Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Bangsa China merupakan salah satu bangsa yang paling awal memasuki
zaman sejarah. Bangsa China secara bertahap berhasil mengembangkan kebudayaan
mereka menjadi terkemuka di antara bangsa-bangsa lain disekitarnya. Walaupun pada
awalnya bangsa China mengalami kesulitan untuk hidup di daerah lembah Sungai
Kuning. Namun karena masyarakat mulai berfikir dan berinisiatif untuk bertahan
hidup di daerah tersebut maka perdaban yang panjang mulai berlangsung pada saat
itu juga.

Kepercayaan

Taoisme

Kepercayaan akan bermacam-macam dewa. Paham inidikembangkan oleh banyak


tokoh, salah satunya Laotse.

Agama Budha

Agama Budha dibawa ke China pada zaman dinasti Liangoleh Bodhidarma. Agama
Budha berkembang sangat pesatpada masa pemerintahan dinasti T’ang hal ini
disebabkankarena kebanyakan kaisar dinasti T’angsangat menyukaiagama Budha.

Pemerintahan

Dalam perjalan sejarahnya, ada dua macam sistem pemerintahan yang pernah dianut
dalam kehidupan kenegaraan Cina kuno, yaitu:

Sistem Pemerintahan Feodal,

dalam masa pemerintahan ini, kaisar tidak menangani langsung urusan kenegaraan.
Kondisi ini berlatar belakang bahwa kedudukan kaisar bersifat sakral. Kaisar
dihormati sebagai utusan atau bahkan anak dewa langit, sehingga tidak layak
mengurusi politik praktis.

Sistem Pemerintahan Unitaris,

kaisar berkuasa mutlak dalam memerintah. Kekuasaan negara berpusat di tangan


kaisar, sehingga kaisar campur tangan dalam segala urusan politik praktis

Makalah Peradaban Lembah Sungai Huang Ho Page 1


BAB II
PEMBAHASAN

A. Letak Geografis Lembah Sungai Hwang Ho

Sungai Hwang ho atau sekarang disebut Huang He ini terletak didaerah


pegunungan Kwen-Lun di Tibet. Setelah melalui daerah pengunungan Cina Utara,
Sungai Hwang Ho disebut sebagai Sungai Kuning karena membawa lumpur kuning
sepanjang alirannya, sungai panjang yang membawa lumpur kuning itu membentuk
dataran rendah Cina dan bermuara di Teluk Tsii-Li di Laut Kuning. Sedang di dataran
tinggi sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse Kiang yang berhulu di Pegunungan
Kwen-Lun (Tibet) dan bermuara di Laut Cina Timur. Negeri Cina terletak di Asia
Bagian Timur. Di sebelah barat dan utaranya berbatasan dengan daerah Siberia dan
Mogolia (Gurun Gobi).

Dalam sejarahnya, daerah Lembah Sungai Kuning menyulitkan masyarakat Tionghoa


Kuno untuk melaksanakan aktifitas hidup. Sebab terjadi pembekuan es pada musim
dingin, serta terjadi banjir dan air bah ketika es mencair. Berbagai kesulitan dan
tantangan tersebut mendorong bangsa Tionghoa untuk berfikir dan mengatasinya
dengan pembangunan tanggul raksasa di sepanjang sungai tersebut.

B. Pemerintahan dan Dinasti-Dinasti yang Pernah Berkuasa Di Tiongkok Kuno

Sepanjang sejarah terbentuknya peradaban Tiongkok Kuno, ada dua macam


sistem pemerintahan yang dianut, yaitu feodal dan unitaris. Dalam sistem
pemerintahan feodal, kaisar tidak mengangani langsung urusan kenegaraan karena
kedudukan kaisar bersifat sakral. Kaisar dinggap sebagai utusan atau anak dewa
langit sehingga tidak pantas mengatasi politik praktis.

Sedangkan dalam sistem pemerintahan unitaris, kaisar berkuasa secara mutlak dalam
pemerintahan. Kaisar berhak ikut campur tangan dalam urusan politik praktis. Sejarah
banyak mencatat terdapat banyak dinasti yang membangun Tiongkok menjadi bangsa
besar. Diantaranya adalan Dinasti Shang, Dinasti Chou/Zhou, Dinasti Qin. Dinasti
Han, dan Dinasti Tang. Berikut penjelasan tentang lima dinasti yang telah
membangun Tiongkok menjadi bangsa yang besar tersebut.

