Anda di halaman 1dari 13

BAB I

A.LATAR BELAKANG

Kata makalah mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Makalah pada
dasarnya merupakan tulisan yang berisikan perasaan, pendapat yang turut
membahas suatu pokok persoalan yang akan dibicarakan dalam rapat kerja,
simposium, seminar, dan sejenisnya dari pembahasan tadi. Dapat ditarik sebuah
pemahaman bahwa makalah adalah sebuah karya tulis yang membahas pokok
persoalan tertentu berdasarkan studi, baik secara langsung (observasi lapangan)
dan maupun tidak langsung (studi kepustakaan) ditulis secara sistematis serta
melalui analisis yang logis dan objektif. Makalah memuat dan mengkaji suatu
masalah dengan menggunakan kaidah keilmiahan, metode ilmiah, bahasa baku,
tata tulis ilmiah, dan bersifat objektif-sistematis-lugas-jelas-konsisten-logis-
empiris (berdasarkan fakta). Makalah adalah suatu karya tulis ilmiah mahasiswa
mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu
perkuliahan.

B.RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, masalah tersebut sebagai


berikut :

1. Apa pengertian dari makalah?


2. Apa ciri-ciri dari makalah?
3. Sebutkan jenis-jenis makalah?
4. Bagaimana penulisan sistematika penulisan makalah?
5. Bagaimana tahap-tahap penulisan dalam maklah?
6. Bagaimana cara menyusun makalah?

C.TUJUAN PENULISAN

1.Mengetahui dan memahami pengertian dari makalah.

1
2.Mengetahui ciri-ciri dari makalah.

3.Mengetahui jenis-jenis dari makalah.

4,Mengetahui dan memahami sistemtika penulisan makalah.

5.Mengetahui tahap-tahap penulisan makalah

6.Mengetahui dan memahami cara menyusun maklah secara tepat.

BAB II

PEMBAHASAN

2
A.PengertianMakalah

Makalah adalah karya tulis yang memerlukan studi, baik secara langsung,
misalnya melalui observasi lapangan, maupun tidak langsung (studi kepustakaan)
Syihabuddin (2006: 110). Sementara menurut Tanjung dan Ardial (2010), makalah adalah
karya tulis yang memuat pikiran tentang topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan
runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.

Makalah pada dasarnya merupakan tulisan yang berisikan perasaan, pendapat


yang turut membahas suatu pokok persoalan yang akan dibicarakan dalam rapat kerja,
simposium, seminar, dan sejenisnya (Nugraheni,2017: 163). Tanjung (2000: 7)
mengemukakan, bahwa makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu
masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai
analisis yang logis dan objektif.

Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik sebuah pemahaman bahwa makalah


adalah sebuah karya tulis yang membahas pokok persoalan tertentu berdasarkan studi,
baik secara langsung (observasi lapangan) maupun tidak langsung (studi kepustakaan),
ditulis secara sistematis serta melalui analisis yang logis dan objektif. Makalah memuat
dan mengkaji suatu masalah dengan menggunakan kaidah keilmiahan, metode ilmiah,
bahasa baku, tata tulis ilmiah, dan bersifat objektif-sistematis-lugas-jelas-konsisten-
logis-empiris (berdasarkan fakta), makalah merupakan karya tulis ilmiah yang memuat
pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara runtut dan
sistematis dengan disertai analisis yang logis dan objektif.Harmita Sari (2019: 191)。

a.Pengertian makalah menurut ahli:

 Tanjung dan Ardial (2010:7)

Makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah topik tertentu
yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.

 Surakhmad (1988:10)

3
Paper atau makalah adalah segala jenis tugas kuliah yang harus diselesaikan secara
tertulis, baik sebagai hasil pembahasan buku maupun sebagai hasil karangan tentang
sesuatu pokok persoalan.

B. CIRI-CIRI MAKALAH

Secara umum, makalah yang baik (berkualitas tinggi) menurut Nugraheni


(2017: 163) memiliki ciri umum sebagai berikut:

1.Akurat dan Menyeluruh (comprehensive)

Akurat dan menyeluruh artinya makalah tersebut menyajikan fakta dan gagasan secara
akurat, dan membahas masalahnya secara lengkap dan tuntas. Makalah tersebut juga telah
mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan calon pembaca mengenai topik
tersebut dan kemudian menjawabnya dengan baik.

2.Memiliki Sumber Informasi yang Baik

Ciri yang paling penting dari setiap maklah adalah memiliki sumber informasi yang baik.
Makalah yang baik mengakui sumbangan penulis lain yang karyanya tentang topik itu
telah diterbitkan. Tidak melakukan hal itu dianggap sebagai praktik kesarjanaan yag
buruk. Makalah tersebut menggunakan sumber informasi yang beragam (semakin banyak
semakin baik).

