Anda di halaman 1dari 11

BAB III

METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana penelitian yang disusun sedemikian
rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban terhadap pertanyaan
penelitian. Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian
eksperimental ( Setiadi,2013).
Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Experiment dengan
pendekatan yang digunakan adalah menggunakan metode post test-only non
equivalent control group yaitu rancangan yang tidak ada kelompok pembanding (
kontrol), mengambil hasil dengan melihat hasil ukur yang telah dilakukan
eksperimen (post test) dan peneliti tidak melakukan randomisasi
( Kelana,2011,hlm.94).
Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian kepada dua kelompok
yaitu pada kelompok perlakuan I diberikan kompres hangat dan kelompok
perlakuan II diberikan mobilisasi dini.

3.2 Kerangka Kerja

POPULASI

Pasien pasca operasi Sectio Caesarea dengan menggunakan spinal


anastesi di ruang Recovery Room

SAMPLING

Non Probability sampling dengan teknik Purposive sampling

SAMPEL

Sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 24 pasien ( 12 kelompok


perlakuan kompres hangat dan 12 kelompok perlakuan mobilisasi
dini )

Kelompok perlakuan kompres hangat Kelompok perlakuan mobilisasi dini

Perlakuan pemberian kompres hangat pada sebelum Perlakuan pemberian mobilisasi dini pada sebelum
pelepasan kateter 1X24 jam ( pada hari pertama pelepasan kateter 1X24 jam ( pada hari pertama
setelah 6 jam pasca operasi dengan menggunakan setelah 6 jam pasca operasi dengan menggunakan
spinal anastesi selama 10 menit ) spinal anastesi selama 10 menit )

Post Test : dilakukan observasi ( pemulihan kandung kemih sesuai dengan ketentuan
setelah pelepasan kateter 1X 24 jam sesudah dilakukan kompres hangat dan mobilisasi
dini pada pasien post sectio caesarea.
ANALISA DATA

Analisis Univariat Analisis Bivariat


Menganalisis pemulihan kandung kemih dari Membandingkan skor kemampuan berkemih pada
kelompok perlakuan I ( kompres hangat) dan kelompok perlakuan I ( Kompres hangat ) dan
kelompok perlakuan II ( mobilisasi dini ) Kelompok perlakuan II ( mobilisasi dini).
dengan penilaian terhadap kemampuan reflek Dilakukan uji normalitas data menggunakan uji
berkemih berdasarkan distribusi dan frekuensi statistik dengan insependent Sample T-Test
dari data umum. program SPSS for Windows dengan tingkat
signifikan p ≤ 0,05 dan tingkat kepercayaan 95%

