Anda di halaman 1dari 44

CONFERENCE, DELEGASI

OPERAN & RONDE


KEPERAWATAN
CONFERENCE
PRE & POST CONFERENCE

Conference adalah diskusi kelompok tentang


beberapa aspek klinik dan kegiatan
konsultasi.
Pre conference adalah diskusi tentang aspek
klinik sebelum melaksanakan asuhan
keperawatan pada pasien .
Post conference adalah diskusi tentang
aspek klinik sesudah melaksanakan asuhan
keperawatan pada pasien
TUJUAN PRE CONFERENCE

Membantu untuk mengidentifikasi


masalah–masalah pasien, merencanakan
asuhan dan merencanakan evaluasi hasil.

Mempersiapkan hal–hal yang akan


ditemui dilapangan.

Memberikan kesempatan untuk berdiskusi


tentang keadaan pasien
TUJUAN POST CONFERENCE

Untuk memberikan kesempatan


mendiskusikan penyelesaian masalah dan
membandingkan masalah yang dijumpai
SYARAT PELAKSANAAN

Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian


asuhan keperawatan dan post conference dilakukan
setelah pemberian asuhan keperawatan.

Waktu yang efektif yang diperlukan 10 atau 15


menit.

Topik yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya


tentang keadaan pasien, perencanaan tindakan dan
data – data yang perlu ditambahkan.
PEDOMAN PELAKSANAAN CONFERENCE

Sebelum dimulai, tujuan conference harus dijelaskan.

Diskusi harus mencerminkan proses dan dinamika kelompok

Pemimpin mempunyai peran untuk menjaga fokus diskusi tanpa mendominasi


dan memberi umpan balik.

Pemimpin harus merencanakan topik yang penting secara periodik.

Ciptakan suasana diskusi yang mendukung peran serta, keinginan mengambil


tanggung jawab dan menerima pendekatan serta pendapat yang berbeda.

Ruang diskusi diatur sehingga dapat tatap muka pada saat diskusi.

Pada saat menyimpulkan conference, ringkasan diberikan oleh pemimpin dan


kesesuaiannya dengan situasi lapangan.
DELEGASI/PENDELEGASIAN
DELEGASI
Delegasi adalah pendelegasian penyelesaian pekerjaan yang
dikerjakan melalui orang lain untuk menyelesaikan tujuan organisasi

Unsur-unsur dalamproses delegasi meliputi R-A-A, yaitu:

1. Tanggung Jawab (responsibility), adalah pekerjaan-pekerjaan yang


harus diselesaikan oleh seseorang pada jabatan tertentu.

2. Kemampuan (accountability), adalah kompeten dalam memberikan


pertanggungjawaban atas pelimpahan yang diberikan kepadanya.

3. Kewenangan (authority), adalah hak atau wewenang untuk


memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan fungsinya.
Delegasi yang efektif memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu:

unsur delegasi harus lengkap dan jelas;

harus mendelegasikan kepada orang yang tepat;

pemberi delegasi harus memberikan peralatan yang cukup


dan mengusahakan keadaan lingkungan yang efisien;

yang memberi delegasi harus memberikan insentif atau


rangsangan materi atau nonmateri.
ALUR DELEGASI
Berdasarkan alur delegasi, dapat dijelaskan:

Para bawahan yang menerima delegasi tugas dan


kekuasaan, selanjutnya mendelegasikan tugas dan
kekuasaan kepada bawahannya.

Pada keadaan ini manajer terdahulu lebih banyak lagi


mendelegasikan perencanaan dan pelaksanaan dan
semakin banyak ia memusatkan perhatian dalam
pengawasan
Tugas-tugas perencanaan dan pelaksanaan sebagaian
besar dapat didelegasikan, sedangkan tugas pengawasan
tidak dapat didelegasikan (hanya sebagian kecil saja).
OPERAN/TIMBANG TERIMA
OPERAN
Timbang terima pasien (operan) merupakan teknik atau cara untuk
menyampaikan dan menerima sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan
keadaan pasien

Timbang terima pasien harus dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan


secara singkat, jelas, dan lengkap tentang Tindakan mandiri perawat, tindakan
kolaboratif yang sudah dilakukan/belum, dan perkembangan pasien saat itu.

