Anda di halaman 1dari 8

Notulensi OBTURASI (Obrolan Santai Penuh Inspirasi):

Kedokteran Gigi Militer


Minggu, 10 Mei 2020 | 13.30-15.15 | Zoom Meeting
Departemen Akademik dan Penalaran x Hubungan Eksternal BEM FKG Unpad 2020
(IG: @bemfkgunpad)

Talkshow

1. Moderator : Apa definisi “Kedokteran Gigi Militer”?


Prof. Suhardjo : Ilmu pengetahuan kedokteran gigi yang terkait dengan tugas-tugas
kemiliteran yang mengemban misi secara maksimal dalam matra laut, darat, dan udara.

2. Moderator : Apa saja yang dapat disiapkan untuk masuk ke dalam kedokteran gigi militer?
Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Sama dengan masuk tentara pada umumnya, ada
syarat untuk tinggi badan minimal wanita 165 cm, laki-laki 170 cm, ijazah dari sd hingga
sma, lalu test kesehatan, dilanjutkan ke koramil. Seleksinya terdapat 2 tahap daerah – test
mandiri , lalu dikirim ke pusat di Jakarta, lalu disaring untuk masuk dalam program perwira
karir, sesuai kuota yang dipersiapkan.
Persiapannya meliputi : olahraga, yang terutama fisik contoh 6 keliling lapangan sabuga 12
menit, push up, sit up, berenang, test darah, test urine, mental biologi, MMPI dengan 650
soal.

3. Moderator : Apa yang membedakan dokter gigi militer dengan dok gigi umum?
Letda CKM drg. Haryadi Hendri : Dokter gigi militer punya keterikatan dengan
pemerintah. Dokter gigi militer sudah 80% milik negara, pengabdian kepada negara. Dalam
hal pekerjaan : ditempatkan di rumah sakit tentara sesuai matra. Dokter gigi militer tugas
utama adalah prioritas kesehatan prajurit dan keluarganya, memaksimalkan kesehatan
prajurit. Perintah dalam kedokteran gigi militer bisa berubah, bisa standby, di hari libur bisa
kerja juga. Dalam kedokteran gigi militer ada sesuatu yg istimewa contoh kenaikan pangkat
lebih cepat dari yang lain. Keluarga akan terjamin sampai nanti tua, kesehatan anak,
pendidikan anak, dll. Namun, tidak bisa sebebas dulu lagi karena sudah terikat dengan
negara.
4. Moderator : Apa tujuan dari adanya prodi ini?
Prof. Suhardjo : Untuk mengkaji secara ilmiah dari ilmu kedokteran gigi militer yang
terkait dengan matra darat, laut, udara. Mempelajari pengaruh hipobarik dan hiperbarik
terhadap kesehatan gigi, karena kondisi psikologi milter berbeda dengan kondisi psikologi
orang biasa.

5. Moderator : Untuk cara masuk kedokteran gigi militer apakah terpusat atau tersebar?
Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Terdapat beberapa jalur Pa PK regular dibuka bulan
Oktober – November, Pa PK kesehatan dibuka bulan Maret – Mei . Untuk Pa PK kesehatan
sudah ada 5 gelombang, namun tergantung kuota yang disediakan bisa berubah. Jalur masuk
lain yaitu MABEA saat mahasiswa, namun bisa ada atau tidak. Biasanya pada semester 3
atau 4 bisa ikut test masuk, ada test postur, test kesehatan. Jika sudah lulus test saat masih
menjadi mahasiswa maka akan diberi sejumlah uang per semester, lalu setelah lulus S1
mengikuti test lagi sesuai matra masing – masing.

6. Moderator : Kapan bisa melanjutkan ke kedokteran gigi militer?


Letda CKM drg. Haryadi Hendri : Koreksi untuk MABEA sudah bisa mulai mendaftar
pada semester 4 – 6, dengan 110 sks sudah terlengkapi. Bisa melanjutkan ke kedokteran gigi
militer jika sudah SKG/ masuk koas.
- MABEA adalah siswa binaan TNI yang dibeasiswakan, mendapat keuntungan yaitu
mendapat sejumlah uang berupa uang jajan dan uang untuk mengerjakan tesis/ skripsi.
Uang jajan per bulan didapatkan setelah lulus test MABEA, test ini terbuka untuk
seluruh Indonesia. Test MABEA ini meliputi test lari, fisik, psikologi. Setelah lulus
dididik, diadakan test per 3 bulan untuk melihat kemajuan fisik dan ilmu.
- Pa PK reguler bisa diakses melalui web : https://rekrutmen-
tni.mil.id/berita/persyaratan/pa-pk
Pa PK kesehatan : mencakup semua tenaga kesehatan seperti dokter, perawat,
fisioterapi.
- Pa PK diadakan 2 kali dalam setahun, awal tahun : Pa PK kesehatan, akhir tahun : Pa
PK reguler
Batas umur tenaga kesehatan yaitu 31 tahun. Belum menjadi dokter gigi  tidak boleh
menikah. Berprofesi dokter gigi  boleh menikah, untuk perempuan jika sudah menjadi
dokter gigi boleh juga mendaftar namun tidak dalam keadaan hamil.
7. Moderator : Untuk Prof. Suhardjo apa yang dimaksud dengan “IPADOKGIMIL”?
Prof. Suhardjo : IPADOKGIMIL merupakan ikatan peminatan kedokteran gigi militer. Ini
merupakan suatu wadah organisasi untuk dokter gigi yang mempunyai minat dalam
kedokteran gigi militer, dan sudah diakui oleh PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia).

