Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Terapi komplementer akhir – akhir ini menjadi sorotan di berbagai negara.
Pengobatan komplementer atau alternative menjadi bagian penting dalam  pelayanan
kesehatan di Amerika Serikat dan negara lainnya (Snyder & Lindquis, 2002). Di
Amerika Serikat terdapat 627 juta orang pengguna terapi alternatif dan 386 juta orang
yang mengunjungi praktik konvensional (Smith et al., 2004). Terapi komplementer atau
biasa dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern,
selain itu terapi komplementer   juga ada yang menyebutnya dengan pengobatan
holistik.
Di Indonesia sendiri terapi komplementer sudah diatur didalam  peraturan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2017 tentang Pelayanan
Kesehatan Tradisional Integrasi menyebutkan dalam Pasal 3 bahwa terapi
komplementer/ trdisional integrasi berfungsi sebagai pelengkap pelayanan kesehatan
konvensional, dan memiliki potensi promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan
meningkatkan kualitas hidup pasien secara fisik, mental dan sosial (Kemenkes RI,
2017).
Beberapa masyarakat ada yang  beranggapan bahwa pengobatan konvensional
lebih beresiko menimbulkan efek samping dibandingkan pengobatan komplementer.
Selain itu kebanyakan  pasien yang menggunakan pengobatan alternatif dan
komplementer tidak puas hanya dengan pengobatan konvensional. Terapi
komplementer dibagi menjadi dua ada yang invasif dan noninvasif. Contoh terapi
komplementer invasif adalah akupuntur dan cupping yang menggunakan jarum dalam
pengobatannya. Sedangkan jenis non-invasif  seperti terapi energi (reiki, hipnoterapi
dan lain-lain), terapi biologis (herbal, terapi nutrisi dll).
Sebuah penelitian menemukan satu fakta menarik. Sekitar 75% dari semua
penyakit fisik yang diderita banyak orang sebenarnya bersumber dari masalah mental
dan emosi. Namun, sayangnya, kebanyakan pengobatan atau terapi sulit menjangkau
sumber masalah ini, yaitu pikiran, atau lebih tepatnya,  pikiran bawah sadar (Gunawan,
2012). Hipnoterapi merupakan salah satu cara yang sangat mudah, cepat, efektif, dan
efisien dalam menjangkau pikiran  bawah sadar, melakukan re-edukasi, dan

1
menyembuhkan pikiran yang sakit.  Namun ternyata hipnoterapi juga mampu
memberikan penyelesaian yang lebih cepat dan permanen (Gunawan, 2012).
Pada pasien paliatif misalnya pasien HIV/ AIDS pengobatan utamanya adalah
mengkonsumsi obat Anti Retroviral (ARV). Selain pengobatan utama tersebut,
beberapa pasien juga menggunakan terapi alternatif komplementer yaitu hipnoterapi.
Beberapa penelitian telah dibuktikan secara ilmiah bahwa hipnoterapi cukup efektif
dapat mengatasi stress dan memberi kontribusi positif pada perubahan
psikoimunologik.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari hipnoterapi?
2. Apa saja jenis-jenis hipnoterapi?
3. Apa manfaat dari hipnoterapi?
4. Bagaimana tahapan-tahapan dalam hipnoterapi?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi hipnoterapi
2. Untuk mengetahui jenis-jenis hipnoterapi
3. Untuk mengetahui manfaat hipnoterapi
4. Untuk mengetahui tahapan-tahapan hipnoterapi

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Hipnoterapi
Hipnoterapi adalah sebuah penyembuhan dengan hipnosis. Hipnosis adalah ilmu
psikoneurofisiologis yang secara ilmu pengetahuan mendsarkan  pada perubahan
frekuensi dan amplitude gelombang otak dari kondisi beta ke kondisi delta yang
mengakibatkan meningkatnya fokus, konsentrasi, dan  penerimaan terhadap pesan-
pesan mental yang diberikan kepada pikiran  bawah sadar (Gunawan, 2012). Orang
yang melakukan hypnosis  adalah hipnotis. Sedangkan orang yang memberikan
hipnoterapi adalah hipnoterapis.

