Anda di halaman 1dari 10

Prawitra Thalib: Mekanisme Penanganan Kejahatan Insider Trading 173

Mekanisme Penanganan Kejahatan Insider Trading Pasar Modal Di


Indonesia

Prawitra Thalib
Anwar Rachman dan Rekan, prawitra_36888@yahoo.com

Abstract
Insider trading is one of a crime that has a systemic impact and it’s difficult to prove. An abstractness
of its action makes it hard to prove. Also, the impact has tremendous effect to the stock exchange
in the stock market, an unhealthy condition of the stock exchange is very dangerous because it
can make disbelief from the stakeholders which automatically will effect on investment in some
countries. Therefore, effective handling is needed to take action against insider trading.

Keywords : Insider Trading, Stakholder, Invesment

Abstrak
Insider trading adalah salah satu kejahatan yang memiliki dampak sistemik yang pembuktiannya
tergolong sulit dilakukan, keabstrakan dari tindakan nyata yang dilakukan oleh si pelaku itulah yang
menjadikannya sulit untuk dibuktikan, tidak hanya itu dampak yang ditimbulkannya juga memiliki
efek yang luar biasa terhadap transaksi pasar modal di bursa efek, kondisi pasar modal yang tidak
sehat ini amatlah berbahaya karena dapat menimbulkan ketidak percayaan bagi stakeholder yang
secara otomatis akan dapat mempengaruhi iklim investasi di suatu negara, untuk menjamin hal
tersebut maka perlu dilakukan penanganan yang efektif dalam menindaklanjuti kejahatan insider
trading tersebut.

Kata Kunci: Insider Trading, Pasar Modal, Stakeholder

Pendahuluan ini dapat menyebabkan perkembangan


pasar modal menjadi terhambat dan juga
Insider trading adalah suatu kejahatan
dapat secara tidak langsung mengakibatkan
di Pasar Modal yang sangat sulit untuk
bursa efek manjadi sepi dan tidak bergairah
dibuktikan, bahkan di negara yang sudah
karena kecurangan-kecurangan oknum
maju sekalipun seperti Amerika Serikat.
yang bertanggung jawab dalam insider
Tidaklah mudah untuk membawa pelaku
trading tersebut. Oleh karena itu secara
kejahatan ini ke dalam peradilan pidana.
tidak langsung makalah ini juga akan
Insider trading ini sangatlah berbahaya
membahas sejauh mana kasus insider trading
karena dampaknya yang sangat luar biasa
berakibat pada pengembangan pasar modal
dalam suatu pasar modal, karena kejahatan
Indonesia.
174 Yuridika: Volume 27 No 2, Mei-Agustus 2012

