Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH BERBAHASA DAERAH DI


LINGKUNAGN SEKOLAH

Disusun Oleh:
 Kharisma Khairunnisa
 Mirza Fuadi,S
 Raihanun Nisa
 Salwa Shabrina Safri
 Suri Akyun

SEKOLAH SUKMA BANGSA PIDIE TAHUN


AJARAN 2019/2020
BAB.I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Bahasa daerah merupakan salah satu kekayaan dan kebudayaan yang dimiliki
oleh semua negara termasuk Indonesia. Bahasa daerah memang harus dilestarikan
oleh semua daerah di seluruh dunia. Pelestarian bahasa dearah memang harus
dilakukan dimulai dari mana bahasa tersebut berasal, kemudian didukung oleh
Negara dan dijaga oleh masyarakat daerah. Perkenalan bahasa daerah ke daerah lain
memang susah dilakukan terlebih perbedaan suku bahkan Negara, namun bukan hal
yang tabu jika kita berusaha memperkenalkan bahasa daerah yang kita miliki ke
daerah lain atau suku lain bahkan Negara lain.
Namun, bagaimana jika sekolah melarang menggunakan bahasa daerah di
lingkungan sekolah, padahal sudah jelas bahasa daerah harus dilestarikan, terlebih
sekolah yang memiliki siswa dari daerah yang berbeda, itu menjadi salah satu cara
mengembangkan bahkan memperkenalkan bahasa daerah yang dimilliki oleh suatu
daerah terutama di Indonesia.

2. Perumusan Masalah
a. Apakah bahasa daerah memiliki dampak positif atau negatif terhadap
perkembangan sekolah?
b. Bagaimana upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk tetap menjaga bahasa
dearah?

3. Tujuan Penelitian
Dari perumusan masalah di atas diperoleh tujuan penelitian sebagai berikut:
a. Penelitian terhadap dampak bahasa daerah di sekolah
b. Bagaimana sekolah tersebut membudidayakan bahasa daerah
c. Apa yeng tejadi bila sekolah melarang penggunaan bahasa daerah di sekolah
4. Manfaat Penelitian
Dari tujuan penelitian dapat diperoleh manfaat dari penelitian yaitu:
a. Dapat mengetahui apakah bahasa daerah dapat dilestrikan di lingkungan
sekolah.
b. Mengetehui dampak penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekolah.
c. Mengatahui apa alasan sekolah tersebut melarang penggunaan bahasa
daerah di lingkungan sekolah.
BAB II. TINJAUAN PUSAKA
1. Landasan Teori
Bahasa adalah komunikasi yang terjadi antara makhluk hidup yang dihasilkan
oleh alat ucap manusia. Bahasa merupakan sebuah sistem, artinya bahasa itu dibentuk
oleh sebuah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.

Sebagai sebuah sistem, bahasa selain bersifat sistematis juga bersifat sistemis,
Yang dimaksud sistematis adalah bahasa tesusun menurut suatu pola tertentu, tidak
tersusun secara acak atau sembarangan. Sistemis artinya bahasa itu bukan merupakan
sebab sistem tunggal, melainkan terdiri atas sejumlah subsistem, yakni subsistem
funologi, subsistem merfologi, subsistem sintaksis dan subsistem leksikon. Bahasa
memeberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan komplek dari pada yang dapat
diperoleh dengan menggunakan media.

2. Kerangka Konsep

Berbahasa Daerah di
Lingkungan Sekolah

Pengaruh Pentingnya Peran Guru Kebiasaan Pengaruh


Teman Berbahasa sebagai Pendidik Berbahasa di Lingkungan
Indonsia rumah Sekolah
3. Hipotesis
Hipotesis merupakan proposisi yang akan diuji keterlakuannya atau merupakan
suatu jawaban penelitian.
Dari hasil tes penelitian yang dilakukan disuatu sekolah di Pidie diperoleh hasil bahwa:
 Banyak siswa yang masih belum sadar akan pentingnya berbahasa Indonesia
 Pengaruh teman dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap bahasa itu sendiri
 Sebagai pendidik, guru juga berperan penting sebagai rule model untuk siswa
 Kebiasaan berbahasa daerah dengan orang tua dirumah merupakan faktor utama
dari pengaruh berbahasa daerah disekolah
 Memperkenalkan bahasa Indonesia harus dilakukan, tetapi bukan berarti
meninggalkan bahasa daerah yang dimiliki
 Membudidayakan bahasa derah dapat dilakukan dalam lingkungan tempat tinggal
 Saat di sekolah sebaikknya menggunakan bahasa nasional ataupun bahasa
internasional untuk memudahkan komunikasi saat diluar daerah
BAB III. METODE PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
 Mendatangi sekolah yang akan diteliti
 Menemui narasumber yang bersedia untuk diwawancara
 Melakukan wawancara dengan beberapa pertanyaan yang telah disediakan
 Mengumpulan data dari hasil wawancara sebagai hipotesis

2. Populasi dan Sampel


Dalam wawancara tersebut tedapat 3 sampel yang direncanakan untuk
melakakukan wawancara, namun pada akhirnya hanya 2 orang yang bersedia untuk
diwawancara, cara pengumpulan sampel yaitu mendatangi langsung tempat narasumber
itu berada, serta tehnik yang dilakukan untuk mendapatkan sampel yaitu dari hasil
wawancara.

Karakteristik yang harus dipenuhi dalam penelitian ini untuk dijadikan populasi
adalah seseorang yang memiliki pengetahuan yang lebih terhadap apa yang ingin diteliti,
serta memenuhi syarat yaitu sebagai seorang siswa/i yang belajar di sekolah menengah
atas.

3. Lokasi dan Waktu Penelitian


Penelitian tersebut dilakukan disebuah Sekolah Menengah Atas yang berbasis
swasta yang terletak di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia. Waktu yang
dilakukan untuk penelitian yaitu pada hari Selasa, tanggal 26 februari 2019.