Anda di halaman 1dari 8

STUDI LITERATUR HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN,

DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR GULA


DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS

RIHUL YASMIN
PO714201161074

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KEPERAWATAN MAKASSAR
PRODI DIV KEPERAWATAN
2020

1
2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit gangguan metabolik

akibat pankreas tidak mampu memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak

dapat menggunakan insulin yang diproduksi sehingga gula yang beredar

dalam darah tidak bisa diserap ke dalam sel di seluruh tubuh (Yatim,

2018).

Data menunjukkan pada tahun 2019 terdapat 463 juta angka

kejadian diabetes didunia, dengan 163 juta angka kejadian diabetes

mellitus di wilayah western pacific yang merupakan angka tertinggi dari

prevalensi diabetes mellitus di seluruh dunia dengan rentang usia 20

sampai dengan 79 tahun (IDF Atlas, 2019).

Pada wilayah western pacific 5 negara tertinggi dengan angka

kejadian dan berusia 20-79 tahun berturut-turut yaitu China (116,4 juta

jiwa), Indonesia (10,7 juta jiwa), Jepang (7,4 juta jiwa), Thailand (4,3 juta

jiwa), Filipina (4 juta jiwa) (IDF Atlas, 2019).

Indonesia terdiri dari 34 Provinsi, salah satunya yaitu Provinsi

Sulawesi Selatan dengan jumlah penduduk 8.690.294 orang (Kemenkes

RI, 2017). Pada Provinsi Sulawesi Selatan, prevalensi diabetes mellitus

tertinggi terdapat pada 2 Kabupaten dan Kota diantaranya Kabupaten

Pinrang (2,3%), Kota Makassar (2,5%), Kabupaten Toraja Utara (2,3%),

dan Kota Palopo (2,1%) (DINKES SUL_SEL, 2015).


3

Jika dibandingkan dengan tahun 2013, prevalensi DM berdasarkan

diagnosis dokter pada penduduk unur ≥ 15 tahun meningkat menjadi 2 %

prevalensi DM pada tahun 2018 berdasarkan diagnosis dokter, jenis

kelamin dan daerah domisili. Berdasarkan kategori usia, penderita DM

terbesar berada pada rentang usia 55-64 tahun dan 65-74 tahun. Selain itu,

penderita DM di Indonesia lebih banyak berjenis kelamin perempuan

(1,8%) dibandingkan laki-laki (1,2%). (RISKESDAS,2018).

Menurut Depkes RI (2011), peningkatan kejadian kasus diabetes

mellitus dipengaruhi berbagai faktor seperti perubahan pola gaya hidup,

perubahan struktur usia karena angka harapan hidup yang meningkat, dan

kultur. Menurut Misnadiarly (2007) yang dikutip dalam Komariah pada

tahun 2020 tentang factor resiko turut berperan dalam kejadian diabetes

mellitus, yaitu usia 45 tahun, obesitas, gangguan metabolisme lemak,

riwayat keturunan diabetes, riwayat keguguran berulang, dan melahirkan

anak dengan berat badan lebih 4 kg.

Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan Prasetyani di

Cilacap pada tahun 2017 menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan

dengan kadar gula darah yaitu usia, dimana semakin meningkat usia

seseorang maka resiko mengalami diabetes mellitus tipe 2 juga meningkat.

Faktor usia berhubungan dengan fisiologis tubuh ditandai dengan

penurunan kualitas jaringan dan organ tubuh, sehingga produksi insulin

dan keefektifan insulin juga mulai berkurang sehingga menyebabkan

tingginya kadar glukosa darah (Syamsiah, 2019).


4

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Febriza A, dkk di

Kabupaten Sinjai pada tahun 2019 menunjukkan bahwa peningkatan

indeks massa tubuh menyebabkan tingginya penumpukan jaringan lemak

pada tubuh yang berakhir dengan timbulnya resistensi insulin. Resistensi

insulin yang terjadi kemudian mengakibatkan penurunan kerja insulin

pada jaringan sehingga menyebabkan glukosa sulit masuk ke dalam sel.

Menyebabkan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :

1. Bagaimanakah rekomendasi penelitian mengenai hubungan usia, jenis

kelamin, dan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah pada pasien

diabetes mellitus?

C. Tujuan Studi Literatur

1. Tujuan

Untuk mengidentifikasi rekomendasi hubungan usia, jenis kelamin,

dan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah pada pasien diabetes

mellitus.

D. Manfaat Studi Literatur

1. Manfaat Teoritis

a. Terhadap Institusi

Hasil studi literature ini diharapkan dapat memberikan informasi

tentang hubungan usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh

dengan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus kepada


5

mahasiswa khususnya DIV Keperawatan Poltekkes Kemenkes

Makassar.

b. Terhadap Peneliti

Sebagai pengembangan kemampuan peniliti dalam membuat studi

literatur sehingga dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat selama

perkuliahan.
1
1
1