Anda di halaman 1dari 14

DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN...................................................................................................................2

1.1 Latar Belakang................................................................................................................2


1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................................2
1.3 Tujuan..............................................................................................................................2
1.4 Batasan Masalah.............................................................................................................2
1.5 Metoda Penelitian...........................................................................................................2

1.5.1 Tahap Survey...........................................................................................................3


1.5.2 Tahap Analisis..........................................................................................................3
1.5.3 Perancangan Sistem.................................................................................................3
1.5.4 Pembangunan Sistem..............................................................................................3

2. TINJAUAN PUSTAKA.........................................................................................................4

2.1 CentOS.............................................................................................................................4
2.2 ...........................................................................................................................................4
2.3 Host dan Service pada Nagios........................................................................................4
2.4 NRPE (Nagios Remote Plugin Executor)......................................................................4
2.5 NSClient++.......................................................................................................................4
2.6 Email................................................................................................................................4
2.7 GCC..................................................................................................................................4

3. PEMBAHASAN......................................................................................................................5

3.1 Analisis Masalah.............................................................................................................5


3.2 Analisis Kebutuhan.........................................................................................................5
3.3 Tahap Perancangan Sistem............................................................................................5

3.3.1 Instalasi Nagios dan Konfigurasi Nagios...............................................................5

4. PENUTUP...............................................................................................................................7

4.1 Kesimpulan dan Saran...................................................................................................7


1. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

DPMPTSP adalah sebuah institusi yang bergerak dalam bidang pelayanan


masyarakat Provinsi DKI Jakarta dalam hal perizinan. DPMPTSP memiliki beberapa
bagian divisi untuk melayani masyarakat dalam hal perizinan seperti bagian
kepegawaian, sistem informasi dan manajemen dan PSTIK (Pusat Sistem Teknologi
Informasi dan Kearsipan).

Dalam melakukan operasional kerjanya divisi-divisi tersebut menggunakan


aplikasi-aplikasi berbasis website yang di taruh atau di store pada server baik fisik
maupun virtual. Server menggunan sistem operasi CentOS 7 dalam hal presentasi
sebagai layer atas penampung berbagai aplikasi untuk web server. Berbagai macam
aplikasi web server dan sekuritas sebagai perlindungan pada server dari berbagai
serangan seperti DDOS dll akan digunakan pada OS CentOS yang akan digunakan
divisi PSTIK (Pusat Sistem Teknologi Informasi dan Kearsipan). Dalam pengamatan
yang dilakukan tim PIJAR, PSTIK, kita akan menggunakan CentOS yang mana
merupakan distro dari RHL versi free. Dalam hal ini banyak aplikasi yang digunakan
untuk berbagai macam keperluan management data, database server, sekuritas dan
aplikasi monitoring server untuk menampilkan resource hardware server.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian pada latar belakang, terdapat permasalahan Bagaimana


Membuat semua aplikasi dapat berjalan dengan lancar diatas layer aplikasi OS
CentOS

1.3 TUJUAN

Tujuan dari membangun dan menganalisis server agar dapat berjalan dengan baik
maka akan di analisis aplikasi sesuai kebutuhan.
:

a) Ketika suatu server terasa berat untuk akses data, maka diperlukan aplikasi untuk
clustering dan indexing database.
b)Aplikasi bawaan seperti SElinux akan berguna untuk menghadapi serangan.

c) Dapat mengantisipasi adanya peretasan terhadap server melalui user yang


terhubung terhadap server.

d) Dapat melakukan report dalam jangka waktu yang di tentukan baik


perbulan atau pertahun melalui log system dari berbagai aplikasi web server, database
server.

1.4 BATASAN MASALAH

Adapun Batasan masalah dari Pembangunan serta analisis menggunakan Sistem


Operasi CentOS yang dipergunakan sebagai dasar untuk menampung berbagai
macam aplikasi baik web server maupun data share, dll.

1. PhpMyAdmin di lakukan instalasi guna penghubung untuk antara web server dan
database dalam hal ini menggunakan mysql. Penghubung antara apache dan mysql

2. Website yang di store pada database dan server web akan termanage dengan baik
jika menggunakan cpanel (versi berbayar) dan webuzo versi gratis.

