Anda di halaman 1dari 48

Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:

BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

MATERI PELATIHAN BERBASISBANGUNAN


Menggambar Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC

BGN.GAR.011 A

BUKU INFORMASI

Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan


Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
Tahun 2018

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 1 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................. 2


BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 6
A. TUJUAN UMUM ............................................................................. 6
B. TUJUAN KHUSUS ........................................................................... 6

BAB II MELAKUKAN PEKERJAAN PERSIAPAN MENGGAMBAR KONSTRUKSI......... 7


A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MELAKUKAN PEKERJAAN
PERSIAPAN MENGGAMBAR KONSTRUKSI......................................... 7
1. Cara menyiapkan peralatan gambar yang akan dipakai ................. 7
2. Cara mengenali skala, ukuran kertas, dan format gambar............... 8
3. Cara memahami tata letak kamar mandi...................................... 14
4. Cara memahami brosur-brosur fixture yang akan dipakai............... 15
5. Cara memahami sistem pengaliran air dan pemipaan.................... 16
6. Cara memahami sistem konstruksi fixture yang akan dipakai dari
brosur-brosur atau arahan atasan................................................. 18
B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MELAKUKAN PEKERJAAN
PERSIAPAN MENGGAMBAR KONSTRUKSI......................................... 20
C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MELAKUKAN PEKERJAAN
PERSIAPAN MENGGAMBAR KONSTRUKSI......................................... 20

BAB III MENGUMPULKAN INFORMASI YANG DIPERLUKAN............................... 21


A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGUMPULKAN
INFORMASI YANG DIPERLUKAN...................................................... 21
1. Cara menentukan elevasi lantai kamar mandi/ WC terhadap tanah
asli dan/ atau ruang di sekitarnya sesuai arahan atasan atau
berdasarkan denah. Menentukan ketinggian dinding trasraam
sesuai arahan atasan, menurut dokumen gambar sebelumnya
atau sesuai standar perusahaan................................................... 21

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 2 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

2. Cara menentukan dimensi dan persyaratan konstruksi fixture serta


persyaratan posisi pemasangan atas dasar brosur atau standar
perusahaan atau persyaratan ergonomis..................................... 22
3. Cara menentukan pola lantai dan dinding keramik sesuai arahan
atasan...................................................................................... 23
B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGUMPULKAN
INFORMASI YANG DIPERLUKAN...................................................... 23
C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MENGUMPULKAN
INFORMASI YANG DIPERLUKAN...................................................... 23

BAB.IV MENGGAMBAR DETAIL DENAH KAMAR MANDI/ WC............................. 24


A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGAMBAR
DETAIL DENAH KAMAR MANDI/ WC................................................. 24
1. Cara menggambar detail denah kamar mandi/ WC lengkap dengan
fixture yang akan dipasang sesuai dengan arahan atasan atau sesuai
gambar skematik yang diberikan perancang................................. 24
2. Cara menggambar pola lantai pada denah sesuai arahan atasan
lengkap dengan posisi floor drain.................................................. 25
3. Cara menggambar notasi arsir bahan terutama elemen dinding dan
trasraam dengan benar dan rapi................................................... 26
4. Cara menulis notasi keterangan, dimensi dan elevasi terutama
keterangan jenis penutup lantai dan elevasi lantai dengan benar,
lengkap dan rapi.......................................................................... 28
B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGAMBAR
DETAIL DENAH KAMAR MANDI/ WC................................................. 32
C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGAMBAR DETAIL DENAH
KAMAR MANDI/ WC........................................................................ 32

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 3 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

BAB. V MENGGAMBAR DETAIL POTONGAN KAMAR MANDI/ WC...................... 33


A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGAMBAR DETAIL
POTONGAN KAMAR MANDI/ WC...................................................... 30
1. Cara menggambar detail potongan kamar mandi/ WC minimal dalam
dua arah yang berbeda dan memberikan informasi yang paling
banyak........................................................................................ 30
2. Cara menggambar potongan kamar mandi/ WC mulai dari sloof hingga
langit-langit, lengkap dengan pola keramik pada dinding................ 34
3. Cara menggambar notasi arsir bahan dengan benar dan rapi.......... 34
4. Cara menulis notasi keterangan, dimensi dan elevasi terutama
keterangan jenis penutup lantai dan elevasi lantai dengan benar,
lengkap dan rapi.......................................................................... 35
B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGAMBAR DETAIL
POTONGAN KAMAR MANDI/ WC...................................................... 38
C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MENGGAMBAR DETAIL DETAIL
POTONGAN KAMAR MANDI/ WC...................................................... 38

BAB. VI MEMBERESKAN GAMBAR................................................................. 39


A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMBERESKAN
GAMBAR........................................................................................ 39
1. Cara Membersihkan Garis-garis bantu penggambaran.................... 39
2. Cara Melengkapi Gambar detail dengan keterangan-keterangan
tambahan seperti judul gambar dan skala...................................... 41
3. Cara membuat Kop gambar atau menyesuaikan dengan isi gambar. 43
4. Cara Membereskan, merapikan, menyimpan peralatan gambar....... 44
B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMBERESKAN
GAMBAR....................................................................................... 45
C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN DALAM MEMBERESKAN
GAMBAR....................................................................................... 45

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 4 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 46


A. Buku Referensi ........................................................................... 46
B. Referensi Lainnya ....................................................................... 46
DAFTAR ALAT DAN BAHAN ......................................................................... 47
A. DAFTAR PERALATAN/MESIN ....................................................... 47
B. DAFTAR BAHAN ......................................................................... 47
DAFTAR PENYUSUN ................................................................................... 48

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 5 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

BAB I
PENDAHULUAN

A. TUJUAN UMUM

Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan mampu menerapkan


Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC

B. TUJUAN KHUSUS

Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi Menggambar


Detail Kamar Mandi/ WC ini guna memfasilitasi peserta sehingga pada akhir diklat
diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Melakukan pekerjaan persiapan menggambar konstruksi.
2. Mengumpulkan informasi yang diperlukan.
3. Menggambar detail denah kamar mandi/ WC
4. Menggambar detail potongan kamar mandi/ WC..
5. Membereskan gambar.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 6 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

BAB II
MELAKUKAN PEKERJAAN PERSIAPAN MENGGAMBAR KONSTRUKSI

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Melakukan pekerjaan persiapan


menggambar konstruksi

1. Cara menyiapkan peralatan gambar yang akan dipakai


Dalam hal penggambaran teknik untuk saat ini telah berkembang semakin
pesat. Dalam hal persiapan peraltan gambar yang akan dipakai tergantung
dari media yang akan digunakan dalam menggambar teknik. Adapu peralatan
yang akan disiapkan adalah :
a. Peralatan gambar untuk menggambar teknik manual/konvensional
1. Pensil, digunakan untuk menggambar sketsa, gambar draft rencana
2. Pena, digunakan untuk menggambar pada media kertas transparan
atau kalkir, dapat juga digunakan pada media kertas gambar biasa
namun menggunakan pena teknik
3. Penggaris, digunakan untuk alat ukur dan alat untuk membuat garis
sesuai dengan kebutuhan.
4. Penghapus, digunakan untuk menghapus bagian gambar yang tidak
diperlukan.
5. Jangka, Digunakan untuk menggambar dengan bentuk melingkar
6. Meja gambar, digunakan sebagai alas untuk menggambar
7. Dan peralatan lain untuk mendukung kegiatan menggambar teknik.
Setelah menyiapkan peralatan tersebut selanjutnya memastikan
peralatan tersebut dapat digunakan sesuai dengan fungsinya masing –
masing.
b. Peralatan gambar untuk menggambar teknik dengan perangkat lunak
1. Komputer lengkap dengan perangkat lunak dan perangkat kerasnya,
perangkat elektronik yang mampu menjalankan berbagai perangkat
lunak sesuai dengan kebutuhan perangkat lunak yang diinginkan.
2. Plotter/printer, perangkat elektronik yang digunakan sebagai media
pencetak gambar yang telah dibuat

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 7 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

3. Flash disk, CD/DVD, Harddisk External, media penyimpan file – file


penggambarn yang telah dibuat, sehingga dapat digunakan pada saat
untuk presentasi atau pencetakan dan sifatnya mobile
Setelah menyiapkan peralatan tersebut selanjutnya memastikan
peralatan tersebut dapat digunakan sesuai dengan fungsinya masing –
masing.

