Anda di halaman 1dari 26

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
yang bersifat kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013, hlm. 3), “Metode penelitian
pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan
kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu
diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan.” Sedangkan menurut
Darmadi (2013, hlm. 153), “Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan kegunaan tertentu.”
Sedangkan menurut Sugiyono (2013, hlm. 14) menjelaskan tentang
pengertian penelitian kuantitatif sebagai berikut:
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian
yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti
pada populasi atau sampel tertentu, taknik pengambilan sampel pada
umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan
instrumen penelitian analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan
tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif


deskriptif. “Metode penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan
menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk
mencadarkan karakteristik individu atau kelompok.”(Syamsudin dan Damiyanti,
2011, hlm. 23) sedangkan metode penelitian deskriptif menurut west (Darmawan,
2013, hlm. 38) mengemukakan sebagi berikut:
Metode deskriptif merupakan metode penelitian berupa pengumpulan
data untuk mengetes hipotesis yang berkaiatan dengan keadaan dan
kejadian sekarang. Melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti
sesuai dengan apa adanya. Tujuan metode deskriptif adalah untuk
menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau
subjek yang diteliti secara tepat.

Dengan digunakannya metode yang telah dipaparkan di atas peneliti


melakukan pengamatan untuk memperoleh gambaran antara dua variabel yaitu
variabel kelengkapan sarana dan prasarana dan variabel hasil belajar serta

83
84

menganalisis apakah terdapat pengaruh kelengkapan sarana dan


prasraana terhadap hasil belajar siswa pada Sekolah Dasar di Desa Tarumajaya
Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung.
Ciri-ciri metode penelitian kuantitatif yang diakses dalam
(http://www.academia.edu/36258923/ciri_ciri_metode_penelitian_kuantitatif)
pada tanggal 04 September 2019 mengemukakan sebagai berikut:
1. Metode penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur satu atau lebih
variabel penelitian. Lebih dari itu penelitian kuantitatif dilakukan untuk
mengukur hubungan atau korelasi atau pengaruh antara dua variabel atau
lebih.
2. Metode penelitian kuantitatif permasalahan penelitiannya adalah menanyakan
tentang tingkat pengaruh atau keeratan hubungan antara dua variabel atau
lebih
3. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk menguji teori yang sudah ada yang
dipilih oleh peneliti
4. Metode penelitian kuantitatif memfungsikan teori sebagai titik tolak
menemukan konsep yang terdapat dalam teori tersebut, yang kemudian
dijadikan variabel
5. Penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis sejak awal ketika peneliti telah
menetapkan teori yang digunakan
6. Penelitian kuantitatif lebih mengutamakan teknik pengumpulan data
kuesioner
7. Penelitian kuantitatif penyajian datanya berupa tabel distribusi pilihan
jawaban para responden yang ditentukan oleh peneliti berupa angka
8. Penelitian kuantitatif menggunakan prespektif etik, yaitu data yang
dikumpulkan dibatasi atau ditentukan oleh peneliti dalam hal pilihan
indikator atau atribut variabel baik jumlah maupun jenisnya
9. Metode penelitian kuantitatif menggunakan definisi operasionalisasi karena
hendak mengukur variabel, karena definisi operasional pada dasarnya
merupakan petunjuk untuk mengukur variabel
85

10. Penelitian kuantitatif penentu ukuran jumlah responden atau sampel dengan
menggunakan persentase, rumus atau table populasi-sampel, sebagai
penerapan prinsip keterwakilan
11. Penelitian kuantitatif melakukan alur penarikan kesimpulan berproses secara
deduktif, yaitu konsep, variabel kedata
12. Metode penelitian kuantitatif instrumen penelitiannya berupa kuesioner atau
angket, yang juga berfungsi sebagai teknik pengumpulan data
13. Analisis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dilakukan setelah data
terkumpul, dengan menggunakan perhitungan angka-angka atau analisis
statistic
14. Penelitian kuantitatif kesimpulannya berupa tingkat hubungan antar variabel,
sedangkan dalam penelitoian kualitatif kesimpulannya berupa temuan konsep
yang tersembunyi di balik data rinci berdasarkan interprestasi atau
kesepakatan dari para responden atau informan.
Adapun tahapan penelitian kuantitatif deskriptif menurut Sutinah (2013)
penelitian kuantitataif dapat dilakukan dalam lima tahap. Tahap-tahap tersebut
dilakukan secara konsisten sebagai berikut:
1. Pemaparan latar belakang
2. Perumusan masalh penelitian
3. Mengemukakan tujuan penelitian
4. Mengemukakan teori yang digunakan dalam penelitian
5. Mengemukakan metodologi penelitian yang digunakan.
Sedangkan menurut Suryabrata (2014) langkah-langkah pokok pada
penelitian desktiptif sebagi berikut:
1. Definisikan dengan jelas dan spesifik tujuan yang akan dicapai.
Fakta-fakta dan sifat-sifat yang perlu ditemukan
2. Rancangan cara pendekatannya bagaimana? kiranya data akan
dikumpulkan? Bagaimana caranya menentukan sampelnya untuk
menjamin supaya sampel representative bagi populasinya? Alat atau
teknik observasi apa yang tersedia atau perlu dibuat? Apakah metode
pengumpulan data itu perlu di-tryout-kan? Apakah para pengumpul
data perlu dilatih terlebih dahulu?
3. Kumpulkan data
4. Susun laporan.
86

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tahapan penelitian


kuantitatif desktiptif yaitu: (1) memaparkan latar belakang, (2) merumuskan
masalah, (3) mengemukakan tujuan, (4) mengemukakan teori yang digunakan
oleh peneliti, (5) mengemukakan metodologi penelitian, (6) merancang cara
pendekatan yang akan digunakan, (7) mengumpulkan data, dan
(8) menyususn laporan dengan mengagmbarkan katakteristik atau pelaku suatu
populasi dengan cara yang sistematis dan akurat.

