Anda di halaman 1dari 11

PENGERTIAN DARI PEMISAHAN CAMPURAN.

Sebelum berahli ke pengertian pemsahan campuran. Sebaiknya coba mengerti dulu dengan
pengertian campuran. (Check at my blog at : Atom, Ion, Molekul, Unsur, Senyawa, Campuran. ).

Campuran adalah merupakan gabungan antara dua jenis zat atau lebih yang dijadikan menjadi
satu. Campuran memiliki dua jenis, yakni Campuran Heterogen dan Homogen.

Secara serdehana. Setelah mengerti pengertian Campuran. Maka Pemisahan Campuran dapat
diartikan menjadi :
Pemisahan Campuran adalah proses memisahan antara dua jenis zat atau lebih agar zat-zat
tersebut terpisah dan menjadi zat tunggal (satu, bukan menjadi satu) dengan melakukan tindakan
secara fisika maupun kimia.
Memisahkan campuran pada zat cair
Campuran yang terdiri dari dua jenis zat atau lebih dapat dipisahkan dengan 3

metode pemisahan, yaitu :

1. Distilasi
Distilasi adalah proses penguapan zat cair yang diikuti pengembunan.

Distilasi digunakan jika titik didih suatu zat berbeda dengan zat lain
dalam larutan tersebut . Contoh : pengolahan air tawar dari air laut.
Cairan hasil distilasi disebut aquades.

2. Distilasi bertingkat
Distilasi bertingkat adalah proses penguapan yang diikuti pengembunan

secara berulang-ulang yang terjadi pada kolom fraksionasi. Distilasi

bertingkat diguanakan untuk memisahkan campuran dua jenis atau lebih


cairan yang sama-sama menguap atau sulit dimurnikan.  Contoh :
pemisahan campuran air alkohol, pemisahan minyak mentah menjadi

LPG, minyak bumi, bensin, solar dan parafin.

3. Corong pisah
Corong pisah digunakan untuk memisahkan campuran dua jenis cairan
yang tidak saling melarutkan . Contoh : memisahkan campuran air dan
minyak.

DASAR-DASAR PEMISAHAN CAMPURAN


Suatu campuran disusun oleh materi-materi yang memiliki sifat fisika dan sifat kimia yang
berbeda. Berdasarkan perbedaan sifat-sifat materi yang menyusunnya, maka suatu campuran
dapat dipisahkan dengan cara-cara tertentu. Beberapa hal yang menjadi dasar metode pemisahan
campuran adalah ukuran partikel, titik didih, kelarutan, dan adsorbsi.

1.             Ukuran Partikel
Jika ukuran partikel zat yang akan dipisahkan berbeda ukuran dengan partikel zat pencampurnya,
maka campuran tersebut dapat dipisahkan dengan cara filtrasi (penyaringan).

2.             Titik Didih
Jika zat yang akan dipisahkan memiliki perbedaan titik didih dengan zat pencampurnya, maka
campuran tersebut dapat dipisahkan dengan metode distilasi. Pemisahan campuran dengan dasar
perbedaan titik didih harus dilakukan dengan kontrol suhu yang ketat supaya tidak melewati titik
didih zat yang akan dipisahkan.

3.             Kelarutan
Secara umum, pelarut dibedakan menjadi pelarut polar (air) dan pelarut nonpolar (alkohol,
aseton, kloroform, eter). Berdasarkan perbedaan kelarutan zat-zat penyusun suatu campuran pada
jenis pelarut tersebut, maka campuran dapat dipisahkan dengan cara ekstraksi.
4.             Adsorbsi
Adsorbsi adalah penarikan suatu zat oleh bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel
pada permukaan dari bahan pengadsorbsi. Berdasarkan perbedaan daya adsorbsi, maka
pemisahan campuran dapat dilakukan dengan cara adsorbsi.

MACAM-MACAM PEMISAHAN CAMPURAN


Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan cara-cara berikut. Yakni :  Penyaringan
(Filtrasi), Penyulingan (Distilasi), Pengkristalan
(Kristalisasi), Kromatografi, Sublimasi,Ekstraksi, Sentrifugasi, Evaporasi
(Penguapan), Dekantasi, Corong pisah, dan Rekristalisasi

1.             Penyaringan (Filtrasi)
Filtrasi atau penyaringan adalah teknik penyaringan yang dapat digunakan untuk
memisahkan campuran yang ukuran partikel zat-zat penyusunnya berbeda. Misalnya, pada
pembuatan santan kelapa. Santan kelapa dibuat dengan cara memisahkan campuran
santan, air, dan ampas kelapa dengan menggunakan saringan.
Dengan menggunakan saringan yang berpori-pori kecil, santan kelapa dapat melewati
lubang saringan dan ampas kelapa tertahan dalam saringan. Pernahkah kamu membuat air
teh? Untuk mendapatkan air teh maka kamu perlu merendam teh dalam air panas,
kemudian gunakan saringan untuk memisahkan teh dengan air tehnya.