Hal ini terkait dengan sulitnya Perkembangan yang cukup


pembuktian atas praktek kejahatan tersebut. menggembirakan dalam beberapa tahun
Fenomena ini menarik bagi penulis untuk yang lalu menunjukkan pasar modal
menelitinya. Setelah melalui beberapa merupakan salah satu bidang jasa keuangan
kajian secara mendalam dengan dukungan di Indonesia yang cukup diminati. Hal
data dan informasi baik dari literatur, ini tampak dari besarnya dukungan untuk
fakta nyata maupun beberapa riset skala pengembangan pasar modal baik dari pelaku
kecil yang telah penulis lakukan, penulis pasar modal maupun Pemerintah. Melalui
menemukan beberapa permasalahan yang potensi para pemodal dewasa ini baik
terkait dengan penanganan insider trading di perorangan maupun institusional, lebih-
Indonesia yaitu kendala dalam pembuktian lebih lagi dengan dibukanya kesempatan
insider trading, dampak insider trading bagi investor asing untuk berpartisipasi
terhadap perkembangan pasar modal dalam pasar modal di Indonesia.
Indonesia, perlindungan investor terhadap Diharapkan prospek pasar modal
insider trading dan penyelesaian insider ke depan semakin menjanjikan. Investor
trading di Pasar Modal Indonesia.1 hal inilah asing memiliki banyak pilihan, disamping
yang mendasari pentingnya mengkaji cara mencari saham di bursa terkenal di Asia
penanganan kejahatan insider trading yang seperti Tokyo Stock Exchange di Jepang,
terdapat dalam pasar modal di Indonesia. Taiwan Stock Exchange di Taiwan, dan
Pembahasan Seoul Stock Exchange di Korea Selatan,
juga dapat dicari di bursa kawasan Asia
Fenomena Pasar Modal Salah satu cara Tenggara seperti Bursa Malaysia di
untuk pengembangan ekonomi di Indonesia Malaysia, The Stock Exchange of Thailand
yaitu melalui pasar modal yang merupakan di Thailand, Singapore Exchange Ltd. di
sumber pembiayaan jangka menengah dan Singapore, dan tentunya Bursa Efek Jakarta
jangka panjang dalam usaha memobilisasi di Indonesia.2
dana masyarakat guna pengembangan dunia
Perkembangan pasar modal ditentukan
usaha. Sejak diaktifkannya pasar modal
pula oleh berbagai kinerja organisasi, yaitu
di Indonesia pada tahun 1977, Pemerintah
Bapepam, Bursa Efek, Lembaga Kliring
telah melakukan berbagai upaya untuk
dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan
memajukan pasar modal. Melalui Bapepam
dan Penyelesaian, Lembaga dan Profesi
sebagai institusi Pemerintah yang memiliki
Penunjang Pasar Modal. Dari struktur
kewenangan dalam membuat kebijakan
organisasi pasar modal, fungsi Bapepam
sesuai dengan Pasal 4 Undang-undang No. 8
merupakan komponen yang memegang
tahun 1995 tentang Pasar Modal, diharapkan
peranan penting terhadap kemajuan pasar
mampu mewujudkan pasar modal yang lebih
2
  I Nyoman Tjager, “Pasar Modal Indonesia“ Kertas
menjanjikan untuk kemajuan dunia usaha.
Kerja Disampaikan pada Pelatihan Teknis Yudisial
1
  Bapepam & CMS, Cetak Biru Pasar Modal Pengadilan Niaga Para Calon Hakim Pengadilan Niaga di
Indonesia, Jakarta, 1996, h. 12 Malang, tanggal 13 September 1998.
Prawitra Thalib: Mekanisme Penanganan Kejahatan Insider Trading 175