Penyajian Hasil Penelitian

Gambar 3.1 Kerangka Kerja

3.3 Populasi, Sampel, dan Metode Sampling Penelitian

3.3.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang akan diteliti
(Setiadi,2013).
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua pasien pasca
operasi Sectio Caesarea dengan menggunakan spinal anastesi di Rumah
Sakit Ngudi waluyo wlingi. Jumlah populasi dalam penelitian adalah semua
pasien pasca operasi Sectio Caesarea dengan menggunakan spinal anastesi
di Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi yang berjumlah sekitar 300 orang
pasien dalam 6 bulan terakhir pada bulan Mei-oktober tahun 2019.
3.3.2 Sampel
Sampel adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan
dianggap mewakili seluruh populasi ( Setiadi,2013).Sampel pada penelitian
ini adalah pasien post operasi Sectio Caesarea dengan spinal anastesi yang
memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, dimana kriteria menentukan
dapat dan tidaknya sampel tersebut dapat digunakan.
Berdasarkan studi pendahuluan menunjukkan bahwa jumlah responden
( populasi) kurang dari 1000 yaitu 120 responden sehingga menurut
nursalam(2008) menyatakan bahwa jumlah kurang dari 1000 maka sampel
bisa diambil sebanyak 20%-30% dari jumlah populasi. Jadi sampel
penelitian diambil sebanyak 20% dari populasi sebanyak 120 responden
menjadi 24 pasien yang akan dibagi menjadi 2 kelompok, 12 responden
kelompok perlakuan I yang diberikan kompres hangat dan 12 responden
kelompok perlakuan II diberikan mobilisasi dini.
3.3.3 Teknik Sampling
Teknik pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah
non probability sampling jenis purposive sampling yaitu suatu teknik
penetapan sampling dengan cara memilih sampel dianatar populasi sesuai
dengan yang dikehendaki peneliti ( tujuan/masalah dalam penelitian),
sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah
dikenal sebelumnya ( Nursalam,2017).
3.3.4 Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu
populsi target yang terjangkau dan akan diteliti.Pertimbangan ilmiah harus
menjadi pedoman saat menentukan kriteria inklusi ( Nursalam,2017).Kriteria
inklusi pada penelitian ini diantaranya.
1) Pasien yang komunikatif dengan kesadaran penuh.
2) Pasien post operasi Sectio Caesarea dengan spinal anastesi yang
tidak ada kelainan pada sistem perkemihan di RSUD Ngudi
Waluyo.
3) Pasien post operasi Sectio Caesarea dengan spinal anastesi yang
bersedia menerima perlakuan kompres hangat dan mobilisasi
dini.
4) Pasien pelepasan kateter 1X24 jam pasca operasi
5) Pasien tidak ada kontraindikasi untuk dilakukannya kompres
hangat dan mobilisasi dini.
3.3.5 Kriteria Ekslusi
Kriteria ekslusi adalah menghilangkan/mengeluarkan subjek yang
memenuhi kriteria inklusi sebagai sampel penelitian. Penyebabnya antara
lain keadaan penyakit yang mengganggu hasil, keadaan menggangu
pelaksanaan, hambatan etis, dan subjek menolak partisipasi
( Nursalam,2017).Kriteria ekslusi pada penelitian ini diantaranya :
1) Pasien post operasi Sectio Caesarea dengan spinal anastesi yang
memiliki kontraindikasi untuk dilakukan kompres hangat dan
mobilisasi dini
2) Pasien dengan penyakit penyerta.
3) Pasien tidak kooperatif

3.4 Variabel Penelitian


Variabel adalah karakteristik yang diamati, yang mempunyai variasi nilai
dan merupakan operasionalisasi dari suatu konsep agar dapat diteliti secara
empiris atau ditentukan tingkatannya ( Setiadi,2013)
3.4.1 Variabel Independen ( Bebas)
Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat
( dependen) (setiadi,2013). Variabel independen dari penelitian ini
adalah Kompres Hangat dan Mobilisasi Dini.
3.4.2 Variabel dependen ( terikat )
Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh
variabel bebas atau dependen ( Setiadi,2013). Variabel dependen pada
penelitian ini adalah pemulihan kandung kemih.

3.5 Definisi Operasional


Definisi operasional merupakan penjelasan semua variabel dan istilah yang
akan digunakan dalam penelitian secara operasional sehingga akhirnya
mempermudah pembaca dalam mengartikan makna penelitian ( Setiadi,2013)
3.6.1 Tabel Definisi Operasional
No Variabel Definisi Parameter Instrumen Penelitian Skala Skoring
1 Independen: Suatu tindakan yang Peneliti melakukan kompres SOP - -
Kompres hangat ditujukan pada hangat dengan tepid sponge
responden post bath dengan cara :
operasi Sectio 1. memasukkan air ke
Caesarea dengan dalam tepid sponge
spinal anastesi yang bath dengan suhu
terpasang kateter 40-50 derajat.
dengan cara 2. tidak ada
mengompres bagian kemerahan pada
simfisis pubis area simfisis pubis.
menggunakan tepid 3. Melakukan kompres
sponge bath selama hangat sesuai SOP
10 menit 4. Responden tidak
mengalami keluhan
selama penelitian
2 Independen : Waktu yang peneliti melatih mobilisasi SOP - -
Mobilisasi Dini dibutuhkan pasien dini dengan lembar observasi
pasca operasi Sectio dan mencatat waktu ambulasi
Caesarea dengan dini yang dilakukan pasien
spinal anastesi yang meliputi :
dengan melakukan 1. Nafas dalam ( 3
kegiatan untuk detik selama 3-7x)
menggerakan 2. Miring kanan ( 3
sebagian tubuhnya menit )
dalam bentuk 3. Miring kiri (3 menit)
tindakan berupa 4. Latihan otot gluteal
nafas dalam, miring ( 3 menit)
kiri, miring kanan
dan latihan otot
gluteal yang
dilakukan setelah 6
jam pasca operasi
selama 10 menit.
3 Dependen : Hasil observasi 1. Sensai berkemih Lembar observasi rasio 1. Sensasi berkemih
Pemulihan Kandung setelah dilakukan a. Tidak ada sensasi a. Tidak ada sensasi : 1
Kemih perlakuan Kompres b. Lemah b. Lemah : 2
hangat dan c. Cukup c. Cukup : 3
Mobilisasi dini , d. Kuat d. Kuat : 4
diharapkan pasien 2. Kemampuan memulai 2. Kemampuan memulai
mampu berkemih berkemih berkemih
secara spontan a. Sulit memulai a. Sulit memulai :1
setelah pelepasan b. Mengejan : 2
b. Mengejan
kateter 1X24 jam
c. Sedikit mengejan c. Sedikit mengejan : 3
pasca operasi
d. Mudah d. Mudah : 4
meliputi sensasi
3. Pancaran urine 3. Pancaran urine
Tabel 3.2 Tabel Definisi Operasional
3.6 Pengumpulan Data dan Instrumen
3.6.1 Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data adalah pengumpulan himpunan angka yang
merupakan nilai dari unit sampel sebagai hasil pengamatan atau pengukuran
( Setiadi,2013). Dalam pengumpulan data langkah pertama adalah memilih
pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Dalam penelitian ini,
peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa lembar observasi.
Lembar observasi menurut Sujarweni W. ( 2014) adalah lembar
pengamatan atas penelitian yang sedang diamati oleh peneliti.
Peneliti dengan teknik ini menilai pemulihan kandung kemih setelah
pelepasan kateter ( 1X24 jam pasca operasi) setelah pelaksanaan kompres
hangat dan mobilisasi dini 6 jam pasca operasi selama 10 menit dengan 3x
perlakuan ( dengan jeda waktu 4 menit setiap perlakuan) yang terdapat 4
indikator yakni sensai berkemih, kemampuan memulai berkemih,pancaran
urine, dan sensasi di akhir sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan
berkemih baik,cukup,kurang, dan tidak mampu berkemih ( retensi urine).

