Anda di halaman 1dari 23

Laporan Pendahuluan Penyakit

Kolestrol

Di susun oleh :

WULAN SUCI LESTARI 211117187

PRODI D3 KEPERAWATAN

STIKES JENDRAL AHMAD YANI CIMAHI

TAHUN AJARAN

2020
1. TINJAUAN TEORI

A. Definisi

Kolesterol adalah salah satu komponen dalam membentuk lemak.

Di dalam lemak terdapat berbagai macam komponen yaitu seperti zat

trigliserida, fosfolipid, asam lemak bebas, dan juga kolesterol. Secara

umum, kolesterol berfungsi untuk membangun dinding didalam sel

(membran sel) dalam tubuh. Bukan hanya itu saja, kolesterol juga

berperan penting dalam memproduksi hormon seks, vitamin D, serta

berperan penting dalam menjalankan fungsi saraf dan otak (Mumpuni

& Wulandari, 2011).

Menurut Stoppard (2010) kolesterol adalah suatu zat lemak yang

dibuat didalam hati dan lemak jenuh dalam makanan. Jika terlalu

tinggi kadar kolesterol dalam darah maka akan semakin meningkatkan

faktor resiko terjadinya penyakit arteri koroner. Kolesterol sendri

memiliki beberapa komponen yang terbagi menjadi yaitu:

1. Low Density Lipoprotein (LDL)

LDL atau sering juga disebut sebagai kolesterol jahat, LDL

lipoprotein deposito kolesterol bersama didalam dinding arteri,

yang menyebabkan terjadinya pembentukan zat yang keras,

tebal, atau sering disebut juga sebagai plakat kolesterol, dan

denganseiring berjalannya waktu dapat menempel didalam

dinding arteri dan terjadinya penyempitan arteri

2. High Density Lipoprotein (HDL)


HDL adalah kolesterol yang bermanfaat bagi tubuh manusia,

fungsi dari HDL yaitu mengangkut LDL didalam jaringan

perifer ke hepar akan membersihkan lemak-lemak yang

menempel di pembuluh darah yang kemudian akan dikeluarkan

melalui saluran empedu dalam bentuk lemak empedu

B. Etiologi

Ada banyak hal yang menjadi penyebab atau pemicu timbulnya

kolesterol tinggi dalam darah. Penyebab meningktaknnya kadar kolesterol

paling banyak disebabkan oleh asupan makanan yang banyak mengandung

lemak jenuh, pola hidup yang tidak sehat dan seimbang, gaya hidup yang

salah dan kebiasaan buruk yang menjadi rutinitas sehari-hari.

Berikut ini ada 2 faktor penting yang menjadi penyebab dari kolesterol

yang semakin meningkat, diantaranya adalah :

1. Faktor yang tidak dapat dikontrol

a. Keturunan.

Apabila ada keluarga yang berkolesterol tinggi, maka besar

kemungkinannya anak memiliki bakat unutk mempunyai

kolesterol yang tinggi, resiko adanya suatu gangguan kesehatan

biasa 6 kali lebih besar menimpa anak dibanding orang tua.

b. Usia.
Setelah usia 20, kolesterol cenderung meningkat. Pada pria,

kolesterol akan mudah naik setelah umur 50 tahun. pada wanita,

kolesterol akan mudah untuk naik setelah menopause.

2. Faktor yang dapat dikontrol

a. Makanan telalu banyak lemak jenuh, seperti mentega, biskuit,

dan fast food (makanan siap saji)

b. kelebihan berat badan

c. Kurang berolahraga

d. Merokok

e. Gaya hidup yang tidak sehat

f. Stress

g. Diabetes mellitus

h. Minum kopi berlelbihan

i. Diet yang salah

j. Obesitas
C. Tanda dan gejala

1) Tangan dan kaki sering pegal

2) Sering kesemutan

3) Dada sebelah kiri terasa nyeri

4) Tengkuk dan pundak terasa pegal

5) Sering pusing/nyeri di bagian belakang kepala

D. Komplikasi

1) Tekanan darah tinggi

2) Stroke

3) Penyempitan pembuluh darah

4) Penyakit jantung kolesterol

5) Kematian
F. Penatalaksanaan

1) Terapi non farmakologi

a) Mengurangi asupan lemak jenuh

Diet tinggi kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol dan

LDL dalam darah.