2. Cara mengenali skala, ukuran kertas, dan format gambar


Dalam penggambaran teknik pastinya wujud produk yang dihasilkan adalah
berupa gambar teknik yang berisi informasi terhadap produk/bangunan yang
akan dibangun. Dalam gambar teknik terdapat bagian penting yang harus
diketahui dan dikenali sehingga mampu membaca dan mengerti informasi
yang terkandung dalam gambar tersebut. Bagian tersebut antara lain :
a. Skala
Merupakan perbandingan paling sederhana antara ukuran pada gambar
dengan ukuran pada objek sebenarnya yang menggunakan satuan ukur
yang tertera pada gambar. Tujuan/Fungsi dari skala gambar adalah
untuk:
1. Memudahkan untuk membuat gambar (proporsional)
2. Untuk membuat detail dari bagian gambar yang tidak jelas
Terdapat 3 jenis skala gambar yaitu:
1. Skala Pembesaran, penggambaran yang dilakukan untuk ukuran
yang lebih besar dari objeknya
2. Skala Pengecilan, penggambaran yang dilakukan untuk ukuran yang
lebih kecil dari objeknya
3. Skala penuh ( 1:1 ), penggambaran yang dilakukan untuk ukuran
yang sama dari objeknya

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 8 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

Pada umumnya perbandingan yang digunakan pada penggambaran ialah


dengan menggunakan satuan cm (centimeter) maksudnya adalah
penggambaran yang dilakukan adalah mewakili setiap cm terhadap
perbandingan yang ditetapkan. Dapat diartikan jika menggunakan 1 : 100
maka setiap 1 cm penggambaran pada gambar mewakili 100 cm pada
keadaan sebenarnya. Berikut macam – macam skala gambar bangunan
yang umum sesuai dengan penggunaan jenis gambar pemakainya
 Skala 1 : 100
Penggambaran untuk gambar denah, tampak, potongan dan gambar
lain yang bersifat arsitektural
 Skala 1 : 1000
Penggambaran untuk gambar peta, kontur, kawasan
 Skala 1 : 20
Penggambaran untuk menggambarkan detail
 Skala 1 : 5
Penggambaran untuk menggambarkan detail yang lebih teliti seperti
sambungan besi/ baja, besi, struktur, detail furniture, instalasi listrik

Tabel 1 : Skala gambar yang dianjurkan


Sumber : Menggambar mesin menurut standar ISO

Golongan Skala yang dianjurkan


Skala pembesaran 50 : 1 20 : 1 10 : 1
5:1 2:1
Skala penuh 1:1
Skala pengecilan 1:2 1:5 1 : 10
1 : 20 1: 50 1 : 100
1 : 200 1 : 500 1 : 1000
1 : 200 1 : 2000 1 : 10000

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 9 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

b. Ukuran kertas
Ukuran kertas secara Internasional terdapat seri A, B, dan C. Ukuran R
dan F muncul sesuai permintaan pasar. Dalam hal penggunaan yang
sering dilakukan dalam penggambaran teknik adalah menggunakan seri A
dimana perhitungan hasil standarisasi dunia percetakan. ketentuan
ukuran kertas seri A diadapat dari :

Gambar 1 : Ukuran Kertas seri A


Sumber : wikipedia.com

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 10 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

Dari format diatas dapat dijuga di jelaskan dalam tabel berikut ini :

Tabel 2 : Ukuran Kertas seri A


Sumber : wikipedia.com

c. Format gambar
Dalam penggambaran teknik dengan menggunakan perangkat lunak
selain dapat melakukan pencetakan berupa print out gambar yang telah
dibuat dapat juga dikonversikan menjadi berbagai format sesuai dengan
kebutuhan dan permintaan. Begitu juga dalam penggambaran teknik
dengan perangkat lunak dapat memasukkan bentuk format file lain yang
ingin disisipkan dalam penggamabran tersebut.
Berikut format penggambaran atau yang sering disebut juga dengan
extensi gambar.
1. Format .DWG
Merupakan format dari hasil penggambaran perangkat lunak AutoCad
yang mana proses perubahan dari gambar dengan format ini dilakukan
dengan perangkat lunak tersebut.
2. GIF (Graphic Interchange Format)
Format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya
mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed Color).
Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik
dan internet.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 11 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

Format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan


dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi
elektronik. Format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil
menggunakan kompresi LZW
3. Format .PNG (Portable Network Graphic)
Format file ini berfungsi sebagai alternatif lain dari format file GIF.
Format file ini digunakan untuk menampilkan objek dalam halaman
web. Kelebihan dari format file ini dibandingkan dengan GIF adalah
kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta
mampu menghasilkan latar belakang (background) yang transparan
dengan pinggiran yang halus. Format file ini mampu menyimpan alpha
channel.
Format PNG (Portable Network Graphic), Adapun beberapa kelebihan
dari format tersebut adalah:
• punya semua kelebihan GIF, kecuali animasi
• fitur Interlacing 2 dimensi yang terbukti lebih baik jika dibandingkan
dengan interlacing milik GIF
• tersedianya 2 format file yaitu PNG8 (256 warna) dan PNG24 yang
membuat desainer dapat lebih leluasa memilih kualitas gambar dan
• teknik kompresi lossless yang digunakan akan menghasilkan ukuran
file yang kecil dengan tidak mengalami penurunan kualitas gambar,
bandingkan dengan JPEG yang menggunakan teknik kompresi lossy
yang dipastikan akan membuat kualitas gambar menurun.
4. Format .PDF (Portable Document Format)
Format file ini digunakan oleh Adobe Acrobat, dan dapat digunakan
oleh grafik berbasis pixel maupun vektor. Format file ini mampu
menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Indexed Color,
Lab Color, Grayscale dan Bitmap. Format file ini tidak mampu
menyimpan alpha channel. Format file ini sering menggunakan
kompresi JPG dan ZIP, kecuali untuk mode warna Bitmap yaitu
menggunakan CCIT.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 12 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

5. Format .JPG/JPEG (Joint Photographic Expert Group)


Format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas
sesuai dengan pilihan yang disediakan. Format file sering
dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk
keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya.
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB,
CMYK, dan Grayscale. Format file ini juga mampu menyimpan alpha
channel, namun karena orientasinya ke publikasi elektronik maka
format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file
lainnya.
JPEG adalah metode standar yang digunakan dalam pengkompresian
untuk photograpics images. JPEG singkatan dari Join Photographics
Expert Group sebuah kelompok yang membikin standar
pengkompresian tersebut. JPEG di buat untuk loosy compression
images. Umumnya file file yang berformat JPEG mengunakan extensi
.jpeg, .jpg, .jpe, .jfif, jif. Selain itu JPEG juga mampu memberikan
warna dengan kedalaman 24 Bits atau setara dengan 16 juta warna.
JPEG tidak ditujukan dalam urusan file audio.
Format JPEG (Joint Photographic Expert Group) adalah salah satu
alternatif selanjutnya yang dapat kita pakai untuk memperoleh sebuah
hasil yang memuaskan. Kelebihan dari format JPEG (baca jey-peg)
adalah:
 Dukungan warna yang lebih dari 16 juta atau 24 bit, sehingga hasil
yang maksimal dari sebuah gambar dapat diperoleh
 Fitur kompresi kualitas gambar yang ditawarkan membuat saya
dapat memilih besar kecilnya file gambar yang akan dihasilkan
nantinya dan
 Tersedianya fitur Progressive JPEG, yang mirip seperti interlacing
pada GIF.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 13 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

