Anda di halaman 1dari 20

PENGAUDITAN II

SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN

OLEH

KELOMPOK 7 :
ATIKAH MAHARANI (1610533002)
CINDY NABILA ( 1610533004)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ANDALAS
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat
dan karunianya sehingga kami, Kelompok 5 dapat menyelesaikan sebuah makalah ya
ng berjudul “Siklus Persediaan dan Pergudangan “ dengan tepat waktu.

Selanjutnya, kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini terdapat ke


tidaksempurnaan. Oleh karena itu, kami mohon kerjasamanya agar pembaca bersedia
memberikan kritik dan saran untuk mencapai keadaan yang lebih baik.

Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak dan referensi yang kami gunak
an. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Padang, April 2019

Kelompok 7
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Siklus persediaan dan pergudangan merupakan siklus yang unik karena hubungan
nya yangerat dengan siklus transaksi lainnya. Bagi perusahaan manufaktur, bahan bak
u memasukisiklus persediaan dan pergudangan dari siklus akuisisi danpembayaran, se
mentara tenaga kerjalangsung memasukinya dari siklus penggajian dan personalia. Si
klus persediaan dan pergudangan diakhiri dengan penjualan barang dalam siklus penj
ualan dan penagihan.
Persediaan bagi perusahaan manufaktur merupakan hal yang sangat material karen
a sebagianmodal kerjanya digunakan untuk menghasilkan persediaan. Biaya persediaa
n mencakup bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead manufaktur. Karena per
sediaan bersifatmaterial bagi kebanyakan perusahaan manufaktur, maka meminjam se
jumlah uang denganmenggunakan persediaan sebagai jaminannya sudah menjadi lazi
m.
Bagi perusahaan yang memiliki gudang persediaan diberbagai tempat dan memili
ki persediaan yang merupakan barang konsinyasi dalam guudang penyimpanannya. S
elain itudengan tersebarnya persediaan pada berbagai tempat, memungkinkan terjadin
ya penggelapan persediaan jika pengendalian intern yang dimiliki perrusahaan tdk dic
egah.
Mengingat besarnya risiko yang dapat muncul dalam sistem persediaan maka perusah
aan berusaha merancang pengendalian intern yang efektif di setiap sistem persediaann
ya. Pengendalian intern yang tercipta sangat penting bagi perusahaan yang laporan ke
uangannyaharus diaudit oleh akuntan publik. Pengendalian intern ini selain mempeng
aruhi keandalaniinformasi juga akan mempengaruhi luasnya lingkup pengujian yang d
ilakukan oleh akuntan publik khususnya pengujian substantif yang tergantung pada pe
ngendalian internyang didesain dan diterapkan oleh klien. Selain itu struktur pengend
alian intern y yang efektif akansangat mempengaruhi risiko pengendalian yang harus
diterapkan oleh auditor dalammengaudit laporan keuangan kliennya dan banyak bukti
yang harus dikumpulkan serta prosedur pengujian substantif atas saldo perusahaan kli
en.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada uraian latar belakang di atas, penulis dapat mengangkat permas
alahan dalam makalah ini yaitu :

1. Jelaskan siklus audit Persediaan dan pergudangan


2. Apa bagian-bagian audit persediaan
3. Bagaimana pengamatan fisik atas persediaan

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu siklus audit persediaan dan pergudangan
2. Untuk mengetahui apa bagian-bagian audit persediaan
3. Untuk mengetahui apa pengamatan fisik atas persediaan
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Audit Siklus Persediaan Dan Pergudangan


Siklus persediaan dan pergudangan merupakan siklus yang unik karena hubun
gannya yang erat dengan siklus transaksi lainnya. Siklus persediaan dan pergudangan
di akhiri dengan penjualan barang dalam siklus penjualan dan penagihan. Bahan baku
dan buruh langsung masuk ke siklus persediaan dan pergudangan, masing – masing d
ari siklus perolehan dan pembayaran. Siklus persediaan dan pergudangan diakhiri den
gan penjualan barang dalam siklus penjualan dan penerimaan kas.
Faktor – faktor yang mempengaruhi kerumitan audit persediaan meliputi :
1. Persediaan umumnya adalah bagian utama dalam neraca, dan seringkali merupakan
perkiraan terbesar yang masuk ke modal kerja.
2. Persediaan dapat tersebar di beberapa lokasi yang menyulitkan pengendalian fisik d
an perhitungannya. Perusahaan harus menempatkan persediaannya sedemikian rupa s
ehingga mudah diakses untuk efisiensi produksi dan penjualan produk, tetapi penyeba
ran ini sering menimbulkan kesulitan pelaksanaan audit.
3. Keseragaman persediaan menciptakan kesulitan auditor. Seperti perhiasan, kimia, d
an suku cadang elektronik sering menyulitkan observasi dan penilaian
4. Penilaian persediaan juga dipersulit oleh faktor ketinggalan jaman dan perlunya me
ngalokasikan biaya manufaktur ke persediaan.
 
