Anda di halaman 1dari 16

MODUL PERKULIAHAN SISTEM

PENGENDALIAN MANJEMEN (SPM)


DOSEN : IWAN GUNAWAN, S.E, M.Ak

PENYUSUNAN
ANGGARAN
(BUDGETING)
(HANYA UNTUK KALANGAN TERBATAS )
MAHASISWA UNIVERSITAS TEKNOKRAT
INDONESIA – 2020

Fakultas Program Studi Perkuliahan Kode MK Disusun Oleh


Ekonomi Dan Bisnis S-1 Akuntansi
10 AKT 323 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak

Abstract Kompetensi
Anggaran (budget) adalah suatu rencana keuangan periodik Setelah mempelajari materi ini diharapkan
yang disusun berdasarkan program-program yang telah mahasiswa dapat menjelaskan pengertian
disahkan. Anggaran (budget) merupakan rencana tertulis anggaran, apa kaitannya dengan perencanaan
mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara strategis, perbedaannya dengan peramalan
kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk (forecating), kegunaan anggaran, macam-
jangka waktu tertentu. Anggaran merupakan alat manajemen macam anggaran, proses penyusunan
dalam mencapai tujuan. Jadi anggaran bukan tujuan dan tidak anggaran, aspek perilaku dalam penyusunan
dapat menggantikan manajemen. anggaran, teknik – teknik kuantitatif dalam
penyusunan anggaran serta e-budgeting.

‘2020 SPM
1 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
.

Penyusunan Anggaran (Budgeting)


PENDAHULUAN
Dalam setiap bidang usaha, baik skala kecil maupun besar, budget dan budgeting memegang
peranan penting dalam mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Dengan melakukan
penyusunan budget atau budgeting dengan benar, maka pemasukan dan pengeluaran
perusahaan dapat terukur dan terprediksi dengan baik.
Hasilnya pemilik usaha akan dapat dengan baik dan terukur menentukan arah
pengembangan usaha yang ditekuni. Hanya saja, banyak diantara kita yang tidak mengerti
apa itu budget dan budgeting serta perbedaan diantara keduanya. Karena itu, pada tulisan kali
ini, kita akan membahas apa itu budget dan budgeting.

Penyusunan Anggaran dalam konteks Sistem


Pengendalian Manajemen
Bagaimana penyusunan penganggaran yang baik. Karena persaingan usaha yang
semakin ketat dewasa ini menuntut perusahaan untuk beroperasi seefektif dan seefesien
mungkin. Agar dapat menjalankan dan mengoperasikan organisasi yang besar dan komplek
secara efesien maka pihak manajemen membutuhkan berbagai informasi yang diperlukan
sehubungan dengan aktivitas operasi perusahaan. Pengendalian manajemen adalah bagian
dari siklus kejadian yang berkesinambungan.
Dengan adanya anggaran kita dapat mengestimasi kinerja yang hendak dicapai selama
periode waktu tertentu yang dapat dinyatakan dalam ukuran finansial.
Sedangkan penganggaran itu sendiri adalah proses atau metode yang digunakan dalam
menentukan atau mempersiapkan anggaran tersebut. Perencanaan dalam menyiapkan
anggaran sangatlah penting. Bagaimanapun juga jelas mengungkapkan apa yang akan
dilakukan dimasa mendatang. Pemikiran strategis disetiap organisasi adalah proses dimana
manajemen berfikir tentang pengintegrasian aktivitas organisasional ke arah tujuan yang
beroerientasi kesasaran masa mendatang. Semakin bergejolak lingkungan pasar, teknologi
atau ekonomi eksternal, manajemen akan didorong untuk menyusun stategi. Pemikiran
strategis manajemen, direalisasi dalam berbagai perencanaan, dan proses integrasi
keseluruhan ini didukung prosedur penganggaran organisasi.
Dengan adanya anggaran kita bisa merencanakan kebutuhan sehari-hari, kebutuhan
jangka panjang, pembelanjaan, dan pengeluaran-pengeluaran lainnya agar kebutuhan tersebut
dapat digunakan secara efesien dan optimal. Selain itu dengan adanya anggaran kita dapat

‘2020 SPM
2 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
merencanakan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam ukuran keuangan, serta
mengidentifikasi sumber daya dan komitmen yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan
organisasi selama periode dianggarkan. Penganggaran mempunyai peran penting dalam
perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan. Anggaran juga untuk meningkatkan
koordinasi dan komunikasi.
Maka untuk melakukan penyusunan pengagngaran yang baik yang dapat membantu
perusahaan memakai sumberdaya yang dimiliki secara efesien dan efektif akan dibahas pada
paper yang telah kami buat ini agar penyusunan anggaran dan efektivitasnya dalam
peningkatan kinerja dapat berguna secara optimal. Anggaran adalah salah satu alat utama
dalam pengendalian dan juga alat untuk mengukur sejauh mana performance setiap manajer.
Selain itu anggaran dapat dijadikan alat untuk menyelaraskan dan mengkoordinasikan serta
mendelegasikan wewenang atasan kepada bawahan.
Atau dengan kata lain anggaran adalah alat yang digunakan untuk mengatur orang-
orang yang berada dalam perusahaan. Maka dari itu penyusunan pengganggaran sangat
penting dipelajari sebagai salah satu alat utama yang digunakan dalam sistem pengendalian
manajemen.