modal Indonesia. Hal ini sesuai dengan dalam menjalankan aktivitas Pasar Modal.
yang diamanatkan Pasal 3 Undang-Undang Setiap pelaku pasar, atau mereka yang
Pasar Modal yaitu pembinaan, pengaturan menundukkan diri kepada ketentuan hukum
dan pengawasan kegiatan Pasar Modal yang berlaku di Pasar Modal, diperkenankan
dilakukan oleh Bapepam. menciptakan atau melakukan berbagai
Kunci keberhasilan tugas Bapepam metode dan strategi investasi, bebas
tersebut antara lain sejauh mana produk berkreasi serta menjalankan berbagai jenis
Bapepam (pembinaan, pengaturan dan usaha, seperti tertuang dalam Peraturan
pengawasan) mampu memuaskan para Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang
konsumennya, baik internal yaitu antar Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar
unit kerja di lingkungan Bapepam maupun Modal. Kebebasan dalam menjalankan
eksternal yaitu pelaku-pelaku Pasar Modal. aktivitas di Pasar Modal tentunya perlu
Dalam upaya memuaskan para stakeholder- bahkan harus dibatasi oleh rambu-rambu
nya, maka penting dilakukan penerapan hukum dan tata cara yang ditentukan
sistem kualitas oleh Bapepam, yang oleh perangkat perundangundangan serta
meliputi perencanaan kualitas, pengendalian ketentuan pelaksanaan lainnya.
kualitas dan peningkatan kualitas. Urgensi Bila terdapat pelanggaran,
Bapepam Sebagai regulator, Bapepam konsekuensinya akan berhadapan dengan
perlu mengetahui apakah peraturan- sanksi hukum sesuai dengan jenis dan
peraturan yang diterapkan di Pasar Modal kualitas pelanggaran. Upaya untuk
sudah berlandaskan kualitas atau belum, melakukan penegakan hukum harus
karena apabila belum maka peluang berlangsung secara konsisten dengan tetap
terjadinya penyimpangan dan pelanggaran memperhatikan kepentingan perkembangan
hukum semakin besar. Dengan demikian Pasar Modal itu sendiri. Badan Pengawas
diperlukan suatu instrumen, yaitu Quality Pasar Modal (Bapepam) berdasarkan UU
Legal Audit yang berbeda dengan Hak Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
Uji Material di Mahkamah Konstitusi. memiliki kewenangan yang sangat besar
Perbedaannya adalah Quality Legal Audit untuk melakukan pembinaan, pengaturan
bersifat interdisipliner, sedangkan Hak Uji dan pengawasan kepada industri pasar
Materiil bersifat monodisipliner.3 modal diharapkan mampu menjalankan
Tentunya pertumbuhan Pasar Modal fungsinya sesuai dengan yang diamanatkan
perlu didukung oleh sistem dan mekanisme UU tersebut.4
yang berpijak pada aturan main yang Disamping itu, untuk menjalankan
jelas. Rule of Game harus direfleksikan pengawasan secara represif, Bapepam diberi
ke dalam bentuk ketentuan hukum yang kewenangan melakukan pemeriksaan,
mengatur gerak dan langkah pelaku penyelidikan dan penyidikan seperti diatur
3
  M. Daud Silalahi, Quality Legal Audit, mimeograf,
4
Law and Environmental Consultant, Lawencon, Bandung,   Marzuki Usman dkk., ABC Pasar Modal Indonesia,
1999, h. 50 Institut Bisnis Indonesia, Jakarta, 1994, h. 26
176 Yuridika: Volume 27 No 2, Mei-Agustus 2012

dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 berubah tidak secepat bagian tertentu


Tahun 1995 tentang tata cara pemeriksaan lainnya. Inilah struktur sistem hukum,
di Pasar Modal. Dalam rangka itulah maka kerangka atau rangkanya, bagian yang tetap
sesuai dengan amanah yang digariskan bertahan, bagian yang memberi semacam
dalam Undang-Undang Pasar Modal, bahwa bentuk dan batasan terhadap keseluruhan.
dalam rangka menyempurnakan pengaturan Persoalan tentang perubahan hukum dan
pasar modal telah dikeluarkan serangkaian perubahan masyarakat pada pokoknya
peraturan yang memberikan kepastian dan terdiri dari dua butir terpenting tentang
jaminan hukum bagi para pelaku pasar hukum dan perubahan masyarakat itu,
modal. yaitu :6
Pada saat ini upaya berkesinambungan 1. Sejauh mana perubahan masyarakat
dilakukan oleh Pemerintah dan masyarakat harus mendapatkan penyesuaian
agar hukum dapat mengayomi dan menjadi oleh hukum. Dengan lain perkataan,
landasan bagi kegiatan masyarakat dan bagaimana hukum menyesuaikan diri
pembangunan. Adanya kepastian hukum dengan perubahan masyarakat.
merupakan wahana untuk timbulnya 2. Sejauh mana hukum berperan untuk
kepercayaan kepada pasar. Salah satu syarat menggerakkan masyarakat menuju
agar pasar modal mampu mengembangkan suatu perubahan yang terencana.
perekonomian Indonesia adalah kejahatan di
Sebagaimana diketahui bahwa sistem
pasar modal khususnya insider trading harus
hukum Indonesia saat ini masih menganut
dapat ditemukan dan diselesaikan melalui
sistem hukum Eropa Kontinental yang
hukum yang berlaku baik itu kebiasaan
diadopsi dari Belanda, yaitu berdasarkan
maupun karena telah diatur dalam aturan di
asas konkordansi, sedangkan Pasar Modal
pasar modal. Memang harus diakui bahwa
menganut unsur-unsur hukum dalam sistem
kejahatan ini tidak mudah untuk ditemukan
hukum Anglo Saxon yang dikembangkan
apalagi diselesaikan, hal ini karena tidak
di Amerika. Sistem Common Law
didukung oleh sistem hukum yang ada
lebih mengacu kepada hukum kebiasaan
saat ini di Indonesia. Oleh karena itu perlu
(Customary Law) yang cenderung tidak
kiranya ke depan dipertimbangkan suatu
tertulis.
harmonisasi ketentuan hukum yang ada
dengan perkembangan akan kebutuhan Sumber hukum utama dalam sistem
hukum itu sendiri.5 Civil Law adalah perundang-undangan,
walaupun terdapat sumber hukum lain
Hal ini dimungkinkan mengingat
seperti kebiasaan, yurisprudensi dan
bahwa sistem hukum terus berubah, namun
doktrin. Berbeda dengan sistem Common
bagian-bagian sistem itu berubah dalam
Law, Mengingat masalah-masalah hukum
kecepatan yang berbeda, dan setiap bagian
5 6
  Lawrence M. Friedman, American Law An Achmad Ali, Menguak Tabir Hukum (Suatu Kajian
Introduction (Second Edition), Tata Nusa, Jakarta, 2001,h. Filosofis dan Sosiologis), Gunung Agung, Jakarta, 2002,
7 h. 191.
Prawitra Thalib: Mekanisme Penanganan Kejahatan Insider Trading 177