8. Moderator : Dimana saja kesatuan yang membuka kedokteran gigi militer?


Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Semua ada, AD lebih banyak dari matra lain waktu
angkatan saya AD – 14, AL – 7, AU – 1. Untuk tempat kerja tidak bisa memilih, akan
ditempatkan di seluruh Indonesia, atau posisi mana yang kosong tepat di bulan apa, sesuai
perintah atasan.

9. Moderator : Bagiamana prospek kerja dokter gigi militer?


Letda CKM drg. Haryadi Hendri : Prospek kerja dokter gigi militer menurut saya sangat
bagus, sangat menguntungkan untuk pribadi menurut saya, ada jaminan gaji, tunjangan
hidup, jika yang sudah berkeluarga ada tunjangan untuk keluarga, di kesatuan militer juga
bisa membuka praktik sendiri. Panggilan hati untuk mengabdi kepada negara.

10. Moderator : Konsentrasi pembelajaran S3 untuk kedokteran gigi militer seperti apa?

Prof.Suhardjo : Di Fakultas Kedokteran Gigi Unpad dikenal dengan Ilmu kedokteran Gigi,
dan ada beberapa peminatan :
a. Peminatan Ilmu Kedokteran Gigi militer, terdapat sub peminatan yaitu hipobarik dan
hiperbarik. Hipobarik di matra udara, untuk memonitor penerbang (jet, pesawat tempur,
transportasi, helikopter). Semakin tinggi maka tekanan udara semakin rendah. Jet
tempur yang paling rendah. Sedangkan hiperbarik di matra laut. Semakin dalam
penyelaman tekanan semakin tinggi. Lalu ada militeri odontologi forensik. Dalam
situasi perang, kami akan menciptakan suatu alat dan teknologi (contoh satelit ataupun
yang lain) untuk pasukan, supaya informasi yang dideteksi dengan cepat dan akurat.
b. Peminatan Biomolekuler dan Genetika,
c. Peminatan Tumbuh Kembang,
d. Peminatan Odontologi Forensik,
e. Peminatan Teknologi Material.
11. Moderator : Bagaiman proses pembelajaran dalam kedokteran gigi militer?

Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Pendidikan awal di Magelang, bersatu dengan akmil.
Lamanya pendidikan awal sekitar 5 atau 7 bulan. Yang dipelajari bukan mengenai
kedokteran gigi, dilupakan dulu sejenak. Tapi yang dipelajari tentang militer, cara
menembak dengan pistol atau senapan, cara mengetahui koordinat dengan kompas, naik
papan sampai ketinggian 3 atau 4 meter, cara menjatuhkan badan dari ketinggian, cara
merayap, dan lain-lain. Pembelajaran yang di dapat di militer ini berbeda dengan
pembelajaran biasa yang dilakukan saat di kedokteran gigi, dimana semuanya serba bersih,
memakai handscoon, masker, sedangkan pada kedokteran gigi militer ini harus menyentuh
tanah, kubangan, namun di sinilah turning point bagi kita menjadi seorang militer yang
harus diselami. Setelah 5 bulan dipecah sesuai matra AD, AU di Jakarta, AL di Surabaya.
Pendidikan kesehatan per matra berbeda-beda contoh jika saya di AL mempelajari cara
evakuasi korban dari pesawat, medik di pesawat, dan tetap belajar hal kedokteran umum,
seperti patah tulang, menjahit, dan lain-lain.