Makalah Peradaban Lembah Sungai Huang Ho Page 2


1. Dinasti Shang

Dinasti Shang diyakini sebagai peletak landasan sejarah peradaban Tiongkok.


Ia muncul sekitar tahun 1760-1120 SM. Pusat pemerintahanya ada di kota Honan,
yaitu daerah di bagian barat laut Tiongkok.Dinasti Shang didirikan oleh pemimpin
suku Shang, Tang, setelah memusnahkan Dinasti Xia. Dinasti Shang melewati masa
pemerintahanya sebanyak 17 generasi, 31 raja. Menurut sejarah, raja terakhir Dinasti
Xia yang bernama Jie adalah seorang penguasa yang zhalim. Maka, Tang pemimpin
Shang, memberontak untuk melawan hegemoni Xia. Pemberontakan tersebut berasil,
dan Tang mendirikan Dinasti baru.

Pada masa dinasti ini, masyarakat Tionghoa terdiri dari atas berbagai lapisan.
Setiap lapisan terdiri atas orang-orang yang memiliki status sosial yang sama atau
sederajat. Keluarga kaisar merupakan kelompok tertinggi, dan tempat tinggalnya juga
berada di pusat kota. Di sekitarnya tinggal kelompok masyarakat pengrajin(seniman).
Kelompok masyarakat petani dan kelompok masyarakat yang paling luas adalah
masyarakat pedagang. Pada waktu itu, petan dianggap mempunyai kelas lebih tinggi
bila dibandingkan dengan pedagang yang hidupnya tergantung pada tenaga orang
lain.

Pada dinasti ini juga, berkembanglah sistem perbudakan. Kaum bangsawan


hidup dalam kemewahan, sedangkan kaum budak hidup dalam kondisi yang sangat
buruk. Setelah pemilik budak meninggal, maka budak-budaknya juga dikubur secara
hidup-hidup sebagai korban bersama-sama dengan persembahan berupa hewan. Raja
terakhir Shang, Wu Ding merupakan seorang tiran yang kejam dan pada masa
pemerintahan di juga dinasti ini runtuh pada tahun 1122 SM.

2. Dinasti Chou/Zhou

Dinasti Zhou (1066-256 SM) adalah dinasti ketiga dalam sejarah Tiongkok
setelah Raja Negara Adipati Zhou yang bernama Raja Zhou Wu Wang berhasil
menggulingkan pemerintahan Dinasti Shang yang dipimpin oleh kaisar yang kejam.
Dalam sejarah, Dinasti Zhou dibagi dua era, yaitu Dinasti Zhou Barat (Xi Zhou)
1066-771 SM dan era Dinasti Zhou Timur (Dong Zhou) 770-256 SM.

Pada masa Dinasti Zhou Barat ibukota kerajaan Zhou berada di Hao yang
terletak di provinsi Shensi bagian timur sekarang. Ciri khas pada masa ini adalah
berkembangnya feodalisme. Sedangkan pada Dinasti Zhou bagian Timur memiliki
ciri khas yaitu terjadi kemunduran feodalisme. Dikatakan sebagai kemunduran karena
feodalisme sebagai sistem pemerintahan tidak lagi mampu menjamin efektivitas

Makalah Peradaban Lembah Sungai Huang Ho Page 3


penggunaan kekuasaan raja. Secara tradisi periode Zhou timur terbagi menjadi dua,
yaitu peiode Musim Semi dan Musim Gugur (MSMG) serta Negara Berperang.
Meskipun secara politis mengalami kemunduran yang terwujud pada terjadinya
peperangan, tetapi dalam bidang sosial, khususnya bidang pendidikan, periode
Musim Semi Musim Gugur merupakan masa revolusi. Masa perang itu justru
memunculkan pemikir-pemikir besar seperti Konfusius, Meng Zi, dan Lao Zi yang
berusaha keras mencari pemecah terbaik terhadap problem sosial politik yang terjadi.

