Anda di halaman 1dari 18

2

TUGAS MATA KULIAH


PENYULUHAN DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN

TUGAS I

Dosen Pengampu:
Dr. Marliati, M. Si

Oleh :
Kelompok 1

MAHDI AGUS PRASETYO 174110481


MUHAMMAD ARRASYIID 174110286
MUHAMMAD MAULANA SIREGAR 174110227

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2019
KATA PENGANTAR

  Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya kami

dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah penyuluhan dan system informasi

pertanian. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan

besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita

jalan yang lurus berupa ajaran agama Islam yang sempurna dan menjadi anugerah

serta rahmat bagi seluruh alam semesta.

Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan tugas mata kuliah

penyuluhan dan system informasi pertanian. Disamping itu, kami mengucapkan

banyak terima kasih kepada ibu Dr. Marliati, M.Si selaku dosen pembimbing serta

semua pihak yang telah membantu selama pembuatan makalah ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa

bermanfaat dan jangan lupa ajukan kritik dan saran terhadap makalah ini agar

kedepannya bisa diperbaiki.

Pekanbaru, Februari 2020

Penyusun
ii

DAFTAR ISI
ISI HALAMAN
KATA PENGANTAR.................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................... ii

I. PENDAHULUAN....................................................................................... 1

A. Latar Belakang....................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah.................................................................................. 2

II. PEMBAHASAN........................................................................................ 3

III. PENUTUP................................................................................................ 12

A. KESIMPULAN...................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 14
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi setiap orang. Dengan

pendidikan orang mampu menempatkan diri mereka dalam kehidupan

bermasyarakat. Pendidikan setiap saat selalu mengalami berubahan, perubaham

tersebut didasarkan pada perkembangan ataupun perubahan pola pikir masyarakat

dan perubahan waktu/periode menganai sesuatu hal. Pendidikan hanya dapat

diperoleh dengan belajar, Untuk mewujudkan suasana belajar dan proses belajar

agar siswa secara aktif dalam mengembangkan potensi dirinya sehingga mampu

untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, didukung dengan sarana dan

upaya dalam menekankan pentingnya pendidikan untuk memperoleh ilmu yang

bermanfaat, salah satunya dibidang pertanian.

Indonesia adalah negara agraris, sebagian besar wilayahnya merupakan

lahan pertanian. Oleh karena itu mata pencarian penduduk Indonesia berprofesi

sebagai petani. Dalam dunia pertanian, para petani dihadapkan banyak

permasalahan. Seperti masalah benih, perawatan dan pupuk. Dengan begitu sangat

diperlukan adanya penyuluhan pertanian. Kegiatan penyuluhan dalam

pembangunan pertanian berperan sebagai jembatan yang menghubungkan antara

praktek yang dijalankan oleh petani dengan pengetahuan dan teknologi petani

yang selalu berkembang menjadi kebutuhan para petani tersebut

(Kartasapoetra,1994)

Penyuluhan berdasarkan fungsionalnya terbagi atas penyuluh pertanian,

perikanan, dan kehutanan (Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006). Menurut

Riyanto (2008), penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta
2

pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan

dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber

daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha,

pendapatan, dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam

kelestarian fungsi lingkungan hidup.

Penyuluhan pertanian merupakan suatu keperluan pribadi sekaligus

merupakan kewajiban Pemerintah untuk menyelenggarakannya. Dengan adanya

Pemberdayaan melalui penyelenggaraan penyuluhan pertanian dapat mengubah

pola pikir, sikap dan perilaku guna membangun kehidupan dan penghidupan

petani yang lebih baik secara berkelanjutan mengenai bidang pertanian.

Dengan adayna kegiatan penyuluhan, diharapkan Pembangunan pertanian

ke depan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam rangka mengurangi

tingkat permasalahan terutama ekonomi dan memperluas kesempatan kerja, serta

mampu memanfaatkan peluang yang ada sebagai dampak dari globalisasi. Untuk

itu diperlukan sumberdaya manusia pertanian yang berkualitas dan handal, dengan

memiliki ciri adanya kemandirian, professionalitas, berjiwa wirausaha, dan

disiplin yang dapat diperoleh melalui kegiatan penyuluhan ini.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusn masalah sebagai dasar penyusunan makalah ini sebagai berikut :