diselesaikan kasus perkasus yang hasilnya sebagaimana kasus sejenis yang muncul
tercermin dalam putusanputusan hakim diberbagai negara yang penyelesaian
(yurisprudensi), maka sumber hukum utama kasus tersebut cenderung kearah ganti rugi
adalah yurisprudensi (judge made law). atau denda oleh lembaga regulator Pasar
Dalam sistem Civil Law, karena terbiasa Modalnya.
mengacu kepada peraturan perundang- Meskipun disadari akibat dari
undangan yang masih memerlukan perbuatan tersebut yaitu insider trading
penafsiran, antara lain penafsiran gramatikal, sangat besar pengaruhnya baik kepada
historis, authentic, dan kontruksi hukum, investor maupun terhadap pengembangan
ahli hukum dari Negara- Negara Eropa Pasar Modal secara keseluruhan, maka
Continental lebih kuat dalam penafsiran.7 sanksi atas perbuatan melawan hukum
Dari perbedaan kedua sistem hukum tersebut tidak cukup dengan mengganti
antara Common Law dan Continental Law kerugian saja jika diperlukan diberikan efek
tersebut, mengakomodasikan kedua sistem jera bagi si pelaku misalnya sanksi pidana
ini akan dikaji dari segi aspek hukum sebagaimana disebutkan dalam Undang-
untuk membuat suatu format bagaimana undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar
solusi untuk menyelesaikan kejahatan Modal dan Undang-undang Nomor 5 Tahun
insider trading. Aspek hukum Pasar 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli
Modal tersebut sering menjadi sorotan dan dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
merupakan obyek diskusi yang menarik Namun perlu dilakukan telaah hukum
karena menyangkut teori-teori hukum secara mendalam akan kejahatan insider
tentang perdagangan orang dalam (insider trading agar hukuman yang diterima tepat
trading). Teori hukum yang berhubungan sasaran dan memiliki efek jera, terlepas
dengan praktik perdagangan orang dalam sanksi tersebut berupa sanksi perdata atau
tersebut merupakan teori-teori hukum yang pidana. Sistem Pengawasan di Pasar Modal
menjadi landasan tentang pengaturan aspek Dari studi kasus pelanggaran hukum pasar
yang berhubungan dengan transaksi yang modal khususnya insider trading, tergambar
dilakukan oleh orang dalam (insider).8 bahwa demikian luas dan rumitnya tindak
Sebagaimana diketahui bahwa insider pelanggaran di pasar modal. Hal ini harusnya
trading disamping dituntut secara perdata dapat diakomodir dalam pengembangan
mengenai kepatutan atau kepantasan juga hukum Indonesia. Oleh karena itu dalam
dapat dituntut secara pidana sebagaimana rangka penegakan hukum serta dalam
disebutkan dalam Undang-undang Nomor konsep pembentukan hukum nasional,
8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, namun nampaknya hukum tidak hanya diartikan
secara terbatas dan hanya terpaku kepada
7
  Jusuf Anwar, Kajian Tentang Kepastian Hukum
Kinerja Lembaga Pasar Modal di Indonesia Dalam Upaya hukum tertulis saja. Lebih lebih untuk
Menunjang Pembangunan Nasional, Univ. Padjadjaran, mengantisipasi pelanggaran hukum di
Bandung, 2001, h. 16
8
  Ibid. pasar modal, karena memang pasar modal
178 Yuridika: Volume 27 No 2, Mei-Agustus 2012