3. Cara memahami tata letak kamar mandi


Kamar mandi adalah suatu ruangan di mana seseorang dapat mandi untuk
membersihkan tubuhnya. Kadang-kadang kamar mandi juga dilengkapi dengan
wastafel (tempat cuci tangan) dan juga kakus. Pada umumnya kamar mandi dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
a. Kamar mandi basah dan
Kamar mandi basah biasanya mempunyai sebuah tempat penampungan (bak)
air. Dari bak ini orang mencidukkan air dengan gayung yang kemudian
disiramkan ke tubuhnya. Kamar mandi seperti ini paling umum digunakan di
Indonesia. Hal ini terutama disebabkan karena aliran air tidak selalu terjamin,
atau di tempat itu tidak terdapat aliran air, sehingga dibutuhkan sebuah bak
penampungan dengan air yang siap digunakan setiap saat
b. Kamar mandi kering
Kamar mandi kering biasanya menyediakan sebuah tempat khusus untuk
orang yang mandi. Cara mandinya pun berbeda, biasanya menggunakan
pancuran (shower) atau dengan duduk atau setengah berbaring berendam di
sebuah bak mandi.
Berkaitan dengan penjelasan diatas maka tata letak kamar mandi dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
a. Tempatkan di area yang memungkinkan sirkulasi udara baik sehingga bau
tidak terperangkap
b. Letakkan sedemikian sehingga tidak terlihat secara langsung dari ruang-
ruang seperti ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan agar
kenyamanan di kamar mandi tidak terganggu
c. Sebaiknya tidak meletakkan kamar mandi di antara ruang-ruang lainnya
yang berbatasan langsung, karena rembesan air yang kadang tidak kita
inginkan akan berimbas ke banyak ruang.
d. Perletakan fixture diatur sedemikian rupa berkaitan dengan pemeliharaan
kamar mandi

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 14 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

e. Perletakkan kamar mandi juga harus mempertimbangkan sumber air yang


digunakan untuk membilas kotoran yang dibuang ke selokan atau tangki
septik. Air yang tepercik ke dinding dan lantai, serta uap yang keluar dari
air panas, dapat menimbulkan kondensasi pada permukaan yang dingin

4. Cara memahami brosur-brosur fixture yang akan dipakai


Dalam perlengkapan kamar mandi dibutuhkan berbagai macam fixtrue. Fixture ini
merupakan cetakan pabrikan yang mempunyai standar, spesifikasi dan ukuran
yang telah ditetapkan oleh produsen. Dalam hal pemilihan fixture yang akan
digunakan umumnya pihak produsen mengeluarkan brosur mengenai fixture yang
diproduksinya. Umumnya fixture dilakukan pembaharuan atau redesign terhadap
teknologi yang berkembang sehingga brosur yang dikeluarkan juga dilakukan
pembaharuan.
Untuk memahami brosur – brosur fixture yang akan dipakai dilakukan dengan
cara :
a. Perhatikan technical drawing (gambar kerja) dari fixture
b. Perhatikan spesifikasi bahan dari fixture
c. Perhatikan spesifikasi dimensi dari fixture
d. Perhatikan spesifikasi pemasangan dari fixture berikut hubungannya dengan
fixture lain atau dengan instalasi air dan elektrikal
e. Perhatikan kelengkapan aksesoris yang merupakan bagian yang tidak terpisah
dari fixture atau terpisah sebagai tambahan.
f. Untuk brosur online spesifikasi dapat diunduh pada situs resmi dari produsen
fixture. Format yang diberikan umumnya menggunakan format CAD dan PDF

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 15 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

Gambar 2 : Contoh brosur spesifikasi fixture


Sumber : www.toto.co.id

5. Cara memahami sistem pengaliran air dan pemipaan


Sistem pengaliran air dan pemipaan dipahami dengan cara sebagai berikut :
a. Pengaliran air dan pemipaan air bersih
Sistem penyediaan air bersih yang banyak digunakan dapat dikelompokkan
sebagai berikut:
1) Sistem sambungan langsung
Dalam sistem ini pipa distribusi dalam gedung disambung langsung
dengan pipa utama penyediaan air bersih. Karena terbatasnya tekanan
dalam pipa utama dan dibatasinya ukuran pipa cabang dari pipa utama
tersebut, maka sistem ini terutama dapat diterapkan untuk perumahan
dan gedung-gedung kecil dan rendah.
2) Sistem tangki atap
Dalam sistem ini, air ditampung lebih dahulu dalam tangki bawah
(dipasang pada lantai terendah bangunan atau di bawah muka tanah),
kemudian dipompakan ke suatu tangki atas yang biasanya dipasang di
atas atap atau di atas lantai tertinggi bangunan. Dari tangki ini air
didistribusikan ke seluruh bangunan.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 16 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

3) Sistem tangki tekan


Seperti halnya dengan sistem tangki atap, sistem tangki tekan diterapkan
dalam keadaan dimana oleh karena suatu alasan tidak dapat digunakan
sistem sambungan langsung.
4) Sistem tanpa tangki
Dalam sistem ini tidak digunakan tangki apapun, baik tangki bawah,
tangki tekan, atau pun atap. Air dipompakan langsung ke sistem distribusi
bangunan dan pompa menghisap air langsung dari pipa utama
b. Pengaliran air dan pemipaan air kotor
Instalasi air kotor adalah instalasi pemipaan penyaluran atau pembuangan
air kotor yang mengikuti standar dan ketentuan-ketentuan teknis sehingga
tidak mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan. Air kotor adalah air
buangan atau air limbah, atau semua cairan yang dibuang, baik yang
mengandung kotoran manusia, kotoran hewan, bekas tumbuhan, dapur,
cuci, maupun air yang mengandung sisa proses laboratorium, industri. Air
kotor dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
1) Air kotor dari kamar mandi, yaitu air buangan dari KM, bak, bath-tub,
kolam renang, biasanya mengandung sabun, deterjen (busa).
2) Air kotor dari wastafel, dapur, yaitu air buangan dari dapur, wastafel,
dll, biasanya mengandung lemak, sisa makanan.
3) Air kotor dari WC (fekal), yaitu air buangan dari WC (kloset, bidet,
urinoir) yang mengandung kotoran manusia (fekal).
4) Air buangan khusus, yaitu air buangan yang mengandung gas, racun,
bahan berbahaya (seperti berasal dari proses pabrik, air buangan
laboratorium, tempat pengobatan, rumah potong hewan) dan
mengandung radio aktif (PLTN, reaktor atom, laboratorium penelitian,
dll).
Sistem pemipaan air kotor dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a) Sistem pembuangan campuran
Jenis air kotor pada poin 1 dan poin 2 dikumpulkam menjadi satu
pemipaan dan kemudian dibuang/dialirkan menuju riol kota

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 17 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

b) Sistem pembuangan terpisah


Jenis air kotor pada poin 1 dan poin 2 (air bekas) dipisahkan pemipaan
dan kemudian dibuang/dialirkan menuju riol kota. Untuk pembuangan
pada poin 3 dan 4 (air hitam) dilakukan dengan pemipaan tersendiri
dengan membuat septik sebagai tempat penampungan.
c) Sistem pembuangan tidak langsung
Sistem pembuangan untuk gedung bertingkat. sistem ini adalah
pembuangan dari beberapa lantai atau ruang dijadikan satu dan baru di
buang.

Gambar 3 : Skema pemipaan pemakaian air


Sumber : www.slideshare.net

6. Cara memahami sistem konstruksi fixture yang akan dipakai dari brosur brosur
atau arahan atasan
Sistem konstruksi fixture yang akan dipakai dari brosur brosur atau arahan
atasan dipahami dengan cara sebagai berikut :
a. Perhatikan sistem sambungan fixture dengan dinding. Pada umumnya fixture
yang dipasang menggunakan sekrup baja yang ditanam ke dalam dinding
sebagai penyangganya.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 18 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

b. Perhatikan buku manual yang diikutsertakan dalam brosur fixture. Pada


umumnya di dalam buku manual tersebut diberikan tahapan cara
pemasangan berikut instalasi konstruksi fixture.
c. Pemahaman terhadap konstruksi fixture selanjutnya dikomunikasikan dengan
arahan atasan sesuai dengan kebutuhan penggunaan fixture yang akan
direncanakan berikut dengan pertimbangan struktur yang digunakan.