3. Konfigurai server yang tersedia pada server menggunakan Linux CentOS 7.

4. Analisis dilakukan dengan konfigurasi dalam Linux CentOS terlebih dahulu untuk
pembangunan web server serta melakukan konfigurasi pada aplikasi database dan
web server agar dapat digunakan untuk melayani user melalui website.
1.5 METODA PENELITIAN

1.5.1 Tahap Survey


Survey dilakukan dalam rangka mengetahui jumlah server yang akan di
monitoring serta apa saja yang dibutuhkan untuk di monitoring, dalam melakukan
survey, tim PIJAR harus melakukan survey langsung untuk setiap topologi
jaringan dan infrastruktur di jajaran DPMPTSP.

1.5.2 Tahap Analisis

Untuk mencapai hasil yang di inginkan oleh jajaran dibawah DPMPTSP penulis
dan tim penyusun menggunakan wawancara akan apa saja yang dibutuhkan oleh
pihak pemegang divisi fungsional jaringan dan infrastruktur, sehingga, ketika
terjadi masalah pada infrastruktur jaringan, server dan aplikasi yang di gunakan
mendapatkan hasil yang maksimum dalam hal problem notifikasi.

1.5.3 Perancangan Sistem


Setelah dilakukan analisis, maka tahap selanjutnya yaitu perancangan
produk. Dengan adanya kebutuhan pengguna, maka perancangan produk
dapat dilakukan dengan mengacu pada hasil analisis.

1.5.4 Pembangunan Sistem


Dari hasil perancangan produk, akan kemudian digunakan untuk
membangun dan analisis produk, yaitu monitoring server menggunakan
NAGIOS serta NAGIOSQL untuk interface editing console.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Nagios
Nagios adalah sistem open source dan aplikasi pemantauan jaringan. Nagios
memantau host dan service yang sebelumnya telah ditentukan oleh pengguna, Nagios
akan mengirimkan sinyal ketika terjadi masalah dan ketika host dan service yang
dipantau menjadi baik kembali.
Berikut beberapa interface pada NAGIOS :

Gambar 1.1 Monitoring Engine Status

Gambar 1.2 Web interface


Gambar 1.3 Advance Infrastructure Management
Beberapa fitur dari Nagios meliputi:
1. Dapat digunakan untuk memonitor service jaringan (SMTP, POP3, HTTP,
NNTP, PING, dll).
2. Dapat digunakan untuk memonitor penggunaan host resource (processor
load, disk usage, dll).
3. Memiliki desain plugin yang sederhana, yang memungkinkan pengguna
dengan mudah mengembangkan metode pemeriksaan host dan service.
4. Memiliki kemampuan untuk mendefinisikan hierarki host jaringan, yang
mengizinkan pendeteksian dan pembagian antara komputer host yang “down”
dan yang “up”.
5. Memiliki notifikasi ketika terjadi masalah pada host atau service (melalui,
SMS, email, pager, atau metode user-defined).
6. Memiliki kemampuan untuk mengenali problem yang terjadi melalui tampilan
berbasis web.

2.2 Nagios Plugin


Nagios tidak dapat melakukan check sendiri. Nagios menggunakan plugin
untuk melakukan check terhadap host atau service. plugin adalah ekstensi terpisah
untuk Nagios yang menyediakan konfigusari untuk memantau host, service dan
sebagainya dengan Nagios. Plugin beroperasi sebagai aplikasi terpisah, tetapi
umumnya dirancang untuk dijalankan oleh Nagios. Hal ini membuat Nagios menjadi
solusi yang sangat modular dan fleksibel untuk melakukan pemeriksaan mesin.

Nagios memiliki banyak Plugin untuk melakukan check service yang ada pada
host. Salah satu plugin yang umum seperti check_ping. Ping juga memiliki parameter
misalnya berapa lama response yang diharapkan. Contoh lainnya seperti check_port,
misalnya kita check port 80 atau port web server. Selain check port, ada juga plugin
yang lebih spesifik, misalnya check_http, check_smtp, check_snmp, check_ssh,
check_tcp, check_udp, dan banyak lagi.