B. Fungsi Bisnis dalam Siklus Serta Dokumen dan Catatan yang Terkait
Persediaan memiliki banyak bentuk yang berbeda, tergantung pada sifat bisnis
nya. Untuk bisnis ritel atau grosir, akun terbesar dalam laporan keuangan sering kali b
erupa persediaan barang dagang yang tersedia untuk dijual. Untuk mempelajari siklus
persediaan dan pergudangan, kita akan menggunakan contoh perusahaan manufaktur,
yang persediaannya mungkin meliputi bahan baku, suku cadang dan perlengkapan ya
ng dibeli untuk digunakan dalam produksi, barang dalam proses manufaktur, dan bara
ng jadi yang tersedia untuk dijual. Siklus persediaan dan pergudangan dapat dianggap
sebagai terdiri dari dua sistem terpisah tetapi terkait erat, di mana yang satu melibatka
n arus fisik bang dan yang lainnnya dengan biaya terkait. Enam fungsi bisnis akan me
mbentuk siklus persediaan dan pergudangan:

1. Memroses Pesanan Pembelian        


Siklus persediaan dan pergudangan dimulai dengan akuisisi bahan baku untuk pro
duksi. Pengendalian yang memadai terhadap pembelian harus diselenggarakan apakah
pembelian persediaan adalah berupa bahan baku suatu perusahaan manufaktur atau ba
rang jadi bagi perusahaan ritel. Permintaan pembelian adalah formulir yang digunaka
n untuk meminta departemen pembelian untuk memesan persediaan. Permintaan terse
but dapat dilakukan oleh personil ruang penyimpanan bahan baku yang diperlukan, de
ngan perangkat lunak computer yang terotomatisasi ketika bahan baku mencapai tingk
at yang telah ditentukan terlebih dahulu, dengan pesanan yang dilakukan atas abahan
baku yang diminta unutk memenuhi pesanan pelanggan, atau melalui pesanan yang di
lakukan atas dasar perhitungaan bahan baku secara periodik.
2. Menerima Bahan Baku
Penerimaan bahan baku yang dipesan, yang juga merupakan bagian dari siklus ak
uisisi dan pembayaran, melibatkan inspeksi atas bahan yang diterima menyangkut kua
ntitas dan kualitasnya. Departemen penerimaan akan membuat laporan penerimaan ya
ng menjadi bagian dari dokumentasi sebelum pembayaran dilakukan. Setelah inspeksi,
bahan itu dikirim ke ruang penyimpanan dan slinan dokumen penerimaan, atau peme
britahuan atau notifikasi elektronik mengenai penerimaan barang, biasanya diserahka
n ke bagian pembelian, ruang penyimpanan, dan utang usaha. Pengendalian dan akunt
abilitas merupakan hal penting unutk semua transfer tersebut.
3. Menyimpan Bahan Baku
Setelah diterima, bahan itu biasanya disimpan diruang penyimpanan. Ketika depar
temen lainnya memerlukan bahan untuk produksi, personil ruang penyimpanan menye
rahkan permintaan bahan yang telah disetujui secara layak, mengerjakan pesanan, ata
u dokumen serupa atau pemberitahuan elektronik yang mengindikasikan jenis dan kua
ntitas bahan yang diperlukan. Dokumen permintaan ini digunakan untuk memperbaha
rui file induk persediaan perpetual dan mencatat transef dari akun bahan baku kea kun
barang dalam proses. Pembaharuan tersebut dilakukan secara otomatis dalam organisa
si yang memiliki sistem perangkat lunak akuntansi dan manajemen persediaan terinter
grasi.