Gambar 4 : Contoh sistem konstruksi bolt (sekrup) pada fixture


Sumber : adiruhyat93.blogspot.co.id

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 19 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

B. Keterampilan yang diperlukan dalam Melakukan pekerjaan persiapan


menggambar konstruksi
1. Menyiapkan peralatan gambar yang akan dipakai
2. Mengenali skala, ukuran kertas, dan format gambar
3. Memahami tata letak kamar mandi
4. Memahami brosur-brosur fixture yang akan dipakai
5. Memahami sistem pengaliran air dan pemipaan
6. memahami sistem konstruksi fixture yang akan dipakai dari brosur brosur atau
arahan atasan

C. Keterampilan yang diperlukan dalam Melakukan pekerjaan persiapan


menggambar konstruksi
1. Bekerja dengan rapi dan bersih
2. Bekerja cermat dan teliti
3. Bersikap positif dan terbuka terhadap penilaian hasil pekerjaan oleh atasan

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 20 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

BAB III
MENGUMPULKAN INFORMASI YANG DIPERLUKAN

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam mengumpulkan informasi yang


diperlukan
1. Cara menentukan elevasi lantai kamar mandi/ WC terhadap tanah asli dan/
atau ruang di sekitarnya sesuai arahan atasan atau berdasarkan denah.
Menentukan ketinggian dinding trasraam sesuai arahan atasan, menurut
dokumen gambar sebelumnya atau sesuai standar perusahaan

Penentuan elevasi lantai kamar mandi/ WC terhadap tanah asli dan/ atau
ruang di sekitarnya dilakukan dengan cara :
a. Elevasi atau level ketinggian muka lantai kamar mandi seharusnya lebih
rendah daripada ruang sekitarnya. Hal ini berkaitan dengan peresapan air
yang terbuang pada kamar mandi. Maka dari itu kamar mandi harus
memiliki level lantai yang lebih rendah agar air tidak meresap ke ruang lain.
b. Terhadap tanah asli dalam hal ini berkaitan dengan saluran riol kota,
elevasi kamar mandi seharusnya lebih tinggi. Hal ini berkaitan dengan
sistem pembuangan air kotor dengan menggunakan prinsip air yang
mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.
c. Ketentuan elevasi ditentukan sesuai dengan arahan atasan. Hal ini
berkaitan dengan hubungan perencanaan kamar mandi dengan ruang –
ruang lainnya yang telah direncanakan sedemikian rupa.
d. Perbedaan elevasi untuk kamar mandi dengan ruangan lain dapat diketahui
dengan berdasarkan denah. Pada gambar denah tertulis perbedaan level
lantai untuk tiap – tiap ruang berikut dengan tanah dasar (tanah asli)
sesuai dengan perencanaan.
Trasram adalah pasangan batu bata merah dan plasteran untuk dinding yang
terletak paling bawah yaitu umumnya diatas sloof. Pasangan dinding dan
plaster ini berhubungan langsung dengan bawah (tanah) yang terdapat air,
dimana air itu dapat merembes ke pasangan dinding yang menyebabkan
basah dan berlumut (berjamur) yang kemudian menjadikan ruangan lembab.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 21 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

Oleh karena itu untuk mencegah dinding tembok tidak basah, maka dinding
harus dibuat kedap air yaitu membuat trasram dengan spesi campuran 1 PC :
2 pasir. Ukuran trasram kamar mandi tingginya minimum 150 cm agar air
yang digunakan tidak menjadikan dinding lembab.
a. Berkaitan dengan ketinggian dinding trasram dikomunikasikan dengan
atasan dan gambarkan sesuai dengan arahan atasan. Hal ini berkaitan
dengan pemakaian dan perencanaan keseluruhan dari design yang dibuat.
b. Pada umumnya memperhatikan kultur cuaca dan geograpis tempat atau
wilayah tertentu, tinggi dinding trasram telah ditetapkan oleh perusahaan.
Hal ini berkaitan dengan perencanaan yang baik dimana memperhatikan
kondisi lingkungan setempat.

2. Cara menentukan dimensi dan persyaratan konstruksi fixture serta persyaratan


posisi pemasangan atas dasar brosur atau standar perusahaan atau
persyaratan ergonomis.

Dalam hal penentuan dimensi dan persyaratan konstruksi fixture serta


persyaratan posisi pemasangan dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Perhatikan brosur fixture yang ada. Brosur tersebut mewakili wujud asli dari
dimensi beserta penjelasan persyaratan konstruksi fixture yang akan
dipasang.
b. Dimensi dan persyaratan konstruksi yang bersal dari brosur fixture
merupakan arahan kebutuhan ruang dan keterkaitannya dengan jaringan
utilitas, berikut dengan sistem sambungan yang akan dibuat
c. Ketentuan dimensi dan persyaratan konstruksi fixture dan posisi
pemasangannya harus sesuai dengan standar perusahaan. Hal ini berkaitan
dengan material sambungan atau elemen pendukung berupa aksesoris dari
fixture yang akan dipasang.
d. Hal lain yang harus diperhatikan ialah ketentuan ergonomis dari
pemasangan fixture. Hal ini berkaitan dengan pemakaian fixture didalam
kamar mandi, harus sesuai dengan kenyamanan dan kemudahan
penggunaan oleh manusia yang memakainya.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 22 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

3. Cara menentukan pola lantai dan dinding keramik sesuai arahan atasan
Pola lantai dan dinding keramik adalah motif atau bentuk penggunaan material
penutup lantai dan dinding yang akan dipasang dikamar mandi. Untuk
penentuan pola lantai dan dinding keramik dilakukan dengan cara sebagai
berikut :
a. Komunikasikan dengan atasan mengenai jenis kamar mandi yang akan
digunakan. Hal ini berkaitan dengan pemilihan jenis material keramik yang
cocok untuk penggunaan kamar mandi basah atau kamar mandi kering
b. Komunikasikan dengan atasan mengenai teknis pemasangan penutup lantai
dan dinding keramik sehingga pola yang dibuat dapat diaplikasikan pada
lapangan.
c. Perhatikan pola lantai dan dinding keramik yang diberikan sesuaikan
dengan perencanaan fixture yang akan juga dipasang.

B. Keterampilan yang diperlukan dalam mengumpulkan informasi yang


diperlukan

1. menentukan elevasi lantai kamar mandi/ WC terhadap tanah asli dan/ atau
ruang di sekitarnya sesuai arahan atasan atau berdasarkan denah.
Menentukan ketinggian dinding trasraam sesuai arahan atasan, menurut
dokumen gambar sebelumnya atau sesuai standar perusahaan
2. menentukan dimensi dan persyaratan konstruksi fixture serta persyaratan
posisi pemasangan atas dasar brosur atau standar perusahaan atau
persyaratan ergonomis.
3. menentukan pola lantai dan dinding keramik sesuai arahan atasan

C. Keterampilan yang diperlukan dalam mengumpulkan informasi yang


diperlukan
1. Bekerja dengan rapi dan bersih
2. Bekerja cermat dan teliti
3. Bersikap positif dan terbuka terhadap penilaian hasil pekerjaan oleh atasan

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 23 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

BAB IV
MENGGAMBAR DETAIL DENAH KAMAR MANDI/ WC

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam menggambar detail denah kamar


mandi / wc
1. Cara menggambar detail denah kamar mandi/ WC lengkap dengan fixture yang
akan dipasang sesuai dengan arahan atasan atau sesuai gambar skematik yang
diberikan perancang
Dalam menggambar detail denah kamar mandi/ WC lengkap dengan fixture
yang akan dipasang dilakukan dengan cara ;
a. Komunikasikan dengan atasan mengenai denah kamar mandi yang akan
dibuat jika dalam suatu denah terdapat lebih dari satu kamar mandi. Hal ini
bertujuan untuk memberi petunjuk mengenai urutan detail denah kamar
mandi yang akan dibuat.
b. Penggambaran detail denah menggunakan skala kecil atau sesuai dengan
arahan atasan. Perhatikan juga gambar skematik yang diberikan perancang
berkaitan dengan ukuran denah yang akan dibuat.
c. Lakukan penggambaran denah sesuai dengan prinsip menggambar denah.
Pastikan bagian yang terpotong menggunakan garis tebal diikuti dengan
bagian – bagian lain sehingga gambar menjadi informatif
d. Persiapkan brosur – brosur fixtur yang memuat dimensi dan spesifikasi
pemasangan. Gambarkan perletakan sesuai dengan arahan atasan atau ikuti
gambar skematik perancang
e. Pastikan dengan atasan perletakan fixture yang digunakan sudah sesuai
dengan jalur – jalur sanitasi yang memuat instalasi air bersih dan air kotor
dan jalur pemipaannya.
f. Gambarkan perletakkan bukaan pintu dan jendela. Pastikan bentukan
jendela yang akan dipasang umumnya menggunkan jendela sedang dan
posisi tinggi, penggambaran digunakan garis putus – putus.
g. Setelah melakukan penggambaran tersebut di atas diskusikan dengan atasan
mengenai informasi lain yang akan disampaikan untuk penggambaran detail
denah kamar mandi selanjutnya.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 24 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

h. Lakukan penggambaran detail denah kamar mandi dengan benar dan rapi.
Lakukan sesuai dengan petunjuk atasan agar penggambaran sesuai dengan
maksud dan tujuannya.

