Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

KELUARGA DI RW 4 CIMINCRANG

DISUSUN OLEH:
WULAN AYU UTAMI
(191 FK 04062)

PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS KEPERAWATAN


UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA BANDUNG
2019/2020
FORMAT PENGKAJIAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. IDENTITAS UMUM
1. Identitas umum
1. identitas kepala keluarga
Nama : Ny. D Pendidikan : SD
Umur : 45 thn Pekerjaan : IRT
Agama : Islam Alamat :
Cimincrang
Suku : Sunda Nomor tlp :-
2. Komposisi Keluarga:
N NAMA L/ HUB UMUR PEND IMUNISASI KB
O P KEL
1 Dedeh P Ibu 45 thn Tamat Tidak Tahu -
SD
2 Ardy Rosadiansyah L Anak 22 thn SLTA Lengkap
3 Najwa Amelia P Anak 9 thn SD Lengkap

3. Type Keluarga
a. Jenis type keluarga: Single Parent
b. Masalah yang terjadi dengan type keluarga tsb: klien sebagai kepala keluarga dan
yang memenuhi segala kebutuhan hidup semenjak suaminya meninggal, ketika ada
masalah selalu dilakukan pencarian solusi dengan musyawarah bersama anak-
anaknya.
c. Genogram

k x

Keterangan :
= Perempuan

= Laki-laki

= Laki-laki meninggal

K = Pasien

= Hubungan Keluarga
= Keluarga yang tinggal serumah

4. Suku bangsa (etnis)


a. Latar belakang etnis keluarga atau Anggota Keluarga: klien tinggal dibandung suku
Sunda, kebanyakan keluarganya tinggal di bandung dan di garut.
b. Tempat tinggal Keluarga (bagian dari sebuah lingkungan yang secara etnis bersifat
homogeny). uraikan: klien tinggal di cimincrang rt 03 rw 4, kelurahan cimincrang
kecamatan gede bage, klien memiliki rumah dua tingkat tempat tinggal di pinggir
jalan depan masjid aljabar, klien memiliki warung didepan rumahnya.
c. Kegiatan keagamaan social, budaya, rekreasi, pendidikan (Apakah kegiatan kegiatan
ini berada dalam kelompok kultur/ budaya keluarga) klien mengatakan kadang
mengikuti kegiatan yang diadakan di sekitar rumahnya seperti senam, pengajian,
kerja bakti dll.
d. Kebiasaan kebiasaan diet dan berbusana (tradisional atau modern) klien mengatakan
tidak diet tetapi klien mengurangi konsumsi kacang kacangan, makanan asin, dan
tekanan darahnya naik turun yang kadang kadang menjadi pusing, klien juga
memiliki asam urat, klien juga selalu menjaga pola makannya serta klien setiap hari
pasti ada buah buahan yang dimakan.
e. Struktur kekuasaan keluarga tradisional atau modern: tidak terlalu tradisional dan
tidak terlalu modern.
f. Bahasa (bahasa bahasa) yang digunakan di rumah : sunda dan indonesia
g. penggunaan jasa jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi( Apakah keluarga
mengunjungi pelayanan praktisi, terlibat dalam praktik praktik pelayanan kesehatan
tradisonal, atau memiliki kepercayaan tradisional asli dalam bidang kesehatan) tidak,
jika sakit klien pergi berobat ke puskesmas
5. Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan:
a. Apakah anggota keluarga berbeda dalam praktik keyakinan beragama mereka : tidak,
jika ada salahsatu yang sakit dibawa ke puskesmas.
b. Seberapa aktif keluarga tersebut terlibat dalam kegiatan agama atau organisasi
keagamaan : klien kadang kadang mengikuti kegiatan rutin seperti mengaji yang
diadakan dimesjid.
c. Agama yang dianut oleh keluarga : islam
d. Kepercayaan kepercayaan dan nilai nilai keagamaan yang dianut dalam kehidupan
keluarga terutama dalam hal kesehatan tidak ada
e. Status social ekonomi keluarga : klien mempunyai warung didepan rumahnya dan
penghasilan nya rata rata perbulan kurang lebih satu juta apalagi ketika ada proyek
bangunan masjid apung, tetapi pada saat proyeknya libur penghasilan pun menurun
drastis. Keluarga klien memiliki status sosial ekonomi dalam rentang menengah.
f. Aktivitas Rekreasi Keluarga klien mengatakan rekreasi bersama keluarga pergi ke
garut mengunjungi keluarganya.
B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini: klien mengatakan saat ini anak pertamanya
sudah bekerja berusia 22 tahun dan anak keduanya perempuan berusia 9 tahun dan masih
sekolah dasar. Klien berada pada tahap penyusaian terhadap kekuatan fisik yang mulai
menurun yaitu mempunyai penyakit asam urat, tekanan darah naik turun. Klien bekerja
sebagai ibu rumah tangga yang menghidupi dua anaknya, dan klien memiliki usaha warung
makan didepan rumahnya dengan penghasilan rata rata kurang lebih satu juta. Setiap subuh
klien harus bangun lebih awal karena untuk memasak kebutuhan dagangannya.
2. Tahap perkembangan keluarga yang beum terpenuhi : tidak ada tahap yang belum
terpenuhi
C. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA INTI
1. Riwayat keluarga sebelumnya
Sebelumya keluarga klien lengkap, ketika suami klien meninggal karena mendadak
klien hanya tinggal dirumah dengan dua anaknya
2. Riwayat kesehatan masing masing anggota keluarga
N NAM UMU B KEADAAN IMUNISASI MASALAH TINDAKA
O A R B KESEHAT (BCG, KESEHAT N YANG
AN POLIO/DPT AN TELAH
/ DILAKUK
HB/CAMP AN
AK
Dedeh 45 70 nyeri asam - Nyeri Akut, TTV,
urat, pusing pusing berobat ke
puskesmas,
berolahraga
Ardy 22 47 - - - -

