya masalah.
d. Petugas mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengumpulkan
dan mengolah data secara sederhana.

Adapun macam-macam melakukan data yang di kumpulkan

a. Data umum
Yaitu data tentang keadaan daerah , penduduk dll
b. Data khusus
Yaitu data untuk masing-masing sektor
c. Data prilaku berhubungan dengan masalah yag ada.
3. Penentuan alnernatif
Langkah yang dapat dilakukan dengan
1. mencari alternatif sebanyak mungkin dengan melakukan pendekatan system
2. untuk masing-masing alternatif dianalisis hal-hal berikut :
a. Hubungan antar anternatif yang dipilih.
b. Efektifitas.
c. Biaya yang digunakan.
d. Biaya yang digunakan
e. Kemudahan pelaksanaan alternative
f. Sumber daya.
g. Keuntungan-keuntungan.
h. Kerugian-kerugian.

4
Untuk mencari alternatif pemecahan masalah diperlukan 2 (dua) syarat utama :.

a. Pemahaman dan masalah

Masalah tyersebut harus dipahami secara jelas. Informasi-informasi sebagai


data yang menunjang fakta kesenjangan perlu dipelajri.

b. Pemahaman sub sistem :

Untuk mencari alternatif pemecahan, perlu dipahami kerangka sistem yang


memepengaruhi maupun dipengaruhi oleh masalah tersebut.

C. Amang batas masalah gizi


1. Delapan indicator keluaran pembinaan gizi masyarakat
a. 100% Balita gizi buruk mendapat perawatan,
b. 85% Balita ditimbang berat badannya,
c. 80% Bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI Eksklusif,
d. 90% Rumah tangga mengonsumsi garam beryodium,
e. 85% Balita 6-59 bulan mendapat kapsul vitamin A,
f. 85% Ibu Hamil mendapat Fe 90 tablet,
g. 100% Kabupaten/kota melaksanakan surveilans gizi,
h. 100% Penyediaan buffer stock MP - ASI untuk daerah Bencana / darurat.
2. Masalah giz di Masyarakat

Masalah gizi di masyakat Prevalensi pendek Prevalensi kurus


Baik Kurang dari 20% Kurang dari 5%
Akut Kurang dari 20% 5% atau lebih
Kronis 20% atau lebih Kurang dari 5%
Akut+ kronis 20% atau lebih 5% atau lebih
(WHO,1997).

D. Contoh soal perencanaan intervensi gizi

Kecamatan gunung berapi-api kabupaten tanjung berdasarkan data pertengahan


tahun 2019 dilaporkan jumlah penduduk sebanyak 34.600 jiwa terdiri dari :balita 9% ,Ibu

5
hamil 4% lansia 5% dari jumlah penduduk .keadaan kesehatan penduduk dilaporkan
bahwa .

Angka kejadian anemia pada ibu hamil ditemuka sebesar 35%, gizi kurang pada
balita 5% , tingkat pengetahuan gizi ibu balita pada umumnya masih kurang .Assupan
gizi pada balita umumnya masih ada dibawah RDA . informasi lain bahwa kegiatan
posyandu dikecamatan ini pada umumnya hidup segan mati tak mau , partisipasi
masyarakat untuk datang mengikutui kegiatan posyandu :55% ,bayi mendapatkan ASI
ekslusif sebesar : 40%. Pada umumnya ibu hamikl mengkonsumsi tablet Fe tidak teratur
setiap haro dengan alas an rasa mual muntah setelah minum tablet Fe.