Pengertian Anggaran
Anggaran (budget) adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan
program-program yang telah disahkan. Anggaran (budget) merupakan rencana tertulis
mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya
dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu.
Anggaran merupakan alat manajemen dalam mencapai tujuan. Jadi anggaran bukan tujuan
dan tidak dapat menggantikan manajemen.
Dalam penyusunan anggaran perlu dipertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
a. Pengetahuan tentang tujuan dan kebijaksanaan umum perusahaan.
b. Data-data waktu yang lalu.
c. Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi.
d. Pengetahuan tentang taktik, strategi pesaing, dan gerak-gerik pesaing.
e. Kemungkinan adanya perubahan kebijaksanaan pemerintah.
f. Penelitian untuk pengembangan perusahaan.

Dalam penyusunan anggaran perlu diperhatikan perilaku para pelaksana anggaran dengan
cara mempertimbangkan, hal-hal berikut ini:
1. Anggaran harus dibuat serealitas mungkin, secermat mungkin sehingga tidak terlalu
rendah atau terlalu tinggi. Anggaran yang dibuat terlalu rendah tidak menggambarkan
kedinamisan, sedangkan anggaran yang dibuat terlalu tinggi hanyalah angan-angan.
2. Untuk memotivasi manajer pelaksana diperlukan partisipasi top management (direksi).
3. Anggaran yang dibuat harus mencerminkan keadilan, sehingga pelaksana tidak merasa
tertekan, tetapi termotivasi.
4. Untuk membuat laporan realisasi anggaran diperlukan laporan yang akurat dan tepat
waktu, sehingga apabila terjadi penyimpangan yang merugikan dapat segera diantisipasi
terlebih dini.

‘2020 SPM
3 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
Anggaran yang dibuat akan mengalami kegagalan bila hal-hal berikut ini tidak diperhatikan:
1. Pembuat anggaran tidak cakap, tidak mampu berpikir ke depan tidak memiliki wawasan
yang luas.
2. Kekuasaan membuat anggaran tidak tegas.
3. Pelaksana tidak cakap.
4. Tidak didukung oleh masyarakat.
5. Dana tidak cukup.

Anggaran memang berkaitan secara unik dengan system akuntansi perusahaan dalam hal-hal:
1. Komponen keuangan dari suatu anggaran yang umumnya disusun dalam suatu format
akuntansi.
2. Anggaran perusahaan mempunyai kaitan erat dengan akuntansi manajemen, yaitu berupa
akuntansi harga pokok standar, akuntansi harga pokok variabel.
3. Akuntansi keuangan mencatat transaksi waktu yang lalu, sedangkan anggaran perusahaan
mencatat transaksi waktu akan datang.
4. Untuk memperbandingkan anggaran dengan realisasi diperlukan data yang dihasilkan
olek akuntansi keuangan.
5. Akuntansi keuangan memberikan input-input data historis yang relevan terutama untuk
tujuan-tujuan analisis dalam pengembangan anggaran perusahaan.

Tujuan dan Manfaat Anggaran


Ada beberapa tujuan disusunnya anggaran, antara lain:
1. Untuk digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan penggunaan
data.
2. Untuk mengadakan pembatasan jumlah dana yang dicari dan digunakan.
3. Untuk merinci jenis sumber dana yang dicari maupun jenis penggunaan dana, sehingga
dapat mempermudah pengawasan.
4. Untuk merasionalkan sumber dan penggunaan dana agar dapat mencapai hasil yang
maksimal.
5. Untuk menyempurnakan rencana yang telah disusun, karena dengan anggaran lebih jelas
dan nyata terlihat.
6. Untuk menampung dan menganalisa serta memutuskan setiap usulan yang berkaitan
dengan keuangan.

Manfaat dan Kelemahan Anggaran


Anggaran mempunyai banyak manfaat, antara lain:
1. Segala kegiatan dapat terarah pada pencapaian tujuan bersama.
2. Dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan pegawai.
3. Dapat memotivasi pegawai.
4. Menimbulkan tanggung jawab tertentu pada pegawai.
5. Menghindari pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu.
6. Sumber daya, seperti: tenaga kerja, peralatan, dan dana dapat dimanfaatkan seefesien

‘2020 SPM
4 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
mungkin.
7. Alat pendidikan bagi para manajer.

Anggaran disamping mempunyai banyak manfaat, namun anggaran juga


mempunyai beberapa kelemahan, antara lain:
1. Anggaran dibuat berdasarkan taksiran dan anggapan, sehingga mengandung unsur
ketidakpastian.
2. Menyusun anggaran yang cermat memerlukan waktu , uang, dan tenaga yang tidak
sedikit, sehingga tidak semua perusahaan mampu menyusun anggaran secara lengkap
(komprehensif) dan akurat.
3. Bagi pihak yang merasa dipaksa untuk melaksanakan anggaran dapat mengakibatkan
mereka mengerutu dan menentang, sehingga anggaran tidak efektif.

Fungsi dan Macam-Macam Anggaran


Fungsi dari Anggaran.
1. Fungsi Perencanaan; Anggaran merupakan alat perencanaan tertulis menuntut pemikiran
yang teliti dan akan memberikan gambaran yang lebih nyata/jelas dalam unit dan uang.
2. Fungsi Pelaksanaan; Anggaran merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan,
sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara selaras dalam mencapai tujuan (laba).
3. Fungsi Pengawasan; Anggaran merupakan alat pengawasan (controlling). Pengawasan
berarti mengevaluasi (menilai) terhadap pelaksanaan pekerjaan, dengan cara:
a) Memperbandingkan realisasi dengan rencana (anggaran).
b) Melakukan tindakan perbaikan apabila dipandang perlu (apabila terdapat
penyimpangan yang merugikan).