b) Memilih sumber makanan yang dapat menurunkan makanan

Merekomendasikan untuk memilih buah-buahan (≥2 kali/hari)

sayur (≥ 3 kali/hari) gandum terutama gandum utuh (≥6 kali/hari)

dan makanan yang rendah lemak seperti susu rendah lemak dapat

menurunkan kadar kolesterol total dalam darah. Diet serat larut

seperti oatmeal, kacang-kacangan, jeruk strawberrry dan apel

c) Penurunan berat badan

Obesitas berkaitan dengan peningkatan resiko terjadinya

hiperlipidemia, CHD, sindrom metabolik, hipertensi,, stroke,

diabetes mellitus, serta keganasan. Panduan dari ATP III


menekankan penurunan berat badan pada pasien obesitas sebagai

bagian dari intervensi penurunan berat badan.

d) Meningkatkan aktifitas fisik yang teratur

Aktivitas fisik diketahui dapat menurunkan faktor resiko penyakit

pembuluh perifer dan arteri koroner, termasuk obesitas, stress

fisiologis, kontrol glikemik yang lemah dan hipertensi. Latihan

fisik juga dapat meningkatkan sirkulasi HDL dan fungsi jantung

serta pembuluh darah (Stapleton dkk, 2010). Sebagai contoh,

berjalan cepat selama 30 menit tiga sampai empat kali dalam

seminggu dapat berpengaruh pada kadar kolesterol. Akan tetapi,

pasien dengan nyeri dan/atau diduga menderita penyakit jantung

harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai latihan fisik.

2) Terapi farmakologi

a) Bile acid sequestrant (Resin)

Obat ini menurunkan kadar kolesterol dengan mengikat asam

empedu dalam saluran cerna yang dapat mengganggu sirkulasi

enterohepatik sehingga eksresi steroid yang bersifat asam dalam

tinja meningkat.

b) Hydroxymethylglutaryl-Coenzime A Reductase (Statin)

Obat yang sangat efektif dalam menurunkan kolesterol total dan

LDL didalam darah adalah statin dan telah terbukti mengurangi

kejadian jantung koroner bahkan juga mengurangi kematian total

akibat penyakit jantung koroner.


c) Derivat Asam Fibrat

Terdapat empat jenis derivat asam fibrat yaitu gemfibrozil,

bezafibrat, siprofibrat, dan fenofibrat. Obat ini dapat menurunkan

trigliserida plasma, selain menurunkan sintesis trigliserida dihati,

obat ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL.

d) Asam Nikotinik

Obat ini dapat menurunkan sintesis hepatik VLDL, sehingga pada

akhirnya dapat menurunkan sistesis LDL.

e) Ezetimibe

Obat ini termasuk obat penurun lipid yang terbaru dan bekerja

sebagai penghambat selektif penyerapan kolesterol, baik yang

berasal dari makanan maupun asam empedu di usus halus.

f) Asam lemak omega 3

Meskipun mekanisme kerja untuk efek asam lemak omega-3

belum jelas diuraikan, namun asam lemak ini berpotensi dalam

menurunkan trigliserida, menimbulkan efek antitrombotik,

penghambatan perkembnagan aterosklerosis, relaksasi endotel,

sedikit efek anti hipertensi, dan penurunan aritmia ventrikular

2. PROSES KEPERAWATAN

A. Pengkajian
1) Data umum :

Keluhan utama :

Mengeluh pusing.

Riwayat kesehatan sekarang :

Mengeluh pusing. Biasanya berkurang ketika beristirahat. Pusing

terasa di bagian kepala depan. Biasanya terasa pusing kadang-

kadang dan nyeri di bagian persendian.

Riwayat kesehatan dahulu :

Penderita kolesterol biasanya diturunkan melalui orang tua.

Type keluarga:

Biasanya tipe keluarga dengan keluarga inti.

Suku bangsa :

Biasanya suku bangsa yang pola makannya seperti makan-makanan

bersantan, kolestrol dan yang garamnya berlebih.

