Anda di halaman 1dari 10

8.

Pemeliharaan Jaringan Sistem Distribusi Tenaga Listrik


Pemeliharaan merupakan suatu pekerjaan yang dimaksudkan untuk mendapatkan
jaminan bahwa suatu sistem atau peralatan akan berfungsi secara optimal, umur teknisnya
meningkat dan aman baik bagi personil maupun bagi masyarakat umum. Kegiatan pokok
pemeliharaan rutin ini ditentukan berdasarkan periode atau waktu
pemeliharaan yaitu bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan.

8.1. Gardu Distribusi


Gardu Distribusi merupakan salah satu Komponen dari suatu sistem distribusi PLN
yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan ke Konsumen atau untuk
mendistribusikan tenaga listrik pada konsumen atau pelanggan, baik itu pelanggan
tegangan menengah maupun pelanggan tegangan rendah.Ada beberapa hal yang perlu
dilaksanakan untuk pemeliharaan gardu distribusi, antara lain :

8.1.1. Proses Pemeliharaan Gardu Distribusi


Proses pemeliharaan gardu distribusi dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Gardu distribusi secara rutin dibersihkan dari kotoran / debu / sawang dan lain-
lain, sehingga permukaan isolator selalu bersih dari karbon yang terbentuk.
b) Perkembangan arus beban selalu diikuti untuk :evaluasi kapasitas trafo,
konduktor, rel, PMB (Pemutus Beban),pelebur, kabel agar arus beban yang
mengalir,tidak sampai membuat panas yang berlebihanyang bisa merusak.
c) Memeriksa tahanan kontak pada tiap sambungan. diantaranya pada kabel dan
PMB, PMB dan rel juga pada bantalan kontak PMB dan PMS atau PMT (Pemutus
Tenaga).Cara memeriksa tahanan kontak pada sambungan.
1. menyediakan sumber dc yang dapat diatur
2. membuat rangkaian pengukurannya
3. membuat nilai ammeter =100 A dan membaca mvolt
4. menghitung nilai tahanan = V/I
5. apabila nilai tahanan kontak tinggi menjadi sumber panas sewaktu dialiri arus
listrik:
 baut dan mur dibuka kemudian permukaan kontak dibersihkan dan diratakan
 sambungan kembali dipasangkan
 mengukur kembali tahanan kontak
 mengulangi pembersihan permukaan kontak jika tahanan kontak masih
buruk.
 Memeriksa tahanan isolasi peralatan TM.dengan megger 5000 volt dengan
ketentuan: nilai > 2000 MΩ.
 Trafo distribusi secara rutin dibersihkan dari kotoran / debu / sawang dan lain-
lain
 Memeriksa gelas peduga minyak trafo distribusi bila warna minyak berubah maka
ganti atau bersihkan dengan oil refinery (pembersih minyak)
 Memeriksa tahanan kontak antara kabel – sepatu kabel dan terminal bushing trafo
distribusi
 Mengukur tahanan isolasi antar belitan(prim-sekund) dan antara belitan ke body
trafo distribusi

8.1.2. Pemeliharaan PHB-TR (Papan Hubung Bagi Tegangan Rendah)


a) Pemeliharaan Sakelar utama yang kena debu dan angus akibat terjadi busur api
yang besar pada alat kontak.
b) Pemeliharaan Mur & baud yang kendor .
c) Pemeliharaan Dudukan Nh Fuse ( Fuse base ) .
d) Penyesuaian Kapsitas beban pada NH Fuse

8.1.3. Pemeliharaan Arrester


a) Pemeliharaan kondisi fisik yang sering kena kotoran / jamur
b) Pemeliharaan pengawatan pada elektroda bagian atas dan bawah yang kendor
c) Pemeriksaan tahanan katup ( valve resistor ) dengan alat ukur tahanan isolasi