Indonesia diadopsi dan lebih condong ke memiliki kebebasan. Namun kebebasan


Amerika Serikat yang menganut sistem hakim tidak seperti anggapan aliran freie
hukum Anglo Saxon dan berbeda dengan rechtsbewegung, sehingga di dalam
sistem hukum yang berlaku di Indonesia, melakukan tugasnya hakim mempunyai
hal ini memang sudah lama diperdebatkan. apa yang disebut “kebebasan yang terikat”
Apabila hanya penerapan hukum (gebonded vrijheid) atau “keterikatan yang
tertulis saja yang berlaku di Indonesia, bebas” (vrije gebondenheid).9
maka dikhawatirkan penegakan hukum Oleh sebab itu maka tugas hakim
atas kejahatan dan pelanggaran hukum di disebutkan sebagai upaya melakukan
bidang pasar modal akan sulit dilakukan, rechtsvinding yang Pasar modal artinya
sebagai contoh sulitnya penyelesaian kasus adalah menselaraskan undang-undang
insider trading di pasar modal Indonesia pada tuntutan zaman dapat diklasifikasikan
karena terbatasnya masalah pembuktian sebagai bidang hukum yang netral. Dalam
yang dianut dalam hukum tertulis Indonesia. pembentukan hukum pasar modal, apabila
Jika Indonesia terlalu teguh berpegang melihat Undang-undang Pasar Modal,
pada hukum tertulis, maka penegakan pembentukannya mendapat pengaruh dari
hukum pasar modal akan sulit, berdasarkan sistem hukum Anglo Saxon. Ini terbukti
pengalaman, dalam kodefikasi pun sering misalnya terdapat lembaga Wali Amanat
terdapat kekosongan hukum (terdapat dalam industri pasar modal. Oleh karena itu,
halhal yang belum diatur) dan di lain pasar modal sebagai bidang hukum yang
pihak semakin jauhnya pelaksanaan hukum netral, maka tidak menutup kemungkinan
dari keadilan disebabkan terlalu tegarnya mendapat pengaruh dari berbagai sistem
memegang undang- undang dan kodefikasi. hukum. Dalam teori pembentukan hukum,
Oleh karena itu tepat kiranya jika dalam hakim dapat dianggap sebagai satu faktor
penegakan hukum pasar modal, regulator pembentuk hukum.
dapat menyesuaikannya dengan keadaan Hakim wajib menemukan hukum
dan kondisi yang berkembang. atas suatu perkara yang ia tangani. Asas
Jika dikaitkan dengan aliran pemikiran ini dianut dalam pasal 22 AB (Algemene
hukum, hal ini sejalan dengan pemikiran Befalingeen) yang walaupun merupakan
hukum dari aliran rechtsvinding yang produk hukum zaman kolonial tapi asas
merupakan aliran tengah diantara aliran ini masih berlaku dalam tatanan hukum di
legisme dan freie rechtsbewegung. tanah air hingga sampai saat ini. Penafsiran
Bahwa menurut aliran rechtsvinding, dan penemuan hukum juga menjadi faktor
benar bahwa hakim terikat pada undang- bagi pengembangan hukum pasar modal,
undang, akan tetapi tidaklah seketat dalam hal ini hakim sebagai salah satu
seperti menurut pandangan aliran legisme penegak hukum harus dapat menemukan
yang menganggab semua hukum terdapat dan menerapkan hukum yang berlaku bagi
dalam undang-undang, karena hakim juga 9
  Ibid.
Prawitra Thalib: Mekanisme Penanganan Kejahatan Insider Trading 179