Untuk semua fakta dan gagasan yang merupakan karya asli penulis makalh diberikan
kutipan. Kutipan langsung digunakan secara jarang, dan dipilih untuk memberikan
ilustrasi gagasan penulis lain dalam bahasa mereka sendiri.

3.Seimbang

Ini berarti bahwa isi maklah membahas fakta, gagasan, dan sudut pandang yang
dibicarakan secara objektif dan seimbang, dengan memperhatikan kekuatan dan
kelemahan masing-masing. Makalah yang baik mungkin bersikap kritis terhadap karya
tulis sebelumnya tetapi tidak memberikan kritik tanpa dasar yang menyerang kepada
penulis lain.

4
4.Kreatif

Kreatif dalam pengertian ilmiah berarti bahwa makalah tersebut tidak sekadar
menyahjikan fakta belaka, tetapi ini tidak berarti bahwa informasi yang disajikan itu
“dikarang” atau tidak berdasrkan fakta. Dalam maklah yang berkualitas, fakta-fakta itu
ditata, dianalisis, dipadukan, dan digunakan sebagai dasar kesimpulan dengan cara yang
inovatif, kreatif, dan orisinal

5.Secara Teknis Penulisannya Benar

Ini berarti bahwa maklah tersebut terbebas dari kesalahan bahasa, tata bahasa, tanda baca,
dang penggunaan kata.

6.Tertata dengan Baik

Ini berarti bahwa makalah tersebut memiliki tujuan yang jelas. Dalam makalah yang
berkualitas, materinya ditata secara logis, dengan kata-kata transisi yang baik di antara
bagian-bagiannya dengan kecepatan yang tepat.

C.JENIS-JENIS MAKALAH

A. Secara umum terdapat dua jenis makalah yang berlaku di lingkungan perguruan
tinggi:

a.Pertama makalah yang dibuat mahasiswa untuk menunjukkan pemahamannya terhadap


permaslahan yang dibahas. Makalah ini bersifat deskriptif artinya, mahasiswa
diperkenankan mengemukakan berbagai aliran atau pandangan yang berkaitan masalah
yang dikaji. Ia juga boleh memberikan pendapat baik berupa kritik atau saran mengenai
aliran atau pendapat yang dikemukakan tersebut. Tetapi penulis (mahasiwa) tidak boleh
memihak salah satu aliran atau pendapat yang dikemukakan. Sebab, siakap tersebut
melanggar kode etik penulisan karya ilmiah.

b.Makalah yang dibuat mahasiswa untuk menunjukkam posisi teoritik dalam suatu kajian.
Makalah ini sifatnya analisis filosofis, artinya mahasiwa diminta tidak saja menunjukkan
penguasaan pengetahuan tertentu, tapi juga dipersyaratkan untuk menunjukkan di pihak

5
mana ia berdiri dengan segenap argumentasi lainnya. Makalah yang demikian dinamakan
makalah posisi (position paper). Untuk dapat membuat makalah model ini, mahasiswa
harus membaca berbagai sumber dari berbagai aliran tentang topik yang dibahas.

B. Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan, makalah dibedakan menjadi
tiga:

1. Makalah deduktif, merupakan makalah yang penulisannya didasrkan pada kajian


teoritas yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam hal ini metode berpikir yang
digunakan adalah deduktif. Metode deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan
hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk setersunya dihubungkan dalam bagian-bagian
yang khusus.

2. Makalah induktif, merupakan makalah yang disusun berdasarkan data empris yang
diperoleh dari lapangan serta relevan dengan masalah yang dibahas dalam hal ini, metode
berpikir yang digunakan adalah induktif yang berpikir dengan bertolak dari hal-hal
khusus ke umum.

3. Makalah Campuran, merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian


teoritis digabung dengan data empiris yang relevan dengan maslah yang diabahas. Dalam
hal ini metode berpikir yang digunakan adalah deduktif-induktif.

C. Dari segi jumlah halaman:

1. Makalah panjang ialah makalah lebih dari 20 halaman.

2. Makalah pendek makalah yang kurang dari 20 halaman.

D. Makalah sesuai dengan tujuan penulisannya (Wjayanti dkk, 2015:216)

1. Makalah Studi

Atau makalah ilmiah adalah makalah yang besumber dari hasil penelitian untuk tujuan
menyelesaikan (S-1, S-2, S-3). Panjang makalah studi minimal lima belas halaman.
Makalah studi ditulis sebagai suatu sarana pemecahan maslah secara ilmiah. Penulis
mengumpulkan bahan-bahan, lalu mengolah kembali dengan analisis, sintesis, dan

6
interpretasi yang baru. Selaian itu, ada pula makalah studi yang dibangun berdasrkan
pengetahuan baru dan menjadi informasi baru bagi setiap orang.