1. Jelaskan pengertian Pendidikan dan Tujuan Pendidikan

2. Jelaskan perbedaan pendidikan formal dan pendidikan informal, serta

penyuluhan pertanian

3. Jelaskan perbedaan antara penyuluhan pertanian dengan paksaan (coercion),

penerangan, propaganda (campaign), peniruan (imitation), dan pembujukan

(persuasive).
3
4

II. PEMBAHASAN

A. Pengertian Dan Tujuan Pendidikan

1. Pengertian Pendidikan

Pendidikan adalah suatu usaha untuk membina dan mengembangkan pola

pikir serta kepribadian manusia untuk dapat berubah menjadi lebih baik. Ada juga

para beberapa orang ahli mengartikan pendidikan adalah suatu proses pengubahan

sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dalam mendewasakan

melalui pengajaran dan latihan. Seperti yang tertera didalam UU No.20 tahun

2003 Pendidikan adalah usaha dasar dan terencana untuk mewujudkan suasana

belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,

kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan, yang diperlukan

dirinya, masyarakat, dan Negara (Haryanto, 2012).

Menurut UU No.20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan

terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar

peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki

kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak

mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Menurut Prof. H. Mahmud Yunus dan Martinus Jan Langeveld mengatakan

pendidikan adalah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi

dan membantu anak yang bertujuan meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan

akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-

citanya yang paling tinggi. Menurut H. Horne, pendidikan adalah proses yang

terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia

yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada
5

Tuhan, seperti terwujud dalam alam sekitar intelektual, emosional dan

kemanusiaan dari manusia. Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu negara,

maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dapat memajukan

dan mengharumkan negaranya. Pendidikan merupakan faktor penting bagi

masyarakat, demi maju mundurnya kualitas masyarakat atau bangsa sangat

bergantung pada pendidikan yang ada pada rakyat bangsa tersebut (Muhibbin,

2007).

Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan Nasional Indonesia

mengatakan pendidikan merupakan tuntutan didalam hidup tumbuhnya anak-

anak, adapun maksud dari pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada

pada anak-anak tersebut agar mereka dapat mencapai keselamatan dan

kebahagiaan (Haryanto, 2012).

Menurut Heidjrachman dan Husnah (1997) pendidikan adalah suatu

kegiatan untuk meningkatkan pengetahuaan umum seseorang termasuk di dalam

peningkatan penguasaan teori dan keterampilan, memutuskan dan mencari solusi

atas persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan di dalam mencapai tujuannya,

baik itu persoalan dalam dunia pendidikan ataupun kehidupan sehari-hari.

Pendidikan adalah sebuah program yang mengandung komponen tujuan,

proses belajar mengajar antara murid dan gurunya sehingga, akan meningkatkan

sumber daya manusia (SDM) menjadi lebih baik. Pengertian mengenai pendidikan

tersebut, dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda, yakni antara sudut

psikologis maupun sudut pandang sosiologis. Terdapat banyak pengertian maupun

definisi mengenai pendidikan. Akan tetapi dalam inti sari mengenai pemaknaan

konsep pendidikan mengarah pada satu tujuan yaitu suatu upaya yang dijadikan
6

proses dalam membina diri seseorang maupun masyarakat secara umum supaya

dapat menjembatani langkah-langkah dalam menjalani kehidupan.

menurut Rokhimin dalam buku “Tafsir Tarbawi”-nya mendefinisikan

pendidikan sebagai satu kegiatan manusia yang dilaksanakan untuk membantu

sesama manusia agar mau dan mampu meraih harkat dan martabatnya sebagai

manusia. Ataupun pendidikan secara sederhana dapat digambarkan sebagai

sebuah bimbingan secara sadar oleh pendidik dengan kasih penuh sayang terhadap

pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani anak didik menuju

terbentuknya kepribadian yang mulia.

Dalam kehidupan nyata, Praktek-praktek pendidikan akan gagal kecuali

dibangun atas konsep yang jelas mengenai fitrah manusia. Fitrah manusia ketika

pertama kali diciptakan Allah SWT adalah untuk menjadi khalifah fi al-ardh,

sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 30.


ۖ ٓ
‫أۡل‬ ِ ‫ال َربُّكَ لِ ۡل َم ٰلَئِ َك ِة إِنِّي َج‬
ِ ‫ل فِي ٱ َ ۡر‬ٞ ‫اع‬
...... ‫ض خَ لِيفَ ٗة‬ َ َ‫َوإِ ۡذ ق‬
Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya

Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".