B. Desain Penelitian
Desain adalah pedoman atau prosedur serta teknik dalam perencanaan
penelitian yang bertujuan untuk membangun strategi yang menghasilkan blurprint
atau model penelitian. (moleong,2014, hlm. 71). Sedangkan menurut Nasir (2014,
hlm. 84) “desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan
dan pelaksanaan penelitian.” Kemudian desain penelitian menurut Moh. Pabundu
Tika (2015, hlm. 12) “adalah suatu rencana tentang cara mengumpulkan, mengolah,
dan menganalisis data secara sistematis dan terarah agar penelitian dapat
dilaksanakan secara efisien dan efektif sesuai dengan tujuan penelitian.”
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa desain penelitian
yaitu merupakan pedoman atau prosedur serta teknik dalam perencanaan penelitian
yang bertujuan untuk membangun strategi yang menghasilkan dengan model
penelitian, semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan
penelitianyang tererencana dengan cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis
data secara sistematis dan terarah agar penelitian dapat terlaksanan secara efisien dan
efektif sesuai dengan tujuan.
Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan
untuk melakukan penelitian dengan cara menguji hipotesis untuk menjelaskan
terdapat pengaruh antara variabel bebas dana variabel terikat. Pendekatan kuantitatif
menggunakan data yang berupa angka yang kemungkinan digunakan teknik analisis
statistik. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kelengkapan
sarana dan prasarana terhadap hasil belajar siswa kelas v pada SDN yang berada di
Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Penelitian ini juga
menggunakan satu variabel bebas dan satu variabel terikat.
87

Adapun variabel penelitian yang ditetapkan oleh peneliti dalam penelitian


ini yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel penelitian menurut
Sugiyono (2013, hlm. 61) “Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau
nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajarai dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Untuk mengindari kekeliruan dalam penelitian maka variabel tersebut
disefinisikan sebagai berikut:
1. Variabel Independen (Sugiyono, 2013, hlm. 61) variabel ini sering disebut
sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia
sering disebut sebagai variabel bebas (X). Variabel bebas merupakan variabel
yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya
variabel dependen (terikat). variabel bebas dalam penelitian ini ialah
pengaruh kelengkapan sarana dan prasarana.
2. Variabel Dependen (Sugiyono, 2013, hlm. 61) sering disebut sebagai variabel
output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai
variabel terikat (Y). variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi
atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat
dalam penelitian ini ialah hasil belajar siswa.
Dengan demikian penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif
dengan didukung metode penelitian deskriptif . Alasan mengapa dipilihnya
metode deskriptif dalam penelitian ini karena sesuai dengan sifat dan tujuan
penelitian yang ingin memperoleh gambaran yang nyata dan aktual tentang
pengaruh kelengkapan sarana dan prasarana terhadap hasil belajar pada Sekolah
Dasar di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung.
Untuk memudahkan penelitian maka peneliti membuat alur penelitian
yang akan dilakukan sebagai berikut:
88

Gambar 3.1
Draf Penelitian

Observasi Angket

Wawancara Study Literatur

Pengelompokan Data

Pengolahan Data

Analisis Data

Triangulasi Data

Laporan Hasil Penelitian/Kesimpulan

Sumber : Journals Roni Sonjaya, (2017) Peranan Pembelajaran Ppkn Dalam


Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di Smpn 26
Bandung http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/30392 yang
diperbaharui oleh peneliti.
89

C. Populasi dan Sampel


1. Populasi
Populasi menurut Hartono (2010, hlm. 46) “populasi adalah dengan
karakteristik tertentu ada yang jumlahnya terhingga dan ada yang tidak
terhingga. Peneliti hanya dapat dilakukan pada populasi yang jumlahnya
terhingga.” Namun menurut Arikunto (2013, hlm 173) menyatakan bahwa
“populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apanila seseorang ingin
meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka
penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga
disebut studi populasi atau studi sensus.” Sedangkan menurut sugiyono(2013,
hlm. 117) yaitu “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas:
objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya.” sementara menurut Riduwan (2015, hlm. 70) “populasi
dalam penelitian meliputi segala sesuatu yang akan dijadikan subjek atau
objek penelitian yang dikehendaki peneliti.” dan populasi menurut Azwar
(2014, hlm. 77) yaitu “populasi didefinisikan sebagai kelompok subjek yang
hendak dikenai generalisasi hasil penelitian”
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat di simpulkan bahwa
populasi yaitu merupakan karakteristik tertentu ada yang jumlahnya terhingga
dan ada yang tidak terhingga,dalam penelitian hanya dapat dilakukan pada
populasi yang berjumlah terhingga atau keseluruhan subjek penelitian, jika
peneliti ingin melakukan semua elemen makan populasinya termasuk kedalah
populasi studi sensus. Populasi juga merupakan wilayah generalisasi yang
terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya.
Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas V pada
Sekolah Dasar di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasai Kabupaten bandung
seperti pada tabel
90

