Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENDIDIKAN KESEHATAN TERAPI MENINGKATKAN PENGETAHUAN


LANSIA DALAM MEMAHAMI COVID19 DAN PENCEGAHANYA

Disusun oleh :
Kelompok 1
Ranti Ayodya Garini I4B019010
Hesti Renita I4B019023
Novi Ratnasari I4B019018
Silvia Salwa I4B019047
Yunita Elvani Chusni I4B019007
Ida Marfu’ah I4B019017
Mega Anggraeni I4B019040
Hanifa Humanisa I4B019020
Anji Muda Permana I4B019052
Herdika Listya Kurniati I4B019055

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN


PROGRAM PROFESI NERS
PURWOKERTO
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : Keperawatan Gerontik


Sub Pokok Bahasan : Terapi Meningkatkan Pengetahuan Lansia Dalam
Memahami Covid-19 Dan Pencegahanya
Sasaran : Panti Dewanata Cilacap

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x20 menit diharapakan Lansia
di Panti Dewanata Cilacap, mampu meningkatkan pengetahuan lansia dalam
memahami Covid-19 dan pencegahanya.

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x20 menit  diharapkan lansia
mampu:
1. Mengerti tentang pengertian Covid-19
2. Mengerti tentang penyebab Covid-19
3. Mengerti tentang gejala Covid-19
4. Mengerti tentang cara penyebaran Covid-19
5. Mengerti tentang orang yang berisiko untuk terkena Covid-19
6. Mengerti tentang alasan lansia lebih rentan untuk terkena Covid-19
7. Mengetahui tentang cara mengobati Covid-19
8. Mengetahui tentang cara mencegah Covid-19

C. POKOK MATERI :
1. Pengertian Covid-19
2. Penyebab Covid-19
3. Gejala Covid-19
4. Cara penyebaran Covid-19
5. Orang yang paling berisiko untuk terkena Covid-19
6. Alasan lansia lebih rentan untuk terkena Covid-19
7. Cara mengobati Covid-19
8. Cara mencegah Covid-19

D. SASARAN
Lansia di panti dewanata cilacap

E. STRATEGI PELAKSANAAN
Hari/Tanggal : Senin, 20 April 2020
Waktu : 10.00 WIB
Tempat : Panti Dewanata Cilacap

F. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


Tahap Waktu Kegiatan Media
No
1 Pembukaan 5 menit 1. Salam
2. Menjelaskan kontrak dan
tujuan pertemuan
2 Pelaksanaan 10 menit Menjelaskan tentang : Video
1. Pengertian Covid-19
2. Penyebab Covid-19
3. Gejala Covid-19
4. Cara penyebaran Covid-19
5. Orang yang paling berisiko
untuk terkena Covid-19
6. Alasan lansia lebih rentan untuk
terkena Covid-19
7. Cara mengobati Covid-19
8. Cara mencegah Covid-19
3. Penutup 5 menit 1. Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya
2. Menjawab pertanyaan yang
diajukan peserta
3. Menutup pembelajaran dengan
salam

G. METODE
Metode yang digunakan adalah :
a) Audiovisual
b) Diskusi / tanya jawab

H. MEDIA
Media yang digunakan adalah
a) Video

I. MATERI

1. Pengertian Covid-19
2. Penyebab Covid-19
3. Gejala Covid-19
4. Cara penyebaran Covid-19
5. Orang yang paling berisiko untuk terkena Covid-19
6. Alasan lansia lebih rentan untuk terkena Covid-19
7. Cara mengobati Covid-19
8. Cara mencegah Covid-19

J. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
- Kesiapan materi penyaji.
- Tempat yang digunakan nyaman dan mendukung.
2. Evaluasi Proses
- Klien kooperatif
- Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
3. Evaluasi Hasil
- Klien mampu menjelaskan tentang Covid-19 dan cara penceghannya.

Lampiran Materi
A. Pengertian Covid-19
COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh turunan coronavirus
baru. ‘CO’ diambil dari corona, ‘VI’ virus, dan ‘D’ disease (penyakit).
Sebelumnya, penyakit ini disebut ‘2019 novel coronavirus’ atau ‘2019- nCoV.’
Virus COVID-19 adalah virus baru yang terkait dengan keluarga virus yang
sama dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan beberapa jenis
virus flu biasa (WHO, 2020). Coronavirus Disease (COVID-19) adalah virus
jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus
corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian
menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke
manusia dan MERS dari unta ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal
beredar pada hewan namun belum terbukti menginfeksi manusia.
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa
komplikasi serius, seperti :
- Pneumonia (infeksi paru-paru)
- Infeksi sekunder pada organ lain
- Gagal ginjal
- Acute cardiac injury
- Acute respiratory distress syndrome
- Kematian

B. Penyebab Covid-19
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu
kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar
kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai
sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi
pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory
Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Ada
dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun,
kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
- Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita
COVID-19 batuk atau bersin
- Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah
menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
- Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau
berjabat tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih
berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang
yang memiliki penyakit tertentu, perokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya
lemah.