najwa 9 - - - -

3. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan : puskesmas, klinik dan rumah sakit.
D. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1. Karakteristik Rumah
a. gambaran type tempat tinggal
permanen, semen. Ukuran panjang kurang lebih 4x7meter yang terdiri dari dua lantai
dirumah tersebut terdapat warung yang memisah didepan rumah, kamar tidur 3 dapur
dan kamar mandi serta ruang menonton tv.
 Jenis Rumah :permanen
 Sirkulasi Udara : cukup karena ventilasi udaranya dan cahaya matahari
masuk kedalam rumah
 Pemamfaatan ruangan : menata ruangan sesuai dengan fungsinya di dapur tempat
alat masak dan ruang tamu dan lemari
 Kebersihan ruangan : Bersih namun Wc tempat penampungannya agak kuning
 Jarak Septic tank : kurang dari 10 meter
 Sumber air minum : menggunakan air kemasan dalam bentuk galon yang
dibeli
 Pembuangan air limbah : ke sawah
 Pekarangan : Pekarangan rumah sedikit karena di pinggir jalan
b. Denah rumah
Lantai 1 dan 2
A: ruang menonton tv
B: kamar
C: kamar
D: dapur
E: kamar mandi
F: warung
G: kamar
H: ruang tengah
I: pintu

c. Gambaran kondisi rumah: tampak sedikit kurang rapih, jenis rumah permanen,
lantainya terbuat dari tegel (keramik) ventilasi udara cukup namun sedikit pengap dan
cahaya matahari masuk karena rumah berada di pinggir jalan dan klien kadang pagi
hari membuka pintu dan jendela rumah.
d. Dapur: tampak sedikit kurang rapih, ada 1 dapur karena klien suka memasak dan
berjualan diwarungnya
e. Kamar mandi terdapat 1 kamar mandi, dengan kondisi terawatt dan menggunakan bak
kamar mandi
f. Mengkaji keadaan umum kebersihan dan sanitasi rumah: rumah Nampak kecil dua
lantai
g. Mengkaji perasaan perasaan subjektif keluarga terhadap rumah: keluarga mengatakan
selalu bersyukur dengan tempat tinggalnya saat ini.
h. Mengkaji pengaturan tidur didalam rumah: klien tidur dengan anak bungsunya.
i. Evaluasi adekuasi pembuangan sampah: pembuangan sampah dilakukan dengan
memakai kantong plastic yang nantinya akan diambil oleh petugas
j. Pengaturan/ penataan rumah
k. Karakteristik tetangga dan komunitas RW: klien memiliki tetangga sekaligus masih
saudaranya di rw 4 cimincrang
l. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat: klien melakukan
perkumpulan dengan warga ketika ada acara di tr/rw tersebut
m. Sistem pendukung keluarga: keluarga klien saling mendukung satu sama lain dalam
menjalani hidup