12. Moderator : Bagaimana alur dari mulai percabangan sampai penempatan kesatuan masing-
masing?

Letda CKM drg. Haryadi Hendri : Tergantung matra dan pembukaan dari atasan/
komandan. Setelah beres AU di Jakarta (Halim), AD di Jakarta (Kramat Jati), AL di
Surabaya (Djuanda).
AD : percabangan 3-5 bulan (CKM)  perubahan  Sus Intel (Kursus Intelijen) di Bogor
selama 3 bulan  penempatan (tergantung komandan, dan kuota )  Muda di Jawa atau
tengah atau tua di pinggiran.
AD : perempuan kecabangan  pendidikan kowat di Lembang (5 bulan)  khusus wanita
semua pengurus, pelatih, komandan wanita  mulai terpisah dengan laki-laki setelah
pelatihan kecabangan sus intel (pembukaan di bulan agustus)  dilepas sesuai kuota.
AL : Surabaya  kecabangan 3 bulan  menunggu prodi reguler  dilepas sesuai kuota
AU : kecabangan 3 bulan
AU AL  ada test bahasa inggris
Untuk penempatan peremuan tidak akan kepinggir  di tengah-tengah , biasanya mengikuti
suami meskipun bukan TNI.

13. Moderator : Bagaimana untuk kecabangan dan penampatan AU?


Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Selama 3,5 – 4 bulan test bahasa inggris. Dokter gigi
militer AU harus bisa bahasa inggris karena terkait pesawat dan teknologi yang digunakan
menggunakan bahasa inggris, terutama command dalam pesawat adalah bahasa inggris,
teknologi yang digunakan adalah teknologi terbaru.

14 Moderator : Suka duka menjadi seorang dokter gigi militer?


Prof. Suhardjo : Suka  Dulu saya mengikuti perwira wajib militer 3 tahun di batalyon
kesehatan marinir di Surabaya. Pasukan di marinir kesehatan tugas-tugasnya mulai dari cek
kesehatan pasukan, ikut mengawal latihan TNI AL, tugasnya sangat banyak. Duka  Pisah
dengan keluarga, tetapi sebagai dookter gigi militer harus siap ditempatkan dimana saja.
Letda CKM drg. Haryadi Hendri : Suka  Banyak pengalaman, tidak ada penolakkan
perintah.
Duka  Jauh dari zona nyaman, kaget di awal, pindah-pindah penempatan tak enak, tapi
bisa harus survive.
Perempuan juga bisa membangun kepribadian yang lebih baik, kecantikan lebih bersinar
dan ada aura positif.

Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Suka  banyak relasi, dengan gubernur, bupati,
kepala dinas provinsi, dan harus siap cara bertutur kata. Duka  Fleksibilitas waktu terbatas
sudah di kontrak dengan TNI.

SESI PERTANYAAN :

1. Eki Azzaky – Universitas Padjadjaran : Apakah ada kesempatan untuk melanjutkan


pendidikan s2/ spesialis setelah menjadi drg militer?
Prof. Suhardjo : Iya bisa. Unpad membuka bagi Letnan bisa melanjutkan ke S2, Letnan
kolonel dan kolonel bisa melanjutkan ke S3.

2. Dwika – Universitas Udayana : Tadi dijelaskan bahwa setelah pendidikan terpusat (4-7
bulan) akan dipisah per matra masing-masing dan menjalani pendidikan beberapa bulan
lagi. Jadi sampai dengan penempatan berapa lama pendidikan yang dijalani Pa PK
kesehatan?
Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Idealnya untuk AL dan AU 1 tahun (misalnya mulai
pendidikan awal mei 2020 – penempatan mei 2021), tapi bisa menjadi lebih lama jika ada
gangguan atau bencana alam, seperti gempa atau covid-19. Untuk AD lebih lambat lagi 1,5
tahun untuk penempatan.

3. Ismail Hutasoit – Universitas Sumatera Utara : Untuk gaji pokok dokter gigi militer kira-
kira berapa dok?
Letda CKM drg. Haryadi Hendri : Gaji pokok cukup (tidak kurang dari dokter sipil),
mendapat tunjangan hidup, masih bisa praktik di sore harinya, masalah perizinan dapat
dibantu oleh TNI, bisa juga mendapat beasiswa ada ke luar negeri bukan hanya dalam negeri
saja.

4. Abiyan – Universitas Jenderal Soedirman : Apakah masuk ke matra AD, AU, atau AL
kami pribadi yang memilih atau ditentukan oleh TNI? Lalu apakah ada nilai minimal untuk
masuk di masing-masing matra?
Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Untuk matra ditentukan berdasarkan dengan
psikotest, tiap matra ada poin tersendiri yang dibutuhkan. AD biasanya dilihat dari
kemampuan fisik lebih baik. AU dilihat dari kemampuan berbahasa, menganalisis logika
harus lebih cepat ketika melakukan penerbangan. Tetapi jika pas test hasilnya AU, saat
penempatan bisa di AL, perhitungan sesuai pihak panitia.