Ada dua macam makalah studi menurut pendekatannya:

a.Makalah yang menggunakan pendekatan kuantitatif ditulis menurut pendekatan


deduktif-induktif. Yang secara deduktif penulis merumuskan dugaan-dugaan sementara
atau hiopotesis setelah didukung oleh penelitian praktis, yaitu pada saat melaksanakan
kajian pustaka. Hipotesis melibatkan variabel-variabel yang dapat diukur dan dinyatakan
dengan angka-angka. Hipotesis itu lalu diuji secara empiris dengan bantuan prosedur
statistik.

b.Makalah studi dengan pendekatan kualitatif, digubakan terutama untuk memahami


persoalan sosial dengan membangun gamabaran keadaan yang komples dan holistik
dalam bentuk narasi. Di dalam narasi, pandangan responden dilaporkan engan perinci.
Begitu pula latar alamiah 194 tempat data diperoleh. Makalah studi kualitatif
dikembangkan secara induktif dengan komponen utama adalah pandangan responden.

2. Makalah Kerja

Adalah makalah yang disusn untuk dibentangkan dalam suatu seminar atau lokakarya.
Makalh kerja menurut pendekatannya terdiri atas makalah kuantitatif dan kualitatif.
Perbedaanya dengan makalah studi terletak pada tujuan penulis. Jika dibuat untuk
kepentingan studi akademik, karya ilmiah tersebut termasuk kategori makalah studi. Jika
ditujukan sebagai bahan untuk diskusi dalam suatu forum, karya ilmiah ini dikategorikan
makalah kerja, yang telah didiskusikan dapat menjadi artikel ilmiah jika dipublikasikan
didalam media massa.

3. Makalah Kajian

Ialah makalah yang disusn untuk memecahkan masalah yang kontroversial, bulan untuk
dibentangkan dalam seminar. Makalah kajian atau kritis disebut juga makalah
kontroversial karena maklah ini mengkajhi atau mengevaluasi suatu topik.

Umumnya, makalah kajian dimuat di media masa (koran, tabloid, dan majalah)

7
Dalam makalah kajian yang ditujukan kepada pembaca umum, biasanya digunakan kata-
kata populer meliputi kata-kata yang diapaki dalam sehari-gari, sedangkan kata-kata yang
diapaki oleh kaum terpelajar disebut kata ilmiah (Keraf, 2004: 105-106).

Contoh:

Kata Ilmiah: -analogy

-anrki

-bibliografi

-biodata

Kata Populer: -kiasan

-kekacauan

-daftar pustaka

-batasan

D.SISTEMATIKA PENULISAN MAKALAH

Secara garis besar, sitematika penulisan makalah terdiri dari tiga bagian yaitu:

 pendahuluan, memuat persoalan yang akan dibahas yang meliputi latar


belakang masalah, masalah, dan tujuan penulisan.
 isi (batang tubuh), memuat kemampuan penulis untuk menjawab masalah
penelitian.
 Bagian penutup, memuat simpulan sebagai pemaknaan penulis terhadap
diskusi atau pembahasan masalah.

Makalah yang diseminarkan dapat berupa makalah hasil penelitian atau makalah
nonpenelitian (konseptual).

1. Makalah Penelitian yang terdiri atas:

8
  Judul, harus spesifik, jelas ringkas dan informatif
  Nama dan Afilasi
  Abstrak dan Kata Kunci
  Pendahuluan
  Kajian Literatur, berisi kutipan langsung atau tidak langsung.
  Metode
  Hasil/Temuan dan Analisis/Pembahasan
  Simpulan dan Saran
  Daftar Pustaka atau Daftar Rujukan
  Lampiran ( jika ada)

1. Makalah Nonpenelitian, makalah yang berisi pemikiran (ide) mendalam dan


kritis tentang maslah dalam bidang ilmu tertentu. Yang mencamtumkan metode
penelitian karena tidak ditulis berdasarkan hasil penelitian dilapangan, tetapi diturunkan
dari gagasan penulis yang diperolehnya dari pengalaman, fenomena, fakta lapangan, atau
bahkan hasil penelitian terdahulu (Atmazaki, 2006)

Berikut sistematika maklah konseptual:

a.(a) Pendahuluan/Latar Belakang Maslah dan Masalaj/Tujuan

b.(b)Pembahasan (dapat diperinci dalam beberapa judul subbab)

c.(c) Penutup

d.(d)Daftar Rujukan

e.(e)Lampiran (jika ada)

Ditinjau dari segi isinya, makalah hanya terdiri dari tiga bagian utama yakni pendahuluan,
pembahasan, dan penutup.

E. TAHAP PENULISAN

9
Seperti halnya karya ilmiah lainnya, penulisan makalah dilakukan beberapa
tahap. Dengan mengacu pada Kumar (1996) dan Utorodewo dkk (2004), tahp-tahap
penulisan makalah adalah sebagai berikut.