Adapun fungsi lain dari anggaran selain disebutkan diatas, anggaran


mempunyai 4 prinsip tujuan yaitu:
Menyelaraskan dengan perencanaan strategis Perencanaan strategis mempunyai karakteristik
sebagai berikut: dipersiapan pada awal tahun, dikembangkan berdasarkan informasi terbaik
yang tersedia pada saat itu, persiapannya melibatkan beberapa manajer dan dinyatakan dalam
tahapan yang lebih luas. Anggaran yang telah selesai sebelum permulaan tahun anggaran ,
menyediakan peluang untuk menggunakan informasi akhir yang tersedia dan didasarkan pada
judgment peramalan disemua level dalam organisasi.

Koordinasi. Setiap manajer pusat pertanggungjawaban dalam organisasi berpartisipasi dalam


penyusunan anggaran. Selanjutnya, tatkala staf mengumpulkan “berbagai potongan”
anggaran menjadi suatu anggaran induk, maka inkonsistensi ini adalah adanya kemungkinan
bahwa berbagai rencana produksi organisasi tidak selaras dengan volumepenjualan yang
dianggarkan, baik secara total maupun menurut lini produksi tertentu.

Penetapan Tanggung Jawab. Anggaran yang telah disetujui seyogyanya mempertegas


tanggung jawab setiap manajer terkait. Anggaran tersebut juga mengotorisasi para manajer

‘2020 SPM
5 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
pusat pertanggungjawaban guna membelanjakan sejumlah dana tertentu sesuai dengan tujuan
yang telah ditetapkan sebelumnya tanpa perlu persetujuan dari pejabat yang lebih tinggi.

Dasar untuk Evaluasi Kinerja. Anggaran mencerminkan suatu komitmen dari pembuatan -nya
dengan atasannya. Oleh karena itu, anggaran menjadi tolak ukur (bencmark) di mana kinerja
aktual kelak akan dibandingkan terhadapnya. Komitmen dapat berubah bila asumsi-asumsi
yang mendasarinya juga berubah, namun demikian, anggaran merupakan titik awal yang
paling baik dalam menilai kinerja.

Macam-Macam dari Anggaran.


1. Menurut dasar penyusunan, anggaran terdiri dari:
a) Anggaran Variabel, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan interval (Kisar)
kapasitas (aktivitas) tertentu dan pada intinya merupakan suatu seri anggaran yang
dapat disesuaikan pada tingkat-tingkat aktivitas (kegiatan) yang berbeda.
b) Anggaran Tetap,yaitu anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat kapasitas
tertentu.

2. Menurut cara penyusunan, anggaran terdiri dari:


a) Anggaran Periodik, adalah anggaran yang disusun untuk satu periode tertentu, pada
umumnya periodenya satu tahun yang disusun setiap akhir periode anggaran.
b) Anggaran Kontinu, adalah anggaran yang dibuat untuk mengadakan perbaikan
anggaran yang pernah dibuat.

3. Menurut jangka waktunya, anggaran terdiri dari:


a) Anggaran Jangka Pendek (anggaran taktis), adalah anggaran yang dibuat dengan
jangka waktu paling lama sampai satu tahun.
b) Anggaran Jangka Panjang (anggaran strategis), adalah anggaran yang dibuat dengan
jangka waktu lebih dari satu tahun. Anggaran untuk keperluan investasi barang
modal merupakan anggaran jangka panjang yang disebut anggaran modal (capital
budget).

4. Menurut bidangnya, anggaran terdiri dari:


a) Anggaran Operasional, adalah anggaran untuk menyusun anggaran laporan rugi laba.
Anggaran ini terdiri dari anggaran penjualan; anggaran biaya pabrik yang terdiri dari
anggaran biaya bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja langsung, anggaran biaya
overhead pabrik; anggaran beban usaha; anggaran laporan rugi laba.
b) Anggaran Keuangan, adalah anggaran untuk menyusun anggaran neraca. Anggaran
ini terdiri dari anggaran kas, anggaran piutang, anggaran persediaan, anggaran utang,
anggaran neraca.

5. Menurut kemampuannya, anggaran terdiri dari:


a) Anggaran Komperehensif, merupakan rangkaian dari berbagai macam anggaran yang
disusun secara lengkap.

‘2020 SPM
6 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
b) Anggaran Partial, adalah anggaran yang disusun tidak secara lengkap , anggaran yang
hanya menyusun bagian anggaran tertentu saja.

6. Menurut fungsinya, anggaran terdiri dari:


a) Appropriation budget, adalah anggaran yang diperuntukkan bagi tujuan tertentu dan
tidak boleh digunakan untuk manfaat lain.
b) Performance budget, adalah anggaran yang disusun berdasarkan fungsi aktivitas yang
dilakukan dalam perusahaan untuk menilai apakah biaya / beban yang dikeluarkan
oleh masing-masing aktivitas tidak melampaui batas.

Hakikat Suatu Anggaran


Anggaran merupakan bagian yang penting untuk perencanaan efektif jangka pendek dan
kontrol dalam organisasi. Penyelenggaraan anggaran biasanya meliputi waktu satu tahun dan
menyatakan pemasukan dan pengeluaran selama satu tahun itu.