Tabel 3.1
Data Populasi Sekolah dan Jumlah peserta didik Kelas V
di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasai Kabupaten Bandung
Tahun Ajaran 2019/2020

No NPSN Nama Sekolah Jumlah Siswa


kelas V

1 20228136 SDN CITAWA 36


2 20205487 SDN KERTASARI 01 24
3 20205486 SDN KERTASARI 02 25
4 20205485 SDN KERTASARI 03 20
5 20205656 SDN LEMBANG SARI 32
6 20228147 SDN LODAYA 26
7 20205838 SDN TARUMAJAYA 1 36
8 20205837 SDN TARUMAJAYA 2 23
Jumlah 223

2. Sampel
Sampel menurut Gulo (2010, hlm. 78) “sampel merupakan himpunan
bagian/subset dari suatu populasi, sampel memberikan gambaran yang benar
mengenai populasi. Namun menurut Arikunto (2013, hlm 174) menyatakan
“sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan sampel
apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel.”
Sedangkan menurut Sugiyono (2013, hlm. 118) menyatakan sebagai berikut:

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin
mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan
dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang
diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajarai dari sampel itu, untuk itu,
kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel
yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).
91

Sementara menurut Riduwan (2015, hlm. 70) mengemukakan bahwa


“Sampel adalah sebagaian dari populasi.” dan menurtu Azwar (2014, hlm. 79)
menyatakan bahwa “sampel adalah sebagain dari populasi. Kerana ia
merupakan bagian dari populasi, tentulah ia harus memiliki ciri-ciri yang
dimiliki oleh populasi.”
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa sampel
merupakan himpunana bagian dari populasi yang memberikan gambaran
mengenai populasi. Sampel juga merupakan sebagian atau wakil populasi
yang diteliti. Dinamakan sampel apabila kita bermaksud untuk
menggeneralisasikan hasil penelitian. Sampel dilakuakan untuk bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi
besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi,
misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat
menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajarai
dari sampel itu, untuk itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk
populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul
representatif (mewakili). secara garis besar sampel adalah sebagian dari
populasi yang akan dilakukan peneliti, namun untuk hasilnya dapat mewakili
hasil populasi.
Berdasarkan data diatas populasi guru ada 68 dan siswa kelas v ada 223
dari data tersebut diambil sampel dengan menggunakan rumus taro yamane
sebagai berikut:
n N

N .d 2 1

Keterangan:
n : Jumlah Sampel
N : Jumlah Populasi
d2 :
Presisi yang ditetapkan 0,05 (5%)
n 223
223.0,0025 1
n 223
1,5575
n 143,1
Dibulatkan menjadi 143 siswa kelas V
92

Pada penelitian ini yang menjadi sampel adalah jumlah siswa kelas V dan
jumlah guru menyesuaikan pada sekolah yang dijadikan sampel siswa kelas
V. pada Sekolah Dasar di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasai Kabupaten
bandung seperti pada tabel

Tabel 3.2
Data Sampel Sekolah dan Jumlah peserta didik Kelas V
di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasai Kabupaten Bandung
Tahun Ajaran 2019/2020
No Npsn Nama Sekolah Jumlah Siswa
kelas V

1 20228136 SDN CITAWA 36


2 20205486 SDN KERTASARI 02 25
3 20205485 SDN KERTASARI 03 20
4 20228147 SDN LODAYA 26
5 20205838 SDN TARUMAJAYA 1 36
Jumlah 143

3. Teknik Sampling
Teknik sampling menurut Sugiyono (2013, hlm. 118) “teknik sampling
adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel
yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling
yang digunakan.” sedangkan menurut Sundayana (2015, hlm. 24) menyatakan
“teknik sampling berguna agar dapat mewakili populasi sehingga kesimpulan
terhadap populasi dapat dipertanggung jawabkan, lebih teliti yang sedikit
daripada yang banyak, menghemat waktu, tenaga, biaya, dll.” teknik
pengambilan sampel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: sampling random
(probability sampling) dan sampling nonrandom (nonprobability sampling).
Berdasarkan pernyatana di atas maka peneliti membuat teknik sampling
non random, untuk mendapatkan hasil penlitian yang relevan, yang dapat
93

mewakili populasi sehingga kesimpulan terhadap populasi dapat


dipertanggung jawabkan.
Tabel 3.3
Data Teknik Sampel dan Jumlah Peserta Didik Kelas V di Desa
Tarumajaya Kecamatan Kertasai Kabupaten Bandung Tahun Ajaran
2019/2020

No Npsn Nama Sekolah Jumlah Siswa


kelas V
1 20228136 SDN CITAWA 36
2 20205486 SDN KERTASARI 02 25
3 20205485 SDN KERTASARI 03 20
4 20228147 SDN LODAYA 26
5 20205838 SDN TARUMAJAYA 1 36
Jumlah 143

