Anda di halaman 1dari 3

MANUSIA GORONG GORONG

31 Desember 2019 menjadi momen viral bagi dua orang pria


dari kota kembang, Bandung. Mereka bernama Mang Uho dan
Mang Uha, begitu panggilan sapaan bagi keduanya.
Kecanggihan teknologi melaui media sosial merekam aksi dua
pria ini memperbaiki saluran gorong-gorong di kota Bandung.
Sehingga mereka memiliki sebutan tersendiri yakni manusia
gorong-gorong.
Tanpa menggunakan alat yang canggih, Mang Uha bertelanjang
dada dan hanya bermodalkan tangga kayu yang dipegang oleh
kawannya Mang Uho. Seketika Mang Uha menyelam ke dalam
gorong-gorong yang tersumbat. Kemudian segera naik kembali
ke permukaan setelah air surut untuk menghindari tubuhnya
terseret hanyut bersama air.
Aksi viral ini diapresiasi oleh beragam kalangan, seperti
diapresiasi wali kota Bandung dan menemui keduanya di rumah
masing-masing. Apresiasi yang diberikan oleh para netizen dan
para tetangga menjadi salah satu bentuk penghargaan bagi
keduanya. Kemudian sebagai bentuk rasa terima kasih bagi
mereka berdua atas keberaniannya mencegah timbulnya risiko
banjir di kota Bandung.

ADINDA NURMALA
IX.7
SESEORANG YANG BANGKIT
DARI DEPRESI
Dikisahkan bahwa ada seorang ayah yang sempat kehilangan
anak laki-lakinya. Namanya seorang ayah, tentu saja akan
sangat terluka ketika buah hati yang begitu disayangi tiba-tiba
pergi meninggalkannya terlebih dahulu menjemput maut.
Mungkin memang banyak yang berhasil melewati situasi ini,
namun tidak dengan seorang lelaki bernama Brian ini.
Brian bisa di katakan mengalami stress dan syock berat akibat
meninggalnya putranya tersebut. Bahkan, saking parahnya
kondisi Brian, dia pun pernah mencoba untuk bunuh diri.
Padahal, anak laki-lakinya yang telah meninggal bukanlah putra
semata wayang yang dia miliki. Brian masih memiliki seorang
putri juga yang seharusnya bisa menghibur kesedihan laki-laki
tersebut.
Meski demikian, keluarganya masih begitu bersyukur karena
Brian tidak sampai hilang kendali dan benar-benar menyusul
putranya saat itu. Bahkan, saat ini depresi yang di alami oleh
Brian pun telah pulih seperti sedia kala. Dia tidak lagi mengalami
hal-hal yang di luar batas wajar sebagaimana beberapa tahun
lalu sejak meninggalnya sang putra.
Kondisi Brian akhirnya membaik dengan perjuangan keras dan
berbagai tahap pemulihan yang dia jalani. Bahkan, saat ini dia
begitu sehatnya hingga ikut andil dalam berbagai penyembuhan
untuk penderita depresi. Hal ini di lakukan sebagai rasa syukur
atas kesembuhannya hingga sekarang. Dan dia pun bekerja di
worker.
Dari cerita ini bisa di ambil banyak pelajaran penting. Seseorang
yang pernah mengalami depresi pun akhirnya mengabdikan diri
bagi mereka yang sedang mengalami hal yang sama. Oleh
karena itu, sesedih apa pun hal atau peristiwa yang pernah
terjadi dalam hidup. Termasuk ketika orang yang paling di
sayangi pergi, jangan sampai kehilangan akal sehat dan
melakukan tindakan merugikan.
Hal ini karen segala sesuatu pasti kembali ke asalnya dan hanya
menunggu giliran masing-masing saja. Selain itu, bagi Anda yang
sedang memiliki keluarga dalam kondisi serupa, tidak perlu
khawatir terlalu berlebih karena dengan ikhtiar yang kuat, niat
serta doa dari keluarga, orang yang Anda sayang dan sedang
mengidap depresi bisa sembuh sebagaimana kondisi semula.
Bahkan, bisa jadi dia akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
Dan hal ini telah di buktikan oleh Brian serta putrinya yang
melewati masa-masa sulit dengan kondisi sang ayah yang begitu
mengharukan. Bahkan, cerita inspiratif yang satu ini pun di
ceritakan sendiri oleh sang putri yang begitu senang karena
ayahnya telah kembali seperti sedia kala.

AUDINA KENCANASARI
IX.7