Anda di halaman 1dari 11

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Nn. I


Status interaksi : Fase kerja
Lingkungan : Perawat dan Klien berada di ruang tamu rumah klien. Lingkungan sekitar tidak begitu ramai. Lingkungan rumah
terlihat bersih, dan cukup nyaman.
Deskripsi klien : Ekspresi klien tampak agak tegang, namun masih dapat diajak berkomunikasi dengan orientasi yang sesuai
dengan topik.
Tujuan (berorientasi pada klien) : Klien dapat mengatasi kecemasan berkaitan dengan wabah covid-19.
Nama Mahasiswa : Herdika Listya kurniati
Tanggal : Jumat, 3 April 2020
Jam : 10.00
Tempat : Ruang tamu rumah klien RW 03
KOMUNIKASI KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
RASIONAL
VERBAL VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Selamat pagi, Mba I P : duduk berhadapan, Perawat memulai Klien telah bersedia
memberi salam , percakapan dengan sikap melakukan interaksi
tersenyum, badan terbuka pertemuan yg pertama hal
agak membungkuk ke ini menunjukkan bahwa
depan, tubuh sikap antara klien dan perawat
terbuka Klien tampak bersedia telah terbina hubungan
K : Melihat kearah berinteraksi saling percaya. Sesuai
perawat, memberi dengan teori bahwa
salam, ekspresi keberhasilan membina
tampak sedikit tegang hubungan saling percaya
namun masih sangat dipengaruhi oleh
mencoba untuk komunikasi verbal dan
tersenyum non verbal yang
disampaikan oleh perawat

K : Pagi, mba K : klien duduk dengan Klien berespon positif Perawat mempertahankan
posisi agak dengan salam yang sikap terbuka, badan
membungkuk sedikit disampaikan oleh perawat condong ke depan,

1
kedepan, memandang memandang dan
perawat, menjawab mendengarkan dengan
dengan ramah. penuh perhatian ketika
P : mempertahankan berinteraksi dengan klien.
sikap terbuka, badan Perawat tetap menjaga Sesuai dengan teori hal ini
condong ke depan, posisi tubuh dengan merupakan sikap-sikap
memandang dan terapeutik yang harus dilakukan
mendengarkan dengan dalam melakukan
penuh perhatian hubungan terapeutik
dengan tetap menjaga sehingga klien dapat
jarak dengan klien berespoin positif terhadap
interaksi yang dilakukan.
P : Bagaimana perasaan P : Suara jelas, tetap Perawat mencoba Perawat menunjukkan
mba I hari ini? tersenyum, membuka diri dan hubungan yang terbuka
mempertahankan mencoba menggali data dengan klien. Hal ini
sikap terbuka, baru yang mungkin sangat sesuai dengan teori
memandang klien diperlukan oleh klien komunikasi yaitu teknik
dengan bersahabat Klien tampak komunikasi terapeutik
K : Memandang perawat, membutuhkan bantuan dimana bahwa untuk
wajah tampak lebih dari tenaga profesional mendapatkan data
rileks namun tampak dalam mengatasi diperlukan pertanyaan dan
tanda-tanda kecemasan terhadap sikap terbuka dari perawat
kecemasan wabah covid-19 saat ini dalam memahami
kebutuhan klien saat ini
K : Saya merasa takut K : Ekspresi wajah agak Kecemasan yang Perawat menggunakan
tertular covid-19 jika tegang, namun masih dirasakan klien masih teknik komunikasi
keluar rumah. Bahkan mencoba untuk menunjukkan tanda-tanda terbuka. Hal ini sesuai
untuk pergi ke warung tersenyum, tangan kecemasan ringan-sedang dengan teori bahwa sikap
terdekat saja saya menggenggam, terapeutik yaitu
merasa was-was. menjawab dengan keterbukaan, jujur,
nada suara agak keiklasan dan penggunaan
rendah Perawat mempertahankan teknik terapeutik akan