2.3 Host dan Service pada NAGIOS


Objek dipantau oleh Nagios dibagi menjadi dua kategori: host dan service.
Host adalah mesin fisik (CPU, disk, memory, server, router, workstation, printer dan
sebagainya), sedangkan service adalah fungsionalitas tertentu, misalnya web server
(proses httpd pada sebuah mesin) dapat didefinisikan sebagai service yang dimonitor.
Setiap service terkait dengan host yang sedang berjalan. Selain itu, baik mesin maupun
service dapat dikelompokkan dalam hostgroup dan servicegroup.
Host dan service memiliki keadaan – keadaan yang dapat mendeskripsikan
status dari host dan service tersebut. Status untuk host diantaranya : UP, DOWN, dan
UNREACHABLE. Sedangkan status untuk service : OK, WARNING, CRITICAL,
dan UNKNOWN.
Deskripsi status untuk service:
OK : Beroperasi dengan baik
WARNING : Beroperasi, tapi butuh perhatian, contoh: sumber daya rendah
CRITICAL : Tidak beroperasi atau butuh perhatian
UNKNOWN : Plugin tidak dapat menentukan status dari host dan service

2.4 NRPE (Nagios Remote Plugin Executor)


Addon NRPE ini dirancang untuk memungkinkan Anda untuk mengeksekusi
plugin nagios pada remote Linux / Unix mesin. Alasan utamanya adalah mengijinkan
Nagios untuk memonitor sumber daya "lokal" (seperti beban CPU, penggunaan
memori, dll) pada remote server. Karena sumber daya publik biasanya tidak
mengetahui mesin eksternal, agen seperti NRPE harus diinstal pada Linux / Unix.

Gambar 1.4 Skema Remote Host pada Unix


Hal ini dimungkinkan untuk mengeksekusi plugin nagios pada remote Linux /

Unix mesin melalui SSH. Ada check_by_ssh plugin yang memungkinkan untuk

melakukan hal ini. Menggunakan SSH lebih aman dibandingkan dengan addon

NRPE, tetapi juga membebankan CPU yang lebih besar pada kedua pemantauan dan

mesin remote. Hal ini dapat menjadi masalah ketika Anda mulai ratusan atau ribuan

pemantauan mesin. Banyak admin memilih untuk menggunakan menggunakan NRPE

yang addon karena beban yang lebih rendah.

2.5 NSClient++
NSClient++ bertujuan untuk menjadi daemon pemantauan sederhana namun
kuat dan aman untuk sistem operasi Windows. NSClient++ dibangun untuk nagios,
diintegrasikan ke dalam setiap software monitoring.

Gambar 1.5 Skema Remote Host Windows


Struktur daemon adalah layanan NT sederhana yang memiliki banyak plug-in.

Plug-in kemudian dapat meminta sumber daya dari mesin remote. Sampai sekarang

ada beberapa plug-in untuk dasar pengumpulan data kinerja. Untuk rincian modul

yang disediakan, lihat CheckCommands.

NSClient++ dapat implementasikan dengan membuat script plug-in sendiri

atau dengan menjalankan skrip eksternal. Membuat script plug-in sendiri, tentu saja

cara yang paling kuat tetapi membutuhkan pengetahuan tentang C++ atau bahasa lain

yang dapat menghasilkan DLL dan antarmuka dengan program C biasa.

Sedangkan untuk memeriksa dengan NSClient++, lebih direkomendasikan

menggunakan NRPE karena jauh lebih fleksibel daripada check_nt. Tapi NSClient

memiliki dukungan penuh untuk check_nt.


2.6 Email
Layanan populer lainnya ialah E-mail. E-mail atau surat elektronik adalah
salah satu layanan internet yang digunakan untuk mengirim surat ke pengguna
internet lainnya. Secara singkat proses pengiriman surat elektronik dapat
digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1.6 Skema Pengiriman email


Langkah-langkah yang ditempuh oleh sebuah surat elektronik untuk sampai di
penerima adalah sebagai berikut:
1. Pengirim menulis surat elektronik di komputernya, yang disebut E-mail client.
2. Dari E-mail client surat elektronik diteruskan ke SMTP (Simple Mail Transfer
Protocol) server milik penyedia layanan surat elektronik yang digunakan oleh
pengirim.
3. Melalui jaringan internet surat elektronik tersebut diteruskan ke POP3 server
(POP merupakan singkatan dari Post Office Protocol) atau IMAP server (Internet
Mail Access Protocol) milik penyedia layanan surat elektronik yang digunakan
oleh penerima.
4. Surat elektronik kemudian diteruskan ke komputer penerima (E-mail client)