3.6.2 Instrumen Penelitian


Menurut Suharsimi Arikunto ( 2000) dalam Sujarweni W. ( 2014)
Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan
digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar
kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Dalam
penelitian ini instrument yang digunakan peneliti adalah instrument
untuk kompres hangat dan mobilisasi dini yaitu SOP mobilisasi dini dan
kompres hangat dengan tepid sponge bath oleh Hidayat,A Aziz
Alimul.2009 dalam buku pengantar Kebutuhan Dasar Manusia :
aplikasi konsep dan proses keperawatan sedangkan untuk penilaian
kemampuan berkemih yaitu lembar observasi oleh Mc Closket (1999)
dalam Danisa ( 2015)

3.6.3 Prosedur Pengumpulan Data


3.6.3.1 Prosedur Pengurusan Perijinan
Prosedur pengurusan perijinan penelitian meliputi :
1. Membuat surat pengantar untuk membuat etikel kliren ke pihak
kampus Poltekkes Kemenkes Malang.
2. Mengurus surat pengantar ke pihak komisi etik dengan membawa
propsal penelitian.
3. Membuat surat pengantar ke bagian kampus untuk Rumah Sakit
Ngudi Waluyo Wlingi.
4. Menyerahkan surat ke bagian diklit rumah sakit dan menemui kepala
ruangan bersalin Rumah Sakit Ngudi Waluyo wlingi Kabupaten
blitar serta menjelaskan tujuan penelitian.
3.6.3.2 Prosedur pengambilan data
Pengambilan data dimulai dengan pengurusan surat ijin
melakukan penelitian yang ditujukan kepada tempat penelitian dan pihak
terkait lainnya. Selanjutnya melaksanakan pengambilan data sesuai
dengan tujuan penelitian.
peneliti sebelumnya telah menetapkan kriteria inklusi dan
langkah – langkah pengambilan data, adalah sebagai berikut :
a. Menetapkan responden sebanyak 24 responden untuk 2
kelompok penelitian
b. Setelah memilih responden yang sesuai dengan kriteria inklusi,
peneliti menjelaskan maksud dan tujuan oengambilan data, serta
meminta persetujuan menjadi responden dengan memberikan
lembar informed consent dan lembar penjelasan penelitian.
c. Melakukan pengkajian pada buku status responden untuk
mengambil data tentang identitas responden dan laporan operasi.
d. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok
perlakuan I diberikan kompres hangat selama 3 x sehari selama
10 menit, kelompok perlakuan II diberikan terapi mobilisasi dini
selama 3x sehari selama 10 menit.pembagian kelompok disusun
secara acak.
e. Menilai kemampuan responden dalam berkemih setelah
pelepasan kateter, terdapat empat kriteria pengukuran yaitu
responden fungsi berkemih baik,cukup,kurung dan tidak mampu
dalam melakukan fungsi berkemih setelah dilakukan perlakuan,
menggunakan lembar observasi.
f. Mendokumentasikan data hasil dari observasi dilembar
observasi kemampuan pasien untuk berkemih.
3.6.4 Teknik Pengolahan data dan penyajian data
Setelah data terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data melalui
tahap-tahap berikut :
1. Editing
Tahap editing merupakan kegiatan memeriksa kembali
kuisioner / lembar observasi yang telah diisi pada saat
pengumpulan data ( Fajar,2009). Setelah data
terkumpul maka dilakukan pengecekan terhadap lembar
observasi. Dalam penelitian ini memeriksa kembali kelengkapan
jawaban pada lembar wawancara mengenai dan karakteristik
responden seperti umur,riwayat, diabetes militus, dan lain-lain.

