Anda di halaman 1dari 20

Kata Pengantar

Kurikulum Orientasi Dashboard Kabupaten dan Pelaksanaan eHDWmerupakan


panduan yang akan digunakan TA PSD Kabupaten sebagai fasilitator pelatihan
untuk memandu stakeholder kabupaten pada tingkat pengambil keputusan dalam
menggunakan dan memanfaatkan informasi kemajuan program konvergensi
pencegahan stunting tingkat kabuapten serta dukungan dalam pelaksanaan
eHDW.

Dashboard Kabupaten merupakan sistem online yang menyajikan kemajuan


pelaksanaan program konvergensi pencegahan stunting di Kabupaten, dimana
data-data yang diperoleh bersumber dari desa dengan bantuan KPM dalam
pengumpulan dan pemantauan paket layanan melalui aplikasi eHDW.

Sistem ini dikembangkan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal


dan Transmigrasi dengan dukungan dari Bank Dunia. Sistem ini diperuntukkan bagi
pelaku/stakeholder tingkat kabupaten dalam memantau kemajuan intervensi 5
paket layanan pencegahan stunting di desa.

Orientasi akan dilaksanakan di kabupaten masing-masing selama 1 hari dengan


mengundang OPD terkait pencegahan stunting.

Melalui kegiatan ini, peserta akan memiliki kemampuan menggunakan dan


memanfaatkan Dashboard Kabupaten dalam memantau kemajuan program
konvergensi tingkat kabupaten, serta mendeteksi kegiatan-kegiatan yang
perlu mendapatkan dukungan dari sektor. Peserta juga akan mendiskusikan
dan mengambil keputusan tentang perannya dalam pengelolaan eHDW dan
Dashboard. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pembelajaran orang
dewasa dengan mengutamakan proses partisipasi aktif seluruh peserta sebagai
stakeholders utama di tingkat kabupaten
Daftar Isi
Kompetensi yang Diharapkan ......................................... 1
Metode dan Pendekatan ................................................ 1
Pelaksanaan Orientasi .................................................... 2

Segmen 1 - Konsep Konvergensi dan Indikator Pengukurannya


Tahap Pelaksanaan.......................................................... 3
Alat Bantu....................................................................... 3

Segmen 2 - Peran KPM, Desa, Pelaksanaan eHDW dan Peran


Parapihak
Tahap Pelaksanaan.......................................................... 5
Alat Bantu....................................................................... 4

Segmen 3 - Eksplorasi dashboard dan studi kasus (OPD) dan


Pengenalan Aplikasi eHDW
Tahap Pelaksanaan kelas OPD......................................... 7
Tahap Pelaksanaan kelas PD........................................... 9

Segmen 4 - Komitmen Kabupaten Dalam Penciptaan


Enabling Environment
Tahap Pelaksanaan.......................................................... 10
Alat Bantu....................................................................... 10

LAMPIRAN
Segment 1 Indikator 5 paket layanan ............................. 11
Segment 1 Konvergensi................................................... 12
Alur data eHDW dan Dashboard Kabupaten................... 13
Peran dan tugas pemangku kepentingan......................... 14
Jadwal Pelaksanaan.......................................................... 15
A. Kompetensi yang diharapkan

1 Memahami tugas dan fungsi KPM dalam rangka memastikan konvergensi


intervensi layanan di tingkat desa.

2 Memahami alur informasi yang dikumpulkan oleh KPM melalui eHDW dan fungsi
pengembangan district dashboard kabupaten bagi kepentingan OPD tingkat
kabupaten.
3
Mampu membaca dan memanfaatkan informasi yang tersedia didalam dashboard
untuk meningkatkan kinerja intervensi sektor dan memperkuat koordinasi antar
sektor.
4
Mampu memberikan umpan balik dan mengidentifikasi pengembangan kapasitas
yang relevan dan diperlukan oleh KPM untuk memperkuat kinerja/intervensi
sektor.
5
Khusus DPMD, mampu menganalisis kinerja KPM dan memberikan umpan balik
sesuai kebijakan yang berlaku.

B. Metode dan Pendekatan

1 Memastikan kerangka konseptual konvergensi dan peran KPM dipahami secara


utuh dengan penjelasan sederhana menggunakan multimedia.

