Anda di halaman 1dari 5

Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) ISSN 2477-2240 (Media Cetak).

Vol. 3, No. 4, Oktober 2018 2477-3921 (Media Online)

TEKNIK PEMILIHAN MEDIA BIMBINGAN KONSELING PADA GURU


BIMBINGAN KONSELING SE-KOTA TEGAL

M. Arif Budiman S
Program studi Bimbingan dan Konseling FKIP UPS Tegal Jawa Tengah
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pemahaman guru bimbingan dan
konseling terhadap pemilihan media layanan bimbingan dan konseling dan untuk mengetahui
persepsi guru bimbingan dan konseling terhadap media bimbingan dan konseling. Metode dalam
penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain penelitian survei. Teknik dalam pengumpulan
data menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam
penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase.
Hasil penelitian dari penyebaran angket diperoleh persentase sebesar 75%. Hasil wawancara
menyimpulkan bahwa kedudukan media dan teknik pemilihan media mempunyai peran yang
sangat penting, kendala yang dihadapi mengembangkan media adalah fasilitas dan media yang
sering digunakan adalah powerpoint. Jadi dapat disimpulkan guru bimbingan dan konseling dalam
pemilihan media bimbingan dan konseling sudah tepat sesuai teknik kriteria umum pemilihan
media. Sedangkan persepsi guru bimbingan konseling terhadap media bimbingan konseling sangat
penting dalam menunjang layanan bimbingan dan konseling.

© 2018 Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia

Kata Kunci: Bimbingan Konseling; Media; Powerpoint..

PENDAHULUAN
Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum, Lampiran IV, VIII.
Konsep dan Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling diperbaiki menjadi Permendikbud No. 111
Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling pada pendidikan dasar dan menengah ini menjadi
sumber yang dipakai bagi guru BK/Konselor dalam menyelenggarakan dan mengadministrasikan
layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Permendikbud tersebut menjadi dasar penyusunan
Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di SD, SMP, SMA dan SMK.
Dengan diterbitkannya POP BK maka perangkat BK pada tahun ini mengacu pada POP BK.
Tujuan dari POP BK antara lain adalah 1) Memandu guru BK dalam memfasilitasi dan
memperhatikan ragam kemampuan, kebutuhan, dan minat sesuai dengan karakteristik peserta didik.
2) Memfasilitasi guru BK dalam merencanakan,melaksanakan, mengevaluasi, dan tindak lanjut
layanan BK. 3) Memberi acuan guru BK dalam mengembangkan program layanan BK secara utuh
dan optimal. 4) Memfasilitasi guru BK dalam menyelenggarakan BK dan memberi acuan bagi
pemangku kepentingan penyelenggaraan BK pada satuan pendidikan. 5) Guru BK dapat
merencanakan, melaksanakan serta melaporkan kegiatan bimbingan dan konseling. Dengan
demikian diharapkan maka akan menumbuhkan profesionalisme guru BK dalam penyelenggaraan
bimbingan dan konseling di sekolah.
Menurut Arif pelaksanaan POP BK MGMP SMP Kota Tegal sebesar 93%,80 guru BK
memahami dan mampu menerapkan Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan
Konseling. Dengan kata lain POP BK di kota Tegal sudah berjalan dengan baik dan guru BK dapat