2
sikap terbuka menerima mempengaruhi
P : menganggukkan klien apa adanya dan keberhasilan interaksi
kepala, mendengarkan menunjukkan perhatian Tanda-tanda kecemasan
klien dan badan tetap terhadap kebutuhan klien dapat dilihat dari tanda
condong ke depan fisiologis, kognitif, dan
emosi/ perilaku. Pada
kasus ini tanda-tanda yang
digunakan adalah tanda-
tanda kognitif dan emosi/
perilaku
P : Bagaimana kalau 20 P : Badan condong ke Perawat mencoba Fokusing merupakan salah
menit ke depan kita depan, ekspresi wajah memfokuskan satu teknik komunikasi
bicarakan tentang tenang, sikap terbuka pembicaraan pada satu terapeutik. Sesuai degan
kebingungan & K : Mendengarkan topik sesuai dengan Klien menunjukkan konsep komunikasi
ketakutan yang mba I perawat, menggeser kebutuhan klien kebutuhannnya terhadap terapeutik bahwa fokusing
rasakan, tujuannya badannya untuk rasa takut yang dirasakan sangat diperlukan dalam
supaya nanti dapat berganti posisi, kepala rangka memfokuskan
mengurangi rasa takut manggut-manggut dan topik yang akan dibahas
terhadap covid-19, nah mencoba tersenyum dalam suatu pembicaraan
caranya dengan
beberapa hal yang
akan saya ajarkan
seperti relaksasi nafas
dalam, bagaimana
mba I?
K : Iya mba K : Menganggukkan Klien menyetujui topik Adanya kesepakatan topik
kepala, tersenyum dan yang ditentukan perawat antara perawat dan klien
memandang perawat untuk dibahas. menunjukkan ketepatan
seolah-olah perawat dalam
memerlukan bantuan menganalisa kebutuhan
P : Tersenyum, tetap Perawat senang karena klien saat ini
memandang klien, telah terjadi kesepakatan

3
mencondongkan topik untuk dibahas sesuai
kepala dengan kebutuhan klien
saat ini
P : coba mba I ceritakan P : Menjelaskan dengan Perawat mengajak klien Perawat memfokuskan
tentang kecemasan & kata-kata yang jelas, untuk mengenal rasa topik bahasan interaksi.
ketakutan yang saat ini menekankan pada cemas yang dirasakan. Hal ini sesuai dengan teori
mba I rasakan topik bahasan bahwa interaksi yang
mengenai covid-19 K : Menganggukkan Klien tampak efektif harus memenuhi
dan apa penyebab kepala, mendengarkan memperhatikan fokus teknik komunikasi, salah
Kecemasan & penjelasan dari bahasan dalam interaksi satunya adalah focusing
ketakutan itu bisa perawat
muncul akhir-akhir
ini.

KOMUNIKASI KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


RASIONAL
VERBAL VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K : Awalnya saya tidak K : Ekpresi wajah taPak Klien menyebutkan faktor Dalam menggali faktor
begitu khawatir tegang, dengan posisi presipitasi kecemasan presipitasi perawat dapat
dengan corona, namun tangan saling yang dialami menggunakan pertanyaan
semnjak muncul kabar menggenggam. terbuka. Menurut konsep
bahwa corona sudah Perawat mencoba bahwa pertanyaan terbuka
masuk ke Indonesia P : Mendengarkan dengan menggali faktor akan menghasilkan data
saya mulai takut. Lalu seksama, tersenyum, presipitasi kecemasan kualitatif tentang faktor
diwajibkan untuk menganggukkan yang dialami oleh klien pencetus terjadinya cemas
berdiam diri dirumah kepala dengan teknik komunikasi
dengan istilah terbuka
lockdown . belum lagi
banyak berita dan
cepatnya peningkatan