2 Pemanfaatan dashboard kabupaten didemonstrasikan melalui studi kasus


layanan intervensi gizi kepada 1000 HPK di tingkat desa dengan menggunakan
data dummy eHDW.

3 Simulasi dan analisis data dashboard bagi kebijakan sektoral di tingkat kabupaten
menggunakan berbagai skenario yang diadopsi dari kasus-kasus lapangan dengan
pelibatan OPD.

4 Demonstrasi dashboard kabupaten untuk pengukuran kinerja KPM, Desa dan


Sektor, dikaitkan dengan implikasi kebijakan dan insentif.

5 Diskusi dan elaborasi enabling environment yang diperlukan dalam pemanfaatan


dashboard kabupaten dan pelaksanaan eHDW dilanjutkan dengan penyepakatan
komitmen lintas OPD dalam penciptaannya.

1
C. Pelaksanaan Orientasi

Orientasi akan dibagi kedalam 4 segmen yaitu:

1 Konsep konvergensi dan indikator pengukurannya.

2 Pelaksannaan eHDW dan Peran Parapihak.

3 Eksplorasi dashboard kabupaten dan pembahasan studi kasus.

4 Komitmen kabupaten dalam penciptaan enabling environment.

2
SEGMEN-1:
Konsep konvergensi dan
indikator pengukurannya
( 45 menit )

Segmen ini bertujuan untuk memastikan pemahaman yang sama di tingkat


kabupaten dari berbagai OPD mengenai konsep konvergensi dan intervensi gizi di
tingkat desa, indikator-indikator pengukurannya serta regulasi terkait sebagai dasar
hukum pelaksanaannya.

Pada akhir segmen diharapkan setiap OPD menyadari peran penting semua sektor
dalam bekerja sama dan berkoordinasi untuk memastikan tingkat konvergensi yang
tinggi di semua desa sebagai prasyarat dalam pencegahan stunting yang efektif.

Tahap Pelaksanaan Alat Bantu :


1 Fasilitator memutar video konvergensi 1 Kain tempel
(video no 14) dan mengantarkan supaya
peserta menyimak dan mengidentifikasi
pesan kunci/utama dalam video
2 Kertas metaplan

2 Fasilitator memfasilitasi diskusi terkait 3 Spidol


pesan-pesan kunci yang ditangkap oleh
peserta dari video yang telah ditonton. 4 Laptop dan proyektor

3 Fasilitator mencatat seluruh pesan kunci 5 Video konvergensi


yang disampaikan peserta pada kertas
plano dan kartu-kartu metaplan 6 Hands out indikator 5
paket layanan
4 Fasilitator manandai dengan cara
menggarisbawahi atau dengan cara
7 PPT konsep konvergensi.
lainnya pesan-pesan kunci yang terkait
dengan konsep konvergensi.

5 Fasilitator membagikan hands out dan


menampilkan PPT indikator intervensi
gizi yang dikelompokan kedalam 5 paket
layanan.

6 Dari setiap tayangan tentang Paket


Layanan, Fasilitator sekaligus
mengeksplorasi pandangan peserta yang
mewakili sektor dari setiap paket layanan
secara umum terkait pengalaman mereka

3
dalam program penanganan stunting, khususnya dalam pengalaman pendataan sektor dalam
pelayanan kepada keluarga 1000 HPK. Fasilitator mengajukan pertanyaan secara bertahap:

1) Apa yang sudah terjadi di daerah kita dalam pelayanan untuk kesehatan ibu dan anak?, bagaimana
mereka didata?
2) Bagaimana pengalaman dalam kaitannya dengan Konseling Gizi oleh orang tua pengasuh anak
usia 0-23, termasuk kunjungan Bidan dan Petugas Kesehatan lainnya?
3) Bagaimana dengan akses air minum layak serta penggunaan dan pemilikan jamban keluarga bagi
Bu Mil dan anak usia 0-23 bulan di daerah kita?
4) Bagaimana dengan JAMINAN SOSIAL bagi anak usia 0-23 bulan (Akte kelahiran dan jaminan
layanan kesehatan). Bagaimana Bu Mil memiliki Jaminan Layanan Kesehatan?
5) Apa yang sudah terjadi dengan kegiatan PAUD terutama bagi anak usia 0-23 bulan & orang tua
pengasuh tentang Kelas Pengasuhan pada layanan dasar di desa?.
6) Bagaimana dengan tingkat keaktifan dan registrasi anak usia 2-6 tahun dalam layanan PAUD?