Status sosial ekonomi keluarga :

Biasanya status sosial ekonomi dengan pendapatan yang kurang

dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2) Riwayat dan tahap perkembangan keluarga saat ini

a) Tahap perkembangan keluarga saat ini

Penyakit hiperkolestrol terdapat pada keluarga dengan tahap

perkembangan keluarga dewasa dan lansia

b) Riwayat keluarga inti

c) Riwayat keluarga sebelumnya


3) Pengkajian lingkungan

a) Sistem pendukung keluarga

Keluarga tidak memiliki jaminan kesehatan, tidak didukung oleh

keluarganya untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan.

4) Struktur keluarga

a) Pola komunikasi keluarga

Agar keluarga saling mengetahui satu sama lain maka harus ada

komunikasi antara satu sama lain.

b) Struktur kekuatan keluarga

Kepala keluarga memperhatikan kesehatan anggota keluarganya.

5) Fungsi keluarga

a) Fungsi afektif

Tidak saling memperhatikan satu sama lain dalam keluarga.

b) Fungsi perawatan keluarga

 Keluarga tidak mampu mengenal masalah : keluarga mengetahui

pengertian , penyebab , tanda-gejala, tingkat keseriusan

hiperkolesterol

 Keluarga tidak mampu mengambil keputusan : keluarga

mengetahui dampak, keluarga mau mengambil keputusan

 Keluarga mampu merawat anggota keluarga : keluarga

mengetahui cara merawat keluarga, mengetahui fasilitas

kesehatan yang harus dituju bila sakit


 Keluarga mampu memelihara lingkungan rumah : keluarga

mengetahui pentingnya memelihara lingkungan rumah yang

bersih

 Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan : sejauh mana

fasilitas kesehatan terjangkau oleh keluarga , sejauhmana

keluarga mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan,sejauhmana

keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan

c) Fungsi ekonomi

Tidak dapat memenuhi kebutuhan pangannya untuk memenuhi diet

kolesterol

6) Stres dan koping keluarga

a) Stressor jangka panjang

b) Stressor jangka pendek

c) Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stresor

Biasanya sulit untuk mengungkapkan masalah masing-masing

anggota keluarga

d) Strategi koping yang digunakan

Di simpan untuk diri sendiri.

7) Pemeriksaan fisik

a. Identitas klien

Meliputi nama , umur (kebanyakan terjadi pada usis tua),jenis

kelamin , pendidikan , alamat,pekerjaan,agama,suku bangsa ,

tanggal dan jam masuk rumah sakit , no register, diagnosa medis


b. Keluhan utama

Klien biasanya mengeluh nyeri di tangan dan kaki dan

terkadang pusing

c. Riwayat kesehatan sekarang

P : Nyeri terasa saat melakukan aktifitas

Q : Nyeri terasa seperti di tusuk jarum

R : Di kaki kiri dan tangan kanan

S : Skala nyeri 3

T : Hilang timbul

d. Riwayat penyakit dahulu

c. Riwayat penyakit keluarga

Biasanya ada riwayat penyakit keluarga yang menderita

hipertensi ataupun diabetes militus

d. Pemeriksaan fisik head to toe

 Kesadaran, orientasi, status emosi ( Lemah)

 TTV : TD↑, RR, HR↑, T

 Kepala : penglihatan kabur, edema papil epistaksis, telinga

berdenging

 Leher : JVP↑, Hipertiroid

 Dada : suara nafas ( ronchi atau wheezing), suara jantung

(S3/gallop), pembesaran jantung

 Ekstrimitas (lengan dan kaki) : Biasanya terasa nyeri di

persendian saat melakukan aktifitas


e. Eliminasi

Gejala: perubahan pola berkemih

Tanda: distensi abdomen dan kandung kemih, bising usus

negatif.

f. Makanan/ Cairan

Diet tinggi garam, tinggi kolesterol, kafein, alkoholik

g. Kenyamanan / Nyeri

Gejala: sakit kepala dengan intensitas yang berbeda-beda

Tanda: tingkah laku yang tidak stabil, gelisah, ketegangan pada

otot

h. Penyuluhan/ Pembelajaran

Pola makan, Gaya hidup

8. Pemeriksaan penunjang

• Labolatorium :

• Kolesterol total < 200 mg/dl

• Kolesterol HDL > 35 mg/dl

• Kolesterol LDL < 130 mg/dl

• Trigliserida < 200 mg/dl

• Urinanalisa : darah (+), protein (+), Glukosa (+) →

disfungsi ginjal

• Chest X-ray : kalsifikasi aorta, pembesaran jantung

terutama ventrikel kiri


• EKG : Hipertrofi ventrikel kiri, peninggian gelombang

P ( P Pulmonal).