2.7 GCC
GCC adalah sebuah compiler yang digunakan untuk mengcompile bahasa
pemrograman C, Java, Fortran, dan kode program lainnya yang dapat dipakai pada
mesin UNIX, GNU/LINUX. Penting sekali mengetahui cara mengcompile
menggunakan compiler ini.
GCC hanyalah sebuah compiler bahasa pemrograman, tidak bisa digunakan
untuk edit/memodifikasi kode program tidak seperti IDE yang dapat digunakan untuk
modifikasi kode program sekaligus mengcompilenya.
3. PEMBAHASAN
3.1 ANALISIS MASALAH
Tujuan utama sebuah sistem monitoring adalah memastikan bahwa jaringan
komputer selalu ada (server). Jika hal tersebut tidak dimungkinkan, maka tujuan utama
selanjutnya adalah memastikan bahwa informasi ketidaksediaan jaringan tersebut
(gangguan) dapat diperoleh dengan cepat.

Dalam hal ini Layar bantu untuk memonitoring server yang terdapat dalam divisi
Costumer Service terlebih dahulu menggunakan sistem Whatzupp! untuk memonitoring
server-server yang ada dalam perusahaan tersebut.
Kendala yang sering terjadi adalah ketika suatu server yang mengalami gangguan
ataupun adanya downtime dalam layar monitor tersebut sering mengalami keterlambatan
dalam penyajian tampilan server yang sedang mengalami gangguan ataupun downtime
dan adapun ketika server telah diperbaiki gangguannya atau sudah dalam tahap uptime
layar monitor tidak menampilkan responsive secara cepat atau realtime.

Dalam hal ini sering sekali client dari perusahaan mengalami keterlambatan
informasi dari pihak divisi costumer service dan banyaknya keluhan atau laporan yang
masuk sehingga jika hal ini berlangsung lama akan menghilangkan proses kepercayaan
client terhadap perusahaan.

3.2 ANALISIS KEBUTUHAN

Dalam mengatasi kendala yang terjadi dalam pemonitoringan server yang


membantu kinerja dari perusahaan untuk client,diperlukan adanya sistem monitoring
yang lebih baik serta lebih responsive atau lebih realtime sehingga ketika adanya kendala
dan sebelum pihak client mengkonfirmasi adanya gangguan pihak perusahaan lebih
responsive atau cepat tanggap dalam menangani kendala tersebut sehingga menimbulkan
timbal balik yang berupa kepuasan atau kepercayaan terhadap pelanggan.
Adanya pun dalam solusi permasalahan kendala tersebut terdapat suatu sistem monitoring
dengan menggunakan NAGIOS serta NAGIOSQL sebagai sistem monitoring yang lebih
responsive dan lebih specific dalam memonitoring server melalui toolsnya serta pluggin
yang ada secara lebih responsive dan lebih specific hingga mempercepat pendeteksian
kendala dalam server.

Dalam perancangan sistem NAGIOS dan NAGIOSQL diperlukan suatu sistem


operasi yang handal dan mempunyai proteksi yang handal dan dapat di gunakan secara
cepat yaitu sistem operasi linux CentOS.
Dalam perancangan sistem monitoring menggunakan Nagios dengan NagiosQL yang
menggunakan sistem operasi LINUX CentOS5.6 diperlukan adanya suatu server atau
sebuah komputer server tersendiri dan berlokasi dalam area perusahaan agar jika terjadi
masalah dapat di atasi dengan cepat karena lokasinya untuk server monitoringnya
terdapat pada lokasi Network Administrator dan diluar area dari server yang terdapat
pada data center.

3.3 TAHAP PERANCANGAN SISTEM

3.3.1 INSTALASI NAGIOS dan KONFIGURASI NAGIOS


NAGIOS adalah suatu aplikasi yang berkerja sebagai suatu sistem untuk
memonitoring server yang dimana aplikasinya berbasis WEB dan editingnya
terdapat dalam sistem operasi Linux CentOS.

Dikarenakan editing dari NAGIOS masih berbasis console ataupun manual dan
dapat menghambat monitoring dari server yang nantinya server semakin
bertambah banyak maka diperlukan aplikasi untuk memudahkan editing dari
NAGIOS yaitu menggunakan NAGIOSQL sebagai editingnya.

Dalam penjelasan kali ini, kita asumsikan CentOS telah terinstall di server fisik.