Pemeliharaan arrester adalah suatu kegiatan yang sangat penting, karena


pemeliharaan terbaik akan memperpanjang umur peralatan dan akan menjamin
berfungsinya peralatan dengan baik. Untuk mendapatkan operasi yang optimaldiperlukan
pemeliharaan yang baik terhadapperalatan. Untuk pemeliharaan arrester terdiridari:
1. Pemeliharaan Harian
 Memeriksa discharge counter dan mencatat bila ada kenaikan.
 Memeriksa rumah isolator secara visual (ada tidaknya keretakan)
 Memeriksa penunjukkan miliammeter
2. Pemeliharaan Tahunan
 Membersihkan rumah isolator dan memeriksa apakah ada keretakan
 Mengukur tahanan antara elektroda dengan elektroda apakah masih
memenuhi persyaratan
 Mengukur tahanan pentanahan arrester apakah masih memenuhi
persyaratan
3. Pemeliharaan 10 Tahunan
8.1.4. Pemeliharaan Fuse Cut-Out
a) Pemeliharaan selongsong fuse masih laik atau tidak
b) Pemeliharaan pada dudukan selongsong fuse bagian atas yang kendor
c) Pemeriksaan arus pengenal pada fuse link

Pemeliharaan fuse cut out hanya sebatas pengecekan kondisi fuse tersebut serta
melakukan pembersihan terhadap debu dan kotoran lainnya yang melekat pada fuse
tersebut. Sedangkan untuk perbaikan fuse cut out sangat jrang dilakukan dikareanakn
apabila telah terjadi kerusakan pada fuse maka akan segera dilakukan penggantian.

8.1.5. Pemeriksaan Tahanan Pentanahan


a) Pemeriksaan pengawatan pentanahan pada arrester dan body trafo distribusi
b) Pengukuran nilai tanahan pentanahan dengan alat ukur pentanahan

8.1.6. Pemeliharaan Instalasi Gardu Distribusi


Instalasi gardu distribusi yang sudah lama terpasang akan terjadi kerusakan
terutama pada bagian titik sambung yang mur-bautnya kendor dan kena korosi, sehingga
akan mengakibatkan terjadinya unjuk kerja peralatan terpasang tidak sesuai dengan
desainnya, untuk mencegah terjadinya hal tersebut maka dilakukan pemeliharaan
berbagai sistem , diantaranya :

a) Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan untuk mencegah terjadinya kerusakan peralatan yang lebih parah.

b) Pemeliharaan rutin
Pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan terus menerus untuk
mempertahankan kondisi jaringan agar tetap berada dalam kondisi baik dan prima.

c) Pemeliharaan prediktif
Sistem pemeliharaan yang berbasis kondisi ( Condition base maintenance) dengan
cara memonitor kondisi peralatan / jaringan secar on line maupun off line.

d) Pemeliharaan khusus / Darurat


Pekerjaan pemeliharaan untuk memperbaiki peralatan / jaringan yang rusak akibat
bencana alam , kebakaran, huru-hara dll.
PT. PLN (PERSERO) PROSEDURE KERJA Mulai berlaku :

DISTRIBUSI .............................................. PEMELIHARAAN …………………………

GARDU DISTRIBUSI Hingga :

…………………………

PETUGAS YANG TERLIBAT:

 Koordinator Perencanaan Pemeliharaan


 Koordinator Har Gardu & JTM
 Koordinator Logistik / Perbekalan
 Koordinator Yan GG / Piket
 Piket Bogor 5
 Asman PP
 Asman Pemeliharaan
 Asman Opdis
 Piket Pelayanan 123
 Asman Adm & Keu
 Koord Akutansi

PROSEDUR KERJA:

1. Koordinator Gardu dan JTM melaksanakan pemeriksaan Rutin secara Sistematis pada gardu dengan melakukan
pengamatan secara visual ( inspeksi ), bahkan bila perlu sampai pada tahap bongkar pasang atau diikuti dengan
pengujian untuk mendapatkan temuan hal-hal atau kelainan yang dicurigai / dikhawatirkan dapat mengakibatkan
timbulnya gangguan sebelum periode pemeriksaan berikutnya.