4. Memroses Barang
Pemrosesan persediaan sangat bervariasi dari perusahaan ke perusahaan. Perusaha
an menentukan item dan kuantitas barang jadi yang akan dibuat berdasarkan pesanan
khusus dari pelanggan, peramalan penjualan, tingkat persediaan barang jadi yang tela
h ditentukan sebelumnya, dan operasi produksi yang ekonomis. Departemen pengend
alian produksi yang terpisah sering kali bertanggung jawab untuk menentukan provisi
untuk memperhitungkan kuantitas yang diproduksi, pengendalian atas sisa bahan, pen
gendalian kualitas, dan perlindungan fisik bahan dalam proses. Setiap departemen pro
duksi biasanya bertanggung jawab untuk mereview laporan produksi dan sisa bahan y
ang dibuat computer, yang menyediakan informasi yang bermanfaat bagi akuntansi un
tuk mencatat transfer bahan dan menentukan biaya produksi.
Sistem akuntansi biaya yang memadai merupakan bagian penting dari pemrosesan fun
gsi barang bagi semua perusahaan manufaktur. Sistem tersebut menunjukkan profitabi
litas relative produk untuk perencanaan dan pengendalian manajemen serta menilai pe
rsediaan untuk menyusun laporan keuangan. Terdapat dua jenis sistem biaya : sistem
biaya pekerjaan dan sistem biaya proses, tetapi terdapat banyak variasi dan kombinasi
dari kedua sistem tersebut.dalam sistem biaya pekerjaan (job cost system), biaya diak
umulasikan oleh setiap pekrjaan ketika biaya dikeluarkan dan biaya tenaga kerja terja
di. Dalam sistem biaya proses (process cost system), biaya diakumulasikan berdasarka
n proses, dengan biaya per unit untuk setiap proses dibebankan ke produk melalui pro
ses tersebut.
Catatan akuntansi biaya terdiri dari fileinduk, neraca lajur, dan laporan yang mengaku
mulasikan biaya bahan, tenaga kerja, dan overhead berdasarkan pekerjaan atau proses
ketika biaya tersebut dikeluarkan. Ketika pekerjaan atau produk telah selesai, biaya ya
ng terkait ditransfer dari barang dalam proses ke barang jadi pada laporan departemen
produksi.
5. Menyimpan Barang Jadi
Ketika barang jadi telah selesai, barang itu ditempatkan diruang penyimpanan me
nunggu dikirim. Dalam perusahaan yang memiliki pengendalian internal yang baik, b
arang jadi disimpan dibawah pengendalian fisik yang terpisah, disuatu area dengan ak
ses terbatas. Pengendalian barang sering kali dianggap sebagai bagian dari siklus penj
ualan dan penagihan.
6. Mengirimkan Barang Jadi
Pengiriman barang jadi merupakan bagian dari siklus penjualan dan penagihan. Pe
ngiriman actual barang kepada pelanggan dalam pertukaran dengan kas atau aktiva lai
nnya, seperti piutang usaha, menciptakan pertukaran aktiva yang diperlukan untuk me
menuhi criteria pengakuan pendapatan. Untuk sebagian besar transaksi penjualan, pen
giriman actual merupakan pemicu untuk mengakui piutang usaha terkait dan penjuala
n terkait dalam sistem akuntansi. Jadi, pengiriman barang jadi harus diotorisasi oleh d
okumen pengiriman yang disetujui secara layak.
Bagi banyak perusahaan, terdapat pergerakan barang secara fisik dalam perusahaan ke
tika mentransfer persediaan dari bahan baku ke barang dalam proses ke barang jadi. S
erupa denga pengiriman barang jadi, transfer persediaan dalam siklus persediaan dan
pergudangan harus diotorisasi oleh dokumentasi transfer yang layak untuk memastika
n keakuratan transfer biaya antarakun persediaan pada neraca.

