Anda di halaman 1dari 14

PERANCANGAN MESIN

PERANCANGAN MESIN

Oleh :
KELOMPOK 1

Muhammad Ilham. S D211 12 104


Andre Amba Matarru D211 12 256
Reski Zulqadri D211 12 269
M. Ainul Asrul D211 12 252

FAKULTAS TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS HASANUDDIN

1
PERANCANGAN MESIN

DAFTAR ISI

Daftar isi ……………………………………………………………………………..1

Kata Pengantar ………………………………………………………………………2

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………..3

1.1 Latar Belakang………………………………………………………………3

1.2 Tujuan ………………………………………………………………………3

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………4

2.1 Transmisi Sabuk……………………………………………………………4

2.1.1 Pengertian Sabuk………………………………………………………4

2.1.2 Pengertian Puli…………………………………………………………5

2.2 Kelebihan dan Kekurangan sabuk V jika di bandingkan dengan

transmisi rantai dan roda gigi

2.2.1 Kelebihan Sabuk……………………………………………………..6

2.2.2 Kekurangan Sabuk…………………………………………………...7

2.3 Mekanisme sabuk dan puli…………………………………..……………7

2.4 Diagram Pemilihan Sabuk………………………………………………..10

BAB III PENUTUPAN……………………………………………………………12

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………….12

Daftar Pustaka………………………………………………………………………13

2
PERANCANGAN MESIN

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-
Nya,atas terselesaikannya makalah kami yang berjudul “Transmisi V Belt”.

Dalam makalah ini ,kami akan menulis materi tentang Transmisi sabuk V
.Kami mengambil sumber informasi dari dosen dan internet .

Makalah ini dibuat sebagai pelengkap mata kuliah Perancangan Mesin .Kami
hendak mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Ir.Mukhtar Rahman.MT
selaku dosen pembimbing mata kuliah Perancangan Mesin , yang telah banyak
membimbing dalam penyusunan Makalah ini .

Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak


kekurangan baik dari kuantitas maupun kualitas, saran yang membangun dari
berbagai pihak sangat kami harapkan demi perbaikan.

Walaikum salam Warahmatullahi Wabarakatu

Gowa, 18 September 2014

( Penulis )

3
PERANCANGAN MESIN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Transmisi sabuk v merupakan salah satu transmisi yang dapat meneruskan
daya dari satu poros ke poros yang lain yang berputar pada kecepatan yang
sama. Hal yang menentukan besar daya yang di transmisikan adalah kecepatan
sabuk,kekencangan sabuk , sudut kontak antar sabuk dan puli , kondisi dimana
sabuk digunakan . Sedangkan koefisien gesek antar sabuk dan puli tergantung
pada bahan sabuk , bahan puli , dan kecepatan sabuk .
Sabuk-V banyak digunakan karena sabuk-V sangat mudah dalam
penangananya dan murah harganya. Selain itu sabuk-V juga memiliki
keunggulan lain dimana sabuk-V akan menghasilhan transmisi daya yang besar
pada tegangan yang relatif rendah serta jika dibandingkan dengan transmisi roda
gigi dan rantai
Sabuk v dirancang untuk melakukan transmisi secara manual. dan memiliki
harga yang lebih murah dari transmisi lainnya .sedangkan hal yang berkaitan
dengan perawatannya ,untuk system transmisi sabuk adalah mengatur
kekencangan sabuk dan kesejajaran antara puli penggerak dan puli yang di
gerakkan .

1.2 Tujuan
a. Dapat memahami pengertian dari transmisi sabuk v dan puli
b. Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan transmisi sabuk v
c. Dapat menghitung perencanaan sabuk v
d. Dapat memahami berbagai jenis sabuk sesuai dengan kegunaannya .

4
PERANCANGAN MESIN

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 TRANSMISI SABUK

2.1.1 PENGERTIAN TRANSMISI SABUK V

Transmisi sabuk V adalah salah satu transmisi yang dapat


menghubungkan dua buah puli yang di gunakan untuk meneruskan daya atau
sistem transmisi tenaga/ daya/ momen puntir dari poros yang satu ke poros
yang lain melalui sabuk (belt) yang melingkar/melilit pada puli yang terpasang
pada poros-poros tersebut.

Sabuk-V terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapezium


(Gambar 1) . Tenunan tetoron atau semacamnya dipergunakan sebagai inti
sabuk untuk membawa tarikan yang besar .