2. Cara menggambar pola lantai pada denah sesuai arahan atasan lengkap
dengan posisi floor drain
Dalam penggambaran pola lantai pada denah sesuai arahan atasan dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
a. Komunikasikan dengan atasan bentuk pola lantai yang akan digambar. Hal
ini berkaitan dengan kesesuaian material yang telah ditetapkan dengan pola
yang akan dibentuk
b. Penggambaran pola pada denah menggunakan garis tipis, ini berkaitan
dengan kesesuain kaidah penggambaran
c. Pola denah yang digambar menyesuaikan dengan bentuk dan ukuran
material yang akan dipasang. Untuk bagian yang lebih tinggi atau rendah
gambarkan garis peralihan dengan garis sedikit tebal.
d. Tentukan letak floor drain yang akan dipasang. Pastikan dengan atasan letak
floor drain tersebut sesuai dengan jalur pemipaan pembuangan air.
e. Gambarkan bentuk floor drain sesuai dengan bentuk dan ukuran yang akan
dipasang.
f. Setelah melakukan penggambaran tersebut di atas diskusikan dengan atasan
mengenai informasi lain yang akan disampaikan untuk penggambaran pola
lantai pada denah selanjutnya.
g. Lakukan penggambaran pola lantai pada denah dengan benar dan rapi.
Lakukan sesuai dengan petunjuk atasan agar penggambaran sesuai dengan
maksud dan tujuannya.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 25 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

3. Cara menggambar notasi arsir bahan terutama elemen dinding dan trasraam
dengan benar dan rapi
Setelah gambar detail denah kamar mandi dilakukan dengan benar dan baik
selanjutnya dilakukan penggambaran notasi arsir bahan terutama elemen
dinding dan trasraam dengan benar dan rapi dengan cara :
a) Notasi bahan berkaitan dengan simbol – simbol material yang akan
digunakan pada pola langit – langit
b) Perhatikan skala yang akan digunakan dikarenakan untuk penggambaran
masing – masing skala dapat menggunakan standar notasi yang berbeda
sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan informasi gambar.
c) Perhatikan arsir elemen dinding dan trasram. Arsir untuk dinding dan
trasraam berbeda, sehingga dapat menujukkan ketentuan penggunaan
material nantinya dilapangan.
d) Perhatikan ketebalan garis dikarenakan ketebalan garis pada gambar
teknik merepresentasikan keutamaan elemen gambar dan juga, beberapa
ketebalan garis yang tidak sama, akan meningkatkan keterbacaan
e) Untuk penggunaan garis pola dan indikasi material atau hatch digunakan
garis sangat tipis (fine) = H atau ketebalan 0.15-0.18 mm
f) Lakukan penggambaran notasi dengan benar dan rapi pada detail denah
kamar mandi. Sesuaikan jenis arsiran atau notasi bahan yang akan
digunakan pada penggambaran. Lakukan sesuai dengan petunjuk atasan
agar penggambaran sesuai dengan maksud dan tujuannya serta untuk
menghindari kesalahan informasi dari penggambaran.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 26 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

Tabel 3 : Standar notasi bahan atau material


Sumber : Standar informasi dalam gambar manual

Gambar notasi
Jenis Notasi
Denah Tampak Potongan

Batu bata

Batu trasraam

Beton

Keramik Grid dan pola menyesuaikan Grid dan pola menyesuaikan


dengan ukuran keramik yang dengan ukuran keramik yang
digunakan digunakan

Plaster

Marmer

Tanah dasar/keras

Tanah urug

Pasir

kerikil

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 27 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

4. Cara menulis notasi keterangan, dimensi dan elevasi terutama keterangan jenis
penutup lantai dan elevasi lantai dengan benar, lengkap dan rapi.
Setelah gambar detail denah kamar mandi dilakukan dengan benar dan baik
selanjutnya dilakukan penggambaran notasi keterangan dimensi dan elevasi
terutama keterangan jenis penutup lantai dan elevasi lantai dengan benar dan
rapi dengan cara :
a) Buatkan keterangan – keterangan gambar yang diperlukan dengan menulis
teks pada denah ditempatkan pada posisi yang sesuai dan tidak
mengganggu gambar utama detail denah kamar mandi
b) Keterangan yang akan ditulis merupakan keterangan yang mendukung dari
notasi yang telah digambar. Keterangan ini dapat berupa keterangan
bahan, keterangan arah aliran air (healing), keterangan garis potongan,
keterangan ukuran atau spesifikasi bahan dan lain sebagainya. Hal ini
dilakukan untuk membuat gambar detail denah kamar mandi menjadi lebih
informatif dan sesuai dengan perencanaan.

Tabel 4 : Notasi umum


Sumber : Standar informasi dalam gambar manual

No Jenis notasi Standar penggambaran Keterangan


1 Potongan  Diameter lingkaran
sebesar 12mm
 Tinggi huruf proposional
lingkaran
 Garis potongan lebih
tebal dari pada garis
arsiran.

2 Nama ruang dan peil  Huruf nama ruangan


lantai setinggi 5mm, ditulis
drawing pen 0,1 atau
pensil B
 Huruf yang menyatakan
peil lantai setinggi 3mm

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 28 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

3 Keterangan bahan  Mulai dari titik bulat, ditarik


garis dengan kemiringan
45°, lalu diteruskan
dengan garis horizontal
sedemikian rupa sampai
batas tertentu
 Huruf dan garis ditulis
drawing pen 0,1 atau
pensil B
 Huruf setinggi 3mm
4 Garis pemotong  Dipotong jika akan
gambar memotong gambar
 Lebih tebal dari garis
arsiran
5 Garis batas gambar  Biasanya dipakai jika akan
memotong gambar dan
meneruskannya kembali
pada kertas lain atau tidak
diteruskan
 Lebih tebal daripada garis
arsiran

c) Teks pada gambar diletakkan sedemikian rupa sehingga dapat dibaca dari
atas‐bawah atau dari kanan‐kiri lembar kertas.
d) Penggunaan jenis teks yang dipergunakan haruslah konsisten untuk
keseluruhan gambar
e) Lakukan penulisan notasi keterangan dengan benar dan rapi. Lakukan
sesuai dengan petunjuk atasan agar penulisan sesuai dengan maksud dan
tujuannya serta untuk menghindari kesalahan informasi dari penulisan.
f) Buatkan dimensi untuk setiap jarak yang terbentuk pada denah.
g) Tuliskan elevasi pada detail denah kamar mandi yang digambar. Elevasi ini
menunjukkan pada peletakkan naik dan turun lantai yang akan dibentuk.
h) Perhatikan pemakaian garis dimensi yaitu garis yang menghubungkan
antara dua extension lines dari titik awal dan titik akhir suatu objek yang
diukur. Tanda akhir dimensi bisa berupa anak panah atau yang lain.
Penting untuk diperhatikan adalah konsistensi dalam memberikan simbol,
posisi garis dimensi pada arah horizontal dan vertikal, serta posisi teks
dimensi baik dalam arah vertikal maupun horizontal.
i) Dimensi pada gambar diletakkan sedemikian rupa sehingga dapat dibaca
dari atas‐bawah atau dari kanan‐kiri lembar kertas.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 29 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