C. Bagian-Bagian Audit Persediaan


Tujuan menyeluruh dalam audit atas persediaan dan pergudangan adalah untu
k menetuksn apakah persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi tela
h disajikan secara wajar dalam laporan keuangan. Siklus dasar persediaan dan pergud
angan dapat dibagi menjadi 5 bagian tesendir :
a. Mengakuisisi dan mencatat bahan baku, tenaga kerja dan overhead.
·         Terdapat 3 fungsi utama audit dalam aktivitas ini, mencakup proses pemesanan pemb
elian, penerimaan bahan baku dan penyimpanan bahan baku.
·         Auditor harus memahami pengendalian internal terkait 3 fungsi tersebut. Kemudian
melakukan pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi baik dala
m siklus akuisisi dan pembayaran serta siklus penggajian dan personalia, yang keselur
uhan harus memenuhi tujuan audit bahwa semua telah dilakukan secara efektif dan di
nyatakan secara benar.

b. Mentrasfer Aktiva Dan Biaya


Hal ini terkait dengan memproses barang dan menyimpan barang jadi. Klien memperh
itungkannya dalam catatan akuntansi biaya yang independen dan diuji sebagai bagian
dari audit siklus persediaan dan pergudangan. 

c. Mengirimkan barang dan mencatatat pendapatan secra biaya


Auditor harus memahami dan menguji pengendalian internal terhadap pencatatan dan
pengiriman sebagai bagian dari siklus audit tersebut.
d. Mengamati Persediaan Secara Fisik 
Pengamatan perhitungan fisik persediaan oleh klien diperlukan untuk menentukan apa
kah  persediaan yang tercatat bener-benar ada pada tanggal neraca dan dihitung denga
n benar oleh klien. Persediaan adalah area audit pertama dimana pengamatan fisik ada
lah jenis bahan bukti yang penting yang digunakan untuk $erifikasi saldo akun tersebu
t.
e. Menetapkan harga dan mengkompilasi persediaan.
         Pengujian biaya yang digunakan untuk menilai persediaan harus di uji untuk menentu
kan klien telah mengikuti secara benar metode persediaan dan sesuai dengan aturan ,
hal ini merupakan prosedur audit yang disebut pengujian harga
        Pengujian kompilasi perlu dilakukan auditor untuk memverifikasi penghitungan telah
di ikhtisarkan secara benar dan telah di footing secara benar pada saldo persediaan bu
ku besar umum yang sama.

D. Prosedur Analitis
Prosedur analitis itu penting pada audit atas persediaan dan pergudangan dan j
uga pada siklus siklus lain. Tabel dibawah ini mencantumkan beberapa prosedur anali
tik yang umum di pakai,dan kemungkinan salah saji yang diindikasikan jika ada flukt
uasi. Beberapa dari prosedur analitik dibawah dibahas pada silkus lainnya. Contoh ad
alah persentase marjin kotor.
Prosedur analitis Kemungkinan salah saji
Bandingkan persentase marjin kotor dengan Salah saji atau kurang saji persediaan dan ha
tahun sebelumnya. rga pokok penjualan.
Bandingkan perputaran persediaan (Harga p Investasi keusangan persediaan yang memp
okok penjualan dibagi dengan persediaan rat engaruhi persediaan dan harga pokok penjua
a-rata) dengan tahun sebelumnya. lan
Bandingkan persediaan biaya perunit denga Salah saji atau kurang saji biaya perunit, yan
n tahun sebelumnya. g mempengaruhi persediaan dan harga poko
k penjualan.
nilai persediaan yang diperluas dengan tahu Salah saji dalam kompilasi, biaya perunit, at
n sebelumnya. au pengalian, yang mempengaruhi persediaa
n dan harga pokok penjualan.
Bandingkan biaya produksi tahun berjalan d Salah saji biaya perunit persediaan, khususn
engan tahun sebelumnya (biaya variabel har ya biaya tenaga kerja langsung dan overhea
us disesuaikan jika ada perubahan volume). d pabrik, yang mempengaruhi persediaan da
n HPP.