Tahap ini sekaligus menjadi jembatan bagi pelaksanaan segmen berikutnya terkait
pelaksanaan eHDW dan peran parapihak.

Catatan Fasilitator
Biarkan visualisasi peran para pihak dalam pelaksanaan eHDW dan
Dashboard Kabupaten di dalam kain sticky cloth/kain tempel, karena
akan digunakan kembali pada Segmen terakhir (Segmen – 4).

4
SEGMEN-2:
Peran KPM, Desa,
Tujuan dari segmen ini adalah untuk pelaksanaan eHDW dan
memastikan setiap peserta memiliki Peran Parapihak (60 menit)
pemahaman yang sama tentang posisi
dan peran mereka dalam pelaksanaan
eHDW, termasuk peran KPM dan Pada akhir segmen, peserta dari setiap kategori
Desa untuk memastikan terjadinya (PD dan setiap OPD), diharapkan setiap peserta
konvergensi layanan gizi kepada 1000 Memiliki memahami dan menyadari peran
HPK dalam pencegahan stunting. mereka masing-masing dalam pelaksanaan
Peserta juga akan diperkenalkan eHDW yang membutuhkan koordinasi antar
kepada aplikasi eHDW sebagai alat OPD dan antara Pemerintah kabupaten dengan
bantu pemantauan konvergensi yang Pemerintah Desa. Peserta juga memberi
digunakan oleh desa. apresiasi yang sama terhadap peran
KPM dan Desa dalam konvergensi layanan
Gizi untuk pencegahan stunting di tingkat desa.

Tahap Pelaksanaan

1 Fasilitator mengarahkan diskusi 3 Fasilitator memutar Video “Apa


yang sudah diinisasi pada tahap #6 itu eHDW”, kemudian melakukan
pada SEGMEN 1, agar fokus pada curah pendapat dengan mengajukan
pengalaman pendataan sektor pertanyaan: “Apa yang harus terjadi
dalam pelayanan kepada keluaraga dalam konteks pelaksanaan dan
1000 HPK. Kemudian sampaikan penggunaan aplikasi eHDW dan
rangkuman bahwa “perlu konsolidasi Dashboard Kabupaten?”. Peserta
data pemantauan antar sektor untuk menulis jawaban dalam kartu-kartu
memastikan ketersediaan layanan metaplan, kemudian menempelkan
bagi 1000 HPK”. di sekeliling core tulisan “Pelaksanaan
eHDW & Dashboard”.
2 Fasilitator mengajak peserta untuk
mulai fokus pada “Pelaksanaan eHDW 4 Gali jawaban sampai teridentifikasi
& Dashboard” dengan menempelkan peran-peran sejak proses registrasi,
tulisan tersebut di tengah-tengah pengelolaan eHDW dan Dashboard
dinding/kain sticky cloth (dalam sampai proses transisi jika ada
tulisan besar). penggantian KPM.

Alat Bantu :
1 Laptop dan proyektor

2 Video apa itu eHDW

3 Aplikasi eHDW

4 PPT mekanisme kerja KPM dan


skema alur data eHDW sampai

5
tersajikan dalam dashboard
kabupaten.
5 Minta setiap OPD (Dinkes, Bappeda, PMD) dan PD untuk memikirkan dan
mengambil keputusan dengan cepat tentang “Kartu-kartu yang mana menjadi
peran utama mereka masing-masing?”. Selanjutnya minta mereka mengambil
kartu-kartu tersebut dan menuliskan judulnya seperti PERAN DPMD, PERAN
DINKES, PERAN BAPPEDA dan PERAN PD, dan lainnya. Jika ada kartu yang tidak
menjadi bagian dari peran mereka yang hadir dan masih tertempel di kain,
tanyakan “kartu-kartu ini (bacakan isinya), seharusnya menjadi peran siapa?”.
Tulis judulnya dan tempelkan peran tersebut.

6 Karena ada peran utama KPM dan Pemerintah Desa, dalam eHDW, Fasilitator
mengundang dan meminta DPMD untuk menjelaskan keberadaan KPM, tugas
dan perannya serta bagaimana KPM membantu OPD dalam memastikan
layanan kepada 1000 HPK. DPMD juga perlu menjelaskan
sekilas tentang peraturan menteri keuangan sebagai dasar pengukuran
konvergensi tingkat desa.

