Anda di halaman 1dari 3

Nurul fatimah

190205017

Artikel

AKHLAK SEBAGAI MODAL SUKSES

Kata akhlak merupakan bentuk jamak dari khuluk ( ‫خلوق‬ ), yang tercantum dalam (QS. al


Qalam 68: 4, dan al Syu’ara’ 26:137) berasal dari bahasa arab, yang berarti perangai, tingkah
laku, atau tabiat.

Akhlaq itu haruslah bersifat konstan, spontan, tidak temporer dan tidak memerlukan
pemikiran dan pertimbangan serta dorongan dari luar.

Dalam Islam, dasar atau alat pengukur yang digunakan untuk menyatakan baik-buruknya
sifat seseorang itu adalah Al-Qur’an dan As-Sunah Nabi SAW. Apa yang baik menurut Al-
Qur’an dan As-Sunah, itulah yang baik untuk dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebaliknya, apa yang buruk menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, itulah yang tidak baik dan harus
dihindari.

Dasar akhlak yang dijelaskan dalam Al-Qur’an yaitu:

.‫لَ ُك ْم فِ ْي َرسُوْ ِل هللاِ أُ ْس َوةٌ َح َسنَةٌ لِّ َم ْن َكانَ يَرْ جُوا هللاَ َو ْاليَوْ َم اآْل ِخ َر َو َذ َك َر هللاَ َكثِ ْيرًا‬ َ‫لَقَ ْد َكان‬

Artinya :”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia
banyak menyebut Allah”. (Q.S. Al-Ahzab: 21)

Sedangkan dalam Al-Qur’an hanya ditemukan bentuk tunggal dari akhlak


yaitu khuluq (QS. Al-Qalam (68): 4)

ٍ ُ‫ك لَ َعلَى ُخل‬


‫ق َع ِظي ٍْم‬ َ َّ‫وإن‬
Artinya: “Dan sungguh-sungguh engkau berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam (68): 4)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: 


ً ‫أَ ْك َم ُل ال ُم ْؤ ِمنِ ْينَ إِ ْي َمانا ً أَحْ َسنُهُ ْم ُخلُقا‬
Artinya: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik
akhlaknya.” (H.R. At-Tirmidzi)

Sungguh Rasulullah memiliki akhlak yang sangat mulia. Segala perbuatan dan perilaku
beliau berpedoman pada Al-Qur’an. Aisyah memberikan gambaran yang sangat jelas akan
akhlak beliau dengan mengatakan:

‫َكانَ ُخلُقُهُ القُرْ آن‬


Artinya: “Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.” (H.R. Abu Dawud dan Muslim)

Segala tingkah laku dan tindakan Rasul, baik yang lahir maupun batin senantiasa
mengikuti petunjuk dari Al-Qur’an. Al-Qur’an senantiasa mengajarkan umat Islam untuk berbuat
baik dan menjauhi segala perbuatan yang buruk. Ukuran baik dan buruk ini ditentukan oleh Al-
Qur’an.

Setiap orang yang dekat dengan Rasulullah SAW dalam akhlaknya maka ia dekat dengan
Allah, sesuai kedekatannya dengan beliau. Setiap orang yang memiliki kesempurnaan  akhlak
tersebut, maka ia pantas menjadi seorang raja yang ditaati yang dijadikan rujukan oleh seluruh
manusia dan seluruh perbuatannya dijadikan panutan. Begitupun manusia yang tidak mempunyai
akhlak pantas untuk pergi dari negeri ini. Karena ia sudah dekat dengan setan yang terlaknat dan
terusir, sehingga ia harus diusir.

Dasar akhlak dari hadits yang secara eksplisit menyinggung akhlak tersebut yaitu sabda
Nabi:
َ ‫ار َماأْل َ ْخاَل‬ ُ
‫ق‬ ِ ‫اِنَّ َماب ُِع ْثتُأِل تَ ِّم َم َم َك‬
Artinya : “Bahwasanya aku (Rasulullah) diutus untuk menyempurnakan keluhuran akhlak”.
(H.R. Ahmad)
Dalam kehidupan sehari hari akhlak dalam menjadi modal dalam kesuksesan, apabila seseorang
meiliki akhlak yang baik, tutur kata serta prilaku yang baik maka ia akan di senangi oleh
lingkungannya.

Salah satu contoh akhlak yang dapat mejadi modal kesuksesan yaitu kejujuran. Jujur adalah salah
satu akhlak mulia yang juga merupakan kunci utama kesuksesan.

Di jaman sekarang dapat kita lihat sangat sedikit sekali orang yang dapat berkata dan berlaku
dengan jujur, jika seseorang tidak jujur maka setiap langkahnya selalu memiliki hambatan
hingga ia sangat sulit menuju kesusesan.

Jika seseorang memiliki sifat dan akhlak terpuji, maka ia akan di percaya oleh lingkungannya,
allah akan senang kepadanya dan segala urusannya akan di permudah oleh allah menuju
kesuksesan.

Oleh karena itu, sangat penting memiliki akhlak yang baik sebagai kunci atau modal dalam kita
meraih kesuksesan.

Akhlak yang baik tersebut tapat terbentuk dari pribadi kita sendiri, dari kebiasaan serta pengaruh
dari lingkungan di sekitar kita. Maka lakukanlah hal-hal yang baik agar diri kita dapat
membentuk pribadi yang baik dan mencerminkan akhlak yang baik.

Seseorang yang biasa hidup dengan amalan yang baik seperti rajin membaca al-qur’an dan rajin
beribadah, maka ia akan memiliki tutur kata yang baik, bertingkah laku yang sopan santun serta
berlaku jujur yang mencerminkan wujud dari akhlak yang baik dan kebiasaan serta hal-hal baik
akan mudah tertanam pada dirinya sehingga kesuksesanpun akan mudah menghampirinya.

Tetapi sebaliknya, apabila seseorang tersebut tidak pernah membaca al-qur’an dan malas
beribadah maka kebiasaan buruk akan mudah mempengaruhinya yang merupakan wujud dari
akhlak tercela atau tidak terpuji serta kesuksesanpun akan sulit menghampirinya.

Oleh karena itu, jika ingin sukses di dunia dan di akhirat maka terapkanlah akhlak yang baik
yang dapat menjadi modal sukses kita nantinya .