B. Jenis-Jenis Hipnoterapi
Jenis- jenis hypnosis (Gunawan, 2012) :
1. Stage hypnosis
Hipnosis jenis ini digunakan untuk pertunjukan hiburan. Dalam stage
hypnosis, hipnotis memilih subjek dari antara penonton, yang telah melalui
uji suggestibilitas.
2. Anodyne Awareness  
Anodyne Awareness adalah aplikasi hipnosis untuk mengurangi rasa sakit
fisik/ pain management dalam tindakan operasi.
3. Forensic Hypnosis.  
Forensic hypnosis adalah jenis hipnosis yang digunakan sebagai alat bantu
dalam melakukan investigasi atau penggalian informasi dari memori. Hipnosis
jenis ini biasanya digunakan dalam memecahkan kasus kriminal.
4. Metaphysical Hypnosis  
Metaphysical hypnosis adalah aplikasi hipnosis dalam meneliti berbagai
fenomena metafisik. Jenis hipnosis ini bersifat eksperimental.
5. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy
Hipnosis jenis ini adalah aplikasi hipnosis dalam menyembuhkan masalah
mental dan fisik (psikosomatis). Aplikasi dalam pengobatan  penyakit, antara lain
depresi, kecemasan, fobia, stress, penyimpangan  perilaku, mual dan muntah,
nyeri, dan masih banyak lagi.

3
C. Manfaat Hipnoterapi
1. Hipnoterapi Untuk Kesehatan dan Kedokteran :
a. Mind Power & Hypnosis Healing. Penyembuhan dengan Kekuatan Pikiran.  
b. Mengobati Psikosomatis, yaitu penyakit fisik yang disebabkan atau diperparah
oleh masalah psikologis.
c. Masalah tidur, kesulitan tidur, insomnia, mimpi buruk, terbayang hal yang
menyeramkan ketika menutup mata.
d. Menghilangkan sakit kepala dan migren yang sering kambuh.
e. Membantu mengurangi nyeri menstruasi.
f. Melahirkan Tanpa Rasa Sakit
g. Mengatasi masalah kehamilan seperti mual, pusing, dan takut melahirkan.
h. Menyembuhkan alergi dan asma secara total.
i. Melenyapkan rasa nyeri yang sering kambuh pada bagian tubuh tertentu.
j. Menambah nafsu makan. Menghilangkan rasa mual ketika makan.  
k. Memprogram pikiran untuk menyukai nasi, ikan laut, daging, dsb.
l. Menghilangkan Sakit Kepala dan Migren yang sering kambuh.
m. Mengatasi impotensi non-organis dan ejakulasi dini secara  permanen.
n. Mengatasi frigiditas dan kesulitan orgasme.
o. Membantu mengurangi nyeri menstruasi.
2. Hipnoterapi Untuk Masalah Psikologis :
a. Mengubah rasa minder menjadi percaya diri.  
b. Menyembuhkan fobia atau rasa takut yang berlebihan dan tidak  wajar.
c. Menyembuhkan gagap secara permanen.
d. Menghilangkan latah dalam waktu sangat singkat.
e. Mengatasi Depresi (Selalu murung, tidak punya semangat hidup).
f. Bangkit dari kesedihan akibat ditinggal orang yang dicintai.
g. Trauma (Post Traumatic Stress Disorder).
h. Kecemasan (Anxiety Disorder).
i. Menghilangkan kecanduan. Kecanduan belanja, perjudian, alkohol, dsb.
j. Menghilangkan berbagai kebiasaan buruk.  
k. Kesulitan merasa bahagia padahal kebutuhan hidup selalu tercukupi.
l. Membangun penghargaan diri untuk yang merasa dirinya tidak   berguna.
m. Stress karena patah hati ditinggal pacar.

4
n. Putus Cinta - Membantu menghilangkan perasaan terikat, cinta, sayang, suka
pada seseorang yang seharusnya tidak perlu dipikirkan lagi.
o. Trauma jatuh cinta. Kesulitan menjalin hubungan, cemas setiap kali ada yang
mendekati, atau takut jatuh cinta lagi karena tidak  takut disakiti hati.
p. Mengatasi kebosanan pada pasangan.  
q. Mengatasi penyimpangan seksual. Homoseks dan lesbian bisa dinormalkan
asalkan yang bersangkutan benar-benar ingin normal.

