Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS PERANCANGAN SISTEM DFD

(Data Flow Diagram)

Disusun oleh :

DESTYAN WAHYUSIH MADIASTUTI

NIM M3115042

PROGRAM DIPLOMA III TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUN ALAM

UNIVERSITAS SEBELAS MART SURAKARTA

2017
1. Pengertian DFD
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan
profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang
dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD
ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur
kerja, atau model fungsi.

2. Manfaat DFD
a. Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan
profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional
yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun
komputerisasi.
b. DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan,khususnya bila
fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data
yang dimanipulasi oleh sistem.Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang
memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
c. DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan
konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan
sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun
pembuat program.

3. Fungsi DFD
a. Sebagi alat pembuatan model yag memungkinkan profesional sistem yang
digunakan untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses
fungsional yag dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara
manual maupun komputerisasi.
b. DFD digunakan sebagai alat pembuatan modelyang memberikan penekanan
hanya pada fungsi sistem
c. DFD merupakan alat perancang sistem yang berorientasi pada alur data.

4. Komponen DFD
1. Terminator / Entitas Luar

Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan system yang sedang
dikembangkan. Terdapat dua jenis terminator yaitu terminator sumber (source) dan terminator
tujuan (sink). Terminator dapat berupa orang, organisasi, departemen didalam organisasi atau
system lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima
output dari system.
2. Proses

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer
dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan
keluar dari proses. Proses menggambarkan bagian dari system yang mentransformalkan input
menjadi output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses atau kegiatan apa yang sedang
atau akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja yang
membutuhkan objek.
3. Data Store

Data store digunak an untuk membuat model sekumpulan


paket data. Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan-penyimpanan, seperti file atau
database yang berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket, file
hardisk, fita meagnetik. Data store juga berkaitan dengan penyimpanan secara manual seperti
buku alamat, file folder dan agenda, yang digambarkan dengan dua garis sejajar.
4. Alur Data
Alur data yang menghubungkan data store dengan suatu proses mempunyai pengertian sebagai
berikut:

a. Alur data yang berasal dari data store, berarti proses membutuhkan data yang berada pada data
store tersebut

b. Alur data yang menuju ke data store, berarti suatu proses akan menghasilkan output atau
keluaran yang disimpan pada data store tersebut.

c. Alur data yang berasal dan yang menuju ke data store berarti suatu proses akan mengupdate
data, menghapus atau mengubah data.
Suatu alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukan arah menuju ke dalam dan
keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau
paket data / informasi dari satu bagian system ke bagian lainnya.

5. Simbol DFD
Adapun simbol-simbol data flow diagram dapat dilihat di bawah ini:

No Simbol Keterangan

1. Entitas Luar adalah entitas yang berada di luar sistem

yang memberikan data kepada sistem (source) atau

yang menerima informasi dari sistem

2. Proses menggambarkan apa yang dilakukan oleh

sistem. Berfungsi mentransformasikan satu atau

beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa

data keluaran sesuai dengan yang diinginkan.

3. Alir Data menggambarkan aliran data dari suatu


entitas ke entitas lainnya. Ada aliran data, yaitu:
·      Antara dua proses yang berurutan
·      Dari penyimpanan data ke proses dan sebaliknya.

4. Data store adalah tempat menyimpan data yang dapat


mengambil dari atau memberikan data ke data

6. Level DFD

7. Syarat Pembuatan DFD


Syarat pembuatan DFD ini akan menolong profesional sistem untuk menghindari
pembentukkan DFD yang salah atau DFD yang tidak lengkap atau tidak konsisten secara logika.
Beberapa syarat pembutan DFD dapat menolong profesional sistem untuk membentuk DFD
yang benar, menyenangkan untuk dilihat dan mudah dibaca oleh pemakai.Syarat-syarat
pembuatan DFD yang baik, dalam arti menyenangkan untuk dilihat dan mudah dibaca oleh
pemakai adalah:

1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD.


2. Pemberian nomor pada komponen proses.

3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat.

4. Penghindaran DFD yang rumit.

5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsisten secara logika.

a. DFD Level 0 (Diagram Konteks)

DFD level 0 atau bisa juga disebut diagram konteks merupakan gambaran bagaimana
sistem berinteraksi dengan external entity.
b. DFD Level 1

gambar diambil dari: buku Roger S. Pressman, Software Engineering 6th


Edition
. DFD Level 2 dst.

gambar diambil dari: buku Roger S. Pressman, Software Engineering 6th Edition

DFD Level 2 merupakan penjabaran lebih rinci dari DFD level 1. Setiap bubble proses pada
DFD level 1 dapat dimodelkan secara lebih terperinci menjadi sebuah DFD lagi. Apabila
diperlukan setiap bubble proses pada DFD level 2 juga dapat diperinci menjadi DFD level 3,
begitu seterusnya. Perincian DFD berhenti sampai proses yang ada bersifat atomik (sudah cukup
mendetail dan tidak dapat diperinci).
8. Kesalahan dalam Pembuatan DFD
Umumnya kesalahan dalam pembuatan   DFD adalah :

1. Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. Kesalahan ini disebut
dengan black hole (lubang hitam), karena data masuk ke dalam proses dan lenyap tidak
berbekas seperti dimasukkan ke dalam lubang hitam.
2. Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input. Kesalahan ini disebut
dengan miracle (ajaib), karena ajaib dihasilkan output tanpa pernah menerima input.
3. Input yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan proses
4. Data Store tidak memiliki keluaran
5. Data Store tidak memiliki masukan
6. Hubungan langsung antar entitas luar
7. Masukan langsung entitas data store
8. Keluaran langsun dari data store ke Entitas  luar
9. Hubungan langsung antar data store
10. Data masukan dan keluaran yang tidak bersesuain dalam data store
9. Kelebihan dan Kekurangan DFD
a. Kelebihan :
1. DFD membantu para analis sitem meringkas informasi tentang sistem,mengetahui
hubungan antar sub-subsistem, membantu perkembangan aplikasi secara efektif.
DFD tidak menunjukkan proses pengulangan (loop).
2. DFD berfungsi sebagai alat komunikasi yang baik antara pemakai dan analis
sistem. DFD tidak menunjukkan proses perhitungan.
3. DFD dapat menggambarkan sejumlah batasan otomasi (teknik untuk membuat
perangkat, proses, atau sistem agarberjalan secara otomatis) untuk pengembangan
alternatif sistem fisik.
b. Kekurangan :
1. DFD tidak menunjukkan proses pengulangan (loop).
2. DFD berfungsi sebagai alat komunikasi yang baik antara pemakai dan analis
sistem. DFD tidak menunjukkan proses perhitungan.
3. DFD dapat menggambarkan sejumlah batasan otomasi (teknik untuk membuat
perangkat, proses, atau sistem agar berjalan secara otomatis) untuk
pengembangan alternatif sistem fisik. DFD tidak memperlihatkan aliran kontrol.
4. Lemah dalam konsep model untuk pendeskripsian data dan basis data