j) Pemberian dimensi harus konsisten untuk seluruh gambar. Jika ditentukan


unit gambar adalah mm, maka semua angka dimensi adalah dalam mm,
kecuali ada keterangan yang menunjukkan lain. Demikian pula dengan
angka desimal yang harus konsisten. Jika ditetapkan angka desimal adalah
dua ( 0.00) maka hal ini berlaku untuk keseluruhan dimensi pada gambar.
k) Umumnya posisi dimensi terletak di luar area objek gambar agar tidak
membingungkan. Dimensi dapat terletak di atas dan di sebelah kanan area
objek gambar. Jarak antara objek terluar dengan garis dimensi sekitar
10mm.
l) Lakukan hirarki dimensi dengan menerapkan penggunaan dimensi seperti:
 Dimensi jarak‐ jarak terluar yang menggambarkan ukuran objek gambar
keseluruhan
 Dimensi antar elemen‐ elemen utama atau grid struktur
 Dimensi elemen spesifik misalnya elemen – elemen tambahan
m) Lakukan penggambaran notasi keterangan, dimensi dan elevasi dengan
benar dan rapi pada detail denah kamar mandi. Lakukan sesuai dengan
petunjuk atasan agar penggambaran sesuai dengan maksud dan tujuannya

Tabel 5 : Notasi dimensi umum


Sumber : Standar informasi dalam gambar manual
No Jenis notasi Standar penggambaran Keterangan
Dimensi linier
1 Pada denah  Jarak antar dua titik
dinyatakan dalam satuan
meter dengan dua desimal
dibelakang titik atau
ditentukan sebelumnya
dikarenakan pemberian
dimensi harus konsisten
untuk seluruh gambar.
kecuali ada keterangan yang
menunjukkan lain.
 Huruf menggunakan
ketebalan Sedang
(Medium)=B, drawing pen
0,1
 Garis menggunakan
ketebalan Tipis (Thin)=HB,
drawing pen 0,1
 Huruf setinggi 3mm

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 30 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

2 Potongan  Ketinggian dinyatakan


dalam satuan meter dengan
dua desimal dibelakang titik
atau ditentukan sebelumnya
dikarenakan pemberian
dimensi harus konsisten
untuk seluruh gambar.
kecuali ada keterangan yang
menunjukkan lain.
 Huruf menggunakan
ketebalan Sedang
(Medium)=B, drawing pen
0,1
 Garis menggunakan
ketebalan Tipis (Thin)=HB,
drawing pen 0,1
 Huruf setinggi 3mm
3 Dimensi radial  Huruf menggunakan
ketebalan Sedang
(Medium)=B, drawing pen
0,1
 Garis menggunakan
ketebalan Tipis (Thin)=HB,
drawing pen 0,1
 Huruf setinggi 3mm

Gambar 5 : Detail denah kamar mandi


Sumber : Dokumen PPPPTK BBL Medan
Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC
Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 31 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

B. Keterampilan yang diperlukan dalam menggambar detail denah kamar


mandi/ wc
1. Menggambar detail denah kamar mandi/ WC lengkap dengan fixture yang
akan dipasang sesuai dengan arahan atasan atau sesuai gambar skematik
yang diberikan perancang
2. Menggambar pola lantai pada denah sesuai arahan atasan lengkap dengan
posisi floor drain
3. Menggambar notasi arsir bahan terutama elemen dinding dan trasraam
dengan benar dan rapi.
4. Menulis notasi keterangan, dimensi dan elevasi terutama keterangan jenis
penutup lantai dan elevasi lantai dengan benar, lengkap dan rapi.

C. Keterampilan yang diperlukan dalam menggambar detail denah kamar


mandi/ wc
1. Bekerja dengan rapi dan bersih
2. Bekerja cermat dan teliti
3. Bersikap positif dan terbuka terhadap penilaian hasil pekerjaan oleh atasan

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 32 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

BAB V
MENGGAMBAR DETAIL POTONGAN KAMAR MANDI/ WC

A. Pengetahuan yang diperlukan dalam Menggambar detail potongan


kamar mandi/ wc
1. Cara menggambar detail potongan kamar mandi/ WC minimal dalam dua arah
yang berbeda dan memberikan informasi yang paling banyak
Dalam hal menggambar detail potongan kamar mandi/ WC minimal dalam dua
arah yang berbeda dan memberikan informasi yang paling banyak dilakukan
dengan cara :
a. Setelah menyelesaikan gambar detail denah kamar mandi dan menentukan
arah potongan yang telah ditentukan oleh atasan, selanjutnya dilakukan
proyeksi dari denah menuju pembuatan gambar potongan.
b. Gambarkan garis ketebalan dinding, lantai, langit - langit yang terpotong
sesuai dengan kaidah gambar potongan.
c. Penggambaran potongan dilakukan minimal dua arah, potongan
memanjang dan potongan melintang. Hal ini dilakukan untuk memberikan
informasi yang paling banyak.
d. Penggambaran potongan untuk gambar pola dinding menggunakan garis
tipis
e. Penggambaran fixture yang tampak pada gambar potongan menggunakan
garis sedikit tebal
f. Setelah melakukan penggambaran tersebut di atas diskusikan dengan
atasan mengenai informasi lain yang akan disampaikan untuk
penggambaran potongan kamar mandi selanjutnya.
g. Lakukan penggambaran potongaan kamar mandi dengan benar dan rapi.
Lakukan sesuai dengan petunjuk atasan agar penggambaran sesuai dengan
maksud dan tujuannya.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 33 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

2. Cara menggambar potongan kamar mandi/ WC mulai dari sloof hingga langit-
langit, lengkap dengan pola keramik pada dinding
Dalam hal menggambar potongan kamar mandi/ WC mulai dari sloof hingga
langit-langit, lengkap dengan pola keramik pada dinding dilakukan dengan cara :
a. Setelah mendapat arahan tentang detail potongan kamar mandi dari atasan,
selanjutnya dilakukan dengan memasukkan bagian – bagian dari bangunan.
b. Bagian bagian bangunan yang dimaksud adalah dimulai dari bawah yaitu
sloof. Gambarkan sloof sesuai dengan ukuran dan perletakkannya pada
potongan sesuai dengan arahan atasan.
c. Selanjutnya dibagian tengah yaitu dinding. Gambarkan dinding sesuai dengan
ketinggian pemasangan dinding trasram, dinding keramik, berikut fixture yang
digunakan beserta tinggi ergonomis perletakkannya
d. Selanjutnya dibagian atas yaitu langit – langit, gambarkan langit – langit
sesuai ketinggian yang telah ditentukan atasan berikut dengan
penggantungnya.
e. Setelah melakukan penggambaran tersebut di atas diskusikan dengan atasan
mengenai informasi lain yang akan disampaikan untuk penggambaran
potongan kamar mandi selanjutnya.
f. Lakukan penggambaran potongan kamar mandi dengan benar dan rapi.
Lakukan sesuai dengan petunjuk atasan agar penggambaran sesuai dengan
maksud dan tujuannya.

3. Cara menggambar notasi arsir bahan dengan benar dan rapi


Setelah gambar potongan kamar mandi / WC dilakukan dengan benar dan
baik selanjutnya dilakukan penggambaran notasi arsir bahan dengan benar
dan rapi dengan cara :
a) Notasi bahan berkaitan dengan simbol – simbol material yang akan
digunakan pada potongan kamar mandi / WC
(Lihat tabel 5 : Standar notasi bahan atau material, halaman 27)
b) Perhatikan skala yang akan digunakan dikarenakan untuk penggambaran
masing – masing skala dapat menggunakan standar notasi yang berbeda
sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan informasi gambar.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 34 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

c) Untuk penggunaan garis pola dan indikasi material atau hatch digunakan
garis sangat tipis (fine) = H atau ketebalan 0.15-0.18 mm
d) Lakukan penggambaran notasi dengan benar dan rapi pada potongan
kamar mandi / WC. Sesuaikan jenis arsiran atau notasi bahan yang akan
digunakan pada penggambaran. Lakukan sesuai dengan petunjuk atasan
agar penggambaran sesuai dengan maksud dan tujuannya.

