Anda di halaman 1dari 24

Implementasi Konservasi Energi di Indonesia

Menurut PP no. 70 tahun 2009

Disusun Oleh:
Hanifa Aviana 21030116140125
Joeng Jody Saputra Y. 21030116130122
Malvin Muhammad Zain 21030116140173
4
PASAL 4
Tanggung Jawab Pemerintah
Pasal 4: Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 bertanggung jawab secara nasional untuk:

Merumuskan dan menetapkan


Melakukan sosialisasi secara
kebijakan, strategi, dan program
menyeluruh dan komprehensif untuk
konservasi energi
penggunaan teknologi yang menerapkan
konservasi energi

Mengembangkan sumber daya


manusia yang berkualitas di Mengalokasikan dana dalam
bidang konservasi energi rangka pelaksanaan program
konservasi energi
Ayat E
Memberikan kemudahan dan atau
insentif dalam rangka pelaksanaan
Ayat G
program konservasi energi Melaksanakan program dan kegiatan
konservasi energi

Ayat F
Melakukan bimbingan teknis
konservasi energi kepada Ayat H
pengusaha, pengguna Melakukan pembinaan dan
sumber energi, danpengguna energi pengawasan terhadap
pelaksanaan program
konservasi energi
Dalam Pasal 4, secara garis besar menyatakan tanggung jawab pemerintah
dalam kegiatan konservasi energi yaitu merumuskan dan menetapkan
strategi konservasi energi, melakukan sosialisasi,melakukan bimbingan
teknis kepada pengguuna energi, sampai melaksanakan dan melakukan
evaluasi terhadap program yang telah ditetapkan.

Maka, salah satu implementasi dari PP no. 70 tahun 2009 Pasal 4 tersebut
tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM no. 39 tahun 2017

4
Bab 2
Instalasi penyediaan
tenaga listrik dari energi
Instalasi penyediaan bahan
baru dan/atau energi terbaru Pembangunan, pengadaan
bakar non tenaga listrik
kan antara lain terdiri dan/atau pemasangan
bioenergi terdiri antara lain
Dari PLTS (tenaga surya), peralatan efisiensi energi
bahan bakar nabati, biomas
PLTBm (tenaga biomassa), antara lain penerangan
sa, biogas, dan bioenergi
PLTBg (tenaga biogas), jalan umum tenaga surya,
lainnya
PLTSa (tenaga sampah penerangan jalan umum
kota) menggunakan lampu
hemat energi, sistem
monitoring konsumsi
energi

Revitalisasi / rehabilitasi instalasi


4
pemanfaatan energi baru, energi
terbarukan dan konservasi energi
PASAL 5
Tanggung Jawab Pemerintah Daerah Provinsi
Pasal 5: Pemerintah daerah provinsi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 bertanggung jawab sesuai dengan kewenangannya
di wilayah provinsi yang bersangkutan untuk:

Ayat A
Merumuskan dan menetapkan
kebijakan, strategi, dan program
konservasi energi Ayat D
A Mengalokasikan dana dalam
rangka pelaksanaan program
Ayat B
Mengembangkan sumber daya
B D konservasi energi

manusia yang berkualitas di


bidang konservasi energi
C
Ayat C
Melakukan sosialisasi secara
menyeluruh dan komprehensif untuk
penggunaan teknologi yang menerapkan
konservasi energi
Ayat E
Memberikan kemudahan dan atau
insentif dalam rangka pelaksanaan
program konservasi energi Ayat H
Melakukan pembinaan dan
pengawasan terhadap pelaksana
Ayat F
E an program konservasi energi

Melakukan bimbingan teknis F H


konservasi energi kepada
pengusaha, pengguna G
sumber energi, dan pengguna energi
Ayat G
Melaksanakan program dan kegiatan
konservasi energi
Contoh Peraturan Gubernur
PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBU
KOTA JAKARTA NOMOR 156 TAHUN 2012 TENTANG
1 PENGHEMATAN ENERGI DAN AIR

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 45 TAHUN 2019


2 TENTANG BALI ENERGI BERSIH

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 48 TAHUN 2019


3 TENTANG PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR
LISTRIK BERBASIS BATERAI

4
PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 48 TAHUN 2019 TENTANG
PENGGUNAAN KENDARAAN BERMOTOR LISTRIK BERBASIS
BATERAI
Menjaga kelestarian lingkungan Mendukung program Pemerintah
alam Bali serta meminimalkan
01 kerusakan situs warisan budaya
dan bangunan suci keagamaan di
02 untuk efisiensi energi dan
pengurangan polusi di bidang
transportasi.
Bali.