C. Gejala Covid-10
Gejala awal infeksi virus Corona atau Covid-19 yaitu bisa berupa gejal
flu, seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.
Gejala dapat memberat dengan pasien mengalami demam tinggi (suhu tubuh di
atas 38°C), batuk berdahak bahkan hingga berdarah, sesak napas, dan nyeri
dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus
Corona. Pada kasus-kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan radang
paru-paru atau kesulitan bernapas. Penyakit ini jarang bersifat mematikan.
Gejala-gejala ini mirip dengan flu (influenza) atau batuk pilek. Kedua penyakit
ini jauh lebih umum dibandingkan COVID-19. Karena itu, pengujian diperlukan
untuk memastikan apakah terjangkit COVID-19 atau tidak. Gejala Covid-19
muncul dalam waktu 1 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

D. Cara Penyebaran Covid-19


Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan percikan dari
saluran napas orang yang terinfeksi (yang keluar melalui batuk dan bersin).
Orang juga dapat terinfeksi karena menyentuh permukaan yang terkontaminasi
virus ini lalu menyentuh wajahnya (mis., mata, hidung, mulut). Virus COVID-
19 dapat bertahan di atas permukaan benda selama beberapa jam tetapi dapat
dibunuh dengan disinfektan biasa.

E. Orang Yang Paling Berisiko Untuk Terkena Covid-19


Kami terus mempelajari dampak COVID-19 pada orang setiap harinya.
Lansia dan orang dengan gangguan kesehatan kronis, seperti diabetes dan
penyakit jantung, tampaknya lebih berisiko mengalami gejala-gejala yang parah.
Karena virus ini masih baru, kami masih mempelajari dampak virus ini pada
anak-anak. Kita tahu bahwa semua orang terlepas dari umurnya dapat terinfeksi
virus ini, tetapi sejauh ini laporan kasus COVID-19 pada anak-anak relatif masih
sedikit. Virus ini masih baru dan kami perlu mempelajari dampaknya pada anak-
anak lebih lanjut. Virus ini bisa menjadi fatal pada sejumlah kecil kasus, yang
sejauh ini lebih cenderung terjadi pada lansia dengan gangguan kesehatan
sebelumnya.

F. Alasan Lansi Lebih Rentan Untuk Terkena Covid-19


Seiring pertambahan usia, tubuh akan mengalami berbagai penurunan
akibat proses penuaan, mulai dari menurunnya produksi pigmen warna rambut,
produksi hormon, kekenyalan kulit, massa otot, kepadatan tulang, kekuatan gigi,
hingga fungsi organ-organ tubuh. Sistem imun sebagai pelindung tubuh pun
tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Inilah alasan mengapa orang lanjut usia
(lansia) rentan terserang berbagai penyakit, termasuk COVID-19 yang
disebabkan oleh virus Corona.
Selain itu, tidak sedikit lansia yang memiliki penyakit kronis,
seperti penyakit jantung, diabetes, asma, atau kanker. Hal ini bisa meningkatkan
risiko atau bahaya infeksi virus Corona. Komplikasi yang timbul akibat COVID-
19 juga akan lebih parah bila penderitanya sudah memiliki penyakit-penyakit
tersebut.

G. Cara Mengobati Covid-19


Saat ini vaksin untuk COVID-19 belum tersedia. Namun, banyak gejala
penyakit ini dapat diobati dan perawatan sejak awal oleh tenaga kesehatan dapat
mengurangi bahaya penyakit ini. Adapun beberapa cara untuk meredakan
gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu :

- Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di


rumah sakit yang ditunjuk.
- Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi
penderita.
- Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi
mandiri dan istirahat yang cukup.
- Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk
menjaga kadar cairan tubuh.

Beberapa uji klinis yang mengkaji kandidat-kandidat pengobatan untuk


COVID-19 sedang dilakukan. Namun ada beberapa pemeriksaan penunjang
menurut PDPI (2020), yaitu :
- Pemeriksaan radiologi : foto thorax, CT scant thorak, USG thorax
- Pemeriksaan spisemen saluran napas atas dan bawah
- Bronkoscopi
- Pungsi pleura sesuai dengan kondisi
- Pemeriksaan kimia darah
H. Cara Mencegah Covid-19
Seperti infeksi saluran pernapasan lain seperti flu atau batuk pilek,
tindakan-tindakan menjaga kesehatan bersama penting untuk memperlambat
penyebaran penyakit ini. Cara pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu :
- Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari
orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
- Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
- Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang
mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di
tempat umum.
- Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
- Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
- Hindari kontak dengan penderita atau orang yang dicurigai menderita
COVID-19.
- Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang
tisu ke tempat sampah.
- Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau
pilek.
- Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan,
termasuk kebersihan rumah.
Adapun cara pencegahan untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau
termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam
pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak
menular ke orang lain, yaitu:
- Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
- Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi
dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.
- Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk
sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar
mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
- Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda
sampai Anda benar-benar sembuh.
- Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang
sedang sakit.
- Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta
perlengkapan tidur dengan orang lain.
- Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau
sedang bersama orang lain.
- Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu
segera buang tisu ke tempat sampah.

Referensi :

Perhimpunan dokter paru Indonesia.2020. panduan praktik klinis. Pnemonia 2019 n-


Cov: PDPI.Jakarta.
WHO.2020. Pesan dan kegiatan utama pencegahan dan pengendalian covid19 di
sekolah. UNICEF.