penyelesaian kasus pelanggaran hukum Dengan demikian proses pengadilan


pasar modal yang dihadapinya, hal ini bukanlah suatu silogisme. Undang-undang
sesuai dengan ketentuan Pasal 14 ayat merupakan premis mayor, peristiwa kongkrit
(1) UU No. 14/ 1970 tentang Ketentuan- adalah premis minor, sedangkan putusan
ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman, hakim adalah konklusi atau simpulannya.
yang telah diubah dengan Undang-undang Karena itu relevan jika penerapan hukum
No.35 Tahun 1999 tentang Perubahan atas tidak semata-mata melihat kepada hukum
Undang-undang No.14 Tahun 1970 tentang tertulis. Apabila Hakim tidak menemukan
Ketentuanketentuan Pokok Kekuasaan hukum tertulis maka wajib menggali hukum
Kehakiman, terakhir dengan Undang- tidak tertulis untuk memutus berdasarkan
undang No.4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan hukum sebagai seorang yang bijaksana dan
Kehakiman Pasal 28 ayat (1) Hakum wajib bertanggung jawab. Untuk mengantisipasi
menggali, mengikuti dan memahami dan pelanggaran di pasar modal yang masuk
rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat dalam kategori praktek curang (unfair
Hakim dalam melaksanakan fungsi dan trading) dan kejahatan pasar (market crime)
kewenangan kehakiman diberikan otonomi diperlukan pengetahuan tentang jenis- jenis
kebebasan. pelanggaran yang masuk dalam kelompok
Otonomi kebebasan itu mencakup tersebut. Disamping upaya penegakan
menafsirkan peraturan perundang- hukum pasar modal, perlu pula kiranya
undangan, mencari dan menemukan asas- untuk mendapat perhatian upaya-upaya
asas dan dasar-dasar hukum, mencipta preventif untuk menganulir kemungkinan-
hukum baru apabila menghadapi kemungkinan yang mengancam industri
kekosongan peraturan perundang-undangan, pasar modal di tanah air.
dibenarkan pula melakukan contra legem Diantara upaya-upaya preventif
apabila ketentuan peraturan perundang- tersebut adalah saksi pelapor atau sumber
undangan bertentangan dengan kepentingan informasi wajib untuk dilindungi. Penegakan
umum, dan memiliki otonomi yang bebas Hukum Sebagai Upaya Penyelesaian
untuk mengikuti yurisprudensi. Dengan Masalah Insider Trading Hampir di semua
kewenangan yang dimiliki hakim tersebut, pasar modal di dunia memiliki peraturan
penemuan hukum yang dilakukan tidak yang melarang insider trading. Sekalipun
sekedar menginterpretasi undang-undang demikian masih saja terdapat perdebatan
atau hanya melaksanakan undang- undang mengenai perlu tidaknya melarang kegiatan
saja, tetapi juga penemuan hukum karena insider trading. Karena dalam prakteknya,
hakim bukan hanya sebagai corong undang- hampir tiada batas yang jelas antara salah
undang (la bouche du droit). Melalui dan benar dalam insider trading. Kalangan
interpretasi yang baik, hukum akan tetap pakar ekonomi finansial dan ahli hukumpun
hidup dari masa ke masa dan memberikan belum ada kesepakatan dalam banyak aspek
keadilan bagi mereka yang mendambakan. tentang insider trading.
180 Yuridika: Volume 27 No 2, Mei-Agustus 2012

