Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN (SAP)

MENARIK DIRI

Kelompok 1 :

Adhiana Rizki Oktarianti (P27903219001)


Alifah Herfani Salsabila (P27903219002)
Alvindo Rizky Virgiantara (P27903219003)
Yuli Permatasari (P27903219022)

Poltekkes Kemenkes Banten 2020


TEKNIK LABORATORIUM MEDIS
Jl. Dr. Sitanala, Komplek SPK Keperawatan Tangerang, RT.002/RW.003, Karang
Sari, Kec. Neglasari, Kota Tangerang, Banten 11610

LEMBAR PENGESAHAN

Satuan acara penyuluhan dengan judul menarik diri di ruang fakultas kesehatan
dalam rangka Praktek profesi di departemen jiwa

Telah dilaksanakan pada :

Hari : Kamis

Tanggal : 19 Maret 2020

Mengetahui

Pembimbing lahan pembimbing institusi

Kepala Ruang

POLTEKKKES KEMENKES BANTEN


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Menarik Diri


Pokok Bahasan : Penalataksanaan Menarik Diri
Sub Pokok Bahasan : Promotif, Preventif dan Kuratif pada Klien Menarik Diri
Sasaran : Pasien, Keluarga pasien dan Pengunjung
Tempat : Poltekkes Kemenkes Banten
Hari – Tanggal : Kamis, 19 Maret 2020
Waktu : 20 Menit

I. TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah dilakukan tindakan penyuluhan tentang menarik diri, diharapkan
keluarga dapat memahami manfaat dan pentingnya menarik diri.
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan pasien, keluarga dan pengunjung diharapkan
mampu :
 Mengetahui pengertian menarik diri.
 Mengetahui penyebab menarik diri
 Mengetahui peran keluarga dengan pasien menarik diri
III. SASARAN
Keluarga Klien/Klien dan Pengunjung.
IV. MATERI
Terlampir.

V. METODE
 Ceramah
 Tanya Jawab
 Diskusi
VI. MEDIA
 Leaflet
 Lembar Balik
VII. PELAKSANAAN

No Kegiatan
Waktu
Pembicaraan Peserta
1 2 Menit Pembukaan :
1. Memberi salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan 2. Mendengarkan dan
diri memperhatikan
3. Menyampaikan
topik
4. Kontrak waktu
2 10 menit Penyampaian materi :
1. Mengkaji 1. Menjawab
pengetahuan awal 2. Mendengar dan
peserta penyuluhan memperhatikan
2. Menyampaikan
materi tentang :
- Mengetahui tentang
menarik diri.
- Mengetahui tanda
dan gejala menarik
diri
- Mengetahui
penatalaksanaan
menarik diri.
3 5 Menit Evaluasi 1. Bertanya
1. Memberikan 2. Menjawab
kesempatan bagi
pasien yang ingin
bertanya
2. Menanyakan
kembali kepada
peserta tentang
materi yang telah
disampai
4 3 Menit Penutup: 1. Bertanya
1. Menyimpulkan 2. Menjawab
materi
2. Memberi salam

VIII. PENGORGANISASIAN

1. Kelompok
a. Moderator : Adhiana Rizki Oktarianti
Job Description
a) Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam
b) Memperkenalkan diri
c) Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
d) Menyebutkan materi yang akan diberikan
e) Memimpin jalannya penyulahn dan menjelaskan waktu penyuluhan
f) Menulis pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan
g) Menjadi penengah komunikasi antara peserta dan pemberi materi
h) Mengatur waktu kegiatan penyuluhan
b. Pemateri : Yuli Permatasari
Job Description
a) Menggali pengetahuan tentang menarik diri
b) Menjelaskan materi mengenai menarik diri
c) Menjawab pertanyaan peserta

c. Fasilitator : Alvindo Rizki Virgiantara


Job Description
a) Menyiapkan tempat dan media sebelum memulai penyuluhan
b) Mengatur teknik acara sebelum dimulainya penyuluhan
c) Memotivasi keluarga klien agar berpartisipasi dalam penyuluhan
d) Memotivasi keluarga untuk mengajukan pertanyaan saat moderator
memberikan kesempatan bertanya
e) Membantu pembicara menjawab pertanyaan dari peserta
f) Membagikan leaflet kepada peserta di akhir penyuluhan
d. Observer : Alifah Herfani Salasabila
Job Description
a) Mengobservasi jalannya proses kegiatan.
b) Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta selama kegiatan
penyuluhan berlangsung
c) Memberikan penjelasan kepada pembimbing tentang evaluasi hasil
penyuluhan
IX. EVALUASI
1. Struktural
a. Peserta hadir di tempat penyuluhan
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di ruang PSIK
c. Pengorganisasian penyelenggaraan dilakuakn 1 hari sebelumnya
( Satuan Acara Penyuluhan )
d. Tidak ada peserta penyuluhan yang meninggalkan tempat sebelum
penyuluhan selesai.

