Anda di halaman 1dari 4

TUGAS ESSAY

‘’ INFEKSI ORGAN GENITALIA MASKULINA’’


BLOK SISTEM UROGENITAL DAN REPRODUKSI II

Nama : Dwi Anggraeni


NIM : 018.06.0025
Kelas :A
Dokter pakar : dr. Santyowibowo Sp.B

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR
2020
INFEKSI ORGAN GENITALIA MASKULINA

Infeksi pada organ reproduksi dapat terjadi bukan hanya karena penularan lewat
hubungan seksual saja, namun juga karena masalah kebersihan/higiene dan perawatan
yang kurang baik, disamping faktor-faktor dari luar yang mempengaruhinya.

Dalam keseharian seseorang dengan infeksi organ reproduksi cenderung tidak


memeriksakan dirinya ke dokter, atau berusaha mengobati sendiri lewat nasehat
teman yang belum tentu benar dan lewat iklan di media, disamping masih adanya rasa
malu bagi seseorang untuk pergi ke dokter dan tenaga medis lain karena kuatnya
stigma dan tabu, rasa malu dan jengah seseorang bila memiliki persoalan seputar
organ reproduksi.

Infeksi organ genitalia pada pria meliputi :

a. Balanitis

Balanitis adalah infeksi pada glans penis (kepala penis), yang dapat terjadi pada
mereka yang tidak bersunat karena masalah higiene yang buruk. Gejalanya berupa
bengkak pada kepala penis dan bisa disertai nyeri. Umum dialami pada pria,
khususnya pria yang tidak disunat. Biasanya infeksi ini disebabkan oleh preputium
atau kulup yang menutupi glans penis dan jarang dibersihkan dan menjadi tempat
berkumpulnya smegma, suatu lapisan pelumas bersifat lemak yang karena bercampur
dengan tetesan urine dapat menimbulkan bau tak sedap. Akumulasi smegma yang
berlebihan dapat menciptakan suatu kondisi bernama balanitis, suatu peradangan
akibat keikutsertaan bakteri dalam tumpukan smegma menginfeksi glans penis.

b. Prostatitis bakteri
Prostatitis bakteri adalah sebuah penyakit yang didiagnosis secara klinis serta adanya
bukti inflamasi dan infeksi yang terlokalisasi pada prostat. Menurut waktu gejala,
prostatitis bakteri dibagi menjadi akut dan kronis. Menurut lama gejala, prostatitis
bakteri dibagi menjadi akut atau kronis.
Prostatitis bakteri kronis didefinisikan sebagai prostatitis bakteri dengan gejala yang
menetap selama setidaknya 3 bulan. Gejala yang dominan adalah rasa sakit di
beragam lokasi dan adanya LUTS. Prostatitis bakteri kronis seringkali merupakan
penyebab infeksi saluran kemih berulang pada pria.
Pada prostatitis akut, didapatkan prostat yang membengkak dan lunak dalam
pemeriksaan colok dubur. Pemijatan prostat tidak boleh dilakukan. Pada prostatitis
kronis, pemeriksaan palpasi prostat teraba seperti prostat yang normal. Evaluasi klinis
juga dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan abses prostat. Jika gejala masih
berlanjut, perlu dipertimbangkan gangguan urogenital dan ano-rektal, seperti abses
perianal, fistula ani, dan keganasan rektum. Gejala prostatitis kronis dapat menutupi
adanya tuberkulosis prostat. Piospermia dan hematospermia pada pria di wilayah
endemik atau dengan riwayat tuberculosis harus dicari kemungkinan adanya
tuberkulosis urogenital.
c. Epididimo-orkitis
Epididimo-orkitis adalah proses infeksi pada testis dan epididimis. Epididimo-orkitis
bisa terjadi akut maupun kronis. Orkitis paling sering berkaitan dengan mumps.
Orkitis berkembang pada 20-30% pasien pasca pubertas dengan infeksi virus mumps.
Riwayat parotitis, IgM positif dalam serum akan mendukung diagnosis orkitis
mumps. Epididimo-orkitis hampir selalu unilateral dan akut. Pada pria muda hal ini
dihubungkan dengan aktivitas seksual dan infeksi pasangan. Mayoritas kasus pria
aktif seksual berusia < 35 tahun disebabkan karena organisme yang ditransmisikan
secara seksual, dimana pada pasien yang berusia lanjut, hal ini biasanya disebabkan
karena bakteri yang terdapat pada saluran kencing. Epididimo-orkitis menyebabkan
rasa sakit dan bengkak, yang dimulai di ujung epididimis, dan bisa menyebar sampai
ke semua jaringan epididimis dan testikular. Spermatic cord biasanya lunak dan
bengkak.
d. Gangren Fournier
Penyakit Fournier adalah bentuk dari fascitis nekrotikan yang terdapat di sekitar
genitalia eksterna pria. Penyakit ini merupakan kedaruratan di bidang urologi karena
mula penyakitnya (onset) berlangsung sangat mendadak, cepat berkembang, bisa
menjadi gangrene yang luas, dan menyebabkan septikemia. Faktor predisposisi dari
gangren Fournier termasuk diabetes mellitus, trauma lokal, parafimosis, ekstravasasi
periuretheral atau urin, infeksi perirektal atau perianal. Pasien dengan riwayat trauma
perineal, instrumentasi, striktur uretra yang berhubungan dengan PMS atau fistula
uretrokutan. Nyeri, perdarahan rektum dan riwayat fissura anal ditengarai sebagai
sumber infeksi. Sumber dari kulit juga ditengarai sebagai riwayat dari infeksi akut
atau kronis pada skrotum dan menjalarnya hidradenitis supurativa yang berulang atau
balanitis.