Pembangunan NAGIOS dan NAGIOS QL yang di perlukan adalah paket dari


apache,PHP,mysql dan nagios serta nagiosql tersebut. Dalam tahap ini apache dan
mysql sudah tercakup dalam update paket data dari linux CentOS tersebut dengan
command sebagai berikut:

Membuat user dan group nagios :

useradd -s /bin/false -d /opt/nagios nagios


groupadd nagcmd
usermod -G nagcmd nagios
usermod -G nagcmd apache

Command line diatas berguna untuk membuat user di linux dan memberikan user
direktori bernama nagios.

mkdir /downloads
cd /downloads

Nagios dapat di download paket nagios-3.2.0.tar.gz release terbaru pada alamat


http://prdownloads.sourceforge.net/sourceforge/nagios/nagios-3.2.0.tar.gz

Wgethttp://prdownloads.sourceforge.net/sourceforge/nagi
os/nagios-3.2.0.tar.gz
-ls
-nagios-3.2.0.tar.gz
Lakukan instalasi, setelah melakukan instalasi, tinggal melakukan konfigurasi file
pada nagios menggunakan vi.

vi /opt/nagios/etc/objects/contacts.cfg
Command line diatas untuk mengedit address email yang akan menerima notifikasi
ketika trouble terjadi.

3.3.2 INSTALASI pada NAGIOSQL

Langkah pertama yang dilakukan adalah menginstall mysql dan php pada CentOS.

yum install mysql php php-mysql php-pear

Sekarang install HTML_Template IT pear module:

pear install HTML_Template_IT

Download NagiosQL archive dari http://sourceforge.net/projects/nagiosql/,


kemudian extract file tersebut:

tar zxvf nagiosql303.tar.gz

Setelah file di ekstrak dan memunculkan beberapa file dan folder, selanjutnya
melakukan modifikasi permission dari beberapa files dan direktori agar
memastikan NAGIOS terintegrasi dengan konfigurasi baru dan dapat berjalan
dengan baik dengan NAGIOSQL.

Konfigurasi file utama NAGIOS


ln -s /usr/local/nagios /etc/nagios
chgrp nagios /etc/nagios
chgrp nagios /etc/nagios/nagios.cfg
chgrp nagios /etc/nagios/cgi.cfg
chmod 775 /etc/nagios
chmod 664 /etc/nagios/nagios.cfg
chmod 664 /etc/nagios/cgi.cfg
Potongan command line diatas bergunan untuk link folder nagios di local dan
nagios di etc.
Melakukan change group nagios folder dan file nagios.cfg, cgi.cfg.
Konfigurasi file yang degenerate oleh Nagiosql:
chmod 6755 /etc/nagiosql
chown apache.nagios /etc/nagiosql
chmod 6755 /etc/nagiosql/hosts
chown apache.nagios /etc/nagiosql/hosts
chmod 6755 /etc/nagiosql/services

chown apache.nagios /etc/nagiosql/services


chmod 6755 /etc/nagiosql/backup
chown apache.nagios /etc/nagiosql/backup
chmod 6755 /etc/nagiosql/backup/hosts
chown apache.nagios /etc/nagiosql/backup/hosts
chmod 6755 /etc/nagiosql/backup/services
chown apache.nagios /etc/nagiosql/backup/services
Pastikan bahwa NAGIOS terexecute oleh Apache:

chown nagios.apache /usr/local/nagios/bin/nagios


chmod 750 /usr/local/nagios/bin/nagios

Begitu juga dengan Apache user dibutuhkan permissions untuk NAGIOSQL


/konfigurasi direktori untuk menuliskan setting file:

chown apache /var/www/html/nagiosql/config

Setelah membuat dan merubah konfigurasi file nagios dan mengenalkan pada
service apache agar dapat di akses melalui ases web.

Berikut tampilan Nagiosql:

Interface Nagiosql sebagai interface pengganti untuk editing yang sebelumnya


menggunakan console, berbasis command line.

Terlihat, bahwa NAGIOSQL merupakan pengganti tampilan dari konfigurasi console


NAGIOS di sistem operasi CentOS seperti halnya aplikas CFS (Config Firewall Server)
4. PENUTUP
4.1 Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisi kesimpulan selama penulis dan tim penyusun melakukan
pengaplikasian dan pengembangan dalam pemaiakain fitur oleh tim PIJAR PSTIK
DPMPTSP serta saran yang mungkin berguna bagi para pembaca berhubungan dengan
hasil kerja praktek yang dibuat.