2. Proses
a. Masing-masing anggota tim bekerja sesuai dengan tugas
b. Pemateri harus menguasai materi yang akan disampaikan
c. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan, serta peserta yang
terlibat aktif dalam penyuluhan 50% dari yang hadir
3. Hasil
Peserta mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh
penyuluh yaitu dengan tujuan khusus peserta dapat menyebutkan :
a. Mengetahui tentang menarik diri.
b. Mengetahui tanda dan gejala menarik diri
c. Mengetahui penatalaksanaan menarik diri.
d. Prosedur tindakan
Pre : target yang harus dicapai 75%
Post :
- Peserta yang hadir =
- Yang mengajukan pertanyaan =
- Daftar pertanyaan =
X. ANTISIPASI MASALAH
1. Bila peserta tidak aktif dalam kegiataan ( tidak ada pertanyaan) fasilitator
dapat menstimulasi dengan cara berdialog dengan pemberi materi dalam
membahas materi yang sedang diberikan.
2. Pertanyaan yang sekiranya tidak dapat dijawab oleh kelompok penyaji
hendaknya dilakukan konfirmasi pada pembimbing klinik yang
mendampingi.
MATERI3
MENARIK DIRI

A.Pengertian
Perilaku menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi
dengan orang lain. Menghindari hubungan dengan orang lain (Rowlins, 1993).
Perilaku yang di munculkan oleh individu yang teramati lewat prilaku yang
maladaptif yang merupakan suatu upaya individu tersebut untuk mengatasi
kecemasannya, berhubungan dengan rasa takut, kesepian, kemarahan, rasa malu,
rasa bersalah, dan rasa tidak aman. (Stuart & Sunden, 1995).
Menarik diri adalah suatu gangguan suatu hubungan interpersonal yang
terjadi akibat adanya kepribadian yang tidak fleksibel yang menimbulkan prilaku
maladatif dan mengganngu fungsi seseorang dalam hubungan sosial (Depkes
RI,2000).

B.Etiologi
1. Faktor Predisposisi
a. Faktor Perkembangan.
Setiap tahap tumbuh kembang mempunyai tugas yang harus dilalui
dengan sukses. Karena apabila tugas perkembangan tersebut tidak di
penuhi maka akan mengganggu atau menghambat perkembangan
selanjutnya. (Keliat,BA. 2002)
b. Faktor Biologis
Faktor genetik dapat menunjang terhadap kerusakan interaksi sosial
menarik diri. Adanya kelainan-kelainan seperti retardasi mental dianggap
membatasi kapasitas adaptif seorang individu secara umum. (Townsend,
1998).
c. Faktor Sosial Budaya
Isolasi sosial merupakan faktor dalam gangguan berhubungan yang
diakibatkan oleh karena norma yang tidak mendukung. Pendekatan
terhadap orang lain atau tidak menghargai anggota masyarakat yang tidak
produktif seperti lansia, orang cacat, dan orang yang berpenyakit kronis.
Isolasi sosial dapat terjadi karena mengadopsi norma, prilaku dan sistem
nilai yang berbeda dari kelompok mayoritas. Harapan yang tidak realistik
terhadap hubungan juga termasuk faktor lain yang berkaitan dengan
gangguan ini (Stuart & Sunden, 1998 )
2. Faktor presipitasi
a. Stressor sosial budaya
Stresor sosial budaya dapat menyebabkan terjadinya gangguan dalam
berhubungan, misalnya keluarga yang labil, dirawat di RS.

b. Stresor psikologi
Tingkat kecemasan yang berat akan menyebabkan menurunnya
kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain. Intensitas
kecemasan yang ekstrim dan memanjang disertai terbatasnya
kemampuan individu untuk mengatasi masalah diyakini akan
menimbulkan berbagai masalah gangguan berhubungan (menarik diri).

C. Peran Serta Keluarga Dalam Merawat Klien Menarik Diri


Keluarga Penting Artinya dalam perawatan dan penyembuhan
pasien,keluarga pember perawatan utama dalam pemenuhan kebutuhan dasar
dan mengoptimalkan ketenangan jiwa bagi pasien.
Tujuan Perawatan adalah :
Gejala Klinis :
 Bicara, senyum dan tertawa sendiri.
 Menarik diri dan menghindar dari orang lain.
 Tidak dapat membedakan tidak nyata dan nyata.
 Tidak dapat memusatkan perhatian.
 Curiga, bermusuhan, merusak (diri sendiri, orang lain dan
lingkungannya), takut.
 Ekspresi muka tegang, mudah tersinggung. (Budi Anna Keliat, 1999)

a. Meningkatkan Kemandirian Pasien


b. Pengoptimalan peran dalam masyarakat
c. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
Perawatan Dirumah Yang Dapat Dilakukan Oleh Keluarga
1. Memenuhi kebutuhan sehari-hari
a. Bantu dan perhatikan pemenuhan kebutuhan makan, minum,
kebersihan diri dan penampilan
b. Latih dan libatkan klien dalam kegiatan sehari-hari (cuci pakaian,
setrika, menyapu, dll)