E.STRUKTUR KELUARGA
1. Pola komunikasi keluarga: komunikasi keluarga klien kurang karena klien tinggal
dengan anaknya dan anaknya selalu bekerja serta yang kecil sekolah
2. Struktur kekuatan keluarga: kekuatan keluarga dulu berada pada almarhum bapaknya,
sekarang klien dan anak-anaknya yang menggantikannya
3. Struktur peran ibu dan anak
Peran klien dirumah sebagai ibu yang mengasuh dan mendidik anak-anaknya
4 Nilai atau norma keluarga : klien sangat menjungjung nilai nilai yang ada dalam
keluarganya.
F. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi afektif dalam keluarga saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain, apabila
salah satu keluaraga bersedih selalu saling menguatkan, dan apabila ada yang sakit langsung
dibawa ke puskesmas/rumah sakit.
2. Fungsi sosialisasi keluarga sangat baik selalu berinteraksi dengan masyarakat lainnya,
klien selalu berbaur dengan tetangganya dan menjalin hubungan sosial yang baik
3 Fungsi repproduksi; tidak menggunakan alat kontrasepsi
4. Fungsi ekonomi berkecukupan dapat dilihat dari penghasilannya sekitar kurang lebih 1
juta/bulan, ditambah gaji anaknya yang bekerja.
5.fungsi perawatan kesehatan: klien dan anaknya kadang-kadang melakukan perawatan
kesehatan
G.STRES DAN KOPING KELUARGA
1. Stress jangka pendek dan panjang: klien mengatakan stress ketika suaminya meninggal
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/ stressor: klien mengatakan pasrah
kepada Allah
3. Strategi koping yang digunakan: klien ketika bersedih selalu melihat anak anaknya,
dan segera bangkit
H. PEMERIKSAAN FISIK
1.Identitas
Nama : ny d
Umur : 45
Pendidikan : tamat sd
Pekerjaan : irt
2. Keluhan/riwayat penyakit saat ini, klien mengeluh nyeri kaki pegel pegel dan pusing
kepala, Skala nyeri 3 (0-10) klien nampak memijat mijat kakinya, klien juga mengatakan
nyeri nya kadang mendadak dan kaku dirasakan di kaki atau pergelangan kaki
3. Riwayat penyakit sebelumnya hepatitis a
4 Tanda tanda vital TD: 140/80 N: 98 R 22
 Integumen
Kulit klien nampak agak cokelat, agak kasar, tidak ada lesi atau kemerahan, tidak
memiliki bekas luka bakar, kuku nampak bersih dan pendek.
 Kepala
Rambut nampak hitam, penyebaran merata, panjang, mulai rontok ketika 2/3 helai rambut
rontok, tidak kutuan dan bersih.
 Mata
Mampu membaca tulisan dengan jarak +/- 100cm, Reflek pupil baik.
 Telinga
Klien masih bisa mendengar kalau berbicara dengan jarak dekat, telinga nampak sedikit
cerumen
 Mulut dan tenggorok
Gigi dan lidah klien nampak sedikit kuning, gigi belakang sudah mulai copot, tidak
terpasang behel, klien masih bisa membedakan rasa manis dan asin.
 Leher
Leher simetris, reflek menelan baik, tidak ada pembesaran JVP dan kelenjar tiroid
 Payudara
Klien memiliki 2 payudara, terdapat puting, tidak ada pembesaran dan benjolan
5. System cardio Vascular: klien tidak mengeluh nyeri dada, tidak memiliki riwayat
penyakit jantung tetapi TD 140/80 N: 98 R 22 CRT < 2 detik, ketika di auskultasi lup
dup, tidak ada suara tambahan, regular.
6. System Respirasi R: 22, tidak ada sesak, tidak terpasang alat bantu nafas, tidak ada
sekret keluar dari hidung, tidak ada batuk, ketika di perkusi terdengar sonor, ketika di
auskultasi terdengar vesikuler
7. System Gastrointestinal Klien tidak memiliki riwayat maag, perut tidak buncit,
memiliki anus, suara bising usus 10x/menit.
8. System persyarafan Klien berjalan dengan keseimbangan normal