4. Cara menulis notasi keterangan, dimensi dan elevasi terutama keterangan jenis
penutup lantai dan elevasi lantai dengan benar, lengkap dan rapi
Setelah gambar potongan kamar mandi dilakukan dengan benar dan baik
selanjutnya dilakukan penggambaran notasi keterangan dimensi dan elevasi
terutama keterangan jenis penutup lantai dan elevasi lantai dengan benar dan
rapi dengan cara :
a) Buatkan keterangan – keterangan gambar yang diperlukan dengan menulis
teks pada denah ditempatkan pada posisi yang sesuai dan tidak
mengganggu gambar utama detail denah kamar mandi
b) Keterangan yang akan ditulis merupakan keterangan yang mendukung dari
notasi yang telah digambar. Keterangan ini dapat berupa keterangan
bahan, keterangan ukuran atau spesifikasi bahan dan lain sebagainya. Hal
ini dilakukan untuk membuat gambar potongan kamar mandi menjadi lebih
informatif dan sesuai dengan perencanaan
(lihat tabel 4 : Notasi umum, halaman 28)
c) Buatkan dimensi untuk setiap jarak yang terbentuk pada potongan.
d) Tuliskan elevasi pada potongan kamar mandi yang digambar. Elevasi ini
menunjukkan pada peletakkan naik dan turun lantai yang akan dibentuk,
berikut juga ketinggian langit - langit.
e) Teks pada gambar diletakkan sedemikian rupa sehingga dapat dibaca dari
atas‐bawah atau dari kanan‐kiri lembar kertas.
f) Penggunaan jenis teks yang dipergunakan haruslah konsisten untuk
keseluruhan gambar

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 35 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

g) Lakukan penulisan notasi keterangan dengan benar dan rapi. Lakukan


sesuai dengan petunjuk atasan agar penulisan sesuai dengan maksud dan
tujuannya serta untuk menghindari kesalahan informasi dari penulisan.
h) Buatkan dimensi untuk setiap jarak yang terbentuk pada potongan.
i) Tuliskan elevasi pada detail denah kamar mandi yang digambar. Elevasi ini
menunjukkan pada peletakkan naik dan turun lantai yang akan dibentuk.
j) Perhatikan pemakaian garis dimensi yaitu garis yang menghubungkan
antara dua extension lines dari titik awal dan titik akhir suatu objek yang
diukur. Tanda akhir dimensi bisa berupa anak panah atau yang lain.
Penting untuk diperhatikan adalah konsistensi dalam memberikan simbol,
posisi garis dimensi pada arah horizontal dan vertikal, serta posisi teks
dimensi baik dalam arah vertikal maupun horizontal.
k) Dimensi pada gambar diletakkan sedemikian rupa sehingga dapat dibaca
dari atas‐bawah atau dari kanan‐kiri lembar kertas.
l) Pemberian dimensi harus konsisten untuk seluruh gambar. Jika ditentukan
unit gambar adalah mm, maka semua angka dimensi adalah dalam mm,
kecuali ada keterangan yang menunjukkan lain. Demikian pula dengan
angka desimal yang harus konsisten. Jika ditetapkan angka desimal
adalah dua ( 0.00) maka hal ini berlaku untuk keseluruhan dimensi pada
gambar.
m) Umumnya posisi dimensi terletak di luar area objek gambar agar tidak
membingungkan. Dimensi dapat terletak di atas dan di sebelah kanan
area objek gambar. Jarak antara objek terluar dengan garis dimensi
sekitar 10mm.
n) Lakukan hirarki dimensi dengan menerapkan penggunaan dimensi seperti:
 Dimensi jarak‐ jarak terluar yang menggambarkan ukuran objek
gambar keseluruhan
 Dimensi antar elemen‐ elemen utama atau grid struktur
 Dimensi elemen spesifik misalnya elemen – elemen tambahan
o) Lakukan penggambaran notasi keterangan, dimensi dan elevasi dengan
benar dan rapi pada potongan kamar mandi. Lakukan sesuai dengan
petunjuk atasan agar penggambaran sesuai dengan maksud dan tujuannya

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 36 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

Gambar 6 : Contoh potongan memanjang kamar mandi


Sumber : Dokumen PPPPTK BBL Medan

Gambar 7 : Contoh potongan melintang kamar mandi


Sumber : Dokumen PPPPTK BBL Medan

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 37 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

B. Keterampilan yang diperlukan dalam menggambar detail potongan


kamar mandi/ wc
1. Menggambar detail potongan kamar mandi/ WC minimal dalam dua arah
yang berbeda dan memberikan informasi yang paling banyak
2. Menggambar potongan kamar mandi/ WC mulai dari sloof hingga langit-
langit, lengkap dengan pola keramik pada dinding.
3. Menggambar notasi arsir bahan dengan benar dan rapi
4. Menulis notasi keterangan, dimensi dan elevasi terutama keterangan jenis
penutup lantai dan elevasi lantai dengan benar, lengkap dan rapi.

C. Keterampilan yang diperlukan dalam menggambar detail potongan


kamar mandi/ wc
1. Bekerja dengan rapi dan bersih
2. Bekerja cermat dan teliti
3. Bersikap positif dan terbuka terhadap penilaian hasil pekerjaan oleh atasan

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 38 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

BAB VI
MEMBERESKAN GAMBAR
A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMBERESKAN GAMBAR
1. Membersihkan garis-garis bantu penggambaran
Dalam penggambaran teknik untuk menghasilkan gambar yang baik sering
menggunakan garis bantu. Sesuai dengan sebutannya, garis bantu fungsinya
untuk membantu memudahkan menggambar bentuk objek/benda secara relatif
tepat. Garis bantu adalah semacam skema bentuk objek/benda dan bagian-
bagiannya, yang terkonstruksi dari garis-garis lurus maupun lengkung. Dengan
garis bantu proses menggambar menjadi lebih terarah dan pasti, tidak menduga-
duga dan tidak ada keragu - raguan menggoreskan garis, karena segala
sesuatunya sudah diperhitungkan dari awal.
Penggunaan garis bantu ini berkaitan dengan antara lain :
a. Proyeksi
Untuk memproyeksikan penggambaran tampak atau potongan,
penggambaran detail dan gambar lainnya yang dihasilkan dari proses
proyeksi

Gambar 8 : Penggunaan garis bantu dalam proyeksi


Sumber : www.kontraktorrumahtinggal.com

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 39 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

b. Pemberian Ukuran
Untuk menentukan ukuran dari seubuah gambar kita mempergunakan garis
ukur dan garis bantu.

Gambar 9 : Penggunaan garis bantu dalam pemberian ukuran


Sumber : rebanas.com

c. Pembuatan teks atau notasi

Gambar 10 : Penggunaan garis bantu


dalam penggambaran teks atau notasi
Sumber : google.com

d. Pembuatan bentuk – bentuk geometris

Gambar 11: Penggunaan


garis bantu dalam
penggambaran geometris
Sumber :
mazgun.wordpress.com

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 40 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

e. Dan lain sebagainya yang berhubungan dengan penggambaran teknik


Menggambar Konstruksi Langit-Langit Konvensional
Garis – garis bantu penggambaran di atas haruslah dihapus dan dibersihkan. Hal
ini bertujuan agar menghindari keteimpangan informasi yang akan disampaikan,
dikarenakan semua garis yang terbentuk pada objek gambar merupakan bagian
dari semua informasi yang tidak terpisahkan. Penghapusan dan pembersihan
dilakukan dengan seksama dengan memperhatikan bentuk dan ukuran garis
bantu. Garis bantu umumnya berbentuk halus dan mudah untuk dihapus dengan
menggunakan penghapus pensil. Untuk penggambaran dengan perangkat lunak
penggunaan garis bantu umumnya diberi layer Unprint (tidak dicetak) namun
untuk menggambar yang rapi sebaikknya garis – garis tersebut di lakukan
penghapusan atau dengan menggunakan perintah purge untuk menghilangakn
objek – objek garis yang tidak dibutuhkan.