7 Fasilitator menjelaskan alur pengiriman data dari aplikasi eHDW menuju


database yang mana data-datanya digunakan dalam dashboard kabupaten.

6
SEGMEN-3:
Eksplorasi dashboard
dan studi kasus (OPD) dan
Pengenalan Aplikasi eHDW
(150 menit)

Segmen ini akan dilakukan di 2 kelas berbeda yaitu kelas OPD dan kelas PD. Kegiatan
ini bertujuan untuk memperkenalkan dashboard kabupaten dan mendemonstrasikan
pemanfaatannya bagi peserta OPD kabupaten serta pengenalan aplikasi eHDW bagi
Pendamping Desa (PD) dalam membantu meningkatkan konvergensi layanan gizi di
tingkat desa bagi 1000 HPK.
Pada akhir segmen diharapkan:
1. Peserta dari unsur OPD Kabupaten peserta mengenal secara detail bagaimana
cara menggunakan dan membaca dashboard sebagai alat bantu untuk melaksanakan
pemantauan konvergensi intervensi gizi, membantu perencanaan sektoral maupun
lintas sektor, identifikas dini permasalahan sektor, dan mengukur kinerja KPM, Desa,
maupun sektor.

2. Peserta dari Pendamping Desa (PD), mengenal lebih rinci bagaimana menggunakan
aplikasi eHDW, dan mampu menyusun strategi yang harus dijalankan dalam rangka
melakukan pendampingan KPM untuk menggunakan aplikasi eHDW secara konsisten
dan tepat guna.

Tahap Pelaksanaan kelas OPD

A. Demonstrasi dashboard

1 Fasilitator dibantu oleh operator dari DPMD yang


telah dilatih sebelumnya menunjukan fitur-fitur yang
ada didalam dashboard secara menyeluruh.

2 Jika memungkinkan peserta turut mengoperasikan


dashboard dari gawai atau laptop masing-masing.

3 Dibuka forum tanya jawab untuk lebih memahami


fungsi dashboard secara detail.

7
B. Studi kasus dan
analisis sederhana Alat Bantu :

1 Fasilitator membagikan lembar 1 Laptop dan proyektor.


studi kasus yang telah disipakan
sebelumnya dan mengajak 2 Sistem online dashboard
peserta untuk meng-unduh data kabupaten, beserta akun login
dari dashboard. kabupaten.

2 Fasilitator memberi contoh 3 Lembar studi kasus dan


mengolah data menjadi grafik data yang bersumber dari
sederhana. dashboard kabupaten.

Masing-masing OPD mengamati 4 Laptop (peserta membawa


3 dan menjalankan perannya laptop) dan perangkat lunak
sesuai dengan skenario pada office/spreadsheet untuk
lembar studi kasus yang telah simulasi data.
disiapkan.

4 Fasilitator memfasilitasi diskusi


untuk menyelesaikan studi
kasus dengan meminta setiap
OPD atau yang terwakili untuk
menyampaikan hasil analisis
masing-masing, serta menjawab
pertanyaan-pertanyaan kunci
yang ada pada lembar studi
kasus.

8
Tahap Pelaksanaan kelas PD

1 Mengantarkan dengan
memutarkan 2 video masing-
masing (Video 1) Instalasi eHDW Alat Bantu :
dan (Video 2) Pengenalan eHDW.
Kemudian memberi kesempatan 1 Laptop dan proyektor.
proses tanya jawab dengan
cepat. 2 Kartu Menu Aplikasi

2 Memberikan link video atau 3 Data Dummy (dibawah PD)


cara membuka video melalui untuk belajar langsung aplikasi
smartphone. Mempersilahkan eHDW
PD mengikuti petunjuk yang ada
dalam video.