B. Analisa data

No Data Etiologi Masalah

1. Mayor 1. Ketidak mampuan keluarga Nyeri Akut


Ds :Klien mengeluh nyeri mengenal masalah (D.0077)
Do : 2. Ketidak mampuan keluarga
 Tampak merigis mengambil keputusan
 Bersikap protektif (mis. 3. Ketidak mampuan keluarga
Waspada posisi merawat anggota keluarga
menghindari nyeri) 4. Ketidak mampuan keluarga
 Gelisah memelihara lingkunga

 Frekuensi nadi 5. Ketidak mampuan keluarga

meningkat memanfaatkan fasilitas

 Sulit tidur kesehatan

Minor
Ds : -
Do :
 Tekanan darah
meningkat
 Pola nafas berubah
 Nafsu makan berubah
 Proses berfikir terganggu
 Menarik diri
 Abaerfokus pada diri
sendiri
 Diaforesis

2. Mayor 1. Ketidak mampuan keluarga Defisit pengetahuan


Ds : Menanyakan masalah yang mengenal masalah (D.0111)
di hadapi 2. Ketidak mampuan keluarga
Do : mengambil keputusan
 Menunjukan perilaku 3. Ketidak mampuan keluarga
tidak sesuai anjuran merawat anggota keluarga
 Menunjukan persepsi 4. Ketidak mampuan keluarga
yang keliru terhadap memelihara lingkungan
masalah 5. Ketidak mampuan keluarga
Minor memanfaatkan fasilitas
Ds : - kesehatan
Do :
 Menjalani pemeriksaan
yang tidak tepat
 Menunjukan perilaku
berlebihan (mis. Apatis,
bermusuhan, agitasi,
hysteria)
3. 1. Ketidak mampuan keluarga Resiko penurunan curah
mengenal masalah jantung (D.0008)
2. Ketidak mampuan keluarga
mengambil keputusan
3. Ketidak mampuan keluarga
merawat anggota keluarga
4. Ketidak mampuan keluarga
memelihara lingkungan
5. Ketidak mampuan keluarga
memanfaatkan fasilitas
kesehatan

C. Diagnosa keperawatan

1) Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler

serebral

2) Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi

tentang proses penyakit

3) Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan

afterload
D. Perencanaan keperawatan

Diagnosa
No. Tujuan Evaluasi Intervensi
Keperawatan
Panjang Pendek Kriteria Standar
1. Nyeri akut Tingkat nyeri 6. Keluarga mampu 1. Verbal 1. Pengertian, Manajemen Nyeri
berhubungan menurun (L. mengenal masalah (Secara lisan) tanda dan gejala, (I.08238)
dengan 08066) 7. Keluaga mampu 2. Sikap penyebab dan Obervasi
peningkatan Setelah dilakukan mengambil 3. Psikomotor tingkat a. lokasi, karakteristik,
tekanan kunjungan selama keputusan keseriusan durasi, frekuensi,
vaskular .... hari di 8. Keluarga mampu 2. Dampak dan kualitas, intensitas
cerebral (D. harapkan : merawat anggota mengambil nyeri
0077) a. Keluhan nyeri keluarga keputusan b. Identifikasi skala
berkurang dari 9. Kelluarga mampu 3. Cara merawat nyeri
1 menjadi 5 memelihara penyakit c. Identifikasi respon
b. Meringis lingkungan 4. Cra memelihara nyeri non verbal
berkurang dari 10. Keluarga mampu lingkungan d. Identifikasi faktor
1 menjadi 5 memanfaatkan rumah yang memperberat
c. Gelisah fasilitas kesehatan 5. Memanfaatkan dan memperingan
berkurang dari fasilitas nyeri
1 menjadi 5 kesehatan Terapeutik
d. Kesulitan tidur e. Berikan teknik
dari 1 menjadi nonfarmakologis
5 untuk mengurangi
rasa nyeri
2. Defisit Setelah dilakukan 1. Keluarga mampu 1. Verbal 1. Pengertian, Edukasi Kesehatan (I.
pengetahuan kunjungan mengenal masalah (Secara lisan) tanda dan 12383)
berhubungan selama…Tingkat 2. Keluaga mampu 2. Sikap gejala, Observasi
dengan pengetahuan klien mengambil 3. Psikomotor penyebab dan a. Identifikasi kesiapan
kurangnya meningkat dengan keputusan tingkat dan kemampuan
informasi (D. Kriteria hasil: 3. Keluarga mampu keseriusan menerima informasi
0111) 1. klien dapat merawat anggota 2. Dampak dan Terapeutik
mengetahui keluarga mengambil b. Sediakan materi dan
informasi yang 4. Kelluarga mampu keputusan media pendidikan
akurat memelihara 3. Cara merawat kesehatan
2. meningkatnya lingkungan penyakit c. Jadwalkan pendidikan
pengetahuan klien 5. Keluarga mampu 4. Cra memelihara kesehatan sesuai
memanfaatkan lingkungan kesepakatan
fasilitas kesehatan rumah d. Berikan kesempatan
5. Memanfaatkan untuk bertanya
fasilitas Edukasi
kesehatan e. Jelaskan faktor risiko
yang dapat
mempengaruhi
kesehatan
Edukasi Diet (I. 12369)
Observasi
a. Identifikasi pola
makan saat ini dan
masa lalu
b. Identifikasi
keterbatasan finansial
untuk menyediakan
makanan
Edukasi
c. Informasikan
makanan yang
diperbolehkan dan
dilarang
d. Anjurkan mengganti
bahan makanan sesuai
dengan diet yang
diprogramkan