2. Hasil pemeriksaan dievaluasi dan dilaporkan secara tertulis oleh Koordinator Har Gardu, JTM ke Asisten
Manajer Pemeliharaan selanjutnya:
a. Mengadakan survay ulang untuk keakuratan data atau rencana kerja
b. Memilah jenis pekerjaan apabila bisa dilaksanakan dengan cara swakelola langsung dikerjakan
oleh Koord HAR JTM dan Gardu, berkoordinasi dengan Koord. Perbekalan
c. Apabila pekerjaannya memakan waktu lama dan volumenya banyak maka ditindak lanjut dengan
PK/SPK prosesnya dilaksanakan oleh Koord. Renhar.

3. Koord. Renhar melaksanakan :


a. Membuat RAB., PK/SPK selanjutnya dikoordinasikan dengan Koord ANGKEU untuk persetujuan
dan monitor anggaran sampai ke Manajer UJ.
b. Melakukan koordinasi dengan Koord. Perbekalan untuk persiapan material.
c. Menentukan dan memberikan PK/SPK ke Pihak ketiga sesudah berkoordinasi dengan Asman
Pemeliharaan.
d. Meminta Nomor PDP ke Koord. Akutansi untuk dasar pengebonan/pengembalian material serta
pemilahan jenis asset

4. Asman Opdist melakukan koordinasi dengan Asman Pel. Pelanggan dan Piket 123 untuk pemberitahuan
pemadaman ke masyarakat

5. Koordinator Har Gardu/JTM melaksanakan pekerjaan atas dasar PK/SPK yang diberikan oleh Koord. Renhar
sabagai pengendali dengan cara :
a. Melaksanakan pengawasan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak ke tiga/
Rekanan
b. Mengendalikan pemakaian material dan pengembaliannya
c. Mengadakan koordinasi langsung sesuai rencana yang sudah dibuat oleh Koord, Renhar sesuai
kebutuhan pelaksanaan pekerjaan dengan Opdist atau Piket 123 atau Service Point terkait
d. Membuat BA. Penyelesaian pekerjaan berkoordinasi dengan Koord. Renhar.

6. Koord. Renhar dan Koord. Har Gardu/JTM menyelesaikan administrasi teknik dengan cara :
a. Membuat laporan bulanan
b. Memasukkan data ke data asset atas dasar perubahan sesuai pelaksanaan pekerjaan
c. Mengirimkan berkas PK/SPK ke Koord. AngKeu , Koord. Akutansi dan Koord. Ren Opsys
7. Arsip.

SETUJU, Paraf :

Manajer UJ :……………. Manajer APJ :…………………


8.2. Jaringan Distribusi Tegangan Menengah
Perawatan dan pemeliharaan perlengkapan jaringan distribusi yang rutin bertujuan
untuk mengatasi penurunan etffisiensi dan kerusakan agar perlengkapan tersebut dapat
bekerja dengan baik sesuai fungsinya. Dalam hal ini perawatan dan pemeliharaan jaringan
yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan sistem tanpa tegangan
(pemadaman) menjadi masalah vital yang dialami oleh konsumen maupun perusahaan
listrik karena dapat menurunkan kontinuitas pelayanan. Suplai tenaga listrik untuk
pelanggan menjadi terhambat dan tidak dapat melakukan proses produksi dengan optimal
karena tenaga listrik tidak tersalurkan. Kerugian yang dialami oleh perusahaan listrik
sangatlah besar karena adanya pemadaman listrik mengakibatkan banyaknya energi listrik
yang hilang dan tidak dapat terjualkan kepada konsumen.
Dikarenakan jaringan saluran udara digelar di alam bebas cenderung gangguan dari
lingkungan karena sebab alam cukup tinggi, diantaranya adalah:

 Petir
Karena ujung tiang biasanya lebih tinggi maka diharapkan sambaran langsung
jarang terjadi, kalau pun terjadi dan tahanan tanah tiang cukup tinggi, bisa flash
over ke konduktor fasa menyebabkan gangguan tanah
 Binatang
Burung, kalong, kodok besar, ular bisa menjadi penyebab gangguan hubung
singkat 1 fasa ketanah, 2 fasa bahkan 3 fasa
 Manusia
Permainan layang-layang dapat menyebabkan kabel jaringan putus.
 Tumbuhan
Tumbuhan yang merambat dan dahan / ranting pohon besar dapat pula menjadi
penyebab gangguan
 Jumper putus
Karena korosi, terjadi pemburukan tahanan kontak jumper konduktor putus jatuh
ketanah
 Isolator retak atau pecah
Apabila terjadi isolator pecah mudah ditemukan namun apabila isolator retak sulit
ditemukan, keduanya dapat menjadi penyebab gangguan.
Dari beberapa penyebab diatas, berikut ini adalah kemungkinan dapat tidaknya
gangguan tersebut ditanggulangi:
 gangguan no 1 masih mungkin untuk dibuat perlindungannya
 gangguan dari sebab no 2 agak sulit ditanggulangi.
 gangguan dari sebab no 3 dan no 4 ditanggulangi dengan membuat aturan dan
pemeliharaan jaringan.
 gangguan dari sebab no 5 hindari proses korosi dengan sealer.
gangguan dari sebab no 6 (bila retak atau tembus) dicari dengan mengisolir seksi
demi seksi jaringan bila sudah bisa dipersempit, seksi yang isolatornya retak /
tembusdiperiksa dengan tegangan impuls

8.2.1. Proses Pemeliharaan Jaringan Tegangan Menengah


Dalam pemeliharaannya, pemeriksaan tahanan kontak yang buruk dilakukan dengan
cara pengamatan sambungan dengan gunakan thermovision. Bila ditemukan temperatur
tinggi pada sambungan, maka hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

1. memadamkan jaringan,
2. mengukur tahanan kontak,
3. membersihkan permukaan kontak,
4. apabila klem penjepit sambungan rusak maka harusdiganti,
5. jaringan kembali disambungkan dan tahanan kontaknyakembali diukur,
6. apabila hasil ukur baik maka jaringan kembali dienergize.

8.2.2. Pemeliharaan Kawat Penghantar


Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan pemeliharaan kawat
penghantar, diantaranya adalah :
 Jarak aman (clearence).
 Andongan kawat (lendutan).
 Jamper/joint.
 Kondisi kawat/lingkungan.
 Pengikatan kawat.
8.2.3. Pemeliharaan Isolator Penghantar
Pemeriksaan isolator perlu diperhatikan dengan seksama karena isolasi sering
menjadi biang keladi dari gangguan operasi yang memusingkan petugas pengusut
gangguan.
Dengan pemeriksaan isolator secara lebih teliti, mutu penyaluran tenaga listrik
dapat diperbaiki dan disamping itu dapat meringankan petugas pengusut/ mencari letak
gangguan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan isolator diantaranya adalah :
1. Kondisi fisik isolator.
2. Tempat kedudukan isolator.
3. Pengikatan kawat pada isolator.

8.2.4. Pemeliharaan Tiang Penghantar


Tiang merupakan alat untuk menyangga kawat penghantar sehingga keadaannya
aman bagi keselamatan umum.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan tiang
listrik diantaranya adalah :
1. Letak kedudukan tiang.
2. Kondisi fisik tiang.
3. Tanda-tanda tiang listrik.
4. Pondasi tiang.
5. Kondisi tupang tarik dan tupang tekan.
Kode Unit : DIS.HAR.011(1).A

MEMELIHARA HANTARAN
SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH
1. PETUGAS YANG TERLIBAT.
1.1 Pelaksana Pemeliharaan.
1.2 Pengawas Pemeliharaan.
1.3 Pelaksana Lapangan.
1.4 Piket Pengatur APD.
1.5 Piket Pengatur TM.
1.6 Supervisor DALOPHARDIS.
1.7 Asman OPHARDIS.