Anggaran mempunyai karakteristik sebagai berikut:


a) Anggaran memperkirakan keuntungan yang potensial dari unit perusahaan.
b) Dinyatakan dalam istilah moneter, walaupun jumlah moneter mungkin didukung dengan
jumlah non-moneter.
c) Biasanya meliputi waktu selama satu tahun.
d) Merupakan perjanjian manajemen, bahwa manajer setuju untuk bertanggung jawab untuk
pencapaian tujuan dari anggaran.
e) Usulan anggaran diperiksa dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari pembuatan
anggaran.
f) Sekali disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu.
g) Secara berkala kinerja keuangan actual dibandingkan dengan anggaran dan perbedaannya
dianalisis dan dijelaskan.

Proses persiapan anggaran harus dibedakan dari Strategi Perencanaan dan


Peramalan.
Kaitannya dengan Perencanaan Strategis
Perencanaan Strategis adalah proses menentukan hakikat dan ukuran dari beberapa program
yang harus dijalankan dalam mengimplementasikan berbagai strategi organisasi. Baik
perencanaan stratejik dan anggaran melibatkan perencanaan, namun kedua jenis kegiatan
perencanaan tersebut berbeda dalam prosesnya. Proses pembuatan anggaran difokuskan pada
satu tahun, sedangkan perencanaan strategi difokuskan pada kegiatan yang diperluas pada
periode beberapa tahun.

Perbedaan lain antara rencana strategis dan anggaran adalah bahwa rencana strategis
terstruktur melalui pusat tanggung jawab.

Perbedaan terhadap Kegiatan Peramalan


Bertentangan dengan anggaran, peramalan mempunyai karakteristik sebagai berikut:

‘2020 SPM
7 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
a) Peramalan dapat atau tidak dinyatakan dalam istilah moneter.
b) Dapat dilakukan setiap waktu.
c) Peramal tidak menerima tanggung jawab akan hasil dari ramalannya.
d) Peramalan biasanya tidak disetujui oleh kekuasaan yang lebih tinggi.
e) Peramalan diperbaharui secepatnya informasi baru menunjukkan adanya perubahan
kondisi.
f) Berbagai varian dalam peramalan tidak dianalisis secara formal ataupun berkala.

Contoh dari peramalan adalah yang dibuat oleh bendahara kantor untuk membantu
perencanaan keuangan. Peramalan tersebut termasuk dalam penentuan pendapatan, beban dan
item lain yang mempengaruhi arus kas. Bendaharawan, bagaimanapun juga, tidak
bertanggung jawab dalam penjualan, pengeluaran atau item lain yang berkaitan dengan
peramalan. Peramalan keuangan tidak jelas oleh manajemen puncak; dapat berubah dalam
waktu seminggu atau harian, tanpa persetujuan dari pejabat tinggi; dan biasanya perbedaan
antara kenyataan dan peramalan tidak analisis.

Isi dari Anggaran Operasi


Rencana Strategis
Operasi Anggaran
Anggaran Modal
Pendapatan dan pengeluaran untuk tiap program penting
Tidak perlu bagi pusat pertanggung jawaban
Tidak banyak detail seperti dalam Anggaran Operasi
Sebagian besar biaya bersifat variabel
Untuk beberapa tahun

Rekonsiliasi jumlah total terhadap anggaran operasi


Untuk organisasi secara keseluruhan dan untuk tiap unit bisnis
Dibedakan pusat pertanggung jawaban khususnya meliputi:
· Pendapatan
· Biaya produksi dan penjualan
· Biaya pemasaran
· Biaya logistik (kadang kala)
· Umum dan administratif
· Penelitian dan pengembangan
· Pajak penghasilan
· Pendapatan bersih

Biaya berupa:
Biaya fleksibel
Biaya kebijakan
Biaya yang sudah disepakati (comitted)
Untuk waktu satu tahun yang dibagi perbulan atau kuartalan

‘2020 SPM
8 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
Rekonsiliasi jumlah total terhadap stratejik (kecuali untuk yang telah direvisi)
Masing-masing proyek modal yang utama didaftarkan secara terpisah
Total pengeluaran proyek per tiga bulan
Ramalan Kas Anggaran Neraca

Dari tampilan diatas menunjukkan isi dari anggaran operasi dan perbedaannya dengan tipe
lain dari dokumen perencanaan; rencana stratejik; dan anggaran modal, anggaran kas dan
anggaran neraca. Jumlahnya adalah jumlah dolar yang direncanakan pada tahun itu,
bersamaan dengan jumlah kuantitatif.

Kategori Anggaran Operasi


Dalam organisasi yang lebih kecil, terutama yang tidak mempunyai unit bisnis, keseluruhan
anggaran mungkin cukup satu halaman saja. Dalam organisasi yang lebih besar, ada halaman
ringkasan, dan halaman lain yang berisi detail bisnis unit , plus penelitian dan pengembangan,
dan pengeluaran umum administratif. Item pendapatan disusun pertama, karena itu
merupakan item pertama dalam laporan pendapatan dan juga karena jumlah anggaran
pendapatan mempegaruhi jumlah banyak item lainnya.