Dari data tersebut :

1. Lakukan analisis situasi


2. Masalah apa saja yang ada di daerah ini
3. Rencana untervensi apa yang akan dilakukan saudara

Jawabannya :

1. Analisi situasi
Dari data diatas didapat bahwa maslah gizi yang ada antara lain gizi kurang
pada balita(5%) yang kurang dari ambang batas (Kurang dari 5%) yang terjadi pada
balita di Kecamatan gunung berapi-api kabupaten tanjung berdasarkan data
pertengahan tahun 2019 hal ini dikarenakan banyak faktor antara lain kurangnya
pengetahuan ibu ,kurangnya partisipasi ibu balita mengunjungi posyandu , dan
asupan gizi balita dibawah RDA hal ini mengindikasi adanya masalah ekonomi pada
balita yang menyebabkan kurangnya asupan .
Indikator pembinaan gizi salah satunya adalah 80 % bayi usia 0-6
mendapatkan ASI eklusif sedangkan di Kecamatan gunung berapi-api kabupaten
tanjung berdasarkan data pertengahan tahun 2019 bayi hanya 40% mendapatkan ASI
eklusif hal ini karena partiosipasi yang kurang yang membuat ibu balita kurang
pengetahuan terutama tentang pemberian ASI eklusif .
Anemia pada ibu hamil 35% yang terjadi di Kecamatan gunung berapi-api
kabupaten tanjung berdasarkan data pertengahan tahun 2019 yang melebihi ambang

6
batas terjadi anemia ibu hamil disuatu wilayah , hal ini mungkin karena beberapa
alasan antara lain tingkat pengetahuan gizi masih rendah jadi ibu yang membuat ibu
tidak mengkonsumsi tablet Fe secara terattur
2. Maslaah yang teradi di daerah ini
a. Kurang pengetahuan pada ibu
b. Anemia pada ibu hamil
c. Gizi kurang pada balita
d. Partisipasi masyarakat ke posyandu rendah
e. Tidak teratur konsumsi tablet fe
3. Rencana Intervensi
a. Dari masalah diaats kita menentukan mencari prioritas masalah yang ingin
dilakukan intervensi :
1. Gizi kurang pada balita
2. Bayi 0-6 bulan mendapatkan ASI
3. Anemia pada ibu hamil
b. Laluk kita melakukan daftar sumber daya yang ada :
1. Jumlah tenaga yang ada
2. Dana yang diperlukan
3. Material yang diperlukan
4. Waktu dan tempat kegiatan
c. Kesepakatan intervensi yang dilakukan ::
1. Melakukan pendekatan dengan masyarakat dengan melakukan komunikasi
dengan orang yang dihormati didaerah setembat agar mau mengunjungi
posyandu secara teratur dengan hal ini diharapkan masyarakat di Kecamatan
gunung berapi-api kabupaten tanjung dapat teratur mengunjungi posyandu.
2. Melakukan penyuluhan di posyandu untuk meningktkan pengetahuan gizi
tentang petingnya konsumsi tablet Fe secara teratur ,pentingnya ASI ekslusif
pada bayi 0-6 bulan dengan hal ini diharapkan masyarakat di Kecamatan
gunung berapi-api kabupaten tanjung dapat meningktkan pengetahuannya

7
3. Melakukan pemberian PMT-P pada balita gizi kurang dengan hal ini
diharapkan balitat di Kecamatan gunung berapi-api kabupaten tanjung dapat
meningkatkan berat badan balita .
4. Mengadakan arisan diposyandu agar ibu-ibu dapat mendatangi posyandu
secara teratur .
5. Melakukan survey konsumsi pangan agar dapat data secara langsung faktor
yang menyebabkan rendahnya konsumsi pangan pada balita hal ini dapat
membuat menyelesaikan maslah secara tepat dan akurat.
6. Memberikan penhargaan bagi masyarakat yang menapkan KARDARZI
(keluarga sadar gizi )
7. Memanfaatkan perkarangan dengan hal ini diharapkan dapat meningkatkan
gizi balita
d. Kesepatan jadwal kegiatan
Setelah melakukan itu kita dan team membentuk kesepakaan kapan dilakukan
intervensi dan berapa lama dilakukan intervensi .
e. POA rencana intervensi