Informasi yang disampaikan harus akurat sehingga kesinambungan asuhan


keperawatan dapat berjalan dengan sempurna.

Timbang terima dilakukan oleh perawat primer keperawatan kepada perawat


primer (penanggung jawab) dinas sore atau dinas malam secara tertulis dan
lisan.
TUJUAN
1. Menyampaikan kondisi dan keadaan pasien (data
fokus).

2. Menyampaikan hal yang sudah/belum dilakukan


dalam asuhan keperawatan kepada pasien.

3. Menyampaikan hal yang penting yang harus


ditindaklanjuti oleh perawat dinas berikutnya.

4. Menyusun rencana kerja untuk dinas berikutnya.


MANFAAT

BAGI PERAWAT BAGI PASIEN


1. Meningkatkan kemampuan ▪ Pasien dapat menyampaikan
komunikasi antarperawat. masalah secara langsung bila ada
yang belum terungkap.
2. Menjalin hubungan kerjasama
dan bertanggung jawab
antarperawat.
3. Pelaksanaan asuhan
keperawatan terhadap pasien
yang berkesinambungan.
4. Perawat dapat mengikuti
perkembangan pasien secara
paripurna.
Isi operan ➔ hal – hal penting tentang asuhan
keperawatan

Klien baru ➔ dimulai dengan identitas, diagnosa medik,


riwayat kesehatan yang lalu, keluhan saat ini, diagnosa
keperawatan yang muncul, rencana tindakan yang akan
/ sudah dilakukan dan seterusnya.
Klien lama ➔ sebaiknya gunakan format SOAP untuk
mengorganisir secara naratif dan lengkap.
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN AGAR
OPERAN EFEKTIF DAN EFISIEN

Dilaksanakan tepat waktu pada saat pergantian dinas yang telah


disepakati.
Dipimpin oleh perawat utama / katim / penanggung jawab shif.

Diikuti oleh semua perawat yang akan dan telah selesai berdinas.

Hal – hal yang harus dilaporkan harus sesuai kondisi klien.

Adanya unsur bimbingan dan pengarahan dari penanggung jawab.

Timbang terima harus berorientasi pada permasalahan pasien

Sesuatu yang mungkin membuat pasien terkejut dan shock sebaiknya


dibicarakan di nurse station.
SKEMA SISTEMATIKA PELAPORAN
TIMBANG TERIMA
STRATEGI OPERAN

Di kantor
Perawat/nurse
station
Perawat utama (ketua Tim, PP, PJ Shift)➔ mengoperkan
klien kelolaannya kepada perawat asosiet sore, kemudian
perawat asosiet sore operan kepada perawat asosiet
malam.
Klien yang dioperkan hanya klien yang menjadi tanggung
jawabnya.

Klien kelolaan, contoh PP1, PP2/Tim1,Tim2


STRATEGI OPERAN

Di ruangan
klien/pasien
Setelah selesai operan dikantor perawat kemudian
dilanjutkan dengan keliling memvalidasi keadaan
klien satu persatu.

Timbang terima yang dilakukan didekat klien


menggunakan volume suara yang pelan dan tegas
(bukan berbisik) agar klien disebelahnya tidak curiga
dengan apa yang perawat bicarakan tetapi tetap
menjaga privacy klien yang sedang diajak bicara.
RONDE KEPERAWATAN
RONDE KEPERAWATAN

Suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah


keperawatan klien,

Kegiatan dilaksanakan oleh perawat, dengan melibatkan


pasien untuk membahas dan melaksanakan asuhan
keperawatan.

Padda kasus tertentu harus dilakukan dengan melibatkan


konsuler/dokter, farmasi, gizi, ect, kepala ruangan,
perawat assosiate dan perlu juga melibatkan seluruh
anggota tim.
KEGIATAN RONDE KEPERAWATAN

Kegiatan melibatkan observasi, wawancara dengan klien


dilingkungannya dengan diikuti diskusi klompok.

Melalui kunjungan yang aktual pada klien

Tim dapat mengobservasi kondisi klien, meninjau perawatan yang


diberikan, mengumpulkan informasi yang komprehensif tentang klien,
memberikan kesempatan memperlihatkan intervensi keperawatan
tertentu, melibatkan interaksi tim dan memberikan diskusi mengenai
perawatan individu.
Ronde keperawatan dimulai dengan perkenalan,
kontribusi klien dalam asuhan keperawatan, diikuti
observasi, diskusi dan peragaan.