Proses Penyusunan Anggaran


Organisasi
Departemen Anggaran. Departemen anggaran, yang biasanya melaporkann kepada pengawas
perusahaan, menyusun arus informasi dari sistem pengontrolan anggaran. Departemen
anggaran melakukan beberapa fungsi berikut ini :
1. Mengeluarkan bentuk dan prosedur untuk persiapan anggaran.
2. Mengkoordinasi dan mengeluarkan perkiraan dasar ke seluruh perusahaan yang akan
menjadi dasar bagi anggaran.
3. Memastikan bahwa informasi disampaikan dengan baik antar unit perusahaan yang
terkait.
4. Menganalisis anggaran yang diajukan dan mengajukan usulan, pertama kepada pembuat
anggaran dan kemudian pada senior manajemen.
5. Menyusun proses pembuatan perbaikan anggaran selama tahun tersebut.
6. Mengkoordinasi pekerjaan dari departemen anggaran eselon yang lebih rendah.
7. Menganalisis laporan pekerjaan terhadap anggaran, mengartikan hasilnya dan
menyiapkan ringkasan untuk senior manajemen.

Panitia Anggaran. Panitia anggaran terdiri dari anggota senior manajemen, seperti kepala
bagian eksekutif, kepala bagian operasi dan kepala bagian keuangan. Panitia anggaran
melakukan peranaan yang penting. Mereka menilai dan juga menyetujui dan menyesuaikan
tiap anggaran. Dalam perusahaan yang besar, panitia anggaran mungkin hanya sampai pada
pejabat pelaksana senior yang menilai anggaran untuk unit bisnis atau group anak
perusahaan.

‘2020 SPM
9 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
Pengeluaran Garis Pedoman
Jika sebuah perusahaan mempunyai proses strategi perencanaan, tahun pertamanya adalah
permulaan dari proses persiapan anggaran, manajer harus memikirkan masa depan sesuai
dengan usulan sebagai dasar persiapan anggaran.
Tidak seperti persiapan anggaran, perkembangan dari strategi perencanaan biasanya tidak
melibatkan tanggung jawab manajer tingkat rendah. Walaupun ada atau tidak ada strategi
rencana, langkah pertama dalam proses persiapan anggaran adalah untuk mengembangkan
garis pedoman yang memerintah persiapan anggaran, untuk disebarkan kepada semua
manajer.

Awal Proposal Anggaran


Menggunakan garis pedoman, tanggung jawab manajer, dibantu dengan staf mereka,
mengembangkan permintaan anggaran. Karena sebagian besar tanggung jawab akan memulai
anggaran tahunan dengan fasilitas yang sama, personel dan sumber lain yang mereka miliki
pada saat ini, anggaran ini didasarkan pada level-level yang ada, yang kemudian diubah agar
sesuai dengan garis pedoman. Perubahan dari level awal pekerjaan dapat diklasifikasikan
sebagai berikut (a) perubahan dalam kekuatan eksternal dan (b) perubahan dalam kebijakan
dan pelaksanaan internal. Yang termasuk di dalamnya adalah, tetapi tidak dibatasi, adalah
sebagai berikut :
1. Perubahan dalam Kekuatan Eksternal
a) Perubahan dalam level umum kegiatan ekonomi sebagai sebuah pengaruh terhadap
volume penjualan.
b) Perubahan yang diharapkan pembelian bahan dan pelayanan.
c) Perubahan yang diharapkan dalam upah buruh.
d) Perubahan yang diharapkan dalam biaya kegiatan bebas.
e) Perubahan dalam harga penjualan

2. Perubahan dalam Kebijakan dan Pelaksanaan Internal


a) Perubahan dalam biaya produksi, menggambarkan peralatan dan metode baru.
b) Perubahan dalam biaya bebas, berdasarkan antisipasi perubahan dalam pekerjaan.
c) Perubahan dalam pasar saham dan produksi campuran.

Negosiasi
Pembuatan anggaran membahas anggaran yang diajukan dengan atasannya. Ini pusat
kegiatan dari proses. Atasan cenderung menilai validitas dari tiap penyesuaian. Biasanya,
pertimbangan yang mempengaruhi pelaksanaan anggaran tahunan merupakan perkembangan
dari pelaksanaan dari tahun sebelumnya. Atasan mengenali bahwa ia akan menjadi pembuat
anggaran pada level selanjutnya dalam proses pembuatan anggaran dan karena itu harus
mempertahankan anggaran yang telah disetujui.

Pemeriksaan dan Persetujuan


Anggaran yang diajukan melalui beberapa level dalam organisasi. Sewaktu mereka mencapai
‘2020 SPM
10 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
puncak unit perusahaan, analis menaruh potongan menjadi satu dan memeriksa totalnya.
Secara terpisah, analis mempelajari konsistensi. Secara terpisah, pemeriksaan akan
mempertanyaakn apakah anggaran akan menghasilkan keuntungan yang memuaskan. Jika
tidak, akan dikirm kembali untuk dikerjakan ulang.
Persetujuan terakhir disarankan oleh panitia anggaran kepada kepala eksekutif. CEO juga
memasukkan anggaran yang telah disetujui kepada dewan direksi untuk disahkan. Hal ini
terjadi pada bulan Desember, tepat sebelum anggaran tahunan dimulai.

Perbaikan Anggaran
Ada dua tipe umum perbaikan anggaran :
1) Prosedur yang dipersiapkan secara sistematis (tiap triwulan) memperbaharui anggaran.
Memperbaharui tentunya memerlukan kerja ekstra. Kurang lebih, perusahaan besar
Jepang menganggap hal ini berharga. Mereka mempersiapkan anggaran untuk setahun,
tetapi hanya 6 bulan pertama dari anggaran ini yang disetujui oleh manajemen senior.
Anggaran 6 bulan kedua diperbaiki dan disetujui sebelum waktunya dimulai.
2) Prosedur yang mengizinkan membuat perbaikan dalam keadaan tertentu.
Jika perbaikan anggaran terbatas hanya pada situasi tertentu, perbaikan seperti itu harus
selalu diperiksa. Secara umum, izin untuk memperbaiki sulit untuk didapat. Perbaikan
anggaran harus dibatasi pada kemungkinan dimana anggaran yang disetujui sangat tidak
relistis sehingga tidak lagi sebagai alat kontrol yang berguna.