D. Rancangan Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam
penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Pengumpulan data menurut Poham (Prastowo, 2011, hlm. 18) “mengartikan teknik
pengumpulan data sebagai cara yang dipakai untuk mengumpulkan informasi atau
fakta-fakta di lapangan.” sedangkan menurut Sugiyono (2015, hlm.
137) mengemukakan sebagi berikut:
Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai
sumber dan berbagai cara. Bila dilihat dari setting-nya data dapat
dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting). Bila dilihat dari
sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber
primer dan sumber sekunder. Selanjutnya bila dilihat dari segi cara atau
teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat
dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara),
dokumentasi dan gabungan keempatnya.
Kemudian menurut Riduwan (2015, hlm. 24) menyatakan bahwa “Metode
pengumpulan data ialah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti
untuk mengumpulkan data. Metode pengumpulan data dapat dilihat penggunaanya
melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes), dokumentasi, dan lainnya”
sementara menurut Azwar (2014, hlm. 91) yakni “ metode pengumpulan data
dalam kegiatan penelitian menpunyai tujuan mengungkapkan
94

fakta mengenai variabel yang diteliti.” Sedangkan menurut Siregar (2011, hlm.
130) menyatakan bahwa “Pengumpulan data adalah suatu proses pengumpulan
data primer dan data sekunder dalam suatu penelitian.”
Berdasarkan pendapat di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa
pengumpulan data merupakan suatu cara yang dipakai untuk mengumpulkan
informasi atau fakta-fakta di lapangan serta Pengumpulan data dapat dilakukan
dalam berbagai setting, berbagai sumber dan berbagai cara. Bila dilihat dari
setting-nya data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting). Bila
dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber
primer dan sumber sekunder. Selanjutnya bila dilihat dari segi cara atau teknik
pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan
observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi dan gabungan
keempatnya yang menpunyai tujuan mengungkapkan fakta mengenai variabel
yang diteliti dengan pengumpulan data primer dan data sekunder dalam suatu
penelitian
Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan melakukan
penyebaran kuesioner/angket yang menggunakan skala likert. Dengan alternatif
jawaban dengan menggunakan skala likert yaitu dengan memberikan skor kepada
masing-masing jawaban pertanyaan maupun pernyataan alternatif: jawaban sangat
setuju (SS) diberi bobot nilai 4, setuju (S) diberi bobot nilai 3, ragu-ragu (RR)
diberi bobot nilai 2, dan tidak setuju (TS) diberi bobot nilai 1.
Berikut beberapa teknik pengumpulan daya yang dilakukan oleh peneliti
dalam penelitian ini yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi menurut Sugiyono (2015, hlm. 145) mengemukakan sebagai
berikut:
observasi adalah teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik
bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara. Kalau
wawancara selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak
terlepas pada orang, tetapi juga objek-objek alam lain. Dalam observasi
ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang
diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil
melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh
sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya.
95

Sedangkan menurut Arikunto (Dadang Iskandar dan Narsim, 2015, hlm.


49) mengemukakan bahwa:
observasi, sebagai suatu aktifitas yang sempit yakni memperhatikan
sesuatu dengan mata. Di dalam pengertian psikologik, observasi, atau
disebut pula pengamatan meliputi kegiatan pemuatan hasil perhatian
terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Definisi
ini dapat dipahami bahwa observasi yang baik harus melibatkan seluruh
panca indra guna merekam setiap kejadian yang tombil selama proses
pengamatan agar diperoleh informasi yang akurat.

Sementara observasi menurut Sukmadinata (2010, hlm. 220) bahwa


“observasi (observation) atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara
mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan
yang sedang berlangsung.”
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa observasi
merupakan suatu teknik untuk mengumpulakan data dengan observasi ini,
peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau
yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan
pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data,
dan ikut merasakan suka dukanya. Observasi juga merupakan sebagai suatau
aktifitas yang memperhatikan sesuatau dengan mata, observasi, atau disebut
pula pengamatan meliputi kegiatan pemuatan hasil perhatian terhadap suatu
objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Definisi ini dapat dipahami
bahwa observasi yang baik harus melibatkan seluruh panca indra guna
merekam setiap kejadian yang tombil selama proses pengamatan agar
diperoleh informasi yang akurat dengan kegiatan yang sedang berlangsung.
2. Wawancara
Wawancara menurut Sarosa (2011, hlm. 45) mengemukakan “wawancara
memungkinkan peneliti mengumpulkan data yang beragam dari para
responden dalam berbagai situasi dan konteks. Meskipun demikian
wawancara perlu digunakan dengan berhati-hati karena perlu ditriangulasi
dengan data lainnya.” Sedangkan menurut Sugiyono (2015, hlm. 231)
“Wawancara adalah teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin
melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus
diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden
96

yang lebih mendalam.” Sementara menurut Riduwan (2015, hlm. 29)