2. Melengkapi gambar detail dengan keterangan-keterangan tambahan seperti


judul gambar dan skala.
Untuk melengkapi gambar detail dengan keterangan – keterangan tambahan
seperti judul gambar dan skala dilakukan dengan memahami gambar – gambar
detail yang telah dibuat. Pemakaian judul gambar dan skala mengikuti aturan
yang telah ditetapkan untuk penggambaran teknik.
Judul dan Skala gambar umumnya terletak dalam satu tempat. Letak Judul dan
Skala Gambar umumnya di bagian bawah kanan atau bagian bawah kiri dari
gambar. Penunjukkan lengkap dari penulisan judul gambar dan skala terdiri dari
perkataan (judul gambar detail yang digambar) dan perkataan dari ‘SKALA’ yang
berada mengikutinya. Selanjutnya untuk skala diikuti dengan perbandingan
ukuran yang akan di cetak nantinya. Bila tidak ada keraguan, maka perkataan
“SKALA” dapat dihilangkan.

Gambar 12 : Penggunaan judul dan skala


Sumber : Standar informasi dalam gambar manual

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 41 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

Lakukan penulisan judul gambar tinggi 8mm, tulisan skala tinggi 3mm. Huruf
kapital, lurus, tidak berbuntut. Gunakan tebal huruf untuk judul drawing pen 0,5
atau pensil 3B, untuk judul memakai drawing pen 0,2 atau pensil HB. Lingkaran
berdiameter 14mm. Huruf merupakan pernyataan kelompok gambar (dalam hal
gambar di atas A = arsitektur
Umumnya judul gambar dan skala gambar harus dinyatakan dalam kepala
gambar atau etiket (kop). Bila terdapat lebih dari satu skala gambar, hanya skala
utama yang dinyatakan dalam kepala gambar. Untuk penggunaan skala gambar
detail penempatannya di sebelah nomor komponen bersangkutan, atau di
sebelah huruf referensi dari gambar tersebut.

Gambar 13 : Contoh gambar kelengkapan judul gambar, skala dan kop yang digunakan
Sumber : 3.bp.blogspot.com

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 42 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

3. Membuat kop gambar atau mensesuaikan dengan isi gambar.


Pada setiap pembuatan gambar selalu dibuat kop gambar atau etiket (layout)
gambar yang berfungsi sebagai penguatan penjelasan tentang makna dan
keterangan tentang gambar yang dibuat (diskripsi gambar). Kop gambar
biasanya di buat di sebelah kanan gambar atau di bawah gambar. Kop gambar
biasanya mencantumkan keterangan tentang:
a. Nama gambar
b. Nama instansi atau perusahaan
c. Nama yang menggambarkan
d. Tanggal
e. Pemeriksa (diperiksa)
f. Penyetujui (disetujui)
g. Skala Gambar
h. No. Gambar/Halaman
i. Dan berbagai data yang dibutuhkan dalam penjelasan gambar

Gambar 14 : Letak Kop Gambar (Layout)


Sumber : Modul Teknik gambar bangunan

Gambar 15 : Contoh Kop Gambar (Layout)


Sumber : Modul Teknik gambar bangunan

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 43 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

4. Peralatan gambar dibereskan, dirapikan dan disimpan


Setelah melakukan penggambaran yang sesuai dengan aturan yang telah
ditetapkan serta mengikuti arahan dari atasan langsung, selanjutnya dilakukan
pemeliharaan terhadap peralatan gambar yang digunakan. Pemeliharaan
peralatan ini menyangkut beberapa hal yaitu :
a. Membereskan peralatan gambar
Peralatan yang digunakan untuk menggambar manual antara lain meja
gambar, pensil, penggaris, busur, pena, kertas dan lain sebagainya
dikumpulkan berdasarkan fungsinya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan
peralatan tersebut ketika akan digunkan kembali
b. Merapikan peralatan gambar
Peralatan yang digunakan untuk menggambar manual antara lain meja
gambar, pensil, penggaris, busur, pena, kertas dan lain sebagainya
dirapikan berdasarkan jenisnya. Hal ini dilakukan untuk menata peralatan
tersebut sesuai dengan kebutuhan pemakaian yang diinginkan.
c. Menyimpan peralatan gambar
Peralatan yang digunakan untuk menggambar manual antara lain meja
gambar, pensil, penggaris, busur, pena, kertas dan lain sebagainya
disimpan berdasarkan penempatan masing – masing alat. Hal ini dilakukan
untuk menjaga keutuhan dan umur penggunaan yang sesuai dengan yang
telah direncanakan sehingga pemakaian alat dapat dilakukan secara efektif
dan efisien.
Selain kegiatan penggunaan peralatan gambar manual di atas,
pemeliharaan peralatan gambar yang terdiri dari membersihkan, merapikan,
menyimpan peralatan gambar untuk penggambaran dengan perangkat
lunak juga dilakukan hal yang sama. Pemeliharan tersebut dengan memakai
peralatan komputer sesuai dengan SOP dan spesifikasi yang telah
ditetapkan.
Dari penjelasan di atas sebaiknnya pengguna peralatan gambar mematuhi
dan melaksanakan kegiatan dari membereskan, merapikan, dan menyimpan
peralatan gambar. Hal ini umumnya dibuat aturan khusus oleh perusahaan
sesuai dengan standar yang mereka gunakan.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 44 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMBERESKAN GAMBAR


1. Membersihkan garis-garis bantu penggambaran
2. Melengkapi gambar detail dengan keterangan-keterangan tambahan seperti
judul gambar dan skala
3. membuat kop gambar atau menyesuaikan dengan isi gambar
4. Membereskan, merapikan, menyimpan peralatan gambar

C. SIKAP KERJA YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMBERESKAN GAMBAR


1. Bekerja dengan rapi dan bersih
2. Bekerja cermat dan teliti
3. Bersikap positif dan terbuka terhadap penilaian hasil pekerjaan oleh atasan

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 45 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku Referensi
a. Diraatmadja E. (1999). ilmu membangun 3. Jakarta : Erlangga
b. Frick Heinz, Ir (1982). Ilmu konstruksi bangunan kayu. yogyakarta :
kanisius
c. Frick Heinz, Ir (1980). Ilmu konstruksi bangunan 1. yogyakarta : kanisius
d. Frick Heinz, Ir (1980). Ilmu konstruksi bangunan 2. yogyakarta : kanisius
e. Indraprastha, Aswin. Ph.D & Budi Faisal, Ir. MAUD, MUDD, Ph.D (2015).
Standar Informasi Dalam Gambar Manual. Bandung : Program Studi
Arsitektur Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Institut Teknologi Bandung

B. Referensi Lainnya

a. www.rumahjogjaindonesia.com 13 februari 2018


b. www.toto.co.id13 februari 2018
c. http://mepcons.blogspot.co.id13 februari 2018
d. adiruhyat93.blogspot.co.id13 februari 2018
e. www.slideshare.net13 februari 2018
f. http://3.bp.blogspot.com 13 februari 2018
g. www.lamudi.co.id diakase 12 februari 2018
h. https://id.wikipedia.org diakses 13 februari 2018
i. https://smartistik.wordpress.com 31 januari 2018
j. https://blog-mue.blogspot.co.id 31 januari 2018
k. www. Rebanas.com 8 Februari 18 2018

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 46 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

DAFTAR ALAT DAN BAHAN

A. Daftar Peralatan/Mesin

No. Nama Peralatan/Mesin Keterangan


1. Laptop, infocus, laserpointer Untuk di ruang teori
2. Alat gambar manual pensil, pena, penggaris, meja Untuk setiap peserta
gambar, busur, penghapus
3. Komputer PC/laptop untuk penggunaan perangkat Untuk setiap peserta
lunak
4. Printer 1 untuk 1 studio
5.
6.
7.

B. Daftar Bahan

No. Nama Bahan Keterangan


1. Kertas Setiap peserta
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 47 dari 48
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode:
BGN.GAR.011 A
Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

DAFTAR PENYUSUN

No. Nama Profesi

1. Eko Afandy, S.T 1. Instruktur

Judul Modul: Menggambar Detail Kamar Mandi/ WC


Buku Informasi - Versi 2018 Halaman: 48 dari 48