3 Peserta menggunakan data 6 Mendiskusikan “berdasarkan pengalaman


dummy yang dibawa untuk mencoba aplikasi eHDW, bagaimana strategi
mengoperasikan eHDW. Untuk pendampingan yang harusnya dijalankan
memotivasi peserta, fasilitator oleh PD”?. Gali pandangan peserta, bisa
menayangkan kemajuan hasil diminta menulis dalam kartu atau dengan
entry data yang akan ditampilkan brainstorming terbuka.
melalui dashboard.
7 Lengkapi dengan pandangan tentang “apa
4 Setelah pengisian data dan prasyarat supaya strategi pendampingan PD
penggunaan aplikasi eHDW, bisa optimal mendukung kerja-kerja KPM
Fasilitator membuka sesi tanya dalam penggunaan aplikasi eHDW”.
jawab terkait dengan ujicoba
yang sudah dilakukan. Pastikan
bahwa peserta (PD) betul-betul Tips Fasilitator
mengalami penggunaan aplikasi 1. Upayakan supaya pertanyaan yang diajukan
eHDW dan menemukan berbagai peserta, dijawab oleh peserta lain terlebih
persoalannya untuk diatasi. dahulu. Fasilitator hanya bertugas untuk
mengkonsolidasikan jawaban dari peserta
5 Selama diskusi, gunakan “Menu dan memberikan rangkuman.
Peraga Aplikasi eHDW” untuk
membantu diskusi lebih terfokus 2. Kuasai aplikasi eHDW untuk menyiapkan
dan memanfaatkan pemikiran PD diri jika peserta betul-betul memerlukan
lebih terstruktur dan konstruktif. jawaban dari Fasilitator.

9
SEGMEN-4:
Komitmen kabupaten
Segmen ini bertujuan
untuk mengajak peserta
dalam penciptaan enabling
mengembangkan komitmen environment (1 jam)
dalam penciptaan enabling
environment penggunaaan Pada akhir segmen diharapkan peserta dapat
aplikasi eHDW dan dashboard mengidentifikasi prasyarat-prasyarat agar
kabupaten. aplikasi eHDW dan dashboad kabupaten ini
dapat secara efektif digunakan. Peserta
OPD dan PD sama-sama berkomitmen dalam
melaksanakan prasyarat-prasyarat dimaksud.

Tahap Pelaksanaan

1 Fasilitator menanyakan bagaimana pengalaman peserta dalam mengoperasikan


dashboard kabupaten dan menjalankan studi kasus diatas pada segmen
sebelumnya.

2 Fasilitator mencatat poin-poin kunci dari apa yang disampaikan setiap peserta.

3 Untuk peserta PD, Fasilitator meminta PD menyampaikan pengalamannya


dalam menjalankan aplikasi eHDW pada Segmen sebelumnya.

4 Fasilitator memastikan semua peserta mendapat kesempatan


untuk menyampaikan pengalaman dan pandangannya, kemudian menanyakan
secara bertahap:
a. Pembelajaran apa yang diperoleh?
b. Implikasi apa yang harus dilakukan oleh setiap pemangku kepentingan.

5 Fasilitator mencatat setiap pembelajaran yang disebutkan peserta dan


implikasi tindakan nya.

6 Fasilitator mengajak peserta untuk melihat kembali visualisasi “peran parapihak


dalam pelaksanaan eHDW dan Dashboard dari hasil Segmen 2 sebelumnya,
kemudian meminta untuk melengkapi tentang peran parapihak dimaksud
setelah mendapat pengalaman mencoba aplikasi.

7 Fasilitator membagikan hand out “Peran parapihak dalam pelaksanaan


eHDW dan Dasboard” serta memberikan rangkuman secara singkat kemudian
menanyakan “apa yang penting menjadi prasyarat dan bagaimana cara agar
peran sektor institusi yang dituliskan diatas dapat diwujudkan?”.

10
8 Fasilitator mencatat dan merangkum respon peserta yang terkait dengan
penciptaan enabling environment.

9 Fasilitator meminta pejabat pemimpin acara untuk menyimpulkan dan


menutup
acara.