2. Koding
Koding merupakan kegiatan merubah data ke dalam bentuk yang
lebih ringkas dengan menggunakan kode-kode tertentu
( Fajar,2009).pada penelitian ini skala interval yang diperoleh
dari hasil kuisioner responden mengenai pemulihan kandung
kemih yang akan langsung dimasukkan ke dalam SPSS untuk di
analisa. Pengkodean data pemulihan kandung kemih sebagai
berikut :
4 = Nilai 13-16 : Kemampuan berkemih baik
3 = Nilai 9-12 : Kemampuan berkemih cukup
2 = Nilai 5-8 : Kemampuan berkemih kurang
1 = Nilai 1-4 : Tidak mampu berkemih
3. Pemasukan data
Setelah data diedit dan dilakukan pemberian kode ( koding),
langkah selanjutnya adalah pemasukan data ( Fajar,2009).pada
hasil kuisioner pemulihan kandung kemih dimasukkan kode
sesuai dengan pengkodeaan pada kotak diatas yang selanjutnya
akan dianalisis di SPSS.

4. Tabulating
Adalah proses pengolahan data yang bertujuan untuk membuat
tabel-tabel yang dapat memberikan gambaran statistic
( Fajar,2009).Data yang ditabulasi adalah data pemulihan
kandung kemih sesudah diberikan kompres hangat dan
mobilisasi dini pada masing-masing kelompok perlakuan.

5. Penyajian data
Setelah dilakukan pengolahan data maka data dijelaskan secara
deskriptif melalui narasi dan secara analitik melalui diagram pie
dan diagram batang.

3.7 Lokasi dan Waktu Penelitian


3.7.1 Lokasi
Lokasi penelitian yang digunakan adalah Rumah Sakit Ngudi Waluyo wlingi
yakni di recovery room ruang bersalin.
3.7.2 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei sampai agustus 2019.