3. Resiko Setelah dilakukan 1. Keluarga mampu 1. Verbal 1. Pengertian, Perawatan Jantung


penurunan tindakan asuhan mengenal masalah (Secara lisan) tanda dan (I.02075)
curah jantung keperawatan 2. Keluaga mampu 2. Sikap gejala, Observasi
berhubungan selama… mengambil 3. Psikomotor penyebab dan a.Monitor tekanan darah
dengan kunjungan tidak keputusan tingkat (termasuk tekanan
peningkatan adanya tanda 3. Keluarga mampu darah ortostatik, jika
afterload (D. tanda penurunan merawat anggota keseriusan perlu)
0011) curah jantung keluarga 2. Dampak dan b. Monitor intake dan
dengan kriteria 4. Kelluarga mampu mengambil output cairan
hasil : memelihara keputusan c. Monitor saturasi
1.Curah jantung lingkungan 3. Cara merawat oksigen
meningkat 5. Keluarga mampu penyakit d. Periksa tekanan darah
(L.02008) memanfaatkan 4. Cra memelihara dan frekwensi
fasilitas kesehatan lingkungan nadisebelum dan
rumah sesudah aktifitas
5. Memanfaatkan e. Monitor keluhan nyeri
fasilitas dada
kesehatan Terapeutik
f. Posisikan pasien
semi-fowler atau
fowler dengan kaki
kebawah atau posisi
nyaman
g. Berikan diet jantung
yang sesuai (mis.
Batasi asupan kafein,
natrium, kolestrol, dan
makanan tinggi
lemak)
h. Berikan terapi
relaksasi untuk
mengurangi stres, jika
perlu
Edukasi
i. Anjurkan pasien dan
keluarga mengukur
intake dan output
cairan harian
E. Daftar pustaka

Adam, J. M. F., 2007, Dislipidemia, Chapter 437, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi

IV, Jilid III, 1929, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Badan POM RI, 2004, Informasi Temulawak Indonesia, Badan Pengawas Obat dan

Makanan RI bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia, 36.

Dachriyanus, Katrin, O. D., Oktarina, R., Ernas, O., Suhatrin. and Mukhtar, M. H., 2007,

Uji Efek A Mangosti terhadap Kadar Kolesterol Total, Triglisrida, Kolesterol HDL, dan

Kolesterol LDL Darah Mencit Putih Jantan serta Penentuan Lethal Dosis 50 (LD50), J.

SainsTek. Far., 12 (2), 63-72.

Kapoor, P., Ansari, M. N. and Bhandari, U., 2008, Modulatory Effect of Curcumin on

Methionine Induced Hyperlipidemia and Hyperhomocystemia in Albino Rats, Indian

Journal of Experimental Biology, 46 (7), 534-535.