Gambar 1 . Sabuk V-belt

5
PERANCANGAN MESIN

Sabuk-V dibelitkan di keliling alur puli yang berbentuk V pula


(Gambar 2 ) . Bagian sabuk yang sedang membelit pada puli ini mengalami
lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar. Gaya
gesekan juga akan bertambah karena pengaruh bentuk baji, yang akan
menghasilkan transmisi daya yang besar pada tegangan yang relatif rendah.

Gambar 2 Transmisi sabuk dan puli

Jarak yang jauh antara dua buah poros sering tidak memungkinkan
transmisi langsung. Dalam hal demikian, cara transmisi putaran atau
daya yang lain dapat diterapkan, di mana sebuah sabuk luwes dibelitkan
sekeliling puli pada poros.

Sebagian besar transmisi sabuk menggunakan sabuk-V karena mudah


penangananny . Kecepatan sabuk direncanakan untuk 10 sampai 20 (m/s)
pada umumnya, dan maksimum sampai 25 (m/s). Daya maksimum yang
dapat ditransmisikan kurang lebih sampai 500 (kW).

6
PERANCANGAN MESIN

2.1.2 PENGERTIAN PULI


Pulley merupakan sebagai penghubung mekanis dari suatu daya pada shaft
mesin yang bekerja kepada sabuk. Umumnya terdapat material pulley yaitu
Besi Tuang, Besi Tempa, Baja, Kayu bahkan Plastik sesuai ukuran dan
kegunaannya ( Gambar 3 )

Gambar 3 Puli

2.2 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SABUK V JIKA DI


BANDINGKAN DENGAN TRANSMISI RANTAI DAN RODA GIGI

2.2.1 KELEBIHAN SABUK V


1. Memiliki harganya yang lebih murah
2. Perawatan mudah
3. Operasi antara sabuk dengan puli tidak menimbulkan getaran
4. Sabuk v mudah dibongkar dan dipasang
5. Memberikan umur mesin lebih lama .3-5 tahun .
6. Sabuk v yang dibuat tanpa sambungan sehingga memperlancar
putaran .
7. Sabuk v juga dapat dioperasikan dengan arah yang berlawanan .

7
PERANCANGAN MESIN

2.2.2 KEKURANGAN
1. Umurnya pendek / cepat aus
2. Terjadinya sliding / tidak akurat
3. Efisiensi rendah
4. Kapasitas daya kecil

2.3 MEKANISME SABUK DAN PULI

Oleh karena itu , maka perencanaan sabuk v perlu dilakukan untuk menghitung
jenis sabuk dan panjang sabuk yang digunakan .

Berikut adalah perhitungan yang digunakan dalam perancangan sabuk-V antara


lain:

8
PERANCANGAN MESIN

9
PERANCANGAN MESIN

10
PERANCANGAN MESIN

2.4 DIAGRAM PEMILIHAN SABUK

11
PERANCANGAN MESIN

12
PERANCANGAN MESIN

BAB III
PENUTUPAN

3.1 KESIMPULAN
a. Sabuk v belt merupakan salah satu transmisi yang menghubungkan dua
buah puli yang di gunakan untuk meneruskan daya atau sistem transmisi
tenaga/ daya/ momen puntir dari poros yang satu ke poros yang lain
melalui sabuk (belt) yang melingkar/melilit pada puli yang terpasang pada
poros-poros tersebut. Dan vulley merupakan sebagai penghubung
mekanis dari suatu daya pada shaft mesin yang bekerja kepada sabuk.
b. Sabuk v memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu :
 Kelebihan :
 memiliki suara kerja yang lebih halus,
 perawatan yang begitu mudah , dan
 memiliki harga yang murah .
 Kekurangannya :
 Cepat aus ,
 Tidak akurat ,
 Efisiensi rendah , dan
 Kapasitas daya kecil .
c. Perencanaan sabuk v
 Daya rencana ( Pd )
 Momen Rencana (T1 T2)
 Diameter lingkaran jarak antara puli (dp.Dp)
 Kecepatan Sabuk (v)
 Panjang Keliling (L)
 Jarak antara sumbu poros (C)
 Sudut kontak (ϴ)

13
PERANCANGAN MESIN

DAFTAR PUSTAKA

Niemen ,G.I .1986. Elemen mesin . Jakarta : Erlangga.

Rahajo , Prasetyo . 2010 . Mesin Produksi . Surakarta : Universitas Sebelas Maret .

Sularso dan Suga . 1991. Dasar Perancangan Sabuk . Jakarta : PT. Pradya Paramita .

Sugiarto H . 1996 . Transmisi Sabuk V. Jakarta : PT. Pradya Paramita .

14