menyatakan “Wawancara adalah suatu cara pengeumpulan data yang
digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya.”
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa wawancara
merupakan pengumpulan data yang beragam dari para responden dalam
berbagai situasi dan konteks. Namun dalam melakukan wawancara harus
digunakan dengan berhati-hati karena perlu ditriangulasi dengan data lain.
Wawancara digunakan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti
serta ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.
Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi langsung dari sumber
ahlinya.
3. Kuesioner/angket
Menurut sugiyono (2015, hlm. 142) “Kuesioner merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan dan pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.”
Sementara menurut Kasmadi (2013, hlm. 70) “Kuesioner atau angket
merupakan daftar pertanyaan tertulis yang membutuhkan tanggapan baik
sikap kesesuaian maupun ketidak sesuaian dari setiap testi. Pernyataan-
pernyataan yang tertulis pada angket sesuai dengan indikator yang telah
ditentukan pada setiap variabel.”
Kuesioner (angket) digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk
mengetahui tanggapan tentang pengaruh kelengkapan sarana dan prasarana
terhadap hasil belajar siswa. Skala yang digunakan dalam penelitian ini
adalah skala likert. Menurut Sugiyono (2015, hlm. 93), “skala likert adalah
skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seorang
atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.”
Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa kuesioner yaitu
merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan dan pernyataan tertulis kepada responden
untuk dijawab, daftar pertanyaan tertulis yang membutuhkan tanggapan baik
sikap kesesuaian maupun ketidak sesuaian dari setiap testi. Pernyataan-
pernyataan yang tertulis pada angket sesuai dengan indikator
97

yang telah ditentukan pada setiap variabel Skala yang digunakan


menggunakan skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi
seorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial, dengan
menggunakan skala likert peneliti dapat mengetahui jawaban yang sangat
memuaskan.
4. Dokumentasi
Dekumentasi menurut Riduwan (Dadang Iskandar dan Narsim, 2015,
hlm. 51) menyatakan bahwa “Dokumentasi ditunjukan untuk memperoleh
data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku relevan, peraturan-
peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, dan data yang
relevan dengan penelitian.” Sementara menurut Arikunto (2013, hlm.
201) menyatakan “Dokumentasi dari asal katanya dokumen, yang artinya
barang-barang tertulis. Di dalam melakukan metode dokumentasi, peneliti
menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen,
peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.”
Sedangkan menurut Indrawan dan Poppy (2014:139) “teknik pengumpulan
data melalui studi dokumentasi diartikan sebagai upaya untuk memperoleh
data dan informasi berupa catatan tertulis/gambar yang tersimpan berkaitan
dengan masalah yang diteliti. Dokumen merupakan fakta dan data tersimpan
dalam berbagai bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang
tersedia berbentuk surat-surat, laporan, peraturan, catata harian, biografi,
simbol, artefak, foto, sketsa, dan data lainnya yang tersimpan. Dokumen tak
terbatas ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk
menguat data observasi dan wawancara dalam memeriksa keabsahan data,
membuat interpretasi dan penarikan kesimpulan.”
Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa dokumentasi
ditunjukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi
buku-buku relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film
dokumenter, dan data yang relevan dengan penelitian. menyelidiki
benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-
peraturan, notulen rapat, catatan harian, Serta sebagai teknik pengumpulan
data yang berupa informasi berupa catatan tulisan/gambar yang
98

berkaiatan dengan masalah yang diteliti. Sebagaian besar dokumentasi


berbentuk surat-surat, laporan, peraturan, catata harian, biografi, simbol,
artefak, foto, sketsa, dan data lainnya yang tersimpan.Dokumen tak terbatas
ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk menguat
data observasi dan wawancara dalam memeriksa keabsahan data, membuat
interpretasi dan penarikan kesimpulan

E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian menurut Sugiyono (2015, hlm. 156) mengemukakan
“Instrumen penelitian adalah merupakan alat ukur seperti test, kuesioner,
pedoman wawancara dan pedoman observasi yang digunakan peneliti untuk
mengumpulkan data dalam suatu penelitian.” Sedangkan menurut Arikunto (2013,
hlm. 203) menyatakan sebagai berikut:
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh
peneliti mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya
lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih
diolah, variasi jenis instrumen penelitian adalah angket, ceklis atau daftar
centang, pedoman wawancara dan pedoman pengamatan.

Sementara menurut Riduwan (2015, hlm. 97) “Pengembangan instrumen


ditempuh melalui beberapa cara seperti menyususn indikator variabel, menyususn
kisi-kisi instrumen, melakukan uji coba instrumen dan melakukan pengujian
validitas dan reabilitas instrumen.” Sedangkan menurut Siregar (2011, hlm. 138)
menyatakan bahwa “Instrumen merupakan alat yang digunakan sebagai
pengumpul data dalam suatu penelitian dapat berupa kuesionar, sehingga skala
pengukuran instrumen adalah menentukan satuan yang diperoleh sekaligus jenis
data atau tingkatan data apakah data tersebut berjenis nominal,ordinal, interval,
maupun rasio.” Begitu juga menurut Nazir (2011, hlm. 87) “Instrumen dapat
disebut sebagai alat, yang dimaksud dengan alat di sini adalah alat untuk
mengumpulkan data.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa
instrumen merupakan suatu alat ukur untuk mengukur suatu test, kuesioner,
pedoman wawancara, dan pedoman observasi yang dilakukan peneliti untuk
mengumpulkan data serta menyusun indikator variabel penyususnan kisi-kisi,
99