TEKNIK PEMILIHAN MEDIA BIMBINGAN KONSELING PADA GURU BIMBINGAN KONSELING


SE-KOTA TEGAL 1
M. Arif Budiman S
memahami dan menerapkan penyelenggaraan bimbingan konseling di sekolah. Pelaksanaan POP
BK, peserta didik merupakan subyek utama pertimbangan guru BK/Konselor dalam merancang serta
melaksanakan layanan bimbingan konseling di sekolah. Pelaksanaan program BK terhadap dua tahap
yang harus dilaksanakan yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan. Pada tahap perencanaan
maka guru BK harus melaksanakan analisis kebutuhan, aktivitas dukungan sekolah dan menetapkan
dasar perencanaan. Pada tahap persiapan maka terdiri atas penyusunan program tahunan dan
program semesteran. Fokus pada penyusunan program tahunan terdapat susunan struktur program
tahunan yang terdiri atas a) rasional b) dasar hukum c) visi dan misi d) deskripsi kebutuhan e) tujuan
f) komponen program g) bidang layanan h) rencana operasional i) pengembangan tema/topik j)
rencana evaluasi k) anggaran biaya dan l) sarana prasarana.
Rencana operasional termasuk komponen yang penting pada penyusunan program tahuan
karena termasuk dalam rencana yang menggambarkan prosedur dalam pelaksanaan proses pemberian
layanan supaya dapat tercapainya tujuan dari hasil analisis karakteristik peserta didik. Komponen
dalam rencana pelaksanaan layanan bimbingan atau biasa di sebut RPL terdiri dari bidang layanan,
tujuan layanan, 4 komponen layanan (layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individual,
dukungan sistem), strategi layanan, Kelas, Materi, Metode, Alat/media, Evaluasi, Ekuivalensi). Pada
komponen RPL atau action plan terdapat komponen alat/media di mana media mempunyai
kedudukan yang penting dan strategis dalam menunjang proses keberhasilan pemberian layanan.
Layanan melalui media sesuai dengan POP BK yaitu papan bimbingan, kotak masalah dan
pengembangan media bimbingan konseling. Layanan melalui media dapat dilakukan baik
menggunakan media informasi, media digital maupun media cetak.
Menurut Nursalim (2013) menjelaskan Media bimbingan konseling adalah segala sesuatu yang
digunakan untuk menyalurkan pesan bimbingan dan konseling sehingga dapat memberikan stimulus
kepada pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan pada peserta didik untuk memahami diri,
mengarahkan diri, mengambil keputusan serta memecahkan masalah yang terdapat pada dirinya.
Dengan demikian pemilihan media yang tepat diharapkan akan meningkatkan kebermaknaan proses
dan hasil dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.
Fenomena yang terjadi pada di lapangan menunjukan bahwa keterbatasan waktu yang
diberikan pada saat pemberian layanan membuat guru-guru merasa ragu dalam penggunaan media,
terutama media yang berkaitan dengan pemberian layanan dasar dan layanan responsif. Hal lain juga
menyoroti pada keterbatasan fasilitas yang disediakan pihak sekolah dalam menunjang layanan
bimbingan dan konseling. Padahal setiap guru BK/konselor sebaiknya dapat menggunakan media
yang ada agar dapat mempermudah dalam pemberian informasi kepada para peserta didik yang
bertujuan agar peserta didik dapat memahami informasi atau pengetahuan secara baik. Oleh karena
itu dasar pertimbangan dalam pemilihan media harus tepat dan terpenuhinya kebutuhan dan
ketercapaiannya tujuan bimbingan dan konseling tersebut. Jika tidak sesuai dengan kebutuhan peserta
didik dan lain lain, maka bisa dikatakan bahwa media tidak bisa digunakan. Ada beberapa
pertimbangan dan kriteria umum yang harus dipenuhi dalam pemilihan media antara lain 1)
kesesuaian dengan tujuan, 2) kesesuaian dengan materi 3) kesesuaian dengan karakter 4) kesesuaian
dengan teori 5) kesesuaian dengan gaya belajar dan 6) kesesuaian dengan lingkungan, fasilitas dan
waktu yang disediakan .
Rumusan masalah yang diangkat dari penelitian ini yaitu bagaimana tingkat pemahaman guru
bimbingan dan konseling terhadap pemilihan media layanan bimbingan konseling di se-Kota Tegal ?
Bagaimana persepsi guru bimbingan dan konseling terhadap media bimbingan dan konseling di se-
Kota Tegal ? dan Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pemahaman guru
bimbingan dan konseling terhadap pemilihan media layanan bimbingan dan konseling dan untuk
mengetahui persepsi guru bimbingan dan konseling terhadap media bimbingan dan konseling.

Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)


2
Vol. 3, No. 4, Oktober 2018
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif.
Menurut Sugiyono (2014) metode kuantitatif dapat diartikan metode yang berdasarkan pada filsafat
positivme, digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu, teknik pengambilan sampel secara
rondom penelitian menggunakan instrumen penelitian analisis data bersifat statistik dengan tujuan
untuk menguji hipotesis. Desain dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian survei. Menurut
Morissan (2013) penelitian survei memilih sebagian responden sebagai sampel dan memberikan
mereka kuesioner yang sudah baku.
Proses penelitian survei ini terjadi karena fenomena pendidikan di mana di lapangan
menunjukan bahwa keterbatasan waktu yang diberikan pada saat pemberian layanan membuat guru-
guru ragu dalam penggunaan media, terutama media yang berkaitan dengan pemberian layanan dasar
dan layanan responsif. Hal lain juga menyoroti pada keterbatasan fasilitas yang disediakan pihak
sekolah dalam menunjang layanan bimbingan dan konseling. Padahal setiap guru BK/konselor
sebaiknya dapat menggunakan media yang ada agar dapat mempermudah dalam pemberian
informasi kepada para peserta didik. Maka peneliti berminat untuk mengetahui pemahaman dan
persepsi guru bimbingan dan konseling dalam menggunakan media bimbingan dan konseling.
Penelitian ini dilakukan pada guru bimbingan dan konseling se Kota Tegal. Jumlah responden
atau sempel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 50 guru bimbingan dan konseling baik dari sekolah
negeri maupun sekolah swasta yang berjumlah 20 sekolah yang terdiri Sekolah Menengah Perama,
Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan se-Kota Tegal. Metode pengumpulan data
dalam penelitian ini yaitu metode angket dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan yaitu
analisis deskriptif kuantitatif yang menggunakan rumus prosentase.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil analisis data yang digunakan dengan cara menyebar angket kuesioner di 20 sekolah SMP,
SMA dan SMK baik negeri dan swasta yang terdiri dari 50 guru bimbingan dan konseling memperoleh
hasil sebesar 75 % dari jumlah keseluruhan. Nilai tertinggi dari hasil penyebaran angket sebesar 90%
dan nilai terendah dari hasil penyebaran angket sebesar 43%. Hasil dari enam indikator kriteria
pemilihan media mendapatkan hasil sebesar 87 % sesuai dengan tujuan, sebesar 70 % sesuai dengan
materi, sebesar 70 %, sesuai dengan karakterisitik siswa, sebesar 53 %, sesuai dengan teori, sebesar 79
% sesuai dengan gaya belajar, sebesar 84 % sesuai dengan fasilitas.
Dapat disimpulkan bahwa guru bimbingan dan konseling di kota Tegal telah memahami teknik
kriteria pemilihan media secara tepat dan guru bimbingan konseling dalam memilih media dalam
layanan sesuai dengan teknik kriteria umum pemilihan media bimbingan dan konseling yang terdapat
6 indikator antara lain kesesuaian dengan tujuan, kesesuaian dengan materi, kesesuaian dengan
karakteristik siswa, kesesuaian dengan teori, kesesuaian dengan gaya belajar dan kesesuaian dengan
fasilitas. namun terdapat nilai yang rendah dari indikator kesesuaian dengan teori di mana pemilihan
media harus didasarkan pada teori. Bukan karena fanatisme media yang paling disukai guru
bimbingan konseling namun harus diangkat dari riset dan penelitian. Bukan juga pemilihan media
berdasarkan selingan dan hiburan. Sehingga fungsi utama dari penggunaan media yaitu untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas bimbingan dan konseling bisa terlaksana.
Hasil wawancara kepada guru bimbingan konseling tentang persepsi guru bimbingan konseling
terhadap penggunaan media bimbingan konseling. Guru bimbingan konseling menyatakan bahwa
media bimbingan konseling mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam penyelenggaraan
layanan bimbingan dan konseling. Bantuan media bagi media siswa dapat lebih mudah dalam
menerima informasi. sedangkan bantuan media bagi guru bimbingan konseling dapat mempermudah
kinerja dalam layanan bimbingan konseling.