Mendekati penghujung Dinasti Zhou, para bangsawan tidak meletakan eksistensi


keluarga Ji sebagai simbol pemersatu kerjaan, dan masing-masing mengangkat
dirinya sebagai raja. Dinasti Zhou pecah menjadi beberapa bagian kecil yang
bertempur satu sama lainya. Zaman ini kemudian dikenal sebagai zaman negara-
negara berperang. Peperangan berakhir setelah disatukanya China dengan dinasti
yang baru yang dikenal sebagai Dinasti Qin.

3. Dinasti Qin

Dinasti Qin adalah salah satu dari tiga dinasti yang paling berpengaruh di Tiongkok
sepanjang sejarahnya. Dinasti Qin dikenal sebagai dinasti yang pendek umuenya,
namun meletakan dasar-dasar kekaisaran yang kemudian akan diteruskan selama
2000 tahun oleh dinasti-dinasti setelahnya. Dinasti ini juga merupakan dinasti
pertama yang mempersatukan suku bangsa beragam di Tiongkok ke dalam entitas
tunggal nasional Tiongkok. Dinasti Qin (221-207 SM) hanya berkuasa dalam waktu
singkat, dan digantikan oleh Dinasti Han (206 SM-220 M).

Ciri khas pada masa Dinasti Qin adalah penerapan hukum yang ketat dari ajaran
legalisme (Fajia), dari Shang Hyang yang mengatakan bahwa pemerintahan harus
diperintah dengan keras. Shang Hyang mengajarkan bahwa manusia pada dasarnya
jahat dan harus diperintah menggunakan kekerasan. Ia adalah penganut legalisme
yang menekankan tentang pelaksanaan hukum dengan tegas sebagai landasan
pembangunan negara, tetapi bukan berarti memerintah dengan kekerasan dan
penindasan sehingga rakyat menjadi takut. Tegasnya undang-undang tidak pandang
bulu, bahkan bangsawan juga dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Perjuangan Dinasi Qin untuk memenangkan pertempuran pada periode Zhangou


Shidai atau negara berperang tidak dapat bertahan dalam waktu yang panjang.
Kekaisaran Qin di China menghadapi macam faktor yang menyebabkan kemunduran
Dinasti ini. Kekaisaran Qin tidak dapat bertahan lama karena masyarakatnya masih
teringat periode perang yang mereka alami. Dengan kata lain, pada diri masyarakat

Makalah Peradaban Lembah Sungai Huang Ho Page 4


Qin masih tersisa semangat untuk bertempur dan membela kepentingan kerajaan
masing-masing kondisi psikologis itu mengisyaratkan bahwa dendam atas kekalahan
mereka dari pasukan Qin dari masa lalu masih tetap ada. Selain faktor itu juga masih
ada faktor lain, yaitu faktor ekonomi.

4. Dinasti Han

Setelah Dinasti Qin runtuh, maka berdirilah Dinasti Han. Dinasti Han terbagi dua,
yakni Dinasti Han di barat dan di timur. Dinasti Han di Barat dimulai dari tahun 206
SM dan berakhir pada tahun 8 M. Dinasti ini memilih untuk mengambil sikap elektif.
Dinasti Han tidak sepenuhnya mengambil sistem feodal yang dilakukan pada masa
Dinasti Zhou, tetapi juga tidak menerapkan seluruh pemerintahan terpusat seperti
yang dikembangkan oleh Dinasti Qin. Pada wilayah tertentu, Dinasti Han
menerapkan pemerintahan feodal, tetapi pada wilayah lainya diterapkan sistem
pemerintahan terpusat. Sikap elektif ini juga tampak dalam bidang Ideologi. Dinasti
Han menggabungkan terutama aliran Falji dengan Konfusianisme.

Dinasti Han Barat adalah salah satu Imperium yang kuat dalam sejarah Tiongkok.
Selama berkuasanya Dinasti Han di Barat, berkat pelaksanaan kebijakan
“pemberdayaan rakyat” yang dimaksudkan untuk pengembangan ekonomi,
kehidupan rakyat stabil dan tenteram, ekonomi mereka pun makmur. Dengan
demikian pemerintahan Dinasti Han menjadi lancar dan stabil.

Pada awal Dinasti Han di Timur, berkat peningkatan lebih lanjut kekuasaan dan
harmonisnya pemerintahan pusat dengan kekuasaan lokal, negara semakin stabil.
Lalu mencapai taraf yang lebih tinggi dari pada Dinasti Han Barat, di bidang
ekonomi, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan.