D. Tahapan-Tahapan Hipnoterapi
Pada saat proses hipnoterapi berlangsung, klien hanya diam. Duduk atau
berbaring, terapis sebagaai fasilitator. Akan tetapi, pada proses selanjutnya, klien lah
yang menghipnosis dirinya sendiri (otohipnosis), berikut proses tahapan hipnoterapi:
1. Pre – Induction (interview)
Pada tahap awal ini hipnoterapis dan klien untuk pertama kalinya bertemu,
setelah klien mengisi formulir mengenai data dirinya, hipnoterapis membuka
percakapan untuk membangun kepercayaan klien, menghilangkan rasa takut
terhadap hipnotis/ hipnoterapi dan menjelaskan mengenai hipnoterapi dan
menjawab semua pertanyaan klien. Sebelumnya hipnoterapis harus mengenali
aspek – aspek psikologis dari klien, antara lain terhadap hipnotis dan seterusnya.
Pre – induction dapat berupa percakapan ringan, saling berkenalan, serta hal –
hal lain yang bersifat mendekatkan seorang hipnoterapis secara mental terhadap
klien (rapport building). Hipnoterapis juga akan membangun penghargaan mental
klien terhadap masalah yang dihadapinya (building mental expectancy).
2. Suggestibility Test
Maksud dan uji sugestibilitas adalah untuk menentukan apakah klien masuk ke
dalam orang yang mudah menerima sugesti atau tidak. Selain itu, uji
sugestibilitas juga berfungsi sebagai pemanasan dan juga untuk menghilangkan
rasa takut terhadap proses hipnoterapi, uji sugestibilitas juga membantu
hipnoterapis untuk menentukan teknik induksi yang terbaik bagi sang klien.
3. Induction
Induksi adalah cara yang digunakan oleh seorang hipnoterapis untuk
membawa pikiran klien berpindah dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadar,
dengan menembus apa yang dikenal dengan critical area.

5
Saat tubuh rileks, pikiran juga menjadi rileks maka frekuensi gelombang otak
dari klien akan turun dari beta, alfa, kemudia theta. Semakin turun gelombang
otak, klien akan semakin rileks, sehingga berada dalam kondisi trance. Inilah
yang dinamakan kondisi terhipnotis. Hipnoterapi akan mengetahui kedalam
trance klien dengan melakukan depth level test (tingkat kedalaman trance klien).
4. Deepening (Pendalaman Trance)
Jika dianggap perlu, hipnoterapis akan membawa klien ke trance yang lebih
dalam. Proses ini dinamakan deepening.
5. Suggestions/ Sugesti
Selanjutnya hipnoterapis akan memberikan sugesti-sugesti positif yang bersifat
mengobati kepada klien. Sugesti-sugesti ini yang diharapkan akan tertanam di
pikiran bawah sdar klien dan menghasilkan perubahan positif terhadap masalah
klien.
Pada saat klien masih dalam kondisi trance, hipnoterapis juga akan memberi
post hypnotic suggestion, sugesti yang diberikan kepada klien pada saat proses
hipnotis masih berlangsung dan diharapkan terekam terus oleh pikiran bawah
sadar klien meskipun klien telah keluar dari proses hipnotis. Post hypnotic
suggestion adalah salah satu unsur terpenting dalam proses hipnoterapi.
6. Termination
Akhirnya dengan teknik yang tepat, hipnoterapis secara perlahan-lahan akan
membangunkan klien dari “tidur” hipnotisnya dan membawanya ke keadaan yang
sepenuhnya sadar.

6
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Hipnoterapi adalah sebuah penyembuhan dengan hipnosis. Hipnosis adalah ilmu
psikoneurofisiologis yang secara ilmu pengetahuan mendsarkan  pada perubahan
frekuensi dan amplitude gelombang otak dari kondisi beta ke kondisi delta yang
mengakibatkan meningkatnya fokus, konsentrasi, dan  penerimaan terhadap pesan-
pesan mental yang diberikan kepada pikiran  bawah sadar. Adapun jenis-jenis
hypnoterapi adalah Stage hypnosis, Anodyne Awareness,   Forensic
Hypnosis,  Metaphysical Hypnosis,  Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy. Hipnoterapi
memiliki banyak manfaat untuk kesehatan atau kedokteran dan untuk psikologis
seseorang. Tahapan- tahapan dilakukannya hipnoterapi adalah Pre – Induction
(interview, Suggestibility Test, Induction, Deepening (Pendalaman Trance),
Suggestions/ Sugesti, Termination.

B. Saran
Dalam penyusunan makalah ini, pasti jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
penulis berharap kritik atau saran yang membangun dari pembaca untuk kebaikan
penyusunan makalah yang berikutnya. Semoga makalah ini dapat menambah ilmu bagi
yang membacanya, khususnya bagi penulis. Penulis meminta maaf bila ada kekurangan
dalam penyusunan makalah ini.

7
DAFTAR PUSTAKA

Wong, Willy. 2010. Membongkar Rahasia Hipnotis. Jakarta:Visi Media.

Gunawan A. W. (2007).  HYPNOTHERAPY The Art of Subconscious Restructuring.


Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Snyder,M, Lindquist, R., Fran, M.T. 2002. Complementary & alternative therapies in
nursing. 4th ed. New York: Springer Publishing

Setyadi, A. W., Murti, B., & Demartoto, A. (2015). The Effect of Hypnotherapy on
Depression , Anxiety , and Stress , in People Living with HIV / AIDS , in “
Friendship Plus ” Peer Supporting Group , in Kediri , East Java, 99–108.

Retrieved from https://doi.org/10.26911/thejhpb.2016.01.02.05.