4
penularan corona,
hingga ada ratusan
korban. Saya bingung
dan takut harus
bagaimana, saya hanya
tahu untuk berdiam
diri dirumah dan
mengurangi kontak
dengan orang lain.
Karena setau saya
penularannya sangat
cepat dari orang ke
orang membuat saya
semakin takut dan
cemas untuk bertemu
dan kontak dengan
orang lain serta
fasilitas umum diluar
rumah. Setiap
mendengar
perkembangan
mengenai corona
semakin membuat
saya ketakutan dan
bingung harus berbuat
apa untuk
menghindarinya.
P : Selain kondisi ini P: Menjelaskan dengan Perawat mengajak klien Perawat menggali faktor
apalagi yang kata-kata yang jelas, untuk mengenal rasa presipitasi yang dialami
menyebabkan mba I menekankan pada cemas yang dirasakan. oleh klien. Menurut
cemas & takut? topik bahasan konsep bahwa pertanyaan
K: Menganggukkan Klien tampak terbuka akan

5
kepala, mendengarkan memperhatikan fokus menghasilkan data
penjelasan dari bahasan dalam interaksi kualitatif tentang faktor
perawat pencetus terjadinya cemas
K : Saya khawatir dengan K : Memandang perawat, Klien menyebutkan faktor Dalam hubungan antara
kondisi keuangan terlihat sedih namun presipitasi kecemasan perawat dan klien,
keluarga saya. Kami berusaha tetap mampu yang dialami perawat berkewajiban
mendapat penghasilan bercerita dan mencoba menempatkan diri dengan
dengan berdagang, tersenyum sikap empati. Sikap
akinat adanya corona P : Menganggukkan Perawat bersikap empati empati akan memberikan
saya tidak berani kepala, mendengarkan terhadap perasaan klien kenyamanan pada klien
membantu orang tua klien, tetap dalam berinteraksi dengan
saya untuk berdagang. mempertahankan perawat.
Saya khawatir jika hal sikap terbuka
ini akan berlangsung
lama.
P : Lalu apa saja yang P : Menganggukkan Perawat menggali Sebelum melatih satu cara
sudah mba I lakukan kepala, tersenyum, mekanisme koping yang perawat perlu menggali
dengan kondisi- ekpresi wajah sudah dilakukan untuk mekanisme koping yang
kondisi tadi? bersahabat melihat apakah koping Perhatian klien dalam sudah dilakukan oleh
K : Mendengarkan, klien adaptif atau berinteraksi dengan klien.
mencoba mengingat- maladaptif. perawat masih terkontrol
ingat kembali

K : Ya sekarang saya K : memandang perawat, Mekanisme koping yang Pada kondisi cemas
hanya bisa menjaga tampak lebih tenang, digunakan oleh klien ringan sampai sedang,
jarak dengan orang selalu mencoba masih berada pada mekanisme koping yang
lain dan mengurangi tersenyum, tangan tak rentang adaptif digunakan oleh klien
interaksi dengan orang tampak menggenggam masih berada pada
lain. Selain itu saya lagi. Mempertahankan sikap rentang adaptif. Hal ini
selalu berusaha untuk P : Mendengarkan klien empati sesuai dengan teori bahwa
menjaga kebersihan dengan seksama, salah satu ciri cemas
diri dan lingkungan sambil ringan-sedang adalah