Di bidang ilmu pengetahuan, kalangan keilmuan Dinasti Han di Timur dengan Zhang
Heng sebagai wakilnya mencetak hasil yang sangat mengagumkan. Zhang Heng
diperingati dalam sejarah karena penemuan globe sertaalat pencatat dan pengukur
gemba bumi.selain itu, dokter terkenal dalam sejarah, Hua To yang hidup pada masa
Dinasti Han di Timur, adalah dokter ahli bedah pertama yang melakukan
pembedahan terhadap seorang pasien menggunakan tekhnik pembiusan.

Makalah Peradaban Lembah Sungai Huang Ho Page 5


5. Dinasti Tang

Dinasti Tang (618-907) menggantikan Dinasti Sui yang berumur pendek, yang
didirikan oleh keluarga Li. Li Yuan mendirikan dinasti ini pada tahun 618 dan
mentepkan Chang’an sebagai ibukota dinasti ini. Li Yuan adalah seorang yang
berbelas kasih. Ia menjamin kelangsungan hidup para keluarga Raja Dinasti Sui. Pada
tahun 626, ia turun tahta, dan digantikan oleh putranya, Li Shimin, yang bergelar
Kaisar Tang Taizong (626-649). Dibawah pemerintahan Taizong, Tiongkok menjadi
negara adikuasa. Dengan kecerdasanya dalam bidang politik yang mengombinasikan
kekuatan milter dan diplomasi, serta mmecah belah suku-suku di sekitarnya, ia
menjadikan Tiongkok ebagai negara terkuat di Asia Utara. Ia menghancurkan
sepenuhnya kekuatan suku-suku Turki Timur, dan berhasil menguasai daerah Ordos
serta Mongolia Dalam.

6. Dinasri Song

Dinasti song merupakan salah satu dinasti yang memerintah di Tiongkok antara tahun
960-1279, sebelum Tiongkok diinvasi oleh bangsa Mongol. dinasti ini merupakan
pemerintahan pertama di dunia yang mencetak uang kertas. Selain itu juga
merupakan Dinasti Tionghoa pertama yang mendirikan angkatan laut. Dalam periode
pemerintahan dinasti ini pula, untuk pertama kalinya, bubuk mesiu digunakan dalam
peperangan, dan kompas digunakan untuk petunjuk arah.

Zaman pemerintahan Dinasti Song merupakan periode organisasi sosial yang maju
dan rumit. Beberapa kota terbesar di dunia saat itu brada di Tiongkok, dengan
Kaifeng dan Hangzhou berpenduduk lebih dari satu juta jiwa. Masyarakat menikmati
berbagai hiburan di kota-kota, dan bergabung ke dalam berbagai klub sosial.

Pada periode Dinasti Song, agama memiliki peranan yang penting terhadap
kehidupan sehari-hari masyarakat Tionghoa. Selain itu, literatur-literatur bertopik
spriritual sangatlah populer. Dewa dewi Taoisme, Buddisme, dan kepercayaan
tradisional Tionghoa, beserta roh-roh leluhur disembah dengan memberikan sesajen.

C. Hasil Peradaban Lembah Sungai Huang Ho

1. Bidang pertanian

Dalam sektor pertanian, pada bagian Hilir dari Sungai Kuning terdapat dataran
rendah Tiongkok yang subur dan merupakan pusat kehidupan bangsa Tionghoa.
Umumnya mereka bercocok tanam gandum, padi, teh, jagung, dan kedelai. Kegiatan

Makalah Peradaban Lembah Sungai Huang Ho Page 6


pertanian Tionghoa Kuno sudah dikenal sejak Zaman Neolitikum (5000 SM), dan
tanaman pangan yang ditanam adalah padi.

2. Bidang Filsafat

Seperti dikisahkan dalam sejarah Dinasti Tiongkok, pada masa pemerintahan Dinasti
Zhou, filsafat Tiongkok berkembang dengan pesat karena lahirnya tiga ahli filsafat
Tionghoa, yaitu Lao Zi, Kong Fu Zi (Kong Hu Cu), dan Mengzi.