9. System Muskulosceletal memiliki riwayat jatuh, ada nyeri, agak sedikit bongkok,
ekstrimitas atas dan bawah simetris, tidak ada kiposis, lordosis dan skoliosis. Kekuatan
otot 5 5 5 5
10. System Perkemihan Klien BAK 2-3 x/hari, BAB normal, warna agak kekuningan
dengan jumlah banyak, masih bisa BAK di toilet sendiri, tidak memiliki riwayat penyakit
ginjal
11. Integumen klien berkulit cokelat, agak kasar
Pengkajian keseimbangan
dinilai dari dua komponen utama dalam bergerak, dari kedua komponen tersebut dibagi dalam
beberapa gerakan yang perlu diobservasi oleh perawat. Kedua komponen tersebut adalah:
- Perubahan posisi atau gerakan keseimbangan
Beri nilai 0 jika klien tidak menunjukkan kondisi di bawah ini :
 Bangun dari tempat tidur (dimasukkan dalam analisis)
Tidak bangun dari tempat tidur dengan sekali gerakan, akan tetapi mendorong tubuhnya ke atas
dengan tangan atau bergerak ke bagian depan kursi terlebih dahulu, tidak stabil pada saat berdiri
pertama kali.
DENGAN HASIL = 0
 Duduk ke kursi (dimasukkan dalam analisis)
Menjatuhkan diri ke kursi, tidak duduk di tengah kursi
Ket : kursi harus yang keras tanpa lengan
DENGAN HASIL = 0
 Menahan dorongan pada sternum (Pemeriksa mendorong sternum sebanyak 3 kali
dengan hati-hati)
Klien menggerakkan kaki, memegang obyek untuk dukungan, kaki tidak menyentuh sisi-sisinya.
DENGAN HASIL = 0
 Mata tertutup
Lakukan pemeriksaan sama seperti di atas tapi klien disuruh menutup mata
DENGAN HASIL = 0
 Perputaran leher
Menggerakkan kaki, menggenggam objek untuk dukungan kaki: Keluhan vertigo, pusing atau
keadaan tidak stabil
DENGAN HASIL = 1 (pusing)
 Gerakan menggapai sesuatu
Tidak mampu untuk menggapai sesuatu dengan bahu fleksi sepenuhnya sementara berdiri pada
ujung jari-jari kaki, tidak stabil memegang sesuatu untuk dukungan.
DENGAN HASIL = 0
 Membungkuk
Tidak mampu membungkus untuk mengambil objek-objek kecil (misalnya pulpen) dari lantai,
memegang objek untuk bisa berdiri lagi, dan memerlukan usaha-usaha yang keras untuk bangun.
DENGAN HASIL = 0
- Komponen gaya berjalan atau pergerakan
Beri nilai 0 jika klien tidak menunjukkan kondisi di bawah ini, atau beri nilai 1 jika klien
menunjukkan salah satu dari kondisi di bawah ini:
 Minta klien untuk berjalan ke tempat yang ditentukan
Ragu-ragu, tersandung, memegang objek untuk dukungan
DENGAN HASIL = 0
 Ketinggian langkah kaki (mengangkat kaki saat melangkah)
Kaki tidak naik dari lantai secara konsisten (menggeser atau menyeret kaki), mengangkat kaki
terlalu tinggi (> 5 cm)
DENGAN HASIL = 0
 Kontinuitas langkah kaki (lebih baik diobservasi dari samping klien)
Setelah langkah-langkah awal menjadi tidak konsisten, memulai mengangkat satu kaki
sementara kaki yang lain menyentuh lantai
DENGAN HASIL = 0
 Kesimetrisan langkah (lebih baik diobservasi dari samping klien)
Tidak berjalan dalam garis lurus, bergelombang dari sisi ke sisi.
DENGAN HASIL = 0
 Penyimpangan jalur pada saat berjalan (lebih baik diobservasi dari samping kiri klien)
Tidak berjalan dalam garis lurus, bergelombang dari sisi ke sisi
DENGAN HASIL = 0
 Berbalik
Berhenti sebelum mulai berbalik, jalan sempoyongan, bergoyang, memegang objek untuk
dukungan.
DENGAN HASIL = 0
Interpretasi Hasil:
Jumlahkan semua nilai yang diperoleh klien, kemudian interpretasikan sebagai berikut:
0–5 Resiko jatuh rendah
6 – 10 Resiko jatuh sedang
11-15 Resiko jatuh tinggi
JUMLAH = 1 (Resiko jatuh rendah)