melakukan uji coba instrumen dan melakukan pengujian validitas dan reabilitas
instrumen. Skala pengukuran instrumen untuk menentukan satuan yang diperoleh
sekaligus jenis data atau tingkatan data apakah data tersebut berjenis nominal,
orbinal, interval, maupun rasio.
Instrumen merupakan alat bantu yang digunakan untuk mengumpulkan
data. Instrumen disusun berdasarkan pada kajian pustaka dan kerangka berpikir.
Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara mengajukan
pertanyaan kepada responden, seluruh pertanyaan tersebut terdapat dalam
observasi, wawancara, angket. Angket yang digunakan bersifat tertutup, dimana
jawaban sudah disediakan oleh peneliti sehingga responden tinggal memilih.
Teknik penilaian pada penelitian ini menggunakan skala Likert, melalui skala
Likert variabel-variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator-indikator
kemudian dijabarkan lagi dalam bentuk pertanyaan. Seperti menurut Sugiyono
(2015, hlm. 165) berpendapat sebagi berikut:
skala Likert merupakan alat yang digunakan untuk mengembangkan
instrumen yang digunakan untuk mengukur sikap, persepsi, dan pendapat
seseorang atau sekelompok orang terhadap potensi dan permasalahan
suatu objek, rancangan suatu produk, proses membuat produk dan produk
yang telah dikembangkan atau diciptakan.

Instrumen penelitian yang digunakan peneliti pada saat melaksanakan


penelitian sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi adalah teknik untuk mengamati atau menganalisis sesuatu yang
terjadi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai kegiatan
pembelajaran dan kondisi siswa didalam proses pembelajaran. Instrumen
lembar observasi terlampir
2. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan untuk
mengemukakan permasalahan yang harus diteliti dengan proses memperoleh
keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap
muka antara penanya atau pewawancara dengan penjawab atau responden
dengan menggunakan alat yang dinamakan interview atau panduan wawancara.
Instrumen lembar wawancara terlampir
100

3. Kuesioner/angket
Teknik penilaian dari setiap variabel (variabel kelengkapan sarana dan prasarana
terhadap hasil belajar) diukur dengan menggunakan skala Likert dengan sudah
atau belum. Data dikumpulkan dengan memberikan pertanyaan tersebut kepada
sampel/subjek yang terpilih. Adapun definisi penskoran untuk masing-masing
alternatif jawaban pada semua variabel. Instrumen lembar Kuesioner/angket
terlampir
4. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan gambaran umum pada sekolah seperti Profil
sekolah, visi-misi, tujuan, motto, struktur organisasi, keadaan guru dan siswa,
serta sarana dan prasarana.
Oleh karena itu, peneliti merupakan perencana, pelaksana pengumpulan
data, analisis, penafsiran data, dan akhirnya menjadi pelapor hasil
penelitiannya. Peneliti harus menciptakan hubungan yang baik dengan subjek
penelitian serta untuk mencari informasi dari penelitian melalui observasi,
wawancara,kuesioner dan dokumentasi, guna menggali pokok permasalahan
yang ada pada Sekolah Dasar di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari
Kabupaten Bandung.

F. Rancangan Analisis Data


Analisis data menurut Kurniati (2010, hlm. 42) “Analisis data adalah
kegiatan mengorganisasikan data secara sistematis dan rasional guna memberikan
jawaban atas permasalahan penelitian.” sedangkan menurut Sugiyono (2013, hlm.
207) menyatakan sebagai berikut:
Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden
atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah:
mengemolpokan data berdasarkan variabel dan jenis responden,
mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden,
menyajikan data tiap veriabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk
menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji
hipotesis yang telah diajukan. Untuk penelitian yang tidak merumuskan
hipotesis, langkah terakhir tidak dilakukan.
101

Sedangkan menurut Arikunto (2013, hlm. 278) menyatakan bahwa


“Teknik analisis data dapat meliputi tiga langkah diantaranya ialah persiapan,
tabulasi, dan penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian.” kemudian
menurut Siyoto (2015, hlm. 109) menyatakan bahwa “Analisis data adalah
rangkaian kegiatan penelaahan, pengelompokan, sistematisasi, penafsiran, dan
verivikasi data agar sebuah fenomena memiliki nilai sosial, akademis, dan
ilmiah.”
Analasis data dalam penelitian kuantiitatif dilakukan sejak sebelum
memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan Dalam hal
ini Nasution (Sugiyono, 2015, hlm. 245) menyatakan “Analisis telah mulai sejak
merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan dan
berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian. Namun dalam penelitian
kuantitatif, analisis data lebih difokuskan selama proses dilapangan bersamaan
dengan pengumpulan data.” sementara itu analisis data kuantitatif menurut Ida
Wahyuni (2012, hlm. 76) menyatakan bahwa “Analisis data kuantitatif merupakan
kegiatan untuk mengumpulkan data, mengukur data, memanipulasi data,
menjumlahkan data dari hasil penelitian berdasarkan variabel dari responden
untuk memecahkan masalah yang ada atau untuk menjawab rumusan masalah
yang ada.”
Berdasarkan teori di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa teknik analisis
data yaitu merupakan kegiatan mengorganisasikan data secara sistematis dan
rasional guna memberikan jawaban atas permasalahan penelitian Analisis data
juga merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data
lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah: mengemolpokan data
berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel
dari seluruh responden, menyajikan data tiap veriabel yang diteliti, melakukan
perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk
menguji hipotesis yang telah diajukan. Untuk penelitian yang tidak merumuskan
hipotesis, langkah terakhir tidak dilakukan serta meliputi tiga langkah diantaranya
ialah persiapan, tabulasi, dan penerapan data. Analsis Data rangkaian kegiatan
penelaahan, pengelompokan, sistematisasi, penafsiran, dan verivikasi data agar
sebuah fenomena memiliki nilai sosial, akademis, dan ilmiah.
102