3. Bidang Kepercayaan

Sebelum ajaran Kon Fu Zi dan Meng Zi, bangsa Tionghoa menganut kepercayaan
kepada dewa-dewa yang dinaggap memiliki kekuatan alam. Dewa-dewa yang
menerima pemujaan tertinggi dari mereka adalah Feng-Pa (Dewa Angin), Lei-Shih
(Dewa Angin Topan, yang digambarkan sebagai naga besar), T’sai Shan (Dewa
penguat Bukit Suci), Ho-po.

4. Bidang Kebudayaan

Dalam sektor kebudayaan, tembok besar China merupakan salah satu hasil
kebudayaan Kungai Kuning pada masa Dinasti Qin. Selain itu, masyarakat Tiongkok
kuno telah mengenal tulisan sejak 1500 SM, yang ditulis pada kulit penyu dan
bambu.Seni sastra berkembang pesat seiring dengan ditemukannya kertas. Ajaran Lao
Zi, Kong Fu Zi, dan Meng Zi banyak dibukukan oleh filsuf maupun para
pengikutnya. Pada masa inasti Tang, hidup dua orang pujangga yang terkemuka yang
banyak menulis puisi kuno, yaitu Li Tai Po dan To Fo.

Kebudayaan Tiongkok Sungai Kuning juga berkembang seni lukis, keramik,


kuil dan istana. Perkembangan seni lukis terlihat dari banyaknya lukisan hasil karya
tokoh ternama yang menghiasi istana dan kuil. Lukisan yang dipajang umumnya
berupa lukisan alam semesta, dewa-dewa-, dan raja yang pernah memerintah.
Keramik Tiongkok merupakan kebudayaan rakyat yang bernilai sangat tinggi, dan
menjadi salah satu komoditi pedagangan saat itu.

5. Bidang IPTEK

Tiongkok memliki banyak ahli Astronomi (ilmu perbintangan) yang membantu


masyarakat dalam pembuatan sistem penanggalan. Perkembangan sistem astronomi
merupakan dasar dari aktifitas kehidupan bangsa Tionghoa. Sebab, sistem pertanian,
pelayaran, serta usaha lainya memerlukan informasi tentang pergantian dan
perputaran musim.

Makalah Peradaban Lembah Sungai Huang Ho Page 7


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

Peradaban lembah Sungai Kuning adalah peradaban bangsa Tiongkok yang


muncul di lembah Sungai Kuning (Huwang Ho atau Huang He sekarang). Awalnya
masyarakat Tiongkok hidup kesulitan di daerah lembah sungai ini. Keadaan yang
sulit ini membuat masyarakat Tiongkok Klasik ini untuk berfikir dan berinisiatif
membuat tanggul di sepanjang sungai ini dan mulailah peradaban daerah ini dimulai.

Waktu demi waktu kemudian berdirilah dinasti-dinasti yang berdiri secara


bergiliran dan memiliki kemajuan dan ciri khas pemerintahan masing-masing.
Dinasti-dinasti ini yaitu Dinasti Shang, Dinasti Zhou, Dinasti Qin, Dinasti Han,
Dinasti Tang, dan Dinasti Song. Setiap Dinasti-dinasti ini memiliki pengaruh dan
kemajuan masing-masing.

Makalah Peradaban Lembah Sungai Huang Ho Page 8


DAFTAR PUSTAKA

Aizid, Rizem, 2014, Kitab Sejarah Terlengkap Peradaban-Peradaban Besar Dunia.


Jakarta: Laksana.

Purwanta, 2009, Cina Klasik. Yogyakarta:USD

http://historyedu12.blogspot.co.id/2013/12/peradaban-sungai-kuning-hwang-ho.html

Rizem Aizid, Kitab Sejarah Terlengkap Peradaban-Peradaban Besar Dunia


(Yogyakarta: Laksana, 2014),hlm. 194

Ibid, hlm. 204

H.Purwanta, Cina Klasik (Yogyakarta: USD,2009), hlm. 3

Ibid, hlm. 5

Rizem Aizid, Kitab Sejarah Terlengkap Peradaban-Peradaban Besar Dunia


(Yogyakarta: Laksana, 2014),hlm. 248

Ibid, hlm. 257

Ibid, hlm. 260

Ibid, hlm. 272

Makalah Peradaban Lembah Sungai Huang Ho Page 9