Sebagai khalifah di bumi, manusia tentu membutuhkan segala pengetahuan

sehingga dapat melaksanakan mandat Allah dengan benar. Ilmu sendiri

merupakan peranti dasar bagi manusia dalam kehidupannya. Personalitasnya

sangat dipengaruhi kualitas dankuantitas ilmunya. Nilai penting ilmu diakui dalam

seluruh definisi psikologis tentang intelegensi, bahkan definisi yang menekankan

pada situasi baru.

2. Tujuan Pendidikan

Berdasarkan UU No. 2 Tahun 1985 yang berbunyi bahwa tujuan pendidikan

yaitu mencerdaskan kehidupan bangsadan mengembangkan manusia yang


7

seutuhnya yaitu yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan

berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani

dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab

kemasyarakatan bangsa.

Berdasarkan MPRS No. 2 Tahun 1960 bahwa tujuan pendidikan adalah

membentuk nilai – nilai kepribadian masyrakat yang sejati sesuia berdasarkan

ketentuan-ketentuan yang dikehendaki oleh pembukaan UUD dan isi tahun 1945.

Tujuan Pendidikan Nasional dalam UUD 1945 (versi Amandemen) 1) Pasal

31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu

sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta

ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan

undang-undang.” 2) Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu

pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan

persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”

Berdasarkan UU. No.20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional

dalam pasal 3, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi

peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan

menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan Pendidikan Menurut Unesco  yaitu dalam upaya meningkatkan

kualitas suatu bangsa, tidak ada cara lain kecuali melalui peningkatan mutu

pendidikan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO

(United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization)

mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa
8

depan, yakni: (1) learning to Know, (2) learning to do (3) learning to be, dan (4)

learning to live together.

B. Pendidikan Formal, Pendidikan Informal, dan Penyuluhan Pertanian

Dalam memperoleh pengetahuan melalui pendidikan, ada 3 macam

pendidikan yang dapat memberikan pengetahuan. Menurut DR. Philip H. Coombs

pendidikan dibagi menjadi 3 macam: Pendidikan formal ialah pendidikan yang

dikenal dengan pendidikan sekolah yang teratur, bertindak, dan mengikuti syarat-

syarat yang jelas dan ketat. Pendidikan ini diselenggarakan dalam lingkungan

sekolah. Sedangkan Pendidikan in formal ialah pendidikan yang diperoleh

seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak

seseorang lahir sampai mati.

Penyuluhan merupakan cara pendidikan non-formal bagi masyarakat,

khususnya untuk para petani dan keluarganya di pedesaan dengan tujuan agar

sasaran mampu, sanggup dan berswadaya memperbaiki usaha taninya. Pendapat

Mardikanto penyuluhan merupakan sistem belajar untuk menjadi mau, tahu, dan

bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi (Mardikanto, 1993). Tujuan dari

penyuluhan pertanian adalah menumbuhkan perubahan perilaku petani dan

keluarganya, sehingga akan tumbuh minat untuk mengembangkan kemauan guna

melaksanakan kegiatan usaha taninya agar tercapai produktivitas usaha yang

tinggi. Perubahan perilaku yang ada diharapkan petani lebih terbuka dalam

menerima petunjuk dan bimbingan serta lebih aktif dan dinamis dalam

melaksanakan usaha taninya (Azwar,S. 2001). Penyuluhan juga dapat diartikan

sebagai perubahan perilaku (sikap, pengetahuan dan keterampilan) petani,

sehingga fungsi penyuluhan dapat tercapai, yaitu sebagai penyebar inovasi,

penghubung antara petani, penyuluh dan lembaga penelitian, melaksanakan proses


9

pendidikan khusus, yaitu pendidikan praktis dalam bidang pertanian dan

mengubah perilaku lebih menguntungkan (Levis, 1996).

Penyuluhan pertanian sebenarnya merupakan perubahan perilaku melalui

pendidikan non-formal. Penyuluhan sebagai proses pendidikan memiliki ciri-ciri

antara lain: 1). Penyuluhan adalah sistem pendidikan non-formal (di luar sekolah)

yang terencana, dapat dilakukan di mana saja, tidak terikat waktu, disesuaikan

dengan kebutuhan sasaran dan pendidikan dapat berasal dari salah satu anggota

peserta didik; 2). Penyuluhan merupakan pendidikan orang dewasa (Mardikanto,

1993).

Menurut Kartasapoetra (1994), tujuan penyuluhan pertanian dibedakan

menjadi 2 yaitu; 1. Tujuan jangka pendek, yaitu menimbulkan dan merubah

pengetahuan, kecakapan, sikap dan bentuk tidakan petani serta merubah sifat

petani yang pasif dan statis menjadi aktif dan dinamis. 2. Tujuan jangka panjang,

yaitu meningkatkan taraf hidup masyarakat tani atau agar kesejahteraan hidup

petani lebih terjamin.