6
rumah saya. menganggukkan penyelesaian masalah
kepala, tersenyum masih efektif dan terjadi
peningkatan kemampuan
belajar.
P : Bagus sekali Mba I P : Mengacungkan Perawat memberikan Perawat memberikan
sudah melakukan hal jempol, tersenyum, reinforcement terhadap reinforcement terhadap
yang benar sekali. Apa memandang klien keberhasilan klien keberhasilan klien. Hal ini
yang sudah Mba I dengan senang Klien tampak senang sesuai dengan teori bahwa
lakukan itu sangat K : Tersenyum malu dengan mendapak setiap keberhasilan klien
bagus. Nah bagaimana menunduk sebentar, reinforment dari perawat meskipun hanya sedikit
kalau sekarang saya kemudian memandang harus diberikan umpan
ajarkan cara lain untuk perawat balik agar klien
mengatasi kecemasan termotivasi untuk
terhadap wabah melaksanakan latihan-
corona? latihan berikutnya.
K : Iya saya mau sekali... K : Tersenyum, Klien tampak Klien mencoba berubah
Bagaimana caranya memandang perawat, bersemangat untuk dengan mencoba cara
mba? Karena sambil mengangguk- mencoba cara baru baru. Hal ini sesuai
walaupun saya sudah anggukkan kepala dengan teori bahwa syarat
berusaha menjaga P : Ekpresi wajah senang, Perawat senang dengan utama berubah adalah
kebersihan dan aturan- memperhatikan klien, keberhasilan klien klien mempunyai
aturan pemerintah tetap bersikap terbuka kemauan untuk
saya masih tetap melakukan perubahan
merasa cemas. Saya
membutuhkan cara
lain untuk mengatasi
rasa cemas Saya.

7
KOMUNIKASI KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
RASIONAL
VERBAL VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN

P: Cara pertama adalah P : tersenyum, Perawat mencoba menjadi Untuk melatih


dengan melakukan memandang klien role model bagi klien kemampuan klien dimulai
hobby atau kegiatan dengan senang, dengan memberikan
kesukaan Mba I menjelaskan dengan pengetahuan secara
misalnya nada suara yang kognitif. Kemempuan
mendengarkan musik, lemah lembut, suara kognitif akan menjadi
menonton acara tv jelas dan memotivasi Klien termotivasi untuk dasar dalam melakukan
atau film, memasak, klien belajar kemampuan psikomotor.
berkebun, atau K : Tersenyum,
membuat kerajinan mengangguk-
tangan yang anggukkan kepala
menyenangkan
dirumah.

KOMUNIKASI KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


RASIONAL
VERBAL VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K : Ooohh begitu ya... K : Tersenyum, Klien memperagakan cara Pada cemas ringan-
memandang perawat, napas dalam dengan benar sedang, terjadi
sambil mengangguk- peningkatan kemampuan
anggukkan kepala belajar. Hal ini sesuai
P : Ekpresi wajah senang, Perawat memberikan dengan teori bahwa pada
memperhatikan klien, dukungan atas cemas ringan-sedang klien
mengacungkan jempol keberhasilan klien dalam masih mengalami
dan tetap bersikap memahami cara pertama kesadaran terhadap
terbuka yang diajarkan stimulus internal dan
eksternal sehingga proses
belajar masih dapat

8
berjalan baik
P : Nah cara lainnya P : Sikap badan terbuka, Perawat mengakhiri Klien memperagakan cara Klien tampak senang
adalah dengan badan condong pertemuan dengan tetap napas dalam dengan benar dengan interaksi yng telah
menarik nafas kedepan, memandang bersikap terbuka dan dilakukan dengan
dalam.... caranya yaitu klien, berbicara menghargai keberhasilan perawat. Hal ini sesuai
dihirup dari hidung dengan nada suara klien dengan teori bahwa klien
pelan-pelan dan yang lembut, kata- telah mampu melakukan
dikeluarkan lewat kata jelas, berbicara baik dari aspek kognitif,
mulut caranya begini tidak terlalu cepat, afektif maupun
(diperagakan), nah mengulurkan tangan psikomotor
sekarang Teh Siti coba K : Menganggukkan
lakukan seperti saya kepala, tersenyum,
tadi... Sekalian nanti ekpresi wajah tenang
kita masukkan dalam
jadual latihan sehari-
hari Teh Siti misalnya
berlatih sehari 3 kali
setiap pagi, sore dan
malam...
K : Ya kalau saya K : Tersenyum, Klien mampu menentukan Menurut teori belajar
kepikiran lagi tentang memandang perawat, proses belajar yang akan salah satu faktor utama
kehamilan saya atau sambil mengangguk- dilakukan dalam belajar adalah
memikirkan ayah saya anggukkan kepala kemauan klien untuk
akan saya coba P : Ekpresi wajah senang, Perawat memberikan melakukan perubahan
melakukannya memperhatikan klien, dukungan atas
(memperagakan mengacungkan jempol kemampuan klien
seperti perawat) dan tetap bersikap
terbuka
KOMUNIKASI KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
RASIONAL
VERBAL VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Nah coba setelah kita P : Sikap badan terbuka, Perawat mengevaluasi Evaluasi merupakan suatu
ngobrol tadi berapa badan condong kemampuan klien setelah cara untuk mengatasi