E. Audit Akuntansi Biaya


Audit akuntansi biaya dimulai dari transfer internal bahan baku hingga persedi
aan barang jadi, namun penting juga untuk mengetahui sistem dan pengendalian yang
berhubungan dengan transfer biaya persediaan yang diperhitungkan dalam catatan aku
ntansi biaya.
1.  Pengendalian akuntansi biaya, dibagi menjadi dua kategori secara luas yaitu:
a. Pengendalian fisik (bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi): untuk
mencegah kerugian akibat penyalahgunaan dan pencuarian. Perusahaan dapat
melakukan pemisahan tugas dan membatasi akses ke area penyimpanan. Meng
gunakan dokumen yang dipranomori untuk mengotorisasi pergerakan persedia
an. Permintaan persediaan harus berdasarkan otorisasi yang layak
b. Pengendalian terhadap biaya terkait: bermanfaat karena menyediakan catatan
persediaan yang ada di tangan, menyediakan penggunaan bahan baku dan penj
ualan untuk mereviuw item using atau bergerak lambat, menyediakan catatan
untuk mempertanggungjawabkan apabila ditemukan selisih antara penghitung
an fisik dan jumlah tersaji.
2.  Pengujian akuntansi biaya, terdapat 4 aspek yang sangat diperhatikan auditor terkai
t:
a. Pengendalian fisik terhadap persediaan: auditor melakukan pengendalian fisik
dengan memeriksa area penyimpanan, meminta custodium persediaan menjela
skan tugasnya. Jika pengendalian fisik sangat tidak memadai auditoe harus me
mperluas observasi pengujian persediaan fisik.
b. Dokumen dan catatan untuk mentransfer persediaan: auditor tertuju untuk me
mverifikasi transfer persediaan dengan harus memahami pengendalian interna
l klien, melaksanakan pengujian pengendalian atau pengujian substantive atas
transaksi untuk menguji tujuan audit.
c. File induk persediaan perpetual: relibilitas file induk persediaan perpetual me
mepengaruhi penetapan waktu dan lingkup pemeriksaan fisik persediaan oleh
auditor
d. Catatan biaya per unit: keakuratan catatan sangatlah penting untuk menyataka
n secara wajar persediaan. Auditor harus memahami pengendalian internal dal
am sistem akuntansi biaya, melakukan verifikasi internal. Auditor harus mera
ncang pengujian yang sesuai untuk mengurangi pengujian substanstif.

F. Pengamatan Fisik Atas Persediaan


Auditor diharuskan melakukan pengujian pengamatan fsik atas persediaan seja
k terjadinya pelanggaran besar yang melibatkan adanya pencatatan persediaan fiktif.
Kejahatan ini tidak ditemukan karena auditor tidak melakukan pengamatan fsik atas p
ersediaan dan pada saat itu memang tidak disyaratkan. PSA 07 (SA 331) sekarang me
nyatakan auditor untuk memeriksa efektivitas metode klien dalam penghitungan perse
diaan dan mendapatkan keyakinan dari klien atas kuantitas dan kondisi fsik persediaa
n. Untuk memenuhi persyaratan tersebut auditor harus :
-Hadir pada saat klien menghitung persediaan untuk menentukan saldo akhir t
ahun.
-Mengamati rosedur penghitungan klien
-Melakukan tanya jawab kepada klien tentang prosedur penghitungan mereka
-Melakukan pengujian terpisah atas penghitungan fisik
Point penting dalam adalah klien bertanggung jawab untuk menyusun prosedu
r penghitungan fsik akurat atas persediaan dan membuat pencatatannya. Sedan
gkan Auditor bertanggung jawab mengevaluasi dan mengamati prosedur klien
termasuk melakukan pengujian penghitungan persediaan dan mengambil kesi
mpulan apakah persediaan fsik sudah memadai.
1. Pengendalian atas Penghitungan Fisik 
Pengendalian memadai atas penghitungan fsik persediaan klien mencakup ins
truksi klien atas perhitungan fsik supervisi dari personelyang berwenang verif
kasi internal yang independen terhadap perhituangan rekonsiliasi independen y
ang dilakukan atas penghitungan fisik dengan berkas utama persediaan dan pe
ngendalian memadai ataslembar penghitungan atau label yang digunakan untu
k penghitunganpersediaan.
2. Keputusan Audit
Keputusan ini mencakup penentuan prosedur audit penetapan waktu dilaksana
kannya prosedur penentuan jumlah sample dan pemilihan sampel untuk diuji b
erikut tiga keputusan audit :
a. Penetapan Waktu.
Auditor memutuskan apakah penghitungan fsik dapat dilakukans ebelu
m akhir tahun terutama dengan dasar akurasi berkas utama persediaan
perpetual. Auditor dapat membandingkan catatan dengan persediaan ak
tual berdasarkan sampel pada waktu yangdiinginkan sepanjang tahun s
elama pengendalian ataspenambahan dan pengurangan pada pencatatan
perletual sudahdiuji dan hasilnya efektif.
b. Jumlah Sample
Jumlah jenis persediaan yang harus dihitung auditor sering kali sulitdit
entukan karena auditor harus berkonsentrasi untuk mengamati prosedu
r klien. Agar memudahkan jumlah sampel dalampengamatan fsik dapat
diambil dari jumlah total jam yangdihabiskan bukan jumlah jenis perse
diaan yang dihitung.
c. Pemilihan Sample.
Saat auditor melakukan pengamatan atas penghitungan persediaan mer
eka harus berhati-hati dalam :
•Mengamati penghitungan atas jenis persediaan yangsignifkan dan sam
pel dari persediaan tertentu
•Melakukan tanya jawab atas jenis yang mungkin usang ataurusak
•Mendiskusikan dengan manajemen alasan tidakdimasukannya persedi
aan tertentu
Pengujian atas pengamatan fisik bagian terpenting dalam pengamatan persediaan adal
ah menetukanapakah penghitungan fsik yang dilakukan sesuai dengan instruksi klien.
Agar dapat dilakukan secara efektif maka auditor perlu hadir pada saatpenghitungan d
ilakukan Auditor juga harus memeriksa seluruh area fsik dimana persediaandisimoan
untuk memastikan bahwa seluruh persediaan dihitung dan diberilabel dengan benar. K
otak atau sarana penyimpanan lain juga harusdibuka selama pengujian penghitungan u
ntuk memastikan bahan persediaan memang ada.