Menurut seorang pakar di bidang suggest that any advantage from a market
keuangan melihat insider trading sebagai efficiency perspective is outweighed by
masalah jika terdapat unsur penipuan the loss of investor confidence caused by
(fraud atau deceit). Misalnya pendapat insider trading”

Michael Rozeff, Profesor dari University of Artinya bahwa, berdasarkan studi


Iowa yang banyak menulis tentang insider empiris terkini didapat bahwa penegakan
trading, menyimpulkan bahwa insider hukum terkait kasus insider trading akan
trading merupakan topik yang masih mengurangi biaya modal kira-kira 5 %,
kontroversial dan belum ada kesepakatan keuntungan lain dari tindakan tersebut
tentang ini. Menurutnya, sebagian besar adalah efisiensi pasar tercapai sekaligus
investor menerima insider trading sebagai tingkat kepercayaan investor akan
suatu kenyataan. insider trading akan meningkat. Pendapat kedua ini banyak
menarik perhatian masyarakat setelah dukungan karena pesan yang begitu kuat
melewati berita yang spektakuler tentang akan perlindungan bagi investor dimana
kasus insider trading di media massa.10 terdapat tiga hal penting yang akan dicapai
Menarik untuk disimak adalah dua jika penegakan hukum terhadap kasus
pendapat yang saling bertentangan. insider trading dilaksanakan, yaitu: 12
Pendapat pertama diungkap oleh H. Manne 1. regulasi yang efektif dibidang hukum
yang memaparkan hal tentang insider khususnya penegakan hukum secara
trading sebagai berikut: “Insider trading umum akan menghasilkan pengem-
provides an incentive for entrepreneurial bangan pasar modal ke arah yang
activity, and that it enhances market lebih baik sekaligus perlindungan
efficiency through the faster dissemination bagi investor;
of information”. 11
2. regulasi yang efektif akan membentuk
Artinya bahwa insider trading siklus keterkaitan positif antara
memberikan satu insentif bagi kegiatan investor dan perusahaan publik di
kewirausahaan, dan dapat meningkatkan mana dengan tingkat risiko yang
efisiensi pasar melalui informasi yang rendah akan dicapai biaya operasional
cepat tersebar. Pendapat lainnya diungkap yang rendah pada akhirnya akan
oleh U Bhattacharya dan H Daouk sebagai menarik perusahaan- perusahaan
berikut: untuk menjadi perusahaan publik
yang terdaftar di pasar modal;
“Recently, empirical studies have also
found that the proper enforcement of 3. para regulator dan badan yang
insider trading laws reduces the cost menangani penegakan hukum di
of equity capital by about 5 %, which pasar modal wajib mampu untuk
10
mendeteksi dan mencegah tindakan-
  Yudha Bhakti Ardhiwisastra, Penafsiran dan
12
Konstruksi Hukum, Alumni, Bandung 2000, h. 51.   Soedjono Dirdjosisworo, Pengantar Ilmu Hukum,
11
  Ibid., h.60. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2000, h. 161.
Prawitra Thalib: Mekanisme Penanganan Kejahatan Insider Trading 181