TEKNIK PEMILIHAN MEDIA BIMBINGAN KONSELING PADA GURU BIMBINGAN KONSELING


SE-KOTA TEGAL 3
M. Arif Budiman S
Hasil wawancara guru bimbingan konseling menyatakan bahwa pemilihan media harus
dipertimbangkan sesuai dengan tujuan dari layanan, materi yang disampaikan, gaya belajar dan
fasilitas supaya apa layanan bimbingan konseling yang diharapkan bisa tercapai dengan baik. Guru
bimbingan konseling menyatakan beberapa kendala yang dihadapi guru bimbingan konseling dalam
mengembangkan media layanan bimbingan dan konseling yaitu pertama sarana dan prasarana yang
kurang menunjang sehingga guru bimbingan dan konseling kesulitan dalam mengembangkan media
bimbingan konseling yang tidak didukung adanya fasilitas yang dibutuhkan. Prosedur pengembangan
media bimbingan dan konseling di mana guru bimbingan konseling merasa kesulitan dalam
mengembangkan media sesuai dengan teori dan prosedur yang sesuai. Hasil wawancara guru
bimbingan konseling dalam penggunaan media yang sering digunakan dalam memberikan layanan
ialah media powerpoint dan papan bimbingan. Dapat disimpulkan hasil persepsi guru bimbingan
konseling di kota Tegal penggunaan media bimbingan dan konseling adalah kedudukan media
bimbingan dan konseling sangat penting dalam layanan bimbingan konseling. pemilihan juga harus
melalui teknik pemilihan media yang tepat. Dukungan sistem dan sarana dan prasarana juga menjadi
perhatian khusus supaya guru bimbingan konseling dapat maksimal dalam mengembangkan media
bimbingan konseling. Media yang familiar yang sering digunakan guru bimbingan dan konseling
adalah powerpoint. Sehingga dalam hal ini peneliti menyarankan kepada guru bimbingan konseling
kota Tegal untuk dapat mengadakan kegiatan berupa seminar atau workshop yang berkaitan dengan
pengembangan media bimbingan dan konseling.
Memperjelas hasil penelitian maka dapat dilihat di dalam penyajian tabel berikut ini :
Tabel 1. Hasil Penelitian
Hasil Angket (%) Wawancara
Rata - rata 75 Kududukan media layanan BK Sangat penting
Min 43 Teknik pemilihan media Sangat penting
Max 90 Kendala mengembangkan media Fasilitas
Media yang digunakan Powerpoint

Teknik Pemilihan Media

Grafik Hasil Penelitian.

Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)


4
Vol. 3, No. 4, Oktober 2018
SIMPULAN

Guru bimbingan konseling memahami teknik pemilihan media bimbingan dan konseling dan
dasar pertimbangan guru bimbingan konseling dalam memilih media berdasarkan kriteria umum
pemilihan media. Dari 6 indikator kesesuaian dengan tujuan, materi, karakteristik siswa, teori, gaya
belajar dan fasilitas terdapat indikator teori yang memiliki nilai terendah berkaitan dengan teori yang
diangkat dari penelitian dan riset sehingga telah teruji validitasnya. Dengan demikian guru bimbingan
konseling kota Tegal untuk dapat mengadakan kegiatan berupa seminar atau workshop yang berkaitan
dengan pengembangan media bimbingan dan konseling.

DAFTAR PUSTAKA

Budiman, Arif dkk. 2017. Penerapan Panduan Oprasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling. Jurnal
Penelitian Pendidikan Indonesia (Volume 2 No. 3 2017)
Kemdikbud. 2016. Pedoman Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar Pendidikan
Menengah. Jakarta
Morissan. 2012. Metode Penelitian Survei. Jakarta: Kencana
Nursalim, Muchhamad. 2013. Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Kamedia.
Permendikbud No. 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan pendidikan
menengah
Permendikbud No. 81 A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta

TEKNIK PEMILIHAN MEDIA BIMBINGAN KONSELING PADA GURU BIMBINGAN KONSELING


SE-KOTA TEGAL 5
M. Arif Budiman S