2. Bantu komunikasi dengan teratur


a. Bicara jelas dan singkat
b. Kontak / bicara secara teratur
c. Pertahankan tatap mata secara teratur
d. Lakukan sentuhan yang akrab
e. Sabar, lembut, tidak terburu-buru
f. Hindari kecemasan pada klien

3. Libatkan dalam Kelompok


a. Beri kesempatan untuk menonton TV, mendengarkan music,
membaca buku, dll
b. Sediakan peralatan pribadi seperti tempat tidur, almari, dll
c. Pertemuan keluarga secara teratur.
Menyendiri bisa menimbulkan gangguan jiwa lain yaitu halusinasi
( merasa mendengar bisikan, merasa melihat bayangan, merasa ada yang
meraba, merasa mencium bau, yang semua itu sebenarnya tidak ada

STRATEGI PELAKSANAAN PENYULUHAN


MENARIK DIRI
1. Tujuan
a. Tujuan umum
Setelah dilakukan tindakan penyuluhan tentang pengendalian menarik
diri diharapkan keluarga dapat memahami, manfaat dan pentingnya
tentang pengendalian menarik diri.
b. Tujuan khusus
Setelah dilakukan penyuluhan pasien dan keluarga diharapkan mampu :
a) Mengetahui pengertian menarik diri.
b) Mengetahui penyebab menarik diri
c) Mengetahui peran keluarga dengan pasien menarik diri

2. Sasaran
Pasien, keluarga pasien dan pengunjung di ruang fakultas kesehatan (PSIK)

STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN PENYULUHAN


A. Orientasi
1. Salam terapeutik
“assalamualaikum.... dan selamat pagi bapak dan ibu semua ? bagaimana
kabarnya hari ini? Apakah semuanya baik-baik saja? Semua sudah mandi
kan, sudah sarapan dan minum obat kan? Sebelumnya saya ucapkan
terima kasih karena telah mau meluangkan waktunya untuk mengikuti
kegiatan ini. Bapak dan ibu semua perkenalkan kami ini dari program
studi ilmu keperawatan unitri malang, nama saya marianus, saya disini
tidak sendirian saya ditemani oleh teman-teman juga dari program studi
ilmu keperawatan malang. Saya perkenalkan satu-persatu yang pertama
esani, dwija, iqbal.
2. Evaluasi
“bagaimana perasaan bapak dan ibu hari ini ? apakah semuanya baik-baik
saja, semua sudah makan? Sudah mandi?
3. Kontrak
“bapak dan ibu semuanya, hari ini kita akan melakukan penyuluhan.
Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk mengetahui apa itu menarik diri,
penyebab dan peran keluarga menarik diri.
“kita nanti akan menjelaskan materi selama 20 menit dan semuanya harus
mengikuti penyuluhan ini dari awal sampai dengan akhir setuju !!! oke
sebelum kita mulai penyuluhan kita berdoa dulu : berdoa mulai. Selesai “.

B. Tahap kerja
“terima kasih atas waktu yang telah diberikan, sebelumnya saya mau tanya
ada yang tau tentang pengertian menarik diri? Bagus, menarik diri adalah
suatu gangguan suatu hubungan interpersonal yang terjadi akibat adanya
kepribadian yang tidak fleksibel yang menimbulkan prilaku maladatif dan
mengganngu fungsi seseorang dalam hubungan sosial. Penyebab menarik diri
adalah : Faktor Predisposisi, Faktor presipitasi. Sedangkan peran keluarga
adalah Memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantu komunikasi dengan teratur
,libatkan dalam Kelompok.
C. Tahap terminasi
a.evaluasi subyektif

Pre Test
1. Pengertian menarik diri adalah suatu gangguan suatu hubungan
interpersonal yang terjadi akibat adanya kepribadian yang tidak
fleksibel yang menimbulkan prilaku maladatif dan mengganngu
fungsi seseorang dalam hubungan sosial.
a. Benar
b. Salah
2. Penyebab menarik diri adalah faktor predisposisi, Faktor
presipitasi.
a. Benar
b. Salah
3. Peran keluarga adalah memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantu
komunikasi dengan teratur, libatkan dalam kelompok,
a. benar
b. salah

DAFTAR HADIR :

HARI / TANGGAL :
JUDUL PENYULUHAN :

TEMPAT :

PENCERAMAH :

TANDA
NO NAMA ALAMAT TANGAN