Anda di halaman 1dari 5

Materi Dasar-Dasar Pembuatan Pola

Cara membuat/menggambar pola dasar dengan tehnik datar (flat pattern).


Sistem pembuatan pola bermacam-macam,seperti sistem “Jepang”,(ada Bunka,
Soen, Dressmaking, Modo, dll), Perancis (Esmod), Jerman (Danckarts, Vogue),
Canada (Lasell), Indonesia (Ho Twan Nio, Njoo Hong Hwie), dan lain-lain

1. Ukuran tubuh manusia untuk produksi busana busana a) Pengertian ukuran adalah :
1) Hasil mengukur
2) Panjang, lebar, luas, besar sesuatu
3) Bilangan yang menunjukkan besar kecilnya satuan ukuran atau suatu benda

b) Tujuan Mengukur adalah,


1) Mengetahui besar(data), bentuk badan :
• untuk desain
• untuk gambar pola
2) Untuk membuat (produksi) pakaian/ busana diperlukan ukuran tubuh
3) Penilaian hasil akhir dari pada pembuatan busana
4) Mengetahui hubungan antara bentuk tubuh dan bentuk pakaian.

2. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu mengukur


a) Sebaiknya model/sipemakai pada waktu diukur, sebaiknya memakai b) pakaian yang pas di
badan (Leotard).
c) Berdiri dalam posisi tegak lurus, garis pandang sejajar dengan letak d) tinggi mata
e) Pakaikan pita ukuran/veterban atau tali kord di sekeliling garis
f) pinggang dengan benar (tidak ketat), sehingga tidak menekan otot
g) Letakkan pita ukuran dengan tekanan yang ringan dan merata, untuk mendapatkan
ukuran yang benar.
h) Memberi tanda pada bagian pinggang yang paling kecil, gunakan i) veterban ukuran lebar
+ 0,5 cm
j) Sebaiknya posisi yang mengukur di sebelah kanan depan si model
k) Menyiapkan daftar ukuran tubuh (sesuai dengan ukuran tubuh) untuk l) Mempermudah
dan menghemat waktu
Garis dasar tubuh bagian depan (D) = Front (F)

Side Neck
SNP Puncak bahu tertingi
Point
Shoulder
SL Garis bahu
Line
Shoulder
SP Titik Puncak lengan
Point
Front Neck
FNP Titik lekuk leher depan
Point
CF Center Front Tengah Depan (TD)
BP Bust Point Tinggi Puncak dada
BL Bust Line Garis badan
EL Elbow Line Garis siku
WL Waist Line Garis Pinggang
MH Middle Hip Pinggul antara
HL Hip Line Garis pinggul
Lipit pantas/kupnat
Bust Dart
badan
Lipit Pantas /kupnat
Waist Dart
pinggang

Gambar 2. 61 Garis dasar badan depan


2 Garis dasar badan bagian belakang (B) = back (B)

BNP Back Neck Titik leher


Point tengah
belakang

CB Center Tengah
Back belakang (TB)

SIL Side Line Garis sisi

AH Armhole Lingkar kerung


lengan

B Bust Badan

W Waist Pinggang

H Hip Pinggul

F Front Depan

B Back Belakang

Shoulder Lipit pantas


Dart
Gambar 2.62 bagian depan badan

Pola (Pattern)

Pola merupakan gambarmodel/prototip/bentuk asli atau bentuk asli badan manusia. Pola
dasar adalah bentuk dasar dari pakaian yang akan di pergunakan sebagai alat untuk
membuat pola sesuai desain (pecah pola), atau pedoman untuk membuat pakaian
yang sebenarnya. Pada waktu proses pembuatannya, pola ini dapatdi
kembangkan/dirobah, diberi toleransi/kelonggaran sesuai dengan desain, bahan yang akan
dipergunakan dan tujuan pakaian tersebut. Hasil gambar inilah yang akan dipakai untuk
menggunting bahan yang sudah di persiapkan atau disebut pola yang dikembangkan atau
di rubah (siap dipakai) (lihat Gambar). Menggambar pola diatas kertas pola.

Pembuatan pola menggunakan alat-alat pola dengan menggunakan ukuran- ukuran yang
sudah disediakan sebelumnya dan ditambah dengan ukuran toleransi untuk ruang gerak
sipemakai sesuai kebutuhan. Pola terdiri dari badan atas, lengan, rok, slak dipisahkan,
untuk wanita selain itu,untuk wanita remaja, untuk pria, dan untuk anak-anak.

a) Pola badan atas b) Pola


Lengan
c) Pola Rok

Bahan ajar ini membahas pola dasar badan saja, sedangkan rok akan dibahas di buku
berikutnya, yaitu membahas tentang pola bagian badan bawah yang disebut pola rok. Ada
banyak sistem, metode, cara atau tehnik pembuatan pola dasar/basic blok (datar/flat)
yang dapat di pilih untuk di pergunakan,walaupun ebenarnya salah satu cara, kita dapat
mencari tahu, sejarah dari mana asal sistem itu dibuat, karena biasanya si pencipta
pola tersebut membuat pola sesuai bentuk tubuh manusia/model dari asalnya, bentuk
tubuh dari suatu bangsa ada perbedaannya, misalnya Bangsa Eropa dan Bangsa Asia
bentuk tubuhnya berbeda. Sehingga salah satunya alasan untuk kita dapat milih yang
lebih dekat dengan bentuk tubuh kita sendiri atau model yang akan dibuatkan
busananya, tetapi ini tergantung dengan pilihan anda. Setiap sistem berbeda caranya,
ada yang bagian depan dan belakang bersatu (Bunka/Jepang, Korea, Esmod/
Perancis,dll), ada yang terpisa(Dressmaking/Jepang, Modo/Jepang, dll ), dan ada juga
yang di gambar bagian belakang lebih dahulu baru berikutnya bagian depan atau
sebaliknya.

Pola dasar di gambar dengan menggunakan ukuran, satuan ukuran centimeter


(cm) atau inchi, dan dapat digambar dengan menggunakan ukuran kecil, skala,
1/8, 1/5, 1/4. Setelah melakukan pengukuran badan dengan baik dan benar sesuai
dengan rambu-rambu (cara) yang di atas, maka langkah berikutnya adalah
menggambar pola dasar dengan tehnik pola datar/flat pattern),sesuai dengan
sistem pembuatan pola yang anda pilih.Untuk pembuatan pola dasar bagian badan atas,
sistem Bunka, ukuran yang di perlukan cukup 4ukuran, yaitu; ukuran lingkar badan (bust
83cm)dan ukuran panjang punggung (back length 38cm), lingkar pinggang (waist
64cm), dan panjang lengan (sleeve 52cm), anda dapat menggunakan daftar referensi
ukuran yang ada pada bahan ajar ini menjadi