5. Teguh Abram Banurea – USU : Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis/ S2


apakah ada beasiswa dari militer?
Prof. Suhardjo : Ada dari Kementerian Pertahanan.

6. Muhammad Habil – Unjani : Apakah sebagai perwira dokter gigi militer mempunyai
kesempatan yang sama seperti lulusan perwira yang dari akmil?
Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Ada perbedaan karena tracknya berbeda, seorang
dokter gigi militer tidak bisa menjadi seorang panglima TNI karena ilmu yang dimiliki
berbeda.

7. Adji – UI : Apakah ada kesempatan untuk melanjutkan studi S2 dan spesialis ke luar negeri?
Dan bagaimana bisa memilih ditempatkan di matra yang diinginkan?
Letda CKM drg. Haryadi Hendri : Ada beasiswa dari Kementerian Pertahanan, setiap
tahun ada beasiswa disertai kelas bahasa inggris, AD juga bisa mengikuti, setelah menjadi
tentara akan dibuka kelas bahasa inggris.
8. Gheza – Unand : Apa hubungan pangkat dengan karir kita sebagai drg? Apakah kita nanti
bisa menjadi seorang kepala RS militer dengan pangkat tertentu? Dan apa pangkat maksimal
yang bisa kita capai?
Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Ada 2 pangkat yaitu struktural atau profesi. Setiap
orang bebas memilih ingin mengejar apa, jika struktural : bisa menjadi kepala rumah sakit.
Pangkat tertinggi : AD - bintang 2 , AU/AL - bintang 1.

9. Achdi Afidi – Universitas Jendral Achmad Yani : Untuk minimal IPK mendaftar Pa PK
TNI atau MABEA TNI itu minimal berapa dok?
Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Untuk IPK tidak ada minimal tapi usahakan IPK yang
tertinggi, lebih melihat universitas dengan akreditasi a dan b. Selain itu juga dipengaruhi
kesehatan juga fisik.

10. Sega – UGM : Seberapa besarkah peran sebagai dokter gigi dalam dunia militer?

Letda CKM drg. Haryadi Hendri : Kasus-kasus seperti biasa, menambal, skeling. Dan
juga lebih sering diturunkan untuk ikut serta dalam pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut,
test masuk TNI, kenaikan pangkat, saat kenaikan pangkat pasti akan ada pemeriksaan
kesehatan, pasien pemeriksaan kesehatan yang akan masuk ke akmil, kepolisian, karena ada
standar sendiri dalam kedokteran gigi militer dan sudah yang teratas di TNI.

11. Fuad – Universitas Sriwijaya : Apa saja tahapan tes untuk Pa PK Kesehatan?

Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Tahapan pertama test daerah (administrasi ijazah
rapot SD – SMA – legalisir , lalu test koramil, test kesehatan), test psikologi, test kesehatan
umum. Tahap kedua test di pusat.

12. Reza Dwi – Universitas Kristen Maranatha : Izin bertanya kepada dokter gigi boggi,
diawal sempat menjelaskan mengenai ijazah SD, SMP dan SMA mohon bisa dijelaskan lagi
mungkin ada hal-hal yang perlu diperhatikan atau ada persyaratan khusus mengenai ijazah
karena tadi hanya disinggung saja. Terimakasih banyak dok.
Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Ijazah dari SD – SMA dilegalisir tertera stample basah
dan ttd kepala sekolah masing-masing. Tidak ada yang perlu diperhatikan lebih mungkin
hanya itu saja.

13. Dessire Assyifa – Universitas Brawijaya : Bagaimana tingkar kesulitan pekerjaan


forensik odontologis militer di negara yang belum mempunyai rekam data gigi secara
nasional seperti halnya di negara kita dok?
Prof. Suhardjo : Tantangan kita untuk ikut memikirkan hal ini, mencoba membuat pusat
kajian ilmiah kedokteran gigi militer, militeri odontologi forensik dalam situasi perang
akan sulit dan membuat kita berpikir, bagaimana caranya mengidentifikasi korban dalam
waktu tepat dan akurat, satelit, atau hal yang lain.
Letda Kes Muhammad drg. Boggi : AU setiap tahun ada untuk mencetak gigi penerbang
– ada data setiap penerbangnya.

14. Gelady Putra Pratama – Universitas Jendral Achmad Yani : Apakah dalam mendaftar
sebagai perwira karier TNI dengan gelar drg, akankah kesempatan kita berhasil juga besar
atau bagaimana?
Letda Kes Muhammad drg. Boggi : Kesempatan tentu ada sesuai kuota, jika kuota sudah
habis dan ada 2 dokter gigi yang baik maka kuota bisa di pindah ke dokter gigi.