2. PERALATAN KERJA.
2.1 Tangga fiberglass. 2.11 Kain majun katun warna putih.
2.2 Alat ukur tahanan pentanahan. 2.12 Kendaraan operasional.
2.3 Tool set.
2.4 Tang kombinasi.
2.5 Tang pres.
2.6 Gergaji kayu.
2.7 Golok.
2.8 Comelong.
2.9 Koping hoice / tackle.
2.10 Camera digital.

3. PERLENGKAPAN K3.
3.1 Pakaian kerja.
3.2 Helm pengaman.
3.3 Sabuk pengaman /safety belt.
3.4 Sepatu karet.
3.5 Sarung tangan.
3.6 Grounding system.
3.7 Perlengkapan P3K.

4. PERALATAN BANTU.
4.1 Cairan TCE / Alkohol 90 %.

5. MATERIAL.
5.1 Joint non tension sleeve.
5.2 Compresion connector.

6. LANGKAH KERJA.
6.1 Pengawas Pemeliharaan :
6.1.1 Memberi pengarahan urutan pelaksanaan kerja kepada Pelaksana Pemeliharaan dan
memeriksa pemakaian peralatan K3.
6.1.2 Melapor kepada Piket Pengatur TM bahwa pekerjaan pemeliharaan hantaran SUTM
penyulang ……………….. GI ……………….. potongan gardu/LBS …………… sampai
dengan gardu/LBS …………… siap dilaksanakan dan mohon SUTM dibebaskan
tegangan.
6.2 Piket Pengatur TM berkoordinasi dengan Piket Pengatur APD dan memerintahkan Pelaksana
Lapangan membebaskan tegangan SUTM yang akan dipelihara.
6.3 Pengawas Pemeliharaan menerima informasi dari Pelaksana Lapangan bahwa SUTM sudah bebas
tegangan, dan memerintahkan Pelaksana Pemeliharaan memulai pelaksanaan pemeliharaan.
6.4 Pelaksana Pemeliharaan :
6.4.1 Meyakinkan bahwa SUTM benar-benar sudah bebas tegangan dengan mengecek
tegangan menggunakan schackel stock TM, dan bila sudah tidak ada tegangan pasang
grounding system dan buat foto dokumentasi.
6.4.2 Membersihkan hantaran SUTM dari benda asing (benang layang-layang, umbul-umbul,
sarang burung), memotong cabang / ranting pohon sehingga jarak hantaran dengan pohon
± 2 meter.
6.4.3 Memperbaiki andongan hantaran yang kendor, sehingga andongan ± 0,5 meter.
6.4.4 Memeriksa sambungan-sambungan / jumper-jumper, bila ada yang kendor dikencangkan
atau diganti dengan joint non tension sleeve / compresion connector.
6.4.5 Membersihkan debu dan kotoran yang menempel pada isolator dengan cairan TCE /
alkohol 90 %, dan bila ada yang cacat / rusak lakukan penggantian.
6.4.6 Memperbaiki ikatan kawat pada isolator yang rusak.
6.4.7 Memeriksa system pentanahan arrester, mengukur tahanan pentanahan arrester, dan
mencatat dalam check list pemeliharaan.
6.4.8 Meyakinkan bahwa tidak ada peralatan yang tertinggal pada SUTM, melepas grounding
system dan buat foto dokumentasi.
6.5 Pengawas Pemeliharaan :
6.5.1 Memeriksa hasil pemeliharaan.
6.5.2 Melaporkan ke Piket Pengatur TM bahwa pekerjaan pemeliharaan SUTM selesai dan
SUTM siap dioperasikan.
6.5.3 Membuat laporan hasil pemeliharaan.
6.6 Piket Pengatur TM berkoordinasi dengan Piket Pengatur APD dan memerintahkan Pelaksana
Lapangan untuk menormalkan SUTM.
6.7 Supervisor DALOPHARDIS dan Asman OPHARDIS menganalisa dan mengevaluasi hasil
pemeliharaan tersebut.

Menyetujui,
GENERAL MANAGER MANAJER BIDANG DISTRIBUSI