tindakan yang dapat merugikan tertulis sulit untuk dibuktikan) Oleh karena
investor. pelakunya melakukan insider trading untuk
Jika investor kehilangan memperoleh keuntungan berupa uang,
kepercayaannya maka pasar modal akan maka dapat dilakukan perubahan konsep
masuk pada siklus negatif di mana nilai pidana dari ultimum remedium ke primum
saham akan jatuh, perusahaan-perusahan remidium, yaitu diartikan sebagai Prinsip
publik yang masuk dalam kategori baik Ultimum Remedium dalam hal adanya
akan keluar dari pasar modal pada akhirnya sanksi administratif dan sanksi pidana,
aktivitas pasar modal secara keseluruhan sanksi pidana tersebut baru akan digunakan
akan terhenti. Tujuan utama dari pelaku efektif, jika sanksi administratif sudah
insider trading adalah untuk memperoleh dilaksanakan secara penuh.
keuntungan melalui pemanfaatan informasi Penutup
yang belum ter-publish kepada publik,
sehingga pelakupelaku dapat dikenakan Para pelaku insider trading lebih efektif
sanksi berupa ganti rugi, memang dalam diarahkan pada perbuatan melawan hukum
hukum pidana dapat terlaksana “alat dan sanksi yang dikenakan berupa ganti
bukti yang dengan alat bukti sebagaimana rugi atau denda atau Alternative Dispute
disebut dalam Pasal 184 yang berbunyi: sah Resolution (ADR) dimana dijatuhkannya
meliputi keterangan saksi, keterangan ahli, sanksi pidana adalah upaya akhir. Besarnya
surat, petunjuk dan keterangan tersangka”. ganti rugi atau denda tersebut disesuaikan
dengan tingkat kerugian akibat dari
Hal ini amatlah sulit untuk dibuktikan
pelanggaran tersebut serta diupayakan
selain itu alat bukti sebagaimana disebut
mampu menimbulkan efek jera. Untuk
dalam Pasal 184 ini tidak cukup untuk
menyelesaikan permasalahan di atas.
memenuhi pembuktian insider trading.
Undang-undang Nomor 8 tahun 1995
Menurut undang-undang, ada lima macam
tentang Pasar Modal perlu diamandemen
alat pembuktian yang sah yaitu; surat-
yaitu memuat pembentukan Komisi
surat, kesaksian, persangkaan, pengakuan
Penyelesaian Kasus Pasar Modal.
dan sumpah Jika ditelaah, alat bukti yang
Komisi ini bertugas untuk menyelesaikan
dimaksud dalam pasal tersebut maka
kasuskasus yang ada di pasar modal
insider trading tidak dapat dibuktikan karena
terutama insider trading. Keputusan Komisi
bukti transaksi yang dilakukan di bursa
adalah merupakan putusan final yang diberi
merupakan hasil elektronik yaitu berupa
kewenangan sebagai quasi eksekutif, quasi
print out dan bukan termasuk kategori surat
legislatif dan quasi yudisial. sehingga dalam
sebagaimana disebutkan dalam undang-
perkembangan pasar modal kedepan kasus
undang. (sekalipun dengan adanya Undang-
kejahatan insider trading tidaklah lagi
Undang tentang transaksi elektronik telah
menjadi momok yang sulit untuk dilakukan
disahkan tidak menutup kemungkinan bahwa
pembuktiannya sekalgus juga harus menjadi
pembuktian insider trading dalam hal secara
182 Yuridika: Volume 27 No 2, Mei-Agustus 2012

suatu kejahatan yang sulit untuk dilakukan M. Daud Silalahi, Quality Legal Audit,
karena disamping banyaknya pengawasan mimeograf, Law and Environmental
Consultant, Lawencon, Bandung,
dari para pihak, penanganan terhadap kasus
1999.
tersebut haruslah efektif, keras dan tegas,
yang secara tidak langsung akan menjadikan Marzuki Usman et al., ABC Pasar Modal
Indonesia, Institut Bisnis Indonesia,
transaksi pasar modal menjadi lebih sehat
Jakarta, 1994.
dan efisien.
Lawrence M. Friedman, American Law
Daftar Bacaan An Introduction (Second Edition), PT
Tata Nusa, Jakarta, 2001.
Achmad Ali, Menguak Tabir Hukum (Suatu
Kajian Filosofis dan Sosiologis), Soedjono Dirdjosisworo, Pengantar
Gunung Agung, Jakarta, 2002. Ilmu Hukum, RajaGrafindo Persada,
Jakarta, 2000.
Bapepam & CMS, Cetak Biru Pasar Modal
Indonesia, Jakarta, 1996. Yudha Bhakti Ardhiwisastra, Penafsiran
dan Konstruksi Hukum, Alumni,
Jusuf Anwar, Kajian Tentang Kepastian Bandung 2000.
Hukum Kinerja Lembaga Pasar
Modal di Indonesia Dalam Upaya
Menunjang Pembangunan Nasional,
Univ. Padjadjaran, Bandung, 2001.