No Deskripsi Tujuan Target Rinciankegiatan


intervensi
1 Meningkat Meningkatka Balita gizi 1. Perencanaan :
an gizi n berat badan kurang melakukan pertemuan lintas
kurang anak yang mengalam program dan melakukan
pada mengalami i pendataaan sasaran balita gizi
balita gizi kurang penurunaa kurang.
n 60% 2. Pelaksanaan :
Melakukan intervensi yg diawali
dengan sosialisai kepada
pelaksana program
3. Evaluasi :
Dengan membuat grafik
pencapaian .
2. Bayi 0-6 Meningkatka Bayi 0-6 1. Perencanaan :

8
bulan n prevalensi bulan melakukan pertemuan lintas
mendapat bayi 0-6 mengalam program dan melakukan
kan ASI bulan dapat i pendataaan sasaran bayi 0-6
ekslusif asi eklusif peningkat bulan yang tidak mendapat ASI
an 60% eklusif
mendapat 2. Pelaksanaan :
kaASI Melakukan intervensi yg diawali
ekslusif dengan sosialisai kepada
pelaksana program
3. Evaluasi :
Dengan membuat grafik
pencapaian
3. Ibu hamil Menurunkan 60 % ibu 1. Perencanaan :
yang angka ibun hamil melakukan pertemuan lintas
anemia hamil yang anemia program dan melakukan
anemia dapat pendataaan sasaran ibu hamil
peningkat anemia
an kadar 2. Pelaksanaan :
Hb Melakukan intervensi yg diawali
dengan sosialisai kepada
pelaksana program
3. Evaluasi :
Dengan membuat grafik
pencapaian

Instalansi/personi Sasaran Tempat Waktu Sumber daya dan


Langsun Pendukung asalnya
g
Kader Dinas Balita Posyandu Sesuai Manusia (kader
kesehatan
posyand kurang waktu posyandu dan dinas
kabupaten
u tanjung gizi kerja kesehatan kabupaten

9
posyadu tanjung )
priode 6 Material (leaflet
bulan pamphlet dll)
Uang (dari dinkes)
Kader Dinas Balita posyandu Sesuai Manusia (kader
kesehatan
posyand dan ibu waktu posyandu dan dinas
kabupaten
u tanjung balita kerja kesehatan kabupaten
yang posyadu tanjung )
tidak priode 3 Material (leaflet
dapat asi bulan pamphlet dll)
ekslusif Uang (dari dinkes)
Kader Dinas Ibu hamil Posyandu Sesuai Manusia (kader
kesehatan
posyand yang waktu posyandu dan dinas
kabupaten
u tanjung anemis kerja kesehatan kabupaten
posyadu tanjung )
priode 3 Material (leaflet
bulan pamphlet dll)
Uang (dari dinkes).

10
BAB III

PENUTUPAN

Kesimpulan

Perencanaan adalah suatu proses atau kumpulan kegiatan yang dimaksudkan


untuk mengendalikan jalannya kejadian ke dalam beberapa petunjuk yang
diinginkan.Intervensi adalah tidakan yang didalamnya mencangkup perencanaandan
implementasi masalah gizi yang sudah diidentifikasi jadi perencanaan gizi adalah proses
kumpulan kegiatan yang didalamnya mencangkup implementasi.

Langkah dalam melaklukan perencanaan adalah analisis data ,pengumpulan data


dan penentuan alternative . dalam menentukan apakah keadaan wilayah merupakan
masalah dapat dilihat dari ambang batas wilayah .

11
DAFTAR PUSTAKA

Kementrian kesehatan 2018 . Hasdil pemantauan status gizi (PSG) 2017 .


http//www.kemas.menkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Buku-saku-
Nasional-PSG-2017_975.pdf (diakses tanggal 27 april 2020)

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertianperencanaan ( diakses 28april 2020)

Kamus besar bahasa Indonesia [online] https://kbbi.web.id/Perencanaan (diakese 28 april


2020)

Kamus besar bahasa Indonesia [online] https://kbbi.web.id/Intervensi (diakses 29 april


2020)

12