Anggaran Kontinjensi
Beberapa perusahaan mempersiapkan anggaran kebetulan yang menandakan bahwa
manajemen perlu mengambil tindakan jika ada penurunan dalam volume penjualan yang
telah diantisipasi dalam perkembangan anggaran. Anggaran kebetulan menyediakan jalan
yang lebih cepat untuk mengubah kondisi jika situasinya telah tiba. Jika volume penjualan
turun 20%, manajer unit bisnis dapat memutuskan sendiri, sesuai dengan keputusan
pembuatan anggaran kebetulan, tindakan harus dilakukan.

Aspek Perilaku
Partisipasi dalam Proses Pembuatan Anggaran
Proses anggaran ada dua baik dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. Dengan anggaran
dari atas ke bawah, manajemen senior membuat anggaran untuk level yang lebih rendah.
Dengan anggaran dari bawah ke atas, manajer tingkat rendah berpartisipasi dalam
menentukan besarnya anggaran.

Sebenarnya proses persiapan anggaran yang efektif adalah menggabungkan kedua


pendekatan tersebut. Pembuatan anggaran mempersiapkan draft pertama dari anggaran untuk
pembagian daerah tanggung jawab, yang merupakan dari bawah ke atas, tetapi mereka
melakukannya dengan garis panduan yang dibuat oleh atasan, yang merupakan dari atas ke
bawah. Manajer senior memeriksa dan mengkritik anggaran yang diusulkan. Proses
persetujuan yang keras membantu memastikan pembuat anggaran tidak bermain-main dengan
sistem anggaran. Proses pemeriksaan, kurang lebih, harus dirasakan adil;jika atasan
‘2020 SPM
11 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
mengubah jumlah anggaran, dia harus meyakinkan pembuat anggaran bahwa hal itu masuk
akal.

Penelitian telah menunjukkan bahwa partisipasi anggaran (proses dimana pembuat anggaran
ikut terlibat dan mempunyai pengaruh dalam penentuan besar anggaran) mempunyai efek
yang positif dari motivasi manajemen untuk 2 alasan :
a) Ada penerimaan yang lebih besar dari tujuan anggaran jika mereka merasa berada dalam
kontrol manajer, dibandingkan dengan ada paksaan dari luar.
b) Hasil partisipasi pembuatan anggaran adalah pertukaran informasi yang efektif.

Derajat Kesulitan dari Target Anggaran


Ada beberapa alasan mengapa pihak manajemen senior menyetujui pencapaian anggaran unit
bisnis :
1. Jika target anggaran terlampau sulit, manajer termotivasi untuk mengambil tindakan
jangka pendek yang tidak terdapat dalam kepentingan jangka panjang.
2. Target anggaran yang mudah dicapai mengurangi motivasi para manajer untuk
menggunakan manipulasi data.
3. Jika anggaran keuntungan dari unit bisnis menyediakan target yang mudah dicapai, senior
manajemen pada saatnya menyingkap target keuntungan untuk analisis keamanan,
pemegang saham dan faktor eksternal lainnya dengan harapan untuk menjadi benar.
4. Keuntungan anggaran yang biasanya sulit dicapai biasanya terdapat pada seluruh target
penjualan yang optimis.
5. Pada saat manajer unit bisnis dapat mencapai dan melebihkan target mereka, ada suasana
kemenangan dan sikap positif dalam perusahaan.

Keterlibatan Manajemen Senior


Keterlibatan manajemen senior penting agar setiap sistem anggaran efektif dalam memotivasi
pembuat anggaran. Manajemen harus berpartisipasi dalam memeriksa dan menyetujui
anggaran, dan persetujuan tidak hanya sebagai stempel. Tanpa partisipasi aktif mereka dalam
proses persetujuan, akan ada godaan besar untuk pembuat anggaran untuk “bermain” dengan
sistem–dimana, beberapa manajer akan dengan mudah memasukkan anggaran atau anggaran
yang berisi pinjaman yang berlebihan untuk kemungkinan yang ada.

Departemen Anggaran
Departemen anggaran mempunyai kesulitan tertentu dalam masalah tingkah laku. Hal itu
harus dapat menganalisis anggaran secara detail, dan harus yakin bahwa anggaran
dipersiapkan dengan baik dan informasi yang ada akurat. Untuk mencapai tugas ini,
departemen anggaran kadang harus bertindak dengan jalan dimana manajer merasa terancam
atau dimusuhi.

Teknik – Teknik Kuantitatif


1. Simulasi
‘2020 SPM
12 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
Simulasi adalah metode yang membuat model dari situasi yang sebenarnya dan memanipulasi
model ini dengan jalan tertentu untuk menggambarkan beberapa kesimpulan tentang situasi
yang sebenarnya. Persiapan dan pemeriksaan anggaran adalah proses simulasi. Dengan
simulasi komputer, manajemen senior dapat menanyakan apa efek dari beberapa tipe
perubahan yang berbeda dan akan mendapatkan jawabannya seketika.