I.HARAPAN KELUARGA
1. Terhadap masalah kesehatannya : klien ingin selalu sehat karena klien harus
menghidupi anak anaknya.
2. Terhadap petugas kesehatan yang ada : klien ingin ketika sakit tidak dipersulit karena
tidak memiliki BPJS, klien juga mengatakan sudah membuat BPJS tetapi lama sekali
prosesnya.

ANALISA DATA
No Data Diagnosa keperwatan
1. DS: klien mengeluh nyeri kaki pegel pegel dan NYERI AKUT
pusing kepala, klien juga mengatakan nyeri nya
kadang mendadak dan kaku dirasakan di kaki atau
pergelangan kaki
DO: Skala nyeri 3 (0-10) nampak memijat mijat
kakinya, TD 140/80 N: 98 R 22

N Diagnosa keperawatan Tujuan dan Intervensi Rasional


O kriteria hasil
1 Nyeri Akut Setelah Primer: 1. Mengetahui
dilakukakan 1. Fasilitasi kondisi
tindakan Pengecekan asam adakah
keperawatan urat (Gebyar peningkatan
selama 3x24 Kesehatan) atau
jam nyeri 2. Lakukan penurunan
teratasi dengan Pendidikan 2. Pemberian
KH: Kesehatan Pendidikan
- Memperlihat mengenai Kesehatan
kan Manajemen Nyeri dapat
pengendalian Nonfarmakologi, meningkatka
nyeri Penkes memilih n
- Nyeri Makanan dan pengetahuan
berkurang hindari makanan klien
yang 3. Menunjukka
menyebabkan n dengan
asam urat tepat faktor
Sekunder: pencetus
3. Kaji nyeri secara atau
komprehensif pemberat
4. Ajarkan terjadinya
penggunaan komplikas
teknik 4. Mempercepa
nonfarmakologi t
(relaksasi napas menurunkan
dalam, kompres nyeri
hangat/freshcare) 5. Untuk
Tersier: menghindari
5. Hindari makanan rasa nyeri
dan aktifitas yang
menimbulkann
rasa nyeri muncul
6. Buat leaflet
managemen nyeri
nonfarmakologi
dan diit asam urat

IMPLEMENTASI
Tgl IMPLEMENTASI PARAF
12-03-20 Primer:
kamis 1. Melakukan Pendidikan Kesehatan mengenai
Manajemen Nyeri Nonfarmakologi.
Hasil: klien mengerti tentang nyeri yang dialaminya
dan klien mampu mengerti serta melakukan
bagaimana mengatasi nyeri secara non-farmakologi.
2. Melakukan Pendidikan kesehatan memilih Makanan
dan menghindari makanan yang menyebabkan asam
urat
Hasil: klien mampu mengerti dan menyebutkan
kembali tentang pendidikan kesehatan yang telah
diberikan
13-03-20 Sekunder:
jumat 1. Melakukan TTV
Hasil: TD 130/90 R: 20 N: 90
2. Mengkaji nyeri secara komprehensif
Hasil: Klien tidak mengeluh nyeri tidak ada tanda
tanda nyeri, klien tampak beraktifitas diwarungnya
3. Mengajarkan penggunaan teknik nonfarmakologi
Hasil: klien mampu (relaksasi napas dalam,
kompres hangat/mengoleskan freshcare)
Tersier:
4. Membuat leaflet managemen nyeri nonfarmakologi dan
diit asam urat
14-03-20 Primer:
sabtu 1. Melalukan penkes Menghindari makanan dan
aktifitas yang menimbulkann rasa nyeri muncul
Hasil: klien sudah berhenti tidak makan sayuran
yang menyebabkan asam urat kambuh, klien
Nampak beraktifitas seperti biasanya
20-03-20 1. Mengevaluasi Pendidikan Kesehatan mengenai
jumat Manajemen Nyeri Nonfarmakologi
Hasil: klien dapat mengetahui mengenai
managemen nyeri dan mampu melakukan
manajemen nyeri, mengetahui apa penyebab nyeri
2. Mengevaluasi Pendidikan kesehatan memilih
Makanan dan menghindari makanan yang
menyebabkan asam urat
Hasil: klien mengetahui cara memilih makanan
yang baik dikonsumsi, klien menghindari konsumsi
makanan yang tinggi purin seperti sayuran jamur
dll.
3. Menganjurkan untuk cek asam urat rutin

EVALUASI
Tanggal Dx ke Catatan Paraf
20-03-20 1 S: klien mengatakan nyeri berkurang
O: Skala nyeri 2, tidak ada bengkak, tidak
ada kemerahan, tidak meringis, tampak
tidak mengelus kaki
A: Masalah teratasi
P: intervensi dihentikan