3.8 Analisa data


Analisis data merupakan pengumpulan data dari seluruh responden yang
dikumpulkan. Teknik analisa data dalam penelitian analitin menggunakan uji
statistik ( Sugiyono,2009).Analaisa data terdiri dari :
1. Analisis Univariat
Analisis univariat merupakan analisis statistik deskriptif dari
variabel penelitian.Statistik deskriptif digunakan untuk mendiskripsikan
atau menggambarkan data yang telah terkumpul ( Sugiyono,2009).
Analisis univariat untuk mendeskripsikan setiap variabel atau subvariabel
secara terpisah dengan penyajian data melalui tabel,grafik atau
diagram.Analisis univariat pada penelitian ini adalah variabael
karakteristik responden, bvariabel bebas yaitu kompres hangat dan
mobilisasi dini dan variabel terikat yaitu pemulihan kandung kemih.
Pada penelitian ini, peneliti mendiskripsikan karakteristik umum
responden yaitu usia,pekerjaan,jenis operasi dan jumlah cairan infus yang
masuk. Data khusus yaitu menilai pemulihan kandung kemih ( kelompok
perlakuan I dan Kelompok Perlakuan II) yakni :
a) Sensasi berkemih ( 1 : tidak merasakan adanya sensasi, 2 :
merasakan lemah , 3 : merasakan cukup, 4 : merasakan kuat );
b) Kemampuan memulai berkemih ( 1 : kesulitan untuk memulai,
2 : memulai dengan mengejan, 3 : memulai dengan sedikit
mengejan , 4 : memulai dengan mudah );
c) Pancaran urine ( 1 : urine tidak keluar, 2 : menetes, 3 : pancaran
lemah, 4 : pancaran kuat );
d) Sensasi di akhir ( 1 : ada urine yang menetes, 2 : merasakan
masih banyak sisa urine, 3 : merasa masih ada sisa sedikit urine,
4 : tidak ada sisa urine)
Selanjutnya dari nilai seluruh aspek di jumlahkan untuk mengetahui
kemampuan berkemih pasien tersebut dengan intrepetasi sebagai berikut :
4 = Nilai 13-16 : Kemampuan berkemih baik
3 = Nilai 9-12 : Kemampuan berkemih cukup
2 = Nilai 5-8 : Kemampuan berkemih kurang
1 = Nilai 1-4 : Tidak mampu berkemih
Mc Closkey ( 1999) dalam Danisa ( 2015)
Kemudian dianalisis dengan distribusi frekuensi.
2. Analisis bivariat
Analisis bivariat adalah analisa yang dilakukan terhadap dua
variabel yang diduga ada hubungan atau korelasi ( Notoatmodjo,2010).
Analisa bivariat ini berfungsi untuk mengetahui efektivitas pemberian
kompres hangat dan mobilisasi dini pada pemulihan kandung kemih.
Sebelum memnentukan jenis analisis bivariat yang digunakan, dilakukan
uji homogenitas dengan menggunakan Test of Normality Kolmogorov –
Smirnov. Hasil uji homogenitas untuk mengetahui ada atau tidaknya
perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan I dengan
Kelompok perlakuan II berdasarkan karakteristik responden. Uji statistik
yang digunakan dalam penelitian ini jika data berdistribusi normal maka
menggunakan uji analisis uji independent Sample t-Test, jika data tidak
berdistribusi normal maka menggunakan Wilcoxon rank-sum Test atau
Wilcoxom Mann Whitney Test . pada uji Kolmogrov Smirnov ( K-S) dan
didapatkan data hasil uji K-S adalah tidak homogen, sehingga uji statistik
yang digunakan adalah Non-Parametric test Mann Whitney untuk
mengetahui efektivitas antara dua kelompok sampel yaitu kelompok
yang dilakukan kompres hangat dengan kelompok yang dilakukan
mobilisasi dini.
Untuk taraf signifikasi menggunakan 0,05 dengan pengambilan
keputusan jika signifijasi > 0.05 Ho diterima yang artinya tidak ada
pengaruh kompres hangat dan mobilisasi dini terhadap pemulihan
kandung kemih pasien post Sectio Caesarea dengan anastesi spinal, dan
apabila nilai signifikasi ≤ 0,05 maka Ho ditolak yang artinya ada
pengaruh kompres hangat dan mobilisasi dini terhadap pemulihan
kandung kemih pasien post Sectio Caesarea dengan anastesi spinal.
( Sugiyono,2012).

3.9 Penyajian Data


Data yang di peroleh dari masing-masing responden di tampilkan dalam
bentuk tabel kontingensi (Cross Tabulation) dan diagram, setelah itu di
uraikan dalam bentuk naratif sebagai kesimpulan umum.
3.10 Etika Penelitian
Subyek penelitian ini adalah manusia, untuk hal itu diperlukan upaya
perlindungan hak mereka sebagai responden.Adapun hal-hal etik yang terkait
dengan hak responden dalam penelitian adalah sebagai berikut :
1. Persetujuan komisi etik penelitian
Surat persetujuan yang didapatkan peneliti dari komisi etik Poltekkes
Malang.

2. Informed consent
Persetujuan yang diberikan responden setelah mendapat penjelasan
maksud dan tujuan serta dampaknya terhadap responden.
3. Anonimity (Tanpa nama )
Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak mencantumkan
nama pada pedoman pengumpulan data penelitian. Pedoman tersebut
hanya berisi inisial atau nomor kode tertentu.
4. Confidentiality (kerahasiaan)
Informasi yang diberikan oleh responden dijamin kerahasiannya oleh
peneliti dikarenakan hanya kelompok data tertentu saja yang
dilaporkan sebagai hasil penelitian.
5. Equality (keadilan)
Dalam penelitian ini responden tidak mengalami dampak buruk yang
dapat dirasakan oleh responden.