Alat Bantu : - Kain tempel


- Kertas Metaplan
- Kertas plano dan spidol
- Visualisasi hasil Segmen-2
- Hand Out “Peran parapihak dalam
pelaksanaan eHDW dan Dashboard
Kabupaten”

11
Lampiran 3/6/20

Segmen 1 Indikator 5 Paket Layanan

1-LAYANAN KIA
1. Ibu hamil diperiksa oleh bidan, minimal 4 kali pemeriksaan selama

INDIKATOR masa kehamilan sesuai trimester kehamilan


2. Ibu hamil mendapatkan minimal 90 butir pil Fe (tablet penambah
darah) sejak pertama kali diketahui hamil

5 PAKET LAYANAN 3. Ibu yang melahirkan (termasuk bayinya) mendapatkan perawatan


nifas dari bidan atau dokter, minimal 3 kali perawatan dalam
waktu 42 hari setelah proses persalinan
4. Anak usia 0-12 bulan mendapatkan pemberian imunisasi dasar
lengkap.
5. Anak usia 0-23 bulan diukur berat badannya setiap bulan
6. Anak usia 0-23 bulan diukur panjang tinggi badannya oleh tenaga
kesehatan terlatih minimal 2 kali dalam setahun

1 2

2-KONSELING NUTRISI TERPADU 3-AIR MINUM DAN SANITASI


1.Orang tua pengasuh yang memiliki anak usia 1.Rumah Tangga yang ada ibu hamil dan anak
0-23 bulan mengikuti kegiatan konseling gizi usia 0-23 bulan memiliki akses air minum
setiap bulan sekali yang layak
2.Ibu hamil dengan kondisi resiko tinggi dan
2.Rumah Tangga yang ada ibu hamil dan anak
atau Kekurangan Energi Kronis (KEK), anak
usia 0-23 bulan memiliki jamban keluarga
usia 0-23 bulan dengan kondisi gizi buruk, gizi
kurang, dan stunting mendapat kunjungan ke
rumah secara terpadu oleh Bidan dan atau
Petugas Kesehatan minimal 1 bulan sekali

3 4

4-JAMINAN SOSIAL 5-PAUD


1.Anak usia 0-23 bulan memiliki akte kelahiran 1.Anak usia 0-23 bulan beserta orangtua
2.Rumah tangga yang ada ibu hamil dan anak pengasuh mengikuti kegiatan kelas
usia 0-23 bulan memiliki jaminan layanan pengasuhan pada layanan dasar di Desa
kesehatan minimal se bulan sekali
2.Anak usia 2-6 tahun terdaftar dan aktif
mengikuti layanan PAUD

5 6
12
1
3/6/20

Segmen 1 Konvergens

PENGERTIAN
KONVERGENSI
• Pengertian konvergensi
KONVERGENSI
• Jenis-jenis paket layanan

1 2

Konvergensi merupakan sebuah


JENIS-JENIS LAYANAN
pendekatan
dilakukan
intervensi
secara
yang
terkoordinir, DAN INDIKATOR
terpadu, dan bersama-sama kepada
target sasaran wilayah geografis dan
rumah tangga prioritas untuk
mencegah stunting.

3 4

5 (lima) paket layanan intervensi


sebagai berikut:
KELOMPOK SASARAN
a) Kesehatan Ibu dan Anak (KIA); Sasaran prioritas, yaitu:
b) Konseling Gizi Terpadu; (1) Ibu hamil;
c) Air Bersih dan Sanitasi; (2) Anak usia 0-23 bulan
d) Perlindungan Sosial; dan
e) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sasaran penting, yaitu:
(3) Anak usia 24-59 bulan,
(4) Wanita usia subur dan remaja putri.

5 6
13
1
Alur data eHDW dan Dashboard Kabupaten
Tingkat Desa Kementerian Desa Kabupaten