Proses pemisahan campuran dengan cara penyaringan biasanya digunakan untuk memisahkan


campuran yang disusun oleh zat padat yang tidak larut dalam air dengan zat cair (campuran air
dengan tanah), campuran beberapa zat padat yang memiliki ukuran partikel yang berbeda
(campuran pasir dengan batu), dan campuran zat padat yang memiliki perbedaan sifat kelarutan
(campuran gula dengan tanah).

2.             Penyulingan (Destilasi/Distilasi)
Distilasi atau penyulingan adalah proses pemisahan campuran dengan penguapan yang
diikuti pengembunan. Mula-mula campuran yang akan dipisahkan dipanaskan hingga di
atas titik didih zat yang akan dipisahkan. Oleh karena zat yang akan dipisahkan memiliki
titik didih yang lebih rendah daripada larutan, maka zat tersebut akan menguap terlebih
dahulu. Uap yang terbentuk kemudian didinginkan sehingga menjadi cairan. Cairan yang
dihasilkan selanjutnya ditampung dalam suatu wadah sebagai distilat.

Apakah manfaat prinsip penyulingan dalam kehidupan sehari-hari? Prinsip penyulingan


digunakan di industri minyak untuk memisahkan bensin, minyak tanah, dan solar dari
minyak mentah. Hal ini dapat dilakukan karena komponen-komponen minyak bumi
mempunyai titik didih yang berbeda-beda. Oleh karena dalam campuran (minyak mentah)
terdapat lebih dari satu komponen yang akan dipisahkan maka harus dilakukan distilasi
bertingkat atau biasa disebut distilasi fraksionasi.
Penyulingan atau distilasi digunakan untuk memisahkan campuran yang disusun oleh materi
yang dapat menguap dan memiliki perbedaan titik didih atau titik uap. Pemisahan dengan metode
distilasi dilakukan dengan cara memanaskan campuran sampai menguap. Contoh campuran yang
dapat dipisahkan dengan cara distilasi adalah campuran air dengan alkohol, campuran materi-
materi dalam minyak bumi, air teh, dan air susu. Air dan alkohol memiliki perbedaan titik didih.
Titik didih alkohol adalah 65º C sedangkan titik didih air adalah 100º C. Jika didistilasi, maka
alkohol akan menguap lebih dahulu dan keluar ke labu penampungan lebih awal daripada air.
Sehingga, alkohol akan terpisah dari air.

3.             Pengkristalan (Kristalisasi)
Kristalisasi dilakukan untuk memisahkan campuran yang disusun oleh materi yang berbentuk
cair dengan materi yang berbentuk padat dan memiliki sifat larut dalam air. Contoh campuran
yang dapat dipisahkan oleh proses kristalisasi adalah larutan gula dan larutan garam. Jika larutan
gula dipanaskan dalam suatu wadah, maka airnyaakan menguap dan akan tersisa kristal gula
pada wadah tersebut. Cara seperti itu dinamakan kristalisasi. Cobalah kamu lakukan
kristalisasi pada air laut untuk mendapatkan kristal garam!

4.             Kromatografi
Kromatografi dilakukan untuk memisahkan campuran warna pada tinta warna. Teknik yang
digunakan adalah teknik kromatografi kertas. Dengan cara kromatografi, warna-warna penyusun
tinta warna dapat dipisahkan. Contohnya adalah pemisahan warna penyusun tinta hijau. Warna
hijau adalah warna campuran dari warna biru dan warna kuning. Jika tinta hijau kita goreskan
pada kertas, kemudian ujung kertas dicelupkan ke dalam air, maka warna hijau tersebut
akanterurai menjadi warna kuning dan biru. Cara seperti itu adalah teknik kromatografi kertas.
5.             Sublimasi
Teknik sublimasi dilakukan untuk memisahkan campuran zat yang mudah menyublim dengan
pengotornya, seperti kamfer dan iodium. Iod ium yang tercampur dengan pengotor dapat
dimurnikan kembali dengan teknik sublimasi.

Kristal yang mengandung iodium dan pengotornya disimpan dalam gelas tertutup dan di atas
tutupnya disimpan es batu sebagai pendingin. Kemudian dipanaskan sehingga menyublim. Uap
iodium yang tidak mengandung kotoran akan membeku kembali pada bagian tutup
dan pengotornya tetap berada di bagian dasar gelas.