Defenisi penyuluhan pertanian menurut UU Nomor 16 Tahun 2006 adalah

proses pembelajaran dari penyuluh kepada pelaku usaha yang bertujuan untuk

meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya,

serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup (Isran,

2012).

C. Perbedaan Penyuluhan Pertanian

Penyuluhan pertanian adalah upaya membangun kemampuan masyarakat

dilakukan melalui proses pembelajaran petani dengan menerapkan prinsip–

prinsip penyuluhan pertanian secara baik dan benar didukung oleh kegiatan

pembangunan pertanian lainnya. Kegiatan penyuluhan pertanian adalah suatu


10

proses berkesinambungan untuk menyampaikan informasi serta teknologi yang

berguna bagi petani dan keluarganya. Kegiatan ini diusahakan agar tidak

menimbulkan ketergantungan antara petani dan penyuluh tetapi untuk

menciptakan kemandirian petani dalam mengembangkan kelompok taninya.

- Penyuluhan Pertanian dengan Paksaan (Coercion)

Penyuluhan adalah sistem pendidikan non formal tanpa paksaan atau

perintah, yang dapat membimbing para petani kearah kesadaran, mendorong dan

meyakinkan para petani bahwa apa yang telah dianjurkan yang merupakan

petunjuk-petunjuk praktis dibidang pertanian. Jika diikuti atau dipraktekkan akan

membawa ke arah perbaikan, yang meliputi better farming, better business dan

better living. Penyuluhan bersifat kontinu, proses yang berkesinambungan,

merupakan kegiatan nyata untuk membantu peningkatan kegiatan yang telah ada,

mendorong melakukan perbaikan sendiri dan secara bersama, mengandung unsur

pendidikan, serta menimbulkan perubahan cara berfikir, cara kerja dan cara hidup.

Sedangkan Paksaan atau koersi adalah praktik memaksa pihak lain untuk

berperilaku secara spontan (baik melalui tindakan atau tidak bertindak) dengan

menggunakan ancaman, imbalan, atau intimidasi atau bentuk lain dari tekanan

atau kekuatan. Dalam hukum, pemaksaan dikodifikasikan sebagai kejahatan

paksaan. Tindakan tersebut digunakan sebagai pengaruh, memaksa korban untuk

bertindak dengan cara yang diinginkan. Paksaan mungkin melibatkan penderitaan

sebenarnya rasa sakit fisik, cedera atau kerusakan psikologis dalam rangka

meningkatkan kredibilitas ancaman (Wikipedia).

- Penyuluhan Melalui Penerangan

Penerangan dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan yang hanya sekedar

memberitahu tanpa mengharapkan bahwa orang yang diberi penerangan itu akan
11

menerapkan apa yang telah diberitahukannya. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

Dilakukan saat diperlukan, Bersifat penjelasan, Tidak kontonuitas, Tidak

mengenal bimbingan lanjutan, Tidak mengenal pelayanan yang praktis

- Penyuluhan melalui Propaganda (Campaign)

Propaganda atau propagore dalam bahasa latin modern yang berarti

mengembangkan atau memekarkan, adalah rangkaian pesan yang bertujuan untuk

memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang.

Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan

informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau

melihatnya. Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk

membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi

langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku

propaganda.

- Penyuluhan melalui Peniruan (Imitation)

Imitasi atau meniru adalah suatu proses kognisi untuk melakukan tindakan

maupun aksi seperti yang dilakukan oleh model dengan melibatkan indra sebagai

penerima rangsang dan pemasangan kemampuan perseipsi untuk mengolah

informasi dari rangsang dengan kemampuan aksi untuk melakukan gerakan

motorik. Proses ini melibatkan kemampuan kognisi tahap tinggi karena tidak

hanya melibatkan bahasa namun juga pemahaman terhadap pemikiran orang lain.

- Penyuluhan melalui Pembujukan (Perusasive)

Persuasi adalah komunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi dan

meyakinkan orang lain. Melalui persuasi setiap individu mencoba berusaha

mempengaruhi kepercayaan dan harapan orang lain. Persuasi pada prinsipnya

merupakan upaya menyampaikan informasi dan berinteraksi antar manusia dalam


12

kondisi di mana kedua belah pihak sama-sama memahami dan sepakat untuk

melakukan sesuatu yang penting bagi kedua belah pihak. Bila berkomunikasi

dengan sesama, setiap individu berharap pesan yang disampaikan tersebut dapat

dimengerti dan dipercayai. 