9
cara yang sudah Teh kedepan, memandang diajarkan dua cara ketercapaian tujuan
Siti pelajari untuk klien, berbicara mengatasi cemas interaksi yeng telah
mengatasi cemas dan dengan nada suara dilakukan
apa manfaatnya buat yang lembut, kata-
Teh Siti kata jelas, berbicara
tidak terlalu cepat,
mengulurkan tangan Klien tampak memahami
K: Menganggukkan apa yang disampaikan
kepala, tersenyum, oleh perawat
ekpresi wajah tenang
K : Ada dua cara yaitu K: Tersenyum, Klien mampu mengikuti Tujuan belajar dapat
melakukan kegiatan memandang perawat, proses belajar sampai tercapai ketika tidak
hobby dan latihan sambil mengangguk- dengan selesai terjadi kesenjangan antara
napas dalam... anggukkan kepala tujuan dan hasil belajar.
P: Ekpresi wajah senang, Perawat memberikan
memperhatikan klien, dukungan atas
mengacungkan jempol kemampuan klien
dan tetap bersikap
terbuka
P : Baiklah rasanya sudah P : tersenyum, Perawat mengakhiri Menurut konsep interaksi
20 menit kita ngobrol. memandang klien interaksi dengan terminasi terapeutik maka akhir
Coba Teh Siti latih dengan senang, interaksi diakhiri dengan
kembali apa yang telah menjelaskan dengan terminasi
kita pelajari tadi. nada suara yang
Selamat istirahat.... lemah lembut, suara
saya pamit jelas dan memotivasi Kebutuhan klien tampak
dulu...masih mau klien telah terpenuhi dengan
mengunjungi keluarga K : Tersenyum, proses belajar yang
yang lainnya... mengangguk- dilakukan bersama
Assalamu alaikum anggukkan kepala perawat
Teh Siti...

10
K : Makasih, Waalaikum K : Tersenyum, membalas Klien menyetujui hasil Klien sepakat untuk
salam uluran tangan pertemuan menindaklanjuti
P : tersenyum, ekspresi Perawat senang dengan pertemuan. Hal ini
wajah senang interaksi yang dilakukan menunjukkan bahwa
dengan klien antara klien dan perawat
telah terjadi trust. Hal ini
sesuai dengan teori bahwa
aspek utama untuk
mempertahankan
hubungan adalah adanya
hubungan saling percaya

Refleksi In Action : Dilaksanakan pada saat interaksi (dapat dilihat di Fase kerja)
Refleksi On Action :
1. Fase Kerja
 Menggali penyebab ketakutan dan kecemasan klien karena mau melahirkan sudah dieksplor lebih dalam
 Saat ingin menggali penyebab ketakutan klien, pertanyaan sudah terfokus sehingga jawaban yang diberikan sesuai dengan yang diharapkan
perawat.
 Perawat langsung mengajarkan cara mengurangi kecemasan tersebut, padahal penyebab hal tersebut mungkin belum seluruhnya tergali.
2. Fase terminasi
 Evaluasi hanya kognitif saja untuk mengurangi kecemasan sedangkan untuk evaluasi psikomotor dan afektif belum dilakukan.

11