2. Perkiraan Probabilitas,
Tiap angka dalam anggaran adalah poin perkiraan yang mana, jumlah tunggal “yang paling
sering”. Sebagai contoh, perkiraan penjualan dinyatakan dalam angka tertentu per unit dari
tiap tipe produk yang akan dijual. Poin perkiraan sangat penting untuk tujuan pengontrolan.
Untuk tujuan perencanaan, bagaimanapun juga, jarak probabilitas yang keluar mungkin dapat
lebih menolong. Setelah anggaran disetujui, hal itu mungkin dengan model komputer untuk
menggantikan distribusi probabilitas untuk tiap poin perkiraan. Model ini kemudian
dijalankan beberapa kali, dan distribusi probabilitas dari keuntungan yang diharapkan dapat
membantu dan dikalkulasikan untuk tujuan perencanaan. Ini disebut proses Monte Carlo.

E-Bugeting
Menyusun anggaran perusahaan merupakan hal wajib yang dilakukan setiap awal tahun
periode pembukuan. Seiring kemajuan teknologi, banyak perusahaan mulai menerapkan
sistem e-budgeting untuk penyusunan anggaran. Langkah ini dipandang efektif guna
menekan penyalahgunaan anggaran yang justru bisa merugikan perusahaan di kemudian hari.

Tidak hanya populer di perusahaan saja, sistem anggaran ini juga sudah diadopsi pemerintah
daerah. Transparansi anggaran menjadi isu penting terkait perencanaan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah atau APBD. Dengan penerapan sistem tersebut, DPRD dan Badan
Pembangunan Daerah (Bappeda), serta masyarakat bisa mengakses, memantau, dan
mengawasi penyerapan dana tersebut.

Namun, seberapa perlu penerapan sistem ini dalam manajemen keuangan perusahaan? Apa
saja kelebihan sistem ini dibandingkan penyusunan anggaran secara konvensional? Mari
simak penjelasan berikut.

Apa Itu E-Budgeting?


Secara singkat, e-budgeting adalah sistem informasi yang dibangun untuk menyusun
anggaran. Aplikasi program komputer berbasis web biasanya digunakan dalam memfasilitasi
proses perancangan anggaran tersebut. Penerapan teknologi informasi ini akan
mempermudah penentuan arah kebijakan perusahaan terkait anggaran yang akan dipakai pada
tahun berjalan.

Keterbukaan atau transparansi menjadi tujuan utama penerapan sistem informasi penyusunan
anggaran ini. Setiap pihak yang berperan penting dalam perusahaan atau stakeholder bisa
mengakses data-data anggaran karena dokumentasi penyusunan anggaran pun telah tercatat

‘2020 SPM
13 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
dan tersimpan otomatis dalam sistem. Aplikasi program sudah disusun sedetail mungkin,
sehingga setiap divisi di perusahaan bisa memasukkan rincian anggaran dengan cermat.

Ada 5 tujuan mengapa suatu perusahaan perlu menerapkan sistem informasi ini.
1. Memudahkan Penyusunan Anggaran
Dengan sistem yang telah terprogram baik, proses penyusunan anggaran lebih mudah dan
cepat karena semua detail informasi sudah terformat dalam aplikasi. Selain itu, karena semua
sistem sudah masuk dalam jaringan internet (online), setiap orang bisa mengakses dari mana
saja dan kapan saja.

2. Meningkatkan Kualitas Anggaran


Sistem yang terkomputerisasi seperti ini mendorong akurasi anggaran yang disusun sesuai
alokasi belanja masing-masing divisi. Karena semua data dimasukkan secara cermat, kualitas
anggaran meningkat dan dapat dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

3. Meningkatkan Transparansi Anggaran


Seperti telah dibahas sebelumnya, penerapan sistem ini bertujuan untuk meningkatkan
transparansi anggaran perusahaan, sehingga semua stakeholder bisa mengakses, memantau,
dan mengawasi pembuatan serta pemakaian anggaran tersebut.

4. Terintegrasi dengan Sistem Informasi Lainnya


Ketika seluruh sistem informasi manajemen keuangan perusahaan sudah terintegrasi, proses
perencanaan kegiatan perusahaan pun akan lebih mudah dan lebih cepat dilakukan.

5. Memudahkan Penyusunan Laporan


Semua data keuangan perusahaan sudah tersimpan baik dalam sistem informasi yang ada.
Maka, penyusunan berbagai jenis laporan yang dibutuhkan dapat dieksekusi dengan mudah,
cepat, dan cermat.

Kelebihan E-Budgeting
Ketika kamu membandingkan e-budgeting dengan penyusunan anggaran secara
konvensional, akan terasa bagaimana sistem ini bisa membuat proses yang kompleks menjadi
simpel dan menghemat waktu. Apalagi, jika perusahaan itu tergolong besar dan banyak divisi
di dalamnya. Beberapa kelebihan sistem informasi penyusunan anggaran ini adalah:
1. Semua Pihak Bisa Mengakses Anggaran
Transparansi anggaran menjadi kelebihan utama sistem ini. Semua pihak, dalam hal ini para
stakeholder, bisa mengakses anggaran yang telah dibuat tanpa ada yang perlu ditutup-tutupi.
Upaya ini bisa mencegah dan mengantisipasi risiko adanya kecurangan dalam pengelolaan
anggaran perusahaan.
2. Mencegah Terjadinya Korupsi
Pada penyusunan anggaran secara konvensional, tindakan penggelembungan dana atau mark
up masih mungkin terjadi. Kesempatan memanipulasi data keuangan terbuka lebar ketika
seorang oknum lihai membaca celah dalam penyusunan anggaran. Hal ini bisa diantisipasi