G. Audit Penetapan Harga Dan Kompilasi


Pengujian harga persediaan mencakup semua pengujian atas harga perunit klien untuk
menentukan semua sudah benar. Sedangkan pengujian kompilsi persediaan mencakup
menguji ikhtisar penghitungan persediaan klien, menghitng kembali harga dikalikan d
engan kuantitas, penjumlahan ikhtisar persediaan dan menelusuri total ke buku besar.
Terdapat hal perlu diperhatikan antara lain
1. Pengendalian penetapan harga dan kompilasi: pencatatan biaya standar mengin
dikasikan selisih dalam bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Catatan ini ber
guna untuk mengevaluasi kewajaran biaya produksi jika manajemen selalu me
mperbarui prosedur terkait perubahan dalam proses produksi dan biaya. Klien p
erlu melakukan pengendalian atas kompilasi persediaan untuk memastikan per
hitungan fisik diringkas dengan benar.
2. Prosedur penetapan harga dan kompilasi: menggunakan daftar tujuan audit dan
pengujian terkait untuk penetapan harga serta kompilasi, kecuali pisah batas ka
rena dilakukan pada bagian penjualan.
3. Penilaian persediaan: dalam melakukan pengujian penilaian persediaan auditor
harus memperhatikan 3 hal yaitu metode yang digunakan harus sesuai dengan
SAK, penerapan metode harus konsisten dari tahun ke tahun, biaya persediaan
versus nilai pasar harus dipertimbangkan. Metode untuk memverifikasi penetap
an harga persediaan  tergantung pada hal berikut:
a. Penetapan harga persediaan yang dibeli: auditor harus menetapkan metode
penilaian persediaan yang digunakan perusahaan, auditor harus focus pada
nilai uang yang lebih besar pada produk yang harganya berfluktuasi dan m
enguji sampel representative.
b. Penetapan harga persediaan yang dibuat: Dalam menetapkan harga bahan
baku auditor harus mempertimbangakan biaya perunit dan jumlah bahan b
aku untuk menghasilkan output, dari memeriksa spesifikasi rekayasa, mem
eriksa barang jadi dan menemukan metode yang serupa. Menguji tenaga k
erja langsung auditor memverifikasi biaya per jam dan jumlah jam yang di
perlukan untuk membuat output dari spesifikasi rekayasa atau sumber seru
pa. Menguji overhead manufaktur auditor harus mengevaluasi metode yan
g digunakan klien menyangkut konsistensi dan kelayakan
c. Harga pokok atau harga pasar: auditor harus menetapkan biaya pengganti a
tau nilai realisasi bersih yang terendah dari biaya historis, mempertimbang
kan nilai penjualan item persediaandan dampak dari fluktuasi harga yang c
epat untuk menentukan nilai realisasi bersih, mempertimbangankan kemun
gkinan keuasangan ketika melakukan evaluasi.