Analisis data kuantitatif merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data,


mengukur data, memanipulasi data, menjumlahkan data dari hasil penelitian
berdasarkan variabel dari responden untuk memecahkan masalah yang ada atau
untuk menjawab rumusan masalah yang ada.
Tiga jenis kegiatan utama analisis data merupakan proses siklus dan
interaktif. Peneliti harus siap bergerak diantara empat “sumbu” kumparan itu
selama pengumpulan data, selanjutnya bergerak bolak-balik diantara kegiatan
reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk lebih memperjelas alur
kegiatan analisis data penelitian tersebut, akan dijelaskan pada bagan berikut.
Gambar 3.2
Draf Kegiatan Analisis Data

Sumber : Journals Roni Sonjaya, (2017) Peranan Pembelajaran Ppkn Dalam


Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di Smpn 26
Bandung http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/30392 yang
diperbaharui oleh peneliti.

1. Pengumpulan data. Pengumpulan data yaitu mengumpulkan data di lokasi


penelitian dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan
menentukan strategi pengumpulan data yang dipandang tepat dan untuk
menentukan fokus serta pendalaman data pada proses pengumpulan data
berikutnya.
2. Reduksi data. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang
menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu
103

dan mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga diperoleh kesimpulan


akhir dan di verifikasi.
3. Penyajian data. Penyajian data adalah kegiatan mengelompokkan data yang
telah direduksi. Pengelompokkan data dilakukan dengan menggunakan label
atau lainnya.
4. Penarikan kesimpulan (verifikasi) Penarikan kesimpulan adalah kegiatan
analisis yang lebih dikhususkan pada penafsiran data yang telah disajikan.
Menurut Bogdan (dalam Sugiono) teknik analisis data adalah proses
mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil
wawancara, catatn lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah
dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.Ia
membedakannya dengan penafsiran yaitu memberikan arti yang signifikan
terhadap analisis, menjelaskan pola uraian dan mencari hubungan di antara
dimensi-dimensi uraian.
Data yang diperoleh dari lapangan penelitian selanjutnya akan diolah dan
dianalisa sesuai dengan jenis datanya atau sesuai dengan sifat datanya. Data yang
diperoleh dari lapangan penelitian ini adalah data yang bersifat kuantitatif.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam menganalisis data
sebagai berikut:
1. Uji Validitas
Uji validitas menurut Sugiyono (2011 hlm. 267) menyatakan bahwa
“validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek
penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti.” Sedangkan
menurut Arikunto (Sundayana, 2014. hlm. 59) mengemukakan sebagai
berikut:
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau
kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen dikatakan valid apabila
mampu mengukur apa yang diinginkan. Sebuah instrumen dikatakan
valid apabila mampu mengungkap data dari variabel yang diteliti secara
tetap. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukan sejauh mana
data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas
yang dimaksud.

Untuk menguji validitas tiap butir digunakan analisis item dengan


menggunakan rumus korelasi pearson product moment sebagai berikut:
104

R n( xy) ( x)( y)
xy

{n x2 ( x)2 }{n y2 ( y 2 )}
Keterangan:
n = Jumlah Responden
Rᵪᵧ = Koefesien Korelasi antara x dan y
Σx = Jumlah skor dalam distribusi x
Σy = Jumlah skor dalam distribusi y
2 = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi x
Σx

Σy2 = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi y


X = Skor untuk pertanyaan yang dipilih
Y = Skor total yang diperoleh dari seluruh item
(Sugiyono, 2011, hlm. 183)
Agar mendapatkan hasil yang signifikan maka dilakukan uji korelasi
dengan membandingkan thitung dengan ttabel maka diambil keputusan sebagai
berikut:
Jika rhitung > rtabel, maka kuesioner valid
Jika rhitung < rtabel, maka kuesioner tidak valid

2. Uji Realibilitas
Penelitian ini, melakukan uji reabilitas dengan menggunakan teknik
formula Alpha Cronbach. Seperti menurut Suharsimi Arikunto (2010, hlm.
239) mengemukakan bahwa “rumus Alpha dugunakan untuk mencari
reabilitas instrumen yang skornya bukan 1 atau 0, misalnya angket atau soal
bentuk uraian. Sedangkan uji reabilitas menurut Sundayana (2014, hlm. 69)
mengemukakan sebagai berikut:
“Reabilitas instrumen penelitian adalah suatu alat yang memberikan
hasil yang tetap sama (konaiatwn, ajeg). Hasil pengukuran itu harus
tetap sama(relatif sama) jika pengukurannya diberikan pada subjek
yang sama meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda, waktu yang
berlaianan, dan tempat yang berbeda pula. Tidak terpengaruh oleh
pelaku, situasi dan kondisi. Alat ukur yang reliabilitasnya tinggi di
sebut alat ukur yang reliabel.
105

r ( k )(1 b
2 )
11 k 1 1
2

Keterangan:
r11 : Realibilitas instrumen
k : Banyaknya butir pertanyaa

Σσb2:Jumlah varians butir


Σ1 2 : Varians total
(Arikunto, 2010, hlm. 239)
Jumlah varians butir dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:
2

