Anda di halaman 1dari 4

Nama: Faizzah Ijtihadyah

Nim/Kelas: 201811050/B

Tugas Praktikum 3 Maloklusi Dental I

Klamer, Jenis, Fungsi, dan Aktivasi 2 (Mendesain)

1. Finger Coil kelas c 3


Untuk menggerakan gigi kearah mesial / distal.
 Cara aktivasi dan tang yang digunakan: Masukan Tang round round/borobudur ke
dalam koil, lalu gerakan finger ke arah mesial/ distal.
 Diameter kawat: 0,6 mm
 Letak klamer:
 Sudut klamer:
 Bagian klame:
2. Bumper Terbuka, kelas c 4
 Cara aktivasi dan tang yang digunakan:
1. Membuka Lus pertama menggunakan tang Round Round untuk mendorong
gigi bagian mesial ke arah labial
2. Membuka lus kedua untuk mendorong gigi ke arah labial
(Tang Round Round)
 Diameter kawat:
0,6 mm
 Letak klamer:
 Sudut klamer:
 Bagian klame:
3. Bumper Tertutup, kelas c 5
Untuk mendorong kedua gigi kearah labial secara bersamaan.
 Cara aktivasi dan tang yang digunakan: Membuka kedua Lus dengan tang Round
Round/ Borobudur/3 Jari untuk menggerakan gigi ke arah labial secara
bersamaan.
 Diameter kawat: Ra 0,6 mm, Rb 0,7 mm
 Letak klamer:
 Sudut klamer:
 Bagian klame:
4. Bumper Finger dok neti 31, kelas c 8
 Cara aktivasi dan tang yang digunakan:
1. Membuka lus pertama dengan round round untuk menggerakkan gigi ke arah
distal dan labial.
2. Membuka lus kedua untuk menggerakkan gigi ke labial.
(Tang Round Round)
 Diameter kawat:
0,5 – 0,6 mm
 Letak klamer:
Koil terletak di pusat lingkaran atau disepanjang garis bisektris yang membagi sudut
lintasan gigi dari titik awal (starting point) ke titik akhir (finishing point).
 Sudut klamer:
 Bagian klamer:
a. Lengan adalah bagian yang memeluk mahkota gigi kemudian memanjang ke arah
pusat lingkaran. Berfungsi untuk mendorong gigi ke arah mesial atau distal
sepanjang lengkung gigi.
b. Koil adalah lanjutan lengan yang membentuk lingkaran satu atau dua kali putaran
dengan diameter 2 mm, merupakan sumber kelentingan pegas yang menghasilkan
kekuatan aktif untuk menggerakkan gigi.
c. Basis adalah bagian pegas yang merupakan lanjutan dari koil yang dipatrikan pada
mainwire atau di tanam dalam plat akrilik.

5. Caninus Retraktor dok neti 36, kelas c 6


Menggerakkan gigi caninus ke arah distopalatal, biasanya disertai pencabutan.
 Cara aktivasi dan tang yang digunakan: Masukkan tang round round/3
jari/borobudur ke dalam koil, gerakan finger ke distal, sempitkan lengan koil
untuk menggerakkan gigi ke palatal dengan tang flat flat.
 Diameter kawat: 0,6-0,7 mm
 Letak klamer: Pemasangannya dapat dipatrikan pada busur labial atau ditanam ke
dalam plat akrilik
 Sudut klamer:
 Bagian klame:
6. Single Lus + Kait kelas c 7
 Cara aktivasi dan tang yang digunakan:
Mengecilkan lus, mengaitkan elastis pada koil yang dihubungkan ke klamer adam
dengan round flat. (round flat)
 Diameter kawat:
0,7 mm
 Letak klamer:
 Sudut klamer:
 Bagian klame:
7. Busur Labial dok neti 41, kelas c 9
Merupakan kawat melengkung yang menempel pada permukaan labial gigi (meretraksi
gigi depan kea rah lingual/palatal, mempertahankan lengsung gigi dari arah labial,
mempertinggi retensi dan stabilitas alat, dan pempat pematrian pegas)
 Cara aktivasi dan tang yang digunakan: Menekuk puncak loop menggunakan tang
3 jari/round-round/round flat
 Diameter kawat: 0,7 mm
 Letak klamer: menempel pada permukaan labial gigi anterior, umumnya setinggi
sepertiga mahkota dari tepi insisal gigi
 Bagian dan sudut klamer:
a. Basis: merupakan bagian yang tertanam di plat akrili
b. Pundak: Merupakan kawat lanjutan dari basis keluar dari plat akrilik di ujung
Verkeilung melewati daerah interdental gigi..
c. Lup: berbentuk huruf “U” sehingga disebut U loop
d. Lengkungan labial: Lanjutan dari lup U membelok membentuk sudut 90
dalam arah horisontal melengkung dan menempel pada permukaan labial gigi
anterior umumnya setinggi sepertiga panjang mahkota dari tepi insisal gigi
atau dapat juga bervariasi lebih ke servikal atau lebih ke insisal tergantung
dari gerakan gigi yang diinginkan:
- Untuk hasilin gerakan gigi secara bodily, letaknya lebih kearah servikal
- Agar menghasilkan gerakan tiping/titling letaknya lebih kearah insisal.
8. Double Mershon kelas c 10
 Cara aktivasi dan tang yang digunakan:
Aktivasi: membuka lus dengan tang round-round / 3 jari / borobur
(Round Round, 3 Jari, Borobudur)
 Diameter kawat:
0,7 mm
 Letak klamer:
 Sudut klamer:
 Bagian klame:
9. Eye Let kelas c /11
Sebagai retensi
 Cara aktivasi dan tang yang digunakan: menggunakan tang borobudur
 Diameter kawat: 0,7 mm
 Letak klamer:
 Sudut klamer:
 Bagian klame:
10. Adam’s Klamer + Kait dok neti 21/22
 Cara aktivasi dan tang yang digunakan:
(Tang 3 jari, Borobudur, Round Flat)
 Diameter kawat:
 0,7 mm
 Letak klamer:
 Sudut klamer:
 Bagian klame:
11. Adams Klamer dok neti 18, kelas c 12
Merupakan alat retensi plat aktif yang paling sering digunakan.
 Cara aktivasi dan tang yang digunakan: Cengkram disesuaikan dengan menekuk
kawat pada dua titik (menggunakan tang 3 jari, round flat, dan Borobudur)
 Diameter kawat: kawat stainless steel dengan ukuran 0,7mm pada molar dan
premolar permanen, dan molar desicui, 0,6 mm untuk gigi kaninus
 Letak klamer: gigi molar, premolar, dan kaninus
 Sudut klamer:
 Bagian klamer:
a. Cross bar: Merupakan bagian kawat sepanjang 2/3 mesiodistal gigi anchorage
yang akan dipasangi, posisi sejajar permukaan oklusal, terletak 1 mm di
sebelah bukal permukaan bukal , tidak tergigit ketika gigi beroklusi.
b. U loop: Terletak di ujung mesial dan distal cross bar. Menempel pada permukaan
gigi di daerah undercut bagian mesiobukal dan distobukal.
c. Pundak: Merupakan lanjutan U loop melewati daerah interdental di bagian oklusal
sisi mesial dan distal gigi anchorage . bagian ini harus tidak tergigit sewaktu
gigi beroklusi.
d. Basis: Ujung kawat pada kedua sisi tertanam di dalam plat akrilik , diberi bengkokan
untuk retensi