H. Integrasi Pengujian
Terdapat serangkaian pengujian yang terintegrasi atas siklus persediaan dan pe
rgudangan:
1. Pengujian siklus akuisisi dan pembayaran: terkait auditor memperoleh bukti k
eakuratan bahan baku dan semua biaya manufaktur kecuali tenaga kerja.
2. Pengujian siklus penggajian dan personalia: auditor memperoleh bukti terkait
biaya tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung.
3. Pengujian siklus penjualan dan penagihan: auditor dapat melakukan pengujian
audit terkait penyimpanan barang jadi serta pengiriman dan pencatatan pada ju
rnal.
4. Pengujian akuntansi biaya: sebagai cara untuk memverifikasi pengendalian ya
ng mempengaruhi persediaan, antara lain pengendalian fisik, transfer biaya per
sediaan hingga ke barang jadi, file induk persediaan perpetual dan catatan biay
a per unit.
5. Persediaan fisik, penetapan harga dan kompilasi:
a. Dalam menguji persediaan fisik: auditor dapat mengamati dan menguji
perhitungan fisik pada waktu selain akhir tahun dan mengandalkan file
perpetual untuk menyimpan catatan kuantitas yang memadai.
b. Dalam menguji biaya per unit / penetapan harga: auditor dapat menggu
nakan catatan biaya standar untuk melakukan perbandingan dengan bia
ya perunit, jika biaya standar digunakan untuk menyajikan biaya histor
is, biaya itu harus diuji reliabilitasnya.
c. Menguji pengendalian, pengujian substantif atas transaksi serta saldo p
ersediaan, dan mengintegrasikan pengujian yang berhubungan dengan t
ujuan audit berkait saldo dengan pengujian yang dilaksanakan untuk m
emenuhi empat tujuan penyajian dan pengungkapan: auditor harus me
mahami pengendalian internal klien yang berhubungan dengan pengun
gkapan persediaan, kemudian melakukan pengujian pengendalian serta
substatif lainnya untuk memperoleh bukti yang tepat yang mencukupi
bagi masing-masing dari empat tujuan penyajian dan pengungkapan.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Audit atas persediaan adalah bagian yang paling kompleks dan menghabiskan waktu
dalam audit, karena hal-hal berikut :
· Persediaan adalah bagian utama dalam neraca, dan seringkali merupakan akun terbes
ar yang melibatkan modal kerja.
· Persediaan dapat terbesar di beberapa lokasi yang menyulitkan perhitungan dan pen
gendalianfisik. Perusahaan menempatkan persediaannya sedemikian rupa untuk efesie
nsi produksi dan penjualan, tetapi penyebaran ini sering menimbulkan kesulitan audit
or yang besar.
·  Bermacam ragam persediaan juga menyulitkan auditor. Barang-barang seperti perhi
asan, bahan kimia, suku cadang elektronik sering menyulitkan pengamatan dan penila
ian.
· Penilaian persediaan juga dipersulit oleh faktor keusangan dan perlunya mengalokas
ikan biaya manufaktur ke persediaan.
· Ada beberapa metode penilaian persediaan yang dapat diterima, tapi klien harus me
makai metode tersebut secara konsisten dari tahun ke tahun terlebih lagi sering perusa
haan menggunakan metode penilain persediaan yang berada untuk jenis persediaan ya
ng berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Arens, Alvin. A, Loebbecke, James.K. 1990. “Auditing : Suatu Pendekatan Terpadu”


Jusuf, Amir Abadi. 1993. “Auditing: Pendekatan Terpadu”
Pertanyaan dan Jawaban Diskusi

1. M. Alikhvan S ( Kelp 9)
Pertanyaan : Bagaimana perhitungan secara fisik oleh auditor jika persediaan
terbagi dalam beberapa posisi ?

Jawaban : jika persediaan suatu perusahaan itu tersebar dibeberapa tempat


maka cara auditor dalam mengauditnya yaitu dengan melakukan audit secara
serentak atau waktu yang sama sehingga tidak terjadi kecurangan seperti per
pindahan barang antar gudang.
2. Randy Primahadi ( Kelp 9)
Pertanyaan : Bagaimana cara memilih sampel yang tepat dalam siklus per
gudangan? Dan bagaimana cara auditor memastikan apabila persediaan auditee yai
tu beras benar sesuai dengan yang ada digudang ?