2
x2 ( x)
n

n
Keterangan :
2 :
σ varians
Σx : Jumlah skor
n : Jumlah responden

(Arikunto, 2010, hlm. 239)


Kuputusan pengujian reabilitas instrumen sebagai berikut:
Jika rhitung > rtabel, maka kuesioner valid
Jika rhitung < rtabel, maka kuesioner tidak valid

3. Uji t
pengujian uji t menurut Sundayana (2015, hlm. 95) “dilakukan untuk
mengetahui apakah rata-rata hasil penelitian yang telah dilakukan memenuhi
kaidah tertentu atau tidak.” langkah-langkah pengujian dilakukan sebagi
berikut:
a. Menguji normalitas selebaran data
b. Menentukan hipotesis yang akan diuji
c. Menentukan nilai t hitung dan t tabel dengan rumus
t hitung x dan t tabel
t (dk n 1)
s/ n
d. Menentukan kriteria uji dan membuat kesimpulan.
106

4. Uji Hipotesis menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana


Pengertian hipotesis menurut Sugiyono (2017 hlm. 63) menyatakan
sebagai berikut:
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadapa rumusan masalah
penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam
bentuk kalimat pertanyaan, dikatakan sementara karena jawaban yang
diberikan hanya berdasarkan pada teori relevan belum didasarkan pada
fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.
Rancangan hipotesis kriteria penolakan atau penerimaan hipotesis ialah jika tolak
Ho dan terima Ha. Jika Ho diterima maka Ha ditolak. Sedangkan Uji regresi
logistik. Analisis regresi menurut Ghozali (2011, hlm. 95) menyatakan bahwa
“analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel
dependen (terikat) dengan satu atau lebih variabel indevenden.” dalam penelitian
ini menggunakan analisis regresi logistik untuk mengolah data.

G. Prosedur
Penelitian haruslah berdasarkan data yang empiris dan juga harus
berdasarkan prosedur yang benar dengan sistematika yang jelas pula.
Sebagaimana menurut Arikunto (2013, hlm 13) menyatakan bahwa:
Alur pemikiran penelitian, adapun jenis penelitiannya selalu dimulai dari
adanya permasalahan atau ganjalan, yang merupakan suatu kesenjangan
yang dirasakan oleh peneliti. Kesenjangan tersebut terjadi karena adanya
perbedaaan kesenjangan ini peneliti mencari teori yang tepat untuk
mengatasi permasalahan melalui penelitian, yaitu mencari tahu tentang
kemungkinan penyebab kondisi yang menjadi permasalahan itu. Hasil
dari penelitiannya akan digunakan untuk mengatasi permasalahan yang
dirasakan.
Adapun prosedur penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti secara
garis besar melalui tiga tahap, yaitu:
1. Tahap persiapan
Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap persiapan ini yaitu:
a. Pembuatan proposal penelitian.
b. Pelaksanaan ujian proposal.
c. Perbaikan proposal dengan bantuan dosen pembimbing.
d. Observasi ke sekolah dengan mewawancarai kepala sekolah
e. Menyusun instrumen penelitian.
107

f. Judgement instrumen oleh dosen atau para ahli pendidikan.


g. Melakukan uji coba instrumen..
h. Mengolah data hasil uji coba instrumen.
2. Tahap pelaksanaan penelitian
Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap ini peneliti berusaha
mempersiapkan diri untuk menggali dan mengumpulkan data-data dengan
observasi, wawancara, dan penyebaran angkat untuk dibuat suatu analisis data
mengenai pengaruh kelengkapan sarana dan prasarana terhadap hasil belajar
siswa. Selanjutnya data dikumpulkan dan disusun.
3. Tahap Analisis data dan pembuatan kesimpulan
Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap terakhir ini dilakukan kegiatan
yang berupa mengolah data diperoleh dari narasumber maupun dokumen,
kemudian akan disusun kedalam sebuah penelitian. Hasil analisis tersebut
dituangkan dalam bentuk laporan sementara sebelum menulis keputusan
akhir.

H. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 6 bulan, kegiatan ini dimulai
dari bulan April sampai bulan September 2019. penelitian ini dilaksanakan pada
tahun ajaran baru 2019/2020 yang dilakukan pada Sekolah Dasar di Desa
Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung.
Tabel 3.1
Waktu penelitian
Nita Rahmanti (2019, Hlm. 107 )
Waktu Pelaksanaan (dalam bulan)
N Kegiatan April Mei Juni Juli Agust Septem Oktober
o us ber
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 12 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengajuan
judul

2 Menyusun
proposal

3 Ujian
Proposal
108

Perbaikan
4
proposal
Bimbingan
5 Skripsi
BABI,
II,III
Penyusuna
n
6
Instrumen
penelitian
Pelaksanaa
7 n
penelitian
Menyusus
n laporan
8 hasil
penelitian
BAB IV,V
Sidang
9 ujian
skripsi