6.             Ekstraksi
Ekstrasi merupakan metode pemisahan campuran dengan melarutkan bahan campuran dalam
pelarut yang sesuai. Dasar metode pemisahan ini adalah perbedaan kelarutan bahan dalam
pelarut tertentu. Contoh pemisahan campuran secara ekstraksi adalah pemi-sahan sari kelapa dari
ampasnya dengan menggunakan pelarut air. Sari kelapa yang akan diambil dari ampasnya
dilarutkan terlebih dahulu dalam air. Pada proses pelarutan, ampas kelapa tidak ikut larut dalam
air. Sehingga setelah pelarutan sari kelapa terpisah dari ampasnya.

7.             Sentrifugasi
Suspensi yang partikel-partikelnya sangat halus tidak bisa dipisahkan dengan cara filtrasi.
Partikel-partikelnya dapat melewati saringan atau bahkan menutupi lubang pori-pori saringan
sehingga cairan tidak dapat lewat. Cara untuk memisahkan suspensi adalah dengan
membiarkannya hingga mengendap. Setelah beberapa saat, partikelpartikelnya mengendap
sehingga cairannya dapat dituang. Akan tetapi banyak partikel suspense yang terlalu kecil untuk
disaring tetapi juga tidak dapat mengendap. Hal ini karena partikel-partikel padatan tersebut
dipengaruhi oleh gerakan molekul cairan yang sangat cepat.
Suspensi yang sulit dipisahkan ini dapat dipisahkan dengan sentrifugasi. Tabung sebagai wadah
suspensi dikunci pada gagang atau rotor untuk mengitari sebuah alat atau mesin pemutar. Batang
vertikal di tengahnya diputar dengan motor listrik. Batang itu berputar dengan sangat cepat.
Tabung akan mengayun dengan cepat tetapi mulut tabung tetap menghadap ke tengah.
Sentrifugasi yang terkecil dapat memutar dengan kecepatan 2.000 putaran/menit (rpm).
Sentrifugasi dapat digunakan untuk memisahkan susu menjadi susu krim dan susu skim.
Sentrifugasi juga dapat digunakan untuk memisahkan komponenkomponen darah.

8.             Evaporasi (Penguapan)
Pada proses penguapan, larutan dipanaskan sampai zat pelarutnya (air) menguap dan
meninggalkan zat terlarut (garam). Proses pemisahan dengan cara penguapan ini dapat terjadi
karena zat terlarut (garam) memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada zat pelarutnya (air).
Sublimasi adalah proses pemisahan campuran yang dapat digunakan untuk memisahkan
komponen yang dapat menyublim dari campurannya yang tidak dapat menyublim. Kapur barus
merupakan zat yang dapat menyublim jika dipanaskan. Nah, jika kapur barus ini bercampur
dengan zat pengotor seperti pasir, untuk memisahkan kapur barus dengan zat pengotor dapat
dilakukan dengan proses sublimasi. Ketika campuran kapur barus dan pasir dipanaskan, kapur
barus akan menguap sedangkan pasir tidak. Uap kapur barus akan segera mengkristal ketika
menemui daerah yang cukup dingin. Dengan demikian kapur barus murni dapat diperoleh
kembali.Proses sublimasi dapat juga digunakan untuk memisahkan iodin dari zat pengotornya.
9.             Dekantasi
Dekantasi dapat digunakan sebagai salah satu alat alternatif selain filtrasi untuk memisahkan
cairan dan padatan. Dekantasi dilakukan dengan cara menuang cairan secara perlahan-lahan,
dengan demikian padatan akan tertinggal di dalam wadah tersebut. Metode jenis memang
terbilang lebih cepat daripada filtrasi, namun hasilnya masih kurang efektif. Hasil akan menjadi
lebih efektif bila ukuran zat padat jauh lebih besar, misalnya campuran air dengan kerikil.

5.       Corong pisah
Campuran dua jenis zat cair yang tidak saling melarutkan dapat dipisahkan dengan corong pisah
lalu didiamkan selama beberapa saat sampai membentuk dua lapisan terpisah. Contohnya adalah
seperti pemisahan air dengan minyak.
11.         Rekristalisasi
Kristalisasi ialah pemisahan campuran dengan cara mengkristalkan atau mengendapkan zat
terlarut dalam larutan yang tadinya berupa cairan juga. Biasanya kristalisasi ini menggunakan
suhu rendah untuk membuat cairannya mengendap. Sedangkan rekristalisasi ialah suatu proses
kristalisasi ulang. misalnya kita mendapatkan kristal, namun kristal tersebut belum murni. untuk
mendapatkan kristal yang lebih murni dilakukan rekristalisasi. rekristalisasi dilakukan dengan
cara melarutkan kristal dalam pelarut kemudian mengkristalkannya kembali