‘2020 SPM
14 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
dengan penerapan sistem informasi penyusunan anggaran. Sekali data sudah dimasukkan,
data tersebut tidak bisa diutak-atik lagi.
3. Sistem Pendataan Keuangan Lebih Efektif dan Efisien
Sistem informasi dan jaringan terpadu membuat pendataan keuangan perusahaan jauh lebih
efektif dan efisien. Bukan hanya mempermudah dan mempercepat proses input data saja,
tetapi proses kontrol dan evaluasi juga bisa dilakukan secara langsung atau real-time. Semua
data sudah tersimpan dalam program, sehingga pihak terkait bisa mengakses anggaran
dengan mudah di mana saja dan kapan saja. Sistem ini juga lebih ramah lingkungan karena
perusahaan tidak perlu menghabiskan kertas beratus-ratus lembar untuk mencetak laporan.
Cukup cetak laporan yang diperlukan saja, misalnya rencana anggaran yang sudah disetujui.
Demikian penjelasan mengenai apa itu sistem e-budgeting berikut kelebihannya. Sekarang
tinggal bagaimana perusahaan memberdayakan SDM andal dan jujur untuk menjalankan
sistem ini agar tujuan penerapannya tercapai secara optimal.

Kesimpulan
Suatu anggaran adalah merupakan suatu rencana keuangan periodic yang disusun
bedasarkan program-program yang telah disahkan, bisa juga diartikan anggaran adalah
rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan
umumnya dinyatakan dalam satuan uang dalam jangka waktu tertentu.
Anggaran dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai landasan yuridis formal,
menggandakan pembatas jumlah dana, merinci jenis sumber dana dan jenis penggunaan dana
yang dicari, merasionalkan sumber dan penggunaan dana, menyempurnakan rencana yang
telah disusun dan menampung, menganalisa serta memutuskan setiap usulan yang berkaitan
dengan keuangan. Manfaat yang di punya pun beragam untuk mencapai tujuan yang sudah
disususn besama, sebagai alat menilai motivasi, kelebihan dan kekurangan serta tanggung
jawab pegawai, dan alat pendidik bagi para manajer. Memang anggaran mempunyai mamfaat
tapi tidak menutup kemungkinan anggaran juga mempunyai kelemahan.
Anggaran mempunyai fungsi sebagai fungsi perencanaan, fungsi pelaksanaan, dan
fungsi pengawasan dimana semua fungsi tersebut dimanfaatkan uintuk mencapai tujuan dan
apa yang telah diharapkan dari penyusunan anggaran tersebut, sehingga berjalan baik sesuai
apa yang telah diharapkan.Anggaran terdiri darim berbagai macam diantaranya anggaran
menurut dasar penyusunan, cara penyusunan, jangka waktunya, bidang anggaran,
badasarakan kemampuan anggaran, dan menurut fungsinya dimana semua macam anggaran
ini dibagi jadi beberapa lagi.
Perencanaan strategis digunakan untuk menentukan hakikat dan ukuran dari beberapa
program yang harus dijalankan untuk mengimplementasikan berbagai strategi organisasi.
Peramalan dinyatakan dalam istilah moneter dan dilakukan setiap waktu agar apa yang sudah
diramalkan dapat diperbaharui secepatnya.
Tahapan penyusunan anggaran di dalam organisasi terdiri dari departemen anggaran
yang biasanya melaporkan kepada pengawasan perusahaan yang terdiri dari panitia anggaran
yang bertugas menyetujui dan menyesuaikan tiap anggaran, selanjutnya pengeluaran garis
pedoman, awal proposal anggaran, negosiasi, pemeriksaan dan persetujuan , perbaikan
anggaran serta anggaran kontinjensi.

‘2020 SPM
15 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak
Aspek perilaku dalam anggaran ada partisipasi dalam proses pembuatan anggaran,
derajat kesulitan dari target anggaran, keterlibatan manajemen senior, dan departemen
anggaran.
Teknik-teknik kuantitatif dalam anggaran ada simulasi yaitu model dari situasi yang
sebenarnya dan manipulasi model ini dengan jalan tertentu, selain simulasi ada perkiraan
probabilitas yang dimana tipa angka dalam anggaran adalah poin perkiraan yang mana,
jumlah tunggal yang paling sering.
Pada hakikatnya suatu anggaran itu merupakan bagian yang sangat penting untuk
perencanaan efektif jangka pendek dan control dalam organisasi. Dengan adanya suatu
anggaran maka setiap perusahaan dapat mengestimasikan kinerja yang hendak di capai
selama jangka waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran keuangan,mengidentifikasi
sumber daya dan komitmen, dan pengangaran berperan penting dalam perencanaan,
pengendalian, dan untuk pembuatan serta pengambilan keputusan.
Untuk memudahkan dan dalam rangka transparansi serta meghilangkan stigma negatif
adanya praktek koruosi dalam penyusunan anggaran secara manual, saat ini pemerintahan
daerah mulai memperkenalkan penyusunan anggaran dengan e-budgeting. Namun tidak
semua penyusunan anggaran boleh diketahui oleh publik, ada beberapa perencanaan strategis
terkait pertahanan dan keamanan maupun bidang-bidang sensisitif lainnya dalam pembahasan
penyusunan anggaran tidak diperkenankan untuk diekspos untuk umum.

‘2020 SPM
16 Iwan Gunawan, S.E, M.Ak