Persuasif merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan agar pesan

yang ingin disampaikan dimengerti dan dipercayai oleh orang lain. Komunikasi

persuasif membiarkan orang lain (persuadee) bebas melakukan apapun yang

mereka inginkan setelah persuader berusaha meyakinkan mereka.


13

III. PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian masalah diatas, dapat disimpulkan :

1. Pendidikan merupakan langkah suatu upaya dalam mengubah pola pikir

serta kepribadian manusia untuk dapat berubah menjadi lebih baik.

2. Menurut UU No.20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan

terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar

peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki

kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,

akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pada pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi

peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada

Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,

mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung

jawab.

3. Pendidikan Formal adalah proses pendidikan yang diselenggarakan dalam

lingkungan sekolah. Pendidikan in formal ialah pendidikan yang diperoleh

seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak

seseorang lahir sampai mati. Penyuluhan merupakan cara pendidikan non-

formal bagi masyarakat, khususnya untuk para petani dan keluarganya di

pedesaan dengan tujuan agar sasaran mampu, sanggup dan berswadaya

memperbaiki usaha taninya.

4. Perbedaan penyuluhan dengan paksaan, Paksaan atau koersi adalah praktik

memaksa pihak lain untuk berperilaku secara spontan (baik melalui tindakan
14

atau tidak bertindak) dengan menggunakan ancaman, imbalan,

atau intimidasi atau bentuk lain dari tekanan atau kekuatan. Penerangan

sebagai suatu kegiatan yang hanya sekedar memberitahu tanpa

mengharapkan bahwa orang yang diberi penerangan itu akan menerapkan

apa yang telah diberitahukannya. Propaganda adalah rangkaian pesan yang

bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau

sekelompok orang. Imitasi atau meniru adalah suatu proses kognisi untuk

melakukan tindakan maupun aksi seperti yang dilakukan oleh model dengan

melibatkan indra sebagai penerima rangsang. Persuasi pada prinsipnya

merupakan upaya menyampaikan informasi dan berinteraksi

antar manusia dalam kondisi di mana kedua belah pihak sama-sama

memahami dan sepakat untuk melakukan sesuatu yang penting bagi kedua

belah pihak.
15

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Latar Belakang Pendidikan. Online pada :


http://eprints.ums.ac.id/21887/3/BAB_I.pdf Diakses Februari 2020

________. 2015. Definisi Pendidikan menurut para ahli. Online pada :


http://www.kumpulandefinisi.com/2015/10/pengertian-definisi-tujuan-
pendidikan-menurut-para-ahli.html Diakses Februari 2020

________. 2016. Perbedaan penyuluhan dan penerangan. Online pada:


https://sapicoolcom.wordpress.com/2016/12/27/perbedaan-penyuluhan-dan-
penerangan/ Diakses Februari 2020

________. 2015. Pendidikan Formal, informal dan nonformal. Online pada:


http://eprints.ums.ac.id/20856/2/BAB_I.pdf Diakses Februari 2020

Haryanto, 2012: dalam artikel “pengertian pendidikan menurut para ahli


http://belajarpsikologi. com/pengertianpendidikan-menurut-ahli/ diakes
Februari 2020

Isran Noor, Buku Pintar Penyuluh Pertanian, (Jakarta: PERHIPTANI


(Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia), 2012), h. 4.

Muhibbin, syah. 2007. Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. bandung.


Pt. remaja rosdakarya. Hal. 11

Raishasweetmore, Penyuluhan Sebagai suatu Aktivitas Sosial Pembangunan,


Online pada: http://penduaismine.wordpress.com. diakses Februari 2020

Susanto, N. 2015. Online Pada : http://eprints.umpo.ac.id/1434/2/BAB%20I.pdf


Diakses Februari 2020
Wikipedia. 2020. Paksaan. Online pada: https://id.wikipedia.org/wiki/Paksaan
Diakses Februari 2020

________. 2019. Propaganda. Online pada:


https://id.wikipedia.org/wiki/Propaganda Diakses Februari 2020

________. 2019. Imitasi atau meniru. Onlinepada :


https://id.wikipedia.org/wiki/Imitasi Diakses Februari 2020

_______. 2020. Persuasi. Online pada: https://id.wikipedia.org/wiki/Persuasi


Diakses Februari 2020