Jawaban : Saat auditor melakukan pengamatan atas penghitungan persediaan


mereka harus berhati-hati dalam :
•Mengamati penghitungan atas jenis persediaan yangsignifkan dan sampel dari
persediaan tertentu
•Melakukan tanya jawab atas jenis yang mungkin usang ataurusak
•Mendiskusikan dengan manajemen alasan tidak dimasukannya persediaan tert
entu.
Untuk memastikan bahwa barang yang ada dalam karung yang ada dalam gud
ang itu beras auditor dapat langsung mengecek faktur pembelian beras tersebut
apakah sesuai dengan kuantitas dan lain-lainnya atau auditor dapat mendatangi
langsung toko beras tersebut dan melakukan pemeriksaan transakis apa saja an
atara kedua belah pihak.

3. Mutiara Zanzabila
Pertanyaan : mengapa pisah batas yang tepat atas penjualan dan pembelian
sangat tergantung pada pengawasan persediaan, kenapa tidak perpetual ?
Jawaban : Cut-of atau pisah batas adalah pemisahan catatan transaksi periode
saat ini dengan periode tahun berikutnya. Tujuan cut-of bagi auditor adalah
untuk memeriksa apakah transaksi- transaksi telah dicatat sesuai dengan
tanggal dan waktu pisah batas yang telah ditentukan sehingga pencatatan
telah d ilakukan pada periode akuntansi atau tahun buku yang tepat.
Pemeriksaan inil dimaksudkan agar transaksi-transaksi yang telah dicatatdi
tahun sebelumnya tidak dimasukan dalam pencatatan tahun berikutnya.
Sedangkan pemeriksaan di akhir periode dimaksudkan agar transaksi-transaksi
yang dicatat pada akhir tahun tidak dimasukan dalam pencatatan tahun
berikutnya.
4. Faradhita Puti Utari
Pertanyaan :   Bagaimana auditor memeriksa  persediaan Bahan Baku,
persediaan Barang Dalam Proses, persediaan Barang Jadi ? Apakah prosedur
auditnya sama?
Jawaban : Prosedur audit dalam memeriksa ketiga persediaan tersebut sama.
Yang membedakannya hanya pada jenis persediaan dan kelompok- kel
ompoknya. Auditor memiliki relasi dengan bagian-bagian persediaan ters
ebut. Misalnya, auditor memiliki hubungan dengan bagian pada persediaan bar
ang dalam proses, sehingga ketika audior hendak melakukan pemeriksaan, aud
itor dapat meminta dokumen-dokumen pda bagian persediaan dalam proses.

5. Synta Amelia Asril


Pertanyaan : Kendala apakah yang dihadapi oleh auditor dalam mengaudit per
sediaan di gudang ?

Jawaban : Kendala yang dihadapi auditor ketika melakukan pemeriksaan di


gudang adalah karena nilai persediaan umumnya cukup material atau nilainya
besar. Jadi auditor harus mengetahui apa yang harus dilakukan dalam me
meriksa persediaan. Auditor dapat menggunakan acuan atau panduan dal
am mengaudit, yaitu 5 asersi manajemen. Ada keberadaan dan keterjadian, kel
engkapan, hak dan kewajiban, penilain dan alokasi, dan penyajian.
5 asersi :
1. Asersi tentang keberadaan atau keterjadian berhubungan dengan apakah
persediaan entitas ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat
telah terjadi selama periode tertentu.
2. Asersi tentang kelengkapan berhubungan dengan apakah semua transaksi
dan akun persediaan yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah
dicantumkan di dalamnya.
3. Asersi tentang hak dan kewajiban berhubungan dengan apakah persediaan
merupakan hak entitas atau milik pribadi owner.
4. Asersi tentang penilaian atau alokasi berhubungan dengan apakah ko
mponen- komponen persediaan sudah dicantumkan dalam laporan keuangan pad
a jumlah yang semestinya.
5. Asersi tentang penyajian dan pengungkapan berhubungan dengan apakah
komponen-komponen tertentu laporan keuangan diklasifikasikan, dijelaskan,
dan diungkapkan semestinya