Diskusi tim keperawatan mempertimbangkan hasil


observasi, data tambahan yang diperoleh dalam
ronde, mengusulkan intervensi alternatif yang
sesuai, menggunakan pengetahuan untuk situasi
khusus dan menghubungkan hasil observasinya
Kesulitan utama ronde keperawatan berkaitan
penghargaan privacy klien selama observasi dan
wawancara serta jaminan bahwa klien memang ingin
berpartisipasi.
Ijin dari klien harus diusahakan sebelumnya dan klien
harus memahami haknya untuk berpartisipasi atau
menolak

Pemberian inform consent/surat persetujuan dilakukan


ronde keperawatan
KARAKTERISTIK
Klien dilibatkan secara langsung

Klien merupakan fokus kegiatan

Perawat assosiate, perawat primer dan konselor melakukan


diskusi bersama

Konselor menfasilitasi kreativitas

Konselor membantu mengembangkan kemampuan PA, PP


untuk meningkatkan kemampuan dalam mengatasi masalah
TUJUAN
Menumbuhkan cara pikir yang kritis dan sistematis

Meningkatkan kemampuan menentukan diagnosis keperawatan

Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berasal dari


masalah klien
Meningkatkan validasi data klien

Menilai kemampuan justifikasi

Meningkatkan kemampuan dalam menilai hasil kerja

Meningkatkan kemampuan untuk memodifikasi rencana perawatan


MANFAAT
Masalah pasien dapat teratasi

Kebutuhan pasien dapat terpenuhi

Terciptanya komunitas keperawatan yang


profesional
Terjalinnya kerjasama antar tim.

Perawat dapat melaksanakan model asuhan


keperawatan dengan tepat dan benar.
KRITERIA KLIEN

Mempunyai masalah keperawatan


yang belum teratasi meskipun sudah
dilakukan tindakan keperawatan.

Klien dengan kasus baru atau


langka.
PERAN PERAWAT PRIMER DAN
ASSOCIATE

Menjelaskan keadaan dan data demografi

Menjelaskan masalah keperawatan utama

Menjelaskan intervensi yang belum dan yang akan dilakukan

Menjelaskan tindakan selanjutnya

Menjelaskan alasan ilmiah ilmiah tindakan yang akan diambil

Menggali masalah-masalah pasien yang belum terkaji.


Peranan perawat konselor dan tenaga
Kesehatan lainnya

Memberikan justifikasi

Memberikan reinforcement

Menilai kebenaran suatu masalah, intervensi


keperawatan serta tindakan yang rasional
Mengarahkan dan koreksi

Mengintegrasikan teori dan konsep yang telah


dipelajari
TAHAPAN RONDE KEPERAWATAN

1. Pra ronde
a. Menentukan kasus dan topik
b. Menetukan tim ronde
c. Mencari sumber atau literatur
d. Membuat proposal
e. Mempersiapkan klien : inform consent
dan pengkajian
f. Diskusi : apa yang menjadi masalah,
cross cek data yang ada, apa penyebab
masalah, bagaimana pendekatan (SOP)
RONDE KEPERAWATAN

PRA RONDE
TAHAPAN RONDE KEPERAWATAN

2. Pelaksanaan Ronde
a. Penjelasan tentang klien oleh perawat primer yang
difokuskan pada masalah keperawatan dan
rencana tindakan yang akan dilaksanakan dan
atau telah dilaksanakan serta memilih prioritas
yang perlu didiskusikan.
b. Diskusi antar anggota tim tentang kasus tersebut.
c. Pemberian justifikasi oleh PP atau konselor atau
Karu tentang masalah penderita serta rencana
tindakan yang akan dilakukan.
d. Menentukan tindakan keperawatan pada masalah
prioritas yang telah dan yang akan ditetapkan.
RONDE KEPERAWATAN

PELAKSANAAN
RONDE
TAHAPAN RONDE KEPERAWATAN

3. Pasca ronde
a. Evaluasi, revisi dan perbaikan
b. Kesimpulan dan rekomendasi penegakkan
diagnosis; intervensi keperawatan selanjutnya.