Mendorong kesiapan infrastruktur Pengendalian penggunaan Kendaraan


kendaraan listrik di Bali untuk Bermotor berbahan bakar minyak fosil
03 percepatan peralihan dari
kendaraan berbahan bakar fosil ke
04 secara bertahap sesuai kebutuhan,
kesiapan sarana dan prasarana sesuai
KBL Berbasis Baterai. dengan ketentuan Peraturan
Perundang-undangan
Strategy Program KBL berbasis Baterai

Penerapan pada Penerapan pada


BUMN/BUMD. dan Strategy Strategy angkutan umum
pemerintah setempat 01 02

Pembentukan komite Pemberian insentif


edukasi, sosialisasi, Strategy Strategy fiskal dan non-fiskal
teknis dan kerjasama 06 03

Mempercepat
pembangunan. Strategy Strategy Penggunaan sumber
infrastruktur pendukung 04 daya daerah minimal
05 15% dan tenaga lokal
seperti SPLU
70%
PASAL 6
Tanggung Jawab Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
Pasal 6: Pemerintah daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 bertanggung jawab sesuai dengan kewenangannya
di wilayah kabupaten/kota yang bersangkutan untuk:

A Merumuskan dan menetapkan C Melakukan sosialisasi secara


kebijakan, strategi, dan program menyeluruh dan komprehensif untuk
konservasi energi penggunaan teknologi yang menerapkan
konservasi energi

B Mengembangkan sumber daya D Mengalokasikan dana dalam


manusia yang berkualitas di rangka pelaksanaan program
bidang konservasi energi konservasi energi
E Memberikan kemudahan dan atau
insentif dalam rangka pelaksanaan
program konservasi energi
G Melaksanakan program dan kegiatan
konservasi energi

F Melakukan bimbingan teknis


konservasi energi kepada
pengusaha, pengguna
sumber energi, dan pengguna energi
H Melakukan pembinaan dan
pengawasan terhadap pelaksana
an program konservasi energi
Tujuan Pengelolaan Energi Daerah

Tercapainya kemandirian Terwujudnya desa mandiri


pengelolaan energi
. di dan berdikari melalui
Daerah 1 2 kedaulatan energi

terjaganya kelestarian
fungsi lingkungan Terjaminnya ketersediaa
hidup 6 3 n energi di Daerah

Tercapainya peningkatan
akses masyarakat yang tidak
. Terjaminnya pengelolaan
mampu dan/atau yang tinggal 4 sumber daya energi secara
5 optimal, terpadu, dan ber
di daerah terpencil terhadap
energi kelanjutan
Implementasi PP no. 70 tahun 2009 Pasal 6 ini tertuang pada salah satunya yaitu
Peraturan Daerah Kota Semarang No 2 tahun 2013 Tentang Pengelolaan Air
Tanah
Pengelolaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Energi
Terbarukan melalui Pengembangan Desa Mandiri
Energi
Desa Mandiri Energi adalah salah satu
kebijakan nasional dan daerah yang
bertujuan untuk menyediakan energy
di desa desa yang memiliki keterbatas
an energy. DME memanfaatkan
potensi energy berupa bahan bakar na
bati (BBN) atau non BBN. Pemerintah
Daerah berperan dalam sosialisasi,
pembangunan, dan pendanaan
fasilitas EBT di Jawa Tengah
4
Kegiatan Konservasi Energi

Kegiatan konservasi energy meliputi pengoperasian teknologi atau system yang


efisien energy, bimbingan teknis, dan penghematan penggunaan energi

Program Pendukung Konservasi Energi

Lomba hemat energi dan air


4
Penerapan
Sanksi
Pelanggaran terhadap kegiatan pengelolaan dan konservasi
energy daerah dapat dikenai sanksi administrative bagi
pelaku yang melanggar ketentuan pada peraturan daerah

Sanksi administratif dapat berupa: teguran lisan dan tertulis, p


enghentian kegiatan usaha dan izin usaha, denda administratif
PASAL 7
Tanggung Jawab Pengusaha

(1) Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2


bertanggung jawab:
a. melaksanakan konservasi energi dalam
setiap tahap pelaksanaan usaha; dan
b. menggunakan teknologi yang efisien energi;
dan/atau
c. menghasilkan produk dan/atau jasa yang
hemat energi

4
Green Office

• Pengurangan sampah plastik


dan kertas.
• Penghematan energi listrik
dengan memaksimalkan pen
cahayaan alami
• Pengehematan penggunaan
air.
• Kebersihan/ kenyamanan
ruang kerja
• Pengelolaan sampah
4
Taxi
Listrik
• Hemat Energi
• Mengurangi Polusi Udara
• Bebas polusi suara
• Perawatan yang Mudah
Cogeneration ialah suatu sistem yang menghasilkan dan
memanfaatkan dua jenis energi sekaligus dalam satu sistem
pembangkit. Contohnya yaitu, ketika turbin berputar, seharus
nya energi kinetik diubah menjadi listrik namun selama
perputaran turbin telah timbul panas karena gesekan sehingga
konversi tidak maksimum. Pada prakteknya, sebuah
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan
batubara sejatinya hanya memanfaatkan 35-40% energi dari
batubara tersebut karena sisanya terbuang sebagai panas ke
lingkungan. Konsep Cogeneration ini kan meningkatkan
efisiensi suatu sistem. Efisiensi yang dijanjikan bahkan dapat
mencapai 90%. Cogeneration juga biasa disebut dengan CHP
(Conmbined Heat and Power).

Green Industry