1.Memilih Topik

Piliohlah topik makalah yang menarik dan paling anda kuasai. Topik yang telah
ditentukan, yng tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit, akan menuntun penulis untuk
fokus. Topik nantinya dapat (tetapi tidak selalu) dijadikan judul makalah.

Contoh:

 Mahasiswa (luas)
 Pengaruh gaya belajar mahasiswa terhadap prestasi yang dicapai (sempit)

2.Menetukan Tujuan Penulisan

Tentuukan dahulu tujuan makalah yang akan anda tulis . Apakah tujuannya menyakinkan
pembaca agar mendukung atau mempercayai topik anda atau menjelaskan bagaimana
melakukan hal-hal tertentu. Yang jelas, tujuan harus sesuai dengan topik.

Contoh:

Topik:Pengaruh gaya belajar mahasiwa terhadap orestasi yang dicapai

Tujuan:Menyakinkan pembaca tentang adanya pengaruh gaya belajar mahasiswa


terhadap prestasi yang dicapai.

3.Menetapkan Tesis

10
Tesis adalah penggabungan topik dan tuuan (dalam bahasa umum tesis sama dengan
tema). Tesis dinyatakan dengan mengungkapkan topik atau menyatakan poin-poin
penting yang akan dibahas dalam makalah.

Contoh:

 Gaya belajar mahasiwa berpengaruh signifikan pada prestasi siswa


 Pada makalh ini akan dibuktikan adanya pengaruh gaya belajar mahasiwa
terhadap prestasi yang dicapai
 Tulisan ini akan diwalai dengan pengertian gaya belajar dan prestasi,
selanjutnya akan dibahas hasil penelitian terkait keduanya.

4.Membuat Kerangka (outline)

Tujuan pembuatan kerangka adalah meletakkan ie-ide tentang topik dalam


format yang terorganisasi. Mulailah dengan menulis topik dalam angka romawi I,II, III
disebelah kiri halaman atas, dengan jarak yang cukup lebar di antaranya. Kemudian,
tulislah garis besar ide tentang topik yang dimaksud. Jika ingi menjelaskan suatu proses,
tulislah langkah-langkah secara perinci. Jika ingin menginfromasikan sesuatu, jelaskan
kategori utama dan informasi tersebut. Pada setiap angka romawi, tuliskan A, B, dan C
menurun. Tulislah fakta atau informasi yang mendukung ide utrama.

Contoh:

I. Gaya Belajar

A. Definisi

B. Tipe

(i) Kinstetis

(ii) Auditoris

(iii) Visual

11
(iv) Gabungan

II. Prestasi

A. Pengertian

B. Faktor Pendukung

F. CARA MENYUSUN MAKALAH

Menyusun makalah, perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mempelajari/ menganalisis topik yang akan dibahas

2. Menyusun kerangka pikir, meliputi penentuan pokok masalah dalam topik dan
menentukan tujuan maupun ruang lingkup

3. Pengumpulan bahan-bahan materi (referensi)

4. Menulis atau menyusun makalah dengan memperhatikan penggunaan bahasa


Indonesia yang baik dan benar, menyusun kalimat yang mudah dipahami, rangkaian
kalimat dan paragraf yang berurutan secara singkat, padat dan jelas. Serta

5. Menurut Nugraheni (2017: 166), agar maklah dapat tersusun secara sistematis,
maka harus diperhatikan hal-hal yang terkait dengan cara penyusuna makalah tersebut.
Permaslahan itu adalah bagaimana cara menyusun pola pikir, pengumpulan dan
pengolahan data, penulisan makalah, dan penelitian akhir makalah. Secara terperinci
pembagian makalah tersebut adalah sebagai berikut (dengan komposisinya dalam persen)

 Pendahuluan : 15%

 Permaslahan :5%

 Pembahasan :65%

 Kesimpulan dan saran: 10%

 Penutup :5%

12
6. Menysusn pola pikir. Untuk dapat menyusun pola pikir yang baik, maka kita
harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

 Mengenai persoalan

 Menentukan tujuan dan ruang lingkup

 Menentukan kepada siapa makalah disajikan

materi tersebut kita olah dengan daya penalaran kita,

7. Penulisan Makalah, Pada tahap penulisan ini ada beberapa hal yang baru
diperhatikan oleh penulis naskah, yakni:

 Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

 Guankan kalimat efektif, sehingga mudah dicerna oleh pembaca

 Uraian materi hendaknya berkoherensi

 Pembahasan singkat, jelas, tegas dan jangan betrele-tele

 Hindarkan kata-kata yang bombastis yang hanya akan mengaburkan isi


makalah.

DAFTAR PUSTAKA

Sari Harmita.2019.BAHASA INDONESIA.PALOPO:Lembaga dan Publikasi Ilmiah


Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Palopo

13