Aplikasi eHDW
oleh KPM

Database
Nasional
Dashboard Kabupaten
eHDW

A
D
D M
A I
S
S N
I
H I
S
B S
T
O T
E
A R
M
R A
D T
O
R

Dukungan Kabupaten/sektor
Dukungan Desa

14
PERAN DAN TUGAS PEMANGKU KEPENTINGAN
DALAM PELAKSANAAN eHDW DAN PENGELOLAAN DASHBOARD KABUPATEN

PEMANGKU
No. TUGAS DAN FUNGSI TERKAIT
KEPENTINGAN
1. Kementerian - Memberikan arahan dan petunjuk untuk pelaksanaan pilot
Desa PDTT - Menjadi nara sumber pada kegiatan-kegiatan yang relevan
- Mengeluarkan surat tugas atau surat keterangan sesuai kebutuhan
2. Bupati - Menugaskan Kepala OPD yang terkait penanganan stunting untuk terlibat dan
mendukung pelaksanaan penerapan aplikasi dan dashboard eHDW.
- Menugaskan kepada Kepala Desa untuk mendukung pelaksanaan penerapan
aplikasi eHDW.
- Mendapatkan laporan perkembangan pelaksanaan penerapan aplikasi eHDW.
- Mengembangkan kebijakan yang dinilai perlu untuk kesinambungan penerapan
aplikasi eHDW di kabupatennya.
3. Dinas PMD - Sebagai penanggung jawab pelaksana penerapan eHDW di kabupaten-nya.
- Menentukan desa sebagai lokasi uji coba dengan kriteria yang telah ditentukan
- Memastikan seleksi KPM peserta pelatihan aplikasi eHDW terjadi dengan baik
- Menunjuk staf sebagai pemilik akun dan dalam pengelolaan dashboard
kabupaten.
- Melalui informasi yang tersedia didalam dashboard mengawasi pelaksanaan
penerapan aplikasi eHDW dan mengukur kinerja KPM dan TA Kabupaten/ PD.
- Memimpin pelaksanaan evaluasi penerapan aplikasi eHDW dan mengidentifikasi
pembelajaran yang muncul.
- Mengembangkan program dan kebijakan yang dinilai perlu kesinambungan
penerapan aplikasi eHDW di kabupaten-nya.
4. TA-PSD dan TA - Mengikuti pelatihan untuk pelatih (ToT) dalam penggunaan tata cara melatih
terkait aplikasi eHDW dan dashboard kabupaten serta pelaksanaan eHDW.
- Mengkoordinasi pelaksanaan pelatihan aplikasi eHDW bagi KPM dan pelatihan
dashboard kabupaten/pelaksanaan eHDW bagi OPD kabupaten + PD.
- Membantu DPMD dalam penentuan desa-desa lokasi pilot dan melakukan
koordinasi kepada KPM baik pada saat sebelum pelatihan, saat pelatihan,
maupun pasca pelatihan.
- Membantu DPMD dalam melakukan seleksi KPM peserta pelatihan aplikasi
eHDW.
- Menjadi pelatih penerapan aplikasi eHDW untuk KPM di kabupaten di wilayah
tugasnya.
5. Kepala Desa - Mendukung pelaksanaan penerapan aplikasi eHDW di desa di wilayah-nya.
- Menugaskan KPM dalam pelaksanaan dan menyediakan sumber daya yang
dibutuhkan sesuai kebutuhan.
6. Kader - Mengikuti pelatihan penerapan aplikasi eHDW
Pembangunan - Melakukan pendataan menggunakan aplikasi eHDW selengkap mungkin dalam
Manusia (KPM) kerangka waktu yang telah ditentukan.
- Aktif terlibat dalam melaporkan perkembangan pelaksanaan melalui media-media
komunikasi yang tersedia seperti: WA group,

15
JADWAL PELAKSANAAN
ORIENTASI DASHBOARD DAN PELAKSANAAN eHDW

WAKTU MATERI FASILITATOR CATATAN


08:30 – 09:00 Pembukaan
09:00 – 10.00 SEGMEN–1: Konsep Konvergensi dan TA PSD
Indikator Pengukurannya Video: Konvergensi
10.00 – 10.15 Break Session
10.15 – 11.50 SEGMEN–2: Pelaksanaan eHDW dan TA PSD
Peran Parapihak. Video: eHDW
11.50 – 12.00 Pengantar dan Penjelasan Kelas Pisah
12.00 – 13.00 ISSHOMA

KELAS PISAH (OPD dan PD)


SEGMEN–3: Pengenalan Dashboard &
eHDW
13.00 – 15.30 (1) Kelas OPD: Eksplorasi Dashboard dan TA PSD Kelas OPD
studi kasus
(2) Kelas PD: Pengenalan aplikasi eHDW TAPMD Kelas PD
dan Strategi Pendampingan KPM
15.30 – 15.45 Break Session

KELAS GABUNG
15.45 – 16.30 SEGMEN–4: Konsolidasi Komitmen TA PMD
Parapihak dalam Penciptaan Enabling
Environment.
Penutupan

KELAS KHUSUS Petugas Admin eHDW Kab.


16.00 – 17.30 Training singkat petugas Admin eHDW TA PSD Hanya bagi Petugas
kabupaten Admin DPMD Kab.

15